cover
Contact Name
Ahmad Arif Nurrahman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrti@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Industri
ISSN : 28083091     EISSN : 27986349     DOI : https://doi.org/10.29313/jrti.v1i2
Jurnal Riset Teknik Industri Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Teknik Industri. JRTI ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6349 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 102 Documents
Pengukuran Prioritas Pelayanan pada Sektor Pariwisata Muslim Friendly di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Garut Anjas Anugrah Fitra; Rakhmat Ceha
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.857 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.391

Abstract

Abstract. Muslim Friendly tourism has general criteria that contain Islamic values such as having an orientation for the general benefit, enlightenment, refreshment, peace, guaranteed security and comfort, can prevent khufarat, polytheism and immorality. Mount Papandayan Garut Nature Tourism Park has not implemented Muslim Friendly tourism, so there are several criteria that are not fulfilled such as security and comfort services provided to tourists are not fully guaranteed. The purpose of this study is to evaluate and improve the quality of performance by providing service priorities so that the criteria for Muslim Friendly tourism can be achieved and fulfilled using the Importance Performance Analysis (IPA) and using simulation.. The results of the performance assessment and expectations based on the results of the IPA method can be seen that the Mount Papandayan Garut Nature Tourism Park has fulfill several indicators of Muslim Friendly tourism in the services provided. The results of ANOVA and two average hypothesis testing indicate that determining the priority of services that can be carried out by the Mount Papandayan Garut Natural Tourism Park is to pay attention to the freedom of tourist attractions from wild animals and classified as unclean (AT3), providing special facilities for persons with disabilities and individuals with special needs. (AT12) and build friendly access for persons with disabilities (AK9) with the capabilities possessed by tourist parks to support the design of Muslim Friendly Tourism. Abstrak. Pariwisata Muslim Friendly memiliki aspek kriteria umum yang mengandung nilai-nilai Islam seperti memiliki orientasi untuk kemaslahatan umum, terjaminnya keamanan dan kenyamanan, dapat mencegah perbuatan khufarat, musyrik serta maksiat. Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Garut belum menerapkan pariwisata Muslim Friendly sehingga terdapat beberapa kriteria yang tidak terpenuhi, seperti pelayanan keamanan dan kenyamanan yang diberikan kepada wisatawan belum terjamin sepenuhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kualitas kinerja dengan memberikan usulan prioritas pelayanan sehingga kriteria pariwisata Muslim Friendly dapat tercapai dan terpenuhi dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) serta menggunakan simulasi. Hasil penilaian kinerja dan harapan berdasarkan metode IPA dapat diketahui bahwa Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Garut sudah memenuhi beberapa indikator pariwisata Muslim Friendly dalam pelayanan yang telah diberikan. Hasil ANOVA dan uji hipotesis dua rata-rata menunjukkan bahwa penentuan prioritas pelayanan yang dapat dilakukan oleh Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Garut adalah memberi perhatian terhadap terbebasnya tempat wisata dari hewan buas dan tergolong najis (AT3), menyediakan sarana khusus untuk penyandang disabilitas dan individu berkebutuhan khusus (AT12) serta membangun akses yang ramah untuk penyandang disabilitas (AK9) dengan kemampuan yang dimiliki oleh taman wisata untuk mendukung perancangan pariwisata Muslim Friendly.
Perbaikan Kinerja Rantai Pasok Halal Berdasarkan Pengukuran dengan Model Supply Chain Operation Reference (SCOR) Xena Vega Analia; Aviasti
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.519 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.395

Abstract

Abstract. The industrial sector is experiencing increasingly fierce competition, requiring each company to continue to improve its competitiveness. The competitiveness of the company can be done through improving product quality as well as understanding and fulfilling the needs and desires of consumers. In order to make this happen, it is necessary to pay attention to supply chain activities from upstream to downstream, from selecting suppliers to distribution activities to consumers.X Bakery is one of the food industry sectors in the city of Bandung. In its activities, X Bakery involves several activities, namely procurement activities, manufacturing activities to distribution activities. However, the products produced by X Bakery do not have a halal certificate so it is necessary to check the flow of their supply chain. In their activities, small and medium enterprises are not yet aware of the importance of halal certification in the products they produce, in line with public awareness of halal assurance, the halal supply chain can be a solution to this problem. So that in this study, performance measurement in supply chain activities added several aspects related to the halal concept.The supply chain performance measurement is carried out using the SCOR model approach and the weighting is carried out using the Fuzzy AHP method. Based on the research, it is known that the overall value of the assessment is included in the average category with a value of 69.59. Of the 15 KPIs studied, there are 8 KPIs that are still low. Of the 8 low-value KPI’s, 3 of them are KPI’s with the halal concept, including KPI’s for product storage time, cleanliness of transportation equipment, and product time. Where improvements need to be made in order to improve the company's performance by providing several improvement proposals in order to help improve the performance of the X Bakery company. Abstrak. Sektor industri mengalami persaingan yang semakin ketat menuntut setiap perusahaan agar terus meningkatkan daya saingnya. Daya saing yang dilakukan pada perusahaan dapat melalui peningkatan kualitas produk serta dengan memahami dan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Agar bisa mewujudkan hal tersebut, maka perlu diperhatikan pada kegiatan rantai pasok dari hulu hingga hilir, mulai dari pemilihan supplier hingga pada kegiatan pendistribusian ke konsumen. X Bakery merupakan salah satu sektor industri makanan di Kota Bandung. Dalam kegiatannya X Bakery melibatkan beberapa aktivitas, yaitu aktivitas pengadaan, manufaktur hingga aktivitas distribusi. Namun produk yang dihasilkan X Bakery belum memiliki sertifikat halal sehingga perlu dilakukan pemeriksaan pada aliran rantai pasokmya. Dalam kegiatannya usaha kecil menengah belum sadar akan pentingnya sertifikasi halal pada produk yang dihasilkannya, sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan jaminan halal, maka dengan mengadopsi halal supply chain dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut. Sehingga dalam penelitian ini pengukuran kinerja pada aktivitas supply chain yang ditambahkan beberapa aspek terkait dengan konsep halal. Pengukuran kinerja supply chain dilakukan dengan pendekatan model SCOR dan pembobotan dilakukan dengan metode Fuzzy AHP. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai keseluruhan penilaian kinerja termasuk pada kategori average dengan nilai 69,59. Dari 15 KPI yang diteliti, terdapat 8 KPI masih memiliki nilai rendah. Pada 8 KPI nilai rendah, 3 diantaranya merupakan KPI dengan konsep halal, yaitu KPI waktu penyimpanan produk, kebersihan alat transportasi, waktu pengembalian produk. Dimana perlu dilakukan perbaikan agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan dengan diberikannya beberapa usulan perbaikan agar dapat membantu peningkatan kinerja perusahaan X Bakery.
Rancangan Strategi Pemasaran Media Sosial Menggunakan Model SOSTAC Yoga Aditya Pranata; Reni Amaranti
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.163 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.397

Abstract

Abstract. PT. X is a manufacturer of motorcycle accessories and parts. The company's social media is currently not optimal and left behind by competitors so that product sales do not reach the marketing target of brand awareness for SND Racing products, considering that social media is the marketing and promotion channel with the most users on the internet. This study aims to design a social media marketing strategy to increase brand awareness of SND Racing products with the scope of research from September 2012 to February 2021. The design of social media marketing strategies is carried out on the Facebook and Instagram platforms using the SOSTAC model. The performance of the social media marketing strategy design as measured using Keyhole.co analytics to find out the most frequent post types, the most interesting post types, optimal delivery times, best delivery times, optimal post lengths, hashtags based on interactions, and optimal hashtags to use as the basis for the proposal effective social media marketing strategy design. social media marketing strategy can provide a significant difference in increasing brand awareness compared to the previous year, as evidenced by the Wilcoxon signed-rank test hypothesis because H0 is rejected (Tcount (1) > Ttable (0)). Abstrak. PT. X merupakan produsen aksesoris dan onderdil motor. Pemasaran media sosial perusahaan saat ini belum optimal dan tertinggal oleh kompetitor sehingga penjualan produk tidak mencapai target dikarenakan kesadaran merek untuk produk SND Racing masih rendah mengingat media sosial adalah saluran pemasaran dan promosi dengan pengguna terbanyak di internet. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pemasaran media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek produk SND Racing dengan ruang lingkup penelitian pada bulan September 20120 sampai bulan Februari 2021. Perancangan strategi pemasaran media sosial dilakukan pada platform Facebook dan Instagram menggunakan model SOSTAC. Performa rancangan strategi pemasaran media sosial diukur menggunakan analitik Keyhole.co untuk mengetahui tipe kiriman paling sering, tipe kiriman paling menarik, waktu kirim optimal, waktu kirim terbaik, panjang kiriman optimal, tagar teratas berdasarkan keterlibatan, dan tagar optimal yang akan digunakan sebagai dasar usulan rancangan strategi pemasaran media sosial efektif. Rancangan strategi pemasaran media sosial dapat memberikan perbedaan signifikan terhadap peningkatan kesadaran merek dibandingkan tahun sebelumnya, dibuktikan oleh uji hipotesis Wilcoxon signed-rank test dikarenakan H0 ditolak (Thitung (1) > Ttabel (0)).
Perancangan Fasilitas Kerja Ergonomis pada Stasiun Persiapan Menggunakan Analisis Virtual Environment Modelling Ade Hilman Fajar; Yanti Sri Rejeki
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.926 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.413

Abstract

Abstract. Environmental aspects and work postures in the company need to be considered in the garment industry. This is because the garment industry still relies heavily on human labor, and the work is generally repetitive and monotonous. CV. X is a company that produces various kinds of clothing ranging from children's clothing to adults. The number of operator errors in grouping at the preparatory work station resulted in the company often not achieving its production targets. Error grouping can be caused by fatigue experienced by the operator due to work postures that are not yet ergonomic. The grouping work process is carried out with a bent sitting posture without a base with the position of the material not being neatly arranged. This posture is not natural so that it can cause musculoskeletal complaints. Complaints were identified using a Nordic Body Map (NBP) questionnaire and a Posture Evaluation Index (PEI) work risk assessment was carried out through the creation of a Virtual Environment Modeling. The results of the questionnaire showed complaints on the neck, wrists, lower back, buttocks, and thighs. The work risk is in the activity of grouping and transferring the results of grouping. The PEI value is obtained in the range of 2.6 – 3.01. This value is categorized as high because it is close to the maximum PEI value of 3.42. The design of the facility is a grouping table using the Anthropometric approach. PEI value after ergonomics facility modeling is obtained in the range of 1-1.6. These results indicate a reduction in the level of risk and increase operator comfort in doing work. Abstrak. Aspek lingkungan serta postur kerja diperusahaan perlu diperhatikan pada industri garmen. Hal tersebut dikarenakan industri garmen masih banyak mengandalkan tenaga manusia, dan umumnya pekerjaan yang dilakukan repetitive dan monoton. CV. X merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam pakaian dari mulai pakaian anak hingga dewasa. Banyaknya kesalahan operator dalam mengelompokkan pada stasiun kerja persiapan mengakibatkan perusahaan seringkali tidak mencapai target produksinya. Kesalahan pengelompokan dapat disebabkan oleh kelelahan yang dialami operator dikarenakan postur kerja yang belum ergonomis. Proses kerja pengelompokan dilakukan degan postur duduk membungkuk tanpa alas dengan posisi bahan yang belum tertata rapi. Postur tersebut tidak alamiah sehingga dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal. Dilakukan identifikasi keluhan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBP) dan penilaian risiko kerja Posture Evaluation Index (PEI) melalui pembuatan Virtual Environment Modelling. Hasil kuesioner menunjukkan keluhan pada leher, pergelangan tangan, punggung bawah, bokong, dan paha. Risiko kerja terdapat pada aktivitas pengelompokan dan pemindahan hasil pengelompokan. Diperoleh nilai PEI pada rentang 2,6 – 3,01. Nilai tersebut dikategorikan tinggi karena mendekati nilai maksimal PEI yaitu 3,42. Perancangan fasilitas berupa meja pengelompokan menggunakan pendekatan Antropometri. Nilai PEI setelah dilakukan pemodelan fasilitas ergonomis didapatkan pada rentang 1-1,6. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengurangan tingkat risiko dan menambah kenyamanan operator dalam melakukan pekerjaan.
Reduksi Waste untuk Meningkatkan Produktivitas pada Proses Produksi Bracket Roulet Gordyn Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Arief Rahman Somantri
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.731 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.416

Abstract

Abstract. CV. UM is a manufacturing industry that produces Bracket Roulet Gordyn. In running its business, CV. UM often experience delays in fulfilling customer requests. Factors that cause this problem is because of the amount of waste activity, thus making production lead time become long and productivity levels decrease. When productivity decreases, it affects the speed of customer demand fulfillment. Therefore, Lean Manufacturing approach can be used as an effort to reduce waste. This study aims to reduce waste so that the productivity of CV. UM is increasing. Based on the results of waste identification using Value Stream Mapping (VSM), and 7 waste questionnaire, it is known that there are 4 types of dominant waste that inhibit the production flow, namely Excessive Transportation, Waiting, Unnecessary Motion, and Unnecessary Inventory. To solve this problem, improvement efforts are proposed by applying the design of tools in the form of Roll Conveyor, pulley systems, containers, and crocks, application of the concept of 5S, production layout redesign, the addition of facilities that support the production process in the form of Trolley Pallet Jack and Wooden Pallet, and the application of Lean Thinking. If improvement efforts to reduce waste are implemented, production lead time is expected to be reduced by 19% from 20.007,04 seconds to 16.175,04 seconds. The decrease can increase Process Cycle Efficiency (PCE) or company productivity = increased by 13,43% from 52,47% to 66,17%. Abstrak. CV. UM merupakan industri manufaktur yang memproduksi Bracket Roulet Gordyn. Dalam menjalankan bisnisnya, CV. UM sering mengalami keterlambatan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Faktor yang menyebabkan hal tersebut yaitu banyaknya aktivitas pemborosan (waste), sehingga membuat production lead time menjadi panjang dan tingkat produktivitas menurun. Ketika produktivitas menurun, maka akan mempengaruhi kecepatan pemenuhan permintaan pelanggan. Oleh karena itu, pendekataan Lean Manufacturing dapat dimanfaatkan sebagai upaya untuk mereduksi waste. Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi waste agar produktivitas CV. UM meningkat. Berdasarkan hasil identifikasi waste menggunakan Value Stream Mapping (VSM) dan kuesioner 7 waste, diketahui bahwa terdapat 4 jenis waste dominan yang menghambat aliran produksi yaitu Excessive Transportation, Waiting, Unnecessary Motion, dan Unnecessary Inventory. Untuk mengatasi masalah tersebut, diusulkan upaya perbaikan dengan menerapkan rancangan alat bantu berupa Roll Conveyor, sistem katrol, kontainer, dan wadah, penerapan konsep 5S, perancangan ulang layout produksi, penambahan fasilitas pendukung proses produksi berupa Trolley Pallet Jack beserta Wooden Pallet, dan penerapan Lean Thinking. Apabila upaya perbaikan untuk mereduksi waste diterapkan, diharapkan production lead time berkurang sebesar 19% dari 20.007,04 detik menjadi 16.175,04 detik. Penurunan tersebut dapat meningkatkan Process Cycle Efficiency (PCE) atau produktivitas perusahaan = sebesar 13,43% dari 52,47% menjadi 66,17%.
Penerapan 5s (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) untuk Reduksi Non Value Added Activity di PT X Dea Legina Ayu Kusumah; Chaznin R. Muhammad
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.505 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.484

Abstract

Abstract. PT X is a manufacturing company in publishing, printing, security printing, and general trade. The company has several large machines to support the production process. The company also provides spare parts used for the engine repair process. The problem at the company is the high time to take and wait for spare parts that cause high downtime. The activity of taking spare parts makes time for 60 minutes and the activity of waiting for spare parts takes 2.880 minutes. The high time to take and wait is due to spare parts storage that does not separate old and new spare parts, spare parts are not arranged according to type, there is no sign according to the type of spare parts, the contents of the storage area are not visible, there are different spare parts in the same location, and there is no sign of spare parts stock. Taking and waiting activities are non value added activity (NVAA). Therefore, there needs to be improvements to reduce non value added activity. Improvement are made with the application of the 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, and shitsuke). The 5S method can be used to rearrange spare parts storage in the company, so that spare parts are easy to find and availability can be known. After repairs, there was a decrease in the time to take spare parts by 95.37% and a decrease in spare parts waiting time by 100%. Abstrak. PT X merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang penerbitan, percetakan, security printing, dan perdagangan umum. Perusahaan ini memiliki beberapa mesin besar untuk menunjang proses produksi. Perusahaan juga menyediakan sparepart yang digunakan untuk proses perbaikan mesin. Permasalahan yang dihadapi PT X adalah tingginya waktu mengambil dan menunggu sparepart yang menyebabkan downtime tinggi. Aktivitas mengambil sparepart membuatuhkan waktu selama 60 menit dan aktivitas menunggu sparepart membutuhkan waktu selama 2.880 menit. Tingginya waktu mengambil dan menunggu disebabkan karena penyimpanan sparepart yang tidak memisahkan sparepart lama dan baru, sparepart tidak disusun sesuai jenis, tidak ada tanda sesuai jenis sparepart, isi dari tempat penyimpanan tidak terlihat, terdapat sparepart berbeda pada lokasi yang sama, dan tidak ada tanda stok sparepart. Aktivitas mengambil dan aktivitas menunggu merupakan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan untuk mereduksi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Upaya perbaikan dilakukan dengan penerapan 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, and shitsuke). Metode 5S dapat digunakan untuk menata ulang penyimpanan sparepart di perusahaan, sehingga sparepart mudah ditemukan dan ketersediaan sparepart juga dapat diketahui. Setelah dilakukan perbaikan, terjadi penurunan waktu mengambil sparepart sebesar 95,37% dan penurunan waktu menunggu sparepart sebesar 100%.
Perancangan Fasilitas Kerja di Warehouse dengan Metode Antropometri Feraldi Akbar Destian; Eri Achiraeniwati
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.383 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.486

Abstract

Abstract. PT X is a manufacturing company engaged in the garment industry. Manual handling work with an average operator load in one arrival of 1 car moves the product 36 times, carried out by 3 operators. There are problems experienced by operators who complain of pain in several parts of the body, namely the upper back, lower back and feeling sore in some parts of the body. Therefore, the purpose of this research is to design work facilities using anthropometric methods in order to minimize the work risks experienced by bal-transfer workers. The method used to measure work risk is the Ovako Working Analysis System with the ErgoFellow Software tool and to find out operator complaints using the Nordic Body Map questionnaire. Through the questionnaire, it can be seen that the pain experienced by the operator in the shoulder, lower back and upper back and the average risk measurement results are at code 4 level, which means that repairs are needed as soon as possible. Recommendations for designing work facilities are hand lifts based on the dimensions of the worker's body, dimensions of product bales, and available facilities. This hand lift is divided into three parts, namely the part where the load is stored, the control, and the support and hydraulics. The hand lift function is useful for moving product bales, either raising or lowering them. The results of the simulation carried out after the design of the hand lift shows a decrease in the level of risk, when the operator moves the product bales at the risk level at code 1, which means that corrective action is not required. Abstrak. PT X merupakan suatu perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang industri garmen. Pekerjaan manual handling dengan rata-rata beban operator dalam sekali kedatangan 1 mobil memindahkan produk sebanyak 36 kali pemindahan yang dilakukan oleh 3 operator. Terdapat masalah yang dialami operator yang mengeluhkan sakit pada beberapa bagian tubuh yaitu punggung atas, punggung bawah dan merasa pegal pada beberapa bagian tubuh. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang fasilitas kerja dengan metode antropometri agar dapat meminimasi risiko kerja yang dialami oleh pekerja pemindahan bal. Metode yang digunakan untuk mengukur risiko kerja adalah Ovako Working Analysis System dengan tool Software ErgoFellow dan untuk mengetahui keluhan operator menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Melalui kuesioner dapat diketahui keluhan rasa sakit yang dialami oleh operator pada bahu, punggung bawah dan punggung atas dan hasil pengukuran risiko rata-rata berada pada level kode 4 yang artinya perbaikan diperlukan secepat mungkin. Rekomendasi perancangan fasilitas kerja yaitu hand lift berdasarkan dimensi tubuh pekerja, dimensi bal produk, dan fasilitas yang tersedia. Hand lift ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian tempat menyimpan beban, kontrol, serta penyangga dan hidraulik. Fungsi hand lift yaitu berguna untuk memindahkan bal produk, baik menaikkan atau menurunkan. Hasil simulasi yang dilakukan setelah dilakukan perancangan hand lift menunjukkan penurunan level risiko, ketika operator memindahkan bal produk level risiko pada kode 1 yang artinya tindakan perbaikan tidak diperlukan.
Perancangan Sistem Informasi Kesiswaan di MI Terpadu X Abdul Muksith; Otong Rukmana
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.388 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.508

Abstract

Abstract. MI Terpadu X is an elementary school that has several administrative processes, one of which is student administration. The activities in the student administration are considered less effective because there is no regular relationship between aspects of student administration activities plus the Covid-19 pandemic condition which makes it difficult for school workers, teachers as well as parents and students to access data quickly plus the number of students who continue to work. increasing every year so that there is a need to improve the quality of national education standards in the management aspect with the aim of building good administrative services. An alternative in solving problems experienced by student administration is to design an information system for student administration services using the Prototyping information system development method. The Prototyping method is a method that builds a prototype design to make it the basis before making the actual system. This method has four main stages, namely planning, analysis, design and implementation by communicating openly to the school workforce to create the system they want. Based on data processing, it is obtained that the student administration information system design has been arranged in a system by maximizing the function of the administrative section as the manager to store data related to student administration used by the student department, treasurer, homeroom teacher, curriculum and other sections so that storage data becomes centralized and can be accessed by parents, prospective students and students through the website presented. Abstrak. MI Terpadu X merupakan sekolah tingkat dasar yang memiliki beberapa proses administrasi salah satunya adalah administrasi kesiswaan. Kegiatan yang ada di administrasi kesiswaan tersebut dinilai kurang efektif karena tidak adanya hubungan yang teratur antar aspek kegiatan administrasi kesiswaan ditambah kondisi pandemi Covid-19 yang menyulitkan tenaga kerja sekolah, guru maupun orang tua dan siswa dalam mengakses suatu data secara cepat ditambah jumlah siswa yang terus meningkat setiap tahunnya sehingga perlu adanya peningkatan kualitas standar nasional pendidikan pada aspek pengelolaan dengan tujuan untuk membangun layanan administrasi yang baik. Alternatif dalam penyelesaian masalah yang dialami oleh administrasi kesiswaan adalah merancangan sistem informasi layanan administrasi kesiswaan dengan menggunakan metode pengembangan sistem informasi Prototyping. Metode Prototyping merupakan metode yang membangun rancangan prototype untuk menjadikannya landasan sebelum membuat sistem sesungguhnya. Metode ini memiliki empat tahapan utama yaitu perencanaan (planning), analisis (analysis), perancangan (design) dan implementasi (implementation) dengan mengkomunikasikannya secara terbuka kepada tenaga kerja sekolah untuk membuat sistem yang mereka inginkan. Berdasarkan pengolahan data diperoleh rancangan sistem informasi administrasi kesiswaan telah diatur secara sistem dengan memaksimalkan fungsi dari bagian tata usaha sebagai pengelolanya untuk menyimpan data data yang berkaitan dengan administrasi kesiswaan yang digunakan oleh bagian kesiswaan, bendahara, wali kelas, guru, kurikulum dan bagian lainnya sehingga penyimpanan data menjadi terpusat serta dapat diakses oleh orang tua, calon siswa dan siswa melalui website yang disajikan.
Perencanaan Persediaan Bahan Baku dengan Penerapan Konsep Decoupling Point untuk Mereduksi Lead Time Cathlen Rezeky Putri
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.349 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.509

Abstract

Abstract. CV. X is a textile company that produces 20 types of fabrics. In its production activities, CV. X experienced problems. The problem is that there is a delay in sending products to consumers or production targets that are not achieved due to delays in raw materials caused by poor production planning. The impact of these problems is that the company gets a penalty from the consumer for not being able to keep the agreement that has been made. Efforts that can be made to overcome these problems are by implementing a decoupling point and planning material requirements for supplies that are used as decoupling points. The results obtained from data processing and is the determination of the decoupling point in the sewing process. With the determination of the decoupling point, the leadtime value on CV. X was reduced from 6 days to 2 days. After determining the inventory, the next step is to propose production planning by forecasting demand, aggregate planning, then disaggregation to determine the Master Production Schedule (JPI), testing the feasibility of JPI using RCCP, followed by planning material requirements using material requirements planning (MRP) to produce a proposed plan. ordering supplies that are used as decoupling points (grey sewing cloth) for 1 month. Abstrak. CV. X merupakan salah satu perusahaan tekstil yang menghasilkan 20 jenis kain. Dalam kegiatan produksinya, CV. X mengalami permasalahan. Permasahalan tersebut yaitu adanya keterlambatan pengirimin produk kepada konsumen atau target produksi yang tidak tercapai dikarenakan keterlambatan bahan baku yang disebabkan perencanaan produksi yang kurang baik. Dampak dari permasalahan tersebut adalah perusahaan mendapatkan penalti dari konsumen karena tidak dapat menepati kesepakatan yang telah dibuat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan decoupling point dan melakukan perencanaan kebutuhan material pada persediaan yang dijadikan decoupling point. Hasil yang didapat dari pengolahan data dan adalah penetapan decoupling point pada proses sewing. Dengan adanya penetapan decoupling point nilai leadtime pada CV. X berkurang yang awalnya 6 hari menjadi 2 hari. Setelah ditetapkan persediaan selanjutnya yaitu mengusulkan perencanaan produksi dengan melakukan peramalan permintaan, perencanaan agregat, lalu disgagregasi untuk menentukan Jadwal Produksi Induk (JPI), menguji kelayakan JPI menggunakan RCCP, dilanjutkan dengan melakukan perencanaan kebutuhan material menggunakan Material Requirement Planning (MRP) untuk menghasilkan usulan rencana pemesanan persediaan yang dijadikan decoupling point (kain grey sewing) selama 1 bulan.
Reduksi Waste dan Peningkatan Kualitas pada Proses Produksi Brownies Kukus Cokelat dengan Menggunakan Metode Lean Six Sigma Salsabila Aulia Nurfaidah
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.316 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i2.510

Abstract

Abstract. CV. X is a company engaged in the food industry. One of the products produced is steamed chocolate brownies. High consumer demand for these products causes companies to have to produce in large quantities so that demand can be met. However, the company always produces defective products in large quantities, which is about 2.13% of the production and there is also waste that causes the production flow to be inefficient to the maximum. Therefore, the lean six sigma method is used as an effort to reduce waste and improve quality. SIPOC diagram, current state value stream mapping and 7 waste questionnaire were conducted to identify waste. It was found that the dominant types of waste that occur are defects, transportation and waiting. Process Cycle Efficiency (PCE) is used to measure the efficiency level based on the comparison of the processing time and production lead time values from the VSM mapping, the PCE current state value is 57.14%. DPMO and Sigma Level are used to measure the company's sigma capability. The resulting average sigma level value in April – June 2021 is 2.84. Waste problems in CV.X are caused by human, material, machine, method and environmental factors. Efforts were made to improve the efficiency and level of company sigma. Recommendations for improvement are carried out by providing training to operators, increasing work supervision, making work standardization visually, scheduling machine maintenance, increasing the number of trolleys, adding dough boxes equipped with filters, designing visual controls for work in process reports, redesigning production layouts (Re-layout), as well as applying kaizen blitz. Abstrak. CV. X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang industri pangan. Salah satu produk yang dihasilkan adalah brownies kukus cokelat. Permintaan konsumen yang tinggi terhadap produk tersebut menyebabkan perusahaan harus memproduksi dalam jumlah yang besar agar permintaan dapat terpenuhi. Namun perusahaan selalu menghasilkan produk cacat dalam jumlah banyak yaitu sekitar 2,13 % dari hasil produksi dan juga terdapat waste yang menyebabkan aliran produksi tidak efisien secara maksimal. Oleh karena itu, metode lean six sigma digunakan sebagai upaya untuk mereduksi waste dan meningkatkan kualitas. Diagram SIPOC, value stream mapping current state dan kuesioner 7 waste dilakukan untuk mengidentifikasi waste. Ditemukan bahwa jenis waste yang dominan terjadi yaitu defect, transportasi dan menunggu. Process Cycle Efficiency (PCE) digunakan dalam mengukur tingkat efisiensi berdasarkan perbandingan nilai processing time dan production lead time hasil pemetaan VSM, diperoleh nilai PCE current state sebesar 57,14%. DPMO dan Level Sigma digunakan untuk mengukur kapabilitas sigma perusahaan. Dihasilkan rata-rata nilai level sigma pada bulan April – Juni 2021 adalah 2,84. Permasalahan waste di CV.X disebabkan oleh faktor manusia, material, mesin, metode dan lingkungan. Dilakukan upaya perbaikan untuk dapat meningkatkan efisiensi dan level sigma perusahaan. Rekomendasi perbaikan dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada operator, peningkatan pengawasan kerja, membuat standarisasi kerja secara visual, melakukan penjadwalan perawatan mesin, penambahan jumlah trolley, penambahan box adonan yang dilengkapi saringan, perancangan visual control untuk report work in process, perancangan ulang layout produksi (Re-layout), serta menerapkan kaizen blitz.

Page 2 of 11 | Total Record : 102