cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 798 Documents
Tindak Tutur Ilokusi Encouraging Dalam Lirik Lagu Pada Film The Greatest Showman Karya Michael Gracey Alfry Reynand Zaki
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1769

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai jenis tindak tutur ilokusi Encouraging yang dapat ditemukan dalam lirik lagu pada film The Greatest Showman. Objek dalam penelitian ini adalah lirik lagu-lagu yang terdapat pada filmThe Greatest Showman antara lain, A Million Dreams, Come Alive, The Other Side, Never Enough, This Is Me, Rewrite the Stars, From Now On, dan The Greatest Show. Data dikumpulkan dari film dan diunduh dari internet lalu disalin ke dalam transkip ortografis. Data yang disususn diamati dan disusun berdasarkan kategori berbagai jenis tindak tutur sesuai dengan teori Searle (1970). Hasil menunjukan bahwa tindak tutur asertif (menyatakan) paling dominan 47,92%, diikuti oleh direktif (menyarankan) sebesar 17%. Tindak tutur yang terdapat pada lirik lagu ini efektif menyampaikan pesan-pesan motivasi dan dorongan (encouraging) kepada pendengar
Struktur Frasa Metafora dalam Penamaan Kedai Kopi di Kota Makassar Kajian Semantik Ahmad Ahmad; Aswadi Ramli
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1798

Abstract

Penelitian ini menganalisis struktur frasa metafora pada penamaan kedai kopi di Makassar dengan pendekatan semantik kognitif. Tujuannya adalah mengidentifikasi pola gramatikal, relasi makna, dan fungsi simbolik metafora dalam konteks branding bisnis kuliner. Data diperoleh dari observasi terhadap 15 nama kedai kopi yang dipilih secara purposif, kemudian dianalisis menggunakan teori Conceptual Metaphor (Lakoff & Johnson, 2003) dan semiotika sosial (van Leeuwen, 2021). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) Dominasi struktur frasa nominal yang membangun relasi asosiatif antara kopi dengan konsep sebagai ekspresi emosi; (2) Keberagaman fungsi metafora, mulai dari pembentukan ikatan emosional hingga penyampaian identitas kultural metafora akademik); (3) Kompleksitas makna yang dipengaruhi oleh pengetahuan budaya dan pengalaman sensorik konsumen. Penelitian ini memperkaya kajian linguistik kognitif dengan mengungkap kreativitas metaforis dalam konteks bisnis lokal, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha dalam strategi penamaan merek. Temuan juga menunjukkan bagaimana metafora tidak hanya berperan sebagai alat linguistik, tetapi juga sebagai medium konstruksi identitas sosial di ruang urban kontemporer.
Proses Aktualisasi Diri Pemenuhan Psikologi Kebutuhan Tokoh dalam Film ‘Bismillah Kunikahi Suamimu’ karya Benni Setiawan: Kajian Psikologi Sastra Novi Hidayatul Fitriyah; Ilmiyatur Rosidah; Sugianti Sugianti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkatan pemenuhan kebutuhan psikologi dan proses aktualisasi diri tokoh-tokoh dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik pustaka, simak, dan catat. Sumber data utama adalah dialog, monolog, ekspresi tokoh, serta cuplikan gambar adegan dalam film. Analisis dilakukan melalui pendekatan psikologi sastra dengan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow sebagai landasan interpretatif. Data dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Hana, Cathy, dan Malik mengalami pemenuhan lima tingkatan kebutuhan Abraham Maslow, mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri. Ketiganya juga memperlihatkan proses aktualisasi diri melalui pengorbanan, kesadaran, dan pengambilan keputusan yang sarat nilai kemanusiaan. Sementara itu, tokoh-tokoh lain dalam film ini hanya mencapai tingkat kebutuhan tertentu atau berperan sebagai pendukung dalam pemenuhan kebutuhan tokoh dalam film ini. Film ini merepresentasikan dinamika psikologi tokoh secara kompleks dan utuh, serta memperlihatkan relevansi teori Abraham Maslow dalam menganalisis perjalanan batin tokoh. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian psikologi sastra dan menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya yang ingin mengkaji tokoh dalam karya sastra visual dengan pendekatan serupa.
Pembelajaran Berbasis Games Berbahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar di Era Digital Indah Sulmayanti; Tri Lidia Kandau; Yuli Yanti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran berbasis games dalam meningkatkan motivasi belajar di era digital. Dalam era digital, penggunaan teknologi dalam pendidikan semakin meningkat, termasuk integrasi game edukatif sebagai alat pembelajaran. Metode ini diharapkan dapat membuat proses belajar mengajar lebih menarik dan interaktif, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengukur perubahan motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan metode pembelajaran berbasis gamedi era digital.
Penggunaan Gaya Bahasa Sindiran Ironi Kiky Saputri dalam Program Podkaesang Depan Pintu pada Kanal YouTube Kaesang Pangarep By GK Hebat Natasya Khoirunnisa; Asropah Asropah; Zaenal Arifin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1873

Abstract

Penelitian ini ditulis untuk mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan gaya bahasa sindiran ironi yang dituturkan oleh Kiky Saputri dalam program PDP pada kanal youtube Kaesang Pangarep By GK Hebat. Fokus pada penelitian ini adalah gaya bahasa sindiran ironi yang dituturkan oleh Kiky Saputri sebagai pembawa acara dalam program youtube tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data diambil untuk dianalisis menggunakan metode transkripsi dari beberapa episode pada program di kanal youtube Kaesang Pangarep By GK Hebat. Hasil dalam penelitian ini yaitu tuturan Kiky Saputri dari beberapa episode yang mengandung bahasa sindiran ironi. Peneliti menemukan 12 kutipan tuturan Kiky Saputri yang mengandung unsur sindiran ironi. Dari hasil kutipan yang ditemukan peneliti menganalisis kata dari kata yang mengandung sindiran ironi.
Pendekatan Pengajaran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Anak Disleksia di Sekolah Luar Biasa (SLB) Amal Mulia Kota Bengkulu Helviana Mayasari; Kasmantoni Kasmantoni; Dina Putri Juni Astuti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1875

Abstract

Kesulitan membaca pada anak disleksia merupakan tantangan utama dalam proses pembelajaran di Sekolah Luar Biasa. Anak disleksia seringkal mengalami hambatan seperti membaca lambat, kebingungan membedakan huruf, dan kesulitan memahami isi teks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan pengajaran guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada anak disleksia di SLB Amal Mulia Kota Bengkulu. Jenis kajian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan individual menjadi strategi utama yang diterapkan guru. Pendekatan ini dilakukan dengan menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing anak, menerapkan pembelajaran berbasis multisensori, serta memberikan dukungan emosional selama proses belajar. Guru juga memanfaatkan media visual dan aktivitas motorik untuk memperkuat pemahaman huruf dan kata. Selain itu, faktor pendukung seperti pelatihan guru dan peran guru pendamping khusus berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran. Tetapi, hambatan seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan profesional, dan minimnya pemahaman guru terhadap pendekatan inklusif masih menjadi kendala yang mendasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan individual yang diterapkan secara konsisten dan adaptif mampu meningkatkan kemampuan membaca anak disleksia. Dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dan keluarga sangat diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif.
Students’ Perception of Using Podcast Toward English Speaking Ability at Students of English Department UINFAS Bengkulu Ani Sartika; Fera Zasrianita; Hanura Febriani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1889

Abstract

This study explores students’ perceptions of using podcasts as a tool to enhance English speaking skills among fourth-semester students at UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Employing a qualitative descriptive method, data were collected through questionnaires and interviews. The findings reveal that students have generally positive perceptions of podcasts due to their accessibility, authenticity, and flexibility. Podcasts are perceived to contribute significantly to speaking development, particularly in pronunciation, vocabulary, intonation, and confidence. Many students find podcasts more engaging than traditional materials and appreciate the opportunity to listen to native speakers in natural contexts. However, the study also identifies challenges, including difficulties in understanding accents, lack of visuals, and limited access for some students. Although podcasts are not consistently integrated into formal instruction, students report that regular podcast usage improves their speaking fluency and reduces anxiety. The study concludes that podcasts are effective and enjoyable learning tools, but their implementation should be adapted to individual learning preferences and supported by other resources. The results suggest that podcasts hold great potential in technology-integrated language learning and should be more systematically utilized in EFL classrooms.
Students’ Perception of Using TED Talks on Speaking Skill in English language Teaching Lidia Dwi Permatasari; Fera Zasrianita; Hanura Febriani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1890

Abstract

This study aims to explore students’ perceptions of using TED Talks as a medium to improve speaking skills in English Language Teaching. The study was conducted on second-semester students of the English Education Study Program at UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu in the academic year 2024/2025. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations. The findings revealed that most students perceived TED Talks positively. They found the videos to be motivating, informative, and effective in enhancing vocabulary, pronunciation, and speaking confidence. TED Talks also exposed students to authentic language use and public speaking models. However, some challenges were identified, including difficulties in understanding native speakers’ accents, rapid speech, and technical limitations. Therefore, it can be concluded that integrating TED Talks into speaking classes can significantly improve EFL students’ speaking skills if supported by purposeful teaching practices.
Tindak Tutur Ilokusi dalam Novel Private Bodyguard Karya Caroline Puspojudo Cyndi Agustina Nur Cahyani; Iib Marzuqi; Laila Tri Lestari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1895

Abstract

Penelitian ini tentang tindak tutur ilokusi dalam novel Private Bodyguard karya Carolline Puspojudo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya variasi tuturan antar tokoh dalam novel Private Bodyguard karya Carolline Puspojudo yang mengandung maksud tertentu dari penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam novel Private Bodyguard karya Carolline Puspojudo. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturan pada dialog novel Private bodyguard. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Private Bodyguard karya Carolline Puspojudo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian terdapat jenis tindak tutur ilokusi dalam novel Private Bodyguard karya Carolline Puspojudo, berjumlah 37 tuturan yang terdiri (1) tindak tutur ilokusi asertif sebanyak 10 tuturan, (2) tindak tutur ilokusi direktif sebanyak 12 tuturan, (3) tindak tutur ilokusi ekspresif sebanyak 7 tuturan, (4) tindak tutur ilokusi komisif sebanyak 5 tuturan, dan (5) tindak tutur ilokusi deklarasi sebanyak 3 tuturan.
Analisis Kata Tabu dalam Film “It’s Okay To Not Be Okay” Kustamina Kustamina; Sri Yunuarsih; M. Imron Abadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1931

Abstract

Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan sosiolinguistik. Karena sosiolinguistik ialah studi yang mengkaji asosiasi antara bahasa dan masyarakat dengan fokus dari cara bahasa itu dipakai pada latar belakang sosial dan siapa yang sedang menggunakannya. Metode yang diterapkan dalam kajian ini yaitu metode deskriptif, yang merupakan teknik analisis yang dipakai untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data maupun fenomena yang diamati secara apa adanya tanpa mencoba untuk menguji hipotesis atau mencari hubungan sebab akibat. Penelitian ini memakai teori Trudgill, yang mengatakan kata-kata tabu merupakan masalah yang berkaitan dengan tingkah laku yang dianggap secara supranatural melarang atau dipandang tidak memiliki moral serta tidak patut untuk dibicarakan apalagi di depan umum. Hasil dari penelitian ini adalah kata tabu dalam film It's Okay To Not Be Okay dengan memakai teori wardhaugh (1986) dalam membagi jenis kata menjadi enam yang mencakup (1) seks, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat dua belas data (2) bagian tubuh, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat lima data (3) binatang, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat tiga belas data (4) kematian, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat dua puluh data (5) ekskresi, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat enam data (6) agama, kata tabu yang diperoleh dalam jenis ini terdapat dua data. Film ini bercerita tentang seseorang yang bekerja sebagai perawat di bangsal dan satu orang penulis cerita anak-anak yang punya stigma antisosial. Setelah mereka dipertemukan, pelan-pelan keduanya mulai menyembuhkan luka emosionalnya masing-masing. Sepanjang episode, masalah lain muncul dan terungkap mengenai kebenaran masa lalu yang sudah menghantui hidup mereka.