cover
Contact Name
Asep Hidayatullah
Contact Email
jurnaldiksatrasia@gmail.com
Phone
+62265-776787
Journal Mail Official
4sephidayatullah@gmail.com
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No.150, Mekarjaya, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 28291832     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Diksatrasia dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis dengan ISSN 2829-1832. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoretis mengenai pendidikan kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 427 Documents
GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU "NONFIKSI" KARYA JUICY LUICY ALTERNATIF BAHAN AJAR PUISI Andrian Setiawan; Hendaryan Hendaryan
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20199

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Gaya bahasa pada lirik Album ”Nonfiksi” karya Juicy Luicy sebagai alternatif  bahan ajar teks puisi. Siswa dalam praktik pembelajaran puisi di sekolah, sering kali ditemui kenyataan bahwa  merasa kurang terhubung dengan materi yang diajarkan, ini disebabkan oleh kurangnya bahan ajar yang relevan dengan kehidupan dan minat mereka. Perlu adanya pengembangan bahan ajar yang relevan, salah satunya dengan memanfaatkan lirik lagu populer yang kaya akan gaya bahasa. Album ”Nonfiksi” karya Juicy Luicy sebagai alternatif pengembangan bahan ajar teks puisi. Album ini sangat popular tidak hanya sukses secara digital, tetapi juga mendapatkan pengakuan di industri musik dengan bebagai penghargaan salah satunya masuk dua nominasi di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI), Grup Pop Terbaik dan Album Pop Terbaik, dengan pencapaian lebih dari 1 miliar dari berbagai paltfrom, Popularitas musik  di kalangan remaja Indonesia dapat menarik minat siswa untuk mempelajari gaya bahasa dari lirik lagu, terutama jika bahan ajar yang disajikan relevan dengan dunia mereka, tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap unsur-unsur kebahasaan, tetapi juga memperkaya apresiasi mereka terhadap karya sastra dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, karena penulis ingin mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat pada lirik lagu album “Nonfiksi” karya Juicy Luicy. Berdasarkan pembahasan Hasil penelitian, dapat di simpulkan gaya bahasa pada lirik lagu album ”Nonfiksi” karya Juicy Luicy terdapat gaya bahasa perbandingan (simile, metafora, personifikasi, dan alegori), pertentangan (hiperbola, litotes, ironi, dan paradoks), perulangan (anafora, epifora, dan aliterasi), serta pertautan (metonimia, sinekdoke, dan eufemisme)”.Kata Kunci: Gaya Bahasa, Juicy Luicy, Nonfiksi, Teks Puisi, Pengembangan Bahan Ajar.
NILAI MORAL PADA FILM ANIMASI “JUMBO” SUTRADARA RYAN ADRIANDHY Siti Barokah; Sevi Dama Winanda; Rima Maulina; Primadona Equira
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20311

Abstract

Sutradara Ryan Andriandhy secara eksplisit menyatakan bahwa keresahan terhadapmeningkatnya kasus perundungan menjadi latar belakang utama dalam penciptaan filmJumbo. Representasi permasalahan tersebut diwujudkan melalui karakter Don, seoranganak yang kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif akibat ukuran tubuhnya yangbesar. Oleh karena itu, film ini dapat dilihat sebagai media kritik sosial sekaligus refleksiatas pentingnya penerimaan diri dan penghargaan terhadap keberagaman fisikdalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai moral pada filmJumbo. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten. Sumber data dari penelitianini yaitu cuplikan adegan tokoh dalam film animasi jumbo. Teknik pengumpulan datayang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik observasi, cuplikan, dan studidokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tekniksecara mengalir atau flow model. Teknik ini diawali dari pengumpulan data, reduksi data,penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukanmenunjukkan nilai moral yang terdapat dalam film jumbo antara lain kejujuran,keberanian, kemurahan hati, dan kesetiaan. Data yang ditemukan dalam penelitian yaituterdapat 4 nilai moral kejujuran, 3 nilai moral keberanian, 6 nilai moral kemurahan hati,dan 3 nilai moral kesetiaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkanbahwa nilai moral dalam film jumbo yang paling dominan adalah kemurahan hati.
PEMANFAATAN BLOG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI Sartika Uli Situmorang; Herti Paulina Tambunan; Juanta Sinaga
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.22863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan blog sebagai sarana pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis teks deskripsi serta mengungkapkan pengalaman mereka selama proses belajar menulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada mahasiswa yang menempuh mata kuliah keterampilan menulis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa teks deskripsi yang ditulis oleh mahasiswa dan diposting di blog. Proses penelitian berlangsung dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis melalui blog membantu mahasiswa memahami bahwa menulis adalah proses yang berkelanjutan, termasuk di dalamnya perencanaan, penulisan, revisi, dan refleksi. Penggunaan blog meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa, kesadaran terhadap audiens, serta memotivasi mereka untuk menghasilkan teks deskripsi yang lebih detail, teratur, dan mudah dipahami. Analisis terhadap karya deskripsi mahasiswa menunjukkan adanya kemajuan dalam isi, struktur teks, bahasa yang digunakan, dan kejelasan deskripsi. Selain itu, wawancara juga mengungkapkan pandangan mahasiswa yang menganggap blog sebagai alat pembelajaran yang menarik dan fleksibel yang membantu dalam merefleksikan dan memperbaiki hasil tulisan mereka. Dengan kata lain, blog tidak hanya menjadi platform penulisan digital, tetapi juga berfungsi sebagai alat pembelajaran inovatif yang mendukung proses belajar menulis teks deskripsi di tingkat perguruan tinggi.Kata Kunci: Blog; Keterampilan Menulis; Teks Deskripsi.
FOREGROUNDING DAN DE-OTOMATISASI BAHASA DALAM PUISI "SAJAK PUTIH" KARYA CHAIRIL ANWAR: KAJIAN STILISTIKA PERSPEKTIF JAN MUKAŘOVSKÝ Endah Pujianti; U. Andi Mulyadi; Asep Nurjamin
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.25120

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena estetika dalam puisi "Sajak Putih" karya Chairil Anwar yang menunjukkan anomali tematis berupa optimisme dan romantisme, bertolak belakang dengan mayoritas karyanya yang cenderung kelam dan eksistensial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk dan fungsi foregrounding (aktualisasi) dalam puisi tersebut menggunakan pendekatan stilistika perspektif Jan Mukařovský. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan model kerja analisis teks sastra melalui tahapan interpretasi, analisis kontras otomatisasi-aktualisasi, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dijamin melalui teknik triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chairil Anwar secara sadar melakukan de-otomatisasi bahasa pada tiga tataran linguistik utama untuk menggeser fungsi komunikasi praktis menjadi fungsi estetis murni. Pada tataran fonologis, de-otomatisasi mewujud melalui dominasi asonansi vokal /a/ dan /i/ yang menciptakan musikalitas intim. Pada tataran leksikal, penggunaan diksi metaforis yang tidak lazim seperti kolokasi "hitam matamu kembang mawar dan melati" berhasil membongkar makna denotatif konvensional menjadi interpretasi romantis-spiritual. Pada tataran sintaksis, gaya personifikasi ekstrem pada frasa "sepi menyanyi" mengubah atmosfer kesunyian menjadi entitas yang dinamis. Penelitian ini memberikan kebaruan teoretis bahwa teknik foregrounding tidak hanya efektif untuk mengekspresikan pemberontakan, tetapi juga kokoh dalam mengaktualisasikan intensitas romantisme yang terstruktur.
PEMEROLEHAN SINTAKSIS BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA KEDUA PADA ANAK SEKOLAH DASAR BERLATAR BAHASA JAWA Rif'at Artiana; Ani Rakhmawati
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.22779

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana anak-anak sekolah dasar yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pertama mempelajari tata bahasa bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Selain itu, penelitian juga mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi proses ini serta dampaknya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek paling banyak adalah siswa kelas II dan III SD yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pertama. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, dan pengumpulan dokumen, kemudian dianalisis dengan metode analisis tematik menggunakan teknik triangulasi untuk memastikan keandalan data. Hasil menunjukkan bahwa cara anak-anak mempelajari tata bahasa bahasa Indonesia terjadi secara alami melalui interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Pengetahuan tentang struktur kalimat diperoleh dari paparan input bahasa yang bermakna serta penggunaan bahasa dalam situasi komunikasi nyata, bukan dari pemahaman aturan secara eksplisit. Bahasa pertama, yaitu bahasa Jawa, masih memengaruhi tata bahasa bahasa Indonesia yang digunakan anak-anak, terutama dalam penataan kata dan pola kalimat. Berbagai faktor seperti usia, lingkungan penggunaan bahasa, kualitas input, serta frekuensi interaksi sosial ternyata sangat berpengaruh terhadap proses mempelajari tata bahasa bahasa kedua. Penelitian menyimpulkan bahwa kesalahan dalam penggunaan tata bahasa merupakan bagian dari proses perkembangan bahasa. Oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SD perlu dirancang secara komunikatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa agar peningkatan kemampuan tata bahasa dapat berjalan optimal.Kata Kunci: pemerolehan bahasa; sintaksis; bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua; siswa sekolah dasar; bahasa JawaAbstractThis study aims to describe how elementary school children who speak Javanese as their first language learn Indonesian grammar as a second language. Furthermore, the study explores the factors that influence this process and its impact on Indonesian language learning at the elementary school level. The study used a descriptive qualitative approach, with the majority of subjects being second and third grade elementary school students who speak Javanese as their first language. Data were collected through observation, interviews, and document collection, then analyzed using thematic analysis using triangulation techniques to ensure data reliability. The results indicate that children learn Indonesian grammar naturally through daily interactions in the school environment. Knowledge of sentence structure is acquired from exposure to meaningful language input and language use in real communication situations, rather than from explicit understanding of rules. Their first language, Javanese, still influences the Indonesian grammar used by children, particularly in word order and sentence patterns. Various factors such as age, language environment, input quality, and frequency of social interaction significantly influence the process of learning second language grammar. The study concludes that errors in grammatical use are part of the language development process. Therefore, Indonesian language learning at the elementary school level needs to be designed in a communicative, contextual, and student-centered manner to optimally improve grammar skills.Keywords: language acquisition; syntax; Indonesian as a second language; elementary school students; Javanese language
ANALISIS WACANA KRITIS KEBIJAKAN PENGHEMATAN ENERGI PEMERINTAH DALAM PERSPEKTIF VAN DIJK Suhendar Suhendar; Agus Hamdani; Lina Siti Nurwahidah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24786

Abstract

Kebijakan penghematan energi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya energi dan mendukung efisiensi penggunaan energi nasional. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah mekanisme Work From Home (WFH) sebagai strategi untuk mengurangi konsumsi energi pada sektor transportasi. Namun, kebijakan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak karena dinilai belum mampu menyentuh akar permasalahan konsumsi energi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kritik terhadap kebijakan penghematan energi pemerintah menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis. Data penelitian berupa pernyataan publik Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, yang mengkritik kebijakan penghematan energi melalui WFH. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan berdasarkan tiga dimensi analisis Van Dijk, yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada struktur makro, tema utama yang dibangun adalah kritik terhadap efektivitas kebijakan penghematan energi yang dianggap tidak sistemik dan kurang komprehensif. Pada struktur superstruktur, teks disusun secara argumentatif melalui pola pengenalan kebijakan, penyampaian kritik, dan penawaran solusi alternatif. Pada struktur mikro ditemukan penggunaan unsur semantik, sintaksis, stilistika, dan retoris yang berfungsi membangun citra negatif terhadap kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat legitimasi kritik yang disampaikan. Selain itu, wacana tersebut merepresentasikan relasi kekuasaan antara pemerintah dan legislatif dalam proses pengawasan kebijakan publik. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan sebagai instrumen untuk membangun makna, memengaruhi opini publik, dan merepresentasikan kepentingan tertentu dalam wacana kebijakan publik.
ANALISIS UNSUR BERITA DAN NILAI BERITA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS BERITA MAHASISWA BERBASIS AI Jafar Fakhrurozi; M Ghufroni An ‘Ars
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.23306

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis unsur berita dan nilai berita dalam pembelajaran menulis berita mahasiswa berbasis kecerdasan artifisial (AI) pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Teknokrat Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap sepuluh teks berita mahasiswa yang disusun dengan bantuan AI generatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara struktural penulisan berita mahasiswa telah memenuhi kaidah straight news dan unsur berita 5W+1H dengan cukup baik, terutama pada aspek perumusan peristiwa, kronologi, serta kelengkapan informasi faktual. Temuan ini mengindikasikan bahwa AI berkontribusi positif dalam membantu mahasiswa menguasai bentuk dan struktur teks berita. Namun, dari sisi nilai berita, kualitas teks masih menunjukkan kelemahan yang relatif konsisten, khususnya pada aspek human interest, keunikan, dan konflik. Mayoritas berita cenderung bersifat aman, normatif, dan deskriptif, sehingga belum sepenuhnya menghadirkan makna sosial dan daya gugah bagi pembaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan AI efektif sebagai alat bantu teknis penulisan berita, tetapi belum mampu membentuk news sense dan kepekaan jurnalistik mahasiswa. Oleh karena itu, pembelajaran menulis berita berbasis AI perlu diarahkan secara pedagogis untuk menyeimbangkan penguasaan struktur dengan penguatan nilai berita dan refleksi kritis terhadap realitas sosial.Kata Kunci: Berita; Bahasa Indonesia; Unsur; Nilai; Kecerdasan buatanPenelitian ini bertujuan menganalisis unsur berita dan nilai berita dalam pembelajaran menulis berita mahasiswa berbasis kecerdasan artifisial (AI) pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Teknokrat Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap sepuluh teks berita mahasiswa yang disusun dengan bantuan AI generatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara struktural penulisan berita mahasiswa telah memenuhi kaidah straight news dan unsur berita 5W+1H dengan cukup baik, terutama pada aspek perumusan peristiwa, kronologi, serta kelengkapan informasi faktual. Temuan ini mengindikasikan bahwa AI berkontribusi positif dalam membantu mahasiswa menguasai bentuk dan struktur teks berita. Namun, dari sisi nilai berita, kualitas teks masih menunjukkan kelemahan yang relatif konsisten, khususnya pada aspek human interest, keunikan, dan konflik. Mayoritas berita cenderung bersifat aman, normatif, dan deskriptif, sehingga belum sepenuhnya menghadirkan makna sosial dan daya gugah bagi pembaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan AI efektif sebagai alat bantu teknis penulisan berita, tetapi belum mampu membentuk news sense dan kepekaan jurnalistik mahasiswa. Oleh karena itu, pembelajaran menulis berita berbasis AI perlu diarahkan secara pedagogis untuk menyeimbangkan penguasaan struktur dengan penguatan nilai berita dan refleksi kritis terhadap realitas sosial.Kata Kunci: Berita; Bahasa Indonesia; Unsur; Nilai; Kecerdasan buatan
NILAI SOSIAL DALAM FILM “PELANGI TANPA WARNA” KARYA INDRA GUNAWAN Risma Mutiara; Herdiana Herdiana; Andri Noviadi
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24922

Abstract

Penelitian ini berjudul “Nilai Sosial dalam Film Pelangi Tanpa Warna karya Indra Gunawan.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya nilai sosial dalam kehidupan masyarakat yang dapat disampaikan melalui media film. Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampai pesan sosial yang tercermin melalui dialog dan perilaku tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai sosial yang terdapat dalam film Pelangi Tanpa Warna karya Indra Gunawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa dialog dan perilaku tokoh dalam film Pelangi Tanpa Warna. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik telaah pustaka, dokumentasi, simak, catat, dan analisis. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Pelangi Tanpa Warna mengandung tiga bentuk nilai sosial berdasarkan teori Zubaedi, yaitu kasih sayang, tanggung jawab, dan keserasian hidup. Nilai kasih sayang meliputi pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, dan kepedulian. Nilai tanggung jawab meliputi rasa memiliki dan disiplin. Nilai keserasian hidup meliputi toleransi dan kerja sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial dalam film dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM ANCIKA : DIA YANG BERSAMAKU 1995 KARYA PIDI BAIQ Natasya Nizar Firdaus; Asep Hidayatullah; Siti Andini
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kesantunan berbahasa dalam tuturan antartokoh film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 karya Pidi Baiq berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dan menerapkan analisis isi sebagai teknik utamanya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak dan mencatat dialog antartokoh secara sistematis, lalu tuturan yang terkumpul dipilah ke dalam dua kategori besar: tuturan yang mematuhi dan yang melanggar enam maksim kesantunan, meliputi kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kesederhanaan, kesepakatan, dan simpati. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 34 data pematuhan (83%) dan 7 data pelanggaran (17%). Pematuhan tertinggi ditemukan pada maksim pujian (21%), yang menggambarkan para tokoh konsisten mengutamakan penghargaan kepada mitra tutur. Pelanggaran terbanyak juga terdapat pada maksim pujian (29%), berupa tuturan yang memaksimalkan kecaman dan merendahkan orang lain. Dominasi pematuhan prinsip kesantunan mencerminkan nilai budaya Sunda yang menjunjung tinggi keharmonisan sosial, sebagaimana tampak melalui ungkapan silih asih, silih asah, dan silih asuh dalam interaksi antartokoh. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi kajian pragmatik dan bahan ajar kesantunan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
PENCARIAN JATI DIRI DALAM NOVEL SEMUSIM, SEMUSIM LAGI KARYA ANDINA DWIFATMA MELALUI LENSA PAUL ROCOEUR Nensilianti Nensilianti; Ridwan Ridwan; Vionanda Toding Bunga
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24110

Abstract

Penelitian ini menganalisis pencarian jati diri tokoh utama dalam novel  Semusim, Semusim Lagi  karya Andina Dwifatma melalui lensa identitas naratif Paul Ricoeur. Rumusan masalah mencakup bagaimana narasi novel menggambarkan interaksi  idem  (identitas tetap) dan  ipse  (identitas dinamis) serta penjelasan teori Ricoeur terhadap dinamika tersebut. Metode kualitatif deskriptif-interpretatif dengan pendekatan hermeneutika filosofis Ricoeur yang digunakan, meliputi tiga tahap: simbolik (identifikasi elemen naratif seperti surat misterius), pemberian makna (konflik batin dan trauma keluarga), serta filosofis (rekonstruksi koherensi diri). Tujuan penelitian adalah mengungkap proses terbentuknya identitas melalui struktur temporal "semusim". Hasil menunjukkan bahwa narasi novel berhasil memediasi  idem  berbasis trauma keluarga menjadi  ipse  adaptif melalui refleksi moral dan ketenagakerjaan, menghasilkan wawasan baru tentang krisis identitas remaja urban Indonesia kontemporer.