cover
Contact Name
Asep Hidayatullah
Contact Email
jurnaldiksatrasia@gmail.com
Phone
+62265-776787
Journal Mail Official
4sephidayatullah@gmail.com
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No.150, Mekarjaya, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 28291832     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Diksatrasia dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis dengan ISSN 2829-1832. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoretis mengenai pendidikan kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 382 Documents
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA PADA NOVEL ANJING MENGEONG, KUCING MENGGONGGONG KARYA EKA KURNIAWAN Fauzieah, Melly Luthfi; Munir, Sirojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20052

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kajian sosiologi sastra pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan dan mendeskripsikan bahan ajar yang berkaitan dengan kajian sosiologi sastra agar peserta didik mampu mengevaluasi gagasan dari membaca teks fiksi di media cetak. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan analisis sosiologi sastra menggunakan teori Ian Watt pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan. Penelitian ini menggunakan teori Ian Watt yang memfokuskan tiga aspek yaitu konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat dan fungsi sosial sastra. Konteks sosial pengarang diungkapkan tema, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa yang mencerminkan pengaruh sosial dan lingkungan terhadap pengarang dalam menulis cerita. Sastra sebagai cerminan masyarakat digambarkan melalui tema, tokoh, alur dan latar yang mencerminkan keadaan masyarakat pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong. Fungsi sosial sastra digambarkan melalui tema, amanat, tokoh dan latar sebagai perubahan dan pesan yang disampaikan penulis dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong.Kata Kunci: Sosiologi Sastra, novel.
MEDAN MAKNA KERAKUSAN DAN KEHILANGAN SYUKUR DALAM PUISI “MELUPAKAN SYUKUR” KARYA MUTIATUZ ZAHRO Afilia, Yasfika
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis medan makna yang merepresentasikan konsep kerakusan dan kehilangan syukur dalam puisi Melupakan Syukur karya Mutiatuz Zahro. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan puisi kontemporer yang sarat kritik moral dan sosial, namun masih terbatas dikaji melalui pendekatan semantik, khususnya medan makna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kata, frasa, dan larik puisi yang mengandung makna konotatif dan relasi makna. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan metode baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi diksi kunci, mengelompokkan kata berdasarkan kesamaan makna, serta menafsirkan makna leksikal dan konotatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Melupakan Syukur membangun dua medan makna utama, yaitu medan makna kerakusan dan medan makna kehilangan syukur. Medan makna kerakusan direpresentasikan melalui diksi rakus, dahaga, nafsu, dan menggelora yang menggambarkan hasrat berlebihan manusia. Sementara itu, medan makna kehilangan syukur ditunjukkan melalui ungkapan syukur terkubur, kebahagiaan melebur, serta pergeseran nilai moral pada diksi haram dan halal. Kedua medan makna tersebut membangun kritik sosial terhadap perilaku manusia yang lebih mengutamakan ambisi material dibandingkan nilai spiritual dan moral
GAYA BAHASA PERTENTANGAN DALAM NOVEL “TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR” KARYA TERE LIYE Hidayatullah, Syarif; Hayati, Rifa’atussalwa
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.21638

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk dan fungsi gaya bahasa pertentangan dalam novel Teruslah Bodoh, Jangan Pintar karya Tere Liye serta menjelaskan kontribusinya terhadap penyampaian pesan politis. Data penelitian berupa 39 kutipan teks yang dianalisis menggunakan teori gaya bahasa pertentangan Tarigan (2013), meliputi sinisme (20 kutipan), ironi (7), hiperbola (6), sarkasme (5), dan litotes (1). Setiap kutipan dianalisis secara kontekstual berdasarkan penutur, lawan tutur, situasi, dan perannya dalam membangun makna naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa pertentangan digunakan secara konsisten untuk menghadirkan kritik tajam terhadap praktik kekuasaan dan korupsi, menegaskan konflik antara rakyat dan pejabat, serta memperkuat ketegangan emosional antar tokoh. Dengan demikian, gaya bahasa pertentangan tidak sekadar berfungsi sebagai unsur estetis, melainkan juga sebagai instrumen retorik utama yang mempertegas kritik sosial-politik Tere Liye. Temuan ini berkontribusi pada kajian stilistika dengan memberikan pemahaman baru mengenai fungsi gaya bahasa dalam sastra kontemporer Indonesia, sekaligus menawarkan model analisis yang dapat diaplikasikan pada penelitian serupa.
PERUBAHAN MAKNA KATA AKIBAT PERKEMBANGAN BUDAYA POPULER DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (Alternatif Pengembangan Bahan Ajar Cerita Teks Eksplanasi) Komalasari, Heti; Herdiana, Herdiana; Mulyani, Sri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19933

Abstract

Heti Komalasari, 2108210005, PERUBAHAN MAKNA KATA AKIBAT PERKEMBANGAN BUDAYA POPULER DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (Alternatif Pengembangan Bahan Ajar Cerita Teks Eksplanasi), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan makna kata yang dipengaruhi oleh perkembangan budaya populer dalam media sosial Instagram serta potensinya sebagai alternatif bahan ajar teks eksplanasi. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi unggahan, komentar, dan interaksi pengguna Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya populer yang berkembang pesat di media sosial menciptakan fenomena pergeseran makna kata, baik berupa perubahan total, disfemia, penghalusan makna, maupun perluasan dan penyempitan makna. Contoh perubahan makna kata seperti kata banjir, gledek, gas, story, caption, receh dan explore. Kata-kata yang sebelumnya memiliki arti tertentu sering kali mengalami re-interpretasi dalam konteks budaya populer, misalnya melalui penggunaan tagar, meme, atau tren viral. Pergeseran ini tidak hanya mencerminkan dinamika bahasa, tetapi juga memperlihatkan hubungan erat antara bahasa dan budaya dalam ruang digital. Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana media sosial berperan sebagai katalis dalam transformasi makna kata, dengan melibatkan unsur kreativitas, kolaborasi komunitas, dan kecepatan penyebaran informasi. Penelitian ini juga menekankan pentingnya memahami konteks budaya digital dalam pembelajaran bahasa. Temuan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar bervariatif untuk teks eksplanasi. Dalam hal ini, siswa diajak memahami fenomena kebahasaan secara kontekstual dan kritis. Proses ini dapat dilakukan dengan memberikan contoh perubahan makna kata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu tetapi juga sebagai media pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap perubahan bahasa yang dipengaruhi oleh dinamika sosial budaya di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan berbasis kontekstual yang selaras dengan realitas budaya digital siswa.Kata Kunci: Perubahan makna kata, budaya populer, Instagram, teks eksplanasi, bahan ajar.
KONTRAKSI KATA BAHASA INDONESIA DALAM KOMENTAR PENGGUNA TIKTOK: KAJIAN MORFOLOGI LEKSEMIK FUNGSIONAL Laila, Alifia Nur; Baehaqie, Imam
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi kontraksi kata bahasa Indonesia yang muncul dalam komentar pengguna TikTok pada akun @megakenichiro_official berdasarkan kajian morfologi leksemik fungsional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat terhadap komentar pengguna yang mengandung bentuk kontraksi kata. Data dianalisis dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk-bentuk kontraksi kata yang muncul, kemudian mengkaji proses pembentukan katanya serta fungsi penggunaannya dalam konteks komunikasi digital. Analisis difokuskan pada pola kontraksi sebagai gejala morfologis, seperti pemendekan dan penghilangan bagian kata, serta perannya dalam membangun makna, keakraban, dan gaya bahasa informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontraksi kata yang dominan berupa pemendekan dan penghilangan bagian kata. Secara fungsional, kontraksi kata berperan dalam mengefisienkan tuturan serta menjadi penanda kedekatan sosial dalam interaksi di media sosial. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kontraksi kata di TikTok mencerminkan dinamika morfologi bahasa Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi digital.
RETORIKA KEAKUAN: KAJIAN STILISTIKA TERHADAP EKSPRESI IDENTITAS DALAM PUISI AKU KARYA CHAIRIL ANWAR Sasmita, Mirahel Weni; Halilah, Rajwa; Maswah, Hadiati; Amelia, Nur
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.21976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi retorika keakuan dalam puisi “Aku” karya Chairil Anwar melalui pendekatan stilistika yang menganalisis unsur-unsur bahasa sebagai pembangun identitas penyair. Kajian difokuskan pada penggunaan diksi agresif, metafora, citraan, repetisi, irama, suasana, serta sikap eksistensial yang direpresentasikan melalui struktur bahasa puisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks melalui pembacaan mendalam pada seluruh larik puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika keakuan dalam puisi “Aku” dibangun melalui dominasi pronomina persona pertama, metafora yang menegaskan kebebasan dan pemberontakan, citraan penderitaan yang melambangkan pergulatan eksistensial, serta ritme yang mengekspresikan ketegasan subjek puitis. Seluruh strategi stilistika tersebut berfungsi memperkuat konstruksi “aku” sebagai figur yang otonom, menolak aturan sosial, dan berjuang mempertahankan identitasnya. Penelitian ini menegaskan bahwa stilistika memiliki peran penting dalam mengungkap makna ideologis dan eksistensial di balik pilihan bahasa dalam karya sastra.
WACANA POSITIF DAN NEGATIF TENTANG ANAK MUDA DI TWITTER: KAJIAN TEKS MEDIA SOSIAL Putri, Lustin; Cristine, Joy; Anastasya, Shaskia; Mustajab, Rosmita; Mulawarman, Widyatmike Gede
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22485

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana sikap anak muda digambarkan secara positif dan negatif di media sosial khususnya pada platform Twitter dalam dua tahun terakhir (2023–2025). Data diambil dari cuitan-cuitan publik yang menggunakan tagar #anakmuda dan #generasiZ. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Wacana Kritis (AWK) dengan model Teun A. Van Dijk, dengan fokus pada struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa anak muda generasi Z sering digambarkan memiliki dua sifat atau dua wajah. Di satu sisi, mereka dianggap kreatif, adaptif, dan produktif. Namun, di sisi lain, muncul beberapa wacana negatif yang menilai anak muda khususnya generasi Z sebagai generasi yang manja, cepat menyerah, dan sulit menghadapi tekanan sosial. Wacana semacam ini menunjukkan adanya perbandingan ideologi antara generasi tua dan generasi muda. Twitter menjadi wadah terbuka di mana perbedaan pandangan sosial itu saling terjadi dan diundang. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kritis para pembaca terhadap cara penggunaan bahasa membentuk bagaimana pandangan sosial tentang generasi muda.
INTERFERENSI DIALEK BANYUMASAN PADA PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA OLEH GENERASI ALPHA DI SMPN 3 GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP Delvia, Maya; Herdiana, Herdiana; Mulyani, Sri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20054

Abstract

Abstrak Penelitian ini berjudul “Interferensi Dialek Banyumasan pada Pemakaian Bahasa Indonesia oleh Generasi Alpha di SMPN 3 Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Permasalahan yang diteliti dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah yaitu bagaimana interferensi dialek Banyumasan memengaruhi pemakaian bahasa Indonesia oleh Generasi Alpha di SMPN 3 Gandrungmangu kabupaten Cilacap?. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan interferensi dialek Banyumasan pada pemakaian bahasa Indonesia oleh Generasi Alpha di SMPN 3 Gandrungmangu Kabupaten Cilacap adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Generasi Alpha di SMPN 3 Gandrungmangu merupakan generasi penerus dialek Banyumasan. Generasi Alpha di SMPN 3 Gandrungmangu Kabupaten Cilacap cendrung menguasai dua bahasa yaitu antara bahasa daerah lokal dan bahasa Indonesia, akibat dari kemampuan bilingual ini cendrung terjadinya interferensi, yaitu penggunaan unsur dari bahasa pertama terhadap penggunaan Bahasa kedua. Teknik pengumpulan data yang digunakan merupakan teknik random sampling atau menjadikan objek yang ada sebagai sampel kemudian dilakukan teknik rekam guna mendapatkan data yang relevan. Data yang didapatkan akan dianalisis untuk mendapatkan jenis-jenis interferensi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam cerita imajinasi dan komunikasi siswa kelas VIIC SMPN 3 Gandrungmangu terdapat interferensi di bidang fonologi, morfologi dan sintaksis.Kata Kunci: interferensi, sosiolinguistik, dialek Banyumasan
PSIKOLOGI SASTRA DALAM NOVEL SESUK KARYAA TERE LIYE Sefianingsih, Dewi; Munir, Sirojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Psikologi Sastra Dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye dan mendeskripsikan hasil analisis Psikologi Sastra dalam Novel Sesuk untuk dijadikan bahan ajar yang sesuai dengan hasil penelitian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan Psikologi Sastra yang terdapat dalam novel Sesuk karya Tere Liye. Penelitian ini menggambarkan pendekatan metode deskriptif kualitatif untuk mencapai tujuan. Novel Sesuk karya Tere Liye digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan tehnik studi pustaka, tehnik analisis, dan tehnik dokumentasi. Hasil dan pembahasan menunjukkan adanya psikologi sastra dalam novel Sesuk karya Tere Liye dan dapat diterapkan sebagai alternatif pengembangan bahan ajar membaca teks novel. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini mencakup id (khayalan) merupakan karakter tokoh berupaya memenuhi kepuasan insting dengan menciptakan khayalan, dimana tokoh berupaya menenangkan ketegangan insting serta memperoleh kepuasan dari dorongan biologis melalui imajinasi, ego (perantara) berupaya untuk mengambil keputusan mengenai insting yang akan dipuaskan dengan mempertimbangkan kenyataan, dimana karakter tokoh berusaha memulihkan ketegangan insting dan membantu biologi dengan mempertimbangkan situasi di lingkungan atau dunia luar yang diinginkan, dan super ego (hati) terkait dengan standar atau norma masyarakat mengenai moralitas, baik dan buruk, atau benar dan salah. Karakter tokoh ini menginternalisasi dan mengakui norma-norma sosial tersebut, dan tekanan pada individu untuk hidup sesuai dengan standar moral dan sosial yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Psikologi Sastra, Pengembangan Bahan Ajar
PENERAPAN MEDIA KARTU TINGKAH LAKU HEWAN BERBASIS CTL UNTUK PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN KELAS III Sari, Auliya Dwi Fatiha; Purwati, Panca Dewi
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22218

Abstract

Tujuan dari dilaksanakannya riset ini ialah guna mendeskripsikan langkah-langkah penerapan media kartu 'Tingkah Laku Hewan' berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada pembelajaran atas membaca pemahaman teks naratif serta mengukur efektivitasnya berkaitan dengan peningkatan kemampuan membaca pemahaman dari siswa kelas III Sekolah Dasar. Melalui desain sequential explanatory, penelitian ini memanfaatkan pendekatan campuran. Subjek penelitian adalah 22 siswa kelas III dari total 33 siswa terdaftar. Instrumen penelitian berupa tes membaca pemahaman, lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Media kartu dikembangkan dengan 15 jenis kartu berisi gambar hewan dan teks naratif tentang tingkah laku hewan yang familiar bagi siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua pertemuan dengan mengimplementasikan tujuh unsur CTL, yakni inkuiri, konstruktivisme, masyarakat belajar, bertanya, penilaian autentik, pemodelan, serta refleksi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya terjadi peningkatan yang signifikan pada nilai rerata yang mana meningkat dari awalnya 80 menjadi 91 (peningkatan 13,75%), ketuntasan belajar dari 82% menjadi 100%, dan nilai terendah dari 65 menjadi 87. Data kualitatif menunjukkan pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna. Media kartu 'Tingkah Laku Hewan' berbasis CTL terbukti efektif karena memberikan pengalaman belajar kontekstual, memfasilitasi pembelajaran aktif, dan membantu pemahaman teks melalui visualisasi konkret pada semua kategori kemampuan siswa.