cover
Contact Name
Rinto Hasiholan Hutapea
Contact Email
rintohutapea81@gmail.com
Phone
+6281330296185
Journal Mail Official
danumpambelum21@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya Alamat: Jl. Tampung Penyang No.KM.6, Menteng, Kec. Jekan Raya, Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah 73112
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja
ISSN : 27976858     EISSN : 2797684X     DOI : https://doi.org/10.54170/dp.v1i2
Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja adalah jurnal yang diterbitkan oleh Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya. Periode Terbitan Jurnal ini yaitu bulan Mei dan November. Ruang Lingkup kajian jurnal ini di antaranya: Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru, Teologi dan Budaya, Misiologi, Sosiologi Agama, dan Musik Gereja.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November" : 9 Documents clear
Integrasi Allah yang Turut Menderita dalam Spiritualitas Umat Miskin:: Studi Pengalaman Iman dan Doa Jemaat HKBP Sola Gratia Berdasarkan Teologi Jurgen Moltmann Banjarnahor, Alan; Siagian, Riris Johanna
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/jvwa2d60

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana konsep Allah yang turut menderita dalam teologi Jurgen Moltmann terintegrasi dalam spiritualitas dan praktik doa jemaat miskin HKBP Sola Gratia. Moltmann menegaskan bahwa Allah tidak berjarak dari penderitaan manusia, melainkan aktif berpartisipasi dalam kesengsaraan melalui salib Kristus. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pemahaman teologis tersebut membentuk pengalaman iman dan kehidupan doa jemaat yang menghadapi kemiskinan struktural. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis terhadap spiritualitas anggota jemaat HKBP Sola Gratia yang mengalami kondisi ekonomi marginal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam untuk menggali narasi pengalaman iman, praktik doa, dan interpretasi teologis mereka terhadap penderitaan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema dalam kata kunci yang menghubungkan konsep Allah yang turut menderita dengan resiliensi spiritual jemaat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang Allah yang bersolidaritas dalam penderitaan menghasilkan tiga dimensi utama bagi jemaat miskin; 1. Pengalaman iman yang mengakui kehadiran Allah dalam situasi penderitaan, 2. Pemaknaan penderitaan bukan sebagai hukuman tetapi justru sebagai ruang perjumpaan dengan Allah, dan 3. Pembentukan komunitas solidaritas sebagai ekspresi iman. Konsep ini mentransformasi doa dari sekadar permohonan menjadi ekspresi persekutuan dengan Allah yang turut merasakan derita mereka. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual yang relevan dengan realitas kemiskinan di Indonesia
Studi Naskah Tentang Spiritualitas Barat, Menimbang Trinitas, dan Kebahagiaan Etis Agus, Guruh David
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/qb4hcm71

Abstract

Abstract Spirituality is the capacity for self-transcendence, identity formation through action, and the inherent manifestation of ethical happiness. Christianity once served as the dominant framework of Western spirituality, however epistemologically the moment when the negation of the Trinity gained intellectual legitimacy remains unclear. This explanative research based on literature review and manuscript analysis examine spiritual and ethical perspectives in classical works by Gregory of Nyssa (4th century), Thomas Aquinas (13th century), Baruch de Spinoza (17th century), and Dietrich Bonhoeffer (20th century), aiming to identify the epistemic momentum of Trinitarian negation in Western spirituality and ethical happiness. Gregory, Aquinas, and Bonhoeffer emphasize spirituality rooted in Trinitarian theology. In contrast Spinoza and Giordano Bruno (16-17th century) shifted the paradigm toward pantheism, which negates the Trinity. For Spinoza ethical happiness lies in rationality, awareness of Nature as God, and knowledge as the foundation of ethics. Conversely for Gregory, Aquinas, and Bonhoeffer, ethical happiness is grounded in obedience to Trinitarian determination, which offers consolation, sanctifies thought, inspires action, and presupposes the self as a reflection of the crucified Christ in a world marked by sin and suffering. This study concludes that Western spirituality comprises two paradigms: one affirming the Trinity, and one pantheistically negating it for rational happiness. Abstrak Spiritualitas merupakan kapasitas untuk mentransendensi diri, membentuk identitas melalui aksi, maupun secara inheren memanifestasikan kebahagiaan etis. Kekristenan pernah menjadi kerangka dominan dalam spiritualitas Barat, namun secara epistemologis belum terjelaskan kapan penegasian doktrin Trinitas mulai mendapat legitimasi pengetahuan. Penelitian eksplanatif serta berbasis studi kepustakaan dan metode studi naskah ini menganalisis pandangan spiritual dan etika dari naskah-naskah klasik Gregorius dari Nyssa (abad ke-4), Thomas Aquinas (abad ke-13), Baruch de Spinoza (abad ke-17), dan Dietrich Bonhoeffer (abad ke-20) untuk menemukan momentum penegasian Trinitas dalam spiritualitas Barat dan kebahagiaan etis. Gregorius, Aquinas, dan Bonhoeffer menekankan spiritualitas yang berakar dalam Trinitas. Sebaliknya Spinoza (abad ke-17) dan Giordano Bruno (abad ke-16) menggeser paradigma spiritualitas Barat menuju panteisme yang menegasi Trinitas. Menurut Spinoza kebahagiaan etis manusia spiritual terletak pada rasionalitas, kesadaran akan Alam sebagai Tuhan, dan pengetahuan sebagai dasar etika. Sebaliknya menurut Gregorius, Aquinas, dan Bonhoeffer, kebahagiaan etis terletak dalam ketaatan pada determinasi Trinitas yang akan menyatakan penghiburan, menyucikan pikiran dan menginsiprasi tindakan, serta mengandaikan dirinya seperti refleksi Kristus yang tersalib dalam dunia yang penuh dosa dan penderitaan. Penelitian ini menyimpulkan adanya dua paradigma spiritualitas Barat: paradigma yang mengafirmasi Trinitas demi kebahagiaan etis berbasis determinasi Trinitatis, serta paradigma yang menegasi-Nya secara panteistis demi kebahagiaan rasional berbasis nalar-pengetahuan.
Membangun Urgensi Penggunaan Lagu Gerejawi (KJ, PKJ, NNBT, DSL, KSK) Dalam Perspektif Musik Gereja Menurut Jeremy Begbie Kowuh, Kluivert Natanael; Tarumingi, Denny A.; Mawuntu, Marhaeni
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/tkcb2c05

Abstract

Minimnya penggunaan lagu-lagu gerejawi resmi seperti KJ, PKJ, NNBT, NKB, DSL dam KSK dalam ibadah GMIM menimbulkan kekhawatiran terhadap pelestarian warisan musik gereja yang sarat nilai teologis dan historis. Artikel ini bertujuan menegaskan kembali urgensi penggunaan lagu-lagu tersebut melalui pendekatan teologis berdasarkan pemikiran Jeremy Begbie. Dengan Metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara di Jemaat GMIM Sion Tumaluntung, ditemukan bahwa meski lagu-lagu gerejawi memiliki nilai spiritual tinggi, penggunaannya menurun karena kurangnya pembinaan, dominasi music kontemporer, dan rendahnya pemahaman generasi muda. Oleh karena itu, gereja perlu menyusun strategi edukatif dan liturgis agar lagu-lagu ini kembali berperan dalam membentuk spiritualitas Kristen secara utuh.
Estetika dalam Liturgi:: Pengaruh Musik Kontemporer dan Nyanyian Rohani Kontemporer dalam Ibadah terhadap Spiritualitas Naposobulung HKBP Tambunan, Styven Bill Chevyn
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/epwhrb87

Abstract

Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mengalami perubahan yang signifikan dalam praktik liturgi, termasuk dalam aspek musik dan nyanyian. Tradisi musik himnal yang sebelumnya memiliki akar yang kuat dalam penggunaan Buku Ende dan Buku Logu kini mengalami pergeseran akibat masuknya musik kontemporer dan nyanyian rohani kontemporer, di dalamnya termasuk lagu-lagu pop rohani yang semakin populer di kalangan generasi muda (naposobulung). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana musik kontemporer dan nyanyian rohani kontemporer memengaruhi spiritualitas naposobulung serta identitas liturgi HKBP yang selama ini dibangun berdasarkan estetika Lutheran. Melalui kajian teologis dan analisis budaya musik, penelitian ini menyoroti ketegangan antara pelestarian tradisi dan kebutuhan akan inovasi dalam ibadah, serta dampaknya terhadap kesinambungan liturgi dan keterlibatan spiritual jemaat muda di tengah perubahan zaman. Hasil dari studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman gereja dalam menyikapi dinamika musikal liturgis secara kontekstual dan teologis
Keramah-tamahan Porodisa: Sebuah Dialog Kritis-Teologis antara Kebudayaan Manarogho dan Narasi Zakheus Kalundang, Audriano; Yuni Feni Labobar
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/bex6xv66

Abstract

Perayaan adat Manarogho, khas masyarakat Taroda (Talaud), berfungsi sebagai simbol penerimaan individu ke dalam masyarakat, gereja, dan keluarga. Dalam konteks umat beragama, perayaan ini sering dikaitkan dengan ibadah dan pewartaan Injil, namun menimbulkan ketegangan akibat perbedaan pemahaman. Konflik pro-kontra muncul terutama terkait tuduhan sinkretisme dalam pelaksanaan budaya ini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi budaya Manarogho dalam dialog dengan narasi Zakheus sekaligus memperkaya praktik berteologi kontekstual, sehingga penelitian ini juga menjadi penting untuk menghadirkan perspektif baru dalam kontekstualisasi Injil di masyarakat Talaud. Tulisan ini menggunakan penelitian kualitatif di mana memadukan observasi, wawancara, dan studi pustaka di Talaud dengan analisis historis-kritis teks Zakheus untuk mengeksplorasi dialog antara budaya Manarogho dan narasi Alkitab. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penerimaan dalam budaya Manarogho dan narasi Zakheus bersifat inklusif, mendorong aksi nyata, dan menegaskan integrasi individu ke dalam komunitas.
Spiritualitas Perjumpaan dalam Ekaristi: Refleksi Teologis Tentang Makna Kehadiran Kristus dalam Liturgi Kristeno, Marianus Rago; Goa, Lorentius
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/1zs21c52

Abstract

Ekaristi memiliki peran sentral dalam iman Katolik sebagai sumber dan puncak kehidupan Gereja, namun sering direduksi hanya sebagai kewajiban ritual, bukan perjumpaan yang mengubah dengan Kristus yang bangkit. Artikel ini merefleksikan secara teologis makna kehadiran Kristus dalam Ekaristi dan implikasinya bagi spiritualitas perjumpaan. Dengan metode kualitatif melalui kajian pustaka, penelitian ini mengkaji dasar biblis dan doktrinal tentang kehadiran nyata Kristus dalam Sabda, roti dan anggur yang dikonsekrasikan, pribadi imam, serta persekutuan umat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekaristi, bila dirayakan secara sadar dan aktif, bukan hanya kewajiban liturgis, melainkan ruang perjumpaan pribadi dan komunal dengan Kristus yang mengubah hidup umat. Namun, distraksi digital dan kurangnya kesadaran liturgis menjadi tantangan besar, terutama bagi kaum muda. Karena itu, Ekaristi perlu dihayati kembali sebagai perjumpaan hidup yang menumbuhkan syukur, partisipasi aktif, dan transformasi pribadi, sehingga umat mampu mewujudkan kasih, pelayanan, dan kesaksian iman dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Music Box terhadap Spiritualitas Jemaat di HKBP Tapian Nauli Resort Simpang Padang Duri dari Perspektif Gary Thomas Siburian, Heri Rikidi; Listya, Agastya Rama; Kristiantoro, Sony
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/3k10nr68

Abstract

HKBP Tapian Nauli mulai menggunakan music box dalam peribadahan umum, kebaktian lingkungan dan ibadah sekolah minggu semenjak tahun 2021. Sebelumnya ibadah diiringi dengan menggunakan instrumen organ, namun karena terjadi beberapa permasalahan yang mengganggu konsistensi jalannya peribadahan, seperti organis yang sering berhalangan hadir karena bekerja sebagai karyawan di sebuah pusat perbelanjaan, atau organis lainnya yang sering hadir terlambat, maka akhirnya diputuskan untuk menggunakan music box. Tujuan utama penggunaan music box tidak hanya sebagai medium alternatif untuk mengatasi hambatan dalam pelayanan musik, tetapi juga membangkitkan spiritualitas dan semangat jemaat dalam memahami dan menguasai melodi lagu yang akan dinyanyikannya, sehingga pada gilirannya membantu jemaat merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Tulisan ini terdiri atas tiga bagian besar, yaitu: 1)  pandangan jemaat terhadap music box menurut Gary Thomas; 2) fungsi dan pengaruh music box terhadap spiritualitas jemaat HKBP Tapian Nauli; dan 3) analisis dan pembahasan peran music box terhadap spiritualitas jemaat HKBP Tapian Nauli.
Digital Religiosity dan Teologi Kontekstual: Strategi Inovatif Menghidupkan Kembali Gereja bagi Kaum Muda Pasaribu, Ferdinan; Sakidaat, Anetrin
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/71g44g03

Abstract

This article aims to explore the potential of digital religiosity alongside the application of contextual theology as an innovative strategy to rekindle young people’s interest in the church. By integrating digital technology into faith practices and contextualizing theological messages within local cultures, the church can present itself as more relevant and closely connected to the realities of today’s generation. The findings indicate that digital religiosity and theology shaped by digital-life contexts can provide a more relevant, participatory, and meaningful model of ministry for youth engagement. This study employs a qualitative method through literature research on religious phenomena and thoughts related to contextual theology. The conclusion affirms that the church’s renewed relevance among young people emerges when digital religiosity is developed through a theological approach that is responsive to digital realities, enabling the church’s ministry to be vibrant, creative, and meaningful for the present generation.
Kristologi Kenosis sebagai Paradigma Etika Kebangsaan: Kritik Teologis terhadap Oligarki dan Korupsi Politik di Indonesia Nego, Obet; Manaransyah, Samuel; Polin, Thimothy Alva Fiderio
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/441x3356

Abstract

Artikel ini mengkaji relevansi Kristologi Kenosis sebagai dasar etika kebangsaan dalam menghadapi oligarki dan korupsi politik di Indonesia. Dominasi oligarki, kleptokrasi, dan politik dinasti telah melemahkan legitimasi moral demokrasi dan menandakan krisis etika kepemimpinan. Berdasarkan Filipi 2:5-11, Kenosis menawarkan paradigma etis yang menekankan kerendahan hati, pengosongan diri, dan pelayanan sebagai dasar kepemimpinan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka, berfokus pada penafsiran teologis terhadap Filipi 2:5-11 serta karya teolog seperti Moltmann dan Kitamori melalui hermeneutika teologis dan analisis konseptual-filosofis. Hasil kajian menunjukkan tiga nilai kenotik utama, yaitu anti-keserakahan sebagai kritik korupsi, pelayanan berkorban sebagai alternatif melawan oligarki, dan solidaritas kebangsaan sebagai koreksi ketimpangan sosial. Dengan demikian, Kenosis menjadi antitesis etis terhadap penyalahgunaan kuasa sekaligus kerangka moral bagi reformasi politik yang adil dan berintegritas.

Page 1 of 1 | Total Record : 9