Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles
220 Documents
PENENTUAN OPERATOR PACKER DAN LOADER YANG OPTIMAL DENGAN METODE WORK SAMPLING DAN WORK LOAD ANALYSIS (Studi Kasus : PT. Semen Indonesia Tbk. Plant Gresik)
Shiddiq Adhim Bashori;
Nina Aini Mahbubah
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): PROFISIENSI DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (649.43 KB)
|
DOI: 10.33373/profis.v8i2.2593
PT Semen Indonesia Plant Gresik merupakan pabrik manufaktur yang memproduksi semen di kabupaten Gresik. Pada tahun 2019, bahan baku yang diproduksi 50% sudah dilakukan proses pengolahan dari Tuban yang dikirim dalam bentuk klinker. Permasalahan yang teridentifikasi yaitu Pertama, sejak PT Semen Gresik (Persero) Tbk bertransformasi menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan berperan sebagai strategic holding company membuat PT. Semen Gresik yang sebelumnya dalam memproduksi produk semen secara terus menerus, akan tetapi pada saat ini tahun 2019 aktivitas strategi proses produksi yang diterapkan oleh perusahaan adalah berubah dengan sistem Make To Order (MTO). Kedua, banyaknya waktu menganggur pada operator packer dan loader. Ketiga, tidak tercapainya jumlah nilai release yang direncanakan oleh perusahaan dengan hasil release yang sudah tercpai saat ini. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis beban kerja yang diperlukan untuk digunakan sebagai dasar dalam alternatif penentuan kebutuhan jumlah tenaga kerja yang optimal dengan metode Work Sampling Dan Work Load Analysis. Dari hasil perhitungan metode work sampling berdasarkan data sampling kerja random dan sampling kerja random dengan rumus excel, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan operator packer dan operator loader berdasarkan hasil waktu standar yaitu sama-sama membutuhkan 1 orang. sedangkan hasil dari metode work load analysis berdasarkan data sampling kerja random mampu memberikan alternatif 7 operator packer per shift. Untuk alternatif jumlah operator loader sebanyak 9 operator loader per shift. Sedangkan berdasarkan perhitungan data sampling kerja random dengan rumus excel mampu memberikan alternatif 5 operator packer per shift. Untuk alternatif jumlah operator loader sebanyak 6 operator loader per shift.
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK RUANG LOGISTIK PADA PT. SCHNEIDER ELECTRIC MANUFACTURING BATAM LOT 208
Sutrisno Sutrisno;
Nandar Cundara;
Bambang W. Widodo
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 1 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (705.027 KB)
|
DOI: 10.33373/profis.v2i1.316
Perencanaan fasilitas dapat dikemukakans ebagai proses perancangan fasilitas, perencanaan, desain dan susunan fasilitas, peralatan fisik dan manusia yang ditunjukan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan system pelayanan. Di dunia industri, perencanaan fasilitas dimaksudkan sebagai rencanadalam penanganan material handling dan untuk menentukan peralatan dalam proses produksi, juga digunakan dalam perencanaan fasilitas secara keseluruhaan. Didalam merancang tata letak pabrik aktifitas. Pemindahan barang atau sering disebut material handling merupakan suatu hal yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan karena berhubungan langsung dengan perubahan luas lantai produksi.Penelitian yang dilakukan di PT. Schneider Electric Manufacturing Batam lot 208 di departemen Logistik section receiving dengan menerapkan teori kedekatan agar pekerjaan lebih efisien karena lokasi berdasarkan aktifitas yang lebih sering berhubungan.Hasil dari penelitian ini adalah area yang dipindah dikarenakan hubungan kedekatan nya. Ruang receiving berhubungan dengan Unloadingarea dan dimana jarak sebelum di Re-Layout adalah 31 meter menjadi 4 meter,dan juga menambahkan ruangan baru untuk ruang Manager.Kata kunci : Tata letak Fasilitas dan hubungan kedekatan area
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK METODE RULA SECARA DIGITAL UNTUK MEMUDAHKAN PENILAIAN ERGONOMI RESIKO KERJA
Benedikta Anna Haulian Siboro;
Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): PROFISIENSI JUNI 2018
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (710.935 KB)
|
DOI: 10.33373/profis.v6i1.1453
Ergonomi berupaya menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan baik dalam beraktivitas maupun istirahat dengan segala kemampuan dan keterbatasan manusia baik secara fisik, maupun mental. Umumnya penilaian ergonomi dengan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) masih menggunakan checksheet sehingga membutuhkan waktu untuk menentukan resiko kerja tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat lunak secara digital yang dapat digunakan untuk memudahkan penilaian resiko kerja terhadap suatu aktivitas kerja manusia dengan beban, lamanya kerja, perulangan aktivitas dan lain-lain dengan metode assessment adalah RULA. Penelitian ini dilakukan terhadap 80 mahasiswa Teknik Industri UNRIKA dengan membandingkan penggunan tabel RULA check sheet/form dengan perangkat lunak RULA dan dilakukan pengujian validitas dan reliabitas. Hasil menunjukkan MAD (Mean Absolute Deviation) pengukuran digital pada penelitian ini sebesar 0,040. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan sudut antara posisi normal dan persimpangan sudutnya pada saat assessment dengan check sheet/form dan perangkat lunak, sehingga membuat responden meragukan penilaian postur terutama pada bagian tubuh dan pergelangan tangan. Selain itu, TEM (Technical error of measurements) hasil pengukuran digital tidak berbeda secara signifikan dengan TEM hasil pengukuran langsung walaupun TEM hasil penilaian dengan check sheet/form masih lebih baik dibanding dengan menggunakan perangkat lunak. Rata-rata TEM semua area penilaian RULA untuk semua subjek ukur adalah 0,026 untuk dua set penilaian digital dan 0,028 untuk dua set penilaian check sheet/form.
PERBAIKAN METODE KERJA PADA PROSES SET UP UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MARCHINING GATE VALVE DI PT. CAMERON SYSTEMS BATAM
Refdilzon Yasra;
Nilda Tri Putri;
M. Rozaq M. Rozaq
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1385.218 KB)
|
DOI: 10.33373/profis.v9i1.3345
PT. Cameron System Batam is a manufacturing company that produces oil and gas equipment. In carrying out the production process the company uses a make to order system where there are many types of product models that are manufacture in varying quantities according to customer demand. Presently the the company direct hours productivity is below the target. Major contributed by Department machining at low productivity direct hours, as reported in the last 6 months production report direct hours productivity. One caused of low direct hour productivity is time for set up machine out of control. The research conducted with objective to determine the standard time required for Set up time and improve the work methods provided to increase the direct hour productivity at Department Machining. Shop floor observation required toidentify the activity and constraint face during the set-up processes. Data observation collected using the statistical method uji keseragaman data and uji kecukupan data. Problem and Process activity identify with Operation process chart, flow process chart and man-machine chart. Man-machine Chart result the time required for the set-up processes is 82 minutes with workload for Man (97.6%) and Manchine (2.4%) that’s show uneven workload. Derived from Flow process chart identify the unproductive activity. Analyze the data and information from process chart using the Fishbone diagram to find the possible cause and identify the improvement using the FMEA method improvement priorities. Base on the FMEA analysis result with highest RPN will be use for priorities improvement activity where the result are Key Fixture manual (40), No set up activity during the machine running (30), Attitude (30), no scale measurement available (30), Lack of awareness (27) and baut (t-daslot) jam (24). Perform the simulation by ploting the data improved from analysis result to the man-machin chart, flow process chart results the standar time for set up is 86 minutes where the workload between man (98%) and Machine (85%). It shown that workload even/ balance and the utilization of the machine increase from 2.4% to 85% it will increase the direct hours and improve the direct hours productivity
ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN SYSTEM ATTANDANCE MANAGEMENT (STUDI KASUS PT. POLLUX BARELANG MEGA SUPERBLOCK)
Sudika Diski Sitohang;
Edi Sumarya;
Hery Irwan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 1 (2019): PROFISIENSI JUNI 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.534 KB)
|
DOI: 10.33373/profis.v7i1.2471
PT. Pollux Barelang Mega Superblok adalah perusahaan yang bergerak dibidang properti. Perusahaan dihadapkan pada permasalahan penggajian karyawan yaitu pembayaran gaji karyawan yang sering telat pada sistem penggajian sebelumnya dan dalam perhitungan penggajian karyawan kurang efektif yang mengakibatkan proses kerja tidak efisien, sehingga diperlukanya penerapan sistem informasi penggajian yang baru dan menganalisis sistem informasi penggajian tersebut. Analisis sistem informasi penggajian pada penelitian ini dilakukan dengan menganalisis sistem informasi penggajian sebelum dan sesudah penerapan dengan metode PIECES , mendesain sistem yang sudah diterapkan menggunakan DFD (data flow diagram) dan menggunakan skala likert untuk mengatahui tingkat rata-rata kepuasaan pengguna dalam menggunakan sistem informasi penggajian.Hasil dari analisis sistem informasi penggajian adalah sistem yang sudah diterapkan lebih unggul dari sistem yang sebelumnya, dimana sistem yang sebelumnya dalam rata rata tinggkat kepuasan masih cukup puas dan sesudah diterapkan dalam rata rata tingkat kepuasan sudah puas. Dalam desain DFD pada sistem yang sudah diterapkan masih ditemukan beberapa kelemahan yaitu dalam mengolah data dari mesin fingerprint masih manual menggunakan USB dan dalam perhitungan gaji tidak otomatis karena data yang sudah ditarik dari fingerprint dan dimasukan kedalam sistem attendance management masih berupa data mentah yaitu data jam kerja karyawan.
MENGURANGI KETERLAMBATAN PADA PROYEK PEMBUATAN CARGO BARGE 300'(STUDI KASUS PT.SEKAR PERMATA NUSA)
Edy Setioko;
Dadang Redantan;
Zainal Arifin
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 1 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1099.458 KB)
|
DOI: 10.33373/profis.v1i1.214
Khususnya pada proyek pembuatan cargo barge , padapengerjaan cargo barge 300' untuk hull 665 proyek tidak bisaselesai tepat waktu halini terjadi karena penjadwalan dan pengaturan tenaga kerja welder 1G yang tidaksesuaidengan volume pekerjaan yang ada. Selama ini penjadwalan pekerjaandilakukan tanpa memperhatikan apakahkegiatan tersebut memiliki waktukelonggaran dalam pengerjaannya. Keterlambatan penyelesaian proyek adalahhalyang merugikan bagi perusahaan, karena perusahaan harus membayar denda pinaltidari client. Permasalahanyang dihadapi perusahaan saat ini adalah jumlah tenagakerja welder 1G yang tersedia kurang yang mengakibatkanketerlambatan pengerjaanproyek.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penjadwalan proyek pada pembuatan cargo barge 300' diPT. Sekar Permata Nusa yang terbaik, dimana penjadwalan proyek tersebut dapatmengurangi keterlambatanpenyelesaian pekerjaan.Metodepenjadwalan proyek yang diteliti adalah metode jalur kritis , biasa disebutdenganPERT (Program Evaliasi and Review Technique).Dari hasil pengolahan data dan pembahasan hasil penelitian, metodepenjadwalan proyek terbaik adalahmenggunakan metode PERT dengan perhitunganmundur dimana jumlah pemakaian pekerja maximal tiap bulannyaadalah 61 pekerjadan dengan biaya pengerjaan sebesar 524.763.800 rupiah. Pengeluaran biaya ini lebihkecildibandingkan dengan perhitugan maju, dengan selisih biaya sebesar376.177.600 rupiah.Kata kunci: Keterlambatan, PERT, Jaringan Kerja, Jalur Kritis.
PERANCANGAN MEJA BANTU UNTUK MENGURANGI RISIKO LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA BAGIAN PROSES PENGEPRESAN DI UKM MJ
Khairudin Khairudin;
Annisa Purbasari;
Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (705.246 KB)
|
DOI: 10.33373/profis.v9i1.3338
UKM MJ adalah home industri yang memproduksi jersey dan kaos. Salah satu proses produksi di UKM tersebut yaitu proses pengepresan produk yang menggunakan mesin press. Mesin press masih dioperasional secara sederhana yanng ditempat pada lantai produksi dan tanpa alat bantu. Ukuran mesin press memiliki panjang dan lebar sebesar 60 x 60 cm, sedangkan tingginya sebesar 15 cm. Selama proses tersebut berlangsung, pekerja bekerja dengan postur membungkuk, terjadi tekukan pada kedua kaki, kerja monotoni dan berulang yang membutuhkan waktu kerja antara 1-3 jam, sehingga timbulnya keluhan nyeri pada pinggang, pinggul dan mempengaruhi performansi kinerja pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang meja kerja yang akan membantu proses kerja serta mengurangi nyeri pada tubuh. Pada penelitian ini menggunakan metode kuesioner Low Back Pain (LBP). Dan untuk perancangan meja berdasarkan data antropometri kesemua karyawan. Dari kajian menggunakan kuesioner LBP menunjukan bahwa adanya penurunan persentase pada tingkat selalu dari hasil tingkat sebelumnya 3% menjadi 0%, untuk tingkat keluhan sering dari 27% menjadi 0%, untuk keluhan kadang-kadang dari 42% menjadi 10%, dan untuk keluhan jarang sama 23%, dan untuk keluhan tidak pernah dari 5% menjadi 67%. Dari hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa menggunakan perancangan meja bantu dengan ukuran panjang meja 50 cm, lebar 70cm, dan tinggi 80cm, mampu meminimalisir mengurangi resiko LBP.
PENENTUAN UMUR EKONOMIS COMPRESSOR PISTON DOUBLE ACTING DENGAN MENGGUNAKAN METODE BIAYA TAHUNAN RATA - RATA (Study Kasus Di PT. Ecogreen Oleochemicals Batam) THE DETERMINATION OF COMPRESSOR PISTON DOUBLE ACTING ECONOMIC LIFE USING ANNUAL COST AVERAGE METHOD
Holong P. Simanjuntak;
Hery Irwan;
Dadang Redantan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 4, No 2 (2016): ROFISIENSI JOURNAL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (670.332 KB)
|
DOI: 10.33373/profis.v4i2.588
Seiring kemajuan teknologi yang begitu pesat menimbulkan persaingan yang sangat ketat di dalam dunia bisnis. Salah satu factor utama untuk menjaga kelancaran proses produksi adalah mesin seperti yang terjadi di PT. Ecogreen Oleochemicals yang pada saat ini sedang mengalami ganguan dalam proses produksi hingga mengakibatkan pesanan komsumen tidak tercapai. Jumlah produk fatty alcohol yang dihasilkan terhitung mulai dari tahun 2015 mencapai 23.000 ton/tahun dari total good product yang seharusnya dicapai berkisaran 43.200 ton/tahun. Hal diakibat karena mesin compressor yang merupakan salah satu alat utama dalam menaikan tekanan hydrogen untuk mereaksikan Metilester dalam reactor melalui proses hidrogenasi untuk memproduksi produk fatty alcohol sering mengalami kerusakan. Selain dari pada itu produk fatty alcohol yang sudah di order oleh konsumen sebanyak 40.000 ton setiap tahunnya tidak dapat dipenuhi oleh perusahaan PT. Ecogreen.Dari rangkuman permasalahan di atas, penulis melakukan penelitian terhadap mesin compressor untuk menentukan umur ekonomis mesin tersebut. Hal ini bertujuan untuk meninjau kembali waktu penggunaan alat dengan mengumpulkan data-data yang actual dari lapangan dan melakukan perhitungan kembali terhadap produktifitas mesin kompresor dengan menggunakan metode biaya tahunan rata-rata.Total biaya operasioanl tahunan mesin Compressor berdasarkan hasil perhitungan data actual dari lapangan khususnya pada tahun ke-18 yaitu pada tahun 2015 disimpulkan bahwa setiap tahunnya biaya operasional mesin semakin tinggi yaitu sebesar Rp 216.029.355,- dan waktu operasi juga semakin rendah yaitu 1.950 jam/ tahun dari waktu normal 3600 jam/tahun .Kata kunci : Dasar-dasar Ekonomi Teknik, Manajemen Industri, Manajemen Perawatan Pabrik, Manajemen Technology advances so rapidly leads intense competition in the business world. One of the main factors to maintain production process is a machine like that happened at PT. Ecogreen Oleochemicals which is currently facing problem about production process then impact to customer order is not reached. The amount of fatty alcohol products produced starting from the year 2015 to reach 23,000 tons / year of total good-ranging product that should be reached 43,200 tons / year. This is caused because the engine compressor which is one of the key tools in raising the pressure of hydrogen for reacting methylester in the reactor through a hydrogenation process for producing fatty alcohol often damaged. Apart from that fatty alcohol products already in the consumers order by 40,000 tons each year can not be met by the company PT. Ecogreen.Based on above problems, the authors conducted a study of machine compressor to determine the economic life of the machine. It aims to re-review the time of tools by collecting actual data from the field and recalculated productivity of compressor machine using the average annual cost.The total annual operational cost of machine compressor based on calculation of the actual data especially in the 18th year that in 2015 concluded that each year the operating expenses is higher in the amount of USD 216 029 355, - and also the operating time is lower, that is 1,950 hours / year of normal time 3600 hours / year. Keywords: Engineering Economics Fundamentals, Industrial Management, Maintenance Management, Production and Operations Management
ANALISIS RISIKO KERUSAKAN PADA ALAT BERAT GRAB DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (Study Kasus: PT SIAM MASPION TERMINAL GRESIK)
Achmad Fany Rislamy;
Nina Aini Mahbubah;
Dzakiyah Widyaningrum
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 1 (2020): PROFISIENSI JULI 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.389 KB)
|
DOI: 10.33373/profis.v8i1.2553
Preventive maintenance is considered as keypoint in maintenace management in order to maintain logistics’ steadiness along with pre and post production process. PT. Siam Maspion Terminal is one of the leading port’s service company which is provide logistics services on terminal port. Grab heavy eguipment is considered as the main equipment during looading and unloading process. Initial instigation found that inspite of periodically maintenance have been implemented, however, a high number of machine’s downtine have been identified. This study aims to analyze the cause and effect risk failure of grab’s components in order to mitigate alternative preventive maintenance using the FMEA approach. This research begins with downtime identification of five types of Grab heavy equipment, followed by identify the cause and effect such failure to determine ranking values based on the severity, frequency of occurrence, and detection. A number of espondents from the maintenance department were chosen as expert who filled out the FMEA questionnaire. This study found that there are six Grab components which are identified as critical component from Grab no 2 and Grab no 5. It was found that two highest failure risk are pulley and axle components. Regular maintenace recommendations based on these critical failure components are recommended in order to prevent such failure occur in the future.
EVALUASI MENARA TELEKOMUNIKASI TERPADU DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DI KOTA BATAM
M.Daud M.Daud;
Petra Paulus Tarigan;
Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 1 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (277.108 KB)
|
DOI: 10.33373/profis.v2i1.311
Penelitian ini adalah salah satu strategi dalam menentukan titik-titik pembangunan menara telekomunikasi yang akan dibangun di Kota Batam, melalui Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam yang telah ditunjuk oleh pemerintah Kota Batam dalam menanggani masalah pembangunan menara telekomunikasi yang berada di wilayah Kota Batam dan sekitarnya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penataan pembangunan menara telekomunikasi, hambatan, serta peluang penataan dan pembangunan menara di kota Batam. Analisis SWOT digunakan agar efektivitas dan efisiensi dalam pengunaan lahan dan penataan kota bisa tercapai. Penelitian ini mengunakan data observasi dari berbagai sumber, baik data dari Badan kominfo Kota Batam, kuesioner, wawancara, perpustakaan, dan internet.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa evaluasi menara telekomunikasi terpadu dengan mengunakan analisis SWOT di Kota Batam belum tertata dengan baik, masih banyaknya hambatan-hambatan dalam pelaksanaan penertiban menara telekomunikasi dan akibat pesatnya industri telekomunikasi di Kota Batam, maka permintaan akan lahan untuk pembangunan menara telekomunikasi terpadu semakin tinggi, sehingga dengan keterbatasan lahan yang ada di Kota Batam maka pembangunan menara tersebut bisa di alihkan ke wilayah Hinterland.Kata Kunci: Menara Telekomunikasi, SWOT