cover
Contact Name
Fithri Estikhamah
Contact Email
fithri.ts@upnjatim.ac.id
Phone
+6281330797039
Journal Mail Official
fithri.ts@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Rungkut Madya No.1, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
ISSN : 20877498     EISSN : 26865025     DOI : http://doi.org/10.33005/kern
Core Subject : Engineering,
The relevant topics of the latest progressive findings or developments will be taken seriously into consideration, the topics covered by the journals include: - Construction and Building Materials - Structural Engineering - Geotechnic - Water Resources / hydrology - Construction Management - Transport System Engineering - Highway engineering - System Information Geographic - Environmental Science and Engineering
Articles 103 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN GAYA DALAM AKSIAL PADA TOWER BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) KAKI 4 ANTARA BRACING TIPE V DENGAN BRACING TIPE X anna rumintang nauli; Sumaidi Sumaidi; Fithri Estikhamah
KERN Vol 8 No 1 (2022): Jurnal KERN: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.149 KB) | DOI: 10.33005/kern.v8i1.69

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang perbandingan menara Base Transceiver Station (BTS) kaki 4 antara bracing tipe v dengan bracing tipe x ditinjau dari segi kekuatan dan segi ekonomis dengan menggunakan aplikasi SAP 2000. Seiring dengan berkembangnya teknologi, keinginan masyarakat terhadap teknologi telekomunikasiyang bagus semakin meningkat. Penulis melakukan analisis pada menara dengan bracing tipe v danbracing tipe x dengan menggunakan aplikasi SAP 2000. Digunakan menara BTS dengan ketinggian 25 meter, lebar 6 meter, panjang 6 meter, tinggi tiap segmen 2,5 meter.Kemudian menganalisis kekuatan menggunakan aplikasi SAP 2000 berdasarkan standar TIA/EIA 1991 dengan displacement tidak melebihi H/200. Setelah aplikasi SAP 2000 selesai dijalankan, kemudian didapatkan hasil output berat sendiri bangunan yang digunakan untuk perbandingan dari segi ekonomis. Hasil analisis bracing tipe v didapatkan displacement sebesar 0,4 milimeter dengan berat sendiri bangunan 123,686 KN. Hasil analisis bracing tipe x didapatkan displacement sebesar 0,6 milimeter dengan berat sendiri bangunan 143,440 KN. Hasil analisis ini merekomendasikan menara BTS menggunakan bracing tipe v daripada menggunakan bracing tipe x.
Evaluasi Kinerja Gardu Tol pada Gerbang Exit Tol Waru Utama Khoirus Syahira; Nugroho Utomo
KERN Vol 8 No 1 (2022): Jurnal KERN: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.511 KB) | DOI: 10.33005/kern.v8i1.77

Abstract

Jalan tol dapat diakses dengan membayar tol yang telah ditentukan sesuai golongan kendaraan yang dipebolehkan melintas. Namun, proses pembayaran tol menjadi salah satu penyebab antrian yang terjadi di gerbang tol dan bisa menyebabkan kemacetan. Pada penelitian ini, objek penelitian adalah antrian di Gerbang Exit Tol Waru Utama. Gerbang Exit Tol Waru Utama merupakan bagian dari ruas jalan Tol Surabaya-Gempol, memiliki 10 gardu tol, 7 gardu merupakan exit dari arah Gempol dengan pola pelayanan tunggal (Single Channel) dan 3 gardu dari arah Tanjung Perak tanpa transaksi. Gerbang tol ini mengalami antrian kendaraan lebih dari 1 kilometer pada jam puncak. Analisis yang dilakukan adalah analisis komponen antrian (tingkat kedatangan (????), tingkat keberangkatan (????), dan waktu pelayanan) menggunakan metode M/M/N. Hasil evaluasi yang dilakukan pada 14-20 desember 2020 adalah pada tanggal 14 Desember sesi pagi di gardu 2, 4, 12 counter pembayaran menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 4 menjadi 2 server, pada 15 Desember sesi pagi di gardu 2 menjadi 2 server dan di gardu 8 menjadi 3 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server, pada 16 Desember sesi pagi di gardu 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 12 menjadi 3 server, pada 17 Desember sesi pagi di gardu 4 dan 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server. Hasil ini dipertimbangkan dengan tingkat keberangkatan dan waktu pelayanan kendaraan yang menghasilkan penambahan server dilakukan pada gardu 16 dan gardu 2.
Modifikasi Rangka Baja Jembatan Sembayat Baru Menggunakan Sistem Rangka Baja Throught Warren Truss Sumaidi; Rumintang, Anna
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 5 No. 2: Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v5i2.19

Abstract

ABSTRAK Perencanaan struktur jembatan perlu mempertimbangkan desain yang tepat agar material yang digunakan menjadi efektif. Jembatan Sembayat Baru di Kabupaten Gresik yang didesain menggunakan jembatan rangka baja basic truss sepanjang 60 m dimana terdapat kerusakan pada rangka sehingga menjadi tidak efektif karena jembatan tersebut merupakan jembatan nasional yang arus lalu lintasnya padat. Pertimbangan jembatan rangka baja sistem trought warren truss merupakan keputusan yang tepat. Dalam perencanaan ini, jembatan Sembayat Baru didesain dengan tetap menggunakan rangka baja, namun dirubah profil dan sistemnya yaitu dari basic truss menjadi trought warren truss. Dasar perencanaan jembatan mengacu pada peraturan BMS 1992 dan SNI 1729-2015. Analisis perhitungan struktur utama dan sekunder menggunakan bantuan software SAP 2000. Dari hasil perencanaan, didapat profil struktur rangka utama yaitu menggunakan profil 400x400x21x21 untuk rangka atas dan bawah, profil WF 400x300x10x16 sebagai rangka vertikal dan profil WF 400x400x18x18 sebagai rangka diagonal. Perhitungan kontrol batang tarik dan tekan menunjukkan kesimpulan bahwa jembatan masih mampu menahan beban layan.
Analisis Hubungan Antara Porositas Dengan Penyerapan Air Solin, Dian Purnamawati; Utomo, Nugroho; Zainab, Siti
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 5 No. 2: Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v5i2.20

Abstract

Tanah merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan infrastruktur dan pertanian. Oleh sebab itu diperlukan adanya pengujian sifat fisis tanah sebagai dasar dari perencanaan pembangunan dan pengembangan pertanian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara penyerapan air dan porositas. Kedua hal ini memegang peranan penting dalam pertanian dan pembangunan. Dimana, erat keterkaitannya dengan kesuburan tanah pada pertanian dan daya dukung tanah pada pembangunan. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, didapat nilai porositas tanah pada daerah pesisir pantai cenderung kecil, dengan nilai porositas terbesar = 0.388. Sementara itu, untuk penyerapan air, persentase air terbesar yang mampu diserap pada tanah =35.925. Dengan menggunakan model linear matematika ditemukan hubungan antara porositas tanah dengan penyerapan air y=204.91x-44.4 dengan nilai regesi R2= 0.9954.
Analisa dan Pemetaan Suhu Permukaan Laut di Pesisir Pantai Utara Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur Berbasis Data Citra Satelit Terra Modis Dam, Leontius Barbarigo; Wibisana, Hendrata; Zainab, Siti
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 5 No. 2: Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v5i2.21

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan sumber daya alam yang semakin meningkat perlu diimbangi dengan pengamatan kondisi kualitas perairan secara berkesenambungan. Seperti pada daerah penelitian yakni Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang menjadi lokasi penelitian. Adapun parameter yang dimaksud salah satunya suhu permukaan laut (SPL), dengan cara mengukur suhu permukaan laut dan menganalisis data dari hasil penelitian. Dari penelitian ini dapat memetakan suhu permukaan laut (SPL), menggunakan data satelit Terra Modis dan data lapangan dengan bantuan aplikasi SeaDas. Perhitungan menggunakan algoritma penginderaan jauh dengan membandingkan data citra satelit Terra Modis dan data dilapangan. Perhitungan yang dilakukan yaitu pada panjang gelombang 412 nm, 531 nm dan 645 nm dengan menggunakan algoritma eksponential, Linear, Logarithmic dan power pada tiap-tiap panjang gelombang. Dari hasil penelitian dan analisa yang dilakukan, maka panjang gelombang 645 nm memiliki R (Squere) terbaik dibandingkan dengan panjang gelombang 412 nm dan 531 nm, dimana digunakan algoritma Logarithmic dengan nilai R2 = 0.9062, yang menunjukkan ada hubungan antara nilai suhu permukaan laut satelit dengan suhu permukaan laut lapangan (insitu). Hal ini ditunjukkan dari hasil Uji T dimana t hitung lebih kecil dari t tabel dengan nilai -1,478119203 < 2,306004135 sehingga hipotesa diterima. Hasil dari Uji-T juga memuat hasil korelasi yang menunjukan koefisien korelasi 0,899526791 yang berarti antara data yang didapat dari lapangan dan data dari citra satelit memiliki korelasi yang positif sangat kuat.
Analisa Tinggi Gelombang dan Periode Gelombang di Pelabuhan Laut Niaga Brondong Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Wahjudijanto, Iwan
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.22

Abstract

Pelabuhan Brondong adalah pelabuhan kecil sebagai pelabuhan nelayan yang terletak di kecamatan Brondong kabupaten Lamongan. Tinggi gelombang pada kolam pelabuhan sangat mempengaruhi bongkar muat di pelabuhan tersebut. Pada penelitian ini diadakan kajian analisa prediksi tinggi gelombang di pelabuhan tersebut. Tinggi gelombng dapat diprediksi dari beberapa faktor antara lain : panjang Fetch, lama hembusan angin dan kecepatan angin. Gelombang tersebut adalah gelombang akibat adanya angin, disamping itu faktor lain yang mempengaruhi adalah lebar fetch, kedalaman air, kekasaran dasar dan stabilitas atsmosfer.
Skala Prioritas Kerusakan Jalan Trans Madura dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Sholichin, Ibnu; Masliyah
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.23

Abstract

Adanya jembatan Suramadu dan meningkatnya kesadaran daerah akan pentingnya wisata baru di Madura semakin meningkatkan arus transportasi di Madura. Jembatan Suramadu yang sekarang menjadi jalan non-tol, juga meningkatkan nilai properti di Madura khususnya kota Bangkalan. Dengan meningkatnya arus kendaraan bermotor, baik besar maupun kecil, menyebabkan terjadinya kerusakan jalan di sepanjang jalan Trans Madura. Dalam penelitian ini dipakai metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan skala prioritas penyebab kerusakan jalan. Dari hasil penelitian, didapatkan faktor penyebab kerusakan jalan terbesar adalah faktor lalu lintas dengan nilai 40,23%, dengan sub kriteria penyebab kerusakan jalan adalah 23%. Jenis kerusakan yang terjadi adalah lubang (potholes) dan alur (rutting). Saran perbaikan berupa patching pada titik-titik terjadinya kerusakan jalan. Untuk lubang yang cukup dalam, perbaikan juga mencakup perbaikan pondasi agar tidak terjadi kerusakan berulang.
Perbandingan Respon Struktur Portal 2 Lantai MRF dan CBF Terhadap Beban Seismik dengan Pushover Analysis Santoso, Adi Nugroho; Sumaidi; Rumintang , Anna
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.24

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang termasuk wilayah rawan gempa. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan konstruksi bangunan tahan gempa dalam mengurangi resiko kerusakan yang diakibatkan gempa bumi. Perencanaan Konstruksi tahan gempa terdapat beberapa metode salah satunya yaitu metode analisis pushover. Pushover adalah metode analisis static nonlinier dimana struktur mengalami pembebanan gravitasi dan beban lateral yang dikendalikan perpindahan yang terus meningkat melalui perilaku elastic dan inelastic hingga kondisi akhir. Salah satu dari bahan konstruksi yang populer dalam perencanaan Struktur adalah konstruksi baja dimana memiliki keunggulan yaitu struktur yang seragam, ringan, kuat, dan mudah dikerjakan. Dalam pemodelan struktur tahan gempa beberapa model yang populer adalah model MRF dan CBF. MRF adalah model konfigurasi sturktur yang terkonfigurasi atas balok yang tersambung kokoh dengan kolom. Berdasarkan sambungan balok-kolom yang kaku, bingkai momen tidak dapat dipindahkan secara lateral tanpa menekuk balok atau kolom tergantung pada geometri sambungan.CBF adalah model struktur yang terkonfigurasi atas batang yang diperkuat oleh pengaku (Braced). Hasil Studi kasus pada perbandingan kedua model struktur menyimpulkan bahwa dalam perencanaan struktur baja tahan gempa dengan metode pushover didapat bahwa struktur MRF memiliki daktilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan CBF yaitu 2,1 : 1,6. 
Analisa Kekuatan Struktur Jalan Kereta Api dengan Penambahan Lapisan Geotekstil pada Perencanaan Jalur Ganda Jombang – Peterongan (KM.69+100 – KM.76+100) Utomo, Nugroho; Estikhamah, Fithri
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.25

Abstract

Berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) oleh Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (2011), pada tahun 2030 diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah pergerakan orang menggunakan kereta api di Pulau Jawa sebesar 858,5 juta orang/tahun dan pergerakan barang sebesar 534 juta ton/tahun. Sehingga untuk mengakomodasi kebutuhan ini maka prasarana jalan kereta api berupa jalur ganda (double track) pada lintas utara dan selatan di Pulau Jawa sudah harus siap untuk dioperasikan dan aman ditinjau dari kelayakan struktur. Jalur kereta api eksisting yang telah terbangun di Pulau Jawa untuk lintas utara (Surabaya – Jakarta) sepanjang 727 km sudah memenuhi terhadap kebutuhan jalur ganda (double track), sedangkan untuk lintas selatan baru terkoneksi oleh jalur ganda adalah lintas Yogyakarta sampai Nganjuk dan sudah dioperasikan. Untuk lintas Nganjuk – Jombang jalur ganda sudah selesai tetapi belum siap untuk dioperasikan dan lintas Jombang – Mojokerto sedang dalam proses penyelesaian. Fokus utama dalam penelitian ini adalah meninjau struktur jalan kereta api jalur ganda pada lintas Jombang – Mojokerto, petak Jombang – Peterongan (KM.69+100 – KM.76+100). Struktur jalan kereta api jalur ganda pada petak Jombang – Peterongan yang ditinjau ini adalah kelayakan struktur bawah jalan kereta api yang diberi penambahan lapisan geotekstil terhadap aspek pembebanan kereta api rencana KA Sancaka. Pedoman yang digunakan dalam desain ini adalah Peraturan Dinas No 10 Tahun 1986 dari PT. KAI. Sebagai hasil dari penelitian ini adalah tinjauan faktor aman akibat keruntuhan beban mati struktur jalan kereta api, faktor aman penggelinciran lereng dan lateral terhadap perkuatan lapisan geotekstil memenuhi syarat.
Analisa dan Pemetaan Kepadatan Jalan dan Korelasinya dengan Keberadaan Mall Agil, Raditya; Zainab, Siti; Wibisana, Hendrata
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.26

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota terbesar yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Timur, tepatnya kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, berdirinya pusat-pusat perbelanjaan akan di perkirakan berpengaruh pada volume lalu lintas di beberapa titik ruas jalan di depan mal. Ruas jalan Ahmad Yani (depan mal Cito), jalan Ahmad Yani (depan mal Royal), jalan Hayam Wuruk (depan mal Sutos), jalan Dr.Ir.H.Soekarno (depan mal Galaxy), jalan Gembong (depan mal ITC). Pada jam sibuk pagi (06.00-08.00) serta jam sibuk sore (16.00-18.00). Penelitian ini menggunakan alat bantu Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan dengan Standart MKJI untuk bidang Transportasi. Dari hasil yang diperoleh nilai volume kendaraan untuk kepadatan volume kendaraan dengan keberadaan mal diperoleh MC (sepeda motor) terletak pada jalan Ahmad Yani depan mal Cito sebesar 1704 Smp/Jam, Sedangkan untuk LV (Kendaraan Ringan) terletak pada jalan Gembong depan mal ITC sebesar 1711 Smp/Jam dan untuk HV (Kendaraan Berat) terletak pada jalan Ahmad Yani depan mal Cito dan jalan Ahmad Yani depan mal Royal sebesar 42 Smp/Jam. Jumlah rata-rata pengunjung mal terbesar terletak pada mal ITC sebesar 1620 orang sedangkan rata-rata pengunjung mal terkecil berada di mal Sutos sebesar 798 orang. Model Regresi yang di dapatkan berdasarkan hasil rekapitulasi pada tiap-tiap mal dan menunjukkan bahwa mal ITC yang paling terbesar dengan hasil R = 0,803 yaitu korelasi positip sangat kuat dan R Square (R2) = 0,645=64,554%.

Page 5 of 11 | Total Record : 103