cover
Contact Name
Fitri Dian Perwitasari
Contact Email
kandangjurnal5@gmail.com
Phone
+6281326101864
Journal Mail Official
kandangjurnal5@gmail.com
Editorial Address
Gedung Machdor Fakultas Teknik Lantai 1 Jl Fatahila no 40 watubelah Sumber
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Kandang : Jurnal Peternakan
ISSN : 20858329     EISSN : 26856220     DOI : https://doi.org/10.32534/jkd.v8i1.220
Kandang Journal Ilmiah Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy.
Articles 107 Documents
EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS) SEBAGAI FITOBIOTIK TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN BURUNG PUYUH (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) Betty Herlina; Yeni Trianah; Syintia Dwi Agustina; Bobi Arlindo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 1 (2026): Edisi Januari - Juni Tahun 2026
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i1.8585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas air rebusan daun sungkai (Peronema canescens) sebagai fitobiotik dalam air minum terhadap performa pertumbuhan burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 ekor burung puyuh. Perlakuan yang diberikan yaitu S0 = air minum tanpa air rebusan daun sungkai (kontrol), S1 = 1% air rebusan daun sungkai (160 ml/840 ml air minum), S2 = 2% air rebusan daun sungkai (320 ml/680 ml air minum), S3 = 3% air rebusan daun sungkai (480 ml/520 ml air minum), dan S4 = 4% air rebusan daun sungkai (640 ml/360 ml air minum). Parameter yang diamati meliputi konsumsi air minum, konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, dan mortalitas. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air rebusan daun sungkai sebagai fitobiotik dalam air minum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi air minum, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, dan mortalitas burung puyuh. Meskipun demikian, pemberian air rebusan daun sungkai mampu mempertahankan performa pertumbuhan burung puyuh selama masa pemeliharaan. Perlakuan terbaik diperoleh pada S2 dengan nilai konsumsi ransum sebesar 176,91 g/ekor, pertambahan bobot badan 55,66 g/ekor, dan konversi ransum 3,36. Kata kunci: burung puyuh, daun sungkai, fitobiotik, performa pertumbuhan
PEMETAAN WILAYAH BASIS DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS SAPI PERAH DI JAWA TIMUR Meita Puspadewi; Nur Azizah Syukri; Barrur Robingatus Sangadah
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 1 (2026): Edisi Januari - Juni Tahun 2026
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i1.8612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wilayah basis komoditas sapi perah di Provinsi Jawa Timur serta merumuskan strategi pengembangan komoditas sapi perah berbasis potensi wilayah dan agribisnis peternakan rakyat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder populasi sapi perah kabupaten/kota di Jawa Timur periode 2021–2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Analisis wilayah basis dilakukan menggunakan metode Location Quotient (LQ), sedangkan strategi pengembangan disusun melalui studi literatur dari berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan populasi sapi perah di Jawa Timur masih terkonsentrasi pada beberapa wilayah tertentu, terutama Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, serta Kota Batu. Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa wilayah basis komoditas sapi perah terdapat di Kabupaten Tulungagung, Blitar, Malang, dan Pasuruan serta Kota Blitar, Kota Malang, Kota Surabaya, dan Kota Batu dengan nilai LQ > 1. Kota Batu menjadi wilayah basis paling unggul dengan nilai LQ tertinggi selama periode penelitian. Strategi pengembangan sapi perah di Jawa Timur perlu dilakukan secara terintegrasi melalui peningkatan kualitas bibit dan pakan, penerapan teknologi peternakan modern, diversifikasi produk olahan susu, penguatan kelembagaan koperasi peternak, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan kebijakan pemerintah yang berkelanjutan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pengembangan sapi perah untuk meningkatkan produksi susu nasional dan kesejahteraan peternak rakyat.
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN TEPUNG CANGKANG BEKICOT PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR Nurina Rahmawati; Brilian Desca Dianingtyas; Dyah Nurul Afiyah
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 2 (2026): Edisi Juli - Desember Tahun 2026 IN PROGRESS
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i2.8648

Abstract

Wilayah sub-urban dan pertanian kerap menghadapi masalah ekologis akibat ledakan populasi hama bekicot (Achatina fulica). Limbah cangkang bekicot yang menumpuk setelah dagingnya dimanfaatkan sering kali diabaikan dan dibuang begitu saja, hingga menimbulkan pencemaran lingkungan serta menjadi vektor penyakit bagi manusia dan ternak. Padahal, cangkang bekicot memiliki kandungan kalsium karbonat CaCO3 yang tinggi, melimpah, dan berpotensi besar untuk diutilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui efektifitas penambahan tepung cangkang bekicot pada pakan terhadap performa produksi dan kualitas telur ayam ras. Penelitian ini akan selama 42 hari dimulai dari tanggal 15 Januari s/d 28 Februari 2026. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu metode eksperimen dengan menggunkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang sudah dihitung Koefisien Keragaman BB yang terdiri atas 4 perlakuan 7 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam. Perlakuan penelitian ini adalah P0 (Pakan basal), P1(Pakan basal + 1 % Tepung  cangkang bekicot), P2 (Pakan basal + 3%  Tepung  cangkang bekicot dan P3 (Pakan basal + 5%  Tepung  cangkang bekicot. Variabel yang diamati dalam penelitian ini ialah konsumsi pakan, Hen Day Production, konversi pakan, bobot telur, tebal kerabang telur, indeks putih dan kuning telur dan haugh unit. Data dianalisi menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung cangkang bekicot memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, Hen Day Production, konversi pakan, bobot telur, tebal kerabang telur, indeks putih dan kuning telur. Namun memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap haugh unit telur ayam ras pada perlakuan penambahan 5% tepung cangkang bekicot dengan nilai 94,82. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah penambahan tepung cangkang bekicot memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap konsumsi pakan, Hen Day Production, konversi pakan, bobot telur, tebal kerabang telur, indeks putih dan kuning telur. Namun memberikan pengaruh yang nyata terhadap haugh unit. Dosis yang disarankan untuk meningkatkan performa ayam ras ialah perlakuan P3 dengan  dosis 5% tepung cangkang bekicot.
PERSEPSI PETERNAK SAPI TRADISIONAL TERHADAP PENERAPAN TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN DI ACEH TENGGARA Muttaqinullah RS; Joharsah Joharsah; Hadirin Hadirin; Kartono Kartono; Sudarma JA; Aiva Viforit; Unchu Maiwanda; Prastika Prastika
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 2 (2026): Edisi Juli - Desember Tahun 2026 IN PROGRESS
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i2.8730

Abstract

Produksi Karkas daging sapi di Provinsi Aceh terus mengalami peningkatan sebagaimana data yang dilaporkan oleh BPS Aceh dari Tahun 2023-2025 dari 13.776.162,51 Kg naik menjadi 20.737.882,64 kg  (50,53%) demikian juga dengan kabupaten Aceh Tenggara yaitu 611.698 kg naik menjadi 1.223.774 kg (100,06%)  hal ini menandakan bahwa permintaan daging sangat tinggi di provinsi Aceh dan khususnya di Aceh Tenggara naik 100% dan menandakan jumlah populasi ternak juga naik signifikan. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak sapi terhadap penerimaan teknologi inseminasi buatan (IB) di Aceh Tenggara. Minat peternak sapi terhadap penerimaan teknologi IB  di Aceh Tenggara. Penilaian peternak sapi terhadap teknologi inseminasi buatan di Aceh Tenggara dan Persepsi peternak terhadap petugas peternakan yang melaksanakan tehnologi IB di Aceh Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 peternak sapi potong yang telah mengadopsi teknologi IB. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak secara umum berada dalam kategori baik, dengan total skor persepsi sebesar 6.255. Penilaian peternak terhadap IB memberikan berbagai manfaat terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas ternak, efisiensi biaya, serta penghematan waktu dan tenaga. Adapun beberapa kendala yang dihadapi peternak seperti kesulitan dalam mendeteksi birahi dan tingkat keberhasilan kebuntingan yang masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan penyuluhan, serta peningkatan akses terhadap inseminator terlatih untuk mendukung keberhasilan adopsi teknologi IB. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam pengembangan sektor peternakan sapi secara berkelanjutan.
PENGARUH PERBEDAAN PERLAKUAN BIJI DAN KONDISI CAHAYA GELAP-TERANG TERHADAP PERTUMBUHAN LAMTORO (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) SEBAGAI HIJAUAN PAKAN TERNAK Atik Winarti; Cindy Auvril Lysa; Nayla Stevia Lutfi; Desika Wulandari; Ruping Meirantika; Yohana Nanita Nansy Ardilla; Muhammad Helmi; Hanum Muarifah; Hanief Eko Sulistyo; Fuat Aji Hidayat
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 2 (2026): Edisi Juli - Desember Tahun 2026 IN PROGRESS
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i2.8736

Abstract

Lamtoro (Leucaena leucocephala) merupakan salah satu hijauan sebagai sumber protein ternak ruminansia. Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor baik internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor eksternal dengan parameter pertumbuhan berupa viabilitas benih, tinggi, dan jumlah daun pada tanaman lamtoro. Menggunakan 300 benih lamtoro (Leucaena leucocephala) yang terbagi dalam 10 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 5 benih yang diamati selama 14 hari. Penelitian ini menggunakan RAL faktorial yang terdiri dari faktor perlakuan benih sebelum tanaman (x) meliputi perendaman air suhu 28°C (P1), perendaman air suhu 70°C (P2), perendaman larutan asam sitrat 10% (P3), perendaman larutan natrium bikarbonat 10% (P4), dan penyayatan biji dengan cutter (P5) sedangkan faktor (y) merupakan kondisi cahaya selama pemeliharaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi cahaya berpengaruh nyata terhadap viabilitas benih (P<0,05) dan tinggi tanaman (P<0,01), namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun (P>0,05). Sedangkan perlakuan benih tidak berpengaruh nyata terhadap viabilitas (P>0,05), tetapi berpengaruh terhadap tinggi tanaman (P<0,01) dan jumlah daun (P<0,05). Perlakuan perendaman benih dengan larutan asam sitrat cenderung memberikan hasil terbaik pada seluruh parameter yang diamati.
PENGARUH DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DAN STRATEGI ADAPTASI MITIGASI TERHADAP KAPASITAS ADAPTIF PETERNAKAN SAPI POTONG DI DESA NAEKASA KECAMATAN TASIFETO BARAT KABUPATEN BELU Bruno Oktavianus Bria; Ture Simamora; Oktovianus Tabenu; Simon Juan Kune
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 2 (2026): Edisi Juli - Desember Tahun 2026 IN PROGRESS
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i2.8693

Abstract

This study aims to analyze environmental carrying capacity, mitigation adaptation strategies, and the adaptive capacity of beef cattle farmers, as well as the influence of environmental carrying capacity and mitigation adaptation strategies on the adaptive capacity of beef cattle farms in Naekasa Village, West Tasifeto District, Belu Regency. The background of this study is based on the condition of beef cattle farms that still face various obstacles, such as limited feed, suboptimal waste management, climate change, and limited access to technology, information, and markets. These conditions influence livestock farming business terminations and the adaptive capacity of farmers in the face of environmental changes. This study was conducted from July to August 2025 using survey methods and a quantitative approach. The population in this study were all 70 members of the Permatasari cattle breeder group in Naekasa Village, while the sample used was 60 respondents using a census technique. The data used consisted of primary data obtained through observation, interviews, questionnaires, documentation, and recording, as well as secondary data from relevant agencies. Data analysis was conducted using descriptive percentage analysis with a Likert scale and multiple linear regression analysis. The results showed that environmental carrying capacity was in the moderate category, especially in the aspects of land and natural resource utilization (58.3%), feed availability and quality (58.3%), livestock waste management (60%), environmental impacts of livestock (60%), and climate change mitigation (63.3%). Adaptation and mitigation strategies were also in the moderate category, indicating that farmers have made efforts to adapt to environmental changes, although not optimally. The adaptive capacity of livestock farmers was generally in the moderate category, reflecting that farmers were quite capable of maintaining their livestock businesses, but still needed to strengthen aspects of innovation, partnerships, and business diversification. The results of the multiple linear regression analysis showed that environmental carrying capacity and adaptation and mitigation strategies had a positive and significant influence on the adaptive capacity of beef cattle farming. The better the environmental carrying capacity and the stronger the adaptation and mitigation strategies implemented, the greater the farmers' adaptive capacity to face the challenges of climate change and stop livestock farming.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN UJI KEBUSUKANDENGAN METODE UJI POSTMA ABON DAGING SAPI YANGDIBERI PENAMBAHAN BUAH KLUWIH (Artocarpus camansi) PADAKONSENTRASI BERBEDA. Masyitah Masyitah; Zahrul Fuadi; M.Zoel Fahmi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 2 (2026): Edisi Juli - Desember Tahun 2026 IN PROGRESS
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i2.8803

Abstract

  Abon is a type of processed dry food product with a distinctive shape made from meat that is boiled, shredded, seasoned, fried and then pressed. The addition of kluwihfruit (Artocarpus camansi) in shredded beef production may influence consumer acceptance. In addition to organoleptic evaluation, the product should also be assessed for the early stage of spoilage using the Postma test. The purpose of this study was to determine the organoleptics caracteristic and Postma test that were given the addition of kluwih fruit beef floss with diffrent cosentration. The research design used was a completely randomized design with 5 treatments and 3 replications.  The treatments that were tried were, without the addition of kluwih fruit (T0), addition of kluwih fruit 5% (T1), addition of kluwih fruit 10% (T2), addition of kluwih fruit 15% (T3), and addition of kluwih fruit 20% (T4). The postma test showed negatif result for all treatmens, indicating that no early spoilage was detected in the shredded beef sample. Organoleptic evaluation revealed that the addition of kluwih fruit significantly affected (P<0,05) the taste aroma, and texture of shredded beef but had no significant effect on its color. The addition of kluwih fruit (Artocarpus camansi) in shredded beef production may influence panelists’s acceptance.

Page 11 of 11 | Total Record : 107