cover
Contact Name
Fanny Lesmana
Contact Email
jurnal_scriptura@petra.ac.id
Phone
+62312983052
Journal Mail Official
jurnal_scriptura@petra.ac.id
Editorial Address
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Scriptura : Jurnal Ilmiah
ISSN : 1978385X     EISSN : 26554968     DOI : https://doi.org/10.9744/scriptura
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Scriptura is published biannually, in January and July, by Petra Christian University. Jurnal Ilmiah Scriptura aims to promote a comprehensive approach to communication incorporating viewpoints of different disciplines, strengthen academic exchange with other institutions, and encourage scientist, practicing engineers, and others to conduct research and other similar activities. Jurnal Ilmiah Scriptura welcomes papers with the above aims and scopes. The editorial board decides papers to be published in Scriptura after review by reviewers appointed by the board. Authors will be advised of reviewers comments and suggestions.
Articles 109 Documents
Front Mater (Cover, Editorial, Table of Content) Jurnal SCRIPTURA
Scriptura Vol. 13 No. 2 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
Strategi Komunikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Mensosialisasikan Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (Studi Kasus Nelayan Kota Tegal) Gerungan, Kirsten Kimberly Injily; Darmastuti, Rini; Kristiyani, Dian Novita
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.1-13

Abstract

Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) merupakan suatu kebijakan yang dilakukan dengan menerapkan sistem kuota dan pembagian zona atau wilayah penangkapan ikan yang diatur dalam PP 85 Tahun 2021. Sekalipun sudah ada sudah ada sosialisasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nelayan di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa termasuk nelayan Kota Tegal bergejolak memberikan respon negatif terhadap kebijakan ini. Strategi komunikasi yang kurang tepat dan perbedaan persepsi menjadi permasalahannya. Tujuan dari tulisan ini pertama, memetakan strategi komunikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada nelayan dalam membangun pemahaman tentang kebijakan penangkapan ikan terukur. Kedua, memahami persepsi nelayan terkait kebijakan ini dan memberikan masukan untuk membangun persepsi yang sama. Tulisan ini didasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain penelitian studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, ada beberapa strategi komunikasi yang digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mensosialisasikan kebijakan penangkapan ikan terukur ini. Strategi tersebut adalah Word of Mouth (WOM), konsultasi publik dan publikasi melalui media. Kedua, strategi yang digunakan KPP belum berhasil, karena ada perbedaan persepsi antara pemerintah, dalam hal ini KPP dengan nelayan. Nelayan di Pantura beranggapan kebijakan PIT ini sangat merugikan nelayan. Karena itu, strategi komunikasi KPP seharusnya didasarkan dari persepsi nelayan.
Jogja Walking Tour Sebagai Alternatif Berwisata Kaum Muda (Analisis Interaksi Sosial Berdasarkan Perspektif Herbert Blumer) Ningrum, Dyaloka Puspita
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.14-24

Abstract

Tren walking tour telah menjadi bisnis kreatif dengan minat khusus di beberapa kawasan tujuan untuk mengajak para pelakunya kembali memahami dinamika di masa lampau. Tulisan ini bertujuan menganalisis interaksi sosial dalam kegiatan Jogja Walking Tour sebagai alternatif berwisatanya kaum muda berdasarkan teori Interaksional Simbolik-nya Herbert Blumer dengan 3 premis pemikiran. Menggunakan metode penelitian kualitatif pada pendekatan fenomenologi, hasil penelitian menunjukkan bahwa Jogja Walking Tour tidak lepas dari daya tarik seorang story teller yang cukup informatif. Semangat walking tour dapat dijadikan model pembelajaran bagi wisatawan untuk kian mengenal lokalitas dan keanekaragaman kebudayaan tertentu di suatu masyarakat. Menelusuri aktivitas Jogja Walking Tour sebagai salah satu cara baru berwisata publik, nampaknya terus mewarnai media digital dengan sejumlah interaksi sosial para pelakunya yang sudah saling terkoneksi. Hal tersebut tentu saja sejalan dengan Perspektif-nya Herbert Blumer terkait analisis perilaku individu dengan individu yang lain dalam kelompok kecil yang bahkan dalam aktivitas walking tour interaksi itu sendiri dapat digambarkan antara “wisatawan” dengan sesamanya ataupun antara “wisatawan” dengan “penduduk setempat” yang proses komunikasinya pun terus dikembangkan selama perjalanan berlangsung. Sehingga diharapkan adanya sumbangsi dari pemerintah yang tidak hanya berfokus pada kemajuan infrastruktur pariwisatanya saja, juga dapat memfasilitasi hadirnya berbagai komunitas lokal yang dapat menggerakan industri wisata kedaerahan.
Budaya Anak Muda, Globalisasi, dan Hiburan Populer: Komunitas Standupindo Dumai Indonesia Pramana, M. Agung; Triantoro, Dony Arung
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.49-58

Abstract

Studi ini mengkaji tentang representasi budaya anak muda di dalam hiburan stand up comedy. Studi-studi sebelumnya hanya berfokus pada budaya lokal masyarakat saja, namun pada saat sekarang terjadi pembaruan dari budaya lokal ke budaya anak muda tanpa melupakan budaya lokal masyarakat. Berfokus pada komunitas standupindo Kota Dumai, artikel ini menjawab pertanyaan utama yaitu bagaimana representasi budaya anak muda yang sejalan dengan hiburan stand up comedy? Pertanyaan lanjutan yang akan penulis eksplorasi yaitu bagaimana kemunculan komunitas standupindo di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penulis menggunakan data yang dihasilkan dari wawancara dan observasi, serta netnografi melalui akun instagram @standupindo_dumai dan spotify SUID Podcast. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya lokal dan anak muda turut serta dalam mengemas hiburan stand up comedy. Contohnya membuat agenda-agenda dengan tema masyarakat Dumai, mengonsep pertunjukan stand up comedy di kafe. Hal ini menandakan bahwa antara budaya anak muda dan hiburan populer itu saling berkelindan satu dengan yang lainnya. Studi ini juga menggarisbawahi perlunya penelitian di komunitas standupindo di daerah-daerah lain untuk mengeksplorasi konsep budaya anak muda, dan untuk memperkaya pemahaman tentang budaya dan stand up comedy di Indonesia.
Digital Storytelling Melalui Media Sosial Tiktok dalam Promosi Kuliner Bekasi Manah, Mae; Yudhawasthi, Ciwuk Musiana
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.25-33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan digital storytelling yang dilakukan oleh akun TikTok @kuliner_bks sebagai penyedia jasa paid promote dalam kegiatan promosi kuliner Bekasi. Penelitian ini menggunakan analisis model AISAS. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan, akun TikTok @kuliner_bks sebagai penyedia jasa paid promote menggunakan penerapan digital storytelling dalam promosi produknya dimulai dari pemilihan nama, logo, talent, dan narasi. Ditinjau melalui model AISAS, penerapan digital storytelling akun TikTok @kuliner_bks menjadi daya tarik bagi tenant (client) yang akhirnya melakukan kerja sama dengan akun TikTok @kuliner_bks.
Komunikasi Pemasaran Digital: Analisis Kolaborasi Konten Komedi pada Dua Merek Berbeda di Instagram Rubiyanto, Rubiyanto; Herari, Noprita; Waluyo, Waluyo
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.59-71

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kolaborasi konten komedi di Instagram dari dua perusahaan dengan merek berbeda selama pandemi Covid-19, yang ditandai dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan makin populernya konten komedi. Objek yang diamati dalam penelitian ini adalah kolaborasi antara EsTeh Indonesia dan Baso Aci Akang sebagai bentuk komunikasi pemasaran digital dan salah satu sarana untuk mengingatkan merek dan produk mereka kepada konsumen. Metodologi yang digunakan kualitatif dengan metode analisis naratif dan berfokus pada story, plot, dan tokoh dalam unggahan komedi mereka masing-masing di Instagram selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten komedi mampu menarik perhatian dan bahkan hasil dari kolaborasi berdampak signifikan pada peningkatan jumlah pengikut Instagram. Temuan lain diketahui bahwa kolaborasi konten komedi merupakan strategi promosi yang tepat tidak hanya untuk memperkuat pengingatan merek, namun dapat membangun loyalitas konsumen atas produk dan merek dari kedua perusahaan. Konten komedi dengan aspek kejutan dan nilai kemanusiaan juga memiliki peluang lebih besar untuk menjadi viral.
Literasi Digital, Lansia, dan Konstruktivisme: Pendekatan Pembelajaran untuk Meningkatkan Resiliensi Para Imigran Digital Sarbani, Yohanes Adven; Mulyati, Heni; Astuti, Santi Indra
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.72-81

Abstract

Di era digital ini, lansia dapat masuk dalam kategori imigran digital menurut klasifikasi Mark Prensky (2001). Lansia yang terbiasa menggunakan teknologi analog, kini harus berhadapan dengan perkembangan teknologi digital, internet, teknologi mobile, bahkan serta aplikasi berbasis kecerdasaan buatan (Artificial Intelligence) yang begitu canggih dan pesat perkembangannya. Akibatnya, lansia seringkali membutuhkan upaya lebih keras dalam mempelajari dan menguasai teknologi digital. Penulis dalam penelitian ini tertarik untuk menjawab pertanyaan: Pendekatan pembelajaran apa yang sesuai untuk mengajari literasi digital para lansia sehingga mereka memiliki resiliensi di era digital ini? Tujuan dari artikel ini untuk melakukan studi pustaka mengenai pendekatan pembelajaran literasi digital bagi lansia. Penulis tertarik meng­kaji pendekatan konstruktivisme sebagai metode pembelajaran literasi digital bagi lansia. Konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan merupakan buah dari konstruksi pemikiran manusia. Sebagai pendekatan dalam pembelajaran, konstruktivisme meletakkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Peserta didik difasilitasi untuk aktif meng­konstruksi pengetahuan serta keterampilannya. Dengan paradigma dan karakteristiknya, pendekatan pembelajaran konstruktivisme dapat digunakan dalam pelatihan literasi digital bagi lansia. Terdapat lima tahapan rekonstruksi pemikiran dalam pendekatan konstruktivisme yaitu pendahuluan, eksplorasi, restrukturisasi, aplikasi, review dan evaluasi. Pembelajaran kelima tahapan ini akan mampu mendorong lansia untuk merekonstruksi pemikirannya serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait literasi digital sehingga meningkatkan resilensinya. Pendekatan konstruktivisme dapat digunakan program-program pendampingan lansia dalam mempelajari literasi digital, seperti Program Tular Nalar - Akademi Digital Lansia (ADL) yang digagas MAFINDO. Penelitian ini tidak menjabarkan teknik pembelajaran literasi digital berdasarkan tiga penggolongan lansia, melainkan melihat lansia secara umumnya.
#RIPAurelVoice: Telaah Liyanisasi Suara dan Tubuh Perempuan Meilinda, Meilinda; Wibawa, Satrya
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.95-100

Abstract

Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, sepasang selebriti muda, mendulang perhatian yang besar dari masyarakat Indonesia. Rangkaian upacara pernikahan mereka disiarkan baik oleh stasiun televisi nasional maupun kanal- kanal Youtube. Artikel ini menganalisa bagaimana tayangan upacara Siraman Aurel dan tayangan persiapan bulan madu Atta dan Aurel yang dipublikasikan secara terbuka dan luas menjadi upaya penetrasi ideologi meliyankan perempuan dengan menggunakan media sosial. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan metode studi literatur dan meminjam konsep filosofis Relasionalitas Aku dan Liyan oleh Armada Riyanto. Dalam simpulan terbukti bahwa kedua tayangan tersebut mengandung narasi yang memposisikan suara dan tubuh Aurel sebagai liyan. Penggunaan sosial media menjadi senjata ampuh yang dapat melakukan penetrasi ideologi patriaki tanpa disadari oleh kebanyakan masyarakat Indonesia yang menyaksikan tayangan-tayangan tersebut.
Proses e-WOM dalam Membangun Brand Awareness Bagi Kuliner Pedagang Kaki Lima di Surabaya Budiman, Marco Nugroho
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.34-48

Abstract

Aktivitas e-WOM bisa dilakukan oleh siapapun yang menjadi pengguna media sosial. Komunikasi mulut ke mulut adalah salah satu komponen komunikasi pemasaran untuk membangun brand awareness. Di era digital sekarang, bertumbuhnya kecanggihan media sosial maka semakin mudah memunculkan komunikasi mulut ke mulut berbasis internet, yaitu memiliki sebutan e-WOM (Electronic Word of Mouth). Kemudian kemunculan para celebrity endorser, seperti @Njajantok_sby membuat e- WOM menjadi aktivitas komunikasi yang menarik untuk diteliti. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus deskriptif dengan teknik wawancara langsung pemilik akun  Instagram @Njajantok_sby. Hasil penelitian didapatkan bahwa keunikan @Njajantok_sby adalah salah satu celebrity endorser bidang kuliner yang aktif melakukan e-WOM khususnya mengenai kuliner pedagang kaki lima di Surabaya. Penelitian ini berfokus melihat proses e-WOM dari @Njajantok_sby dalam membangun brand awareness kuliner pedagang kaki lima di Surabaya tanpa ada unsur endorsement. Konsistensi dalam komunikasi e-WOM yang dijalankan oleh @Njajantok_sby mampu menarik perhatian banyak audiens sehingga menumbuhkan rasa trust pada @Njajantok_sby. Dalam proses e-WOM, @Njajantok_sby menggunakan tiga dimensi e-WOM, yaitu content, intensity, dan valence of opinions sebagai penguatan brand awareness kuliner pedagang kaki lima di Kora Surabaya untuk membantu pemasaran bagi pedagang di Surabaya.
Ketika TikTok ‘Mengkhianati’ Kepercayaan Gen Z: Studi Uses & Gratification Penggunaan TikTok di Surabaya Yuliastuti, Maria
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.82-94

Abstract

Penelitian ini menyoroti TikTok yang telah berada di posisi teratas sebagai sosial media pilihan generasi Z di tahun 2023. Muncul beragam konten yang berdasar algoritma personal penggunanya, TikTok ingin meraih kepuasan mutlak generasi Z, menggunakan uses and gratification theory (UGT) telah dijabarkan analisis mendalam melalui beberapa indikator. Tidak seperti yang dibayangkan, hasilnya ternyata TikTok mengecewakan generasi Z dengan hanya memberikan kepuasan pada kebutuhan emosional, sosial, dan bisnis saja. Namun untuk kebutuhan hiburan dan kognitif ternyata belum mampu. Terbukti dari hasil temuan ini, generasi Z khususnya Surabaya kecewa dan merasa dikhianati kepercayaanya pada TikTok yang selama ini telah mereka akses lebih sering dibanding media sosial lainnya.

Page 9 of 11 | Total Record : 109