cover
Contact Name
Rahmi
Contact Email
jpsy165@upiyptk.ac.id
Phone
+6282301777869
Journal Mail Official
jpsy165@upiyptk.ac.id
Editorial Address
http://lppm.upiyptk.ac.id/ojsupi/index.php/PSIKOLOGI/navigationMenu/view/Editorial
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Psyche 165 Journal
ISSN : 20885326     EISSN : 25028766     DOI : https://doi.org/10.35134/jpsy165
Psyche 165 Journal is an interdisciplinary journal that publishes empirical research, theoretical articles, and selected reviews in applied areas of psychology (other than applied experimental or human factors), including: Behavioral Psychology Clinical Psychology Cognitive Psychology Counseling Psychology Cultural Psychology Economic Psychology Educational Psychology Environmental Psychology Ethics in Psychology Family Psychology and Couples Psychology Forensic Psychology Health Psychology Industrial and Personnel Psychology Professional Practice Psychology of Religion Psychotherapy School Psychology Social Psychology Sport Psychology In addition to publishing manuscripts that have a clearly applied focus, Psyche 165 journal solicits interdisciplinary research that integrates literatures from psychology with other related fields (e.g., occupational health, consumer behavior, law, religion, communication, and political science) in a meaningful and productive manner. Multidisciplinary authorship is encouraged, as is work that fosters novel ideas, identifies mediating variables, includes transboundary issues, and most importantly, encourages critical analysis.
Articles 294 Documents
Kontrol Diri sebagai Moderator Hubungan Kesepian dan Kekerasan Siber Remaja Perempuan Basel, Wiwin Charolina Putri; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Sahrani, Riana
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.459

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti media sosial telah mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga membawa dampak kompleks terhadap kehidupan. Media sosial berfungsi sebagai akses berkomunikasi dalam konektivitas sosial dan perangkat untuk mencari hiburan. Pada sisi lain, media sosial merupakan platform dimana kekerasan siber dapat terjadi kepada penggunanya. Berbagai kasus kekerasan siber dalam media sosial dialami remaja perempuan, diantaranya menjadi korban penyebaran konten pornografi, pengancaman dan pelecehan seksual secara daring. Prevalensi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia mengalami kenaikan dan sering kali tidak dianggap serius. Tujuan penelitian ini untuk menguji kontrol diri sebagai moderator dalam hubungan antara kesepian dan kekerasan siber pada remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional non-eksperimental. Metode analisis yang digunakan yaitu uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji regresi. Partisipan penelitian merupakan remaja perempuan sebanyak 113 orang, berusia 17-24 tahun, aktif menggunakan media sosial dan pernah mengalami kekerasan digital dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Instrumen penelitian adalah Experiencing Cyber Violence Scale terdiri dari 34 pertanyaan, Loneliness Scale terdiri 20 pertanyaan dan Self-control Scale terdiri dari 10 pertanyaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri, kesepian dan kekerasan siber. Peran kontrol diri tidak memoderasi kesepian dan kekerasan siber, namun dari uji korelasi mengindikasikan bahwa kontrol diri berperan atau berkontribusi dalam terjadinya kesepian dan kekerasan siber.
Sikap Kompetitif dan Problematic Gambling pada Pemain Game Gacha: Studi Kasus Tunggal Danilasari, Keyni; Poerwandari, Elizabeth Kristi
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.460

Abstract

Problematic gaming dan problematic gambling menjadi semakin bercampur dengan satu sama lain, dengan meningkatnya popularitas mobile gacha game. Game gacha sudah terancang dari sananya untuk mendorong para pemain untuk melakukan transaksi untuk mendapatkan hadiah atau maju dalam game. Hadiah yang didapatkan bisa berupa karakter, senjata, atau hal lainnya yang dapat menolong para pemain dalam berprogres. Dengan melakukan transaksi, para pemain dapat mendapatkan mata uang virtual, yang digunakan untuk transaksi dalam game. Mendapatkan hadiah ini, tidak selalu dijamin untuk menadapatkan hal yang diinginkan. Dengan memasukkan lebih banyak jumlah uang, maka semakin meningkatnya peluang untuk mendapatkan hadiah tersebut. Dengan adanya harta yang dipertaruhkan maka transaksi yang terjadi dalam game pada dasarnya adalah perjudian. Di beberapa game, lebih banyak hadiah bisa didapat dengan bersaing dengan pemain lainnya. Sistem ini mendorong pemain untuk membeli lebih banyak mata uang virtual untuk mengalahkan yang lain dan mendapatkan jalan pintas. Pengeluaran yang tidak bertanggung jawab dalam jangka panjang dapat mengakibatkan terbentuknya problematic gaming dan problematic gambling. Menggunakan tinjauan literatur dan wawancara mendalam, penelitian dilakukan pada seorang laki-laki asal Vietnam mantan pemain mobile gacha game berusia 24 tahun yang mengalami problematic gambling dengan menghabiskan banyak uang dalam permainan gacha hingga sempat tidak dapat mengurus dirinya sendiri dalam sebuah rentang waktu. Dirinya menghabiskan kurang lebih 20.000 Dolar AS dalam tujuan untuk mendapatkan rasa puas setelah mengalahkan para pemain lainnya.
Resiliensi dan Dukungan Sosial sebagai Faktor Protektif Stres Mengerjakan Skripsi Yusitarini, Anisa; Hidayah, Nurul
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.461

Abstract

Pengerjaan skripsi masih dipandang sebagai tugas yang berat bagi mahasiswa dan berpeluang terhadap peningkatan stress. Stres mengerjakan skripsi dapat berdampak terhadap penurunan kualitas hidup dan panjangnya masa studi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran resiliensi dan dukungan sosial sebagai faktor protektif stres mengerjakan skripsi pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausatif. Populasi penelitian adalah  mahasiswa Universitas “X” yang sedang menempuh skripsi dan berdasarkan teknik stratified random sampling diperoleh 166 sampel. Instrumen penelitian menggunakan Skala Stres Mengerjakan Skripsi, Skala Resiliensi, dan Skala Dukungan Sosial. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara simultan resiliensi dan dukungan sosial berperan sangat signifikan terhadap stres mengerjakan skripsi (F=36,084 dan p=0,000 (p<0,01); (2) resiliensi dapat menurunkan stres mengerjakan skripsi secara sangat signifikan (t=-6,610 dan p=000 (p<0,01); dan (3) dukungan sosial secara signifikan dapat menurunkan stres mengerjakan skripsi secara signifikan (t=-2,234 dan p=0,027 (p<0,05). Resiliensi dan dukungan sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 30,7% dalam menurunkan stres mengerjakan skripsi. Dapat disimpulkan bahwa resiliensi dan dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif stres mengerjakan skripsi. Implikasi penelitian ini berupa pentingnya mahasiswa meningkatkan resiliensi agar risiko stress berkurang, melalui berlatih meregulasi emosi, mengontrol impuls, berpikir optimis, melakukan analisis kausal, bersikap empati, meningkatkan efikasi diri, dan meraih pencapaian. Pihak-pihak terdekat mahasiswa seperti teman, keluarga, dan dosen pembimbing penting untuk memberikan dukungan social pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi.
Hubungan Antara Dukungan Emosional dengan Psychological Well-Being pada Siswa SMK X Candra, Ifani; Okfrima, Ria; Gusriwandi, Yodi
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.486

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang rentan, dikarenakan merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Banyak hal yang dilalui oleh remaja, sehingga masa ini juga dianggap masa yang penting dilakukan pengawasan oleh orangtua dan lingkungannya. Remaja yang memiliki psychological well-being yang baik, akan mampu menghadapi masa remajanya dengan baik, dan untuk memperoleg itu dibutuhkan dukungan sosia, baik dari keluarga, teman, dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara dukungan emosional dengan psychological well- being pada siswa SMK X. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan emosional sedangkan variabel terikat adalah psychological well-being. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 156 siswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala dukungan emosional dan psychological well-being. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 114. Koefisien validitas skala dukungan emosional diperoleh nilai corrected item-total correlation berkisar antara 0,426 sampai dengan 0,822, dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,934. Untuk koefisien validitas skala psychological well- being diperoleh nilai corrected item-total correlation berkisar antara 0,307 sampai dengan 0,747 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,790. Hasil uji hipotesis diperoleh 0,616 dengan taraf signifikan 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan sangat signifikan antara dukungan emosional dengan psychological well-being yang berarti hipotesis diterima dimana arah hubungan yang positif antara dukungan emosional dengan psychological well-being. Dengan sumbangan efektif sebesar 38% yang berarti dukungan emosional berpengaruh terhadap psychological well-being siswa.  
Hubungan Work Life Balance dengan Komitmen Organisasi Pegawai PERUMDA Air Minum Batusangkar Ade, Frihapma Semita; Okfrima, Ria; Yanuar, Putri Nadhila
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.490

Abstract

Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-life balance) merupakan isu yang semakin mendapat perhatian dalam dunia kerja, dikarenakan di dalam pekerjaan harus seimbang antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan, jika tidak tentu saja dapat berdampak negatif jika salah satu bermasalah. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara work-life balance dan komitmen organisasi, dengan mengambil studi kasus pada pegawai Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Batusangkar. Komitmen terhadap organisasi menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara work life balance dengan komitmen organisasi pegawai PERUMDA Air Minum Batusangkar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PERUMDA air minum batusangkar yang berjumlah 104. Adapun subjek penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh, dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, sampel pada penelitian ini sebanyak 104 pegawai PERUMDA air minum Batusangkar. Alat ukur yang digunakan adalah Skala work life balance dan skala komitmen organisasi. Metode analisis data yang digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan korelasi product moment pearson, yang menunjukkan bahwa r=0,718 dengan nilai p=0,000 (<0,01), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara work life balance dengan komitmen organisasi pegawai PERUMDA air Minum Batusangkar. Hipotesis dalam penelitian ini diterima, dan berkontribusi positif. Adapun sumbangan efektif dari variabel work life balance terhadap komitmen organisasi sebesar 52%, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya.
Hubungan Iklim Sekolah dengan School Connectedness pada Siswa SMA X Lubuk Basung Nastasia, Krisnova; Okfrima, Ria; Sari, Cindy Cantika
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.491

Abstract

Sekolah merupakan tempat siswa untuk menimba ilmu. SMA merupakan pendidikan wajib terakhir yang ada di Indonesia, baru kemudian siswa memutuskan untuk melanjutkan pendidikan atau tidak. Siswa SMA umumnya berusia 15-19 tahun, dan berada pada masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Dalam memutuskan untuk memilih SMA, remaja ada yang memutuskan pilihannya sendiri, namun ada yang paksaan dan pilihan dari orangtuanya. Di masa sekolah, siswa berhubungan tidak hanya dengan guru, namun dengan teman dan lingkungannya di sekolah. Siswa saling bergaul dengan teman, namun banyak juga siswa yang merasa tidak memiliki kedekatan dengan sekolah, teman, guru, sehingga menimbulkan menurunnya motivasi belajar, dan prestasinya. Hal ini biasa dikenal dengan istilah school connectedness. Salah satu faktor yang mempengaruhi school connectedness adalah iklim sekolah. Iklim sekolah yang baik, dapat menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman untuk siswa, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasinya dibidang akademik maupun non akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara iklim sekolah dengan school connectedness pada 221 siswa SMAN 2 Lubuk Basung, menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur iklim sekolah (X) dan school connectedness (Y). Hasil analisis menggunakan korelasi Pearson dengan bantuan IBM SPSS 21.0 menunjukkan koefisien korelasi r=-0,554 dan nilai p=0,000, yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan. Semakin baik iklim sekolah, semakin tinggi tingkat school connectedness siswa, dan sebaliknya. Sumbangan efektif iklim sekolah terhadap school connectedness adalah 31%.
Fungsi Terapi Islami Mengurangi Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir BPI FDK UINSU Anjelly Puspa Sari; Ali Akbar
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.429

Abstract

Kecemasan adalah perasaan yang muncul ketika individu merasa khawatir atau takut terhadap sesuatu. Kecemasan sering dialami oleh semua individu, terlebih pada mahasiswa tingkat akhir. Namun kecemasan yang dirasakan tentunya dapat diatasi dengan segala upaya, salah satunya dengan melakukan terapi islami. Tujuan penelitian untuk mengetahui kecemasan yang dialami mahasiswa tingkat akhir, faktor-faktor penyebab mengalami kecemasan dan bagaimana fungsi terapi islami dalam membantu mengurangi kecemasan mahasiswa tingkat akhir prodi BPI. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian berupa 8 informan mahasiswa tingkat akhir prodi BPI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang dialami mahasiswa berbeda-beda, ada yang mengalami kecemasan ringan, sedang dan berat. Sebagian informan merasa bahwa dari kecemasan ini dapat memotivasi mereka untuk segera menyelesaikan tugas akhir, sementara informan yang lain beranggapan kecemasan ini mengganggu kehidupan sehari-hari. Kecemasan tersebut disebabkan oleh kesulitan menemui dosen pembimbing, perasaan takut tidak lulus tepat waktu, tidak percaya diri dengan kemampuan diri sendiri dan harapan orang tua untuk lulus dengan tepat waktu pun menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan melalui terapi islami yaitu dengan melaksanakan terapi salat, dzikir, doa dan membaca Al-Qur’an. Setelah melakukan terapi islami dengan melakukan ibadah-ibadah tersebut membuat mereka merasakan ketenangan dan ketentraman jiwa, menyingkirkan perasaan takut, kegelisahan dan kecemasan, lebih bisa berpikir positif, dan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.
Pola Asuh Ibu Sambung Terhadap Pembentukan Karakter Anak Di Kecamatan Medan Petisah Azzahra, Salsabila Putri; Sahrul
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.430

Abstract

Pola asuh merupakan cara pengasuhan orang tua kepada anak untuk mendidik, membimbing serta mengontrol perilaku anak. Terutama peran seorang ibu yang merupakan madrasah pertama untuk anaknya, maka dari itu peran ibu sangatlah penting dalam pembentukan karakter anak. Tidak hanya ibu kandung saja tapi ibu sambung pun memiliki peran yang sama pentingnya. Pada zaman sekarang ini semua ibu tiri dianggap tidak baik, padahal masih terdapat banyak ibuk tiri yang mau mendidik serta mengajarkan hal-hal yang baik kepada anak tirinya. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pola asuh yang di berikan ibu sambung dalam perkembangan karakter anak sambungnya dan seberapa efektif pola asuh yang di berikan, dengan merujuk pada teori pola asuh yang ada. Penelitian dilakukan pada tanggal 24 Februari sampai 5 Maret 2024 di Kecamatan Medan Petisah Kota Medan. Subjek penelitian berupa 3 informan ibu sambung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ketiga narasumber menggunakan jenis pola asuh yang sama, yaitu dengan pola asuh demokrasi. Narasumber memberikan aturan tetapi juga mendengarkan dan tetap responsif terhadap pendapat anak. Sehingga sang anak tetap dapat menerima dan lebih terbuka terhadap kehadiran ibu sambungnya. Terdapat perbedaan dari karakter anak sebelum dan sesudah tinggal bersama dan hal itu menunjukkan bahwa pola asuh yang diberikan efektif dalam pembentukan karakter anak.
Gambaran Kepuasan Kerja karyawan Dewasa Awal yang Menjalani Career Switch di Jakarta Siswandi, Weldina; Sulastiana, Marina; Abidin, Zainal
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.431

Abstract

Kepuasan kerja diukur untuk mengetahui seberapa positif penilaian karyawan terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang menyebabkan karyawan melakukan perubahan karier. Saat ini fenomena perubahan karier atau disebut dengan career switch sering dilakukan oleh karyawan pada usia dewasa awal. Usia dewasa awal merupakan masa dimana individu fokus dalam membangun lingkungan kerja yang stabil dan mengupayakan kemajuan karier. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran terkait kepuasan kerja pada karyawan yang menjalani perubahan karier pada usia dewasa awal di Jakarta. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan suatu fenomena atau setting sosial yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Partisipan penelitian berjumlah tiga orang dengan usia 20-40 tahun dan telah bekerja minimal 12 bulan di Jakarta. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur yang dirancang berdasarkan teori Kepuasan Kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor karyawan yang menjalani perubahan karier adalah karena karier yang baru sesuai dengan minat, memiliki tujuan yang lebih jelas dan merasakan emosi yang positif ketika melakukannya. Berdasarkan dimensi kepuasan kerja, karyawan merasa puas terhadap dimensi pekerjaan itu sendiri, gaji, dan kesempatan promosi. Pada dimensi supervisi dan rekan kerja, terdapat satu partisipan yang merasa tidak puas karena mendapatkan pimpinan yang kurang mampu berkoordinasi dan memiliki perbedaan usia yang jauh dengan rekan kerjanya. Secara umum, karyawan merasa puas setelah menjalani pergantian karier dan merasa bahwa memilih pergantian karier merupakan keputusan yang tepat di awal masa dewasa.
Resiliensi Pelaku Rawat Keluarga dari Tiga Anggota Keluarga dengan Skizofrenia: Studi Kasus Sopamena, Dian Perdana; Poerwandari , Elizabeth Kristi
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.435

Abstract

Menjalani peran dan tanggung jawab sebagai pelaku rawat Orang Dengan Skizofrenia (ODS) bukanlah hal yang mudah. Sebagai ODS, individu membutuhkan perawatan yang tepat untuk membantu individu dapat sepenuhnya kembali beraktivitas dan menjalankan perannya. Dalam menjalankan perannya dan memastikan ODS dapat kembali menjalankan perannya, pelaku rawat keluarga dapat menghadapi berbagai tantangan, diantaranya adalah stres yang disebabkan oleh beban finansial, pekerjaan rumah tangga, kelelahan psikologis, hingga komunikasi sosial yang terbatas. Stres yang dialami oleh pelaku rawat dapat mengakibatkan kegagalan dalam memberikan perawatan kepada ODS. Meskipun demikian, resiliensi dapat membantu pelaku rawat dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut sehingga dapat kembali menjalani perannya. Selain itu, persepsi pelaku rawat terhadap dukungan sosial yang diterimanya juga menjadi penting bagi pelaku rawat untuk kembali membangun resiliensi. Dengan demikian, penelitian ini mencoba untuk mendapatkan gambaran resiliensi dan persepsi dukungan sosial terhadap seorang pelaku rawat keluarga yang memiliki 3 anggota keluarga dengan skizofrenia. Dilakukan wawancara semi terstruktur kepada seorang pelaku rawat yang terlibat aktif dalam sebuah komunitas yang bergerak di bidang kesehatan mental. Hasil wawancara tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik reflektif. Hasilnya menunjukkan bahwa keterlibatan aspek-aspek resiliensi dan persepsi dukungan sosial turut berperan bagi pelaku rawat keluarga dalam menjalankan dan memberikan perawatan kepada ODS. Aspek-aspek resiliensi dan dukungan sosial ini juga mempengaruhi bagaimana pelaku rawat dari ketiga ODS menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan model intervensi yang berfokus pada resiliensi keluarga yang merupakan pelaku rawat ODS.