cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 116 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 116 Documents clear
Pemerolehan “Barata” (Bahasa Ujaran Satu Dua Kata) Anak Usia 2 Tahun Muhammad Nurahmad; Arifuddin Arifuddin; Muh. Ali Imran; Desy Ayu Andhira
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1692

Abstract

Penelitian yang digunakan adalah penelitian menggunakan metode simak yang dijabarkan dalam wujud teknik berupa teknik dasar yaitu teknik sadap, yakni mengamati ujaran anak usia 2 tahun yang sudah ditetapkan menjadi responden. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian, digunakan beberapa teknik yaitu teknik dekumentasi, klasifikasi, dan introspeksi. Sedangkan teknik analisis datanya dalam penelitian ini adalah model analisis mengalir atau flow model of analisis. Berdasarkan data dan pembahasan yang dilakukakn dalam penelitian ini, anak yang berumur dua tahun empat bulan ujaran yang dihasilkan berupa ujaran satu kata dan ujaran dua kata yang terdiri atas empat fungsi ujaran yakni pernyataan, pertanyaan, memberi informasi, dan permintaan. Anak umur sekian mula-mula hanya memakai ujaran satu kata, kemudian ujarannya meningkat menjadi ujaran dua kata, Ujaran yang dihasilkan anak umur dua tahun empat bulan dari minggu pertama hingga minggu kedua terus mengalami grafik peningkatan yang mulanya ujarannya didominasi ujaran satu kata pada akhirnya didominasi oleh ujaran dua kata. Kata bagi anak sebenarnya adalah kalimat penuh, tetapi karena belum dapat mengatakan lebih dari satu kata, maka anak hanya mengambil satu kata.
Dampak Media Sosial terhadap Perubahan Nilai-nilai Budaya di Kalangan Generasi Muda Ubaidullah Ubaidullah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak media sosial terhadap perubahan nilai-nilai budaya di kalangan generasi muda di Indonesia. Dengan meningkatnya penggunaan platform media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok, generasi muda terpapar pada berbagai nilai dan norma yang beragam, yang dapat mempengaruhi cara mereka berpikir dan berperilaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan survei terhadap beberapa responden yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam mengubah nilai-nilai budaya, baik secara positif maupun negatif. Di satu sisi, media sosial memperkenalkan nilai-nilai inklusivitas dan keberagaman, sementara di sisi lain, juga menyebabkan penurunan nilai-nilai tradisional dan peningkatan perilaku konsumtif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun media sosial dapat menjadi alat untuk memperkaya budaya, ada risiko yang perlu diwaspadai terkait dengan hilangnya nilai-nilai budaya lokal.
Resistensi Perempuan terhadap Norma Sosial: Sebuah Kritik Sastra Feminisme dan Sosiologis pada Novel Yuni Annisa Putri Ramadhini; Keti Wahdania; Ahmad Supena
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi perempuan dan bentuk-bentuk perlawanan terhadap nilai-nilai patriarki dalam novel Yuni karya Ade Ubaidil. Novel ini merepresentasikan sosok perempuan muda yang menghadapi tekanan sosial, terutama terkait tuntutan pernikahan dan pengabaian terhadap hak pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis dan sosiologis. Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat terhadap kutipan narasi dan dialog dalam novel yang mencerminkan ketimpangan gender dan nilai patriarkal yang masih kuat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh Yuni digambarkan sebagai sosok yang berani melawan dominasi sosial, menolak pernikahan tanpa konsensus, dan mempertahankan hak atas pendidikan di tengah tekanan budaya yang konservatif. Selain itu, novel ini juga mengkritik konstruksi sosial terhadap perempuan yang direduksi menjadi peran domestik dan tunduk pada mitos-mitos tradisional seperti pamali. Melalui resistensi tokoh utama, novel Yuni menjadi medium sastra yang tidak hanya menyuarakan perjuangan perempuan, tetapi juga menawarkan kritik terhadap budaya patriarki yang membatasi kebebasan dan martabat perempuan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sastra feminis dan kesadaran kritis akan pentingnya otonomi perempuan dalam menentukan pilihan hidupnya.
Complaint Strategies by Indonesian with Special Preference to Makassarese Pratiwi Bahar
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1719

Abstract

This research aims to elaborate the kind of complaint strategies do Indonesian with Special Preference to Makassarese employ. This research study adopts DCT (Discourse Completion Task) as the research instrument for collecting data. DCT is a form of questionnaire describing some natural situations to which the respondents are expected to react making complaints. The data for this study taken from 30 native speakers of Indonesian especially Makassarese. Subjects are asked to participate in the study in person by the researcher. The subjects are provided with a survey packet comprised of the Informed Consent, the Demographic Survey, and the DCT. Subjects are asked to complete the Informed Consent. In analyzing the data, the researcher makes a table of responses from all the respondents in each situation. And then, the data of this research are analyzed based on the compilation of strategy from six linguists such as Giddens (1981), Olstain & Weinbach (1993), Boxer (1993), Trosborg (1995), Murphy & Neu (1996), and Rinnert & Nogami (2006). By this compilation of strategy, the researcher identifies the strategy applied by the participant in complaining. The analysis shows that the kind of complaint strategies do Indonesian especially Makassarese in complaining are complaint, criticism, explanation of purpose, candidate solution, sarcasm, threat, apology, asking for responsibility, expressing disappointment, opener, justification, preaching, closing and satire. By doing a research about complaining behavior of Indonesian, the researcher suggests in this study that is the addition to the notion of classification of complaint strategy developed by the linguists based on the phenomena found in the research. The strategy is added up to this compilation is satire. Satire is a humorous way of criticizing people or ideas to show that they have faults or are wrong, or a piece of writing or a play that uses this style.
Teks yang Mengutip dan Menggugat: Intertekstualitas Kematian Anda yang Tak Sia-Sia karya Alfian Dippahatang Faisal Oddang; Muslimat Muslimat; Andi Meirling AJ; Syahwan Alfianto Amir
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teks hadir untuk mengutip dan menggugat dalam novel Kematian Anda yang Sia-Sia karya Alfian Dippahatang. Dalam novel, beberapa teks dibangun atas mozaik dari berbagai kutipan, penyerapan, dan transformasi atas teks lainnya. Teks adalah segala yang terbaca sebagai semesta latar cerita atau hipogram, baik secara aktual ataupun potensial. Gugatan pada laku tradisional, sanggahan untuk sistem nilai, dan interupsi untuk para moralis merupakan teks. Berdasarkan hasil kajian, terdapat upaya pengutipan sekaligus gugatan atas hipogram yang dilakukan Dippahatang. Konflik agraria dan perebutan lahan merupakan sesuatu yang dikutip dan diamplifikasi sementara stigma atas perempuan merupakan gugatan yang terang disuarakan.
Using Artificial Intelligence NLP Model To Improve EFL Highschool Students’ English Speaking Ability Irsan Suandi Idrus; Arqam Arqam; Magdahalena Tjalla; Abdul Haris Sunubi; Ambo Dalle
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1732

Abstract

The study focused on improving students’ speaking skills through the use of AI-based Natural Language Processing (NLP) tools. The main goals are to find and analyze the using Artificial Intelligence NLP models in improving English speaking ability among students at MAN 2 Parepare, and to know and analyze what factors influence the success of using Artificial Intelligence NLP models in enhancing the English-speaking ability of EFL students at MAN 2 Parepare. This study applied a descriptive quantitative method, collecting data from 34 students using observation, oral tests, and questionnaires. The oral tests evaluated fluency, pronunciation, accuracy, and content, while the questionnaire—based on the Technology Acceptance Model (TAM)—measured students’ perceptions of the tool’s usefulness and ease of use. The results showed three main findings. First, the use of AI NLP models like Google Assistant offered personalized and interactive speaking practice, which helped improve students’ speaking performance. Second, there was a significant difference between pre-test and post-test results, with the t-test score (2,316) being higher than the t-table value (1,697), showing the positive impact of the AI tool. Third, two key factors supported the success of this approach: 74,19% of students considered the AI tool “very useful,” and 70,97% found it “very easy to use.” These factors contributed to increased motivation and active participation in speaking activities.
Strategi Bahasa dalam Permintaan Maaf Tokoh Publik: Analisis Linguistik Forensik terhadap Klarifikasi Aldy Maldini di Media Sosial Ekfindar Diliana
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks permintaan maaf publik Aldy Maldini yang disampaikan melalui media sosial dengan pendekatan linguistik forensik. Analisis difokuskan pada struktur wacana, bentuk tindak tutur, serta strategi kebahasaan seperti mitigasi dan face-saving yang digunakan untuk membangun citra penyesalan dan tanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori linguistik forensic (Coulthard dan Johnson (2010)), tindak tutur Searle (1969), teori kesantunan Brown dan Levinson (1987), dan teori analisis wacana kritis Fairclough (1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan maaf tersebut memuat tindak tutur ekspresif dan komisif yang dibingkai dengan strategi kesantunan negatif, seperti penggunaan bentuk pasif dan permintaan izin, untuk menurunkan ancaman terhadap muka publik. Di sisi lain, penggunaan ujaran yang bersifat ambigu dan tidak langsung, seperti “menyelesaikan semua urusan” atau “proses refund sedang berjalan”, menunjukkan adanya strategi pengaburan tanggung jawab secara linguistik. Dari perspektif linguistik forensik, teks ini memperlihatkan penggunaan bahasa sebagai alat negosiasi niat baik dan klarifikasi, sekaligus menjaga jarak dari potensi implikasi hukum. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam permintaan maaf publik bukan hanya sarana ekspresi, tetapi juga perangkat strategis dalam pengelolaan citra dan konflik sosial di ruang digital.
Perkembangan Fonologi Anak Usia Dini: Perspektif Psikolinguistik pada Pemerolehan Bahasa Pertama Saffanah Dhiyaan; Sintia Agustin; Sundawati Tisnasari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1744

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi utama manusia yang penting untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan emosi. Pemerolehan bahasa, terutama pemerolehan bahasa pertama, dipengaruhi oleh banyak hal, seperti lingkungan dan interaksi sosial. Metode psikolinguistik digunakan dalam penelitian ini untuk menemukan kesalahan fonologis pada anak usia dini. Metode deskriptif kualitatif digunakan, dan subjek penelitian adalah Rayyanza, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun tiga bulan yang mengalami hambatan artikulasi. Jenis kesalahan pengucapan diidentifikasi melalui analisis ujaran yang dilakukan pada video YouTube. Terdapat 28 ujaran dalam penelitian, 20 di antaranya mengalami kesalahan pada fonem /r/ yang berubah menjadi /l/ (cadel), dan 8 ujaran lainnya menunjukkan variasi kesalahan seperti penambahan, penghilangan, dan perubahan fonem. Kesalahan ini menunjukkan pola fonologis yang umum pada anak usia dini karena perkembangan artikulasi yang belum sempurna. Penelitian ini menegaskan bahwa proses pemerolehan bahasa anak harus diperhatikan sejak dini agar anak tidak mengalami gangguan artikulasi yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi mereka di masa depan.
Karya Sastra sebagai Cermin Masyarakat: Analisis Sosiologis Cerpen Neka Karya Eep Saefulloh Fatah Sintia Agustin; Saffanah Dhiyaan; Ahmad Supena
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1745

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk mempelajari cerpen Neka oleh Eep Saefulloh Fatah. Penelitian berfokus pada ranah teks yang menggambarkan perubahan sosial, politik, dan ideologis yang terjadi di Timor Leste setelah kemerdekaan. Sebagian besar kritikus dan pakar sastra berpendapat bahwa karya sastra tidak hanya merupakan produk budaya tetapi juga merupakan sarana estetika yang mengandung konstruksi nilai dan realitas sosial. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, analisis cerpen ini difokuskan pada tokoh, latar, konflik, dan narasi sebagai representasi hubungan antara kuasa, identitas, dan resistensi. Studi menunjukkan bahwa Neka berbicara tentang tujuh masalah utama: ketimpangan sosial-ekonomi, tekanan politik yang disebabkan oleh konflik identitas, kekerasan ideologis, keterasingan sosial, kekerasan berbasis gender, kritik terhadap hegemoni kekuasaan, dan ketegangan antara nasionalisme dan marginalisasi identitas lokal. Melalui cerita yang diceritakan oleh tokohnya, cerpen ini menunjukkan bahwa sastra dapat menjadi alat untuk berpikir dan menentang sistem politik dan sosial yang menindas.
Utilizing Sandy AI to Enhance English Language Teachers’ Speaking Instructional Skills In MGMP Madrasah Aliyah Under The Ministry of Religious in Soppeng Regency Guntur Bratama; Arqam Arqam; Magdahalena Tjalla; Zulfah Zulfah; Ambo Dalle
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1748

Abstract

The integration of artificial intelligence (AI) in language education offers a promising pathway to enhance teacher competence, particularly in speaking instruction. Despite its potential, some English teachers in the MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Madrasah Aliyah under the Ministry of Religious Affairs in Soppeng Regency continue to face difficulties in effectively utilizing AI tools and delivering CEFR B1-level speaking materials, particularly expressions of suggestion and offering help. This study aimed to analyze the effectiveness of Sandy AI in improving teachers’ speaking instructional skills and to explore the integration of AI within professional development programs. Employing a Classroom Action Research (CAR) design using the Kemmis and McTaggart model, the research was conducted over two cycles and involved ten English teachers. Each cycle followed the stages of planning, acting, observing, and reflecting. In Cycle 1, teachers received initial training on Sandy AI and lesson development using the Problem-Based Learning (PBL) method. Following the first cycle, additional interventions were implemented in Cycle 2, including targeted CEFR B1 training, peer mentoring by high-performing teachers, and workshops on AI troubleshooting. Data collection was conducted through structured observation using a rubric that assessed instructional clarity, AI usage, CEFR explanation, and student engagement. The results demonstrated significant improvement in teacher performance, with a 32% increase in average scores and 90% of participants achieving the success criteria by Cycle 2. Teachers showed enhanced confidence, clearer instructional delivery, and more interactive use of Sandy AI in the classroom. The findings indicate that Sandy AI is an effective and practical tool to improve speaking instruction when supported by a structured, iterative professional development framework. This model is particularly applicable to religious-based educational contexts seeking to modernize language teaching through AI integration.

Page 11 of 12 | Total Record : 116