cover
Contact Name
Yahya Handayani
Contact Email
yahyahandayani76@gmail.com
Phone
+6282394244414
Journal Mail Official
yahyahandayani76@gmail.com
Editorial Address
Jalan Poros Tallunglipu - Rantepao, Kab. Toraja Utara, Prov. Sulawesi Selatan
Location
Kab. toraja utara,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif
ISSN : 25487140     EISSN : 29625580     DOI : https://doi.org/10.56437/2548-7140
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif adalah media publikasi ilmiah hasil penelitian yang relevan dengan peningkatan ilmu dan teknologi pendidikan kesehatan, yang diterbitkan oleh STIKES Tana Toraja.
Articles 150 Documents
Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Leukimia Dengan Pola Napas Tidak Efektif Di Ruang PJT RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Olgrid Algarini Allo; Gabriela Biring
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leukemia adalah penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang akibat adanya gangguan sel leukosit yang berproliferasi tidak teratur dan tidak terkendali, penyakit kanker darah ialah penyakit di sumsum tulang yang menghasilkan sel darah lebih dari jumlah normal dan tidak matang sempurna. Penulisan KIAN bertujuan menjelaskan asuhan keperawatan pasien dengan pemberian teknik relaksasi napas dalam dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif pada pasien Leukimia di ruang PJT RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Jenis penelitian yang digunakan analitik deskriptif dengan rancangan studi kasus, dengan melakukan prosedur asuhan keperawatan.dengan format pengkajian KMB Masalah keperawatan yang dialami pasien adalah pola napas tidak efektif, dimana dilakukan intervensi dan implementasi keperawatan dengan tujuan menormalkan pola napas pasien. Implementasi yang diberikan yaitu manajemen jalan napas yang meliputi observasi, terapeutik, edukasi dan kolaborasi, dimana diperoleh hasil dari implementasi yaitu berkurangnya pola napas yang tidak normal (Takipnue). Ibu klien mengatakan bahwa sesak yang dirasakan klien berkurang setelah melakukan pengaturan posisi dan pemberian oksigen, manajemen jalan napas dapat menurunkan pola napas tidak efektif dimana setelah diberikan tindakan keprawatan selama 3 × 24 jam klien mengatakan sesak menurun atau berkurang, dari pernapasan 40x/mrnit menjadi 30x/menit.
KARAKTERISTIK PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN KOMORBID DIABETES MELLITUS TERHADAP STATUS GIZI DAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU DI RUMAH SAKIT LABUANG BAJI MAKASSAR PERIODE 2022-2024 Nurliana; Hanan Khasrawi Abrar; Waode Nur Haliza
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia pada tahun 2022, dengan estimasi kasus TBC meningkat dari 824.000 pada tahun 2021 menjadi 1.060.000 kasus pada tahun 2022 dan angka kematian mencapai 134.000. Indonesia adalah salah satu dari delapan negara yang berkontribusi terhadap lebih dari dua pertiga dari semua kasus TBC di dunia pada tahun 2022 (WHO, 2023).1 Tuberkulosis merupakan infeksi menular jangka panjang yang ditimbulkan oleh mikroorganisme berbentuk batang dari golongan Mycobacterium. Mikroba ini mengandung sifat resisten zat asam sehingga jamak dikenal sebagai Basil Tahan Asam.2 Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik status gizi dan kadar glukosa darah pasien tuberkulosis paru dengan komorbiditas diabetes mellitus di RS Labuang Baji Makassar pada periode 2022–2024. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien tuberkulosis dengan status gizi underweight, dan kadar gula darah sewaktu >200 mg/dL. Dapat disimpulkan bahwa pasien TBC paru dengan komorbiditas diabetes mellitus di RS Labuang Baji Makassar dengan status gizi kurang dan gula darah yang tidak terkontrol, yang dapat mempeprarah penyakit.
HUBUNGAN JARAK KELAHIRAN DAN DAN BERAT BADAN BAYI DENGAN KEJADIAN RUPTURE PERINEUM PADA PERSALINAN IBU MULTIPARA DI RS SINAR KASIH TORAJA KABUPATEN TANA TORAJA TAHUN 2025 Sumarce Bongga; Adelfia Soleman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruptur perineum merupakan perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak. Faktor penyebab terjadinya ruptur perineum yaitu faktor ibu (umur ibu, paritas, partus presipitatus, lama persalinan kala II, berat badan bayi, jarak kelahiran) dan riwayat persalinan dengan episiotomi. Jarak kelahiran kurang dari dua tahun tergolong resiko tinggi karena dapat menimbulkan komplikasi pada persalinan. Berat bayi yang dilahirkan ibu dapat mempengaruhi terjadinya ruptur perineum terutama pada bayi lahir lebih dari 3500 gram. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dari Januari hingga April 2025 di RS Sinar Kasih Toraja sebanyak 80 orang. Hasil penelitian didapatkan nilai ρ value sebesar 0,016 (< α = 0,05) yang berarti bahwa ada hubungan yang bermakna antara jarak kelahiran dengan kejadian ruptur perineum dan didapatkan nilai p value 0,003 yang berarti bahwa ada hubungan berat badan bayi dengan kejadian ruptur perineum pada ibu multipara di RS Sinar Kasih Toraja Tahun 2025. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara jarak kelahiran dan berat badan bayi dengan kejadian ruptur perineum pada ibu multipara di RS Sinar Kasih Toraja Tahun 2025
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA KELAS VIII DI SMPN 2 RANTEPAO TAHUN 2025 Herman Tandilimbong; Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam perkembangan individu yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah dukungan sosial teman sebaya. Interaksi ini berupa pemberian dukungan yang meliputi perhatian emosional, penghargaan, bantuan instrumental, dan penyediaan informasi, serta melibatkan keakraban yang cukup erat di antara anggota kelompok tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas VIII di SMPN 2 Rantepao yang berjumlah 492 orang dengan sampel sebanyak 221 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Student Social Support Scale dan Self Reporting Questionnaire (SRQ- 20). Pengolahan data menggunakan SPSS versi 26. Uji statistik menggunakan chi-square dengan nilai α = 5% (0,05). Hasil menunjukkan mayoritas dukungan sosial teman sebaya baik sebanyak 143 responden (64,7%), dan mayoritas kesehatan mental remaja tidak mengalami gangguan mental emosional (GME) sebanyak 116 responden (52,5%). Dinyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan sosial teman sebaya dengan kesehatan mental remaja dengan nilai p-value = 0,000 (p < α). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kesehatan mental remaja kelas VIII di SMPN 2 Rantepao Tahun 2025. Diharapkan kepada pihak sekolah dan puskesmas untuk melakukan skrining awal dan bimbingan konseling kepada remaja.
HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS SOPAI KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2025 Ludia Banne Allo; Zerly Tandirerung
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrasepsi merupakan cara untuk mencegah dan menjarangkan kehamilan serta merencanakan jumlah anak untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sehingga dapat memberikan perhatian dan pendidikan yang maksimal pada anak. Setiap jenis kontrasepsi yang digunakan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemakaian kontrasepsi suntik DMPA dengan kenaikan berat badan akseptor KB di Puskesmas Sopai Kabupaten Toraja Utara tahun 2025. Desain ini menggunakan pendekatan cross sectional study dengan tujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor KB . Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah akseptor KB suntik DMPA di wilayah Puskesmas Sopai sebanyak 75 akseptor. sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 akseptor yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Analisa data menggunakan uji statistic chi square dengan tingkat kemaknaan sebesar 0,05 Hasil uji nilai p =0,013 (p < 0,05) hal ini mengidentifikasikan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan pemakaian kontrasepsi suntik DMPA dengan kenaikan berat badan akseptor KB di Puskesmas Sopai Kabupaten Toraja Utara tahun 2025. Disarankan bagi ibu yang ingin menjadi akseptor KB agar lebih bijak dalam menentukan jenis kontrasepsi yang akan digunakan. Perhatikan manfaat, kelebihan dan efek samping kontrasepsi yang akan digunakan
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Vertigo Dengan Nyeri Akut Di Ruang Rawat Inap Lavender Rumah Sakit Elim Rantepao Junelty Almar; Merianti Mairi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertigo adalah keluhan yang umum di temukan, berdasarkan data epidemologi dunia kejadian vertigo mencapai 30%. Angka kejadian vertigo pada wanita dua sampai tiga kali lipat lebih tinggi di banding laki-laki. Vertigo di temukan 15% dari seluruh populasi, hanya 4-7 % yang di periksa dokter Tujuan studi kasus ini adalah untuk menjelaskan Asuhan Keperawatan pada pasien vertigo dengan masalah keperawatan utama Nyeri Akut di ruang lavender Rumah Sakit Elim Rantepao. Metode yang digunakan pada studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan rancangan studi kasus pada satu pasien. Instrument yang digunakan adalah format pengkajian medikal bedah (KMB) dan lembar observasi Hasil analisis keperawatan pada pasien vertigo dengan nyeri akut teratasi dengan melakukan tindakan manajemen nyeri.seperti menarik nafas panjang bila sakit dan mengalihkan perhatian. Didapatkan data bahwa pada pasien vertigo dengan masalah keperawatan nyeri akut dapat teratasi dengan melakukan tindakan manajemen nyeri.Saran : istirahat teratur dan tetap menjaga pola makan.
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Sindrom Nefrotik Dengan Hipervolemia Di Ruang Anak Non Infeksius RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar Tahun 2024 Agustina Marna; Indri Mudjito
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom Nefrotik merupakan kelainan glomelurus yang ditandai dengan proteinuria, hipoproteinemia (Hipoalbuminemia) dan edema. Insidensi Sindrom Nefrotik pada anak di dunia yaitu 2-7 kasus baru per 100.000 anak per tahun, dengan prevalensi sekitar 12-16 kasus per 100.000 anak. Insidensinya lebih tinggi di negara berkembang. Di Indonesia dilaporkan 6 per 100.000 per tahun terjadi pada anak dengan usia < 14 tahun. Perbandingan anak laki-laki dan perempuan 2 : 1. Penanganan dan tindakan pada pasien sindrom nefrotik dengan hipervolemia difokuskan pada manajemen hipervolemia, manajemen eliminasi urin dan monitor tanda-tana vital. Untuk menjelaskan hasil pengkajian keperawatan pada pasien Sindrom Nefrotik dengan hipervolemia di ruang anak non infeksius RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar tahun 2024. Metode pada studi kasus ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus pada satu pasien. Instrument yang digunakan adalah format pengkajian anak dan lembar observasi. Hasil analisis keperawatan pada pasien Sindrom Nefrotik dengan hipervolemia keluhan pada pasien berkurang seperti bengkak pada wajah dan bengkak pada perut berkurang. Diharapkan dengan adanya studi kasus tentang analisis asuhan keperawatan pada pasien Sindrom Nefrotik dengan hipervolemia dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam menerapkan asuhan keperawatan yang komperehensif pada pasien Sindrom Nefrotik.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN ACUTE LYMPHOBLASTIC LEUKEMIA DENGAN HIPERTERMIA DI RUANG PERAWATAN ANAK PJT LANTAI 6 RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Ervinarto Pawellangi; Valentina Saalino
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Leukemia limfoblastik akut (acute lymphoblastic leukemia/ALL) adalah salah satu jenis kanker darah atau leukemia yang bermula dari limfoblas atau limfosit (salah satu jenis sel darah putih dalam sumsum tulang). Pada anak-anak, jenis leukemia yang paling banyak adalah LLA (Leukemia Limfoblastik Akut) yang terjadi sekitar 25% anak usia kurang dari 15 tahun. Tujuan: Mampu melaksanakan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada pasien acute lymphoblastic leukemia di ruang perawatan anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2024. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan studi kasus terhadap satu pasien. Jumlah sampel 1 orang klien dengan acute lymphoblastic leukemia, instrumen yang digunakan adalah lembar pengkajian anak dan lembar observasi dokumentasi keperawatan. Hasil: Masalah keperawatan yang ditegakkan sesuai dengan kasus yaitu hipertermia, kemudian disusun intervensi dengan tujuan untuk mengurangi demam yang dirasakan. Implementasi keperawatan dilakukan dengan observasi, terapeutik, edukasi dan kolaborasi di mana diperoleh hasil evaluasi pada pasien yaitu hipertermia teratasi dengan kriteria hasil demam menurun, kemerahan menurun, takikardi menurun dan takipnea menurun dengan suhu 38,9°C menjadi 36,4°C. Kesimpulan: Dalam penelitian ini dilakukan tindakan manajemen hipertermia yaitu memberikan tepid water sponge. Diharapkan dengan adanya studi kasus ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam menerapkan asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien Acute Lymphoblastic Leukemia.
ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL CARE PADA NY. “D” DI TPMB GEMARISTY TAHUN 2026 Defyanti Dwi Wahyuni Ambali; Ludia Banne Allo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi, yakni mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2019. Untuk menurunkan AKI dan mendeteksi dini risiko komplikasi kehamilan, diperlukan pelaksanaan Asuhan Antenatal (ANC) yang berkualitas dan komprehensif oleh bidan. Tujuan: Melaksanakan asuhan kebidanan antenatal pada Ny. "D" di TPMB Gemaristy Tahun 2026 dengan menerapkan manajemen kebidanan yang sesuai standar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus asuhan kebidanan antenatal. Subjek studi adalah Ny. "D" usia 31 tahun dengan usia kehamilan 33 minggu 4 hari. Pendekatan asuhan dilakukan menggunakan manajemen asuhan kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP. Hasil: Dari hasil pengkajian, didapatkan diagnosa aktual Ny. "D" G2P1A0, gestasi 33 minggu 4 hari, kehamilan intrauterin, janin tunggal, hidup, presentasi kepala, dengan keadaan ibu dan janin baik. Dalam pembahasannya, pelaksanaan ANC di TPMB Gemaristy belum sepenuhnya maksimal karena baru menerapkan "8T" dari standar "14T" pelayanan antenatal. Beberapa tindakan seperti senam hamil, perawatan payudara, serta pemberian obat anti-malaria dan kapsul yodium tidak dilaksanakan karena keterbatasan situasi lingkungan dan indikasi daerah. Kesimpulan: Asuhan kebidanan antenatal pada Ny. "D" telah dilakukan sesuai dengan manajemen 7 langkah Varney tanpa adanya hambatan berarti. Secara garis besar tidak ditemukan kesenjangan yang ekstrem antara teori dan praktik, namun diharapkan fasilitas kesehatan dapat lebih mengoptimalkan mutu pelayanan antenatal sesuai standar pelayanan minimal dan evidence-based practice.
GAMBARAN UMUM KEJADIAN ABORTUS INKOMPLIT BERDASARKAN UMUR PEKERJAAN DAN PARITAS DI RSUD LAKIPADADA KABUPATEN TANA TORAJA TAHUN 2025 Dynastin Since Pakita; Adriana Mapandin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortus inkomplit adalah pengeluaran produk konsepsi parsial atau iminen melalui serviks yang mengalami dilatasi. Karya tulis ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran umum kejadian abortus inkomplit berdasarkan umur pekerjaan dan paritas ibu di RSUD Lakipadada Periode bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian bersifat deskriptif sederhana dengan mengambil data secara langsung dari medikal record di RSUD Lakipadada Periode bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini adalah 125 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran mengenai Abortus Inkomplit berdasarkan umur didapatkan sebanyak 125 orang pada umur 35 tahun (Resiko Tinggi) 51 atau 41% dan pada umur 20-35 tahun (Resiko Rendah) 74 atau 59%. Sementara variabel mengenai pekerjaan ditemukan bahwa ibu dengan pekerjaan beresiko tinggi yaitu yang bekerja dirumah sebagai Ibu Rumah Tangga lebih banyak ditemukan yaitu sebanyak 108 atau 86,5%. Untuk pekerjaan seperti PNS ditemukan sebanyak 9 (7%), Swasta sebanyak 3 (2,5%) dan juga ditemukan Abortus Inkomplit pada Pelajar atau Mahasiswa sebanyak 5 (4%).Dan variabel untuk paritas ibu didapatkan sebanyak 21 atau 17% dan ibu dengan paritas di bawah tiga resiko rendah sebanyak 65 atau 52%. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa abortus Inkomplit lebih banyak terjadi pada umur 20-35 tahun, pekerjan lebih tinggi pada ibu yang bekerja sebagai IRT sedangakan menurut paritas yang lebih banyak terjadi pada ibu dengan paritas rendah.