cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalagrisains@gmail.com
Phone
+6283827966282
Journal Mail Official
jurnalagrisains@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bumi Tadulako, Tondo, Palu 94111, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah AgriSains
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14123657     EISSN : 27165078     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang Peternakan: Ilmu Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Pembangunan Peternakan, Produksi Ternak, Budidaya Ternak, Produksi dan Teknologi Pakan Ternak, Bioteknologi Peternakan, Sain Veteriner. Bidang Perikanan: Budidaya Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Pengolahan Hasil Perikanan, Nutrisi dan Makanan Ikan, Bioteknologi Perikanan, Teknologi Penangkapan Ikan, Sumberdaya Perairan, Sosial Ekonomi Perikanan, Budidaya Perairan
Articles 119 Documents
Pertumbuhan Benih Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch 1790) pada Berbagai Salinitas dan Dosis Pakan Limbah Kepala Udang dalam Wadah Terkontrol A. Masyahoro; Moh Arif Budias Setiawan
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i2.2023.103-113

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan benih ikan kakap putih (Lates calcarifer) pada salinitas dan dosis pemberian pakan berbahan limbah tepung kepala udang yang berbeda dalam wadah  terkontrol. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, yang terdiri atas 2 faktor perlakuan yaitu salinitas (S) dan dosis pemberian pakan yang berbahan limbah kepala udang (P). Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Salinitas pada kisaran 27‰, 30‰ dan 33‰ kemudian dosis pemberian pakan yaitu 3%, 5% dan 7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan yang paling baik terhadap respon pertumbuhan benih ikan kakap putih yaitu pada kombinasi perlakuan S2P1 (30‰ dan 3%), yaitu dengan nilai kelangsungan hidup 100%, pertumbuhan panjang mutlak 0,32±0,131 cm, pertumbuhan bobot mutlak 0,74±0,070 g, bobot harian 0,025±0,002 g/hari dan untuk nilai rasio konversi pakan 0,47±0,172% menjadi yang paling efisien dibandingkan perlakuan lainnya. Tidak terdapat pengaruh interaksi (p>0,05) antara salinitas dan dosis pemberian pakan berbeda terhadap semua variabel pengamatan, namun secara mandiri terdapat pengaruh masing-masing faktor salinitas dan faktor pakan terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan bobot spesifik dan rasio konversi pakan.
Pengaruh Filter Berbeda terhadap Parameter Kualitas Air Media Pemeliharaan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Ainun Zahra; Kasim Mansyur; Aswad Eka Putra
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i2.2023.92-102

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu komoditas air tawar yang banyak digemari oleh masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, diperlukan penerapan sistem budidaya intensif agar membantu meningkatkan produksi akuakultur. Sistem  budidaya intensif yang banyak diterapkan yaitu sistem resirkulasi. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2022. Kegiatan penelitian bertempat di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang diujikan adalah penggunaan filter yang berbeda dalam sistem resirkulasi dengan perlakuan A = tanpa  filter, B = menggunakan filter ijuk 150 g/wadah, C = menggunakan filter sabut kelapa 150 g/wadah, dan D = menggunakan filter kapas 150 g/wadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air pada perlakuan ijuk, sabut kelapa dan kapas pada parameter suhu yaitu 26,3-28 °C, pH 7,5-7,8, oksigen terlarut 4,6-5,4 mg/l, amonia 0,05-0,3 mg/l, TDS 390-780 mg/l dan TSS 0,15-0,62 mg/l.
Kualitas Fisik Daging Ayam Broiler yang Diberi Ekstrak Sabut Kelapa dalam Ransum Salfany Islamiati Fahman; Nova Rugayah
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i2.2023.114-120

Abstract

Pertumbuhan ayam broiler tidak terlepas dari penggunaan antibiotik yang dapat membahayakan pada ternak. Ekstrak sabut kelapa menjadi alternatif feed additive sebagai antibiotik yang mengandung asam galat, flavonoid, steroid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek penggunaan ekstrak sabut kelapa terhadap kualitas fisik daging ayam broiler (keempukan, daya ikat air dan susut masak). Penelitian ini dilaksanakan pada dua tempat yaitu di Desa Sibalaya Selatan, Kabupaten Sigi untuk pemeliharaan dan uji kualitas fisik daging di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Ternak yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas 50 ekor ayam pedaging yang dipelihara selama 6 minggu, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 2 ulangan. Adapun perlakuannya sebagai berikut: P0 = ransum basal, P1 = ransum basal + 40 ppm tetrasiklin, P2 = ransum basal + 100 ppm ekstrak sabut kelapa, P3 = ransum basal + 400 ppm ekstrak sabut kelapa, P4 = ransum basal + 700 ppm ekstrak sabut kelapa. Parameter yang di ukur yaitu keempukan, daya ikat air, dan susut masak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai keempukan (7,5kg/cm2 - 8,16kg/cm2), daya ikat air (48,14% - 62,96%) dan susut masak (32,05% - 35,22%). Disimpulkan bahwa penambahan ekstrak sabut kelapa dalam ransum berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap kualitas fisik daging ayam broiler (keempukan, daya ikat air dan susut masak).
Daya Tetas Telur Ikan Mas Koi (Cyprinus rubrofuscus) dengan Perendaman Ekstrak Daun Sukun Artocarpus altilis Sulfa Ayulandari; Madinawati Madinawati; Nur Hasanah; Irawati Mei Widiastuti; Septina F. Mangitung
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i2.2023.58-67

Abstract

Pemanfaatan bahan herbal seperti ekstrak daun sukun menjadi alternatifuntuk meningkatkan keberhasilan penetasan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh perendaman ekstrak daun sukun Artocarpus altilisterhadap daya tetas telur ikan mas koi (Cyprinus rubrofuscus). Desainpenelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuandan 5 ulangan sehingga menghasilkan 20 unit percobaan. Perlakuan yangdiujikan yaitu perendaman telur dalam ekstrak daun sukun dengan dosisperlakuan A= 0 g/L, B= 2 g/L, C= 4 g/L, dan D= 6 g/L. Data Daya tetasdianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA dengan bantuan Minitab 16.Jika terdapat perbedaan perlakuan maka dilanjutkan dengan uji beda nyatajujur (BNJ). Data uji penapisan fitokimia, kelangsungan hidup, dan kualitasair dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dosis palingefektif yaitu perlakuan B (2 g/L) dapat mengobati telur yang terinfeksisehingga menghasilkan daya tetas telur sebesar 83,2%. Penggunaanekstrak daun sukun berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan maskoi yang terserang jamur. Berdasarkan pemeliharaan larva ikan mas koiselama 14 hari menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan B(2 g/L) yaitu sebesar 94,5%.
Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Udang Kaki Putih (Penaeus vannamei) pada Suhu dan Salinitas yang Berbeda Akbar, Ali; Rusaini, Rusaini; Rizal, Achmad
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i2.2023.77-84

Abstract

Variabel kualitas air berperan penting terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup organisme akuatik, diantaranya adalah suhu dan salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan salinitas terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang kaki putih (Penaeus vannamei). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang teridiri dari perlakuan suhu 24 °C, 27 °C, dan 30 °C dan salinitas 10 ppt, 20 ppt dan 30 ppt. Setiap perlakuan diulangi sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tertinggi berada pada suhu 24 °C dan salinitas 10 ppt, tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada suhu 27 dan 30 °C dan salinitas 20 dan 30 ppt.
Kualitas Fisik dan Uji Organoleptik Telur Ayam Ras Asin dengan Beberapa Level Penggunaan Bubuk Kulit Telur dan Abu Gosok Wendelina Tandiraqpak; Minarny Gobel; Fachry Loulembah; Nur'Aidah Nur'Aidah
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i2.2023.68-76

Abstract

Kulit telur ayam ras lebih tipis dibandingkan dengan telur itik sehingga sering pecah pada kulit telurnya jika dilakukan pengolahan menjadi telur asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai level penggunaan bubuk kulit telur dan abu gosok terhadap kualitas fisik dan organoleptik telur ayam ras asin. Penelitian ini menggunakan RAK dan RAL faktorial terdiri dari dua faktor yaitu faktor A T1 (100% bubuk kulit telur), T2 (70% bubuk kulit telur), dan T3 (40% bubuk kulit telur) serta faktor B A1 (0% abu gosok), A2 (30% abu gosok) dan A3 (60% abu gosok) yang setiap perlakuan diulang 3 kali. Parameter adalah uji fisik persentase kehilangan berat telur, daya pecah kulit telur dan uji organoleptik. Perlakuan memberikan pengaruh interaksi yang sangat nyata (p>0,01) pada rasa dan warna, memberikan pengaruh tunggal yang sangat nyata terhadap daya pecah kulit (p>0,01) dan memberikan pengaruh yang tidak nyata (p<0,05) terhadap presentase kehilangan berat dan aroma telur ayam ras asin.
Biokonversi Kulit Buah Kakao yang Disuplelemtasi dengan Tepung Daun Kelor pada Kambing Kacang Syahrir Syahrir; Muhammad Teguh; Mustafa Mustafa; Moh. Basri
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i2.2023.85-91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertambahan bobot kambing kacang yang diberi kulit buah kakao biokonversi (KBKK) yang disuplementasi dengan tepung daun kelor dalam konsentrat. Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan menggunakan 20 ekor Kambing Kacang jantan. Perlakuan yang digunakan yaitu: P1= Hijauan 70% + Konsentrat 30%+KBKK 0%; P2= Hijauan 70% + Konsentrat 22,5% + KBKK 7,5%; P3= Hijauan 70% + Konsentrat 15% + KBKK 15%; P4= Hijauan 70% + Konsentrat 7,5% + KBKK 22,5%; P5= Hijauan 70% + Konsentrat 0% + KBKK 30%. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB) dan konversi pakan). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa kulit buah kakao biokonversi yang disuplementasi tepung daun kelor memberikan pengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap konsumsi BK, BO, PK dan SK, namun memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap PBBH dan konversi pakan. Konsumsi BK, BO, dan PK tertinggi diperoleh pada P1, masing-masing 432,03±55,10 g/ekor/hari, 357,36±53,82 g/ekor/hari dan 50,60±7,76 g/ekor/hari. Sedangkan yang terendah pada P5, masing-masing 432,03±55,10 g/ekor/hari, 329,05±44,61 g/ekor/hari dan 46,72±5,96 g/ekor/hari. Sebaliknya, SK tertinggi pada  P5 (119,45±13,7 g/ekor/hari) dan terendah pada P1 (101,59±6,89 g/ekor/hari). Adapun PBBH dan konveri pakan masing-masing berkisar 53,68±3,96 g/ekor/hari-70,13±2,36 g/ekor/hari dan 6,61±0,87-8,08±1,06. Semakin tinggi level pemberian kulit buah kakao biokonversi yang disuplementasi dengan tepung daun kelor, maka semakin menurunkan konsumsi BK, BO dan PK. Hasil terbaik diperoleh pada P3 (konsentrat 15% dan KBKK 15%).
Hubungan Panjang-Bobot, Nisbah Kelamin dan Faktor Kondisi Ikan Endemik Sulawesi Rono Lindu (Oryzias sarasinorum Popta 1905) Nilawati, Jusri; Rasmina, Rasmina; Tantu, Fadly Y.
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i3.2023.149-158

Abstract

Ikan rono Lindu (Oryzias sarasinorum Popta 1905) adalah salah satu ikan endemik dari perairan tawar Sulawesi yang penyebarannya terbatas hanya di Danau Lindu. Status konservasi O. sarasinorum yang telah ditetapkan oleh IUCN berada dalam kategori terancam punah. Penelitian menggunakan metode standar dalam studi bioekologi ikan. Data yang dianalisis berasal dari sampel yang dikoleksi pada medio Juli-September 2013 dari Danau Lindu. Alat tangkap yang digunakan berupa pukat pantai kecil berkantong (mini beach sine) berukuran panjang 10 m, lebar 2,5 m, diameter kantong 1 m, dan mata jaring 2 mm. Jumlah total sampel sebanyak 165 ekor, terdiri atas 94 ekor ikan jantan dan 71 ekor ikan betina. Hasil analisis hubungan panjang-bobot ikan O. sarasinorum jantan, betina, dan gabungan jantan dan betina masing-masing adalah W= 0,000L2,128, W= 0,000L2,396 dan W=0,000L2,239  dengan nilai koefisien korelasi (r) masing-masing 0,968, 0,933 dan 0,953. Hal ini  mengindikasikan bahwa O. sarasinorum memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Faktor kondisi Fulton (K) O. sarasinorum jantan berkisar 0,718-2,625 sedangkan betina 0,586-2,963. Nisbah kelamin ikan O. sarasinorum menunjukkan bahwa jumlah ikan jantan relatif lebih banyak dibandingkan dengan ikan betina. Studi ini merupakan laporan pertama mengenai hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi untuk ikan endemik O. sarasinorum. Informasi biometrik ini berguna untuk pengelolaan berkelanjutan, kajian dinamika populasi ikan dan konservasi.
Evaluasi Beberapa Jenis Bahan Herbal terhadap Keberhasilan Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia reticulata) Berasa, Abshar H; Komariyah, Siti; Haser, Teuku Fadlon; Febri, Suri Purnama; Fitrawati, Rahmi
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i3.2023.181-191

Abstract

Ikan guppy (Poecilia reticulata) merupakan jenis ikan hias yang banyak dibudidayakan dan digemari karena mudah dipelihara, dan memiliki variasi warna yang indah terutama pada ikan guppy jantan, Adanya perbedaan antara guppy jantan dan betina membuat indukan guppy jantan lebih diminati dan memiliki harga jual yang tinggi. Penelitian ini bertujun untuk mengevaluasi beberapa jenis bahan herbal seperti cabe jawa, lada hitam, dan kulit manggis untuk memaskulinisasi ikan guppy dengan metode perendaman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan penelitian ini adalah kontrol (0 mg/L), lada hitam, cabe jawa, dan kulit manggis dengan masing masing dosis 0,3mg/l. Ikan guppy yang digunakan berumur 5 hari, Larva ikan guppy di rendam selama 5 jam dan di pelihara selama 60 hari. Data yang diperoleh di analisis menggunakan uji ANOVA dan Duncan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perendaman menggunakan bahan herbal berpengaruh terhadap jantanisasi ikan dan tingkat kelangsungan hidup selama perendaman. Persentase jantan tertinggi dihasilkan pada perlakuan cabe jawa sebesar 67,43% diikuti kulit manggis sebesar 49,97% dan perlakuan lada hitam sebesar 47,60%, sedangkan terendah ditunjukkan pada perlakuan kontrol sebesar 39,17%.
Pemanfaatan Tepung Batang Pisang dalam Konsentrat dengan Level Berbeda terhadap Kambing Kacang Sagaf, Sagaf; Wirawan, I Made Adi
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 24 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v24i3.2023.121-128

Abstract

Salah satu upaya untuk mengurangi dampak kekurangan nutrisi akibat kurangnya pakan sebagai imbas dari pergantian musim adalah pemanfaatan tanaman pisang dimana batang pisang merupakan limbah pertanian yang tidak termanfaatkan di masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Mei 2020 di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kambing Kacang betina  (umur ±10 bulan, kisaran bobot badan antara 9,01-12,25 kg)  sebanyak 15 ekor. Dalam penelitian ini diguakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5  perlakuan berupa tepung batang pisang dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah: P0= pemberian tepung batang pisang 0,00% dari bobot badan berdasarkan bahan kering, P1=pemberian tepung batang pisang 0,25% dari bobot  berdasarkan bahan kering, P2= pemberian tepung batang pisang 0,50% dari bobot badan berdasarkan bahan kering, P3= pemberian tepung batang pisang 0,75% dari bobot badan berdasarkan bahan kering dan P4= pemberian tepung batang pisang 1,00% dari bobot badan berdasarkan bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung batang pisang dalam konsentrat berpengaruh nyata (p<0,05) menurunkan jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah sel darah putih. Namun dalam penelitian ini menunjukkan nilai hematologis masih dalam kisaran  normal.

Page 8 of 12 | Total Record : 119