cover
Contact Name
Andan Firmansyah
Contact Email
andan@inspira.or.id
Phone
+6285223300500
Journal Mail Official
henri@inspira.or.id
Editorial Address
Department of Publication Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. 46262
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28090438     DOI : https://doi.org/10.56359/kolaborasi.v2i3
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kolaborasi merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Departemen Pengembangan Informasi dan Publikasi Yayasan inspirasi El-Burhani yang berkomitmen untuk mendiseminasikan hasil kegiatan pengabdian masyarakat termasuk mahasiswa dan dosen. Terbitan kali ini fokus dengan topik-topik penyuluhan, pemberdayaan, pendampingan atau Pengembangan masyarakat dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Articles 450 Documents
Implementasi Terapi Zikir untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Pasien Preoperasi dengan Anestesi Spinal Andika Juwita Plorentina; Tophan Heri Wibowo; Madyo Maryoto
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 4 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i4.938

Abstract

Latar belakang: Kecemasan merupakan respon psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan operasi. Kecemasan dapat muncul akibat kurangnya informasi mengenai prosedur pembedahan maupun tindakan anestesi yang akan dilakukan. Jika kecemasan tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat mempengaruhi kesiapan pasien sebelum operasi. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi dzikir. Terapi dzikir merupakan intervensi spiritual yang dilakukan dengan mengucapkan kalimat-kalimat dzikir secara berulang sehingga dapat memberikan ketenangan dan membantu pasien lebih rileks sebelum tindakan operasi. Metode dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini yaitu mengukur tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan menggunakan instrumen Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) sebelum dan sesudah diberikan implementasi terapi dzikir. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 September sampai 31 Oktober 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 30 pasien pre operasi dengan spinal anestesi di RSI Fatimah Cilacap. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kecemasan sebelum implementasi terapi dzikir sebagian besar berada pada kategori cemas berat sebesar (73,3%) dan cemas sangat berat/panik sebesar (26,7%). Setelah diberikan terapi dzikir terjadi penurunan tingkat kecemasan dimana kategori cemas ringan sebesar (63,3%) dan cemas sedang sebesar (36,7%), serta tidak ditemukan lagi pasien dengan kecemasan berat maupun panik. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi terapi dzikir mampu menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan spinal anestesi. Luaran dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berupa publikasi jurnal ilmiah.  
Peningkatan Literasi Kesehatan Mental Masyarakat melalui Edukasi Pendidikan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Waringin Kurung Devis Enjelia
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.784

Abstract

Introduction: Kesehatan mental merupakan aspek penting dari kesejahteraan masyarakat yang memengaruhi kemampuan individu dalam menjalankan fungsi sosial, emosional, dan produktif. Rendahnya literasi kesehatan mental di masyarakat sering menyebabkan keterlambatan deteksi dini, kesalahan dalam mengenali gejala, serta meningkatnya stigma terhadap gangguan mental. Kondisi ini berdampak pada tingginya angka gangguan mental emosional di Indonesia dan rendahnya pencarian bantuan profesional. Oleh karena itu, intervensi berbasis edukasi diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental. Objective: Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Waringin Kurung melalui edukasi pendidikan kesehatan yang terstruktur dan berbasis komunitas. Method: Kegiatan ini dilaksanakan pada 18 September 2025 di Pustu Sasahan, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, dengan melibatkan 50 partisipan. Pelaksanaan dilakukan atas dasar Surat Rekomendasi Kepala Puskesmas Waringin Kurung Nomor PL.02.03/D/XV.2/3817/2025. Metode kegiatan meliputi koordinasi awal, penyusunan materi berdasarkan pedoman WHO mhGAP, pemberian edukasi melalui ceramah dan diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Instrumen Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) juga digunakan sebagai alat skrining untuk mendeteksi dini risiko gangguan mental emosional. Result: Kegiatan berjalan dengan baik, ditandai dengan tingginya antusiasme peserta, partisipasi aktif dalam diskusi, dan peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil evaluasi akhir. Sebanyak 92% peserta menyatakan kegiatan sangat bermanfaat dan membantu mereka memahami tanda-tanda awal stres, kecemasan, dan depresi. Kader kesehatan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengenali gejala serta melakukan pendekatan komunikasi yang lebih tepat kepada warga. Peserta juga memberikan masukan agar kegiatan dilakukan secara rutin untuk menjaga keberlanjutan peningkatan literasi kesehatan mental. Conclusion: Edukasi kesehatan mental yang dilakukan melalui pendekatan komunitas terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat. Kegiatan ini memperkuat kapasitas kader serta meningkatkan kesiapan Puskesmas dalam melakukan upaya promotif dan preventif terkait kesehatan mental. Tindak lanjut program meliputi pemanfaatan kader sebagai agen edukasi, integrasi skrining kesehatan mental pada layanan primer, serta rujukan lanjutan bagi peserta yang berisiko berdasarkan hasil SRQ-20. Keywords: Mental Health, Literasi Kesehatan Mental, Edukasi Kesehatan
Implementasi Program Aksi Bergizi dalam Pencegahan Anemia pada Santriwati di Pondok Pesantren Kabupaten Kediri Siti Komariyah; Byba Melda Suhita; Reni Yuli Astutik; Shanty Natalia; Agustin Widowati; Elfi Quyumi
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 4 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i4.863

Abstract

Introduction: Anemia among adolescent girls continues to be a significant public health concern with long-term consequences for reproductive health, productivity, and human resource quality. Poor dietary quality, skipping breakfast, low physical activity, and poor adherence to iron tablet supplementation are key contributing factors. Objective: The Aksi Bergizi Program was developed as a promotive and preventive strategy to improve adolescents’ nutritional behaviors through school- and boarding school-based interventions. Methods: This community service activity applied an educational and participatory approach in a boarding school setting, involving 150 adolescent girls at Boarding School Kediri Regency. The program was implemented from June to July 2025 through an integrated Aksi Bergizi package consisting of nutrition and anemia education, group physical activity, communal breakfast, and collective iron tablet (TTD) consumption. Program evaluation was conducted through observation and descriptive assessment of anemia prevention behaviors. Results: The findings showed that 56% of participants demonstrated positive anemia prevention behaviors. The implementation of group physical activity was categorized as good in 83.3% of participants, communal breakfast in 70%, collective iron tablet consumption in 87.3%, and nutrition and anemia education in 67.3%. Collective iron tablet consumption was the component with the highest level of participation. Conclusion: The Aksi Bergizi Program was effective in improving anemia prevention behaviors among adolescent girls in an Islamic boarding school setting. A collaborative and collective behavior-building approach supports program sustainability and highlights the potential of Aksi Bergizi as a community-based strategy to improve adolescent nutritional status and prevent anemia.
Edekuasi Perlindungan Hukum Tenaga Medis Dalam Perspektif Hukum Kesehatan Indonesia Sri Yati; Chandra Suryati
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.893

Abstract

Introduction: Medical personnel play a vital role in the healthcare system and face increasing legal risks, including malpractice claims, criminal accusations, ethical sanctions, and workplace violence. In Indonesia, legal protection is regulated under Law Number 29 of 2004 concerning Medical Practice and Law Number 17 of 2023 concerning Health. However, the implementation of these protections remains insufficient, as indicated by the rising number of violence and legal disputes involving healthcare workers. Objective: This study aims to analyze the construction of legal protection for medical personnel in Indonesia and examine the role of legal education as a preventive strategy to strengthen such protection. Method: This study employed a normative juridical method using statutory and conceptual approaches. Data were analyzed qualitatively through the review of national regulations, legal theories, and international literature related to medical liability, workplace violence, patient safety, and legal literacy in healthcare practice. Result: The findings indicate that violence against medical personnel in Indonesia increased during 2023–2025, including physical violence, verbal abuse, bullying, and intimidation. Existing legal protection mechanisms remain more repressive than preventive. Legal education was found to enhance healthcare workers’ understanding of professional rights, informed consent, medical documentation, and dispute prevention. Limited legal literacy contributes to the risk of medical criminalization and defensive medicine practices. The study also identified implementation strategies such as integrating health law into professional curricula, continuous legal training, medical dispute simulations, and collaboration with legal aid institutions. Conclusion: Legal protection for medical personnel requires not only adequate regulations but also sustainable legal education. Strengthening legal literacy can reduce malpractice risks, improve professional accountability, prevent medical criminalization, and support patient safety within Indonesia’s healthcare system.
Dapur Sehat, Anak Sehat: Pemberdayaan Masyarakat melalui Demonstrasi Memasak untuk Cegah Stunting Alfi Fairuz Asna; Andi Trimulyono; Faik Kurrohman; Alya Fahimah Keisha; Christiana Natalia; Hasna Naurah Afkar; Berlian Arswendo Adietya; Maharani Citradewi; Paulina Anggita Sihaloho; Roja Roja
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.897

Abstract

Introduction: Stunting is a public health issue caused by chronic malnutrition, particularly during the first 1,000 days of a child's life. In Demak Regency, reducing stunting prevalence remains a challenge that requires community-based approaches. Objective: This community services aims to enhance awareness and skills of mothers of toddlers in planning children's meals to prevent stunting Method: This community service program was conducted in Geneng Village, Mijen District, Demak Regency, aiming to empower pregnant women and mothers of toddlers through training and cooking demonstrations of supplementary feeding (PMT) using catfish as the main ingredient. The activities included problem analysis, material preparation, public outreach, and implementation of the training. Participants received hands-on training and a recipe book as supporting media. Result: The results showed increased knowledge and skills among participants in processing local food ingredients into nutritious meals that are appealing to children. The program also demonstrated potential to support household economies through home-based food production. Conclusion: This practice-based intervention proved effective in improving household nutrition resilience and represents a sustainable strategy for community-level stunting prevention.
Deteksi Boraks pada Jajanan Sekolah melalui Edukasi dan Uji Alami Berbasis Kunyit Indri Susanti; Zahrotus Saadah; Wafda Salami
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.906

Abstract

Introduction: Food safety is crucial because it is related to nutritional intake. However, some foods, such as school snacks, contain dangerous food additives. One dangerous chemical that is still frequently misused in food is borax. This use of borax stems from producers' lack of understanding of the negative impacts of borax use and the lack of supervision of school snacks. This situation presents a problem for partners, particularly the community and consumers, who have limited knowledge and resources for detect the presence of hazardous chemicals in the daily food. This calls for an educational approach and simple testing methods that students, teachers, and parents can use to identify borax content in everyday foods. One inexpensive, simple, and natural-based testing method is the use of turmeric (Curcuma longa) as a natural indicator for qualitatively detecting borax. Objective: The purpose of this service was educate students about borax, its characteristics, and the impacts of its use. The activity also aims to test several samples of school snacks for the presence of borax using turmeric as a natural indicator. Method: This public service was conducted by education and simple experiments. The education included presentation of material about borax, its characteristics, and the impacts of its use. Meanwhile, simple experiments involved testing borax on several food samples using turmeric as a natural indicator. Result: The results of this community service activity showed an increase in participants' understanding of the educational material and the borax testing using turmeric as a natural indicator. This improvement was demonstrated by the average N-Gain value of 0.6957, which fell within the range of indicating a moderate increase in student understanding. The success of this activity was also demonstrated by the positive response from participants. Conclusion: This educational and experimental activity, as part of community service, was concluded to have run smoothly and successfully. This was demonstrated by the increased understanding of the educational material and the borax testing.
Edukasi Dismenore dan Pengenalan Senam Dismenore pada Remaja Putri di SMP IT Nusantara Kembaran Fatikhah Khafsanatuz Zahro; Ema Wahyu Ningrum; Ikit Netra Wirakhmi
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.912

Abstract

Pendahuluan: Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi umum di kalangan remaja putri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Survei awal di SMP IT Nusantara Kembaran menemukan bahwa sebagian besar siswi pernah mengalami dismenore tetapi kurang memiliki pendidikan dan keterampilan terstruktur dalam manajemen non-farmakologis, termasuk latihan dismenore. Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam mengelola dismenore. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam dua sesi pada tanggal 1 dan 16 Oktober 2025, melibatkan 19 siswi, menggunakan ceramah, diskusi interaktif, media video, buku edukasi, dan praktik latihan dismenore yang terbimbing. Pengetahuan dinilai melalui kuesioner pra-tes dan pasca-tes, sedangkan keterampilan dievaluasi menggunakan daftar periksa observasi. Hasil: Temuan pre-tes menunjukkan bahwa 57,89% siswi memiliki pengetahuan rendah dan 42,11% memiliki pengetahuan sedang. Hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan 89,47% mencapai pengetahuan yang baik dan 10,53% tetap berada dalam kategori sedang. Penilaian keterampilan mengungkapkan bahwa semua peserta (100%) mampu melakukan rangkaian latihan dismenore secara lengkap dengan benar. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan yang dikombinasikan dengan praktik latihan dismenore efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam mengelola dismenore. Kata kunci: Dismenore, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan, Remaja Putri, Senam Dismenore
Intervensi Edukasi dan Pemeriksaan Laboratorium untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Deteksi Dini Penyalahgunaan NAPZA pada Pelajar Dyah Eka Kurniawati; Chiilyatul Wafiroh; Ifadatin Haniah; Vicitra Prazjna Dyah Paramitha
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.916

Abstract

Introduction: Substance abuse among adolescents remains a major public health concern because it affects physical health, mental well-being, academic performance, and social behavior. Limited knowledge regarding drugs, risk factors, and detection methods increases adolescents’ vulnerability to substance misuse. Educational interventions combined with laboratory practice can improve awareness and preventive behavior. Objective: This community service activity aimed to improve students’ knowledge and awareness regarding drug abuse (NAPZA), including its classification, causes, symptoms, and early detection through laboratory screening. Method: The activity was conducted by lecturers and laboratory staff in collaboration with a senior high school in Gresik, Indonesia. A total of 27 eleventh-grade students participated in the program, which included registration, pre-test assessment, educational sessions, interactive discussions, post-test evaluation, and urine screening using rapid test strips with AMP, MOP, and THC parameters. Knowledge improvement was measured by comparing pre-test and post-test scores. Result: The findings showed a significant increase in students’ knowledge after the intervention. The average score increased from 55.6 in the pre-test to 87.01 in the post-test. Twenty-two students participated in the laboratory screening, and all results were negative. Participants showed high enthusiasm during the practical session, which improved their understanding of drug detection methods and preventive awareness. Conclusion: Health education integrated with laboratory-based screening effectively improved adolescents’ knowledge and awareness regarding drug abuse prevention.
Peningkatan Kesadaran dan Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Melalui Skrining Kesehatan Terintegrasi Githa Agripina Barokah; Renisa Renisa; Asri Zahra Meirina; Linda Yulianti Maulidah; Ananda Mutiara Zahirah; Fahmi Al Jaelani; Muhammad Shofaruddin; Mia Sumiati; Intan Rahmawati; Fera Srihandayani; Aneng Yuningsih
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.918

Abstract

Introduction: Non-communicable diseases (NCDs) remain a major public health problem due to low awareness of early detection and prevention. Hypertension and diabetes mellitus often occur without symptoms and may lead to severe complications. In addition, visual impairment caused by refractive disorders can reduce quality of life and productivity. Integrated health screening and education are important strategies to improve community awareness and early detection of health problems. Objective: This community service activity aimed to improve early detection of NCD risk factors and visual impairment through integrated community-based health screening and education. Method: The activity was conducted in RT 01 RW 09 Kersanagara, Tasikmalaya City, involving 35 respondents selected through purposive sampling. The program included blood pressure measurement, blood glucose testing, visual acuity examination, and health education regarding healthy lifestyles and NCD prevention. Knowledge improvement was evaluated using pre-test and post-test questionnaires. Result: The results showed that 11.4% of respondents had hypertension and 20% had elevated blood glucose levels. Visual screening identified hypermetropia (11.4%), myopia (8.6%), astigmatism (2.9%), and cataracts (2.9%). Health education improved participants’ knowledge, with correct responses increasing from 87.43% in the pre-test to 97.14% in the post-test. Conclusion: Integrated screening and health education effectively improved early detection of NCD risk factors and increased community health awareness.
Edukasi Pijat Common Cold pada Ibu dan Kader sebagai Upaya Mengatasi Gejala Batuk Pilek pada Balita Putri Aziizah Thurfah; Etika Dewi Cahyaningrum; Siti Haniyah
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.922

Abstract

Introduction: Cough and cold are common health problems in toddlers that may cause sleep disturbances, decreased appetite, and risk of complications if not properly managed. One non-pharmacological approach that can be applied is common cold massage to help relieve respiratory symptoms. Objective: The purpose of this service was to improve mothers’ knowledge and skills in performing common cold massage to manage cough and cold symptoms in toddlers. Method: This public service was conducted at Posyandu Bunda Lestari 2 involving 50 mothers of toddlers. Education was delivered through lectures, discussions, demonstrations, and direct practice. Evaluation was carried out using pre-test and post-test questionnaires to measure knowledge improvement. Result: Before the intervention, 18% of mothers were in the good knowledge category, 38% moderate, and 44% poor. After education, 100% of participants were categorized as having good knowledge. Mothers were also able to correctly demonstrate the massage technique according to the guidelines provided. Conclusion: Education on common cold massage effectively improves mothers’ knowledge and skills in managing cough and cold symptoms in toddlers and can be applied as a simple, safe, and affordable home-based intervention.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6 No 4 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 4 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 6 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 5 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 4 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 6 (2023): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 5 (2023): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 4 (2023): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2023): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 6 (2022): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 5 (2022): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 4 (2022): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2022): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Kolaborasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Kolaborasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat More Issue