cover
Contact Name
Ahmad Andi
Contact Email
agrifarm@uwgm.ac.id
Phone
+6285751504649
Journal Mail Official
agrifarm@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 28 RT.007 Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifarm
ISSN : 23019700     EISSN : 25408992     DOI : https://doi.org/10.24903
Core Subject : Agriculture,
AGRIFARM is Agricultural Science Journal, Faculty of Agriculture Agrotechnology Study Program, Widya Gama Mahakam University with pISSN 2301-9700 and eISSN 2540-8992 publish twice a year in July and December, which publishes scientific work on research, development, thought studies or theoretical studies related to agricultural technology and development. This journal receives scientific writing in the form of a research report (Original article research paper) with focus and scope covering Agronomy, Geology, Agribusiness, Pests and Diseases, Agricultural Technology, Agricultural Counseling
Articles 205 Documents
RAINFALL AND WATER DEFICIT EFFECT ON OIL PALM PRODUCTION (Elaeis guineensis Jacq.): CASE STUDY IN TALISAYAN DISTRICT: PENGARUH CURAH HUJAN DAN DEFISIT AIR TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.): STUDI KASUS DI KABUPATEN TALISAYAN Nadapdap, Sondang Lisnawati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 1 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i1.2631

Abstract

Global climate change has triggered changes in rainfall patterns in many regions, including increased rainfall intensity, longer periods of drought, and unpredictable weather fluctuations. This study aims to determine the effect of rainfall and water deficit on oil palm production. This study was carried out in Talisayan Estate, Cepuak and Dumaring Village, Talisayan District, Berau Regency, East Kalimantan Province, starting from October to November 2023. The analysis method uses correlation and regression analysis methods. Correlation analysis is used to determine the relationship between rainfall and oil palm production based on the data obtained, while regression analysis is used to determine how much influence rainfall has on oil palm production. To calculate the water deficit used Tailliez method. The result of this study is that rainfall affects oil palm production by 14.2% (α=0.05) and water deficit affects palm oil production by 3% (α=0.05).
Penampilan Karakter Agronomis Dan Analisis Jalur Sifat Komponen Hasil Dan Hasil Padi Sawah Berprotein Tinggi: Agronomic Character Appearance And Path Analysis Of Yield Component And Yield Traits Of High Protein Wetland Rice Pramana, Ayub
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 2 (2023): Jurnal llmu Pertanian Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i2.2645

Abstract

Improvement and establishment of high protein rice varieties need correlation analysis and path analysis to study the close relationship of quantitative characters and as a basis for selection programs. The purpose of this experiment was to determine the appearance of the agronomic characters of five high protein lowland rice lines and to determine the relationship between yield components and yields of high protein lowland rice. The experiment was carried out from August 2021 to December 2021 in Karawangkal Village, North Purwokerto District, Banyumas. The experimental design used was a randomized block design. Data were analyzed by F test and estimation of correlation parameters between characters. The variables observed were plant height, panicle length, flowering age, harvest age, number of tillers, number of productive tillers, weight of 1000 seeds, weight of grain per panicle, weight of grain per clump, weight of grain per plot, percentage of filled grain per panicle, number of grain. per panicle, the number of grain content per panicle. The results of this research resulted that the G39 x CH PKC-2, G39 x CH PKC-3, MKD Gandrung, GN 95 A and GN 95 B lines had the same agronomic appearance as the comparison varieties, namely, IR 64 and Ciherang. The character of the weight of grain content per panicle and the weight of 1000 seeds has a direct effect that is almost equivalent to the correlation, so that the character of the grain content weight per panicle and the weight of 1000 seeds can be used as the most effective selection criteria.
Respon Pertumbuhan Vegetatif Jeruk Keprok Borneo Prima (Citrus reticulata Blanco) Terhadap Pemberian Kompos Dan Pupuk Organik Cair (POC): Response of Vegetative Growth of Borneo Prima Tangerines (Citrus reticulata Blanco) to the Application of Compost and Liquid Organic Fertilizer (POC) Ahmad Andi; Hamidah; Purwati; Syamsia Satra
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 2 (2023): Jurnal llmu Pertanian Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i2.2648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kompos batang pisang, pupuk organik cair (POC) dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jeruk keprok borneo prima (Citrus reticulata Blanco). Penelitian dilaksanakan pada awal bulan September 2020 sampai dengan Januari 2021, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Agroteknologi Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam 2 faktor dengan ulangan sebanyak 3 kali. Faktor pertama : K0 = 0 gram kompos (kontrol), K1 = 500 gram kompos, K2 = 750 gram kompos, K3 = 1000 gram kompos. Faktor kedua : C0 = 0 ml (kontrol), C1 = 4 ml/250 ml air , C 2 = 6 ml/250ml air, C 3 = 8 ml/250 air. Menggunakan parameter pengamatan yaitu : tinggi tanaman, diameter batang dan cabang tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kompos batang pisang memberikan pengaruh sangat nyata terhadap diameter dan cabang tanaman, sedangkan perlakuan POC tidak memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan. Interaksi pupuk kompos batang pisang (K) dan POC Hormon Tanaman Unggul tidak berpengaruh nyata pada pengamatan pertumbuhan tinggi, diameter, dan cabang tanaman. Perlakuan terbaik terdapat pada K2 (750 gram). Kata Kunci : Pupuk organik, Batang pisang, Hormon tanaman ungggul
Respon Npk Dan Larutan Pgpr Terhadap Pertumbuhan Stek Lada (Piper Nigrum L.) Varietas Malonan 1: Response Of Npk And Pgpr Solution To The Growth Of Pepper Cuttings (Piper nigrum L.) Malonan Varieties Heriyadi; Sopian, Ahkmad; Iin Arsensi
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 2 (2023): Jurnal llmu Pertanian Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i2.2673

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pupuk NPK Mutiara dan Larutan Konsentrasi PGPR ( Plant Growth Promoting Rhizobacteria ) Terhadap Pertumbuhan tanaman Lada ( Piper ningrum L). Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan di Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda Kalimantan Timur. Metode Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok split plot dengan percobaan factorial 3 X 4 yang terdiri 3 ulangan. Faktor pertama adalah Pupuk NPK Mutiara N yang terdiri dari 3 taraf yaitu. N0 kontrol, N1 (3 g/polibeg), dan (N2 5 g/polibeg).Faktor kedua yaitu konsenrtrasi larutan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) P yang terdiri dari 3 taraf yaitu : PO Kontrol ,(P1 10 ml/polibeg), (P2 15 ml/polibeg), dan (P3 ml/ polibeg). Hasil penelitian menunjukkan pemberian larutan konsentrasi PGPR dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan panjang akar dengan perlakuan terbaik adalah P1 (10 ml-1air). Pemberian NPK Mutiara memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan perlakuan terbaik N2 (5 g/polibeg), sedangkan pada jumlah daun, diameter batang, dan panjang akar tidak menunjukkan berpengaruh nyata. Interaksi kedua perlakuan yaitu PGPR dan NPK Mutiara memberikan pengaruh sangat nyata jumlah daun, dan diameter batang dengan perlakuan terbaik N1P2 (3 g/polibeg dan 15 ml/l air), namun panjang akar dengan perlakuan terbaik N1P3 (3 g/polibeg dan 20 ml/l air). Kata Kunci :, PGPR, Piper nigrum L pupuk anorganik
Respon Penggunaan Jenis Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik NPK Pelangi Terhadap Pertumbuhan BIbit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Pre Nursery: Response of the Use of Organic Fertilizer Types and NPK Pelangi Inorganic Fertilizer to the Growth of Oil Palm Beets (Elais guineensis Jacq.) On Pre Nursery Rustam Baraq Noor; Mutmainah, Siti; Alexander Pili Ratu
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 2 (2023): Jurnal llmu Pertanian Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i2.2696

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk organik (sapi, ayam, kambing) terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, mengetahui pengaruh pupuk NPK Pelangi terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit dan mengetahui interaksi pupuk kandang dan pupuk NPK Pelangi terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, dimulai dari awal bulan maret sampai dengan juli 2022 dan bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan percobaan faktorial 4 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah pupuk kandang (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: K0 = (kontrol), K1 (Sapi) = 250 g/polybag, K2 (Ayam) = 300 g/polybag, K3 (Kambing) = 350 g/polybag. Sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK Pelangi (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: P0 = (kontrol), P1 = 6,6 g/polybag, P2 = 10 g/polybag, P3 = 13,3 g/polybag. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian berbagai jenis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap rata-rata diameter batang. Pemberian perlakuan terbaik terdapat pada K3 yaitu pupuk kandang kambing. Selanjutnya pemberian pupuk NPK Pelangi berpengaruh nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman, panjang daun, dan panjang akar. Pemberian perlakuan terbaik terdapat pada P2. Kemudian interaksi pemberian pupuk organik kambing K3 dengan dosis 350 g/polybag dan pupuk NPK Pelangi P2 dengan dosis 10 g/polybag sudah mencukupi kebutuhan unsur hara pada bibit kelapa sawit (Elaeis guneensis Jacq.) di pre nursery. Dari hasil penelitian dapat disarankan untuk menggabungkan pupuk kandang kambing dengan dosis 350 g/polybag dan pemberian pupuk NPK Pelangi dengan dosis 10 g/polybag karena memberikan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang terbaik di pre nursery terhadap tinggi, diameter batang, panjang daun, dan panjang akar. Perlakuan terbaik yaitu K3P2 Kata kunci : Pre Nursery, Pupuk Kandang, Pupuk NPK Pelang
Aplikasi Pupuk Organik Cair ( Poc ) Bonggol Pisang Dan Pupuk Npk Phonska Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta Klon Bp 936 (Coffea canephora): Application Of Liquid Organic Fertilizer (Poc) Banana Webs And Phonska Npk Fertilizer On The Growth Of Robusta Coffee Growth Clone Bp 936 (Coffea canephora) Pratama, Edo; Purwati; Hamidah, Hamidah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 2 (2023): Jurnal llmu Pertanian Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i2.2698

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui konsetrasi pupuk organik cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi robusta, mengetahui dosis pemberian pupuk NPK Phonska terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi robusta, untuk mengetahui interaksi perlakuan POC bonggol pisang dan pupuk NPK Phonksa terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi robusta. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 Juni sampai dengan 09 September 2021 di lahan penelitian Fakultas Pertanian, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur Penelitian ini di susun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 4 X 4, dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu pupuk POC bonggol pisang yaitu: E0 = tanpa pupuk, E1 = 140 ml/liter air, E2 = 160 ml/liter air, E3 = 180 ml/liter air. Sedangkan faktor kedua yaitu pupuk NPK Phonska yaitu: D0 = tanpa pupuk, D1 = 18 g/tanaman, D2 = 22 g/tanaman, D3 = 26 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian Pupuk Organik Cair POC Bonggol Pisang dengan kosentrasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan pemberian Pupuk NPK Phonska dengan dosis yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter. Interaksi antara Pupuk Organik Cair POC bonggol pisang dan Pupuk NPK Phonska tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan tanaman. Kata Kunci : Bonggol Pisang, NPK Phonska dan Robusta
Respon Pertumbuhan Bibit Karet(Haevea Brasiliensis Muell. Arg) Terhadap Pemberian Trichokompos Dan Berbagai Media Tanam: Rubber Seed Growth Response (Haevea Brasiliensis Muell. Arg) On Giving Trichocompos And Various Planting Media Kabellen, Yeremias Arbel; Iin Arsensi; Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 2 (2023): Jurnal llmu Pertanian Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian berbagai dosis pupuk Trichokompos dan Media Tanam terhadap pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg). Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, mulai bulan Maret sampai bulan Juni 2021. Tempat penelitian Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan percobaan faktorial 4 x 4 yang teridiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah Kotoran Sapi (S) yang teridiri dari 4 taraf yaitu : T0 kontrol, T1 50 g/polybag, T2 75 g/polybag, dan T3 100 g/polybag. Faktor kedua adalah Media (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : M0 Tanah, M1 tanah + sekam + pasir (1:1:2), M2 tanah + sekam + pasir (1:1:2), dan M3 tanah + sekam + pasir (1:1:2). Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pupuk Trichokompos dan Media Tanam tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Sedangkan pada interkasi kedua perlakuan berberpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun umur 90 HST dengan perlakuan terbaik yaitu T3M2 (100 g/polybag dengan kombinasi media (2:1:1). Kata Kunci : Karet Okulasi, Media Tanam, Pupuk Organik..
Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi dan Kelapa Berbasis Zero Waste sebagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis Analisa, Widya
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 1 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i1.2821

Abstract

Jagung manis adalah tanaman yang ditanam untuk konsumsi manusia dan makanan olahan industri di seluruh dunia. Berdasarkan hitungan Direktoran Jenderal Tanaman Pangan Kementan, produksi jagung manis dalam 5 tahun terakhir meningkat rata-rata 12,49 persen per tahun. Dalam menjawab tantangan memenuhi kebutuhan pangan khususnya jagung manis yang terus meningkat, penggunaan pupuk hijau atau pupuk organik dapat menjadi alternatif menarik. Pemanfaatan limbah ampas kopi dan ampas kelapa dapat dijadikan salah satu bahan pembuatan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk organik dan dosis terbaik pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi tetntang pengolahan limbah ampas kopi dan ampas kelapa menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebagai berikut : K1 : Kontrol (tanpa pemberian pupuk); K2 : Kontrol Pupuk Sintetik (NPK Mutiara 16:16:16); A1 : Pupuk Organik Ampas Kopi 150 g/tanaman; A2 : Pupuk Organik Ampas Kopi 200 g/tanaman; A3 : Pupuk Organik Ampas Kelapa 150 g/tanaman; A4 : Pupuk Organik Ampas Kelapa 200 g/tanaman; A5 : Pupuk Organik Ampas Kopi dan Ampas Kelapa 150 (75+75) g/tanaman; dan A6 : Pupuk Organik Ampas Kopi dan Ampas Kelapa 200 (100+100) g/tanaman. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan A4 atau dengan pemberian pupuk organik ampas kelapa sebanyak 200 g/tanaman berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, bobot berangkasan basah dan kering, panjang tongkol, diameter tongkol dan bobot tongkol. Hasil pemberian pupuk organik ampas kelapa sebanyak 200 g/tanaman sebagai perlakuan terbaik memberikan hasil yang tidak jauh berbeda dengan kontrol pemberian pupuk sintetik NPK.
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI TANAMAN TARUM (Indigofera tinctoria) : FINANCIAL ANALYSIS OF TARUM (Indigofera Tinctoria) linda, linda mahdalina
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 1 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i1.2844

Abstract

The Indigo plants have the potential as fodder for Pasundan cattle and can also be cultivated on dry land, as a land use and maintain soil erosion and stability to improve soil quality. This research was conducted in Bantarkalong District on land owned by Mr. Ijaj. This method uses a case study using primary data, namely interviews with respondents to get related data to support research. The amount of Tarum farming costs is IDR. 13,596,000/ha/season, with details consisting of fixed costs of IDR. 2,523,500/ha/season and the amount of variable costs is IDR. 11,072,500/ha/ planting season. While the amount of revenue is IDR. 44.000,000, so that when juxtaposed with the amount of costs, tarum crop farming earns an income of IDR. 30,076,000/ha/season. And obtained an R / C value of 3.2 The R / C value of the tarum plant cultivation business is more than one, so the tarum plant cultivation business carried out by the respondent farmers can be said to be feasible to be cultivated. This means that every IDR. 1 cost incurred by the respondent will generate revenue of IDR. 3,2 and get a profit of IDR. 2.2 This value is quite large and shows that this farm is feasible to run. Kata kunci : Farm viability, case study, tarum plant
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KASCING, POC DAN INTERAKSI KEDUANYA TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG MERAH: The effects of providing POCS, Kascing fertilizer, and their interactions, on shallot growth Nur Halimatuz Zuhra
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13 No 1 (2024): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v13i1.2917

Abstract

Produksi Bawang Merah di Provinsi Aceh pada tahun 2023 mencapai 13.029 ton/tahun. Sedangkan kebutuhan bawang merah untuk di konsumsi berkisar 19.268 ton/tahun (BPS, 2024). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa, kebutuhan bawang merah di Aceh masih kurang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah dengan cara menggunakan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produksi bawang merah melalui pendekatan teknologi organik. Teknologi organik dalam budidaya bawang merah dapat diterapkan guna meningkatkan produksi bawang merah. Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pupuk cair dan pupuk kascing pada budidaya bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Aceh Tengah Di Desa Lot kala – Kec. Kebayakan 2024. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan dua faktor yang diteliti, yaitu : Pemberian pupuk kascing (K), terdiri dari 4 taraf yaitu (K0 : Tanpa Perlakuan; K1 : 100 g/polibag; K2 : 150 g/polibag; dan K3 : 200 g/polibag) dan pemberian POC, terdiri dari 3 taraf yaitu (S0 : Tanpa Perlakuan; S1 : 150 ml/polibag dan S2 : 300 ml/polibag) perlakuan tersebut diulang sebanyak 3 kali. Dosis Kascing berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun minggu ke 4 dan 6, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman minggu ke 2, minggu ke 4 dan minggu ke 6. Dosis kascing terbaik terdapat pada dosis 200gr/polibag. Adanya pengaruh nyata pemberian dosis POC berpengaruh sangat nyata pada jumlah anakan minggu ke 6, pengamatan juga berpengaruh nyata pada variabel jumlah daun minggu ke 4. Dosis terbaik terdapat pada 300ml/polibag. Terjadi interaksi yang nyata terhadap semua perubahan yang diamati yaitu tinggi tanaman minggu ke 2,4 dan 6, jumlah daun pada umur minggu ke 2 dan 4.