cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Penerjemahan Aizuchi pada Anime Baruto: Naruto Next Generations ke dalam Bahasa Indonesia Genoveva Ligiora; Intan Puspitasari; Agus Wahyudin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penerjemahan dan kesepadanan terjemahan aizuchi pada anime Boruto: Naruto Next Generations ke dalam bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori utama yang digunakan adalah teori aizuchi Mayumi Kubota (2001), strategi penerjemahan Mona Baker (1992), dan kesepadanan dinamis Nida dan Taber (1969). Dalam penelitian ini ditemukan 12 ungkapan aizuchi berdasarkan fungsinya dan 1 aizuchi berdasarkan bentuknya. Penerjemah menggunakan strategi penerjemahan pengganti kebudayaan/substitusi sebanyak 2 data, strategi penerjemahan dengan kata netral/kurang ekspresif sebanyak 1 data, strategi penerjemahan dengan kata lebih umum 1 data, strategi dengan parafrasa berkaitan sebanyak 8 data, dan strategi penerjemahan dengan parafrasa yang tidak berkaitan 1 data. Analisis kesepadanan dinamis menunjukkan 12 ungkapan aizuchi memenuhi kesepadanan, sedangkan satu data tidak mencapai kesepadanan dinamis. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan penerjemahan aizuchi dalam anime Boruto: Naruto Next Generations umumnya berterima dalam bahasa Indonesia yang digunakan sebagai komunikasi sehari-hari meskipun ada yang kurang tepat dalam menyampaikan makna.
Analisis Kepuasan Siswa SMKN 8 Semarang Terhadap Pendekatan Culturally Responsive Teaching pada Pembelajaran PJOK Rukanah Rukanah; Tubagus Herlambang
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan siswa SMKN 8 Semarang terhadap pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada tahun ajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan kuesioner yang terdiri dari 30 butir pertanyaan yang dibagi menjadi tiga kategori: pemahaman tentang Kurikulum Merdeka, penerapan metode CRT, dan dampak serta persepsi terhadap kedua pendekatan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa bervariasi, dengan sebagian besar siswa berada pada kategori netral dan tidak setuju terhadap penerapan metode CRT. Meskipun ada siswa yang merasa puas, masih banyak yang belum merasakan manfaat yang signifikan dari pendekatan ini. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan sosialisasi dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka dan CRT agar dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas CRT dalam meningkatkan mutu pembelajaran PJOK di SMKN 8 Semarang.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Mobile Learning Terhadap Peningkatan Kosakata Bahasa Indonesia di SD Kristen Makale 1 Frendy Tandi Gau; Anastasia Baan; Rita Tanduk
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1538

Abstract

Dewasa ini, dunia pendidikan yang kian berkembang tidak lagi menempatkan guru sebagai komunikator aktif. Pendidikan kini telah mengalami perubahan yang signifikan, di mana guru dan siswa telah menempati posisi yang sama aktifnya termasuk dalam penggunaan teknologi dan media pembelajaran. Tentu adanya perubahan signifikan ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi digital yang ada, salah satunya adalah penggunaan aplikasi mobile learning. Pembelajaran berbasis perangkat mobile atau yang kita sebut mobile learning menjadi salah satu alternatif sebagai metode pembelajaran modern yang diasumsikan mampu menjangkau siswa dengan lebih interaktif dan fleksibel. Dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia, aplikasi mobile learning memiliki potensi besar dalam peningkatan kosakata siswa melalui banyaknya fitur menarik dan interaktif di dalamnya. Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan Indonesia dan menjadi mata pelajaran wajib di setiap tingkatan pendidikan, namun cukup disayangkankan bahwa sejauh ini masih banyak siswa yang belum mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Sehingga penelitian ini akan membahas pengaruh penggunaan aplikasi mobile learning terhadap peningkatan kosakata bahasa Indonesia serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam penerapannya.
Frasa Adjektiva dalam Bahasa Bolakme: Kajian Semantik Yohanes Lose Dasilva; Febronius Densius Naja; Amelia Kaisiepo; Sutarman Borean
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1539

Abstract

This research aims to analyze adjectival phrases in the Bolakme language from a semantic perspective. The main focus of this research is on the form, structure, and meaning of adjectival phrases, as well as their comparison with equivalents in Indonesian to reveal the distinctive nuances of meaning in the Bolakme language. This research uses a descriptive qualitative approach, with data sources consisting of 30 adjectival phrases obtained through interviews, direct observation, and documentation. The sample was taken using purposive sampling with a total of 10 native Bolakme speakers as informants. The analysis technique uses meaning and context analysis methods. The research results show that adjectival phrases in the Bolakme language have a wealth of forms and meanings. Some phrases are formed by the repetition of morphemes to emphasize meaning, such as arek-arek which means "suddenly”. Phrases like maluk ekerak (failed) depict a combination of the meanings "dishonorable" and "fall," indicating a total failure. The phrase in egen amberi, which means "original," reflects a strong cultural identity. The phrases porok jegerak (absorbed) and wagangge (accepted) have deep semantic meanings related to the processes of social and psychological acceptance. In some cases, a word like maluk has a dual meaning, namely "despicable," "ugly," or "damaged," depending on the context. Thus, it can be concluded that adjectival phrases in the Bolakme language not only contain descriptive information but also reflect the worldview, cultural values, and collective experiences of its speakers. This research is expected to contribute to the preservation of regional languages in Papua and enrich semantic studies in local linguistics.
Pengaruh Youtube Ryu Sensei's Japanese Class Terhadap Minat Belajar Bahasa Jepang Pada Kalangan Mahasiswa Lutfi Riani; Afnan Zahra; Denty Nirwana Bintang; Jovanca Blesshery Sinaga; Humannisa Rubina Lestari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1540

Abstract

YouTube kini tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh channel YouTube "Ryu Sensei's Japanese Class" terhadap minat belajar bahasa Jepang di kalangan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 44 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang disebarkan secara daring untuk mengukur aspek minat belajar, seperti perhatian, ketekunan, rasa ingin tahu, dan kesenangan dalam belajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami peningkatan minat belajar, kemandirian belajar, serta konsistensi dalam mempelajari bahasa Jepang setelah menonton video pada channel tersebut. Gaya mengajar yang komunikatif dan materi yang relevan dinilai menjadi faktor utama yang memengaruhi peningkatan tersebut. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa konten pembelajaran berbasis video yang disampaikan secara menarik dan mudah diakses mampu mendorong motivasi belajar mahasiswa secara positif. Oleh karena itu, pemanfaatan media digital seperti YouTube perlu dipertimbangkan sebagai alternatif strategi pembelajaran bahasa asing di era digital. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji pengaruh jangka panjang media digital terhadap penguasaan keterampilan bahasa asing secara lebih mendalam.
Tindak Tutur Perlokusi dalam Film Inception Yasmine Salsa Sabrina Mudzdalifah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur perlokusi yang terdapat pada film Inception. metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini, juga mengaplikasikan teknik simak dan catat. Penelitian ini menguraikan (1) jenis tindak tutur perlokusi (2) efek yang direncanakan (3) efek yang tidak direncanakan. Hasil dari penelitian ini terdapat 10 jenis tindak tutur perlokusi dan 2 efek yang direncanakan dan tidak direncanakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan temuan data sebanyak 8 jenis tindak tutur perlokusi dengan data temuan sebanyak 23 data; membuat petutur tahu sesuatu 7 data, membujuk 5 data, menipu 1 data, menakut-nakuti 3 data, membuat petutur melakukan sesuatu 2 data, mengesankan 2 data, melegakan 1 data, dan mennarik perhatian 2 data.
Religiusitas Tokoh Utama dalam Novel Love from A to Z Karya S. K. Ali Zyrlia Rahma Aaliya
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekslor religiusitas tokoh utama dalam novel Love from A to Z karya S. K. Ali yang tercermin melalui dialog dan tindakan tokoh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan objek berupa novel berjudul Love from A to Z karya S. K. Ali. Proses Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Data yang berhasil dihimpun kemudian dianalisis menggunakan metode interaktif yang mencakup tiga tahapan yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 17 data mengenai religiusitas tokoh utama dalam novel Love from A to Z karya S. K. Ali yaitu 6 data pada tingkatan Islam, 7 data pada tingkatan Iman, dan 4 data pada tingkatan Ihsan.
Defense Mechanism Tokoh Utama Film Nilep: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud Anwar Abidin; Muh Akbar Kurniawan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1549

Abstract

Film Nilep menawarkan eksplorasi psikologis yang menarik melalui tokoh-tokohnya, menggambarkan dinamika konflik antara dorongan internal (id), tuntutan moral (super ego), dan upaya penyeimbangan (ego) sesuai teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme pertahanan diri (defense mechanisms) yang digunakan tokoh utama untuk mengatasi kecemasan akibat ketidakseimbangan psikis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sementara data penelitian dalam bentuk percakapan tokoh dalam film yang diperoleh melalui menonton film secara berulang, dilanjutkan dengan transkripsi, dan validasi berbasis teori. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi struktur kejiwaan (id, ego, super ego) serta mekanisme pertahanan seperti proyeksi, rasionalisasi, dan regresi. Hasilnya menunjukkan dominasi id pada tokoh anak yang mencuri mainan, sementara ego dan super ego muncul melalui upaya rasionalisasi kesalahan serta rasa bersalah. Mekanisme pertahanan seperti proyeksi ("saling menyalahkan") dan regresi ("menghindar seperti anak kecil") menjadi strategi bawah sadar tokoh untuk meredakan ketegangan. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang kompleksitas psikologis manusia, khususnya dalam konteks perkembangan anak.
Pengaruh Joyful Learning Berbasis Gamifikasi Terhadap Hasil Belajar Menyimak Teks Cerita Siswa Kelas V Sekolah Dasar Triningsih Triningsih; Mohamad Syarif Sumantri; Engga Dallion
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh joyful learning berbasis gamifikasi terhadap hasil belajar menyimak teks cerita pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas VB di SDN Rawamangun 05 tahun ajaran 2024/2025, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda dan dianalisis menggunakan bantuan SPSS. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest dan posttest tidak berdistribusi normal (p = 0,029 dan p = 0,014). Oleh karena itu, uji Wilcoxon Signed-Rank digunakan dan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest (p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan joyful learning berbasis gamifikasi berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar menyimak. Pembelajaran yang dirancang dengan suasana menyenangkan dan elemen permainan terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan konsentrasi siswa. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kreativitas guru, ketersediaan media pembelajaran, serta kesesuaian aktivitas dengan karakteristik siswa.
A Historical Analysis of Chairul Anwar’s Poetries Entitled “Aku” and “Tak Sepadan" Komang Sathya Yogindra Aditia; Syamsurijal Syamsurijal; Sutarman Sutarman; Agus Syahid; Hilda Hastuti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1555

Abstract

This study examines the semantic elements in Chairil Anwar’s poems “Aku” and “Tak Sepadan” by applying theories from linguistic semantics. Semantics, as described by Leech (1981), is the study of meaning in language beyond its surface structure. The poems were selected due to their emotional intensity and their reflection of personal and national identity during a time of political upheaval. Using Leech’s classification of meaning, including denotative, connotative, and affective meanings. This study explores how language in Anwar’s poetry functions beyond literal interpretation. The method used is qualitative descriptive, where each line of the poems is analyzed based on its lexical choices and semantic implications. Palmer (1981) states that semantics focuses on how meaning is structured through language, especially in poetic texts where context and association are key to interpretation. The findings reveal that “Aku” expresses resistance and self-assertion through strong connotative expressions, while “Tak Sepadan” uses affective meanings to convey personal loss and emotional disillusionment. This research contributes to understanding how semantic analysis can be applied to Indonesian poetry and offers insight into the historical and ideological contexts embedded in linguistic expression.