cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 106 Documents
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X Ruslan Loilatu; Iswandaru
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.782

Abstract

Abstract. Geotechnical study data collection includes geotechnical mapping, observations of landslide models that can occur, and sampling for testing physical and mechanical properties. The geotechnical study carried out is by analyzing slides on production slopes, the analytical method used in the analysis of landslides on slopes is the kinematic method, analysis with this method uses rock mass parameters, discontinuity planes, and production slope geometry as input. The overall slope stability analysis using the Finite Element Method (FEM) shows the overall slope is in a stable condition seen from the value of the Safety Factor (FK) which is 1.26. For single slope stability analysis, the slope is modeled with three variations of slope and three variations of height to determine the minimum limit of optimal slope geometry. For slopes with optimal conditions compared to the other two variations of angles, namely slopes with a slope of 50° and a maximum height of 10 m with an SRF of > 1.25 which is used as an optimal slope recommendation, the slope with that slope if modeled with several variations in height, namely 5 m has an SRF of 2.02, a height of 10 m has an SRF of 1.48, and a height of 15 m has an SRF of 1.28, which shows the three variations in height using a slope of 50° have an FK value > 1.25, whereas if the height is made to exceed the limit a height of 15 m, the slope has the potential for landslides. Abstrak. Pengumpulan data studi geoteknik meliputi pemetaan geoteknik, pengamatan model longsoran yang dapat terjadi, dan melakukan sampling untuk pengujian sifat fisik dan sifat mekanik. Kajian geoteknik yang dilakukan adalah dengan menganalisis kelongsoran pada lereng produksi, metode analisis yang digunakan dalam analisis longsoran pada lereng adalah metode kinematik, analisis dengan metode ini menggunakan input parameter massa batuan, bidang diskontinuitas, dan geometri lereng produksi. Analisis kestabilan lereng keseluruhan menggunakan Finite Element Method (FEM) menunjukan lereng keseluruhan dalam kondisi stabil dilihat dari nilai Faktor Keamanan (FK) yang didapatkan sebesar 1,26. Untuk analisis kestabilan lereng tunggal lereng dimodelkan dengan tiga variasi kemiringan dan tiga variasi ketinggian untuk mengetahui batas minimum geometri lereng yang optimal. Untuk lereng dengan kondisi yang optimal dibandingkan dua variasi sudut yang lain adalah lereng dengan kemiringan 50° dan tinggi maksimum 10 m dengan SRF sebesar >1,25 yang dijadikan sebagai rekomendasi lereng yang optimal, lereng dengan kemiringan tersebut jika dimodelkan dengan beberapa variasi ketinggian yaitu 5 m memiliki SRF sebesar 2,02 , ketinggian 10 m memiliki SRF 1,48, dan ketinggian 15 m memiliki SRF sebesar 1,28, yang menunjukan ketiga variasi ketinggian dengan menggunakan kemiringan 50° memiliki nilai FK >1,25, sedangkan jika ketinggian dibuat melebihi batas ketinggian 15 m maka lereng berpotensi longsor.
Perancangan Desain Pit Penambangan Batubara untuk Memenuhi Target Produksi pada PT. X Muhammad Fahmi; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.787

Abstract

Abstract. Since 2019 PT. X has set a coal mining production target of the target required by the owner company of 70,000 tons/month and a stripping ratio of 2 BCM/ton. With this production target value, mining planning and phasing must be optimized through coal mining production scheduling. Therefore, it is necessary to make a mining production plan based on the production target value and the predetermined stripping ratio value.This activity is carried out to design the mining design to match the production target and stripping ratio set by the company. So it takes the number of capabilities of the tools used, making equipment that is in accordance with production targets and production factor values, as well as pit design and mining scheduling in accordance with the company's production targets. Data retrieval is carried out in the form of tool and transportation working time, volume of material that can be unloaded and transported so as to produce tool productivity and work efficiency parameters in order to be able to estimate the number of tools used. Based on the calculation of the available loading and unloading tools, the production target can be obtained in April, May and June for overburden ranging from 114,000 BCM, 122,953 BCM and 186,713 BCM. For coal 57,400 tons, 61,500 tons and 92,854 tons. Abstrak. Sejak tahun 2019 PT. X menentukan target produksi penambangan batubara dari target yang dibutuhkan oleh perusahaan owner sebesar 70.000 ton/bulan dan stripping ratio 2 BCM/ton. Dengan nilai target produksi tersebut, maka penentuan perencanaan dan pentahapan penambangan harus dioptimalkan salah satunya melalui penjadwalan produksi penambangan batubara. Oleh sebab itu perlu dibuat perencanaan produksi penambangan batubara berdasarkan nilai target produksi dan nilai stripping ratio yang sudah ditetapkan. Kegiatan ini dilakukan untuk merancang desain penambangan agar sesuai dengan target produksi serta nilai stripping ratio yang sudah ditetapkan perusahaan. Sehingga dibutuhkan pengamatan kemampuan alat yang digunakan, penentuan jumlah peralatan yang sesuai dengan target produksi dan nilai match factor, serta penentuan desain pit dan penjadwalan penambangan yang sesuai dengan target produksi perusahaan. Pengambilan data yang dilakukan berupa waktu kerja alat muat dan angkut, volume material yang dapat di bongkar dan diangkut sehingga menghasilkan produktifitas alat serta parameter penentuan efisiensi kerja agar dapat merencanakan cadangan terkira, jumlah alat yang digunakan. Berdasarkan perhitungan produksi alat muat yang sudah tersedia, maka target produksi yang dapat diperoleh pada bulan April, mei dan Juni untuk overburden berkisar di 114.000 BCM, 122.953 BCM dan 186.713 BCM. Untuk batubara 57.400 ton, 61.500 ton dan 92.854 ton.
Pengujian Akuifer Sumur Produksi untuk Memenuhi Kebutuhan Pabrik Pengolahan Zircon Muhammad Abizard Rizki; Yunus Ashari; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.993

Abstract

Abstract. PT. X is a company engaged in the processing of zircon mining materials. In the processing process, it uses a water supply that only comes from groundwater. Groundwater sources at PT. X come from three drilled wells and each well is tested to determine the characteristics of the aquifer and the optimum discharge value. The research was conducted using the method pumping test, Pumping The test is divided into three stages, namely step drawdown test, constant rate test and recovery test. In the stages, the drawdown test and constant rate test groundwater level reduction value is obtained with a certain discharge, while the recovery test obtains the groundwater level recovery value. The results of the pumping test get the optimum discharge value from each well which is 10.6 lt/s for SB-01, 6.2 lt/s for SB-02, and 10.6 lt/s for SB-03, pumping with the optimum discharge into the safe category based on the regional regulation on groundwater damage criteria, West Java Provincial Regulation Number 1 of 2017 concerning the criteria for groundwater damage. Abstrak. PT. X merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pengolahan bahan tambang zircon. dalam proses pengolahannya menggunakan pasokan air yang hanya berasal dari airtanah. Sumber airtanah di PT. X berasal dari tiga sumur bor dan masing-masing sumur tersebut di uji untuk mengetahui bagaimana karakteristik akuifer dan nilai debit optimum. Penelitian dilakukan dengan metode pumping test, Pumping test terbagi menjadi tiga tahap yaitu step drawdown test, constant rate test dan recovery test. Pada tahapan drawdown test dan constant rate test mendapatkan nilai penurunan muka air tanah dengan debit tertentu, sedangkan recovery test mendapatkan nilai pemulihan muka air tanah. Hasil dari pumping test mendapatkan nilai debit optimum dari masingmasing sumur yaitu sebesar 10,6 lt/det untuk SB-01, 6,2 lt/det untuk SB- 02, dan 10,6 lt/det untuk SB-03, pemompaan dengan debit optimum masuk kedalam kategori aman berdasarkan perda kriteria kerusakan muka airtanah Perda Provinsi Jawa Barat nomor 1 tahun 2017 tentang kriteria kerusakan muka airtanah.
Pemanfaatan Bahan Galian Mineral Kalsit Berdasarkan Karakteristik Sifat Fisik di Cikembar Sukabumi Waode Jelita Ma’ruff Bay; Linda Pulungan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.994

Abstract

Abstract. Calcite mineral is a mineral with a chemical composition of CaCO3 which can be found in a pure state or not. The purpose of this study is to analyze the characteristics of the calcite mineral and recommend its use based on the physical properties of the calcite mineral in the research area, in order to improve the economy of the surrounding area and create employment opportunities. Tests were carried out to determine the characteristics of physical and chemical properties, namely physical properties testing to determine porosity, mass (original, saturated, dependent), weight (original, dry, saturated), apparent specific gravity, true specific gravity, original water content, saturated water content, degree of saturation and void ratio, as well as petrographic thin sections to determine pore type, variety and diagenetic products. Then testing the chemical properties to determine the composition and content of the calcite mineral being tested. In the research area, through testing the physical properties and testing the chemical properties of XRF, it can be seen the characteristics of the mineral calcite which is perfectly crystallized, has orthosparite cement in BGP-1 (10%) and BGP-2 (15%) with poor grain uniformity, fine grained. – medium, the porosity of GMP-01 (3.93%) and GMP-02 (3.25%) and the results of the void ratio of 0.04 cm3 and 0.03 cm3, this value indicates that the rock has a small cavity so that the volume is large. found small. For XRF, it is known that there is 55.84% CaO in the calcite mineral. Abstrak. Mineral kalsit adalah mineral dengan kompisi kimia CaCO3 yang dapat dijumpai dalam keadaan murni ataupun tidak. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis karakteristik mineral kalsit dan merekomendasikan untuk pemanfaatannya berdasarkan sifat fisik mineral kalsit di daerah penelitian, guna meningkatkan perekonomian daerah sekitar serta membuka lapangan kerja. Dilakukan pengujian untuk mengetahui karakteristik sifat fisik dan sifat kimiawi, yaitu pengujian sifat fisik untuk mengetahui porositas, massa (asli, jenuh, tergantung), bobot (asli, kering, jenuh), apparent specific gravity, true specific gravity, kadar air asli, saturated water content, derajat kejenuhan dan void ratio, serta sayatan tipis petrografi untuk mengetahui tipe pori, faries dan produk diagenesa. Kemudian pengujian sifat kimiawi untuk mengetahui komposisi dan kadar pada mineral kalsit yang di uji. Pada daerah penelitian melalui pengujian sifat fisik dan pengujian sifat kimia XRF, maka dapat diketahui karakteristik mineral kalsit yang terkristalisasi sempurna, memiliki semen orthosparit pada BGP-1 (10%) dan BGP- 2 (15%) dengan keseragaman butir yang buruk, berbutir halus – sedang, porositas GMP-01 (3,93%) dan GMP-02 (3,25%) dan hasil void ratio sebesar 0,04 cm3 dan 0,03 cm3, nilai ini menunjukan bahwa batuan tersebut memiliki rongga kecil sehingga volume yang didapatkan kecil. Untuk XRF diketahui terdapat 55,84% CaO dalam mineral kalsit tersebut.
Analisis Hidrologi untuk Mendukung Rencana Penentuan Temporary Sump pada Tambang Emas Vicky Kurnia Nugraha; Noor Fauzi Isniarno
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.995

Abstract

Abstract. Open pit mining is a mining system that is directly related to the outside air so that its activities take place according to weather conditions, one of which is during rainy season conditions, where the availability of water in a mine requires special attention that must be managed properly, if the water handling is not good it can have a negative impact on the condition of the mine. Based on the results of the study obtained, it can be calculated the Gumbel distribution, Mononobe equation, and rational formulas for processing rainfall data to obtain runoff discharge. The runoff discharge that enters the pit for segment 1 is 62,553.03 m³0/day, and for segment two it has a runoff discharge of 27,375.54 m³/day. To drain water outside the pit, two ditches for segment 1 have dimensions of 0 .92 m² and for segment 2 has a ditch dimension of 0.77 m². In handling runoff water outside the mining area, it will be handled using trenches, while in handling water that will enter the mining pit it will be handled by making temporary sumps with a total of two sumps for segment 1 having a volume of 2774.61 m³, and for segment two has a volume of 1308.87 m³. Abstrak. Tambang terbuka merupakan sistem penambangan yang berhubungan langsung dengan udara luar sehingga kegiatanya berlangsung dengan kondisi cuaca, salah satunya ialah pada saat kondisi musim penghujan, dimana keterdapatan air dalam suatu tambang diperlukan suatu perhatian khusus yang harus dikelola dengan tepat, jika penanganan airnya kurang baik maka dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi kondisi tambang tersebut. Berdasarkan hasil kajian yang didapatkan maka dapat dilakukan perhitungan distribusi Gumbel, persamaan Mononobe, dan rumus rasional untuk pepengolahan data curah hujan hingga mendapatkan debit limpasan. Debit air limpasan yang masuk kedalam pit untuk segmen 1 sebesar 62.553,03 m³/hari, dan untuk segmen dua memiliki debit air limpasan sebesar 27.375,54 m³/hari,untuk mengalirkan air diluar pit maka dibutuhkan dua paritan untuk segmen 1 memiliki dimensi sebesa 0,92 m² dan untuk segmen 2 memiliki dimensi paritan 0,77 m². Dalam penanganan air limpasan diluar area penambangangn akan ditangani dengan menggunakan paritan, sedangkan dalam menangani air yang akan masuk pada pit penambangan maka akan ditangani dengan pembuatan temporary sump dengan jumlah dua buah sump untuk segmen 1 memiliki volume sebesar 2774,61 m³, dan untuk segmen dua memiliki volume 1308,87 m³.
Studi Perbaikan Perkerasan Lapis Jalan Tambang dengan Nilai CBR dan DCP Aldicho Alfiandy Suhendik; Revia Oktaviani; Tommy Trides
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.1019

Abstract

Abstract. One of the supporting of a company's production achievement target is to have good mine road access. To be able to hold the load on it like a conveyance it is necessary to calculate the bearing capacity of the soil parameter. Based on the facts of soil inability to produce overburden due to mine access roads experiencing failure. Determination of the design thickness of the structure road layer referred to the California Bearing Ratio (CBR) value and data obtained from Dynamic Cone Penetrometer (DCP). The largest means of transportation used was the Komatsu HD 785 with a load weight of 166,000kg. Based on the DCP test value, the field CBR obtained at the research site ranged from 9.40%- 28.97%.The value of the carrying capacity of the ground was able to support the wheel load of HD 785 with a CBR value of 36%.Retrieved repair the thickness of the pavement above the subgrade suitable for bearing this load was 16inches.The results of the DCP subgrade test with average value of 19.23% and the results obtained for the surface coarse layer using CLY MIX 20% material with a thickness of 9 inch and base coarse layer using CLY MIX 30% material with a thickness of 7 inches. Abstrak. Salah satu pendukung tercapainya target produksi suatu perusahaan dengan memiliki akses jalan tambang yang memiliki kualitas baik. Agar mampu menahan beban diatasnya seperti alat angkut maka diperlukan perhitungan parameter daya dukung tanah. Berdasarkan fakta dilapangan adanya ketidaktercapian terhadap produksi overburden dikarenakan jalan akses tambang mengalami kerusakan. Penentuan rancangan ketebalan struktur lapis jalan mengacu pada nilai California Bearing Ratio (CBR) dan pengambilan data Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Adapun alat angkut terbesar yang digunakan berupa Komatsu HD 785 dengan berat bermuatan 166,000 kg. Berdasarkan nilai uji DCP, CBR lapangan yang diperoleh di pada lokasi penelitian berkisar 9,40% - 28,97%. Adapun nilai daya dukung tanah yang mampu untuk menopang beban roda HD 785 yaitu dengan nilai CBR 36%. Diperoleh perbaikan tebal perkerasan di atas subgrade yang sesuai untuk menahan beban ini adalah setebal 16 inch. Hasil uji DCP subgrade dengan nilai rata rata 19,23 % dan diperoleh hasil untuk lapisan surface coarse menggunakan material CLY MIX 20% dengan tebal 9 inchi dan lapisan base coarse menggunakan material CLY MIX 30% dengan tebal 7 inchi.
Klasifikasi Lokasi Usaha Pertambangan Batubara di Indonesia Berdasarkan Risiko Bencana Alam Adil Sulthoni; Deni Firmansyah
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1139

Abstract

Abstract. Coal MBLAs in Indonesia are spread over various basin locations that have coal seam carrier formations such as the Provinces of Aceh, West Sumatra, Bengkulu, Riau, South Sumatra, Southeast Sulawesi, and provinces that have many coal MBLAs such as the Provinces of South Kalimantan, East Kalimantan, North Kalimantan. and West Kalimantan with a total of 1247 MBLAs for coal in Indonesia. Many coal MBLAs in Indonesia are at risk of experiencing the most common disasters in Indonesia such as earthquakes, floods, tsunamis, volcanic eruptions and landslides because every year in several districts/cities these five disasters always occur. Due to the large number of coal MBLAs that have a natural disaster risk of earthquakes, floods, tsunamis, volcanic eruptions and landslides, a classification of coal MBLAs locations in Indonesia has been compiled based on natural disaster risk with 5 (five) disaster risk classes, namely very low, low, medium, high and very However, there are also MBLAs that are not at risk of experiencing a disaster. By compiling this classification, the average multi-disaster risk classification is obtained, which means that in general coal MBLAs are at risk of experiencing natural disasters with natural disasters being the most at risk, namely flooding, which is 959 MBLAs (76.9%). Abstrak. WIUP batubara di Indonesia tersebar di berbagai lokasi cekungan yang memiliki formasi pembawa lapisan batubara seperti pada Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, dan provinsi yang memiliki banyak WIUP batubara seperti Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat dengan total semua WIUP batubara yang berada di Indonesia yaitu 1247 WIUP. Banyak WIUP batubara di Indonesia yang berisiko mengalami bencana yang paling umum terjadi di Indonesia seperti gempabumi, banjir, tsunami, letusan gunungapi dan tanah longsor karena setiap tahunnya pada beberapa kabupaten/kota selalu terjadi kelima bencana tersebut. Karena banyaknya WIUP batubara yang memiliki risiko bencana alam gempabumi, banjir, tsunami, letusan gunungapi dan tanah longsor, maka disusun klasifikasi lokasi WIUP batubara di Indonesia berdasarkan risiko bencana alam dengan 5 (lima) kelas risiko bencana yaitu sangat rendah, rendah, menengah, tinggi dan sangat tinggi, namun ada pula WIUP yang tidak berisiko untuk mengalami bencana. Dengan penyusunan klasifikasi ini maka didapatkan rata-rata klasifikasi risiko multi bencana menengah yang berarti pada umumnya WIUP batubara berisiko mengalami bencana alam dengan bencana alam yang paling berisiko yaitu banjir yaitu sebanyak 959 WIUP (76,9%).
Estimasi Sumberdaya Bauksit Menggunakan Metode Geostatistik di PT. XYZ Kabupaten Mempawah Faza Nugraha; Yunus Ashari; Wahyu Budhi Khorniawan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1141

Abstract

Abstract. PT. XYZ is a mining company that is currently exploring bauxite ore in Mempawah Regency. Therefore, it is necessary to estimate resources to proceed to the production stage. The purpose of the study was to determine the distribution of grades, resource estimation based on Al2O3 grade classification, estimation of washed and unwashed bauxite resources and to classify bauxite resources based on Kriging Efficiency. This research uses Surpac 6.6.2 software with research methodology in the form of literature study, data collection, database, data validation, statistical analysis, model construction, resource estimation using Ordinary Kriging. At this research location, there are 114 test pit with an area of 15.4 ha with a distance between the test pit 50m and bauxite sampling is carried out at 2m intervals. Based on the direct exploration data of the test pit , the resource was calculated with a limit of 35% Al2O3 and a density of 1.8 ton/m3. From the results of the variogram processing, the distribution of homogeneity of Al2O3 tends to the southeast or towards quadrant IV 327.58o. The total tonnage of unwashed bauxite (UBX) is 487,388 tons and the total tonnage for washed bauxite (WBX) is 239,893 tons. Resources at the research site are classified based on Kriging Efficiency. The slag classification is 422,438 tons, indicated 160,875 tons, and measured 748,688 tons. Abstrak. PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yang sedang melakukan kegiatan eksplorasi bijih bauksit di Kabupaten Mempawah. Maka dari itu perlu dilakukan estimasi sumberdaya untuk melanjutkan ke tahapan produksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebaran kadar, estimasi sumberdaya berdasarkan klasifikasi kadar Al2O3, estimasi sumberdaya bauksit tercuci serta tidak tercuci dan mengklasifikasikan sumberdaya bauksit berdasarkan Kriging Efisiensi. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Surpac 6.6.2 dengan metodologi penelitian berupa studi literatur, pengumpulan data, basis data, validasi data, analisis statistik, konstruksi model, penaksiran sumberdaya menggunakan Ordinary Kriging. Pada lokasi penelitian ini, terdapat 114 titik test pit dengan luasan 15,4 Ha dengan jarak antara titik test pit 50m dan pengambilan contoh bauksit dilakukan dengan interval 2m. Berdasarkan data eksplorasi langsung test pit yang kemudian dilakukan perhitungan sumberdaya dengan batasan kadar 35% Al2O3 dan densitas 1,8 ton/m3. Dari hasil pengolahan variogram, sebaran homogenitas kadar Al2O3 cenderung ke arah tenggara atau ke arah kuadran IV 327,58o. Total tonase unwashed bauxite (UBX) sebesar 487.388 ton dan total tonase washed bauxite (WBX) sebesar 239.893 ton. Sumberdaya pada lokasi penelitian diklasifikasikan berdasarkan Kriging Efisiensi. Klasifikasi teraka sebesar 422.438 ton, tertunjuk 160.875 ton, dan terukur 748.688 ton.
Analisis Lamanya Penimbunan Terhadap Swabakar pada Stockpile Produk Batubara PT. XYZ Dandi Maulana; Solihin
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1191

Abstract

Abstract. PT XYZ is a company engaged in the mining sector with coal mining commodities. In meeting consumer needs, the products sold must be based on an agreement between the company and the consumer. This agreement covers the quality, quantity and selling price. To meet the quality that must be done, it is necessary to control and maintain from the start of the mining process until it is accepted by consumers. Coal that has been mined is generally not directly distributed to consumers, but there are several stages that must be passed. In this stage it is stored in a storage area called a stockpile. One of the things that affect the quality and quantity of coal in stock is the problem of self-burning (spontaneous combustion). Self-burning occurs due to coal that has been stacked for too long so that it is exposed to air. Because basically the longer the coal is exposed to air, the more likely it is that the coal will undergo oxidation, which means the greater the possibility of self-burning. The sampling technique is to make 3 artificial piles, each pile as much as 1 Bucket Wheel Loader and then stockpiled in a clean area and tested. The tests carried out are temperature monitoring and coal quality testing. From the tests carried out, it is proven that the length of stockpiling affects the self-burning and changes in quality. Abstrak. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dengan komoditas yang ditambang nya berupa batubara. Dalam memenuhi kebutuhan konsumen, hasil produk yang di jual harus berdasarkan pada kesepakatan antara perusahaan dan konsumen. Kesepakatan ini meliputi kualitas, kuantitas dan harga jual. Untuk memenuhi kualitas yang telah di sepakati maka perlu adanya pengontrolan dan perawatan dari mulai proses penambangan berlangsung hingga diterima oleh konsumen. Batubara yang telah di tambang umumnya tidak langsung didistribusikan ke pihak konsumen, namun terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui. Dalam tahapan tersebut batubara disimpan di tempat penyimpanan yang disebut dengan stockpile. Salah satu hal yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas batubara pada stockpile yaitu permasalahan swabakar (spontaneous combustion). Swabakar terjadi akibat batubara yang ditumpuk terlalu lama sehingga terekspose dengan udara. Karena pada dasarnya semakin lama batubara terekspos dengan udara, akan semakin besar kemungkinan batubara tersebut mengalami oksidasi yang berarti semakin besar pula kemungkinan terjadinya swabakar. Teknis pengambilan sampel yaitu membuat 3 timbunan buatan, masing-masing timbunan sebanyak 1 Bucket Wheel Loader kemudian di timbun di area yang clean dan dilakukan pengujian. Pengujian yang dilakukan yaitu monitoring temperatur dan pengujian kualitas batubara. Dari pengujian yang dilakukan terbukti bahwa lama penimbunan mempengaruhi swabakar dan perubahan kualitas.
Kajian Geoteknik untuk Penentuan Geometri Lereng Front Penambangan di PT. XYZ Muhammad Ikram; Yuliadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1246

Abstract

Abstract. Geotechnical studies are an important function in overcoming the problem of slope stability which is prone to landslides. In geotechnical analysis, one way to optimize the geometry of the mine slope is to determine the slope-forming parameters including the angle and height of the slope to get the value of the slope safety criteria. In this geotechnical study, the finite element method (FEM) is used to analyze the slope stability of the existing conditions on three slope models based on cross-sectional lines of local topographic maps. From the value of the safety factor obtained from the three models, then an analysis is carried out to determine the single slope and the overall slope which can later be recommended. In addition, to determine the potential for landslides that can occur at the research site, kinematic analysis is used. Slope stability analysis with three models based on cross-sectional lines obtained SRF values A-A' of 1.88, B-B' of 1.68 and for C-C' of 1.86. In making the model for a single slope made with three variations in height which shows the condition of the slope is still stable with the acquisition of SRF values> 1.3. The result of the analysis is a slope with a geometry of 15m high and a slope of 70°, where the overall slope is modeled in tiers with the SRF value obtained is still above 1.3, namely the overall slope height is 75 m with an overall slope of 64.30°. Abstrak. Kajian geoteknik merupakan fungsi penting dalam mengatasi masalah stabilitas lereng yang rentan terjadinya kelongsoran. Dalam analisis geoteknik salah satu cara mengoptimalkan geometri lereng tambang yaitu dengan menentukan parameter pembentuk lereng meliputi sudut serta ketinggian lereng untuk mendapatkan nilai kriteria keamanan lereng. Dalam kajian geoteknik pada penelitian ini menggunakan metode elemen hingga (FEM) untuk menganalisis kestabilan lereng kondisi eksisting pada tiga model lereng berdasarkan garis penampang peta topografi lokal. Dari nilai faktor keamanan yang diperoleh dari tiga model tersebut, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan lereng tunggal dan lereng keseluruhan yang nantinya dapat direkomendasikan. Selain itu, untuk mengetahui potensi longsoran yang dapat terjadi pada lokasi penelitian digunakan analisis kinematik. Analisis kestabilan lereng dengan tiga model berdasarkan garis penampang diperoleh nilai SRF A-A’ sebesar 1,88, B-B’ sebesar 1,68 dan untuk C-C’ sebesar 1,86. Pada pembuatan model untuk lereng tunggal dibuat dengan tiga variasi ketinggian yang menunjukkan kondisi lereng masih stabil dengan perolehan nilai SRF >1,3. Hasil dari analisis adalah lereng dengan geometri tinggi 15m dan kemiringan 70°, dimana lereng keseluruhan dimodelkan berjenjang dengan nilai SRF yang diperoleh masih diatas 1,3 yaitu pada ketinggian lereng keseluruhan 75 m dengan kemiringan keseluruhan yaitu 64,30°.

Page 6 of 11 | Total Record : 106