cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 209 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 209 Documents clear
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Lirik Berejug Adat Pernikahan pada Masyarakat Suku Serawai di Kelurahan Sembayat Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma Melzi Puspita Sari; Kasmantoni Kasmantoni; Dina Putri Juni Astuti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam lirik Berejung pada prosesi adat pernikahan masyarakat Suku Serawai di Kelurahan Sembayat, Kecamatan Seluma Timur, Kabupaten Seluma. Berejung merupakan bentuk puisi lisan tradisional yang dilantunkan dalam upacara adat, khususnya pernikahan, sebagai media penyampaian pesan, nasihat, dan harapan secara simbolis dan estetis. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan teori tindak tutur oleh Searle yang membagi tindak tutur ilokusi menjadi lima jenis: asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat dan pelantun berejung, serta dokumentasi dan transkripsi lirik Berejung yang digunakan dalam acara pernikahan adat. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik Berejung mengandung beragam tindak tutur ilokusi, dengan dominasi tindak tutur ekspresif dan asertif, yang mencerminkan fungsi utama Berejung sebagai sarana mengungkapkan doa, pujian, dan nilai-nilai budaya. Tindak tutur direktif dan komisif juga ditemukan, terutama dalam bentuk nasihat dan harapan kepada pasangan pengantin. Tindak tutur deklaratif ditemukan dalam konteks pengukuhan nilai-nilai adat dan restu dari pihak keluarga atau tokoh adat. Penelitian ini menunjukkan bahwa Berejung bukan sekadar seni tutur, tetapi juga sarana komunikasi budaya yang kaya akan nilai sosial, moral, dan spiritual masyarakat Suku Serawai.
Integrasi Komunikasi Digital Terhadap Penggunaan Emoji dan Pesan Singkat dalam Dialog Generasi Z di Whattsap: Suatu Kajian Pragmatik Fadilla Aura Ramadani; Erfriani Sekar Talenta Simangunsong; Ela Emayusnita Sirait; Kristin Dwi Amsari Pasaribu; Ferdinand Simbolon
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2524

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi manusia, terutama Generasi Z yang menjadikan WhatsApp sebagai media utama interaksi sehari-hari. Pergeseran dari komunikasi tatap muka ke komunikasi berbasis teks memunculkan dinamika baru dalam penggunaan bahasa, di mana emoji dan pesan singkat berperan penting dalam membentuk makna dialog. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran emoji dan pesan singkat dalam proses komunikasi Generasi Z di WhatsApp. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 50 responden Generasi Z berusia 17–23 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (78%) menganggap emoji membantu menyampaikan emosi, menegaskan maksud pesan, dan mengurangi kesalahpahaman. Sebanyak 56% responden menggunakan pesan singkat berupa singkatan kata untuk mempercepat interaksi, menyesuaikan gaya komunikasi cepat di media sosial. Namun, 84% responden juga menilai penggunaan emoji dan singkatan yang berlebihan dapat menimbulkan ambiguitas dan mengaburkan makna pesan. Temuan ini menegaskan pentingnya kesadaran pragmatis dalam menggunakan emoji dan pesan singkat agar komunikasi tetap efektif, jelas, dan sesuai konteks.
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia pada Papan Nama Toko dan Reklame di Pagar Dewa Kota Bengkulu Sendi Olviansyah; Fera Zasrianita; Randi Randi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa Indonesia pada papan nama toko dan reklame di Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Bahasa sebagai sarana komunikasi memiliki fungsi strategis dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi, serta mencerminkan identitas dan budaya bangsa. Namun, praktik penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik sering mengalami penyimpangan, terutama dalam hal ejaan, tanda baca, dan diksi, akibat pengaruh bahasa sehari-hari, bahasa asing, dan kurangnya pemahaman kaidah kebahasaan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan paling dominan terdapat pada ejaan dan tanda baca, seperti penggunaan singkatan “DLL” yang seharusnya “dan lain-lain”, tanda ampersand (&) yang seharusnya “dan”, serta penulisan kata tidak baku seperti “souvenir” yang seharusnya “suvenir”. Kesalahan tersebut umumnya disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengaruh bahasa lisan, serta minimnya perhatian terhadap kaidah kebahasaan formal. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kesadaran berbahasa melalui pendidikan, sosialisasi, dan regulasi, sehingga papan nama dan reklame tidak hanya menjadi media informasi dan identitas usaha, tetapi juga sarana edukatif yang mendukung pelestarian bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Kajian Ungkapan Tradisional dalam Masyarakat Suku Besemah di Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Kaur Utara Kabupaten Kaur Alexander Rahmadan; Mus Mulyadi; Meddyan Heriadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2543

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna ungkapan tradisional dalam masyarakat Suku Besemah di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Kaur Utara, Kabupaten Kaur. Bahasa daerah, khususnya ungkapan tradisional, merupakan sarana komunikasi yang mengandung nilai moral, sosial, dan budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisional memiliki tiga fungsi utama: sebagai nasehat, sindiran, dan motivasi. Ungkapan “nasehat” berfungsi memberikan petunjuk, teguran, motivasi, dan menanamkan nilai kebaikan, misalnya “Ame ndak mulie kenal nga jeme” mengajarkan pentingnya bergaul dengan orang berbudi pekerti luhur. Ungkapan “sindiran” digunakan untuk mengoreksi perilaku secara halus, seperti “Luk kacang ndik teghingat nga kulit” yang menyindir orang lupa asal-usulnya. Ungkapan “motivasi” berfungsi menumbuhkan semangat dan dorongan untuk mencapai tujuan, misalnya “Sepincang sejalan” menekankan pentingnya kerjasama dan harmonisasi dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini menegaskan bahwa ungkapan tradisional merupakan media pelestarian budaya lokal, pendidikan moral, dan pengembangan karakter generasi muda, sehingga upaya revitalisasi melalui dokumentasi dan pengajaran sangat diperlukan
Narasi Kebencian di Era Digital: Studi Kasus Hujatan Netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari dalam Kontroversi Remake K-Drama Business Proposal Ade Yustina; Devi Apyunita; Aritiastary Aritiastary; Sri Mei Maharani Putri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ujaran kebencian, faktor penyebab kemunculannya, serta dampak sosial yang ditimbulkan pada kasus hujatan netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari dalam kontroversi remake Business Proposal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa komentar netizen pada akun Instagram Abidzar yang diperoleh melalui teknik dokumentasi. Data dianalisis melalui klasifikasi bentuk ujaran, pengelompokan tema, serta interpretasi konteks sosial-budaya yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk utama ujaran kebencian, yaitu sarkasme, kritik kasar, dan ujaran provokatif, dengan sarkasme sebagai bentuk yang paling dominan. Munculnya hujatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pernyataan kontroversial aktor terkait proses adaptasi drama, sensitivitas penggemar K-Drama terhadap karya asli, nilai budaya kolektif yang menjunjung kesopanan, anonimitas pengguna media sosial, serta framing negatif oleh media daring. Ujaran kebencian tersebut berdampak pada munculnya cancel culture, pembentukan stigma negatif terhadap Abidzar, dan potensi kerugian bagi industri hiburan. Penelitian ini menegaskan bahwa dinamika komunikasi digital memiliki peran signifikan dalam membentuk opini publik dan menentukan konstruksi citra figur publik di era media sosial.
Penerapan Strategi Membaca 4S (Skimming, Scanning, Selecting, Skipping) dalam Meningkatkan pemahaman Kemampuan Membaca Siswa Kelas XI SMA Silmi Aulia Nurul Qolbi; Rifa Nurfaizah; Febri Fauzan Wirasasmita; Ai Siti Nurjamilah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi membaca 4S (Skimming, Scanning, Selecting, dan Skipping) dalam meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan siswa. Penelitian dilaksanakan pada 12 siswa kelas XI yang mengikuti rangkaian kegiatan membaca berdasarkan tahapan strategi 4S. Tahapan tersebut meliputi skimming untuk memperoleh gambaran umum teks, scanning untuk menemukan informasi khusus, selecting untuk menandai bagian penting yang relevan, serta skipping untuk melewati informasi yang dianggap tidak diperlukan. Setelah semua tahap selesai, siswa diberikan tes pemahaman bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11 siswa memperoleh nilai 10 dan satu siswa memperoleh nilai 8, dengan nilai rata-rata 9,8. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi membaca 4S efektif membantu siswa memahami isi bacaan secara lebih cepat, tepat, dan terarah. Dengan demikian, strategi 4S dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran membaca guna meningkatkan pemahaman bacaan siswa.
Deiksis dalam Cerpen “Harum” Karya Raditya Dika: Kajian Pragmatik Salsabila Azahra; Annisa Putri Ramadhini; Elsa Agustina Manurung; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2556

Abstract

Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana lima kategori deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial dapat digunakan untuk mengembangkan plot, memperjelas referensi, serta menciptakan hubungan antar karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan peran dari kelima kategori deiksis tersebut serta menjelaskan kontribusinya terhadap pemahaman pragmatik dalam teks sastra. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data yang berupa unsur kebahasaan yang memiliki tanda deiksis. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan sesuai dengan teori deiksis yang dikemukakan oleh Levinson. Temuan penelitian menunjukkan bahwa deiksis persona menjadi tipe yang paling menonjol, terutama melalui penggunaan kata aku, kamu, dan dia yang merefleksikan sudut pandang pencerita, kedekatan antar karakter, serta penggambaran tokoh perempuan misterius dalam cerita tersebut. Deiksis tempat digunakan untuk menunjuk lokasi-lokasi signifikan seperti kuburan, perpustakaan, dan berbagai ruang naratif lain yang muncul melalui ingatan karakter. Deiksis waktu berfungsi untuk menjelaskan urutan kejadian dengan menggunakan penanda seperti hari itu, sore itu, dan dua tahun kemudian. Deiksis wacana muncul melalui penggunaan kata ini dan itu yang memperkuat kesinambungan naratif, sedangkan deiksis sosial terlihat dari sapaan seperti Pak, mas-mas, dan anak magang yang mencerminkan struktur sosial dan etika berbahasa. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa deiksis memiliki peranan krusial dalam membentuk konteks, hubungan, serta makna pragmatis dalam cerpen “Harum”, dan memberikan kontribusi untuk kajian pragmatik dalam sastra Indonesia modern.
Orang Patut: Konstruksi Identitas dan Kekuasaan dalam Kepemimpinan Melayu Tradisional Elmustian Elmustian; El Firdausia Yahfis; Nazhifa Fadila
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep orang patut dalam masyarakat Melayu yang berfokus pada pembentukan hierarki sosial dan kepemimpinan. Data dalam penelitian ini berupa teks klasik Tunjuk Ajar Melayu tentang konsep kepemimpinan, moralitas, dan legitimasi kekuasaan. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian memaparkan bahwa norma adat “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah” yang mengarah standar kepatuhan dan otoritas pemimpin sebagai teladan, penengah, dan penjaga marwah. Hasil menunjukkan bahwa Orang Patut berfungsi sebagai modal simbolik yang meneguhkan marwah, akal, dan budi sebagai syarat kepemimpinan, sekaligus menjadi mekanisme sosial untuk menilai teladan, penengah, dan penjaga tata nilai. Pada era modernisasi, makna kepatutan bergeser menuju integritas, kompetensi, dan tanggung jawab sosial tanpa menanggalkan landasan etis adat. Temuan ini menegaskan relevansi Orang Patut sebagai kerangka etika kepemimpinan Melayu kontemporer.
Analisis Implementasi Serta Efektivitas Penerapan Membaca Teknik Pada Teks Berita Dengan Strategi Membaca Nyaring Dede Rianty; Astria Ananda; Ai Siti Nurjamilah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas membaca teknis dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa membaca teks berita nyaring. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, peneliti mengamati 10 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Siliwangi yang berlatih membaca teks berita menggunakan langkah-langkah membaca teknis. Performa mahasiswa dinilai melalui lima aspek: pelafalan, intonasi, kelancaran, tekanan, dan ekspresi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mencapai kategori “Baik” (64%), diikuti oleh “Sangat Baik” (25%), dan sebagian kecil dalam kategori “Buruk” (11%). Temuan ini menunjukkan bahwa membaca teknis efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca nyaring mahasiswa, meskipun beberapa mahasiswa masih berjuang terutama dengan tekanan dan ekspresi. Secara keseluruhan, membaca teknis dapat berfungsi sebagai strategi yang berguna dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk membaca teks berita dengan jelas, akurat, dan komunikatif.
Representasi Perempuan dalam Cerpen Perempuan dan Sebilah Pisau Karya Tati Y Adiwinata Devi Apyunita; Ade Yustina; Ilham Ilham; Soedarsono M
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2561

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi perempuan dalam cerpen “Perempuan dan Sebilah Pisau” karya Tati Y. Adiwinata dengan memusatkan perhatian pada pengaruh budaya tradisional dan modern serta isu-isu sosial yang berkaitan dengan marginalisasi, subordinasi, stereotipe gender, dan kekerasan. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dan metode pembacaan dekat (close reading), penelitian ini menganalisis unsur intrinsik cerita, meliputi penokohan, alur, konflik, dan simbolisme, untuk mengungkap bagaimana konstruksi perempuan dibentuk dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan direpresentasikan sebagai subjek yang berada dalam tekanan ganda. Tekanan pertama berasal dari budaya tradisional yang menempatkannya pada posisi domestik, patuh, dan bergantung pada laki-laki. Tekanan kedua muncul dari budaya modern yang meskipun menawarkan perubahan, tetap belum mampu menghapus struktur patriarki yang mengekang perempuan. Cerpen ini menampilkan bentuk-bentuk ketidakadilan gender melalui marginalisasi terhadap ruang gerak perempuan, subordinasi dalam hubungan kekuasaan, serta stereotipe yang menggambarkan perempuan sebagai makhluk lemah, emosional, dan tidak berdaya. Selain itu, kekerasan fisik dan psikologis yang dialami tokoh perempuan memperlihatkan bagaimana dominasi patriarki beroperasi dalam kehidupan sehari-hari. Simbol pisau berperan penting sebagai representasi ambivalen yang mencerminkan ancaman sekaligus kemungkinan resistensi perempuan terhadap penindasan. Pisau tidak hanya menandai kekuatan kontrol laki-laki, tetapi juga membuka ruang interpretasi mengenai keberanian dan potensi agensi perempuan dalam menghadapi tekanan sosial. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa cerpen tersebut menghadirkan gambaran kompleks mengenai posisi perempuan dalam pertemuan antara budaya tradisional dan modern, serta menunjukkan adanya peluang bagi perempuan untuk menegaskan diri dan melakukan perlawanan terhadap struktur sosial yang menindas genre