cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
Studi Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Pada Post Partum Di PMB Hikmahwati, Amd.Keb Mariyana, Mariyana; Karmila, Rinda
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i2.933

Abstract

 Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah  jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologis, sosial maupun spiritual. ASI mengandung banyak nutrisi, hormone, unsur kekebalan pertumbuhan, anti alergi, dan anti inflamasi. Pijat oksitosin adalah suatu tindakan pemijatan tulang belakang dari nervus ke 5-6 scapula yang dapat mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke otak bagian belakang sehinnga oksitosin keluar.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu hanya menggambarkan atau mendeskripsikan tentang studi pijat ositosin terhadap pengeluaran Asi pada ibu post partum di PMB (praktik  mandiri bidan) Hikmahwati Amd, keb.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan di pmb Hikmahwati,Amd.Keb. Tahun 2023,didapatkan bahwa  sebagian besar ibu nifas sebanyak 67% yang lancar dalam melakukan pijat oksitosin  33% tidak lancar dalam pengeluaran Asi setelah di lakukan pijat oksitosin. Hal ini disebabkan sebanyak 67% Ibu post partum tidak bekerjaKesimpulan: berdasarkan studi kasus yang dilakukan,efektifitas pijat oksitosin tehadap pengeluaran Asi memiliki presentase yang tidak lancar sebanyak 67% dan ada beberapa kaktor yang mempengaruhi ibu melakukan pijat oksitosin diantaranya yaitu Pendidikan, pengalaman, umur dan jumlah anak.Saran: : diharapkan untuk para bidan melakukan pelatihan pijat oksitosin pada ibu post partum.Background: Breast milk is a type of food that fulfills all elements of a baby's physical, psychological, social and spiritual needs. Breast milk contains many nutrients, hormones, growth immunity, anti-allergic, and anti-inflammatory elements. Oxytocin massage is an act of massaging the spine from the nerve to 5-6 scapula that can accelerate the work of parasympathetic nerves to convey commands to the back of the brain so that oxytocin comes out.Methods: This research was conducted using descriptive research method that only describes or describes the study of oxytocin massage on the release of breast milk in post partum mothers at PMB (independent midwife practice) Hikmahwati Amd, keb.Results: Based on the results of research that has been conducted at pmb Hikmahwati, Amd.Keb. In 2023, it was found that most of the postpartum mothers as much as 67% were smooth in doing oxytocin massage 33% were not smooth in releasing milk after doing oxytocin massage. This is because 67% of postpartum mothers do not work.Conclusion: based on the case study conducted, the effectiveness of oxytocin massage on milk production has a percentage that is not smooth as much as 67% and there are several factors that influence mothers to do oxytocin massage including education, experience, age and number of children.
Pengaruh Metode Pembekalan Terhadap Nilai Uji Kompetensi Mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Huzaifah, Zaqyyah; Sari, Rohni Taufika; Rahayu, Suci Fitri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i2.915

Abstract

Latar Belakang: Uji kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, dan perilaku peserta didik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi keperawatan. Menghadapi uji kompetensi pada tahun 2023 prodi DIII Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Banjarmasin membutuhkan strategi untuk mencapai tingkat kelulusan yang maksimal.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh metode pembekalan terhadap nilai uji kompetensi mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin tahun 2023. Subjek pada penelitian ini adalah peserta yang akan mengikuti uji kompetensi tahun 2023 sebanyak 22 orang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian Quasy Eksperiment dengan desain one group Pre and Post test design.Hasil: uji statistik menggunakan uji wilcoxon didapatkan nilai p value 0,000 yang mana nilai tersebut lebih kecil dari nilai α sehingga hipotesis diterima yaitu ada pengaruh metode pembekalan terhadap nilai uji kompetensi mahasiswa prodi DIII keperawatan tahun 2023.Kesimpulan: Metode pembelajaran dan gaya belajar yang saat ini diterapkan perlu mendapatkan modifikasi sehingga dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan mahasiswa. Metode pembekalan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan karena dapat meningkatakan pencapain kelulusan uji kompetensi. Background: Competency assessment is the process of measuring the knowledge, skills, and behavior of students in universities that organize nursing study programs. Facing the competency test in 2023, the DIII Nursing study program at the Faculty of Nursing and Health Sciences Muhammadiyah Banjarmasin requires a strategy to achieve maximum graduation rates.Objective: to determine the effect of debriefing methods on the competency test scores of DIII Nursing Study Program students at the Faculty of Nursing and Health Sciences, Muhammadiyah University of Banjarmasin in 2023. The subjects in this study were 22 participants who will take the competency test in 2023.Method: This study is a quantitative study using Quasy Experiment research design with one group Pre and Post test design.Results: statistical tests using the Wilcoxon test obtained a p value of 0.000 which is smaller than the α value so that the hypothesis is accepted, namely there is an effect of debriefing methods on the competency test scores of DIII nursing study program students in 2023.Conclusion: The learning methods and learning styles that are currently applied need to be modified so that they can increase student motivation and activeness. The debriefing method is one of the efforts that can be made because it can increase the achievement of competency test graduation.
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kebiasaan Makan Terhadap Kejadian Anemia Pada Mahasiswa Non Kesehatan Universitas Sari Mulia Kusumawati, Linda; Redjeki, Dwi Sogi Sri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i2.910

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan, letih dan lesu sehingga akan berdampak pada kreativitas dan produktivitas. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32 %, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia.Tujuan: Penelitian untuk mengulas gambaran pengetahuan dan sikap mahasiswa non Kesehatan Universitas Sari Mulia terhadap anemia dengan perilaku konsumsi makanan.Metode: Metode yang digunakan adalah penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kategorik dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian cross sectional study Analisis data menggunakan Analisis Univariat, Bivariat dan MultivariatHasil: Pada variabel pengetahuan responden tentang anemia yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 23 orang (56%), variabel sikap responden dengan kategori baik tentang anemia berjumlah 18 orang (44%), variabel perilaku kebiasaan makan dengan kategori baik responden diperoleh sebanyak 20 orang (49%)Kesimpulan: terdapat mahasiswa yang mengalami anemia, maka diharapkan aktif mencari informasi untuk meningkatkan pengetahuan anemia agar dapat berperilaku menjaga diri terhindar dari anemia dengan mengelola kebiasaan makan yang sehat. Background: Anemia is a health problem that causes sufferers to experience fatigue, tiredness and lethargy which will have an impact on creativity and productivity. Based on 2018 Riskesdas data, the prevalence of anemia in adolescents is 32%, meaning that 3-4 out of 10 adolescents suffer from anemia.Objective: Research to review the description of knowledge and attitudes of non-health students of Sari Mulia University towards anemia with food consumption behavior.Methods: The method used in this research is categorical descriptive research with the research design used in this research is cross sectional study Data analysis using Univariate, Bivariate and Multivariate Analysis.Results: In the variable knowledge of respondents about anemia who have good knowledge as many as 23 people (56%), the variable attitude of respondents with good categories about anemia amounted to 18 people (44%), the variable behavior of eating habits with good categories of respondents obtained as many as 20 people (49%).Conclusion: there are students who experience anemia, so it is hoped that they will actively seek information to increase their knowledge of anemia so that they can behave to protect themselves from anemia by managing healthy eating habits.
Supportive EducativeBerbasis Integrasi Self Care Dan Family Centered Nursing Model Terhadap Dukungan Keluarga Dalam Meningkatkan Status Gizi Penderita Tuberkulosis Supriandi, Supriandi; Lestari, Mimin
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i2.925

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis biasanya dikaitkan dengan kemiskinan, kepadatan penduduk, alkoholisme, stres, kecanduan narkoba dan kekurangan gizi. Gizi kurang dan tuberkulosis merupakan masalah yang saling berhubungan atau saling berinteraksi satu sama lain. Status gizi kurang akan mempengaruhi imunitas dan akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena infeksi yang selanjutnya menjadi TB. Dukungan keluarga berpengaruh positif terhadap status gizi dan kepatuhan berobat dan secara statistik dinyatakan signifikan. Salah satu contoh dukungan yang berpengaruh terhadap status gizi penderita adalah dukungan instrumental, seperti: menyediakan makanan yang bergizi dan yang dibutuhkan oleh tubuh penderita TB paru sehingga status gizinya menjadi lebih baik dan mendukung untuk dapat sembuh.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh intervensi supportive educative system berbasis integrasi self care dan family centered nursing model terhadap dukungan keluarga dalam status gizi penderita tuberkulosis.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy experimental,standar sampel penelitian dengan jumlah 30 sampel pada kelompok control dan 30 sampel pada kelompok intervensi dengan metode adalah simple random sampling.Hasil: Pengetahuan meningkat pada kelompok intervensi, dukungan emosi meningkat baik pada kelompok intervensi, dukungan keluarga pada aspekpenghargaanjuga meningkat baik, dukungan instrument meningkat menjadi baik, dukungan informasi meningkat menjadi baik.Simpulan: Setelah dilakukan intervensi dukungan keluarga untuk semua sub variable dukungan mengalami peningkatan pada kelompok control, sedangkan pada kelompok perlakuaan dukungan yang mengalami peningkatan adalah dukungan emosi. Background: Tuberculosis is usually associated with poverty, overcrowding, alcoholism, stress, drug addiction and malnutrition. Malnutrition and tuberculosis are problems that are interconnected or interact with each other. Poor nutritional status will affect immunity and will reduce the body's resistance so that it is susceptible to infection which then becomes TB. Family support has a positive effect on nutritional status and treatment compliance and is statistically significant. One example of support that influences the nutritional status of sufferers is instrumental support, such as: providing nutritious food that is needed by the body of pulmonary TB sufferers so that their nutritional status becomes better and supports them to recover.Research Objective: Determine the effect of a supportive educational system intervention based on the integration of self care and a family centered nursing model on family support in the nutritional status of tuberculosis sufferers.Method: This research is a quantitative study with a quasi-experimental design, standard research sample with a total of 30 samples in the control group and 30 samples in the intervention group with a simple random sampling method.Results: Knowledge increased in the intervention group, emotional support increased well in the intervention group, family support in the appreciation aspect also increased well, instrument support increased to good, information support increased to good.Conclusion: After theintervention family support for all sub-variables support increased in the control group, while in the treatment group the support what has increased is emotional support.
Analisis Faktor Optimalisasi Peran Advokasi Perawat IGD Rumah Sakit di Kota Banjarmasin Heriani, Novia; Sari, Rohni Taufika
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i2.924

Abstract

Latar Belakang: Advokasi merupakan inti komitmen keperawatan yang bertindak untuk menjaga hak atas dasar asasi pasien. Peran ini sangat penting dalam hubungan perawat pasien karena menjadi tolak ukur untuk menunjang keberhasilan pengobatan pasien dan pelayanan kesehatan yang bermutu pada rumah sakit khususnya di ruang instalasi gawat darurat. Perawat instalasi gawat darurat dituntut untuk selalu melaksanakan perannya diberbagai situasi untuk melakukan tindakan penyelamatan pasien secara profesional. Akan tetapi, pelaksanaan peran advokasi oleh perawat masih kurang dipahami dan belum dilaksanakan secara optimal.Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan optimalisasi peran advokasi perawat instalasi gawat darurat.Metode: Jenis penelitian kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional, responden diambil dengan metode qouta sampling sebanyak 43 orang, dianalisa secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji statistik Spearman’s rho.Hasil: Penelitian ini didapatkan ada signifikansi statistik antara faktor pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), beban kerja (p=0,001), motivasi kerja (p=0,001), dan kondisi organisasi (p=0,000) dengan peran advokasi perawat (p value 0,05).Kesimpulan: Rumah Sakit perlu mempertahankan kebijakan yang mendukung peran advokasi perawat serta disarankan mengadakan pelatihan manajemen advokasi dan membentuk prosedural untuk meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan peran advokasi perawat instalasi gawat darurat.
Pengaruh Senam Lansia Sebagai Terapi Non Farmakologi dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Huzaifah, Zaqyyah; Sari, Rohni Taufika; Rahayu, Suci Fitri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v15i1.942

Abstract

Latar Belakang: Gaya hidup masyarakat yang lebih seperti makanan cepat saji dan kurang gerak dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk hipertensi, gagal jantung, diabetes mellitus, stroke, dan penyakit ginjal. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang dialami oleh banyak orang lanjut usia (lansia). Salah satu cara untuk mencegah komplikasi hipertensi dan untuk melatih lansia untuk aktif bergerak adalah dengan memberikan intervensi senam lansia.  Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh senam lansia sebagai terapi non farmakologi dalam menurunkan tekanan darah pada lansia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian Quasy Eksperiment dengan desain one group Pre and Post test design. Subjek pada penelitian ini adalah lansia yang berada pada wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya sebanyak 32 orang.Hasil: uji statistik menggunakan uji wilcoxon didapatkan nilai p value 0,000 yang mana nilai tersebut lebih kecil dari nilai α sehingga hipotesis diterima yaitu ada pengaruh senam lansia sebagai terapi non farmakologi dalam menurunkan tekanan darah pada lansia.Kesimpulan: Pengobatan hipertensi khususnya pada lansia perlu mendapatkan modifikasi dengan menambahkan terapi nonfarmakologi yaitu dengan melakukan senam lansia sehingga efek pengobatan lebih cepat dicapaiKata Kunci: Senam Lansia, Hipertensi, NonfarmakologiThe Effect of Elderly Exercise as a Non-Pharmacological Therapy in Lowering Blood Pressure in the ElderlyBackground: People's lifestyles that include fast food and lack of movement can cause various health problems including hypertension, heart failure, diabetes mellitus, stroke and kidney disease. Hypertension is a health problem experienced by many elderly people. One way to prevent hypertension complications and to train the elderly to be active is to provide elderly exercise interventions.Objective: To determine the effect of elderly exercise as a non-pharmacological therapy in lowering blood pressure in the elderly.Method: This research is a quantitative research using a Quasy Experiment research design with a one group Pre and Post test design. The subjects in this study were 32 elderly people who were in the working area of the Kuin Raya Community Health Center.Results: statistical tests using the Wilcoxon test obtained a p value of 0.000, which is smaller than the α value so that the hypothesis is accepted, namely that there is an effect of elderly exercise as a non-pharmacological therapy in lowering blood pressure in the elderly.Conclusion: Treatment of hypertension, especially in the elderly, needs to be modified by adding non-pharmacological therapy, namely by doing elderly exercises so that the treatment effect is achieved more quickly. 
Apakah Ada Pengaruh Senam Ergonomik Dan Aromaterapi Terhadap Penurunan Tekanan Darah? Hasaini, Asni; Muhlisoh, Muhlisoh
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v15i1.886

Abstract

Latar Belakang : hipertensi merupakan penyakit yang prevelensi kasusnya tinggi dan dapat mengancam jiwa penderita. Pola hidup yang kurang baik merupakan salah satu faktor penyebab hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi ada dua yaitu pengobatan farmokologi dan non farmakologi. Farmakologi dengan pemberian obat antihipertensi, sedangkan non farmakologi dapat dilakukan dengan aktivitas fisik berolahraga, salah satunya dengan senam ergonomik dan komplementer dengan pemberian aromaterapi misalnya lemon.Tujuan : menganalisis pengaruh senam ergonomik dan aromaterapi terhadap penurunan tekanan darah di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 1Metode : Desain penelitian ini adalah One-Group Pretest-Posttest Design, Sampel penelitian adalah penderita hipertensi sebanyak 19 reponden dengan purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan lembar observasi dan alat sphygmomanometer digital. Analisis data univariat mengunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji paired t testHasil : Ada pengaruh penurunan tekanan darah sistole dan diastole sebelum dan sesudah dilakukan senam ergonomik dan aromaterapi dengan ρ value = 0,000 dan selisih rerata sistole sebesar 11,421 mmHg dan rerata diastole sebesar 13.842 mmHg.Kesimpulan : Ada pengaruh senam ergonomik dan aromaterapi terhadap penurunan tekanan darah. Dan disarankan sebagai pengobatan non farmokologis yang mudah dan aman diterapkan, serta efisien denga ektivitas yang tinggi sehingga dapat di anjurkan sebagai alternatif pengobatan bagi penderita hipertensi.Is There an Effect of Ergonomic Gymnastics and Aromatherapy on blood pressure reduction? Background: hypertension is a disease with a high prevalence of cases and can be life-threatening. Poor lifestyle is one of the factors causing hypertension. There are two treatments for hypertension, namely pharmacological and non-pharmacological treatments. Pharmacology by administering antihypertensive drugs, while non-pharmacology can be done with physical activity exercise, one of which is ergonomic and complementary gymnastics by giving aromatherapy such as lemon.Objective: to analyze the effect of ergonomic gymnastics and aromatherapy on lowering blood pressure in the Martapura 1 Health Center Working Area.Methods: The design of this study was One-Group Pretest-Posttest Design, the research sample was hypertensive patients as many as 19 respondents with purposive sampling. This research instrument uses observation sheets and digital sphygmomanometer tools. Univariate data analysis using frequency distribution and bivariate analysis using paired t test.Results: There is an effect of decreasing systole and diastole blood pressure before and after ergonomic gymnastics and aromatherapy with ρ value = 0.000 and a difference in mean systole of 11.421 mmHg and mean diastole of 13.842 mmHg.Conclusion: There is an effect of ergonomic gymnastics and aromatherapy on lowering blood pressure. And it is suggested as a non-pharmacological treatment that is easy and safe to apply, and efficient with high effectiveness so that it can be recommended as an alternative treatment for people with hypertension. 
Hubungan Pengetahuan Bidan Praktek Swasta Dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Anggraini, Desi; Hasanah, Dwi Ris
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i1.939

Abstract

Latar Belakang:Inisiasi menyusu dini (early initiation) atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Inisiasi menyusu dini sangat bermanfaat bagi bayi dan bagi ibu, yaitu dapat menurunkan angka kematian bayi, selain itu dapat menghentikan perdarahan pasca persalinan dengan lebih cepat dan mempercepat terlepasnya placenta.Tujuan: untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan bidan praktek swasta dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Tahun 2022.Metode:Desain penelitian yang digunakan adalah secara analitik dengan pendekatan cross secsional. Jumlah sampel sebanyak 52 orang dengan metode pengambilan sampel total sampling. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Tahun 2022. Analisis data dengan uji chi square. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang berisi data demografi, 10 pertanyaan pengetahuan, dan 10 pernyataan pelaksanaan.Hasil: sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 34 responden (65,4%), dan memiliki pengetahuan yang kurang baik sebanyak 18 responden (3,6%). Responden yang memiliki pelaksanaan baik sebanyak 46 responden (88,5%), dan memiliki pelaksanaan yang kurang baik sebanyak 6 responden (11,5%). Dari hasil penelitian di dapatkan nilai p=0,400, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan bidan praktek swasta dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini, karena dari 34 responden yang memiliki pengetahuan baik, 31 responden (59,7%) diantaranya memiliki pelaksanaan yang baik dan 3 responden (5,7%) memiliki pelaksanaan yang kurang baik. Sedangkan dari 18 responden yang memiliki pengetahuan kurang baik, 15 responden (28,8%) diantaranya memiliki pelaksanaan yang baik dan 3 responden (5,7%) memiliki pelaksanaan yang kurang baik.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan bidan praktik swasta dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini, dengan nilai p sebesar 0,400. Background: Early initiation of breastfeeding is when a baby starts to feed itself immediately after birth. Early initiation of breastfeeding is very beneficial for the baby and for the mother, which can reduce infant mortality, besides that it can stop postpartum bleeding more quickly and accelerate the detachment of the placenta.Objective: to identify the relationship between the knowledge of private practice midwives with the implementation of early breastfeeding initiation in the Tanjung Morawa Health Center Working Area in 2022.Methods: The research design used was analytic with a cross-sectional approach. The number of samples was 52 people with a total sampling method. The research was conducted in the Tanjung Morawa Health Center Working Area in 2022. Data analysis with chi square test. The instrument in this study was a questionnaire containing demographic data, 10 knowledge questions, and 10 implementation statements.Results: most respondents had good knowledge as many as 34 respondents (65.4%), and had poor knowledge as many as 18 respondents (3.6%). Respondents who had good implementation were 46 respondents (88.5%), and had poor implementation as many as 6 respondents (11.5%). From the results of the study obtained a value of p = 0.400, this indicates that there is no significant relationship between the knowledge of private practice midwives with the implementation of early breastfeeding initiation, because of the 34 respondents who had good knowledge, 31 respondents (59.7%) of them had good implementation and 3 respondents (5.7%) had poor implementation. Meanwhile, of the 18 respondents who had poor knowledge, 15 respondents (28.8%) of them had good implementation and 3 respondents (5.7%) had poor implementation.Conclusion: There is no significant relationship between the knowledge of private practice midwives and the implementation of early breastfeeding initiation, with a p value of 0.400.
Pengaruh Senam Otak Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia Demensia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Lisnawati, Ica
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v15i1.948

Abstract

Latar Belakang: Gangguan kesehatan pada lansia umumnya banyak terjadi salah satunya berkurangnya daya ingat. Penurunan kognitif atau daya ingat pada lansia yang tiap tahun semakin meningkat sehingga hal ini menjadi tantangan serius karena dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan otak dalam kecepatan megolah informasi, mengambil keputusan, mengingat, bahkan melakukan aktifitas sehari-hari. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan senam otak yang mampu memperkuat kemampuan kognitif yang masih ada.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia demensia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru.Metode: Penelitian ini memakai metode kuantitatif dan desain penelitian yaitu quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling.Hasil: Hasilpenelitian menunjukkan ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia demensia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru yang dibuktikan dengan hasil uji statistik Paired Samples T-Test didapatkan hasil p = 0.000 0.05.Kesimpulan: senam otak memiliki pengaruh positif terhadap fungsi kognitif lansia dengan demensia, yang dibuktikan melalui uji statistik Paired Samples T-Test dengan nilai p = 0.000, yang lebih kecil dari 0.05.The Effect of Brain Gymnastics on Cognitive Function in Elderly Dementia at Budi Sejahtera Tresna Werdha Social Care Center Landasan Ulin District, Banjarbaru CityBackground: Health problems in the elderly generally occur, one of which is reduced memory. Cognitive decline or memory in the elderly which is increasing every year so that this becomes a serious challenge because it can result in a decrease in the brain's ability to process information, make decisions, remember, and even carry out daily activities. Efforts that can be made are with brain exercises that can strengthen cognitive abilities that still exist.Objective: to determine the effect of brain exercises on improving cognitive function in elderly dementia at Tresna Werdha Budi Sejahtera Social Home, Landasan Ulin District, Banjarbaru City.Methods: This study used quantitative methods and the research design was quasi-experimental with a one group pretest and posttest design. The sample in this study amounted to 30 people with purposive sampling technique.Results: The results showed that there was an effect of brain exercises on cognitive function in elderly dementia at the Tresna Werdha Budi Sejahtera Social Home, Landasan Ulin District, Banjarbaru City as evidenced by the results of the Paired Samples T-Test statistical test obtained p = 0.000 0.05.Conclusion: Brain exercises have a positive effect on cognitive function of elderly people with dementia, as evidenced by the Paired Samples T-Test statistical test with a p value = 0.000, which is smaller than 0.05.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Tuberculosis (TB) Multidrugs Resistant (MDR): Literature Review Akbar, Rizaluddin; Hidayati, Titiek
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v15i1.930

Abstract

Latar Belakang : WHO memprediksi prevalensi TB MDR kurang lebih total kasus sebanyak 440.000 per tahun di dunia dan angka kematian yang cukup tinggi yaitu sekitar 150.000. Indonesia menduduki rangking ke 8 dari 27 negara–negara yang mempunyai beban tinggi dan prioritas kegiatan untuk TB MDR/XDR. Beban TB MDR di 27 negara ini menyumbang 85% dari beban TB MDR global. Kepatuhan pasien dalam melakukan pengobatan memegang peranan penting dalam keberhasilan pengobatan tuberkulosis karena dapat menimbulkan resistensi terhadap kuman tuberkulosis sehingga obat anti tuberkulosis (OAT) tidak dapat mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis atau disebut Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB).Tujuan  : untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberculosis (TB) Multidrugs Resistant (MDR).Metode : Literatue ini menggunakan pencarian online menggunakan data base yang digunakan penulis antara lain yaitu PubMed,  Wiley Online Library, Science Direct Google Schoolar dengan batasan tahun publikasi 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2015 sampai 2020. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literarut yaitu “Medication Adherence” AND “Tuberculosis MDR Patient” AND “faktors” AND “multi drugs resistant”.Hasil : Penelusuran awal mendapatkan hasil artikel sejumlah 7.135 yang menunjukkan korelasi tinggi terhadap topik yang akan direview. Hasil akhir artikel yang memenuhi syarat sejumlah 14 artikel kemudian disintesis dan dikaji kualitasnya dengan tools yaitu Joanna Briggs Institute (JBI).Kesimpulan :  Faktor kepatuhan pengobatan pada literature yang sudah direview  antara lain faktor lingkungan, faktor individu, faktor demografik, faktor interpersonal, faktor ekonomi.Factors Affecting Adherence With Treatment In Tuberculosis (TB) Patients Multi Drugs Resistant (MDR) : Literatur Review Background: WHO predicts the prevalence of MDR TB of approximately 440,000 total cases per year in the world and a fairly high mortality rate of around 150,000. Indonesia was ranked 8th in 27 countries with high burden and priority for MDR / XDR TB activities. The burden of MDR TB in these 27 countries accounts for 85% of the global MDR TB burden. Patient compliance with treatment plays an important role in the treatment of tuberculosis because it can cause resistance to tuberculosis germs so that anti-tuberculosis drugs (OAT) cannot prevent the spread of tuberculosis or it is called Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB).Purpose: The aim of the literature review is to determine the factors that influence the treatment of multidrugs resistant (MDR) tuberculosis (TB) patients.Method: This statue uses an online search using databases used by the author, including PubMed, Wiley Online Library, Google Schoolar Science Direct with a publication year limit for the last 5 years, from 2015 to 2020. The keyword used in literary search is "Medication. Adherence "AND" MDR Tuberculosis Patients"AND" Factors "AND"multi-drug resistance ".Results: The initial search resulted in 7,135 article results which indicated a high level of the topic being reviewed. The final results of the articles that meet the requirements of 14 articles are then synthesized and assessed for quality using a tool, namely the Joanna Briggs Institute (JBI).Conclusion: Treatment factors in the reviewed literature include environmental factors, individual factors, demographic factors, interpersonal factors, and economic factors. 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue