cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
The Correlation Between Vocabulary Acquisition and Reading Comprehension in Narrative Texts of Junior High School Students A. Nur Ismi; Syarifah Farahdiba; Sultan Baa
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1591

Abstract

This study aimed to analyze students' vocabulary acquisition and reading comprehension in narrative texts and determine whether there was a correlation between vocabulary acquisition and reading comprehension in narrative texts while considering the frequency of vocabulary acquisition. The research employed a correlational study, involving bivariate and partial correlation analyses. The participants of this study were eighth-grade students at SMP Negeri 26 Makassar. The findings showed that most students' range scores were in the very poor category regarding vocabulary acquisition and reading comprehension in narrative texts. This study found a significant correlation between students' vocabulary acquisition and reading comprehension in narrative texts. The partial correlation analysis also showed a moderate correlation between the two variables with the frequency of vocabulary acquisition as a control variable. Thus, both variables were correlated with the frequency of vocabulary acquisition, indicating that the more frequently students acquired vocabulary, the better their vocabulary acquisition and reading comprehension in narrative texts.
Students’ Perception on The Use of Kahoots! as An Ice Breaking Medium in Learning English Amalia Zatil Riski; Syarifuddin Dollah; Sultan Baa
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1592

Abstract

This study investigates students' perceptions on the use of Kahoot! as a media in icebreaker sessions in English subjects. The independent variable in this study is Kahoot! as an ice breaking media, while the dependent variable is students' perceptions on the use of Kahoot! in icebreaker sessions. The population in this study was 30 students of class VIII B from UPT SPF SMPN 13 Makassar. This study used a mix-method research method with questionnaires and interviews as research instruments. The questionnaire was given to all students with open-ended questions, while in-depth interviews provided students' perceptions to support and add to the results of the questionnaire. The findings of this study reveal that students have positive perception on to use Kahoot! as an icebreaker medium in learning English.
Kohesi Gramatikal Konjungsi Pada Karangan Mahasiswa Shabrina Rahmalia; Dinda Puteri Alhumaira; Onin Najmudin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1593

Abstract

Judul penelitian ini adalah Kohesi Gramatikal Konjungsi pada Karangan Mahasiswa STBA JIA. Kohesi mengacu kepada kepaduan bentuk dalam sebuah wacana. Salah satu aspek kohesi adalah kohesi gramatikal konjungsi. Konjungsi dalam suatu wacana memiliki peran penting untuk menghubungkan antar kalimat atau klausa sehingga membuat wacana menjadi padu. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penanda kohesi gramatikal konjungsi dan fungsi dari penanda tersebut yang membuat kalimat tersebut kohesif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah karangan mahasiswa STBA JIA Semester IV. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan seluruh 5 jenis konjungsi berdasarkan teori Iori (2000) yaitu konjungsi berurutan, konjungsi waktu, konjungsi sebab-tujuan, konjungsi pengandaian dan konjungsi pertentangan. Konjungsi yang paling banyak digunakan ditandai dengan penggunaan ~kara yang berfungsi sebagai konjungsi sebab. Konjungsi ini paling banyak ditemukan karena telah dipelajari di level dasar di semester 1. Penggunaan konjungsi dalam bahasa Jepang membantu menciptakan teks yang kohesif dan terstruktur, memudahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran penulis. Meskipun demikian, ditemukan pula data yang tidak kohesif karena tidak menggunakan kata hubung (konjungsi) yang tepat. Kata kunci : Analisis wacana, kohesi gramatikal, konjungsi
Analisis Wacana Kritis Lirik Lagu “Mangu” Karya Ari Lesmana: Model Teun A. Van Dijk Budi Hartono; Masnita Massaguni
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1601

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap makna ideologis, sosial, dan emosional dalam lirik lagu “Mangu” karya Ari Lesmana melalui pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap lirik lagu sebagai data utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada struktur makro, lagu ini merepresentasikan konflik nilai dan keyakinan spiritual dalam hubungan personal. Superstruktur lirik membentuk narasi emosional yang meliputi pengenalan konflik, klimaks batin, hingga pemisahan ideologis. Pada struktur mikro, ditemukan penggunaan leksikon, metafora, gramatika, dan repetisi yang memperkuat nuansa krisis dan ketegangan emosional. Dalam dimensi sosial, lirik mencerminkan pertentangan antara pilihan pribadi dan tekanan norma sosial, sedangkan konteks sosial, lirik lagu menunjukkan kritik terhadap tuntutan keseragaman dalam masyarakat multikultural. Lagu ini tidak hanya menjadi ekspresi personal, tetapi juga menyuarakan pengalaman kolektif yang sarat makna sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa karya musik popular dapat menjadi ruang ertikulasi ideologi dan resistensi terhadap dominasi nilai sosial tertentu.
Hasrat Subjek Yang Terbelah Dalam Kumpulan Puisi O My Poet, Apa Kau Bahkan Tahu Apa Itu Menderita? Karya Putri Aniyah Tubulawa: Perspektif Psikoanalisis Lacanian Ratu Bulkis Ramli; Mudatsir Mudatsir
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan hasrat dan realitas eksistensial subjek yang terbelah dalam Kumpulan puisi O My Poet, Apa Kau Bahkan Tahu Apa Itu Menderita? Karya Putri Aniyah Tubulawa menggunakan pendekatan psikoanalisis Jacques Lacan. Beberapa puisi yang dikaji, diantaranya: Mengudaralah, Jemari, Rapuh, Bintang-bintang, Stop Your Dreaming, I Think Brown is a New Soft Blue, Maybe In Another Life, dan Selamat Malam. Penelitian ini mengungkap bagaimana hasrat subjek digambarkan melalui simbol-simbol yang merepresentasikan ketidakpenuhan, keterbatasan, dan fragmentasi eksistensial. Melalui konsep Lacan tentang The Real, The Imaginary, The Symbolic, dan objet petit a, puisi-puisi tersebut menampilkan ketegangan antara keinginan untuk keutuhan dan kenyataan keterpisahan, kerapuhan, serta ketidakmungkinan pemenuhan hasrat secara utuh. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam terdapat; 1) hasrat menjamah yang tidak terjamah, 2) menautkan hasrat pada kehadiran yang fana, 3) fregmentasi diri dalam ingatan dan identitas, 4) ketegangan antara imaji dan realita social, 5) relasi yang tidak nyata, 6) melampaui realitas dalam imajinasi, 7) bahasa sebagai penghibur.
Reperesentasi Bahasa Gaul pada Generasi Z di Media Sosial Instagram Devi Apyunita; Atikah Nurul Asdah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1608

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan bahasa gaul oleh Generasi Z dalam interaksi mereka di media sosial Instagram. Bahasa gaul yang digunakan mencerminkan dinamika sosial dan identitas kelompok yang terbentuk melalui komunikasi digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bahasa gaul serta memahami fungsi sosial dan makna yang terkandung dalam penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui observasi partisipatif dan dokumentasi unggahan serta komentar pada akun-akun Instagram milik remaja Generasi Z. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan oleh remaja di media sosial, khususnya Instagram, sangat dinamis dan menunjukkan beragam bentuk kreativitas linguistik. Mencakup penggunaan leksikal khas Gen Z, campur kode, pelesetan fonologis, hingga penciptaan istilah baru yang mencerminkan budaya digital dan tren populer. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang penting bagi perkembangan dan pelestarian bentuk-bentuk bahasa tidak baku yang bersifat dinamis dan kontekstual. Kata Kunci: Bahasa gaul, Generasi Z, Sosiolinguistik, Media sosial. Abstract This research explores the use of slang by Generation Z in their interactions on the social media platform Instagram. The slang used reflects social dynamics and group identities formed through digital communication. The aim of this research is to identify various forms of slang and to understand the social functions and meanings embedded in its use. The research method employed is descriptive qualitative with a sociolinguistic approach. Data were obtained through participatory observation and documentation of posts and comments on Instagram accounts owned by Generation Z teenagers. The findings of this research reveal that the language used by teenagers on social media, particularly Instagram, is highly dynamic and showcases diverse forms of linguistic creativity. This includes the use of Gen Z-specific lexical items, code-mixing, phonological wordplay, and the creation of new terms that reflect digital culture and popular trends. The research demonstrates that social media serves as a crucial space for the development and preservation of non-standard language forms that are dynamic and contextual. Keywords: Slang, Generation Z, Sociolinguistics, Social Media
Nilai Moral Syair Jawa Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Karakter pada Santri Taman Pendidikan Al Qur’an M. Furqon Al Maarif; Edy Suryanto; Nugraheni Eko Wardani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1611

Abstract

Pembentukan karakter merupakan aspek fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, di mana pendidikan karakter tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi juga membentuk budi pekerti dan sopan santun generasi muda. Dalam konteks masyarakat Jawa, pendidikan karakter telah diterapkan sejak dini melalui pola asuh keluarga dan pengenalan nilai-nilai luhur budaya Jawa. Namun, di era globalisasi, tantangan terhadap moralitas remaja semakin meningkat, sehingga diperlukan upaya pelestarian nilai-nilai budaya, salah satunya melalui syair-syair Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran syair Jawa dalam membentuk karakter anak bangsa, khususnya melalui lembaga pendidikan nonformal seperti Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap syair-syair Jawa yang berkembang di masyarakat. Sumber data dalam penelitian adalah syair-syair Jawa yang berkembang di masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen. Sedangkan untuk teknik analisis data kualitatif menggunkan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair-syair Jawa tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media efektif dalam menanamkan nilai moral dan membangun karakter generasi muda di tengah tantangan globalisasi.
An Analysis of Students’ Writing Ability in Narrative Texts at the SMA N 4 Tanjungpinang Nurfadilah Nurfadilah; Nana Raihana Askurny; Rara Cahya Aprilya; Nurul Atiqah Rizwana; Melisa Hazana; Elina Bayusri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1613

Abstract

This study aims to describe students' ability in writing narrative texts and identify common mistakes that are often found in their writing. This study used a descriptive quantitative approach with 31 students of class 11.1 SMA Negeri 4 Tanjungpinang as the subjects. Data were collected through narrative text writing assignments and analyzed using an assessment rubric based on five aspects: content, organization, grammar, vocabulary, and mechanics. The results showed that 16% of students had excellent writing ability, 45% were in the good category, and 39% were fair. The most dominant mistakes were found in the aspects of grammar and mechanics, such as inappropriate use of tenses, punctuation and spelling mistakes. Meanwhile, the content and organization aspects showed better results, indicating that most students were able to understand the basic structure of the narrative text. This finding is expected to provide an illustration for teachers to focus more on improving students' grammar and mechanics aspects in learning to write.
Pernikahan dalam Bingkai Tradisi Sunda di Kampung Adat Cikondang Azizah Nur Fadilah; Dika Raihan Batara; Ghina Hanifah; Nasibah Huriyyatul Jannah; Ramdani Ardiansyah; Yoga Bonvilio Brady Yanwas; Mamat Supriatna; Aam Imaddudin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1632

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tradisi pernikahan adat Sunda yang masih dipertahankan di Kampung Adat Cikondang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosesi pernikahan adat Sunda di kampung tersebut serta makna simbolik dari setiap rangkaian upacaranya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi lapangan (field research) dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada ketua adat, budayawan, dan warga yang terlibat langsung dalam prosesi pernikahan. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif dengan triangulasi sumber data. Hasil studi menunjukkan bahwa di Kampung Adat Cikondang ada tiga tahap utama tradisi pernikahan, diantaranya pranikah, pelaksanaan akad nikah, dan pasca-nikah. Salah satu tradisi penting yang mulai jarang dilakukan karena biaya dan perubahan gaya hidup adalah ngeuyeuk seureuh, yang mengandung banyak nilai simbolis tentang kehidupan rumah tangga. Selain itu, peraturan pernikahan antar suku di kampung adat ini diperbolehkan asalkan memenuhi syarat tertentu, seperti kesamaan agama dan penghormatan terhadap adat setempat. Dalam prosesi pernikahan di kampung ini juga masih melibatkan peran sentral dari ketua adat, baik dalam penentuan tanggal pernikahan hingga menjadi mediator konflik rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi pernikahan di Cikondang tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Sunda, melainkan berfungsi juga sebagai media untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
Penggunaan Metafora dan Makna dalam Diskursus Politik pada Media Sosial (Kajian Pragmatik) Fahriani; Nur Khadijah Razak; Ratnawati Ratnawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metafora dan makna dalam diskursus politik di media sosial, khususnya pada Platform Youtube, dengan pendekatan pragmatik. Fokus penelitian diarahkan pada pada dialog politik yang diunggah oleh channel The Habibie Center. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pencatat, dan stuudi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora yang digunakan dalam diskursus politik di media sosial berfungsi untuk membangun citra politik, membingkai isu-isu tertentu, serta mempengaruhi opini publik. Tindak tutur ilokusi, seperti asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, banyak ditemukan dalam penggunaan metafora tersebut. Tindak tutur asertif dalam pernyataan keyakinan dan penegasan terhadap ideologi tertentu. Direktif muncul dalam bentuk ajakan, permintaan, dan intruksi kepada publik atau pemerintah. Ekspresif terlihat pada ungkapan keprihatinan, kritik, dan pujian terhadap kondisi politik atau tokoh tertentu. Komisif digunakan dalam janji politik atau komitmen terhadap kebijakan, sedangkan deklaratif hadir dalam pengumuman atau pernyataan yang mengubah status politik tertentu. Selain itu, makna dalam diskursus politik tidak hanya bersifat literal, melainkan juga implisit yang dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan tujuan komunikatif penutur. Temuan ini mengaskan bahwa penggunaan metafora dalam diskursus politik di media sosial menjadi alat strategis dalam membentuk persepsi politik masyarakat.