cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Revitalisasi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal melalui Nilai Gotong Royong dalam Tradisi Pattaungeng Masyarakat Bugis Soppeng Bungatang Bungatang; Ita Rosvita; Nurul Fitrah Yani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1556

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek fundamental dalam pembentukan individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Salah satu aspek penting dalam pendidikan karakter adalah nilai gotong royong, yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Gotong royong mencerminkan sikap saling membantu, kebersamaan, dan solidaritas sosial dalam berbagai aspek kehidupan. Tradisi Pattaungeng dapat menjadi model pendidikan karakter yang tidak hanya menanamkan nilai gotong royong, tetapi juga memperkokoh rasa kebersamaan dalam masyarakat modern. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menginternalisasi nilai gotong royong dari tradisi Pattaungeng dalam pendidikan karakter, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi pembelajaran berbasis kearifan lokal yang lebih kontekstual dan aplikatif di sekolah maupun di kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif untuk menggali nilai-nilai gotong royong dalam tradisi Pattaungeng masyarakat Bugis. Dalam setiap tahapan ritualnya, tradisi Pattaungeng menunjukkan bagaimana masyarakat saling bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, baik dalam mempersiapkan acara, menjalankan prosesi adat, hingga menjamu tamu. Tradisi Pattaungeng dapat merevitalisasi pendidikan karakter yang tidak hanya menanamkan nilai gotong royong, tetapi juga memperkokoh nilai persatuan, nilai kebersamaan, dan nilai pendidikan budaya dalam masyarakat modern. Oleh karena itu, tradisi Pattaungeng mengambarkan nilai pendidikan karakter yang dapat menjadi inspirasi bagi pembelajaran berbasis kearifan lokal yang lebih kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Melalui Pojok Baca Dalam Meningkatkan Minat Membaca Siswa Kelas 5 SD Dinda Astria Prastiwi; Mohamad Syarif Sumantri; Engga Dallion
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pojok baca dalam meningkatkan minat baca siswa di SDN Rawamangun 02. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wali kelas VB, dan tiga siswa kelas VB dengan tingkat pemanfaatan pojok baca yang berbeda. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pojok baca di kelas VB memiliki desain menarik dan ditempatkan secara strategis demi kenyamanan siswa. Pojok baca siswa dipakai untuk membaca sendiri maupun berdiskusi. Jenis buku yang paling disukai adalah buku dongeng bergambar dengan waktu membaca rata-rata 5 sampai 10 menit. Namun, ada kendala seperti keterbatasan variasi buku, belum adanya peraturan tertulis penggunaan pojok baca, serta minimnya ruang pojok baca. Dengan demikian, pemanfaatan pojok baca masih memerlukan dukungan dari aspek sarana, program literasi yang sistematis, dan peran aktif guru. Penelitian ini menyarankan agar terciptanya strategi pemanfaatan pojok baca yang optimal untuk memfasilitasi budaya literasi di sekolah dasar.
Pengaruh Bahasa Gaul di Media Sosial Terhadap Perkembangan Bahasa Remaja Ade Tiyo Warman; Yohana Sinurat; Olivia Putri Nababan; Sarah Theresia Zega; Merry Sinaga; Zahra Nur Aqilah; Jakaria Jakaria
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1563

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana bahasa pijin di media sosial tiktok seperti sigma, rebek, sikibidi, cepu, sabi, ngab dapat mempengaruhi bahasa dan identitas budaya serta kemampuan berkomunikasi remaja dalam konteks formal. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui studi kepustakaan yaitu sebuah model penelitian yang mengandalkan informasi tertulis seperti buku, artikel jurnal, berita online, dan sumber-sumber lain yang relevan. Dari hasil penelitian yang dilakukan bahasa pijin yang terdapat di media sosial tiktok memiliki dampak yang kompleks terhadap perkembangan bahasa.
Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui Media Spin Wheel pada Siswa Kelas XI-9 SMA Negeri 21 Surabaya Tahun Ajaran 2024/2025 Dyah Ayu Romadhona; Kaswadi Kaswadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi peserta didik kelas XI-9 SMA Negeri 21 Surabaya Tahun Ajaran 2024/2025 melalui penerapan media Spin Wheel. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Problem Based Learning (PBL) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 36 siswa kelas XI-9. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan menulis puisi siswa. Pada Siklus I, ketuntasan klasikal hanya mencapai 66,67% atau sebanyak 24 siswa yang tuntas. Namun, pada Siklus II terjadi peningkatan menjadi 92% atau 33 siswa yang mencapai ketuntasan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media Spin Wheel dapat membantu siswa dalam mengembangkan ide, memilih diksi, mengolah gaya bahasa, serta meningkatkan kreativitas dan keaktifan mereka dalam proses menulis puisi.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media Spin Wheel efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI-9 SMA Negeri 21 Surabaya.
Eksplorasi Makna Hidup Dalam Lirik Lagu Bertaut oleh Nadin Amizah Elsya Jaisi Oktorra; Fitriyani Fitriyani; Reva Sri Puspita; Revana Putri Amanda; Siti Nurcholisa; Aam Ali Rahman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1572

Abstract

Lirik lagu Bertaut karya Nadin Amizah merupakan salah satu contoh karya musik populer yang memiliki makna emosional yang dalam dan relevan dengan pengalaman hidup pendengar. Lagu ini menampilkan intensitas emosi yang kuat melalui narasi personal yang menyentuh, menjadikannya refleksi dari perjalanan hidup manusia, terutama tentang hubungan keluarga, kehilangan, dan pencarian makna hidup. Bagaimana lirik lagu dapat menggambarkan pengalaman eksistensial, terutama bagaimana mereka menggambarkan proses perenungan dan penyembuhan diri. Penelitian ini berfokus pada lagu Bertaut sebagai objek tunggal yang dianalisis secara mendalam, dan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Berdasarkan popularitas lagu dan kompleksitas makna dalam liriknya, teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur lirik dan ekspresi musikal serta penyebaran kuesioner kepada 55 responden, terdiri dari 7 laki-laki dan 48 perempuan. Selain itu, wawancara juga dilakukan pada tiga orang untuk memperluas perspektif interpretatif mereka. Untuk menemukan makna yang tersembunyi dalam simbol, bahasa, dan konteks emosional lagu, teknik hermeneutik dan triangulasi digunakan untuk menganalisis data. Studi ini menemukan bahwa lagu "Berat" tidak hanya menjadi alat untuk penyanyi untuk mengungkapkan dirinya secara pribadi, tetapi juga menjadi tempat bagi pendengarnya untuk berbagi pengalaman hidupnya dengan orang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik populer dapat berfungsi sebagai jenis sastra modern yang dapat mengungkapkan pengalaman psikologis dan nilai-nilai eksistensial manusia dalam konteks tertentu.
Frasa Penolakan dalam Bahasa Suku Walak: Kajian Sintaksis Yohanes Lose Dasilva; Sutarman Borean; Lemurah Wenda; Paramma Paramma
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1573

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur frasa negasi dalam bahasa Walak yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Bahasa Walak sebagai salah satu khazanah bahasa daerah memiliki ciri sintaksis yang unik dan belum banyak dikaji secara ilmiah. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada leksikon dasar atau sistem fonologi bahasa Walak, tetapi belum menyentuh aspek sintaksisnya, khususnya pada frasa negasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnolinguistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan penutur asli, dan pencatatan kosakata yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa tolakan dalam bahasa Walak terbentuk dengan menggabungkan kata-kata negasi seperti inggudlek, dlek, negen, atau madluk dengan kata sifat atau kata kerja. Terdapat struktur tetap dan struktur fleksibel dalam pembentukan frasa negasi yang mencerminkan logika tutur masyarakat Walak yang unik. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa penolakan dalam bahasa Walak tidak hanya memiliki fungsi linguistik, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan hubungan sosial yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dokumentasi bahasa daerah dan menjadi rujukan sintaksis dalam kajian linguistik lokal.
Analisis Asesmen Diagnostik Nonkognitif terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Semarang Anjelia Rikha Apriliyana
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asesmen diagnostik nonkognitif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Semarang, guna memahami preferensi belajar, perspektif siswa, dan kecenderungan pengerjaan tugas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form dari 94 responden siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (92%) memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Preferensi gaya belajar siswa terbagi menjadi praktik (39%), auditori (36%), dan membaca (25%). Selain itu, 60% siswa lebih menyukai tugas individu, sementara 40% lainnya lebih memilih tugas kelompok. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran multimodal dan keseimbangan antara tugas individu dan kelompok untuk menciptakan proses pembelajaran yang inklusif dan efektif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pendidik dalam merancang metode pembelajaran yang relevan, serta untuk pengembangan asesmen diagnostik yang lebih terarah di masa depan.
Filosofi Pantang Larang Desa Pulau Belimbing, Kuok, Kampar Dinil Arifah; Dedek Dwi Suci Ramadhani; Elmustian Elmustian
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pantang larang yang terdapat di Desa Pulau Belimbing, Kuok, Kabupaten Kampar. Pantang larang merupakan norma sosial yang berfungsi untuk mengatur perilaku individu dalam masyarakat, serta menjaga keharmonisan sosial dan melindungi nilai-nilai budaya. Dua pantang larang utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah penanaman rasa malu dan larangan menikah sesuku. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi dan wawancara dengan tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pantang larang masih dijunjung tinggi oleh sebagian masyarakat, terdapat tantangan dalam pelaksanaannya akibat perkembangan zaman dan perubahan nilai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang peran pantang larang dalam kehidupan masyarakat dan bagaimana masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati diri mereka.
Membaca Konflik Batin dalam Grave of the Firefliess melalui Teori Sigmund Freud tentang Struktur Kepribadian Istiana Khotibatunnisa; Rohanda Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1581

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang psikologi sastra yang terkandung dalam film Grave of the Firefliess. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik batin yang terjadi pada tokoh utama Seita dalam film Grave of the Firefliess karya sutradara Isao Takahata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data diambil dari Grave of the Firefliess yang rilis pada tahun 1988 di Jepang. Jenis data yang diambil berupa potongan adegan dan dialog yang berkaitan dengan struktur kepribadian atau konflik batin yang terjadi akibat dari trauma perang dan kehilangan pada tokoh utama Seita. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menonton film Grave of the Firefliess dari awal sampai akhir, menandai adegan atau dialog yang berkaitan dengan konflik batin pada diri Seita dengan menit, kemudian melakukan tindakan transkripsi data yang berhubungan dengan id, ego, dan superego pada tokoh utama Seita, Dan terakhir adalah menarik kesimpulan. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa konflik antara tiga struktur kepribadian dalam diri Seita mengalami konflik batin antara superego yang menginternalisasi kasih sayang kepada keluarganya, sehingga id berusaha untuk mendorongnya melakukan apapun demi menjaga keluarganya dengan ego yang berusaha rasional di tengah keadaannya yang sulit, walaupun pada akhirnya id dalam diri Seita lebih mendominasi. Penelitian ini mendukung teori psikologi sastra bahwa struktur kepribadian Freud dapat diterapkan untuk memahami karakter karya sastra.
Praktik Campur Kode dalam Interaksi Digital Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Media Sosial: Kajian Sosiolinguistik Atikah Nurul Asdah; Nur Anita Syamsi Safitri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode serta menganalisis faktor sosial-linguistik yang memengaruhi penggunaannya dalam interaksi digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Ruang lingkup kajian difokuskan pada penggunaan campur kode di platform media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Twitter (X) sebagai cerminan praktik berbahasa generasi digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori campur kode dari Muysken serta didukung kerangka sosiolinguistik digital dari Androutsopoulos. Data diperoleh melalui dokumentasi tangkapan layar dan wawancara semi-terstruktur terhadap mahasiswa PBSI aktif semester empat ke atas. Model data dianalisis menggunakan taksonomi campur kode yang mencakup bentuk insertion, alternation, dan congruent lexicalization. Hasil temuan menunjukkan bahwa bentuk insertion paling dominan digunakan, diikuti oleh alternation dan congruent lexicalization. Praktik campur kode dipengaruhi oleh faktor identitas, efisiensi berbahasa, serta adaptasi terhadap konteks sosial digital. Mahasiswa PBSI menunjukkan kesadaran pragmatis dalam menyesuaikan gaya bahasa sesuai audiens dan situasi, sekaligus mencerminkan dilema antara norma kebahasaan akademik dan ekspresi digital.