cover
Contact Name
Asep Hidayatullah
Contact Email
jurnaldiksatrasia@gmail.com
Phone
+62265-776787
Journal Mail Official
4sephidayatullah@gmail.com
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No.150, Mekarjaya, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 28291832     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Diksatrasia dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis dengan ISSN 2829-1832. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoretis mengenai pendidikan kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 382 Documents
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA GRICE DAN IMPLIKATUR DALAM PERCAKAPAN MAK BETI EPISODE ‘YOK SHOLAT YOK’: STUDI PRAGMATIK Akmaliyah, Gilda Rafa; Ramadhani, Mutiara; Wulandary, Lutfiyya Eka Putry Kusuma; Mintowati, Maria
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran maksim dalam Prinsip Kerja Sama Grice serta implikatur yang muncul dalam percakapan pada video Mak Beti episode “Yok Sholat Yok”. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap fungsi humor dan pesan moral yang dibangun melalui pelanggaran maksim tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa tuturan para tokoh dalam video yang ditranskripsikan dalam bentuk tulisan. Analisis dilakukan melalui tahapan penyaringan data, pemaparan data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan teori kerangka Grice. Hasil penelitian menujukkan bahwa pelanggaran maksim yang paling dominan adalah maksim kualitas, yang ditandai dengan penggunaan alasan tidak jujur yang digunakan para tokoh untuk menutupi maksud sebenarnya. Pelanggaran maksim kuantitas ditemukan pada tuturan yang memberikan informasi berlebihan. Pelanggaran maksim relevansi muncul melalui jawaban yang tidak sesuai topik, sedangkan pelanggaran maksim cara tampak pada tuturan ambigu, tidak langsung, dan bersifat hiperbolis. Setiap pelanggaran menghasilkan implikatur nonkonvensional yang memunculkan makna tersirat bedasarkan konteks. Secara keseluruhan, pelanggaran maksim dalam episode ini tidak hanya berfungsi untuk membangun humor, tetapi juga menyampaikan kritik sosial mengenai perilaku masyarakat dalam konteks religius dan sosial sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian pragmatik dalam konteks komunikasi digital dan menunjukkan bagaimana humor dapat menjadi sarana penyampaian pesan moral dalam  budaya populer.
GAYA BAHASA INFORMAL DALAM KONTEN YOUTUBE RADITYA DIKA Barokah, Melinda; Herdiana, Herdiana; Mulyani, Sri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19936

Abstract

Melinda Barokah, 2108210076, Gaya Bahasa Informal Dalam Konten Youtube Raditya Dika (Alternatif Pengembangan Bahan Ajar Teks Anekdot), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik gaya bahasa informal dalam konten Youtube Raditya Dika dan menganalisis potensinya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar teks anekdot di sekolah. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara bahan ajar teks anekdot yang cenderung formal dengan kecenderungan siswa yang lebih akrab dengan gaya bahasa informal dari media digital, seperti Youtube. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan analisis isi pada beberapa video Raditya Dika yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa informal yang digunakan Raditya Dika ditandai dengan penggunaan kosakata sehari-hari, struktur kalimat tidak baku, idiom, humor, dan sindiran yang komunikatif. Gaya bahasa ini efektif dalam membangun kedekatan dengan audiens dan meningkatkan pemahaman pesan. Adaptasi gaya bahasa informal tersebut sebagai bahan ajar teks anekdot terbukti dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa karena materi menjadi lebih kontekstual, menarik, dan sesuai dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, gaya bahasa informal dalam konten Youtube Raditya Dika sangat potensial dijadikan alternatif bahan ajar inovatif pada pembelajaran teks anekdot.Kata kunci : Gaya Bahasa Informal, Youtube, Raditya Dika, Bahan Ajar, Teks Anekdot
GAYA BAHASA SINDIRAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN TIKTOK ANIES RASYID BASWEDAN Nadifa, Razwa; Herdiana, Herdiana; Mulyani, Sri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik gaya bahasa sindiran yang terdapat dalam kolom komentar akun TikTok Anies Rasyid Baswedan serta mengkaji alternatif pengembangan bahan ajar teks anekdot berdasarkan gaya bahasa tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena maraknya ujaran sindiran dalam bentuk komentar pada media sosial, khususnya TikTok, yang mencerminkan dinamika komunikasi masyarakat digital dan berpotensi diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, simak, catat, dan analisis isi. Data berupa 52 komentar yang dianalisis berdasarkan teori gaya bahasa sindiran menurut Gorys Keraf, yaitu ironi, sinisme, sarkasme, satire, dan innuendo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis gaya bahasa sindiran yang paling dominan digunakan adalah sinisme, disusul oleh ironi dan sarkasme. Komentar-komentar tersebut menggambarkan bentuk sindiran terhadap figur publik dengan cara yang bervariasi, mulai dari halus hingga kasar.Temuan ini kemudian dikembangkan menjadi alternatif bahan ajar teks anekdot untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase E kelas X SMA. Pengembangan didasarkan pada kriteria bahan ajar yang baik menurut Kosasih, meliputi keberadaan isi, penyajian materi, dan keterbacaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya bahasa sindiran dalam media sosial dapat dijadikan sebagai sumber yang kontekstual dan aktual dalam pembelajaran teks anekdot, sehingga mampu meningkatkan literasi kritis dan sensitivitas bahasa peserta didik terhadap dinamika sosial yang terjadi di masyarakat.Kata Kunci: gaya bahasa sindiran, TikTok, komentar media sosial, teks anekdot, bahan ajar. 
NILAI MORAL NOVEL KUKIRA KAU OBAT,TERNYATA PATAH HATI TERHEBAT KARYA ADE RIMA MIRANTI Sari, Dina Elsa; Munir, Sirodjul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20429

Abstract

AbstrakDina Elsa Sari, 2108210072, Nilai-Nilai Moral dalam Novel Kukira Kau Obat, Ternyata Patah Hati Terhebat Karya Ade Rima Miranti (Pengembangan Bahan Ajar Membaca Novel), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Kukira Kau Obat, Ternyata Patah Hati Terhebat karya Ade Rima Miranti serta mengkaji relevansinya sebagai bahan ajar sastra di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data. Data diperoleh melalui teknik studi pustaka, teknik analisis data dan teknik dokumentasi terhadap kutipan dalam novel yang mengandung nilai moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori utama nilai moral dalam novel ini, yaitu: (1) hubungan manusia dengan diri sendiri, seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab terhadap pilihan hidup; (2) hubungan manusia dengan manusia lain, meliputi rasa empati, kasih sayang, dan pengorbanan; serta (3) hubungan manusia dengan Tuhan, ditunjukkan melalui sikap berserah, doa, dan introspeksi spiritual. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui konflik batin tokoh utama, percakapan antar tokoh, dan alur cerita yang sarat makna. Berdasarkan hasil analisis, novel ini memiliki potensi tinggi sebagai pengembangan bahan ajar sastra karena mengandung pesan moral yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Kurikulum Merdeka, yaitu capaian pembelajaran “Peserta didik mampu mengevaluasi gagasan dan pandangan dari membaca berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi)” pada Fase F yang reflektif dan kontekstual.Kata kunci : Bahan ajar,nilai-nilai moral,novel.
VARIASI BAHASA DALAM JUALAN ONLINE SHOP PADA AKUN SOSIAL MEDIA TIKTOK Dewi, Lina Melati Kusuma; Herdiana, Herdiana; Gunawan, Heryanto
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa dari jualan oline shop pada akun sosial media tiktok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui teknik simak katat dari media sosial tiktok akun @skintific_id, @camillebeauty_official dan @basreng.sultan.bandung yang kemudian dianalisis dengan teknik klasifikasi dan deskripsi. Dari hasil analisis, ditemukan tiga variasi bahasa yaitu variasi bahasa gaul, variasi bahasa gaul, dan variasi bahasa asing. Variasi bahasa gaul yaitu bahasa remaja yang unik dan menyimpang dari makna aslinya. Variasi bahasa gaul yaitu variasi bahasa yang rahasia dan dapat berubah seiring waktu. Variasi bahasa asing yaitu penggunaan dasar bahasa lain dalam kehidupan sehari-hari. Kemungkinannya variasi bahasa tersebut mempermudah antara penjual dengan pembeli pada penjualan online. Kata Kunci : variasi bahasa; tiktok; bahasa gaul; bahasa gaul; bahasa asing
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA KUALITAS PENGAJARAN GURU DI SMK AN-NUQTHAH TANGERANG Aulla, Ayrin Miftahul; Murti, Erlinda; Nurazizah, Putri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis pelaksanaan Kurikulum Merdeka serta dampaknya terhadap pengajaran guru di SMK An-Nuqthah Tangerang. Kurikulum Merdeka dibuat untuk memberikan kebebasan kepada guru dalam merencanakan pembelajaran yang fokus pada siswa, sehingga memerlukan peningkatan profesionalisme dan kemampuan pedagogis para guru. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian seorang guru yang terlibat langsung dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan pengumpulan dokumentasi, sementara analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan pengaruh positif terhadap kualitas pengajaran guru, terutama dalam variasi metode pembelajaran, peningkatan pembelajaran berdiferensiasi, dan perbaikan interaksi antara guru dan siswa. Para guru termotivasi untuk lebih kreatif, reflektif, dan adaptif dalam merancang serta melaksanakan proses belajar mengajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Namun, keberhasilan pelaksanaan kurikulum sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dan manajemen sekolah. Dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka berperan dalam meningkatkan mutu pengajaran guru jika didukung oleh kesiapan sumber daya, pemahaman yang baik tentang kurikulum, dan pengelolaan sekolah yang efisien.
KEJAHATAN SEBAGAI KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL LAUT BERCERITA: PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Annisa, Fitriani; Rohayati, Nia; Munir, Sirojul
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20262

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kejahatan sebagai kritik sosial dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dan mengembangkan bahan ajar membaca novel berbasis kritik sosial untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Fase F. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap teks novel sebagai sumber data utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk kejahatan yang ditampilkan dalam novel meliputi kekerasan fisik terhadap tokoh utama, penyiksaan sistematis oleh aparat negara, serta latar sosial yang brutal dan represif. Ketiga bentuk tersebut merepresentasikan kejahatan struktural yang dilembagakan oleh kekuasaan dan menjadi bentuk kritik sosial terhadap negara yang represif serta pelanggaran hak asasi manusia. Berdasarkan temuan ini, dikembangkan bahan ajar membaca novel yang memuat materi, aktivitas pembelajaran, dan penilaian yang berorientasi pada pembentukan pemahaman kontekstual dan sikap kritis siswa. Bahan ajar disusun dengan mengacu pada prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan, serta divalidasi oleh guru Bahasa Indonesia sebagai layak digunakan dalam pembelajaran sastra. Pengembangan bahan ajar ini memberikan kontribusi terhadap pembelajaran sastra yang lebih aktual, reflektif, dan kontekstual. Dengan demikian, karya sastra tidak hanya dipahami sebagai teks fiksi semata, tetapi juga sebagai medium edukatif yang mampu membentuk kepekaan sosial, empati, dan kesadaran kritis peserta didik terhadap realitas sejarah dan persoalan kemanusiaan di masyarakat.Kata Kunci: Kejahatan; Kritik Sosial; Novel; Bahan Ajar; Sastra AbstractThis study aims to describe the forms of crime as social criticism in the novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori and to develop novel reading teaching materials based on social criticism for high school Indonesian language learning. This research uses a descriptive qualitative approach with content analysis methods applied to the novel’s text. The analysis reveals that the depicted crimes include physical violence, systematic torture by state authorities, and a brutal and repressive social background. These crimes are portrayed as a critique of repressive state power and violations of human rights. Based on these findings, teaching materials were developed that integrate values of humanity, social justice, and historical awareness into literature learning. The teaching materials are designed using the principles of relevance, consistency, and sufficiency and have been validated by teachers as appropriate for use in classroom settings. The development of these materials contributes to a more contextual, critical, and character-oriented literature learning experience. Therefore, literature serves not only as an aesthetic medium but also as an educational tool in fostering students’ social sensitivity and critical awareness.Kata Kunci: Crime; Social Criticism; Novel; Teaching Material; Literature  
CAMPUR KODE DALAM FILM PREMAN PENSIUN KARYA ARIS NUGRAHA Gustriani, Detia; Hendaryan, Hendaryan; Andini, Siti
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20434

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis jenis dan bentuk campur kode dalam Film Preman Pensiun karya Aris Nugraha serta mengeksplorasi potensinya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar teks drama di tingkat pendidikan menengah Fase F kelas XI. Film ini dipilih karena menggambarkan realitas sosial masyarakat urban dengan dialog yang khas, mencerminkan fenomena sosiolinguistik seperti campur kode khususnya antara bahasa Indonesia, bahasa Sunda dan bahasa asing. Metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa campur kode dalam film meliputi campur kode intern (antar dialek/variasi dalam bahasa Indonesia) dan campur kode ekstern (perpaduan bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing). Unsur campur kode ini memperkaya karakter tokoh dan memperkuat latar budaya dalam teks drama. Berdasarkan hasil temuan tersebut Film Preman Pensiun dapat dijadikan alternatif pengembangan bahan ajar teks drama yang tidak hanya mengacu pada kemampuan apresiasi sastra siswa tetapi juga membuka wawasan mereka terhadap keberagaman bahasa dan budaya lokal. Penggunaan film sebagai bahan ajar juga dapat meningkatkan motivasi belajar dan mendekatkan siswa pada konteks kehidupan yang nyata. 
ALIH WAHANA CERITA RAKYAT SITU LENGKONG PANJALU KEDALAM BENTUK NOVEL Vaujiyatul A, Siva; Herdiana, Herdiana; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19980

Abstract

ABSTRAK : penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan alih wahana cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu kedalam bentuk novel. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah folkor atau cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah teknik studi pustaka, teknik observasi dan wawancara yang dilakukan kepada narasumber. Teknik analisis data pada penelitian ini sebagai berikut. Teknik pertama adalah teknik reduksi data, selanjutnya adalah penyajian data serta yang terakhir adalah penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini merupakan alih wahana cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu dengan menggunakan teori alih wahana Damono, terdapat  2 pengurangan dan 30 penambahan meliputi 18 penambahan dari segi tokoh, dan 12 penamabahan dari segi lattar atau setting.Kata kunci : alih wahana, cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu, novelAbstract : This study aims to describe the transfer of the Situ Lengkong Panjalu folklore into a novel. This study uses a qualitative descriptive method. The data source in this study is the Situ Lengkong Panjalu folklore. The data collection techniques used are library study techniques, observation techniques, and interviews conducted with informants. The data analysis techniques in this study are as follows. The first technique is the data reduction technique, then the data presentation and the last is drawing conclusions. The results of this study are the transfer of the Situ Lengkong Panjalu folklore using the Damono transfer theory, there are 2reductions and 30 additions including 18 additions in terms of characters, and 12 additions in terms of background or setting..Key words: folklore,novel, Situ Lengkong Panjalu folklore
KEMAMPUAN DALAM MENGGUNAKAN BAHASA SUNDA DI SMA NEGERI DAN SMA SWASTA DI BANDUNG RAYA Surya Utami, Melly; Nurannisa, Rayi Fitri; Padmanegara, Pramayuda; Fiko Rahman, Delan; Rintan, Erlin; Widyastuti, Temmy
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22381

Abstract

Sebagai identitas budaya Jawa Barat, bahasa Sunda menghadapi tantangan besar akibat globalisasi, perubahan sosial, dan dominasi bahasa Indonesia. Penelitian ini mencerminkan kemampuan dan penggunaan bahasa Sunda pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lémbang dan SMA Kartika XIX-2 Bandung, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui angket dan wawancara terhadap siswa dan guru bahasa Sunda, dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasilnya menunjukkan kesamaan: siswa mengetahui pentingnya bahasa Sunda untuk menumbuhkan budaya, namun lebih memilih bahasa Indonesia untuk berkomunikasi di sekolah. Penggunaan bahasa Sunda biasanya bersifat santai, terdapat kesulitan pada varian formal (langkah-langkah bahasanya). Perbedaannya terletak pada rasa bangganya, lebih besar di SMA Negeri 1 Lémbang. Data kuesioner menunjukkan bahwa bahasa Sunda sering digunakan bersama teman (69-73,3%) dan di rumah (58,6% di Kartika, 55,3% jarang di Lembang), sedangkan bahasa Indonesia dominan dalam konteks formal (misalnya, 79,3-76,7% dan guru, 72,4-70% dalam kegiatan utama). Bahasa Sunda jarang untuk tugas (65,5-63,3%). Terdapat kesenjangan antara kesadaran budaya dengan penggunaan sehari-hari, dipengaruhi oleh lingkungan, kemampuan, dan situasi formal-informal.Solusi yang diusulkan: perilaku bilingual, literasi, dan kerjasama sekolah dan keluarga untuk menjaga bahasa daerah di tengah globalisasi.