cover
Contact Name
Rodliyah Khuzai
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6289657453976
Journal Mail Official
jrkpi@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6892
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 28081293     EISSN : 27985369     DOI : https://doi.org/10.29313/jrkpi.vi
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI) Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Komunikasi Penyiaran Islam dengan ruang lingkup Akhlak Komunikasi Dakwah, Aqidah Komunikasi Dakwah, Beribadah Dakwah, Bulletin Dakwah, Dakwah Media Sosial, Dasar-dasar Islam, Keagamaan, Nilai Dakwah Islam, Nilai-nilai Tauhid, Pengajian, Perilaku Keagamaan, Pesan Dakwah, Pesantren Mahasiswa, Media dakwah, Program Radio dakwah, Sikap. Jurnal ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Unisba. Artikel yang dikirimkan ke jurnal ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 120 Documents
Kontruksi Makna Pemuda Majelis Madani terhadap Gerakan Dakwah KH Dudi Muttaqien Siti Sri Estina Rahayu; Asep Ahmad Siddiq; Muhammad Fauzi Arif
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9937

Abstract

Abstract. Community-based da'wah movements offer an important alternative for nurturing religious faith among youth amid changing social dynamics. This study examines how Majelis Madani youth construct meaning toward the da'wah movement led by KH. Dudi Muttaqien and explains the meaning-making process shaped by subjective experience and social interaction. Employing a qualitative design grounded in Alfred Schutz’s social phenomenology, the research focuses on youth actively engaged in Majelis Madani activities. Primary data were collected through in-depth interviews and documentation and analyzed via data reduction, thematic categorization, and phenomenological interpretation, attending to lifeworld, stock of knowledge, motives for action, and intersubjectivity. Findings indicate that KH. Dudi Muttaqien’s da'wah is understood as a dialogical, humanistic, and contextual form of religious mentoring that promotes self-reflection, attitudinal change, and strengthened religious awareness among youth. The study concludes that da'wah functions as a social practice shaping religious awareness and identity and recommends developing models for youth development. Abstrak. Gerakan dakwah berbasis komunitas menjadi alternatif strategis dalam pembinaan keagamaan pemuda di tengah dinamika sosial yang terus mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna pemuda Majelis Madani terhadap gerakan dakwah KH. Dudi Muttaqien serta memahami proses pemaknaan yang terbentuk melalui pengalaman subjektif dan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosial Alfred Schutz. Subjek penelitian adalah pemuda yang aktif mengikuti kegiatan dakwah di Majelis Madani. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, dan interpretasi fenomenologis dengan menelaah dunia kehidupan, stok pengetahuan, motif tindakan, dan proses intersubjektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah KH. Dudi Muttaqien dimaknai sebagai proses pendampingan keagamaan yang dialogis, humanis, dan kontekstual, sehingga mendorong refleksi diri, perubahan sikap, serta penguatan kesadaran keberagamaan pemuda. Pendekatan dakwah nonformal dan relasi egaliter menempatkan pemuda sebagai subjek aktif dalam proses pemaknaan. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah berfungsi sebagai praktik sosial yang membentuk kesadaran dan identitas religius pemuda secara berkelanjutan.
Memakmurkan Masjid Al-Mubarokah dengan Gaya Milenial: Kontribusi dan Peran Ikatan Remaja Jajang Syamsul Wildan; Malki Ahmad Nasir; Ahmad Mudakir
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9939

Abstract

Abstract. This study aims to examine the contribution of the Al-Mubarokah Mosque Youth Association (IRMA) in enhancing the prosperity of Al-Mubarokah Mosque in Pasirbiru Hamlet through a millennial-based approach to promote the development of religious activities. This research employed a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that prior to the establishment of IRMA, religious activities at the mosque attracted limited public interest due to the lack of program innovation. After IRMA was formed, religious activities improved through creative programs, the use of social media, and activities tailored to the characteristics of the younger generation. Supporting factors include members’ enthusiasm and community leaders’ support, while obstacles involve limited facilities and uneven community participation. This study concludes that IRMA plays a significant role in developing religious activities through innovative and adaptive da’wah strategies. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi Ikatan Remaja Masjid Al-Mubarokah (IRMA) dalam upaya memakmurkan Masjid Al-Mubarokah Dusun Pasirbiru melalui pendekatan khas generasi milenial guna mendorong peningkatan kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum IRMA didirikan, kegiatan keagamaan di masjid kurang mendapatkan minat masyarakat akibat keterbatasan inovasi program. Setelah IRMA terbentuk, kegiatan keagamaan mengalami perkembangan melalui penyelenggaraan program kreatif, pemanfaatan media sosial, serta kegiatan yang disesuaikan dengan karakter generasi muda. Faktor pendukung keberhasilan meliputi antusiasme anggota dan dukungan tokoh masyarakat, sedangkan hambatan yang dihadapi berupa keterbatasan fasilitas serta keterlibatan jamaah yang belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa IRMA berperan penting dalam mengembangkan kegiatan keagamaan melalui strategi dakwah yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Pengaruh Komunikasi Visual X-Banner Berbusana Muslimah terhadap Praktik Hijab Menutup Dada Septa Adistya Kusnandar Syahputri; Parihat Kamil; Hendi Suhendi
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9942

Abstract

Abstract. Visual communication serves as an important medium for conveying institutional policies in academic environments. At Universitas Islam Bandung (UNISBA), X-Banners are used to communicate guidelines on Muslim women’s dress, particularly the requirement to wear a hijab that covers the chest. However, differences between the intended message and its implementation among female students are still observed. This study aims to identify the form of visual communication used in the X-Banner and examine its influence on the practice of wearing a chest-covering hijab among Psychology students of the 2022 cohort. Using a quantitative approach with an explanatory survey method, data were collected from 70 respondents selected through the Slovin formula. Data collection employed Likert-scale questionnaires, supported by documentation and literature review. Analysis included validity and reliability tests, classical assumption tests, and simple linear regression. The results show that the X-Banner’s visual communication is perceived as clear, relevant, and easy to understand. Furthermore, visual communication has a positive and significant effect on the practice of wearing a chest-covering hijab, with a coefficient of determination of 40.5%. These findings indicate that visual communication contributes to shaping students’ dress practices, although other factors also influence behavior. Abstrak. Komunikasi visual merupakan sarana penting dalam penyampaian kebijakan institusi di lingkungan akademik. Universitas Islam Bandung (UNISBA) memanfaatkan media X-Banner untuk mensosialisasikan aturan berbusana Muslimah, khususnya penggunaan hijab yang menutup dada. Namun, masih ditemukan perbedaan antara pesan yang disampaikan dan penerapannya di kalangan mahasiswi. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi bentuk komunikasi visual pada X-Banner serta menguji pengaruhnya terhadap praktik hijab menutup dada pada mahasiswi Fakultas Psikologi Angkatan 2022. Artikel menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory survey terhadap 70 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linear sederhana. Hasil artikel menunjukkan bahwa komunikasi visual X-Banner dinilai jelas, relevan, dan mudah dipahami. Selain itu, komunikasi visual tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap praktik hijab menutup dada dengan koefisien determinasi sebesar 40,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi visual berkontribusi dalam membentuk praktik berbusana mahasiswi, meskipun terdapat faktor lain yang turut memengaruhinya.
Framing Realitas Sosial dalam Proses Produksi Program "Cerita Muslimah" MQTV untuk Syiar Islam Nazwa Sabila Febiana; Parihat Kamil; Asep Ahmad Siddiq
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9943

Abstract

Abstract. The development of television-based da‘wah media presents ethical challenges in packaging sensitive social issues so that they do not shift toward sensationalism while remaining capable of attracting audience attention. Cerita Muslimah, a program broadcast on MQTV, represents a form of da‘wah programming that presents real-life stories of women through a consultative format, thereby shaping audience interpretations of social and religious realities. This study aims to analyze the process of framing social reality in the production of the Cerita Muslimah program, including the selection of issues and da‘wah values, the application of framing strategies during the pre-production, production, and post-production stages, the construction of da‘wah values, as well as the supporting and inhibiting factors in the production process. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed using Robert N. Entman’s framing model supported by Berger and Luckmann’s theory of social construction. The findings indicate that da‘wah framing is applied consistently from the planning stage through post-production, enabling sensitive issues to be presented in a reflective and solution-oriented manner while maintaining the integrity of Islamic da‘wah values. Abstrak. Perkembangan media dakwah melalui televisi menghadirkan tantangan etis dalam mengemas isu sosial yang sensitif agar tidak bergeser ke arah sensasional, namun tetap mampu menarik perhatian audiens. Program Cerita Muslimah di MQTV menjadi salah satu contoh tayangan dakwah yang mengangkat kisah nyata perempuan melalui format konsultatif, sehingga berpotensi membentuk pemaknaan audiens terhadap realitas sosial dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses framing realitas sosial dalam produksi program Cerita Muslimah, meliputi pemilihan isu dan nilai dakwah, penerapan strategi framing pada tahap pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi, konstruksi nilai dakwah, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model framing Robert N. Entman dengan dukungan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing dakwah diterapkan secara konsisten sejak tahap perencanaan hingga pascaproduksi, sehingga isu-isu sensitif disajikan secara reflektif, solutif, dan tetap menjaga integritas nilai dakwah Islam.
Persuasi Dosen terhadap Kefasihan Al-Qur’an Mahasiswa Wadhur Rokhim Saputra; Bambang Saiful Ma’arif; Muhammad Fadhli Muttaqien
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9944

Abstract

Abstract. This study examines the effect of lecturers’ persuasive communication in qiro’ah guidance on students’ Qur’anic reading fluency in the Pesantren Calon Sarjana Program at Universitas Islam Bandung. The research is based on the importance of lecturers’ roles not only in teaching tajwid and makhraj but also in motivating students through persuasive communication. A quantitative survey approach was employed involving 90 respondents selected using Slovin’s formula. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression, supported by validity, reliability, normality, multicollinearity, heteroscedasticity, F-test, t-test, and coefficient of determination analyses. The results show that lecturers’ persuasive communication has a positive and significant influence on students’ Qur’anic reading fluency. The coefficient of determination (R²) is 0.154, indicating that 15.4% of the variation in reading fluency is explained by persuasive communication, while 84.6% is attributed to other factors. These findings suggest that more effective persuasive communication contributes to better Qur’anic reading fluency among students. The study provides insight into optimizing communication strategies in qiro’ah guidance programs. Abstrak. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi persuasif dosen dalam bimbingan qiro’ah terhadap kefasihan bacaan Al-Qur’an mahasiswa Program Pesantren Calon Sarjana Universitas Islam Bandung. Artikel dilatarbelakangi oleh pentingnya peran dosen dalam mengajarkan tajwid dan makhraj sekaligus memotivasi mahasiswa melalui komunikasi yang persuasif. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda yang didukung uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil artikel menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kefasihan bacaan Al-Qur’an mahasiswa. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,154 menunjukkan bahwa 15,4% variasi kefasihan bacaan dapat dijelaskan oleh komunikasi persuasif dosen, sedangkan 84,6% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin efektif komunikasi persuasif yang diterapkan dosen, semakin baik pula kefasihan bacaan Al-Qur’an mahasiswa.
Pola Komunikasi Ustadzah Idah Saidah dalam Pembinaan Keagamaan Nasywa Zaqiyah Raihani; Ida Afidah; Sausan Muhammad Sholeh
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9947

Abstract

Abstract. This research is motivated by the crucial role of communication in religious guidance within majelis taklim, particularly for housewives with diverse religious education backgrounds. Majelis Taklim Adz-Dzikro in Kampung Cilokotot serves as a space for guidance that not only delivers religious materials but also fosters active and dialogic interactions. This study aims to describe the religious guidance programs and analyze the communication patterns of Ustadzah Idah Saidah in fostering aqidah (creed), syariah (Islamic law), and akhlak (morals). Employing a qualitative approach with descriptive methods through interviews, observation, and documentation, data analysis utilizes the Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) theory, encompassing needs for inclusion, control, and affection. The findings reveal multi-directional communication patterns where participants actively engage in discussions and Q&A. Interpersonal needs vary across guidance aspects: aqidah emphasizes inclusion and affection, syariah emphasizes control and affection, while akhlak emphasizes inclusion and affection. These patterns effectively support religious guidance at Majelis Taklim Adz-Dzikro. Abstrak. Artikel ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran komunikasi dalam pembinaan keagamaan di majelis taklim, khususnya bagi jamaah ibu-ibu dengan latar belakang pendidikan agama yang beragam. Majelis Taklim Adz-Dzikro Kampung Cilokotot menjadi ruang pembinaan yang tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga membangun interaksi yang aktif dan dialogis. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pembinaan keagamaan serta menganalisis pola komunikasi Ustadzah Idah Saidah dalam pembinaan aqidah, syariah, dan akhlak. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) yang meliputi kebutuhan inclusion, control, dan affection. Hasil artikel menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan bersifat multi arah, di mana jamaah terlibat aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Kebutuhan interpersonal jamaah berbeda pada tiap aspek pembinaan, yaitu aqidah menekankan inclusion dan affection, syariah menekankan control dan affection, serta akhlak menekankan inclusion dan affection. Pola komunikasi ini terbukti mendukung pembinaan keagamaan di Majelis Taklim Adz-Dzikro.
Pemanfaatan Tiktok sebagai Sarana Dakwah bagi Mahasiswa KPI UNISBA Devid Fernanda Hendy Ramadhan; Ida Afidah; Muhammad Fadhli Muttaqien
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9948

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the use of TikTok as a means of da'wah by students of the Islamic Broadcasting Communication (KPI) Study Program at Bandung Islamic University, class of 2021, and to identify the obstacles encountered in this process. The study used a qualitative approach with descriptive methods through questionnaires and structured interviews. Data analysis was based on Everett M. Rogers' Diffusion of Innovation Theory, specifically on aspects of innovation, communication channels, and social systems. The results showed that TikTok was used as a da'wah medium by the research subjects based on positive responses from interviews and positive results from questionnaires. However, there were obstacles in its use, including limited technical capabilities in content production, difficulties in simplifying da'wah materials, content consistency, and negative responses from some audiences. This study confirms that the use of digital da'wah media through TikTok by students of the Islamic Broadcasting Communication (KPI) Study Program at Bandung Islamic University, class of 2021 is good, although it is still greatly influenced by individual readiness, social environment, and time factors in accepting media innovations. Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial TikTok sebagai sarana dakwah oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Bandung angkatan 2021 serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Artikel menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui kuesioner dan wawancara terstruktur. Analisis data didasarkan pada Teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers, khususnya pada aspek inovasi, saluran komunikasi, dan sistem sosial. Hasil artikel menunjukkan bahwa TikTok dimanfaatkan sebagai media dakwah oleh subjek artikel berdasarkan respon positif dari wawancara dan hasil positif dari kuesioner namun terdapat kendala pemanfaatan berupa keterbatasan kemampuan teknis produksi konten, kesulitan menyederhanakan materi dakwah, konsistensi konten, serta respons negatif dari sebagian audiens. Artikel ini menegaskan bahwa pemanfaatan media dakwah digital melalui TikTok oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Bandung angkatan 2021 sudah baik meskipun masih sangat dipengaruhi oleh kesiapan individu, lingkungan sosial, dan faktor waktu dalam menerima inovasi media.
Respon Viewers terhadap Konten Dakwah Hanan Attaki di TikTok Dira Cikal Rahnawati; Chairiawaty; N Sausan Muhammad Sholeh
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9949

Abstract

Abstract. This study aims to determine viewers’ responses to Hanan Attaki’s da’wah content on TikTok. This research uses a qualitative descriptive method with Jalaluddin Rakhmat’s message theory approach, which includes message structure, message appeal, and message clarity. Data were obtained through content observation and documentation of viewers’ comments on Hanan Attaki’s da’wah content on TikTok. Data analysis was conducted by classifying viewers’ responses to da’wah messages into Islamic aspects, namely aqidah, sharia, and akhlaq. The results show that Hanan Attaki’s da’wah content is delivered systematically, attractively, and is easy to understand. Viewers’ responses are dominated by positive responses in the form of self-reflection, strengthening of faith, and encouragement to improve behavior, indicating the dominance of the akhlaq aspect. These findings indicate that TikTok can be effectively utilized as a medium for digital da’wah. Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui respon viewers terhadap konten dakwah Hanan Attaki di media TikTok. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori pesan Jalaluddin Rakhmat yang meliputi struktur pesan, daya tarik pesan, dan kejelasan pesan. Data diperoleh melalui observasi konten dan dokumentasi komentar viewers pada konten dakwah Hanan Attaki di TikTok. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan respon viewers terhadap pesan dakwah ke dalam aspek keislaman, yaitu akidah, syariah, dan akhlak. Hasil artikel menunjukkan bahwa konten dakwah Hanan Attaki disampaikan secara sistematis, menarik, dan mudah dipahami. Respon viewers didominasi oleh tanggapan positif berupa refleksi diri, penguatan keimanan, serta dorongan untuk memperbaiki perilaku, yang menunjukkan dominasi aspek akhlak. Temuan ini menegaskan bahwa TikTok dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai media dakwah digital.
Analisis Program “Masjid Academy” dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Dakwah Putri Annisa Nurfitriani; Bambang Saiful Ma’arif; Nia Kurniati Syam
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9961

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the implementation of the Masjid Academy Program in improving the quality of da’wah services at Masjid Sejuta Pemuda and to examine congregational responses toward the program. The research used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through member checking and triangulation. The findings show that the Masjid Academy Program systematically applies da’wah management functions, including planning, organizing, implementing, and controlling. The program improves da’wah service quality, reflected in increased professionalism of mosque management, more responsive service delivery, and higher youth participation. Additionally, the program integrates traditional and innovative da’wah methods, making it more relevant to contemporary societal needs. Abstrak. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi Program Masjid Academy dalam meningkatkan kualitas layanan dakwah di Masjid Sejuta Pemuda serta mengetahui respons jamaah terhadap program tersebut. Artikel menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui member checking dan triangulasi. Hasil artikel menunjukkan bahwa Program Masjid Academy telah menerapkan fungsi manajemen dakwah secara sistematis. Program ini meningkatkan kualitas layanan dakwah yang ditandai dengan meningkatnya profesionalitas pengurus, pelayanan yang lebih responsif, serta meningkatnya partisipasi jamaah, khususnya generasi muda. Selain itu, program ini berhasil mengintegrasikan metode dakwah tradisional dan inovatif sehingga lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Analisis Komunikasi Interpersonal dan Etika Hubungan Pertemanan Sebaya Muhamad Afdoli Ramadoni; Ahmad Jumhan; Muhammad Zainduddin Nawi; Muhammad Idmar Wijaya; Sri Devhi; Mutiara Amalia Indah; Ayesa Azhara
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.10058

Abstract

Abstract. Interpersonal communication plays a crucial role in shaping the quality of peer friendships in a college setting. However, students’ social interactions still face various challenges, such as low empathy, sarcastic behavior, the spread of gossip, and conflicts arising from communication misunderstandings. These phenomena are also observed among students at Raden Fatah State Islamic University in Palembang, who uphold Islamic ethical values and communication norms. This study aims to analyze the relationship between interpersonal communication and peer friendship ethics among students. The study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving 101 students. The results indicate that effective interpersonal communication is associated with empathetic attitudes, openness, mutual respect, and the ability to resolve conflicts constructively. Conversely, poor interpersonal communication has the potential to cause misunderstandings, the spread of negative information, and strained social relationships. The novelty of this study lies in its examination of the relationship between interpersonal communication and friendship ethics within the context of an Islamic university. This study recommends strengthening education in communication ethics and social skills to foster harmonious and mutually respectful relationships among students. Abstrak. Komunikasi interpersonal berperan penting dalam membentuk kualitas hubungan pertemanan sebaya di lingkungan perguruan tinggi. Namun, interaksi sosial mahasiswa masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti rendahnya empati, perilaku saling menyindir, penyebaran gosip, dan konflik akibat kesalahpahaman komunikasi. Fenomena ini juga ditemukan pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang yang menjunjung nilai etika dan komunikasi Islami. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan komunikasi interpersonal dengan etika pertemanan sebaya mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 101 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang baik berkaitan dengan sikap empati, keterbukaan, saling menghargai, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Sebaliknya, komunikasi interpersonal yang rendah berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, penyebaran informasi negatif, dan renggangnya hubungan sosial. Kebaruan penelitian terletak pada kajian hubungan komunikasi interpersonal dan etika pertemanan dalam konteks perguruan tinggi Islam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendidikan etika komunikasi dan keterampilan sosial untuk menciptakan hubungan mahasiswa yang harmonis dan saling menghormati.

Page 12 of 12 | Total Record : 120