cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
Hubungan Antara Kepatuhan Mengontrol Intake (Asupan) Cairan Dengan Penambahan Nilai Inter-Dialytic Weight Gain (Idwg) Pada Pasien Yang Menjalani Terapi Hemodialisis Di RSUD Kotabaru Fazriansyah Fazriansyah; Farhandika Putra; Gathut Pringgotomo
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.357 KB)

Abstract

Pendahuluan: Mengontrol asupan cairan merupakan salah satu hal terpenting bagi pasien yang menjalani terapi hemodialisis, ketidakpatuhan terhadap pembatasan cairan adalah masalah yang banyak ditemui. Manajemen pengontrolan cairan akan berdampak terhadap penambahan berat badan di antara dua waktu dialisis (Interdialytic Weigh Gain). Ketidakpatuhan dalam menjalani hemodialisis mengakibatkan peningkatan IDWG yang kemudian berakibat pada kualitas hidup pasien.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kepatuhan mengontrol intake (asupan) cairan dengan penambahan nilai inter-dialytic weight gain (IDWG) pada pasien yang menjalani terapi hemodialisis di rsud kotabaru tahun 2018.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini  24 responden dengan menggunakan teknik total sampling.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan pasien dalam mengontrol intake (asupan) cairan hampir seluruhnya (87,5%) responden dalam kategori tidak patuh dan hasil penambahan berat badan diantara dua waktu hemodialisis (inter-dialytic weight gain = IDWG) sebagian besar (70,8%) responden dalam kategori penambahan sedang. Setelah dilakukan uji statistik   menggunakan uji Korelasi Spearman Rank didapatkan nilai p value 0,000 (0,005) atau hasil r hitung 0,682 r tabel pada n= 24 dengan taraf 5% (0,409) terdapat hubungan antara kepatuhan mengontrol intake (asupan) cairan dengan penambahan nilai inter-dialytic weight gain (IDWG) pada pasien yang menjalani terapi hemodialisis di RSUD Kotabaru Tahun 2018.Simpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan kuat antara kepatuhan mengontrol intake (asupan) cairan dengan penambahan nilai inter-dialytic weight gain (IDWG) pada pasien yang menjalani terapi hemodialisis di RSUD Kotabaru.Kata Kunci: Hemodialisis, IDWG, Kepatuhan ABSTRACT Background: Controlling fluid intake is one of the most important things for patients undergoing hemodialysis therapy, non-obedience to fluid restriction is a common problem. Fluid control management will have an impact on weight gain between two dialysis times (Interdialytic Weigh Gain). Non-obedience to hemodialysis results an increase in IDWG which then results in a patient's quality of life. Objective: The aim of this study was to determine correlation between compliance controlling fluid intake with the addition of inter - dialytic weight gain (IDWG) in patients undergoing hemodialysis therapy in RSUD Kotabaru in 2018.Methods: This type of study was correlational by using cross sectional design. The sample in this study were 24 respondents by using total sampling technique. Results: The results indicated that patient obedience in controlling fluid intake was almost entirely (87.5%) respondents in the non-obedience category and the results of weight gain between two hemodialysis times (inter-dialytic weight gain = IDWG) were mostly (70.8% ) respondents in the medium addition category. After statistical tests by using Spearman Rank Correlational test obtained p value of 0.000 (0.005) or the result of r count 0.682 r table on n = 24 with a level of 5% (0.409) there was  correlation between compliance controlling fluid intake with the addition of inter - dialytic weight gain (IDWG) in patients undergoing hemodialysis therapy in RSUD Kotabaru in 2018. Conclusion: The conclusion of this study, that there was correlations between obedience in controlling fluid intake by adding inter-dialytic weight gain (IDWG) to patients undergoing hemodialysis therapy at RSUD KotabaruKeywords: Hemodialysis, IDWG, Obedience
Validasi "PING" Pre Menstrual Syndrome Scale Maria Floriana Ping; Elfina Natalia; Rufina Hurai; Tommy Pangemanan
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.277 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.542

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan fenomena fisiologis dalam kehidupan reproduksi wanita. Masalah menstruasi adalah salah satu masalah yang paling sering dialami oleh remaja putri (Zegeye, Megabiaw Mulu, 2009; Mandal, Sarkar Goral, 2015). Gangguan siklus yang umumnya terjadi pada wanita usia muda dan pertengahan selama masa luteal pada siklus menstruasi di sebut Sindrom Pra-Menstruasi (Saryono, 2009; Ilmi Utari, 2018).Tujuan: Penelitian ini bertujuan  untuk menguji validitas dan reliabilitas dari kuesioner yang disusun peneliti berdasarkan sumber pustaka ataupun penelitian sebelumnya dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.Metode: penelitian ini menggunakan metode Teknik korelasi Product Moment digunakan sebagai uji validitas , jika r tabel (0,138) lebih kecil () dari r hitung maka butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid. dan Cronbach Alfa digunakan sebagai uji reliabilitas. nilai Alpha 0,60 menyatakan bahwa suatu kuisioner reliabelHasil: Hasil uji validitas menunjukkan bahwa r hitung semua pertanyaan lebih besar dari r tabel (0,138), hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai Alpha setiap pertanyaan lebih dari 0,60, sehingga semua pertanyaan dinyatakan valid dan reliabel.Simpulan: Berdasrkan Hasil diketahui bahwa kuesioner dapat digunakan sebagai alat ukur skala sindrom pra menstruasi para remaja putri yang akan disusun dalam bentuk aplikasi android dengan nama “PING” Premenstrual Syndrome Scale yang memudahkan untuk diakses dimana dan kapan saja.Kata Kunci: “PING” pre menstruasl syndrome scale ,sindrom pra menstruasi validitas dan reliabilitas, AbstractBackground: Menstruation is a physiological phenomenon in women's reproductive life. Menstrual problems are one of the most common problems experienced by young women (Zegeye, Megabiaw Mulu, 2009; Mandal, Sarkar Goral, 2015). Cyclical disorders that generally occur in young and middle age women during the luteal period of the menstrual cycle are called Pre-Menstrual Syndrome (Saryono, 2009; Ilmi Utari, 2018).Purpose: This study is aimed at testing the validity and reliability of the questionnaire prepared by researchers based on literature sources or previous research and translated into Indonesian.Methods: in this study using the Product Moment correlation technique method used as a validity test, if r table (0.138) is smaller () than r count then the question item is declared valid. and Cronbach Alfa was used as a reliability test. Alpha value 0.60 states that a questionnaire is reliableResults: The results of the validity test showed that r count of all questions was greater than r table (0.138), the reliability test results showed that the Alpha value of each question was more than 0.60, so that all questions were declared valid and reliable.Conclusion: Based on the results, it is known that the questionnaire can be used as a measuring tool for the pre-menstrual syndrome scale for young women which will be compiled in the form of an android application called the “PING” Premenstrual Syndrome Scale which makes it easy to access anywhere and anytime.Keywords: "PING" pre menstrual syndrome scale, premenstrual syndrome validity and reliability
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN STATUS IMUNISASI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA Erni Yuliastuti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.473 KB)

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyebab kedua dari seluruh kematian Balita di Indonesia yakni 15,5%. Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu dari 16 provinsi yang mempunyai prevalensi ISPA diatas prevalensi Nasional (25,50%). Kejadian ISPA di Puskesmas Cempaka menduduki peringkat pertama dari 8 Puskesmas yang berada di Wilayah Banjarbaru yaitu sebesar 92,6% (Dinkes kota Banjarbaru, 2014). Kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Cempaka Banjarbaru ini mengalami peningkatan 2013 sebesar 4,35%. dari tahun 2012 yaitu 68,13% menjadi 72,48% tahun 2013. Faktor individu anak seperti status gizi dan status imunisasi merupakan salah satu faktor resiko terjadinya ISPA. Demikian juga terjadi peningkatan pada kasus ISPA dengan status gizi kurang1,68%, dengan status gizi buruk1,74% dan dengan status imunisasi tidak lengkap sebesar 0,83% .Metode : Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional.Populasi adalah seluruh Balita sakit yang berkunjung ke Poli MTBS Puskesmas Banjarbaru sebanyak 1.011 orang. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Analisa data menggunakan uji Chi Square dengan nilai 0,05.Hasil : Sebanyak 509 Balita (50,3%) mengalami ISPA, 104 Balita (10,3%) dengan status gizi buruk, 373 Balita (36,9%) dengan status gizi kurang dan 156 Balita (15,4%) dengan status imunisasi tidak lengkap.Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square didapatkan ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian ISPA =0,000 α =0,05 dan status imunisasi dengan kejadian ISPA yaitu nilai =0,000 α =0,05. Hasil odds ratio sebesar 3,993 yang berartibalita dengan status imunisasi tidak lengkap memiliki risiko 4 kali lebih besar mengalami ISPA dibandingkan balita dengan status imunisasi lengkap. Kesimpulan : Ada hubungan status gizi dan status imunisasi dengan kejadian ISPA pada Balita.Kata Kunci : Status Gizi,Status Imunisasi, Kejadian ISPA
Komunitas Masyarakat Dan Perawatan Kesehatan Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Agustinus Hermino
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.536 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.437

Abstract

Latar belakang: Seiring dengan perkembangan jaman, dalam beberapa tahun terakhir ini banyak perhatian yang difokuskan pada eksplorasi dampak penyakit fisik dan mental pada kualitas hidup seseorang baik secara individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Sifat subyektif dari 'kualitas hidup' individu, merupakan konsep yang dinamis untuk diukur dan didefinisikan, tetapi bahwa secara umum dapat dipandang sebagai konsep multidimensi yang menekankan pada persepsi diri dari keadaan pikiran seseorang saat iniTujuan: penulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peran masyarakat dalam memahani pentingnya kesehatan di era global ditinjau dari perspektif akademis. Pada sektor kesehatan pemahaman kesehatan menjadi sangat pentingnya karena akan menunjukkan pada kualitas hidup seseorang, tetapi hal ini tidak cukup secara individu karena diperlukan pemahaman secara menyeluruh terhadap masyarakat tentang makna kesehatan dan perawatan kesehatan.Metode: penulisan ilmiah ini adalah dengan melakukan analisa akademis dari dari berbagai sumber rujukan relevan sehingga menemukan makna teoritis baru dalam rangka menjawab tantangan yang terjadi di masyarakat.Hasil: Berdasarkan berbagai sumber rujukan yang ada, dapat disimpulkan bahwa kesehatan merupakan gaya hidup yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan fisik, emosional, intelektual, spiritual, dan lingkungan. Penggunaan langkah-langkah kesehatan dapat meningkatkan stamina, energi, dan harga diri, kemudian meningkatkan kualitas hidup. Dengan demikian maka konsep kesehatan memungkinkan adanya variabilitas individu. Kesehatan dapat dianggap sebagai keseimbangan aspek fisik, emosional, psikologis, sosial dan spiritual dari kehidupan seseorang. Kata kunci: masyarakat, perawatan kesehatan, kualitas hidup Society Community and Health Care in Improving Quality of LifeAbstract Background: Along with the development of the era, in recent years there has been a lot of attention focused on exploring the impact of physical and mental illness on the quality of life of a person both individually and as a whole. The subjective nature of an individual's 'quality of life' is a dynamic concept to measure and define, but that in general can be seen as a multidimensional concept that emphasizes self-perception of one's current state of mindAim: purpose of this study is to provide an understanding the role of community in understanding the importance of health in the global era from an academic perspective. In the health sector understanding of health is very important because it will show the quality of life of a person, but this is not enough individually because a comprehensive understanding of the meaning of health and health care is needed. Method: The method of scientific writing is to carry out academic analysis from various relevant reference sources, and find new theoretical meanings in order to answer the challenges that occur in society. Keyword: Community, Society,Health Care, Quality oflife Resullt : Based on various academic reference, it can be concluded that health is a lifestyle that aims to achieve physical, emotional, intellectual, spiritual, and environmental well-being. The use of health measures can increase stamina, energy, and self-esteem, then improve the quality of life. Thus the concept of health allows for individual variability. Health can be considered as a balance of physical, emotional, psychological, social and spiritual aspects of one's life. Keywords: community, health care, quality of life 
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Dwi Rahmawati; Syamsul Arifin; Okta Dede Alvionita
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.318 KB)

Abstract

Latar Belakang. Angka kematian BBLR masih tinggi dan merupakan angka kematian neonataltertinggi kedua dikota Banjarmasin. Terutama di Rumah Sakit BLUD Dr.H.Moch Ansari SalehBanjarmasin. Merawat BBLR berbeda cara merawatnya dengan bayi normal, tidak semua ibumempunyai pengetahuan yang baik tentang perawatan BBLR. Masalah yang diteliti adalahgambaran pengetahuan ibu tentang perawatan bayi BBLR di Rumah Sakit BLUD Dr. H. MochAnsari Saleh Banjarmasin.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang perawatan BBLRberdasarkan karakteristik umur, pendidikan dan pekerjaan.Metode penelitian ini adalah deskriptif. Pengambilan sampel secara purposive sampling denganjumlah sampel 30 orang.Hasil penelitian di hitung dengan metode analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian didapatkanbahwa pengetahuan responden tentang Perawatan BBLR terbanyak adalah kurang yaitu 19 orang(63,33%). Berdasarkan kriteria responden diperoleh responden terbanyak menurut umur ibu yaitu20-35 tahun (60%), pendidikan terbanyak SD (36,66%), berdasarkan pekerjaan terbanyak IRT(86,66%).Saran dari hasil penelitian bagi tenaga kesehatan diharapkan lebih ditingkatkan lagi pengetahuandan keterampilan tentang perawatan BBLR.Kata Kunci : Pengetahuan, Perawatan, Bayi, BBLR
LIMA PILAR PENGENDALIAN DIABETES MELLITUS DENGAN KADAR GULA DARAH Asni Hasaini; Hijratun Wahana
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i2.543

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) Tipe 2 adalah penyakit metabolik yang 90% kasusnya ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Di Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan prevalensi akan meningkat menjadi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Sehingga diperlukan deteksi dini dan 5 pilar pengendalian Diabetes Mellitus yang baik agar komplikasi kronik.Tujuan: Menganalisis antara 5 pilar pengendalian DM dengan kadar glukosa darah.Metode: Jenis penelitian kuantitatif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel adalah sebagian dari populasi berjumlah sebanyak 93 menggunakan simple random sampling. Instrument menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan spearmans rho.Hasil: Ada hubungan antara edukasi dengan kadar gula darah dengan nilai ρ=0.000 dan nilai rho 0.372, ada hubungan antara rutin penggunaan obat dengan kadar gula darah dengan ρ=0.002 dan nilai rho=0.311, ada hubungan antara diet dengan kadar gula darah dengan nilai ρ=0.000 dan nilai rho=0.614, ada hubungan antara aktivitas dengan kadar gula darah dengan nilai ρ=0.001 dan nilai rho=0.347, ada hubungan antara kontrol gula darah dengan kadar gula darah dengan nilai ρ=0.000 dan nilai rho=0.706.Kesimpulan: Perlu dilakukan sosialisasi tentang pentingnya lima pilar pengendalian Diabetes Mellitus yang dilakukan oleh petugas melalui POSBINDU, PROLANIS maupun di kegiatan lainnya. Kata Kunci : Lima Pilar Pengendalian DM, Kadar Gula Darah, DMT2 AbstrackIntroduction: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease that 90% of them is Type 2 that signed by the increase of blood glucose levels. In Indonesia, this disease is 6th in the world with the prevalence that will increase to 21.3 million in 2030. So, we need early detection and good DM control that chronic complications can be minimized. DM Control is known as the 5 pillars of DM Control.Purpose: To analyze the 5 pillars of the DM control with blood glucose levels.Methods: Quantitative research with descriptive analytic correlation with the cross-sectional approach. The population in this research is Type 2 DM patients in Puskesmas Martapura 1 with total 1,423 respondents, with a sample of 93 using a simple random sampling. The instrument that used is the questionnaire, and then the data were analyzed using the spearmans rho.Result: There is a relationship between education with blood glucose levels with ρ= 0.000 and 0.372 rho value. There is a relationship between the routine using drugs with blood glucose levels with ρ= 0.002 and the value of rho= 0.311. There is a relationship between a diet with blood glucose levels with ρ= 0.000 and the value of rho= 0.614. There is a relationship between the activity with blood glucose levels with ρ= 0.001 and the value of rho= 0.347. There is a relationship between bloods control blood glucose levels with ρ= 0.000 and the value of rho = 0.706.Conclusion: Needs for giving information about the importance of the five pillars of DM Control by Health Care through POSBINDU, PROLANIS as well as in other activities. Keywords: Five Pillars DM Control, Blood Glucose, with type 2 diabetic
GAMBARAN STATUS FISIOLOGIS PASIEN CEDERA KEPALA DI IGD RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2016 Hanura Aprilia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.426 KB)

Abstract

Latar Belakang : Cedera kepala merupakan masalah yang sering ditemukan di masyarakat dengan tingkat disabilitas tinggi. Instalasi gawat darurat merupakan gerbang utama yang berperan penting sebagai pintu pertama dalam menyelamatkan kondisi pasien. Kondisi spesifik di IGDyaitu harus cepat dalam memberikan pelayanan, cepat dalam mengambil keputusan untuk bisa memberika tindakan medis dan keperawatan secara tepat, cepat, aman dan efektif. Untuk mengetahui kondisi status fisiologis pasien cedera kepala dilakukan dengan penilaian statusfisiologis yaitu dengan menggunakan (Revised Trauma Score). Tujuan : Mengetahui gambaran status fisiologis pasien cedera kepala di IGD RSUD Ulin Banjarmasin.Metode : Rancangan Deskriptif. Jumlah populasi 559 orang dan 80 sampel menggunakan nonprobability sampling jenis purposive sampling.Hasil : Karakteristik berdasarkan cedera kepala di IGD RSUD Ulin Banjarmasin sebagian besar adalah ringan yaitu 62 responden (77,5%). Gambaran status fisiologis pada pasien cedera kepala di IGD RSUD Ulin Banjarmasin sebagian besar adalah Ringan yaitu 65 orang responden sebanyak (81,2%).Saran : Untuk penelitian lebih lanjut terkait dengan status fisiologis cedera kepala dihubungkan dengan variabel lain seperti angka mortalitas pasien cedera kepala.Kata Kunci : Status Fisiologis, cedera kepala.
Hubungan Pre Eklamsia Berat Pada Ibu Bersalin Dengan Asfiksia Neonatorum Di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Ika Mardiatul Ulfa; Dewi Pusparani Sinambela
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.159 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.432

Abstract

Latar belakang: pre eklampsia masih menjadi salah satu penyebab kematian ibu dan bayi, begitu juga dengan angka kematian bayi yang disebabkan oleh asfiksia neonatorum yang dikarenakan pre eklapsia pada masa kehamilan. Salah satu penyebab tingginya kematian bayi di Indonesia adalah asfiksia neonatorum yaitu sebesar 33,6%.Tujuan: Mengetahui hubungan antara pre eklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Dr. H. Ansari Saleh BanjarmasinMetode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik yang mengunakan pendekatan crossectional. Populasi adalah Bayi dengan Asfiksia Neonatorum sebanyak 941 bayi, dengan teknik pengambilan Systematic Random Sampling didapat sampel sebanyak 100 bayi. Teknik analisa data dengan Chi-Square.Hasil: Bayi yang mengalami asfiksia pada ibu bersalin dengan pre eklampsia berat adalah sebanyak 55 responden (55%) dan yang tidak mengalami pre eklampsia adalah 45 bayi (45%) dan ada hubungan pre eklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan preeklamsia berat beresiko 1,6 kali lebih beresiko mengalami asfiksia neonatorum dibandingkan dengan tidak mengalami preeklamsia berat.Simpulan: Ada hubungan antara pre eklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Dr. H. Ansari Saleh BanjarmasinKata Kunci :  asfiksia neonatorum, bayi baru lahir,  ibu bersalin, pre eklamsia  beratRelationship Between Severe Pre Eklamsia On Maternity With Asfiksia Neonatorum In Dr. H. Moch Ansari Saleh Hospital  BanjarmasinAbstract Background: pre-eclampsia is still one of the causes of maternal and infant mortality, as well as infant mortality caused by neonatal asphyxia due to preeclampsia during pregnancy. One of the causes of high infant mortality in Indonesia is neonatal asphyxia, which is 33.6%.Objective: To find out the relationship between severe pre-eclampsia (PEB) and the incidence of neonatal asphyxia in Dr. RSUD H. Ansari Saleh BanjarmasinMethod: This study is a quantitative study with a type of analytic research that uses a crossectional approach. Population is as many as 941 infants with neonatal asphyxia, with a systematic random sampling technique obtained as many as 100 infants. Data analysis techniques with Chi-Square.Results: Infants who experienced asphyxia in mothers with severe pre-eclampsia were 55 respondents (55%) and those who did not have pre-eclampsia were 45 infants (45%) and there was a relationship between severe pre-eclampsia (PEB) and neonatal asphyxia with severe preeclampsia. a risk of 1.6 times more risk of developing neonatal asphyxia compared to not having severe preeclampsia.Conclusion: There is a relationship between severe pre-eclampsia (PEB) and the incidence of neonatal asphyxia in Dr. H. Ansari Saleh Banjarmasin Keywords: neonatal asphyxia, newborns, maternity, severe preeclampsia
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN SUMBER INFORMASI DENGAN UPAYA PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA KOMUNITAS ANAK JALANAN DI BANJARMASIN TAHUN 2016 Noorhidayah Noorhidayah; Asrinawaty Asrinawaty; Perdana Perdana
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.407 KB)

Abstract

Latar Belakang : AIDS (Aquired Immuno Deficiency Syndrom) merupakan penyakit menular yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immuno Deficiency Virus). Saat ini HIV/AIDS telah menyebarluas di seluruh bagian dunia. Berdasarkan data DinKes Provinsi Kalimantan Selatan terhitung sejak tahun 2002 sampai dengan Desember 2015 telah ditemukan dan dilaporkan sebanyak 1237 kasus HIV dan AIDS dengan rincian adalah HIV sebanyak 664 Kasus (53,7%) dan AIDS sebanyak 573 Kasus (46.3%) dengan penderita terbanyak berada di usia 15-29 tahun yaitu sebanyak 503 kasus.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja komunitas anak jalanan di Banjarmasin.Metode Penelitian : penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan total sampling yaitu sebanyak 51 orang.Hasil : Hasil penelitian dari 51 orang remaja komunitas anak jalanan bahwa pengetahuan remaja komunitas anak jalanan terbanyak pada kategori cukup dengan jumlah 25 orang (49%). Untuk sikap remaja komunitas anak jalanan terbanyak pada kategori sikap positif dengan jumlah 31 orang (60,8%). Sumber informasi remaja komunitas anak jalanan terbanyak pada kategori cukup dengan jumlah 20 orang (39,2%). Untuk upaya pencegahan HIV/AIDS terbanyak pada kategori mencegah dengan jumlah 29 orang (56,9%). Dari hasil analisis uji chi Square didapatkan hasil pengetahuan dengan upaya pencegahan p value = 0,000 α (0,05). Hasil analisis sikap dengan upaya pencegahan didapatkan hasil p value = 0,000 α ( 0,05), sedangkan hasil analisis sumber informasi p value = 0,000 α (0,05).Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja komunitas anak jalanan di Banjarmasin tahun 2016. Diharapkan agar instansi yang memberikan pembinaan pada anak jalanan agar mengadakan kerjasama dengan instansi kesehatan untuk memberikan penyuluhan bagi para anak jalanan tentang bahaya dan upaya pencegahan HIV/AIDS.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Sumber Informasi, Upaya Pencegahan.
Layanan Keperawatan pada Pasien Lansia saat Kunjungan dan Menerima Perawatan di Instalasi Gawat Darurat Denny Susanto
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.981 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.504

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan morbiditas dan mortalitas lansia merupakan tantangan bagi pelayanan keperawatan yang berdampak pada peningkatan kunjungan dan perawatan di Instalasi Gawat Darurat. Kebutuhan perawatan dan perawatan lansia memiliki kepentingan yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. Instalasi Gawat Darurat disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan untuk meningkatkan pelayanan keperawatan.Tujuan: Tinjauan literatur untuk mendeskripsikan pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat kepada lansia saat melakukan kunjungan dan perawatan di Instalasi Gawat DaruratMetode: Kajian literatur dilakukan DENGAN using pencarian artikel jurnal di basis data CINAHL, DOAJ, Dan Pubmed. Dapat diperoleh 254 artikel penelitian yang akan diambil dalam pemeriksaan artikel yang diajukan yang telah ditentukan dan diselesaikan dengan menggunakan format Joanna Briggs Intitute (JBI) versi terbaru sehingga diperoleh total 7 artikel jurnal yang akan dilakukan kajian literatur.Hasil: Kebutuhan lansia saat melakukan dan menerima perawatan di Instalasi Gawat darurat adalah kebutuhan biopsisosial. Tantangan pelayanan keperawatan selama proses perawatan biopsikososial yang membahas tentang budaya dan lingkungan, transisi, komunikasi, dan diskusi keluarga selama proses pemberian pelayanan di Instalasi Gawat Darurat.Kesimpulan: Deskripsi tentang pengalaman perawat sebagai perawat di Instalasi Gawat Darurat mencakup IGD, transisi pasien lansia, komunikasi antara penyedia layanan perawatan lansia dan partisipasi keluarga selama proses perawatan di IGD.Kata Kunci: Keperawatan, Layanan, Lansia, Perawatan, Instalasi Gawat Darurat

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue