cover
Contact Name
Asep Hidayatullah
Contact Email
jurnaldiksatrasia@gmail.com
Phone
+62265-776787
Journal Mail Official
4sephidayatullah@gmail.com
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No.150, Mekarjaya, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 28291832     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Diksatrasia dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis dengan ISSN 2829-1832. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoretis mengenai pendidikan kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 382 Documents
FEMINISME PADA ANIME KIMI NO NA WA Samsudin, Aura Juliana; Munir, Sirodjul; Gunawan, Heryanto
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19867

Abstract

Abstrak: Aura Juliana Samsudin, 2108210016. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Galuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis feminisme pada anime Kimi no Na Wa serta mengeksplorasi potensi dalam pengembangan alternatif bahan ajar memirsa karya fiksi. Film atau anime yang diteliti memiliki unsur-unsur yang menarik dalam ruang lingkupnya, selain tokoh, dialog, dan konflik, feminisme menjadi poin utama dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik kajian pustaka sebagai instrument utama dalam pengumpulan data. Analisis difokuskan pada unsur-unsur feminisme dengan teori feminisme gynocritism oleh Elaine (1979), meliputi identitas perempuan, pengalaman perempuan, dan perspektif perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga unsur tersebut terkandung pada anime Kimi no Na Wa. Berdasarkan hasil analisis, feminisme pada anime Kimi no Na Wa memiliki potensi untuk menjadi alternatif pengembangan bahan ajar dalam pembelajaran memirsa karya fiksi. Pemanfaatan ini dinilai relevan karena menyajikan data otentik dan kontekstual serta mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami dan memirsa karya fiksi.  
PERTIKAIAN VERBAL DI DUNIA MAYA (FLAME WAR) DALAM FILM BUDI PEKERTI KARYA WREGAS BHANUTEJA Maolan, Sri Noor; Hendaryan, Hendaryan; Hidayatullah, Asep
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20187

Abstract

Fenomena pertikaian verbal di dunia maya atau flame war merupakan bentuk kekerasan digital yang semakin marak seiring meningkatnya penggunaan media sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji representasi flame war dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja serta merefleksikan relevansinya dalam pendidikan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Fairclough, berdasarkan data dari adegan film yang merepresentasikan praktik flame war dan diperkuat oleh temuan-temuan dari studi sebelumnya. Dalam film, flame war dimanifestasikan melalui komentar kasar, klarifikasi yang dipelintir, keterlibatan publik yang masif, polarisasi opini, serta framing media yang menciptakan kekerasan simbolik. Konflik verbal tersebut menggambarkan lemahnya kontrol sosial di ruang digital dan bagaimana ruang daring menjadi arena penghakiman kolektif. Representasi tersebut mencerminkan realitas sosial yang kompleks dan dekat dengan kehidupan masyarakat digital masa kini. Film Budi Pekerti memperlihatkan potensi sinema sebagai media pembelajaran kontekstual dalam pendidikan bahasa Indonesia. Representasi flame war di dalamnya dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan kesadaran etis, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan debat siswa dalam menghadapi tantangan komunikasi digital.
POLITENESS IN THE THREADS @PRATIWI.CRISTIN Nurmaulida, Dela; Rohayati, Nia; Munir, Sirojul
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20496

Abstract

The Study aims to describe and analyze the characteristic of language politeness in @pratiwi.cristin’s Threads post, which highlight social and education issues, and to link them with the development of factual argumentative writing materials based on cognitive neuroscience. Research employs a qualitative descriptive approach using literature review, documentation, and observation techniques. The finding reveal that the threads post politeness characteristic aligned with Leech’s maxims, such as tact, approbation, sympaty, generosity, agreement, and modesty. Factor such as topic, delivery style, and social context significantly influence the formation of polite utterances. The result serve as a foundation for developing contextual and relevant alternative teaching materials, particularly for argumentative writing instruction at the senior high school level. The use of digital media platforms like Threads proves effective in increasing students ‘engagement and critical thinking skills. Although challenges remain in integrating cognitive neuroscience into classroom pratices, this study offers innovative insight into design of digital-based learning materials that are timely and reflective. 
NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM FILM BILA ESOK IBU TIADA KARYA NAGIGA NUR ARYATI (ALTERNATIF PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK FILM NARATIF) Fauziah, Fatia; Munir, Sirojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Nilai Moral dalam Film “Bila Esok Ibu Tiada” karya Nagiga Nur Aryati serta potensinya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar menyimak film naratif. Film ini bercerita tentang seorang Ibu, Rahmi, yang berjuang keras membesarkan empat anaknya seorang diri setelah sang suami meninggal. Di tengah tantangan ekonomi dan konflik keluarga, Ranika (anak sulung) bertindak otoriter, anak-anak yang lain yaitu Rania, Rangga, dan Hening semakin sibuk dengan kehidupan masing-masing, namun Rahmi tetap mencintai tanpa syarat. Film ini mengangkat tema penyesalan dan kesadaran akan pentingnya kehadiran ibu dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis pustaka, dokumentasi, dan analisis. Proses tersebut bertujuan untuk menganalisis nilai yang terdapat pada dialog, adegan dan latar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung nilai moral seperti hubungan manusia dengan dirinya, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial dan lingkungan alam, dan hubungan manusia dengan tuhannya. Berdasarkan temuan tersebut, film “Bila Esok Ibu Tiada” dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar alternatif yang cukup dengan kebutuhan peserta didik, khususnya dalam pembelajaran menyimak film naratif dengan saksama untuk memahami alur cerita dan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Pemanfaatan media populer seperti film yang hangat dibicarakan dapat meningkatkan daya tarik pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap kemampuan menyimak dan memahami berbagai tipe teks aural hingga mampu menuliskan kembali teks aural atau audio visual.
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF LIRIK LAGU “AMIN PALING SERIUS”: ANALISIS REPRESENTASI MAKNA DALAM KAJIAN SEMANTIK Khairunisa, Tafana
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22328

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi dan menjelaskan arti denotatif serta konotatif dalam lirik lagu "Amin Paling Serius" yang ditulis oleh Sal Priadi dan Nadin Amizah. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menunjukkan bagaimana makna konotatif membentuk pesan yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi literatur. Data yang digunakan berupa kata-kata, frasa, dan lirik yang memungkinkan adanya makna denotatif dan konotatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik membaca dan mencatat lirik lagu serta sumber-sumber teori semantik, selanjutnya dianalisis dengan cara mengategorikan data ke dalam makna denotatif dan konotatif, memahami konteks makna, dan menyajikan hasil analisis dalam bentuk deskripsi yang didukung tabel. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hampir setiap bagian lirik memiliki dua lapisan makna. Pada tingkat denotatif, lirik menggambarkan elemen alam dan pengalaman nyata seperti bulan, badai, petir, serta hujan ringan. Di tingkat konotatif, berbagai citra tersebut menggambarkan latar psikologis tokoh, luka batin, pengalaman masa lalu yang penuh konflik, serta komitmen dari dua individu yang berusaha merangkul perbedaan melalui doa dan harapan. Konteks oposisi antara elemen yang kuat dan lembut, kacau dan menenangkan memberi makna pada ungkapan "amin paling serius" sebagai simbol dari doa yang dalam, penerimaan, serta ketulusan dalam suatu hubungan. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman denotatif dan konotatif dalam lirik lagu tidak hanya menambahkan nilai estetika, tetapi juga memperkuat pesan tentang keberagaman dan keberanian dalam menghadapi masa lalu.
MENANTANG STEREOTIP GENDER DALAM FILM PINK (2016) TENTANG KEKERASAN SEKSUAL: KAJIAN FEMENISME RADIKAL Nensilianti, Nensilianti; Ridwan, Ridwan; Amaliah M, Resky
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.21585

Abstract

This study aims to analyze the meaning, message, and representation of women in the film Pink using a radical feminist perspective. Through a qualitative approach with a textual analysis method, the research explores how the film critiques the patriarchal system and gender stereotypes in cases of sexual violence. The film serves not only as entertainment but also as a tool for education and advocacy, promoting awareness of the importance of gender equality and justice for victims of sexual violence. Pink highlights the issue of sexual violence and gender injustice rooted in the patriarchal system. It portrays how women are often blamed in cases of sexual harassment, while male perpetrators receive social protection. Radical feminism is employed to analyze the patriarchal structures presented in the film. The findings of this study reveal how women are frequently blamed in cases of sexual harassment, while male perpetrators are socially protected within the narrative of the film.
KEBANGGAAN SANTRI PUTRA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI PONDOK PESANTREN MANAHIJUL HUDA: STUDI SIKAP BAHASA Amatillah, Hilmi Azizah; Hidayatullah, Asep; Andini, Siti
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20230

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana kebanggaan santri putra terhadap bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Manahijul Huda. Penelitian ini menjadi penting karena lingkungan pesantren dikenal sebagai ruang multibahasa yang memunculkan dinamika kebahasaan antara bahasa daerah, bahasa Arab, dan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, memerlukan afirmasi positif dalam bentuk sikap kebanggaan agar tidak tergeser dalam konteks komunikasi keagamaan dan keseharian santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan kuesioner. Subjek penelitian adalah 41 santri putra kelas X SMA Terpadu Manahijul Huda. Data dikumpulkan melalui angket sikap bahasa berbasis indikator kebanggaan menurut teori Garvin dan Mathiot (1968). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas santri menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi saat menggunakan bahasa Indonesia, terutama dalam konteks formal seperti kegiatan organisasi, pelajaran, dan pidato. Selain itu, para santri memandang bahasa Indonesia sebagai simbol identitas nasional dan mendukung pelestariannya di lingkungan pesantren. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebanggaan berbahasa merupakan elemen penting dalam mempertahankan dan memperkuat fungsi bahasa Indonesia di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa asing serta lokal.Kata Kunci: sikap bahasa; kebanggaan; bahasa Indonesia; pesantren; santri  AbstractAbstractThis study aims to uncover the pride expressed by male students toward the Indonesian language at the Manahijul Huda Islamic Boarding School. This research is important because the Islamic boarding school environment is known as a multilingual space that fosters linguistic dynamics between regional languages, Arabic, and Indonesian. Indonesian, as the national language, requires positive affirmation in the form of pride to prevent it from being displaced in the context of religious communication and the students' daily lives. This study used a qualitative descriptive approach, with data collection techniques consisting of literature review and questionnaires. The subjects were 41 10th-grade male students at Manahijul Huda Integrated High School. Data were collected through a language attitude questionnaire based on pride indicators according to the theory of Garvin and Mathiot (1968). The results show that the majority of students demonstrate high self-confidence when using Indonesian, especially in formal contexts such as organizational activities, lessons, and speeches. Furthermore, the students view Indonesian as a symbol of national identity and support its preservation within the Islamic boarding school environment. These findings indicate that language pride is a crucial element in maintaining and strengthening the function of Indonesian amidst globalization and the dominance of foreign and local languages. Keywords: language attitude; pride; Indonesian; Islamic boarding school; students
RESISTENSI PEREMPUAN TOKOH DIANA DALAM FILM PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI KAJIAN FEMINISME SASTRA Fitri, Raisha Nissa; Auliya, Siti Ma'wah; Ramdhani, Intan Sari
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20045

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan nilai resistensi perempuan tokoh Diana dalam film pengepungan di bukit duri kajian feminisme sastra. Penelitian ini menggunakan teori Naomi Wolf yang memiliki dua tradisi feminisme, yang digunakan peneliti adalah feminisme kekuasaan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Objek data penelitian yaitu film Pengepungan di Bukit Duri, dengan fokus khususnya pada adegan, dialog, dan narasi yang berkaitan dengan karakter Diana sebagai sosok perempuan. Tahap analisis data penelitian ini adalah mencatat dialog dan narasi tokoh Diana, lalu memilah manakah yang termasuk kedalam tradisi feminisme kekuasaan. Selanjutnya peneliti menyajikan temuan data yang didapat dalam bentuk tabel, lalu diidentifikasi bentuk resistensi-nya. Terakhir peneliti menarik kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan catat. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri, dibantu dengan telepon pintar (smartphone) dalam mencatat dialog, adegan, serta suasana yang diduga termasuk ke dalam sampel penelitian. Hasil penelitian penelitian ditemukan 9 data yang termasuk kedalam feminisme kekuasaan, yakni 3 data idependesi, 2 data altruisme, 2 data persisten, 1 data chauvinisme, dan 1 data ketangguhan. Peneliti tidak menemukan data revolusioner dari temuan kutipan dialog serta adegan dari tokoh Diana. Penelitian diharapkan dapat memberikan penilaian tentang resistensi perempuan dalam streotip sosial.
ANALISIS MAKNA LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL DALAM LIRIK LAGU HATI-HATI DI JALAN KARYA TULUS Lathifah, Aqilatul; Apriliani, Rizkia; Firmansyah, Dodi; Erwin Juansah, Dase
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.23350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk makna leksikal dan makna gramatikal yang terdapat dalam lirik lagu Hati-Hati di Jalan karya Tulus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik untuk mengungkap makna yang terkandung dalam kata-kata pada lirik lagu tersebut. Data diperoleh melalui teknik simak dan catat dengan cara mendengarkan lagu secara berulang, mencatat kata-kata yang relevan, serta menganalisis maknanya berdasarkan konteks penggunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 kata yang mengandung makna leksikal dan 10 kata yang mengandung makna gramatikal. Makna leksikal mencerminkan arti dasar kata sebagaimana tercantum dalam kamus, sedangkan makna gramatikal muncul akibat adanya proses gramatikal seperti afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Temuan ini menunjukkan bahwa lirik lagu Hati-Hati di Jalan kaya akan makna leksikal yang menggambarkan pengalaman emosional dan reflektif, serta makna gramatikal yang memperkuat ekspresi dan pesan lagu secara keseluruhan.
KESALAHAN BERBAHASA BERDASARKAN KATEGORI LINGUISTIK PADA ARTIKEL OPINI “PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA” DALAM KOMPASIANA.COM Raini, Sri; Camilah, Nurul; Putri, Tiara Meidiani; Nurjamilah, Ai Siti
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.22053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasan berdasarkan kategori linguistik pada artikel opini berjudul “Permasalahan Pendidikan di Indonesia” karya Dela Revi Nopi Saputri yang dipublikasikan dalam platform Kompasiana.com. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan Teknik analisis kesalahan berbahasa (error analysis). Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung kesalahan berbahasa dalam artikel tersebut, yang dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menjelaskan, dan mengevaluasi kesalahan berdasarkan empat kategori linguistik, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 kalimat yang terdapat dalam 7 paragraf artikel, ditemukan 40 kesalahan berbahasa yang terdiri dari kesalahan fonologi sebanyak 3 kesalahan (7,5%), kesalahan morfologi sebanyak 5 kesalahan (12,5%), kesalahan sintaksis sebanyak 20 kesalahan (50%), dan kesalahan semantik sebanyak 12 kesalahan (30%). Kesalahan sintaksis mendominasi karena penulis mengalami kesulitan dalam menyusun struktur kalimat yang gramatikal, efektif, dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, yang meliputi ketidaktepatan stuktur kalimat, ketidakefektifan penyusunan unsur kalimat, dan kesalahan penggunaan konjungsi. Kesalahan semantik yang menempati urutan kedua mencakup pleonasme, ketidaktepatan diksi, dan penggunaan kolokasi yang tidak lazim. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kompetensi kebahasaan, khususnya pada aspek sintaksis dan semantik dalam penulisan artikel ilmiah populer di platform digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia dan menjadi rujukan bagi penulis untuk lebih cermat dalam menggunakan bahasa yang baku dan efektif.