cover
Contact Name
Ahmad Arif Nurrahman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrti@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Industri
ISSN : 28083091     EISSN : 27986349     DOI : https://doi.org/10.29313/jrti.v1i2
Jurnal Riset Teknik Industri Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Teknik Industri. JRTI ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6349 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 102 Documents
Perancangan Produk Meja Pencelupan Batik dengan Metode Verein Deutsche Inginieuer (VDI) 2222 Desi Ayu Rahmadani; Niken Irma Nuryani; Gatam Mandala Krida; Ferida Yuamita
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1727

Abstract

Permasalahan postur tubuh pada proses pencelupan pewarnaan kain batik yang terjadi pada UMKM Dea Modis Batik dan Jumputan menyebabkan kelelahan pada pekerja sehingga menimbulkan rasa nyeri pada area leher, punggung. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan alat pencelupan kain batik yang ergonomis sehingga dapat mengurangi tingkat kelelahan pada pekerja. Pada penelitian ini menggunakan metode Verein Deutsche Inginieuer (VDI) 2222 yaitu untuk menjabarkan sebuah ide yang dimiliki untuk menyelesaikan suatu permasalahan dapat menghasilkan sebuah karya yang riil dan dapat dipertanggung jawabkan secara Ilmiah, dari hasil penelitian, produk meja pencelupan batik yang telah dirancang memberikan pengaruh yang cukup besar untuk mengurangi potensi kelelahan pada pekerja. Hal tersebut didapatkan dari hasil penerapan produk meja pencelupan batik dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Asessment (REBA) sebesar 2 yang artinya dapat digolongkan dalam resiko rendah dibandingkan hasil analisis postur tubuh yang dilakukan sebelum menggunakan produk meja pencelupan batik menggunakan metode Job Strain Index (JSI) sebesar 39 yang artinya aktivitas yang dilakukan sangat berbahaya. Sehingga dari hasil penelitian ini dapat menyelesaian permasalahan keluhan kelelaha pekerja akibat ativitas proses pewarnaan pada UMKM Dea Modis Batik dan Jumputan.
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa Menggunakan Metode Servqual dan Model Importance Performance Analysis Angga Reza Nugraha; M.Dzikron; Iyan Bachtiar
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1830

Abstract

Abstract. Goods delivery services not only make it easier for the general public but also business people, especially online or e-commerce businesses. PT. Global Jet Express with the J&T Express brand is one of the companies engaged in freight forwarding services. The services provided are in the form of goods delivery services, both in the form of documents and packages for delivery to all corners of the city, institutions and internationally, including e-commerce businesses. At one of the branches of J&T Express, namely J&T Express Antapani Branch also often receives complaints from consumers. Complaints that occurred from 2018 to 2020 have increased in each category, and the category of complaints that has the most complaints is delivery delays. The impact felt by the company is the decrease in the number of deliveries after the number of complaints that enter the customer service department. In addition, the achievement of the number of shipping transactions has not met the expectations of the company's management who set a target of 250 shipments per day or 7500 shipments per month. This can affect the income of J&T Express Antapani Branch which can decrease and affect consumer confidence in the services provided. Therefore, it is necessary to design methods and analysis that can increase customer satisfaction with J&T Express Antapani Branch. To identify problems, ServQual (ServiceQuality) and IPA (Importance Performance Analysis) models are used. Based on the calculation results of ServQual and Model IPA, there are 9 main priorities for improvement proposals using a cause and effect diagram (Fishbone). Abstrak. Jasa pengiriman barang tidak hanya memudahkan masyarakat umum namun juga pelaku bisnis terutama pelaku bisnis online atau e-commerce. PT. Global Jet Express dengan merek J&T Express merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam pelayanan jasa pengiriman barang. Pelayanan yang diberikan berupa layanan pengiriman barang, baik berupa dokumen maupun paket untuk pengiriman ke seluruh penjuru kota, lembaga dan internasional termasuk bisnis e-commerce. Pada salah satu cabang dari J&T Express yaitu J&T Express Cabang Antapani juga sering menerima keluhan dari konsumen. Keluhan yang terjadi pada tahun 2018 sampai tahun 2020 mengalami kenaikan pada setiap kategori nya, dan kategori keluhan yang paling banyak adalah keterlambatan. Dampak yang dirasakan oleh perusahaan yaitu menurunnya jumlah pengiriman setelah banyaknya komplain yang masuk ke bagian customer service. Selain itu pencapaian jumlah transaksi pengiriman tersebut belum memenuhi harapan dari manajemen perusahaan yang menetapkan target sebesar 250 pengiriman pada setiap hari nya atau 7500 pengiriman pada setiap bulan nya. Hal tersebut dapat berpengaruh kepada pendapatan J&T Express Cabang Antapani yang dapat mengalami penurunan dan mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap jasa pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu diperlukan metode dan analisis perancangan yang dapat meningkatkan kepuasan konsumen terhadap J&T Express Cabang Antapani. Untuk mengidentifikasi permasalahan digunakan metode ServQual (ServiceQuality) dan Model IPA (Importance Performance Analysis). Berdasarkan hasil perhitungan ServQual dan Model IPA terdapat 9 prioritas utama untuk diberikan usulan perbaikan dengan menggunakan diagram sebab akibat (Fishbone).
Perancangan Tata Letak Gudang Berdasarkan Volume Penyimpanan Bahan Baku dengan Metode Corelap Ecep Ajang Nurjaman; Luthfi Nurwandi
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1858

Abstract

Abstract. The focus of this paper is on the storage of bread raw materials in warehouses. Based on the results of observations and interviews. In the current storage of raw materials, there are gas raw materials that are brought closer to food raw materials, so if it left unchecked without providing a distance, therefore the food raw materials that are produced into bread that is ready to be marketed will contain poison. Based on the phenomena that occur, it is required to design a proposed tata letak using the ABC classification inventory with the CORELAP algorithm approach (Computerized Relationship Tata letak Planning). The aim of the study was originally intended to focus to determine the classification of raw materials using ABC inventory. After determining the classification of raw materials, the data is used as the basis for determining ARC (Activity Relantionship Chart). Because basically the determination of the ABC inventory classification uses costs, but in this study it does not use a cost assessment because it uses the CORELAP algorithm. Based on the processing of the data revealed that, there are several proposed raw material warehouse tata letaks obtained from the results of calculations using the CORELAP algorithm and CORELAP simulation. The layout that pays attention to the production process has a material spacing of 64,6 mm, the layout based on usage volume has a material spacing of 61,6 mm, the layout based on usage frequency has a material spacing of 65,6 mm, and the current layout has a material spacing of 76,6 mm. Therefore, the best distance in the proposed layout design is found in the tata letak design based on the usage volume of 61,6 mm. Abstrak. Penelitian saat ini berfokus pada penyimpanan bahan baku roti di gudang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Penyimpanan bahan baku saat ini terdapat bahan baku gas yang didekatkan dengan bahan baku makanan, sehingga apabila dibiarkan begitu saja tanpa memberikan jarak maka bahan baku makanan yang diproduksi menjadi roti yang siap dipasarkan akan mengandung racun. Berdasarakan fenomena yang terjadi, diperlukan peranacangan tata letak usulan dengan menggunakan klasifikasi ABC inventory dengan pendekatan metode algoritma CORELAP (Computerized Relationship Tata letak Planning). Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif. Tahap awal dalam merancang tata letak pada penelitian ini adalah menentukan klasifikasi bahan baku dengan ABC inventory. Setelah menentukan klasifikasi bahan baku maka data tersebut dijadikan dasar untuk menentukan ARC (Activity Relantionship Chart). Karena pada dasarnya penentuan klasifikasi ABC inventory ini menggunakan biaya, namun pada penelitian ini tidak menggunakan kajian biaya karena menggunakan algoritma CORELAP. Berdasarkan pengolahan data terdapat beberapa usulan tata letak gudang bahan baku yang didapatkan dari hasil perhitungan menggunakan algoritma CORELAP dan simulasi CORELAP. Tata letak yang memperhatikan berdasarkan proses produksi terdapat jarak material sebesar 64,6 meter. Tata letak berdasarkan volume pemakaian terdapat jarak material sebesar 61,6 meter. Tata letak bedasarakan frekuensi pemakaian terdapat jarak material sebesar 65,6 meter. Tata letak saat ini terdapat jarak material sebesar 76,6 meter. dengan itu jarak terbaik pada perancangan tata letak usulan terdapat pada perancangan tata letak berdasarkan volume pemakaian sebesar 61,6 meter.
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Gudang dan Produksi di CV Tasifa Jaya Elsa Novia Sari; Djamaludin; Ahmad Arif Nurrahman
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1921

Abstract

Abstract. CV Tasifa Jaya which is a food industry company that produces meatballs. The problem that exists in this company is that the data collection of raw materials in the warehouse cannot be known automatically whether raw materials are available or not so that it can result in delays in the production process. In addition, data collection on finished goods cannot be known automatically, so that the calculation of production results is not in accordance with the amount of production. For this reason, this article will raise the issue of how these problems can develop warehouse and production management information systems. Making this information system is done by using the prototype method. The prototype method is a method that has a fairly thorough analysis stage that is used to gather requirements and develop ideas for system concepts. This method has four main stages, namely planning, analysis, design and implementation. The results obtained from designing a warehouse and production management information system include a system that can be accessed by the warehouse, production and admin departments. With this information system, activities in the warehouse or production section become automatic starting from knowing the stock of raw materials, finished materials and more structured production planning. In addition, the amount of stock of raw materials and finished goods will change automatically if there is an increase or decrease. Abstrak. CV Tasifa Jaya yang merupakan suatu perusahaan industri makanan yang memproduksi bakso. Permasalahan yang ada pada perusahaan ini yaitu pada pendataan bahan mentah yang ada pada gudang tidak dapat diketahui secara otomatis apakah bahan baku tersedia atau tidak sehingga hal ini dapat mengakibatkan proses produksi menjadi terhambat. Selain itu pendataan barang jadi pun tidak dapat diketahui secara otomatis maka perhitungan hasil produksi tidak sesuai dengan jumlah produksi. Untuk itu maka artikel ini akan mengangkat permasalahan bagaimana permasalahan ini dapat mengembangkan sistem informasi manajemen gudang dan produksi. Pembuatan sistem informasi ini dilakukan dengan menggunakan metode prototype. Metode prototype merupakan suatu metode yang memiliki fase analisis cukup menyeluruh yang digunakan untuk mengumpulkan kebutuhan dan mengembangkan ide-ide untuk konsep sistem. Metode ini memiliki empat tahapan yang paling utama yaitu terdiri dari planning (perencanaan), analysis (analisis), design (perancangan/pemodelan) dan implementation (implementasi). Hasil yang diperoleh dari perancangan sistem informasi manajemen gudang dan produksi ini diantaranya sistem dapat diakses oleh bagian gudang, produksi dan admin. Dengan sistem informasi ini maka aktivitas kegiatan yang ada pada bagian gudang atau produksi menjadi otomatis dari mulai mengetahui stok bahan mentah, bahan jadi dan perencanaan produksi yang lebih terstruktur. Selain itu jumlah stok persediaan bahan baku maupun barang jadi akan berubah secara otomatis apabila telah terjadi penambahan maupun pengurangan.
Perancangan Meja Makan Multifungsi dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment dan Antropometri Fikran Nur Fauzan; Nur Rahman As’ad; Asep Nana Rukmana
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1922

Abstract

Abstract. Along with the development of the times, the current market needs are very diverse. Especially for dining table products which are one of the many types of primary needs that cannot be replaced. So one of the companies in Tegal Regency, namely CV. Tunas Interior, which is engaged in the furniture industry, can make products that suit consumer needs. However, the problem that occurred in CV. Tunas Interior, namely the dining table it produces, has an older model and an inappropriate size because it has never developed according to the wishes of consumers. The purpose of this research is to find out the desires and needs of consumers for dining table products and to make suggestions for improvements regarding dining table products based on the Quality Function Deployment and Anthropometry methods. The process carried out in this study was to collect consumer desires for dining table products and then translate them into technical characteristics and measure the appropriate reference size.The results of the research conducted show that the improvements that must be made are adequate equipment such as a new design and has a dish rack feature with a relative weight value of 174, quality raw materials and workmanship with a relative weight of 147, inexpensive costing with a relative weight of 116 as well as providing sizes according to consumer needs with a weight of 97. The conclusion from this study is the need for development of dining tables according to needs and desires that provide improvements in features, design, durability and sizes that can provide comfort when used for a long time. Abstrak. Seiring dengan berkembangnya zaman, kebutuhan pasar saat ini sangat beragam. Terutama terhadap produk meja makan yang termasuk salah satu dari banyak jenis kebutuhan primer yang tidak mungkin tergantikan fungsinya. Maka salah satu perusahaan di Kabupaten Tegal yaitu CV. Tunas Interior yang bergerak di bidang industri mebel furniture bisa membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Akan tetapi masalah yang terjadi pada CV. Tunas Interior yaitu produk meja makan yang diproduksinya memiliki model yang lawas dan ukuran yang tidak sesuai karena tidak pernah melakukan pengembangan yang sesuai dengan keinginan konsumen. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui keinginan serta kebutuhan konsumen terhadap produk meja makan dan membuat usulan perbaikan mengenai produk meja makan berdasarkan metode Quality Function Deployment dan Antropometri. Proses yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu mengumpulkan keinginan konsumen terhadap produk meja makan lalu menerjemahkannya ke dalam karakteristik teknik dan melakukan pengukuran ukuran acuan yang sesuai. Hasil dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa perbaikan yang harus dilakukan adalah perlengkapan yang memadai seperti desain yang baru dan memiliki fitur rak piring dengan nilai bobot relatif sebesar 174, bahan baku dan pengerjaan berkualitas dengan bobot relatif sebesar 147, penetapan biaya yang murah dengan bobot relatif 116 serta pemberian ukuran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dengan bobot sebesar 97. Kesimpulan dari penelitian ini diperlukannya adanya pengembangan pada meja makan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan yang memberikan peningkatan pada fitur, desain, ketahanan serta ukuran yang bisa memberikan kenyamanan saat digunakan dalam waktu yang lama.
Perancangan Sistem Manajemen Mutu (SMM) Berdasarkan International Organization for Standardization (ISO) 9001:2015 dan Hasil Gap Analysis Insani Ikhtiar; Yan Orgianus; Iyan Bachtiar
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1943

Abstract

Abstract. The company's ability to deal with developments in the globalization era, needs to strive to continuously improve quality and competitiveness in meeting customer requirements. Quality is one of the keys to winning the competition, to be able to survive in business competition both in the national market and in the global market the company must be able to improve the quality of its products so as to achieve customer satisfaction. One way that companies can do is by implementing QMS. QMS is a series of interacting processes carried out by a company to achieve quality objectives. CV HER-5 Engineering Manufacturing is a company engaged in manufacturing, with the resulting product being a swing arm. Observations at the company found that the company had implemented QMS based on ISO 9001:2008, but not up to the certification stage. In addition, the company experienced problems in the form of product returns by consumers. This is because the resulting product does not comply with the approved requirements. This study aims to determine the current condition of the QMS CV HER-5 Engineering Manufacturing, and provide suggestions for the fulfillment and design of QMS documents in accordance with the requirements of ISO 9001:2015. This study used ISO 9001:2015 as the QMS standard and the gap analysis method was carried out by scoring clauses 4 to 10 of ISO 9001:2015. The percentage of implementation results obtained was 50,15%, and the proposed design of complete QMS documents based on ISO 9001:2015 includes quality guidelines, procedures and forms to fulfill clauses that have not been fulfilled. Abstrak. Kemampuan perusahaan dalam menghadapi perkembangan era globalisasi, perlu berupaya untuk terus-menerus meningkatkan mutu dan daya saing dalam memenuhi persyaratan pelanggan. Mutu merupakan salah satu kunci dalam memenangkan persaingan, untuk dapat bertahan dalam persaingan bisnis baik di pasar nasional maupun pasar global perusahaan harus mampu meningkatkan mutu produknya sehingga tercapai kepuasan pelanggan. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan yaitu dengan menerapkan SMM. SMM merupakan rangkaian proses yang saling berinteraksi dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai sasaran mutu. CV HER-5 Engineering Manufacturing merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, dengan produk yang dihasilkan yaitu lengan ayun (swing arm). Hasil pengamatan pada perusahaan diketahui bahwa perusahaan telah menerapkan SMM berdasarkan ISO 9001:2008, namun tidak sampai tahap sertifikasi. Selain itu, perusahaan mengalami masalah berupa adanya pengembalian produk oleh konsumen. Hal tersebut karena produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan persyaratan yang telah disetujui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini dari SMM CV HER-5 Engineering Manufacturing, dan memberikan usulan pemenuhan dan perancangan dokumen SMM sesuai dengan persyaratan pada ISO 9001:2015. Penelitian ini menggunakan ISO 9001:2015 sebagai standar SMM dan metode gap analysis yang dilakukan pemberian skor pada klausul 4 sampai dengan klausul 10 ISO 9001:2015. Hasil persentase penerapan yang diperoleh sebesar 50,15%, dan usulan perancangan kelengkapan dokumen SMM berdasarkan ISO 9001:2015 mencakup pedoman mutu, prosedur, dan formulir untuk memenuhi klausul yang belum terpenuhi.
Perancangan Strategi Pengembangan Usaha Menggunakan Analisis SWOT dan BMC pada Nos Jeans Muhammad Fadhil Ramadhan; Asep Nana Rukmana
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1972

Abstract

Abstract. Fashion industry is currently one of the creative economy industry groups that has an influence on the increase in Gross Domestic Product. Nos Jeans is one of creative economy industries engaged in jeans manufacturing sector which does not yet understand the importance of a marketing strategy. Problem that occurred at NOS Jeans was decline in purchasing power compared to it’s competitors which was exacerbated by the condition of the Covid-19 virus pandemic which caused NOS Jeans sales to decrease by 25% -50%. Purpose of this research is to find out the current business potential owned by NOS Jeans and to design business development strategy that must be carried out by NOS Jeans based on the results of Business Model Canvas method. Strategy planning is carried out using SWOT analysis in form of identifying environmental factors, calculating IFE and EFE matrices, creating SWOT matrices, and determining SWOT quadrants. This study shows that condition of NOS Jeans is in quadrant 1 (growth), so it’s necessary to develop right strategy for NOS Jeans. Formulation of suitable strategy for NOS Jeans is to form digital marketing team to build an online marketing strategy so that marketing can reach wider range, purchase automatic machines for production process in order to minimize expenses, especially employee wages, and expand target market that was originally only Bandung Raya became national scale. Abstrak. Industri fashion saat ini merupakan salah satu kelompok industri ekonomi kreatif yang memberikan pengaruh pada kenaikan Gross Domestic Product. Nos Jeans menjadi salah satu industri ekonomi kreatif yang bergerak di sektor pembuatan celana jeans yang belum memahami pentingnya strategi pemasaran. Permasalahan yang terjadi di NOS Jeans adalah menurunnya daya beli dibandingkan dengan kompetitornya yang diperparah dengan kondisi pandemi virus Covid-19 membuat penjualan NOS Jeans mengalami penurunan sebesar 25%-50%. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi bisnis yang dimiliki oleh NOS Jeans saat ini dan membuat rancangan strategi pengembangan usaha yang harus dilakukan oleh NOS Jeans berdasarkan hasil dari metode Business Model Canvas. Perancangan strategi dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT berupa identifikasi faktor-faktor lingkungan, perhitungan matriks IFE dan EFE, membuat matriks SWOT, dan penentuan kuadran SWOT. Penelitian ini menunjukan kondisi NOS Jeans berada pada kuadran 1 (growth), sehinga perlu menyusun strategi yang tepat untuk NOS Jeans. Penyusunan strategi yang cocok untuk NOS Jeans adalah dengan membentuk tim digital marketing untuk membangun strategi pemasaran secara online agar pemasaran bisa lebih luas jangkauannya, melakukan pembelian mesin-mesin otomatis untuk proses produksi agar bisa meminimalisir pengeluaran, khususnya upah karyawan, dan memperluas target pasar yang semula hanya Bandung Raya menjadi skala nasional.
Perancangan Fasilitas Kerja Polishing untuk Mengurangi Gangguan Muskuloskeletal di CV X Muhammad Fikri Boy; Eri Achiraeniwati; Selamat
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1973

Abstract

Abstract. CV. X is engaged in Mold and Die Casting in Bandung Regency. Operators in carrying out their work complain of pain in several parts of the body, one of the reasons being polishing activities which are carried out manually and repeatedly from rough to extra smooth surfaces, the work facilities provided cause the operator's way of working to become not ergonomic. The purpose of this research is to design ergonomic polishing work facilities so as to minimize the level of complaints and eliminate repetitive activities. The research method was carried out using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire to determine the level of pain complaints and the Assessment Repetitive Task (ART) Tools method for measuring work risk. The results of the Nordic Body Map (NBM) questionnaire on the neck and wrist body segments workers experience very disturbing pain, the upper back body segment with disturbing pain, the elbow body segment experiences quite disturbing pain and on the shoulder and back body segments down experiencing a bit of nagging pain. The results of the work risk analysis on the chamfering and polishing process of the contents of the mold produce low to high exposure values. The highest exposure score results in the process of polishing the contents of the mold, this score indicates that the work is at risk and needs to be repaired immediately. The proposed design of work facilities is in the form of work tables and chairs as well as assistive devices in the form of sanding machines and sanding hoses to reduce repetitive manual activities. The results of the risk assessment for all work elements of the polishing process in the proposed work facility are in the low category Abstrak. CV. X bergerak dalam bidang Mold and Die Casting di Kabupaten Bandung. Operator dalam melakukan pekerjaannya mengeluhkan rasa sakit pada beberapa bagian tubuh, salah satu penyebabnya karena kegiatan polishing yang dilakukan secara manual dan berulang dari permukaan kasar hingga ekstra halus, fasilitas kerja yang disediakan menyebabkan cara kerja operator menjadi tidak ergonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang fasilitas kerja polishing ergonomis sehingga meminimalisasi tingkat keluhan dan menghilangkan kegiatan berulang yang. Metode penelitian dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui tingkat keluhan rasa sakit dan metode Assessment Repetitive Task (ART) Tools untuk pengukuran risiko kerja. Hasil kuesioner Nordic Body Map (NBM) pada segmen tubuh leher dan pergelangan tangan pekerja mengalami rasa sakit sangat menganggu, pada segmen tubuh punggung atas dengan rasa sakit yang menganggu, pada segmen tubuh siku mengalami rasa sakit yang cukup menganggu dan pada segmen tubuh bahu dan punggung bawah mengalami rasa sakit yang sedikit menganggu. Hasil analisis risiko kerja pada proses chamfer dan polishing isi cetakan menghasilkan nilai eksposur rendah hingga tinggi. Hasil skor eksposur tertinggi pada proses polishing isi cetakan, skor tersebut mengindikasikan bahwa pekerjaan tersebut berisiko dan perlu dilakukannya perbaikan segera. Perancangan fasilitas kerja yang diusulkan berupa meja kerja dan kursi serta alat bantu berupa mesin ampelas dan selang ampelas untuk mengurangi kegiatan manual yang dilakukan secara berulang. Hasil penilaian risiko untuk seluruh elemen kerja proses polishing pada usulan fasilitas kerja berada pada kategori rendah.
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa Kesehatan dengan Menggunakan Metode Servqual-Fuzzy Muhammad Zaki An Naufal; Rakhmat Ceha
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1975

Abstract

Abstract. Arjawinangun Regional General Hospital is an institution that provides health service facilities in all fields and types of diseases and is an institution managed by the Regional Government. The hospital revealed that some of the causes that patients often complained about over the past year included delays in the doctor's arrival, toilet cleanliness, and the slow speed of examination time. The service quality method is used as a tool to measure service quality from the attributes of each dimension so that a gap value can be obtained, which is the difference between consumer perceptions of services that have been received and expectations of those that will be received. While fuzzy is a mathematical framework used to represent uncertainty, ambiguity, and inaccuracy of information, in this case what is meant is the patient's perception of the assessment of service quality. The purpose of this research is to provide suggestions for improvement by identifying and measuring the level of patient satisfaction using outpatient installation services at the Arjawinangun Regional General Hospital. The results of this study indicate that the gap value in the five dimensions has a negative value. Furthermore, the determination of proposed improvements is carried out using 5W+1H. Proposed improvements include improving the quality of facilities in outpatient units, setting doctor practice hours, holding regular training, and adding health workers according to needs and competencies. Abstrak. Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun merupakan salah satu instansi dengan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit serta merupakan instansi yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pihak rumah sakit mengungkapkan, beberapa penyebab yang sering dikeluhkan pasien selama satu tahun terakhir antara lain seperti keterlambatan kedatangan dokter, kebersihan toilet, dan lambatnya kecepatan waktu pemeriksaan. Service quality digunakan sebagai alat untuk mengukur kualitas layanan dari atribut masing-masing dimensi, sehingga akan diperoleh nilai gap (kesenjangan) yang merupakan selisih antara persepsi konsumen terhadap layanan yang telah diterima dengan harapan terhadap yang akan diterima. Fuzzy adalah sebuah kerangka matematis yang digunakan untuk mempresentasikan ketidakpastian, ketidakjelasan, dan ketidaktepatan informasi, dalam hal ini yang dimaksud adalah persepsi pasien terhadap penilaian kualitas layanan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk memberikan usulan perbaikan dengan mengindentifikasi dan mengukur tingkat kepuasan pasien yang menggunakan layanan instalasi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai gap dari kelima dimensi memiliki nilai negatif. Selanjutnya penentuan usulan perbaikan dilakukan dengan menggunakan 5W+1H. Usulan perbaikan yang diberikan yaitu meningkatkan kualitas fasilitas pada unit rawat jalan, pengaturan jam praktek dokter, pengadakan pelatihan rutin, dan penambahan petugas kesehatan sesuai kebutuhan dan kompetensi.
Upaya Mengurangi Biaya Persediaan Bahan Baku pada Strategi Hybriddi PT. T Sarah Citrawati; Chaznin R. Muhammad; Reni Amaranti
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1976

Abstract

Abstract. PT. T is a company in Bandung engaged in the food sector. PT. T produces bread, pastries, sauces, tarts, cakes, and processed meats. PT. T sells production in stores (MTS strategy) and accepts consumer orders (MTO strategy). PT. T orders the same number of raw materials for each order—meanwhile, the raw materials used by PT. T is food raw materials that have characteristics with a certain shelf life. Based on the problems in PT. T, a procedure is proposed to determine the number of raw materials that must be prepared to reduce the Total Inventory Cost by considering the expiration date of raw materials in companies implementing a hybrid strategy. The procedure is to determine the Decoupling Point, calculate forecasting, prepare a Master Production Schedule (MPS), and calculate Material Requirement Planning (MRP). After calculating the proposed procedure, the Total Inventory Cost for the EOQ method is IDR. 224.225.833, and the Total Inventory Cost on the EOQ method, which considers expiration is IDR. 213.412.375. This shows that by using the proposed EOQ procedure and considering the expiration date, the company can reduce the Total Inventory Cost by IDR. 95.724.293. Abstrak. PT T merupakan perusahaan di Bandung yang bergerak di bidang makanan. PT T memproduksi roti, kue kering, soes, tart, bolu, dan daging olahan. PT T menjual hasil produksi di toko (strategi MTS) dan menerima pesanan dari konsumen (strategi MTO). PT T memesan bahan baku dalam jumlah yang sama untuk setiap pemesanan. Sedangkan bahan baku yang digunakan oleh PT T adalah bahan baku makanan yang memiliki karakteristik dengan umur simpan tertentu.Berdasarkan permasalahan di PT T, diusulkan prosedur untuk menentukan jumlah bahan baku yang harus disiapkan untuk menekan Total Inventory Cost dengan memperhatikan tanggal kadaluwarsa bahan baku di perusahaan yang menerapkan strategi hybrid. Prosedurnya adalah menentukan Decoupling Point, menghitung forecasting, menyusun Master Production Schedule (MPS), dan menghitung Material Requirement Planning (MRP). , dan Total Inventory Cost pada metode EOQ yang mempertimbangkan kadaluarsa adalah Rp 213.412.375 Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan prosedur EOQ yang diusulkan dan mempertimbangkan tanggal kadaluwarsa, perusahaan dapat menurunkan Total Inventory Cost sebesar Rp. 95.724.293.

Page 5 of 11 | Total Record : 102