cover
Contact Name
Charisma Destrikasari
Contact Email
charisma.destrikasaripkj1@gmail.com
Phone
+6281353614041
Journal Mail Official
charisma.destrikasaripkj1@gmail.com
Editorial Address
JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA I Jl. Wijayakusuma Raya No. 47-48 Cilandak - Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of Midwifery Science and Women's Health (JMSWH)
ISSN : -     EISSN : 27470970     DOI : https://doi.org/10.36082/jmswh.v2i2
Core Subject : Health,
The Journal Midwifery Science and Womens Health is dedicated to facilitating the publication of research results on midwifery science and womens health. It receives research papers, scientific articles, and scientific case reports that have never been published in other media and focuses on a midwifery and womens health.
Articles 81 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI Masitoh, Siti; Syam, Heriza; Lubis, Rosni; Jehanara, Jehanara; Kusumastuti, Ani; Fatimah, Amellia Nurul
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 6 No. 1 (2025): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v6i1.2627

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) adalah kumpulan gejala fisik dan psikologis yang muncul menjelang menstruasi dan menghilang setelahnya. PMS dapat mengganggu keberlangsungan aktivitas akademik remaja putri, yang ditandai dengan penurunan kemampuan konsentrasi belajar, produktivitas menurun, dan peningkatan absensi. Pemahaman yang kurang dan tingkat kecemasan yang tinggi terhadap PMS diyakini berpengaruh terhadap keparahan gejala PMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kecemasan dengan kejadian PMS pada remaja putri di SMAN X Jakarta Timur. Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif analitik korelasional non-eksperimental dengan 107 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling dan simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kesioner yang terdiri dari kuesioner SPAF (kategori gejala ringan dan berat), kuesioner tingkat pengetahuan (kategori kurang dan baik), dan tingkat kecemasan (kategori ringan dan berat). Analisis data menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,000) dan tingkat kecemasan (p = 0,000) dengan kejadian PMS. Temuan ini menunjukkan bahwa aspek pengetahuan dan tingkat kecemasan berasosiasi dengan kejadian PMS pada remaja putri di SMA X Jakarta Timur. Peningkatan literasi PMS melalui program edukasi kesehatan berbasis media mengenai PMS dan perilaku sehat serta layanan konsultasi yang ramah terhadap siswi sebaiknya diterapkan melalui kolaborasi antara sekolah dan tenaga kesehatan.
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN KAYU MANIS (CINNAMON) DENGAN LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM Ria Elvida; Kurniyati; Wenny Indah Purnama Eka Sari
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.2603

Abstract

Laserasi perineum atau luka perineum adalah robekan yang terjadi pada perineum yang biasanya disebabkan oleh trauma saat persalinan. Luka perineum dikatakan sembuh apabila kondisi luka nampak kering, menutup serta tidak ada tanda-tanda infeksi. Upaya dalam mempercepat penyembuhan luka perineum dapat menggunakan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi non farmakologi yang dapat mempercepat penyembuhan luka perineum yaitu rebusan kayu manis (cinnamon). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan kayu manis (cinnamon) dengan lama penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Metode dalam penelitian quasi eksperimen design dengan menggunakan rancangan nonquivalent control group post test only. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu postpartum dengan luka perineum, jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 36 orang dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuisioner untuk karakteristik responden dan lembar observasi skala skor REEDA (redness, edema, ecchymosis, discharge dan approximation) untuk menilai penyembuhan luka dan untuk menilai lama penyembuhan luka dilihat dari berapa hari luka sembuh. Hasil penelitian didapatkan nilai p value 0.000 (<0.05) ada pengaruh rebusan kayu manis (cinnamon) terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Rebusan Kayu manis dapat dijadikan alternatif asuhan kebidanan untuk mempercepat penyembuhan luka perineum
THE EFFECTIVENESS OF ACUPRESSURE AND PELVIC ROCKING EXERCISE IN REDUCING DYSMENORRHEA PAIN INTENSITY AMONG ADOLESCENT GIRLS Een Nuraenah; Wahyudin Rajab; Syarifah Syarifah; Uswatul Chasanah; Niki Rian Putri; Istiaanah Wahyuningsih; Jujun Dwi Astuti
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.2710

Abstract

Dysmenorrhea is a common gynecological condition affecting adolescents and women of reproductive age, with a prevalence ranging from 1.7% to 97% as reported by the World Health Organization (WHO). Non-pharmacological interventions, such as acupressure and pelvic rocking exercise, have been shown to reduce dysmenorrheal pain intensity. This study aimed to compare the effectiveness of acupressure and pelvic rocking exercise in reducing dysmenorrheal pain intensity among adolescent girls. A quasi-experimental study with a pretest–posttest design was conducted involving 64 respondents selected through random sampling based on predefined inclusion and exclusion criteria. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using paired sample t-tests and independent sample t-tests. The results demonstrated that both acupressure and pelvic rocking exercise significantly reduced dysmenorrheal pain intensity (?<0.001). However, no statistically significant difference was found between the two interventions (? = 0.531; ?> 0.05). In conclusion, both acupressure and pelvic rocking exercise are effective in reducing dysmenorrheal pain intensity; however, neither intervention demonstrated superior effectiveness over the other.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH DAN KOMBINASI KAPSUL DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Nur Arifah Dhyan; Ika Sumiyarsi Sukamto; Revi Gama Hatta Novika; Ratih Puspita Febrinasari; Noviyati Rahardjo Putri
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.2745

Abstract

Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia masih tinggi meskipun pemerintah telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), namun efektivitasnya belum optimal akibat rendahnya kepatuhan konsumsi, sehingga diperlukan alternatif intervensi lain seperti kapsul kombinasi daun kelor yang kaya zat besi, vitamin C, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas TTD serta kombinasi tersebut terhadap peningkatan hemoglobin remaja putri. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen pretest-posttest with control group pada 70 remaja putri usia 16–19 tahun yang dibagi dalam kelompok TTD dan kombinasi TTD dengan kapsul daun kelor selama 28 hari. Kadar hemoglobin diperiksa menggunakan strip Hb Mission dan dianalisis dengan uji Paired t-test dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar hemoglobin pada kedua kelompok, dengan rerata peningkatan sebesar 0,29 g/dL pada kelompok kontrol dan 0,91 g/dL pada kelompok intervensi, di mana peningkatan pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Kombinasi pemberian TTD dan kapsul daun kelor terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan dengan pemberian TTD saja.
ANALISIS SWOT DAN GAMBARAN MUTU PELAYANAN PRAKTIK MANDIRI BIDAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK : CROSS SECTIONAL Sabrina Farah; Lumastari Ajeng Wijayanti; Sumy Dwi Antono; Ririn Indriani
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.2749

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius. Praktik Mandiri Bidan (PMB) berperan penting dalam peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, dimana mutu pelayanan dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara penerapan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan mutu pelayanan PMB di Kota Kediri. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 23 bidan PMB Delima dipilih dari populasi 29 bidan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling, sehingga sampel memenuhi batas representatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kekuatan dan peluang yang baik, serta mutu pelayanan berada pada kategori baik (100%). Uji statistik menghasilkan nilai p=0,021 (?0,05) dengan koefisien korelasi r=0,479, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi sedang antara penerapan analisis SWOT dan mutu pelayanan. Penerapan analisis SWOT secara optimal membantu bidan mengidentifikasi faktor kunci internal dan eksternal sehingga strategi peningkatan mutu dapat disusun secara lebih efektif. Dengan demikian, analisis SWOT yang dilakukan secara berkala berpotensi meningkatkan mutu pelayanan kebidanan, memperkuat daya saing PMB, serta mendukung upaya nasional dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi
TRADITIONAL USE OF RORANO FOR POSTPARTUM RECOVERY AMONG THE TERNATE COMMUNITY Masita Hariyanto; Sarni J Ishak
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.2822

Abstract

Indonesia is a country with the second-highest biodiversity after Brazil, with more than 1,000 plant species identified as potential sources of medicinal ingredients used by the Indonesian people, including in Ternate City, North Maluku. In Ternate, postpartum recovery practices rely not only on medical services but also incorporate local knowledge passed down through generations. One such practice is the use of rorano, a traditional herbal remedy rooted in local wisdom, believed to accelerate healing and restore the stamina or health of postpartum mothers. Postpartum recovery is a crucial phase in the female reproductive health cycle. This traditional herbal remedy, based on the local wisdom of Ternate’s believed to accelerate the reduction of Fundal Height (FH), the expulsion of blood and placental remnants, eliminate postpartum odor, and reduce afterpains. To explore the practice of using rorano and its benefits for postpartum mothers in the Ternate community, identify the composition of ingredients, processing methods, and community perceptions of the role of rorano in postpartum care in the city of Ternate. The method used is a qualitative approach with a case study design. Based on the interview result in this study, 15 respondents reported knowing about rorano, the ingredients used in rorano are classified as Family Medicinal Plants (TOGA), the most commonly used ingredients by the community include miana leaf extract (Coleus atropurpureus.), daun beluntas  (Pluchea indica.), purple leaves (Graptophyllum pictum L. Griff), Insulin leaves (Costus Igneus), turmeric (Curcuma longa L.), and nutmeg seeds (Myristica Fragnans Houtt)
METODE SPA BAFUFU SEBAGAI TERAPI TRADISIONAL DALAM ASUHAN IBU NIFAS DI KELURAHAN TOBOLOLO Raihana Alti Saifina Do Ali; Masita Hariyanto; Mega Pertiwi Ade
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.2860

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting dan rentan dalam kehidupan ibu dan bayi karena pada fase ini risiko terjadinya berbagai komplikasi kesehatan, seperti perdarahan, infeksi, gangguan hormonal, hingga masalah psikologis seperti baby blues dan depresi postpartum, cenderung meningkat. Selama masa pemulihan, tubuh ibu mengalami berbagai perubahan fisiologis, proses penyembuhan luka persalinan, serta adaptasi terhadap proses menyusui yang memerlukan dukungan perawatan yang optimal. Upaya perawatan nifas dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu bentuk perawatan nonfarmakologis yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Kelurahan Tobololo adalah Spa Bafufu. Tradisi ini berupa terapi mandi uap yang menggunakan campuran berbagai daun dan bahan alami lokal yang dipercaya mampu membantu mempercepat pemulihan ibu setelah melahirkan. Namun demikian, kajian ilmiah mengenai proses pelaksanaan, manfaat, serta nilai budaya yang terkandung dalam Spa Bafufu masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik Spa Bafufu pada ibu nifas, mengidentifikasi manfaat yang dirasakan setelah menjalani terapi tersebut, serta menggali pandangan masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spa Bafufu tidak hanya memberikan manfaat fisik, seperti meningkatkan kebugaran dan kenyamanan tubuh pascapersalinan, tetapi juga merepresentasikan nilai budaya dan kearifan lokal dalam upaya menjaga kesehatan reproduksi perempuan.
SIAPA YANG RENTAN MENGALAMI KISTA OVARIUM? “STUDI KARAKTERISTIK WANITA USIA REPRODUKTIF” Nurlia Hanum; Dewi Purnamawati
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.2923

Abstract

Kista ovarium merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering ditemukan pada wanita dan dipengaruhi oleh berbagai faktor demografis serta reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik wanita penderita kista ovarium berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, jenis kista, usia menarche, siklus haid, riwayat keluarga, penggunaan kontrasepsi, dan usia melakukan hubungan seksual pertama kali. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain studi case series. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh wanita yang didiagnosis kista ovarium sebanyak 66 responden, dengan teknik total sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2025 menggunakan data sekunder dari rekam medis di RSUP dr. Sitanala Tangerang tahun 2022 hingga Juni 2025. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat gambaran tiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia ?35 tahun, berpendidikan menengah dan memiliki paritas multipara. Mayoritas responden mengalami kista ovarium jenis neoplastik, menarche dini, siklus haid tidak teratur, memiliki riwayat keluarga kista ovarium, serta menggunakan kontrasepsi hormonal, terutama kontrasepsi suntik. Selain itu, sebagian besar responden melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia <20 tahun. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor usia, paritas, hormonal, dan genetik berperan dalam karakteristik kejadian kista ovarium pada wanita.
PENGARUH EDUKASI BERBASIS VIDEO TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS DINI TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI RS SATRIA MEDIKA KOTA BEKASI TAHUN 2025 Heriza Syam; Putri Setiya Endarwati; Siti Masitoh; Sri Sukamti
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.3072

Abstract

Masa nifas merupakan masa pemulihan penting bagi ibu pasca melahirkan, termasuk dalam hal menyusui. Banyak ibu mengalami hambatan seperti bendungan ASI, mastitis, hingga abses payudara akibat kurangnya pengetahuan tentang perawatan payudara. Edukasi melalui media video dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi video terhadap pengetahuan dan sikap ibu nifas dalam perawatan payudara di RS Satria Medika. Desain penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 51 ibu nifas dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap ibu nifas setelah diberikan edukasi video (p<0,05). Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 14,78 menjadi 17,68, dan sikap meningkat dari 36,93 menjadi 41,13. Dapat disimpulkan bahwa media edukasi video berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu nifas dalam merawat payudara. Penggunaan media video disarankan sebagai metode edukasi dalam pelayanan kebidanan. Media edukasi video berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu nifas dalam merawat payudara. Penggunaan media video disarankan sebagai metode edukasi dalam pelayanan kebidanan.
EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF PUBERTY EDUCATION AND MENSTRUAL HYGIENE MANAGEMENT USING THE OKY APPLICATION Charisma Destrikasari; Evi Martha
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 7 No. 1 (2026): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v7i1.3089

Abstract

Indonesia has a large adolescent population (15.8% aged 10–19 years), making them a strategic group in reproductive health programs. However, knowledge and practices related to puberty and menstrual hygiene management (MHM) remain limited. To address this gap, UNICEF and PKBI introduced OKY, an interactive digital application designed to provide adolescent-friendly menstrual information. This study aimed to evaluate the implementation of puberty and MHM education through the Oky application using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. A qualitative case study design was conducted in two vocational schools in Jakarta: SMK Negeri 50, which has an active PIK-R, and SMK Muara Indonesia, which no longer has PIK-R. Data were collected through in-depth interviews with program officers, teachers, school principals, focus group discussions (FGDs) with students, and document reviews. Findings showed that the context aligned with adolescents’ need for accessible reproductive health information. Regarding input, collaboration between PKBI and schools was effective, though support varied: SMK Negeri 50 benefited from PIK-R in fostering openness, despite limited counseling teachers, while SMK Muara Indonesia faced challenges of limited staff, facilities, and coordination. In terms of process, both schools adjusted implementation to their conditions, but engagement in planning, monitoring, and evaluation remained limited. For product, both schools demonstrated improvements in knowledge, attitudes, and behaviors, with more significant changes at SMK Negeri 50 due to PIK-R support, whereas SMK Muara Indonesia showed progress but required stronger mentoring. In conclusion, Oky is effective as a digital education tool, yet program sustainability requires strengthened teacher capacity, results-based monitoring, parental involvement, and cross-sectoral policy support.