cover
Contact Name
Nofri Wandi
Contact Email
wandie.88one@gmail.com
Phone
+6281268949444
Journal Mail Official
bhakti.nagori@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gatot Subroto KM. 7 Kebun Nenas, Desa Jake, Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuantan Singingi, Prov. Riau, Indonesia
Location
Kab. kuantan singingi,
Riau
INDONESIA
Bhakti Nagori (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat)
ISSN : 28077792     EISSN : 28076907     DOI : 10.36378/bhakti_nagori
Jurnal ini memuat tulisan – dari berbagai bidang ilmu yang memuat kegitan dosen dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat , artikel yang dimuat dalam jurnal Bhakti Nagori (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) merupakan hasil penelitian ilmiah dosen UNIKS yang selanjutnya penerbitan naskah ilmiah yang berkaitan teknik, sosial, pertanian, pendidikan, komputer, Jurnal ini dipublikasikan 2 kali dalam 1 tahun, yaitu antara bulan Juni edisi pertama, dan Desember edisi kedua. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah komunikasi ilmiah antar akademisi, peneliti dan praktisi dalam menyebarluaskan hasil penelitian serta demi tercapainya catu dharma perguruan tinggi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 463 Documents
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM RESOLUSI KONFLIK KONVERSI IZIN HTI MENJADI PERKEBUNAN SAWIT TERHADAP LAHAN TRANSMIGRASI Gray Qamilla Sarayu; Tafta Al Hadar; Dimas Saputra; Audry Cristifar Sastrowidjoyo; Mei Mulyana; Dwiki Putra Perkasa; Joko Wiyono
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2026): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2026
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v6i1.5697

Abstract

Konflik agraria akibat tumpang tindih izin sektoral masih menjadi masalah struktural dalam pengelolaan pertanahan di Indonesia. Lahan transmigrasi yang telah memiliki sertifikat hak milik kerap bertabrakan dengan izin Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan kelapa sawit. Permasalahan ini terjadi di Desa Bukit Jaya, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menganalisis peran pemerintah daerah dalam resolusi konflik akibat konversi izin HTI menjadi perkebunan sawit terhadap lahan transmigrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi dipilih secara purposive di Desa Bukit Jaya dan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dokumen seperti peraturan perundang-undangan, bukti kepemilikan lahan, laporan Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA), serta observasi lapangan. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membentuk Satgas PKA yang berhasil memverifikasi 12 sertifikat hak milik dan 10 surat keterangan pemilik tanah, serta memfasilitasi mediasi antara masyarakat dengan PT Kurnia Luwuk Sejati. Kesepakatan awal untuk mengubah status lahan dari inti menjadi plasma telah dicapai. Namun, efektivitas peran pemerintah daerah masih terhambat oleh ketidakhadiran PT Berkat Hutan Pusaka sebagai pemegang izin HTI asli, serta terbatasnya kewenangan Satgas PKA yang bersifat fasilitatif. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah peran pemerintah daerah bersifat aktif namun tidak eksekutorial. Inovasi kelembagaan berupa Satgas PKA dapat menjadi alternatif resolusi konflik yang lebih cepat dan murah, tetapi perlu didukung oleh penguatan kewenangan dan integrasi data pertanahan nasional secara real-time.
PERAN MAHASISWA MAGANG DALAM MENDUKUNG PENJARINGAN ASPIRASI MASYARAKAT DI DPRD KOTA PALU: PKM Fadil Adithya Ramadhan; Ni Putu Anastacya Queenara; Muhammad Yusri Ramadhan; Isman Bruaharja; Asria Wahyuni Ahmad; Bayu Febrianto
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2026): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2026
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v6i1.5698

Abstract

DPRD memiliki fungsi representatif yang salah satunya diwujudkan melalui penjaringan aspirasi masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Pelaksanaan penjaringan aspirasi dilakukan melalui kegiatan reses dan kunjungan daerah pemilihan (kundapil) yang dalam pelaksanaannya didukung oleh Sekretariat DPRD melalui pelayanan administrasi, fasilitasi kegiatan, serta pengelolaan data aspirasi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mendukung proses penjaringan aspirasi masyarakat di DPRD Kota Palu melalui keterlibatan mahasiswa pada program magang mandiri MBKM. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Sekretariat DPRD Kota Palu selama periode Februari sampai Mei 2026 menggunakan metode partisipatif dan kolaboratif dengan analisis deskriptif kualitatif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa berperan dalam mendukung pelaksanaan penjaringan aspirasi masyarakat melalui pendampingan kegiatan reses dan kundapil, meliputi dukungan administrasi, registrasi peserta, pendampingan masyarakat selama kegiatan berlangsung, serta pengelolaan aspirasi masyarakat secara digital melalui pengoperasian aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa membantu pelaksanaan tugas Sekretariat DPRD Kota Palu dalam mendukung fasilitasi dan pengelolaan aspirasi masyarakat secara lebih terstruktur dan sistematis.
PENGUATAN PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN SELF-CARE SKILLS ANAK DOWN SYNDROME Sofia; Supriadi Torro; Ilham Samudra Sanur; Liza Dwi Eftiza Khairunniza; Muh. Watif Massuanna
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2026): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2026
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v6i1.5700

Abstract

Penyandang Down Syndrome sering mengalami hambatan dalam keterampilan perawatan diri (self-care skills) yang berdampak pada rendahnya tingkat kemandirian. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya pemahaman orang tua mengenai strategi pendampingan yang tepat. Kegiatan pengabdian yang dilakukan pada Maret 2026 ini bertujuan memperkuat peran orang tua dalam mengembangkan self-care skills penyandang Down Syndrome di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Sasaran kegiatan adalah delapan keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang Down Syndrome. Pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan family-centered intervention melalui metode door to door yang meliputi edukasi, konsultasi, pelatihan, dan pendampingan individual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai konsep self-care skills dari 37,5% menjadi 100%, pemahaman strategi melatih kemandirian dari 25% menjadi 87,5%, serta kemampuan menerapkan pembiasaan kemandirian di rumah dari 37,5% menjadi 87,5%. Selain itu, peserta menunjukkan perkembangan pada berbagai aspek keterampilan perawatan diri, seperti mandi, berpakaian, menjaga kebersihan diri, dan merapikan barang pribadi. Pendekatan door to door terbukti efektif karena memungkinkan pendampingan yang lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing keluarga. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas orang tua dan mendorong kemandirian penyandang Down Syndrome dalam kehidupan sehari-hari.