cover
Contact Name
Henly Yulina
Contact Email
agrotatanen@unibba.ac.id
Phone
+6285759946691
Journal Mail Official
agrotatanen@unibba.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden AA Wiranatakusumah No.7, Baleendah, Bandung, Jawa Barat 40375
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agro Tatanen
ISSN : 26548224     EISSN : 27976793     DOI : 10.55222
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro Tatanen ini adalah jurnal yang berfokus dalam bidang pertanian dengan topik ilmu tanah, agronomi, pemuliaan tanaman, hama dan penyakit tanaman serta bidang agroteknologi lainnya.
Articles 100 Documents
KERAGAMAN TANAMAN EDAMAME (Glycine max L. Merrill) VARIETAS RYOKO TERHADAP PERLAKUAN JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM Yudi Yusdian; Karya; Santoso, Joko; Erfan; Joestia Zhahiran, Alyanisa
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 1 (2025): AGRO TATANEN Edisi Januari 2025 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/agrotatanen.v7i1.1527

Abstract

This research aims to determine the growth and yield response of Edamame (Glycine max L. Merrill) cv. Ryoko to plant spacing and chicken manure dosage. This research was conducted in Margahurip Village, Banjaran District, Bandung Regency, West Java Province with an altitude of 800 m above sea level, pH 6.06 (slightly acidic) and rainfall of 2,481 mm/year. This research used a factorial Randomized Block Design (RBD) method with 3 replications. First factor: Planting Distance (j1= 30 cm x 10 cm, j2= 30 cm x 20 cm, j3= 30 cm x 30 cm). Second factor: Chicken Manure Fertilizer Dosage (k1 = 0 tons/ha, k2 = 10 tons/ha, k3 = 20 tons/ha). The results of the research showed that there was an independent effect in the 30 cm x 30 cm planting spacing treatment which had a better influence on plant height, number of branches, number of planted pods and weight of planted pods. Meanwhile, the chicken manure dose of 10 tonnes/ha had a better effect on the number of pods planted and the weight of the pods planted.
EFISIENSI USAHA TANI PADI (Oryza sativa. L) DALAM PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) DI DESA KARANGKLESEM, KECAMATAN PAKUNCEN, KABUPATEN BANYUMAS Mudmainah, Siti; Hapsari Arimurti , Niken
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 1 (2025): AGRO TATANEN Edisi Januari 2025 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/agrotatanen.v7i1.1529

Abstract

The Rice (Oryza sativa . L) is the main crop in Indonesia, almost half of Indonesia populasion consumes rice as a staple food. Especially rice, efforts need to be made to increase rice production, currently, it is hampered by pest attacks which can reduce agricultural production. The purpose of this study was to determine the characteristics of farmers, (2) know the factors that influence rice production, and (3) analyze the level of efficiency of techniques for using production factors in business farming. The research was conducted on rice crops in Karangklesem village, Pakuncen sub-district. Banyumas Regency, Respondent samples taken in this research were the purposive method, sampling was taken using a random sampling technique of 80 respondents. This research was conducted from July 2021 to October 2022. The results of this study show that average farmers carry out business farming on a land area of more than 1 hectare with farming experience of more than 15 years. The level of rice farming in Karangklesem village is technically efficient with an average technical efficiency level of 0.94 or 94 %. Production factors that have a real influence on rice farming production with integrated pest management (IPM) are chemical fertilizers, botanical pesticides, and chemical pesticides. The lowest level of efficiency of rice farming techniques was 0.81 and the highest level of efficiency was 0.99. average farmers have a technical efficiency level of 0.94 which means that rice production with the implementation of integrated pest management (IPM) reaches 94% of the potential rice production and there is still 6 % to increase production. Increase production with an average technical efficiency of 0.94. this shows that rice farming groups in Karangklesem village are profitable and farmers can still increase their incomes, and increase technical efficiency.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG (Solanum Tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA AKIBAT PERLAKUAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK SILIKA Kantikowati, Endang; Minangsih, Dian Murti; Karya, Karya; Zaelani, Zezen
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 1 (2025): AGRO TATANEN Edisi Januari 2025 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/agrotatanen.v7i1.1537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pengaruh pemberian dosis pupuk kandang ayam dan pupuk silika terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola. Penelitian dilaksanakan mulai Juli sampai Oktober 2023, di Kampung Cirawa, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian tempat 1.428 m di atas permukaan laut. Curah hujan termasuk zona agroklimat C3 menurut klasifikasi Oldeman. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor I adalah dosis pupuk kandang ayam yang terdiri dari taraf 0 ton/ha, 5 ton/ha, dan 10 ton/ha, sedangkan faktor II adalah dosis pupuk silika yang terdiri dari taraf 0 kg/ha, 200 kg/ha, dan 400 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk kandang ayam 5 ton/ha memberikan respons paling baik bagi tinggi tanaman dan jumlah stolon, jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, serta bobot umbi per plot. Pemberian dosis pupuk silika tidak memberikan pengaruh yang nyata pada setiap pengamatan.
ANALISIS STRATEGI KEUNGGULAN BERSAING DAN BRAND IMAGE DENGAN PENDEKATAN FIVE FORCES PORTER DI RUMAH MAKAN RIUNG PANYAUNGAN Kundratr; Sumarti, Lily; Fetia Wardhani, Wini; Rahmadia Febryane, Rimelke; Burhanudin; Diana Octaviani, N
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 1 (2025): AGRO TATANEN Edisi Januari 2025 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/agrotatanen.v7i1.1538

Abstract

This study aims to analyze the strategies employed by Riung Panyaungan, a pioneer of Sundanese cuisine in Bandung Regency, established in 1997. The primary focus is to identify existing strategies, evaluate their effectiveness, and provide strategic recommendations to enhance competitive advantage. The methods used include Porter’s Five Forces and Brand Image analysis with a Likert scale. The results indicate that Riung Panyaungan employs a brand identity and marketing-focused strategy, which has proven effective in maintaining operational efficiency and business resilience. The recommended strategy is differentiation to strengthen competitive advantage and sustain its position in the culinary market. Keywords: Riung Panyaungan, differentiation strategy, Porter’s Five Forces, Brand Image, competitive advantage
Pemanfaatan Serbuk Daun Bintaro (Cerbera Odollam)  untuk Mengendalikan Callosobruchus analis F.  (Coleoptera : Bruchidae)  dan Menjaga Mutu Benih Kedelai Hitam Varietas Detam-1 Roosma Ria, Elly; Surya Mulya, Agus; Sintiyah, Rizti; Samantha, Yuliana; Nursafa, Zahra
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/yank8587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh perbedaan dosis serbuk daun bintaro terhadap Perkembangan Serangga Hama Callosobruchus Analis F. (Coleoptera : Bruchidae) dan Mutu Benih Kedelai Hitam Varietas Detam-1. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti Tanjungsari Sumedang. Penelitian ini dimulai pada bulan April sampai dengan Juni 2024. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Racangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari A = 0, 00 g serbuk daun bintaro /100 g biji kedelai hitam, B=3,00 g serbuk daun bintaro/100 g biji kedelai hitam , C= 6,00 g serbuk daun bintaro/100 g biji kedelai hitam, D= 9,00 g serbuk daun bintaro/100 g biji kedelai hitam, E= 12,00 g serbuk daun bintaro/100 g biji kedelai hitam, F= 15,00 g serbuk daun bintaro/100 g biji kedelai hitam. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan dosis serbuk daun bintaro memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas, jumlah telur, jumlah larva, jumlah pupa dan jumlah imago. Perlakuan serbuk daun bintaro F= 15,00 g menunjukan hasil yang paling baik.
PENGARUH KONSENTRASI KOTORAN ITIK TERHADAP PERTUMBUHAN AZOLLA PINNATA Megawati Bohari; Bohari, Megawati; Marwan, Agung Primatara; Rinaldo, Reko; Noprizal; Andrian, Jeefry
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/gcenjf21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi kotoran itik terhadap pertumbuhan Azolla pinnata serta menentukan dosis optimal yang mampu memberikan pertumbuhan terbaik tanpa menurunkan kualitas media budidaya. Penelitian dilaksanakan dengan lima perlakuan, yaitu A1 (tanpa kotoran itik), A2 (20% kotoran itik + 80% tanah), A3 (30% kotoran itik + 70% tanah), A4 (40% kotoran itik + 60% tanah), dan A5 (50% kotoran itik + 50% tanah), dengan dosis awal Azolla pinnata sebanyak 200 g/m². Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian kotoran itik memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap laju pertumbuhan Azolla pinnata (P<0,01). Perlakuan A3 memberikan hasil terbaik dengan peningkatan biomassa tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Kotoran itik mengandung unsur hara utama seperti nitrogen (3,40–4,42%), fosfor (15,54–17,20%), dan kalium (8,50–8,63%) yang berperan penting dalam proses fotosintesis serta pembentukan jaringan tanaman. Kandungan nutrisi tersebut mendukung percepatan pembelahan sel dan peningkatan kadar klorofil, sehingga pertumbuhan Azolla pinnata menjadi lebih cepat. Dibandingkan dengan jenis pupuk organik lain seperti kotoran ayam, sapi, atau kompos, kotoran itik memiliki kandungan hara yang lebih tinggi dan lebih mudah diserap oleh tanaman air. Oleh karena itu, kombinasi 30% kotoran itik dan 70% tanah dapat direkomendasikan sebagai komposisi optimal untuk pertumbuhan Azolla pinnata, serta berpotensi dikembangkan sebagai sumber pupuk organik ramah lingkungan dalam sistem pertanian berkelanjutan.
Dampak Tata Letak Tanam dalam Sistem Tumpangsari dengan Ubi Kayu pada pertumbuhan Tiga Varietas Jagung Manis Saputra, Hidayat; Mutaqin, Zainal; Dulbari, Dulbari; Ahyuni, Destieka
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/0r6fse65

Abstract

Petani ubi kayu akan mendapatkan penghasilan dari usaha taninya setelah panen 7-10 bulan kemudian. Dengan jarak tanam ubi kayu yang cukup lebar (1-2 m) terdapat potensi ruang tumbuh di bawah tegakan ubi kayu yang dapat ditumpangsarikan dengan tanaman semusim. Agar tanaman sela yang ditanami ubi kayu dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal, maka perlu dilakukan penataan tata letak penanaman jagung manis. Selain itu, diperlukan juga informasi mengenai varietas jagung manis yang cocok dan adaptif untuk ditumpangsarikan dengan ubi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pola tanam jagung manis terbaik yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan hasil jagung manis sistem tumpangsari, dan menentukan varietas jagung manis terbaik dalam pola tanam tumpangsari jagung manis dengan ubi kayu. Ada enam kombinasi perlakuan tanam dan varietas jagung manis. Perlakuan tersebut meliputi: dua tata letak atau posisi tanam jagung manis, yaitu di antara barisan singkong (J1) dan di dalam barisan singkong (J2), dan tiga varietas jagung manis komersial: Varietas Mira (V1), Paragon (V2), dan Bonanza. (V3). Hasil menunjukkan jagung manis yang ditanam di bawah tegakan ubi kayu mengalami penurunan pertumbuhan vegetatif 144 hingga 400% dibandingkan jagung manis sistem monokultur, jagung manis yang ditanam di antar barisan tanaman ubi kayu memiliki pertumbuhan lebih baik daripada yang ditanam diantara dalam barisan ubi kayu, dan jagung manis varietas Bonanza mampu beradaptasi lebih baik jika ditumpangsarikan dengan ubi kayu.
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR REBUNG BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CAISIM (Brassica campestris) HIDROPONIK Elrosvianti Gulo, Pasrah; Nofrianil; Ramanis, Imelya
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/hakee732

Abstract

Tanaman caisim salah satu sayur yang banyak disukai oleh masyarakat. Hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif untuk budidaya caisim yang lebih efektif dan efisien. Hidroponik membutuhkan nutrisi AB Mix sebagai sumber unsur hara bagi tanaman. Nutrisi AB Mix yang tersedia memiliki harga relatif tinggi, perlu adanya alternatif lain yaitu POC rebung bambu untuk mengurangi pemberian nutrisi AB Mix dan tetap tersedia unsur hara bagi tanaman. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair rebung bambu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman caisim hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga bulan Desember tahun 2023, dilaksanakan di Instalasi Hidroponik Kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan serentak. Populasi sebanyak 180 tanaman dan sampel sebanyak 80 tanaman dengan menggunakan jenis instalasi Nutrient Film Technique (NFT). Analisis data menggunakan Uji Anova dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5% dengan menggunakan software SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC rebung bambu dan AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi caisim hidroponik berbeda nyata terhadap parameter lebar daun, panjang daun, tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar dan hasil produksi, tetapi tidak berbeda nyata pada parameter jumlah daun. Perlakuan dengan nilai terbaik dengan pemberian POC yaitu POC rebung bambu 75 ml + AB Mix 50%, walaupun hasilnya belum bisa sebaik perlakuan kontrol.
STUDI PUSTAKA: PENGARUH EVAPOTRANSPIRASI TERHADAP MIKROKLIMAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN Nhyra Kamala Putri; Kamala Putri, Nhyra; Yusrizal; Andriani, Dewi; Julianita Harahap, Evi; Kasmawati
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/b88vgr96

Abstract

Evapotranspirasi merupakan gabungan proses evaporasi dari permukaan tanah dan transpirasi dari tanaman yang berperan penting dalam pembentukan mikroklimat di sekitar vegetasi. Mikroklimat ini memengaruhi kelembaban, suhu, dan durasi basah daun, yang menjadi faktor utama dalam dinamika organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti hama dan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara evapotranspirasi dan mikroklimat serta implikasinya terhadap pengendalian OPT. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal dan sumber ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan evapotranspirasi melalui teknik irigasi presisi, pemilihan varietas tanaman, pengaturan jarak dan waktu tanam, pengaturan naungan, rekayasa ekologi dan refugia, serta pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sensor mikroklimat dapat menekan kelembaban berlebih yang mendukung perkembangan OPT. Pendekatan ini tidak hanya relevan dalam konteks pengendalian OPT, tetapi juga mendukung efisiensi penggunaan air dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pertanian berkelanjutan yang berbasis ekologi dan teknologi, khususnya dalam menghadapi tantangan produksi pangan di masa depan. Sebagai rekomendasi, integrasi strategi evapotranspirasi dalam sistem Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) serta pemanfaatan data spasial dan kecerdasan buatan (AI) perlu dikembangkan secara bertahap, dimulai dari skala kecil, dengan dukungan kolaboratif antara peneliti, penyuluh, dan petani
RESPONS AGRONOMIS EDAMAME VARIETAS RYOKO TERHADAP VARIASI JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KALIUM NITRAT Yudi Yusdian; Joko Santoso; Karya; Kundrat; Erfan; Linda Indriani
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/129zsx29

Abstract

https://docs.google.com/document/d/14pworsnXcNhDqWB3w7s-paVBGC6AG-TR/edit?usp=sharing&ouid=110195209645462959075&rtpof=true&sd=true

Page 10 of 10 | Total Record : 100