cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 798 Documents
Kesenjangan Stimulasi Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3 Tahun Antara Lingkungan Kaya Bahasa dan Lingkungan Minim Interaksi Poppy Amalia; Ratna Lolane Sianipar; Stevani Br Situmorang; Nasya Nabila Said; Stela Parta Siagian; Erfanintiya Siringoringo; Rosmawati Harahap; Hidayat Herman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan stimulasi pemerolehan bahasa pada anak usia 3 tahun yang dibesarkan dalam dua lingkungan berbeda lingkungan kaya bahasa dan lingkungan minim interaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan dua subjek penelitian, yaitu Arsyi (anak dari lingkungan kaya bahasa) dan Dina (anak dari lingkungan minim interaksi). Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif terhadap aktivitas sehari-hari anak dan interaksi verbal dengan orang tua, wawancara mendalam dengan pengasuh atau orang tua, serta dokumentasi berupa catatan perkembangan anak dan rekaman interaksi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arsyi, yang berada dalam lingkungan kaya bahasa, memiliki jumlah kosakata aktif lebih dari 250 kata, struktur kalimat kompleks, serta kemampuan berinteraksi verbal yang aktif dan responsif. Sebaliknya, Dina hanya menguasai kurang dari 100 kata, menggunakan kalimat sederhana, dan menunjukkan keterbatasan dalam komunikasi dua arah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas dan kuantitas interaksi verbal dalam keluarga sangat mempengaruhi pemerolehan bahasa anak usia dini. Lingkungan kaya bahasa mampu merangsang kemampuan linguistik anak secara signifikan, sementara lingkungan minim interaksi berisiko menghambat perkembangan bahasa pada masa golden age.
Analisis Strukturalisme Naskah Drama "Bulan Bujur Sangkar" karya Iwan Simatupang Zahratul Jannah; Yusra D; Sarmila Wati; Johi Kasih
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur intrinsik dalam naskah drama Bulan Bujur Sangkar karya Iwan Simatupang dengan menggunakan pendekatan struktural. Pendekatan ini menggambarkan kajian pada unsur-unsur
Pengaruh Penggunaan TikTok Terhadap Kemampuan Ekspresi Diri dan Regulasi Emosi Siswa di SMA Negeri 11 Medan Jesika Lolo Karina Manik; Naila Nur Sabila; Grace Tampubolon; Debora Saputri Manihuruk; Suci Zaharani; Lasenna Siallagan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2828

Abstract

Siswa di tingkat SMA merupakan anak remaja yang sedang mengalami masa peralihan dari kanak kanak menuju dewasa. Tentunya dalam fase ini siswa mengalami perkembangan bukan hanya secara fisik, namun juga pola perilaku, pikiran dan juga emosi. Perkembangan ini juga didukung dengan kemajuan teknologi digital khususnya pada penggunaan media sosial Tiktok yang digunakan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari hari. Tiktok tidak hanya sebagai sarana hiburan, namun juga digunakan untuk mendukung kemampuan siswa dalam mengekspresikan dirinya dan mengatur regulasi emosi yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan aplikasi TikTok terhadap kemampuan ekspresi diri dan regulasi emosi siswa di SMA Negeri 11 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi yang dilaksanakan langsung di sekolah dan juga melibatkan siswa dan guru sebagai dasar pengumpulan data sebagai pendukung pelaksanaan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital, melalui aplikasi TikTok sudah sangat baik dan juga berdampak positif bagi siswa di sekolah, termasuk dalam ekspresi diri dan regulasi emosi. Teknologi tidak hanya sekedar tapi digunakan secara optimal untuk mendukung perkembangan siswa dalam hal akademik dan juga psikologis.
An Analysis of Slang Used in 13 Going on 30 (2004): Study of Sociolinguistics Keyza Alifah Mokoginta; Mayzia Sabiha Fidhinillah; Nurlaila Safitri; Aulia Dagna Hasy; M. Eriansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2829

Abstract

Language functions not only as a medium of communication but also as an essential tool for expressing identity, constructing social relationships, and reflecting cultural values. Within sociolinguistics, slang represents one of the most dynamic and socially meaningful forms of language variation because it conveys informality, emotional intensity, and group belonging. This study examines every slang expression found in the film 13 Going on 30 (2004) by classifying and analyzing each term through Allan and Burridge's (2006) taxonomy of slang. Using a qualitative descriptive method, the researcher identified forty-three slang expressions and analyzed their use in terms of meaning, formation, speaker identity, and sociolinguistic function. The findings reveal that slang in the film reflects early 2000s American youth culture and serves as an expressive tool for identity construction, interpersonal bonding, humor, and informal evaluation. Fresh and creative slang expresses attitude and emotion; flippant slang conveys sarcasm and playful challenge; imitative slang reflects natural spoken patterns; acronym slang demonstrates digital influence; and clipping slang reveals linguistic economy. This study contributes to sociolinguistic scholarship by offering a comprehensive analysis of slang in audiovisual media and showing how linguistic variation supports characterization and cultural atmosphere in film.
Rima, Ritme, dan Tasybih dalam Qashidah Zada Al-‘Aqiqu Bikhaddin Ghayri Muntaqibin : Kajian Arudh Qawafi Danish Algibrani; Nurlinah Nurlinah; Maman Abdul Djalil
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2834

Abstract

Penelitian ini mengkaji unsur stilistika dalam qashidah Zāda al-‘Aqīqu bikhaddin ghayri muntaqibin karya Ibn Hani Al-Ashghar dengan menggunakan pendekatan struktural dalam kerangka ilmu ‘arūḍ dan qawāfī. Fokus kajian terletak pada tiga aspek utama, yaitu rima (qāfiyah), ritme atau metrum (wazn), dan gaya bahasa perbandingan (tasybih) yang membentuk keindahan bunyi serta mendukung penyampaian pesan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menelisik bagaimana struktur bunyi dan gaya perbandingan tidak hanya memperindah puisi secara estetis, tetapi juga memuat nilai-nilai pendidikan spiritual dan karakter dalam tradisi sastra Arab klasik. Dengan metode deskriptif kualitatif, peneliti melakukan klasifikasi taf’ilah, pola zihāf dan illat, serta analisis fungsi tasybih dalam menyampaikan makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa qashidah ini dibangun dalam pola baḥr al-basīṭ at-tām yang konsisten, dengan qafiyah tipe muṭlaqah mardūfah wa mawsūlah bi madd serta penggunaan tasybih balīgh dan mursal yang sarat makna simbolik. Struktur musikalitas dan kekayaan stilistika qashidah berfungsi sebagai media pendidikan, menyampaikan pesan moral seperti kelembutan, kesucian, dan kemuliaan secara tersirat dan elegan. Kajian ini menunjukkan bahwa syair Arab klasik memiliki potensi kuat sebagai sarana pembelajaran karakter dalam pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
Homologi Sosial dalam Lakon Jangan Menangis Indonesia karya Putu Wijaya: Analisis Strukturalisme Genetik Ribby Agustin; Yusra Dewi; Vicky Destiya; Fina Aliya; Avindo Surya Making
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2886

Abstract

Penelitian ini mengkaji naskah lakon Jangan Menangis Indonesia karya Putu Wijaya dengan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik, fakta kemanusiaan, subjek kolektif, dan pandangan dunia yang terdapat dalam lakon tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis. Metode deskriptif-analitis digunakan untuk menggambarkan dan menganalisis struktur teks naskah lakon, meliputi unsur intrinsik seperti tema, tokoh, alur, konflik, serta dialog, yang kemudian dikaitkan dengan struktur sosial masyarakat Indonesia yang tercermin di dalamnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa naskah ini mengandung tema sosial-kemanusiaan dengan alur maju, latar yang menggambarkan suasana penderitaan rakyat kecil, serta tokoh-tokoh yang merepresentasikan kelas bawah. Fakta kemanusiaan tergambar melalui solidaritas, keputusasaan, dan perjuangan hidup rakyat kecil. Pandangan dunia yang muncul bersifat eksistensial-kritis, menekankan perjuangan manusia dalam mempertahankan martabat di tengah penderitaan sosial. Sementara itu, subjek kolektifnya adalah kelompok masyarakat marjinal yang menjadi cerminan realitas sosial Indonesia.
An Analysis of Idioms in Humorous Dialogues of Legally Blonde Movie (2001): A Semantic Study Muhammad Rizky Putra Pangestu; Vinaswa Mujianto Putri; Lisa Suhayati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2908

Abstract

This research examines idiomatic expressions found in the humorous dialogues of Legally Blonde (2001) using Leech’s semantic theory. The study aims to identify the idioms used in the film, describe their meanings based on semantic interpretation, and explain how they contribute to humor. A descriptive qualitative method was applied, with the film script serving as the primary data source. The researcher carefully read the script, selected scenes containing humorous or informal conversations, and identified idioms spoken by the characters. Each idiom was then analyzed in context and categorized into four types: figurative, slang/colloquial, euphemistic, and hyperbolic. The findings reveal 17 idioms that support the film’s comedic tone. Slang and colloquial idioms appear most frequently, reflecting the informal and youthful atmosphere of the film. Figurative idioms express emotion and personality, euphemistic soften direct statements, and hyperbolic idioms create exaggerated effects that strengthen humor. Overall, the study shows that idioms not only function as linguistic expressions but also play an important role in developing character identity and enhancing the humorous style of the film
Code-Switching Found in Maudy Ayunda’s Podcast "Dating Tips: Jangan Dikit-Dikit Putus" Zakia Viadinis Sarofa; Elshadai Gabriella; Veronika Marpaung; Wins Ardho Wardhana; Athiya Minarahmah; Syla Apriliani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.2919

Abstract

Code-switching are a prominent sociolinguistic phenomenon in bilingual and multilingual communities, yet its use in long-form digital communication such as podcasts remains underexplored. Previous studies examining Maudy Ayunda’s bilingual practices in interviews, music-related content, and educational videos have shown variations in the dominance of intersentential and intrasentential switching depending on media format and communicative goals, but none have systematically analyzed her linguistic behavior in podcast interactions. Addressing this gap, the present study investigates the types, frequency, and communicative functions of code-switching in Maudy Ayunda’s podcast episode “Dating Tips: Jangan Dikit-Dikit Putus.” Employing a qualitative descriptive approach, the study uses Poplack’s (1980) typology to identify occurrences of intersentential, intrasentential, and tag-switching within the transcribed data. The findings reveal that intrasentential switching appears most frequently, functioning to clarify concepts, express stance, and maintain conversational flow, while intersentential switching is used to emphasize key points or introduce topic shifts. Tag-switching occurs less frequently but serves important pragmatic purposes such as softening statements and establishing rapport. Overall, the results demonstrate that Maudy’s code-switching is strategic, context-sensitive, and socially meaningful, reflecting her bilingual identity and her intent to connect with listeners who share similar linguistic repertoires. This study contributes to the broader understanding of bilingual communication in Indonesian digital media by providing a detailed account of code-switching patterns in an unscripted podcast setting.
Analisis Konten Kreator Kuliner di Instagram Dalam Kemampuan Mengolah Informasi Mahasiswa Nababan, Dhea Grace; Sinaga, Merin Octari; Siahaan, Meylan; Saragih, Selina; Amalia, Nandra
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.2195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konten kreator kuliner di Instagram dalam memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam mengolah informasi. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena meningkatnya konsumsi konten kuliner di media sosial, khususnya Instagram, yang tidak hanya menjadi sarana hiburan tetapi juga sumber informasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga aspek, yaitu: (1) pengaruh konten kreator kuliner di Instagram terhadap kemampuan mahasiswa dalam mengolah informasi, (2) frekuensi mahasiswa dalam mencari informasi kuliner melalui konten kreator di Instagram, serta (3) kendala yang dialami mahasiswa saat mengolah informasi dari konten tersebut. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis konten. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sejauh mana konten kreator kuliner di Instagram berkontribusi dalam pengembangan literasi informasi mahasiswa, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi.
Digital Culture and Youth Development: Assessing the Influence of TikTok on Adolescents in Makassar. Genisa, Risma Asriani Azis; Masdianti, Masdianti; Suhartini, Titin; Syamsuddin, Syamsuddin; Gau, Muhammad Resky A.
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.2804

Abstract

The growing presence of digital media has transformed how adolescents interact, construct values, and engage with their social environment. TikTok, as one of the most popular platforms among Indonesian youth, plays a central role in shaping contemporary digital culture. This study examines how TikTok influences adolescents’ social interactions, moral values, and awareness of social issues in Maccini Parang, Makassar. Using a quantitative descriptive approach, data were collected through a structured questionnaire distributed to adolescent respondents who actively use TikTok. The instrument measured perceptions related to patterns of social interaction, moral considerations, and behavioral responses to content encountered on the platform. Descriptive statistical analysis was employed to identify dominant tendencies and variations in responses. The findings indicate that most adolescents engage intensively with TikTok and are frequently exposed to content they perceive as distracting or inappropriate, such as non-educational material, sensational trends, and morally questionable behavior. Despite this exposure, the results also show that many adolescents demonstrate a degree of critical awareness and self-regulation by selectively filtering content they consider negative or irrelevant. While some respondents acknowledged that TikTok influences their real-life decisions and moral perspectives, others maintained that their values remain largely shaped by family, school, and community norms. These findings suggest that TikTok’s influence on youth development is neither uniform nor deterministic but mediated by adolescents’ agency and local socio-cultural contexts. This study contributes to discussions on digital culture and youth development by offering localized empirical insights into how adolescents negotiate digital influences within everyday social life.