cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 106 Documents
Karakterisasi Batubara untuk Underground Coal Gasification di Daerah Sekayu Musi Banyuasin Eri Ilham Akbar; Dono Guntoro; Raden Maria Ulfa
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1315

Abstract

Abstract. In determining the coal for UCG, several identifications are needed, including characterizing the coal, knowing the condition of the flanking rocks, and adjusting the parameters for the UCG itself. The research methodology carried out in this study started with a literature study in the form of secondary data such as regional geological maps, regional stratigraphy, previous investigations from the research area, and data on coal resources of the South Sumatra Basin in 2021. Then secondary data collection included lithology data, collar data, and data quality. The secondary data is then processed to produce coal chemical characteristics, log profiles, maps of the distribution of drill points and cross-section lines, and 3D stratigraphic models. Then the results of the data processing are adjusted to the UCG parameters. If these UCG parameters are met, the characteristics of the coal for UCG utilization are obtained. Based on the results of research that has been carried out the characteristics of the coal in the study area have a lignite rating with calorific values ranging from 4,197.80 – 4,949.00 kcal/kg (adb), water content 10.23 – 17.68% (adb), ash content 4, 23 – 16.25% (adb), volatile matter content 41.18 – 43.69% (adb), total sulfur 0.25 – 0.37% (adb), coal seam thickness 1.45 – 19.28 meters , with a layer depth of 3.43 – 98.00 meters. So that there is no coal seam in this study that can be developed for UCG because there is one parameter that is not achieved.Keywords: Coal, Underground Coal Gasification, UCG Parameters. Abstrak. Dalam penentuan batubara untuk UCG diperlukan beberapa identifikasi antara lain mengkarakterisasikan batubara, mengetahui kondisi batuan pengapit, dan menyesuaikan dengan parameter untuk UCG itu sendiri. Metodologi penelitian yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari studi literatur berupa data sekunder seperti peta geologi regional, stratigrafi regional, penyelidikan terdahulu dari daerah penelitian, dan data sumberdaya batubara cekungan Sumatera Selatan tahun 2021. Kemudian pengumpulan data sekunder meliputi data litologi, data collar, dan data quality. Data sekunder tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan karakteristik kimia batubara, log profile, peta sebaran titik bor dan garis penampang, dan model stratigrafi 3D. Kemudian hasil pengolahan data tersebut disesuaikan dengan parameter UCG. Apabila parameter UCG ini terpenuhi maka didapatkan karakteristik batubara untuk pemanfaatan UCG ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan karakteristik batubara daerah penelitian memiliki peringkat lignit dengan nilai kalori berkisar antara 4.197,80 – 4.949,00 kkal/kg (adb), kandungan air 10,23 – 17,68 % (adb), kandungan abu 4,23 – 16,25 % (adb), kandungan zat terbang 41,18 – 43,69 % (adb), total sulfur 0,25 – 0,37 % (adb), tebal lapisan batubara 1,45 – 19,28 meter, dengan kedalaman lapisan kedalaman 3,43 – 98,00 meter. Sehingga lapisan batubara pada penelitian ini tidak ada yang dapat dikembangkan untuk UCG karena terdapat salah satu parameter yang tidak tercapai.
Analisis Pengaruh Getaran Peledakan Terhadap Kestabilan Lereng pada PT. XYZ Blok Paniisan Desy Mahda; Yuliadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1317

Abstract

Abstract. Blasting is a process of reducing the rock fraction, but it also produces energy that is less beneficial for the surrounding environment. One of the less favorable energies is ground vibration. Soil vibration will affect slope stability. Therefore, this study was conducted to determine the effect of soil vibration on slope stability by knowing the level of safety on the slope. Analysis method trendline. The slope area analyzed was made into 6 slope geometry models with 2 different models including without taking into account blasting vibrations and modeling with blasting vibrations into account. The measurement of the blasting vibration level was carried out at 12 points. In addition to getting the value of the resistance of rock types in the research area using the shlumberger and getting the general direction of the weak plane to determine the safety factor of the slope. The results of slope stability analysis with slope geometry in 6 models that do not take into account blasting vibrations with the highest safety factor value of 9.881 and the lowest 5.029 and those that take into account blasting vibrations with the highest safety factor value 9.377 and the lowest 4.641 indicate safe conditions with a factor value safety above 1.25 in accordance with KEPMEN 1827K/MEM/30/2018, so there is no safety factor that can be recommended in this study. Abstrak. Kegiatan peledakan merupakan proses mengecilkan fraksi batuan, tetapi juga menghasilkan energi yang kurang menguntungkan bagi lingkungan sekitar. Salah satu energi yang kurang menguntungkan adalah getaran tanah. Getaran tanah akan mempengaruhi kestabilan lereng. Oleh karena itu adanya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh getaran tanah terhadap kestabilan lereng dengan mengetahui tingkat keamanan pada lereng tersebut. Kajian analisis pada penilitian ini menggunakan metode analisis trendline. Pada daerah lereng yang dianalisis dibuat menjadi 6 pemodelan geometri lereng dengan 2 pemodelan yang berbeda meliputi tanpa memperhitungkan getaran peledakan dan pemodelan dengan memperhitungkan getaran peledakan. Pengukuran tingkat getaran peledakan dilakukan sebanyak 12 titik. Selain itu mendapatkan nilai tahanan jenis batuan yang ada pada daerah penelitian dengan menggunakan metode shlumberger dan mendapatkan arah umum bidang lemah untuk mengetahui faktor keamanan dari lereng tersebut. Hasil analisis kestabilan lereng dengan geometri lereng pada 6 pemodelan yang tidak memperhitungkan getaran peledakan dengan nilai faktor keamanan paling tinggi yaitu 9,881 dan yang paling rendah 5,029 dan yang memperhitungkan getaran peledakan dengan nilai faktor keamanan paling tinggi 9,377 dan paling rendah 4,641 menunjukkan kondisi aman dengan nilai faktor keamanan diatas 1,25 sesuai dengan KEPMEN 1827K/MEM/30/2018, sehingga tidak adanya faktor keamanan yang dapat direkomendasikan pada penelitian ini.
Analisis Hubungan Kerapatan Kekar dengan Tingkat Getaran Tanah Hasil Peledakan Muhammad Sundayana; Yuliadi; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1411

Abstract

Abstract. With the characteristics of hard rock, demolition method by blasting will be the most effective way to do it. If the vibration exceeds the specified threshold, it can cause damage to the infrastructure in the area around the blasting, given the location of the blasting is close to residential areas. This shows the importance of monitoring the ground vibrations resulting from blasting activities so that they remain safe and do not damage the environment. The primary data taken for the research were the observation distance to the detonation point, the explosive charge, the number of blast holes, the level of blasting vibrations, identification of joint structures using the scanline method. Parameters that affect the level of ground vibration resulting from blasting can be known by linear regression analysis and power regression. Calculating predicted ground vibrations using the Langefors & Kielstorm equation, calculating the estimated maximum explosive charge using the USBM equation, and for the relationship between joint density and ground vibration level using the joint frequency and PVS relationships. The resulting predictive data shows that the PVS model resulting from the power regression prediction has a value that is very close to the actual PVS value with 94% confidence. For recommendations for the maximum explosive charge that can still be used at a distance of 250m is 47.47 kg. From the analysis of the relationship between vibration and joint density on the slopes, the relationship level is very strong. Abstrak. Dengan karakteristik batuan yang keras, metode pembongkaran dengan peledakan akan menjadi yang paling efektif untuk dilakukan. Apabila getaran melampaui ambang batas yang ditentukan, maka dapat mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur yang berada di daerah sekitar peledakan, mengingat lokasi peledakan yang dekat dengan pemukiman warga. Hal tersebut menunjukan pentingnya suatu pengawasan terhadap getaran tanah dari hasil kegiatan peledakan yang dilakukan agar tetap aman dan tidak merusak lingkungan. Data primer yang diambil untuk penelitian yaitu jarak pengamatan ke titik peledakan, muatan bahan peledak, jumlah lubang ledak, tingkat getaran peledakan, identifikasi struktur kekar menggunakan metode scanline. Parameter yang berpengaruh terhadap tingkat getaran tanah hasil peledakan dapat diketahui dengan analisis regresi linier dan regresi power. Menghitung prediksi getaran tanah menggunakan persamaan Langefors & Kielstorm, menghitung estimasi muatan bahan peledak maksimum menggunakan persamaan USBM, dan untuk hubungan kerapatan kekar dengan tingkat getaran tanah menggunakan hubungan frekuensi kekar dan PVS. Data prediksi yang dihasilkan didapatkan bahwa model PVS hasil prediksi regresi power memiliki nilai yang sangat mendekati dengan nilai PVS aktual dengan keyakinan 94%. Untuk rekomendasi muatan bahan peledak maksimum yang masih dapat digunakan dengan jarak 250m adalah sebesar 47,47 kg. Dari analisis hubungan getaran dengan kerapatan kekar pada lereng mempunyai tingkat hubungan yang sangat kuat.
Evaluasi Produksi Crushing Plant Batu Andesit di PT. XYZ Pamoyanan Purwakarta Riyan Reyhand Dynand; Linda Pulungan; Rully Nurhasan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1412

Abstract

Abstract. Analysis of the performance of PT. XYZ's crushing plant on tool productivity based on parameters obtained in the field aims to find out how the tool works against the targets set by the company for later improvements so that the targets set by the company can be achieved. Several problems that occur in the crushing plant during the production process have a direct impact on the productivity of the crushing plant, a very fatal production impact is the production target that is not achieved where the current crushing plant production is 1,576.84 tons/day while the target set by the company is 1,650 tons/day. In the primary crushing stage, the results obtained are MA = 82.10%, PA = 83.72%, UA = 89.17%, EU = 74.65% and PRI = 88%. In the secondary crushing stage, MA = 86.05%, PA = 87.44%, UA = 88.56%, EU = 77.44% and PRI = 87%. Furthermore, in the secondary crushing stage 2, the results obtained are MA = 84.06%, PA = 85.58%, UA = 88.86%, EU = 76.05% and PRI = 73%. Correlation of data was performed using Simple Linear Regression and Mann-Whitney, the parameter used was the inhibition time with production. This correlation variable aims to see if the data is normally distributed or not and also to see the relationship between the constraints of time and production. Abstrak. Analisis kinerja crushing plant PT. XYZ terhadap produktivitas alat berdasarkan parameter-parameter yang didapat di lapangan bertujuan untuk mengetahui pencapaian kinerja alat terhadap target yang ditentukan oleh perusahaan untuk nantinya akan dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga target yang ditetapkan oleh perusahaan bisa tercapai. Beberapa masalah yang terjadi di crushing plant saat proses produksi berlangsung berdampak langsung terhadap produktivitas crushing plant tersebut, dampak yang sangat fatal adalah target produksi yang tidak tercapai dimana produksi crushing plant saat ini sebesar 1.576,84 ton/hari sedangkan target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan adalah 1.650 ton/hari. Pada tahap primary crushing diperoleh hasil MA = 82,10%, PA = 83,72%, UA = 89,17%, EU = 74,65% dan PRI = 88%. Pada tahap secondary crushing dihasilkan MA = 86,05%, PA = 87,44%, UA= 88,56%, EU = 77,44% dan PRI = 87%. Selanjutnya pada tahap secondary crushing 2 diperoleh hasil MA = 84,06%, PA = 85,58%, UA = 88,86%, EU = 76,05% dan PRI = 73%. Dilakukan korelasi data menggunakan Regresi Linier Sederhana dan Mann-Whitney, parameter yang digunakan adalah waktu hambatan dengan produksi. Korelasi variabel ini bertujuan untuk melihat data tersebut berdistribusi normal atau tidak dan juga untuk melihat hubungan dari waktu hambatan dengan produksi.
Kajian Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Alat Angkut pada Penambangan Andesit Vidy Bayu Laksana; Iswandaru
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1421

Abstract

Abstract. The excavation, loading and transportation activities are one of the activities that consume the largest mining operational costs. At least, the operational costs that must be spent only for fuel can reach ± 40% of the total expenditure of all operational costs. Based on this, direct observations were made and carried out data collection such as road geometry, fuel consumption, CycleTime, Fill Factor, Swell Factor, and others. Furthermore, simulations were also carried out using the help of Talpac software in order to get the recommended speed values for each segment and cycle time. Based on observations, the actual average production in front A is 93.52 tons/hour with an average fuel consumption of 4.31 liters/hour. The actual average production gain in Front A is 103.92 tons/hour with an average fuel consumption of 4.15 liters/hour for transportation equipment. The actual value of the fuel ratio on front A for excavators is 0.80 liters/BCM and for dump trucks is 0.11 liters/BCM. The actual value of the fuel ratio on front B for excavators is 0.67 liters/BCM and for dump trucks is 0.10 liters/BCM. The actual value of Fuel Cost on Front A for excavator is Rp. 91,072,500,- and for dumptruck is Rp. 15,427,500. The actual value of Fuel Cost on Front B for excavator is Rp. 90,192,500,- and for dumptruck is Rp. 15,592,500. Abstrak. Kegiatan penggalian, pemuatan dan pengangkutan ini menjadi salah satu kegiatan yang menghabiskan biaya operasional penambangan paling besar. Setidaknya, biaya operasional yang harus dikeluarkan hanya untuk bahan bakar bisa mencapai ± 40% dari total pengeluaran seluruh biaya operasional. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan observasi langsung dan melakukan pengambilan data seperti geometri jalan, konsumsi bahan bakar, CycleTime, Fill Factor, Swell Factor, dan lain-lain. Selanjutnya juga dilakukan simulasi menggunakan bantuan software Talpac agar mendapat nilai rekomendasi kecepatan setiap segmen dan cycle time. Berdasarkan hasil pengamatan, rata-rata produksi di front A aktual adalah 93,52 ton/jam dengan rata-rata konsumsi bahan bakar alat angkut sebesar 4,31 liter/jam. Besar perolehan rata-rata produksi di Front A aktual adalah 103,92 ton/jam dengan rata-rata konsumsi bahan bakar alat angkut sebesar 4,15 liter/jam. Nilai fuel ratio secara aktual pada front A untuk excavator adalah sebesar 0,80 liter/BCM dan untuk dumptruck adalah sebesar 0,11 liter/BCM. Nilai fuel ratio secara aktual pada front B untuk excavator adalah sebesar 0,67 liter/BCM dan untuk dumptruck adalah sebesar 0,10 liter/BCM. Nilai Fuel Cost secara aktual pada Front A untuk excavator adalah sebesar Rp91.072.500,- dan untuk dumptruck adalah sebesar Rp15.427.500,-. Nilai Fuel Cost secara aktual pada Front B untuk excavator adalah sebesar Rp90.192.500,- dan untuk dumptruck adalah sebesar Rp15.592.500,-.
Analisis Pengaruh Number of Cycles Terhadap Pengujian Durabilitas Batulanau di Sidomulyo Samarinda Eva Indriani Sanggalangi; Shalaho Dina Devy; Windhu Nugroho
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1618

Abstract

Abstract. Durability is defined as a measure of the rock's resistance to weathering and disintegration, when the rock undergoes weathering in a short period of time. This time the slake durability test was carried out with the testing standard of SNI 3406 Year 2011. This test used siltstone in the Balang Island Formation, Samarinda area. The particle size of the silt is midway between that of clay and fine sand. From the results of testing 8 samples of siltstone with 10 cycles that have been carried out, it can be seen that the siltstone in the Balang Island Formation tends to be stronger and the durability index value decreases relatively small from one cycle to the next. The value of Slake durability index (Id2) from each sample sequentially, namely 91.3%, 96.4%, 95.3%, 93.7%, 93.7%, 95.4%. 97.2%, 96.7%. The durability index test obtained an average durability index value (Id2) of 95%, where the value of siltstone at the research site is included in the very high classification. Abstrak. Ketahanan (durability) didefinisikan sebagai ukuran resistensi batuan terhadap pelapukan dan disintegrasi, ketika batuan mengalami proses pelapukan dalam jangka waktu yang singkat. Pengujian slake durability kali ini dilakukan dengan standar pengujian SNI 3406 Tahun 2011. Pengujian ini menggunakan batulanau pada Formasi Pulau Balang daerah Samarinda. Ukuran partikel lanau berada di tengah-tengah antara lempung dan pasir halus. Dari hasil pengujian 8 sampel Batulanau dengan siklus sebanyak 10 kali yang telah dilakukan terlihat bahwa Batulanau pada Formasi Pulau Balang cenderung lebih kuat dan nilai indeks durability mengalami penurunan yang relatif kecil dari siklus satu ke siklus berikutnya. Nilai Slake durability index (Id2) dari masing-masing sampel secara berurutan, yaitu 91.3%, 96.4%, 95.3%, 93.7%, 93.7%, 95.4%. 97.2%, 96.7%. Pengujian durability index tersebut diperoleh rata-rata nilai indeks durability (Id2) sebesar 95% , dimana dengan nilai tersebut batulanau pada lokasi penelitian termasuk dalam klasifikasi sangat tinggi.
Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Probabilistik Simulasi Monte Carlo pada Disposal PT. XYZ Irvan Erika Pangestu; Revia Oktaviani; Lucia Litha Respati
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2212

Abstract

Abstract. PT. XYZ is a company engaged in coal mining where there is a disposal which will be subject to a geotechnical review to analyze the stability of the slopes at the disposal. This study aims to determine the factor of safety and probability of sliding. The method used to determine slope stability is the Bishop Simplified and Morgenstern-Price boundary equilibrium method with the Monte-Carlo simulation approach to slack probability under static and dynamic conditions. From the results of the research that has been done, it shows that of the 4 sections analyzed, it turns out that there are 3 sections that are not safe, namely sections A-A', B-B', and D-D' with dynamic conditions using the Bishop Simplified method, successive FK values are obtained. -1,091 respectively; 0.902; 0.976. Meanwhile, the Morgenstern-Price method was 1.056; 0.91; 0.968. From these results it is necessary to redesign by changing the geometry of the slopes in order to obtain slopes with safe conditions. Based on the simulation results of the slope geometry redesign, it is recommended that a safe slope should be a single bench height of 5 meters, with the optimization that has been carried out, the recommended slope geometry. With this recommendation, static FK values were > 1.3, dynamic FK > 1.05 and PK <10% in accordance with KEPMEN ESDM 1827 K/30/MEM/2018. Abstrak. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam penambangan batubara yang mana terdapat disposal yang akan dilakukan kajian ulang geoteknik untuk menganalisis kestabilan lereng pada disposal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran, serta memberikan rekomendasi geometri lereng pada lereng yang tidak stabil agar mencapai kondisi yang aman. Metode yang digunakan dalam menentukan kestabilan lereng adalah metode kesetimbangan batas Bishop Simplified dan Morgenstern-Price dengan pendekatan probabilitas kelongosran simulasi Monte-Carlo pada kondisi statis dan dinamis. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa dari 4 section yang dianalisis ternyata terdapat 3 section yang tidak aman, yaitu pada section AA’, B-B’, dan D-D’ dengan kondisi dinamis dengan metode Bishop Simplified didapatkan nilai FK berturut-turut 1,091; 0,902; 0,976. Sedangkan pada metode Morgenstern-Price beruturut-turut sebesar 1,056; 0,91; 0,968. Dari hasil tersebut perlu dilakukan desain ulang dengan mengubah geometri lereng agar mendapatkan lereng dengan kondisi aman. Berdasarkan hasil simulasi redesain geometri lereng, didapatkan rekomendasi lereng yang aman sebaiknya tinggi bench tunggal dengan tinggi 5 meter, dengan optimalisasi yang telah dilakukan, maka geometri lereng rekomendasi. Dengan rekomendasi tersebut didapatkan nilai FK statis >1,3, FK dinamis >1,05 dan PK <10% sesuai dengan KEPMEN ESDM 1827 K/30/MEM/2018.
XYZ sebagai Bahan Pengganti Teknik Aerasi pada Pengolahan Air Asam Tambang Wahyu Agus Setiawan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2222

Abstract

Abstract. Acid mine drainage (AMD) was an environmental issue that must be managed properly. Treating of AMD with the active method was carried out by adding alkaline materials. The treating stages begin with aeration, neutralization, sedimentation, and filtration. This activity aims to determine the effectiveness of XYZ material in reducing ferrous levels in AMD. Experiments were carried out on AMD samples with a pH of 2.50, a total Fe content of 250 mg/L, Fe 2+ 0.65 mg/L, Mn 10 mg/L, and TSS 25.0 mg/L. The test results showed that the addition of 1.3 g XYZ material increased the pH to 6.87, the total Fe content to 0.84 mg/L, Fe2+ to 0.09, and Mn to 2.98 mg/L. While the TSS content decreased from 25.0 mg/L to 17.0 mg/L. The percentage of Fe2+ removal reached 86.2%. This value was higher compared to other aeration methods. It was proven that the XYZ material was more effective because the aeration technique was no longer needed in AMD processing. This was the novelty of the research carried out. Abstrak. Air Asam Tambang (AAT) merupakan salah satu isu lingkungan yang harus dikelola dengan baik. Pengolahan AAT dengan metode aktif dilakukan dengan menambahkan bahan alkali. Tahapan pengolahannya dimulai dengan aerasi, netralisasi, sedimentasi, dan filtrasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bahan XYZ dalam mengurangi kadar fero dalam AAT. Ujicoba telah dilakukan terhadap percontoh AAT dengan pH 2,50, kadar Fe total 250 mg/L, Fe 2+ 0,65 mg/L, Mn 10 mg/L, dan TSS 25,0 mg/L. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa dengan penambahan 1,3 g bahan XYZ dapat menaikkan pH menjadi 6,87, kadar Fe total menjadi 0,84 mg/L, Fe2+ menjadi 0,09, dan Mn menjadi 2,98 mg/L. sementara kandungan TSS berkurang dari 25,0 mg/L menjadi 17,0 mg/L. Prosentase removal Fe2+ mencapai 86,2%. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan metode aerasi lainnya. Terbukti bahwa bahan XYZ lebih efektif karena teknik aerasi tidak diperlukan lagi dalam pengolahan AAT. Hal ini merupakan kebaruan dari kegiatan yang dilakukan.
Kajian Pengaruh Kedalaman Kolom Stemming Terhadap Digging Time pada Pembongkaran Overburden Dewi Tri Wulandari; M. Fernanda; Marlina K.
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2509

Abstract

Abstract. In general, mining activities consist of the processes of excavation, digging, loading, and transportation. PT.PPA is a coal mining company that implements blasting activities in the overburden excavation. In blasting activities, there are several factors to consider such as drilling operations, blasting geometry, fragmentation of the blasted materials, and cycle time. The focus of this research is primarily on the blasting geometry, specifically stemming. The stemming material used consists of cutting drills with a stemming depth of 3 meters and 4 meters. The analysis of blasting fragmentation was conducted using Split Desktop 4.0.0 software. By utilizing Split Desktop 4.0.0 software, the fragmentation sizes were obtained for a stemming depth of 3 meters, measuring 38.10 cm with a digging time of 11.739 seconds, and for a stemming depth of 4 meters, measuring 63.50 cm with a digging time of 12.204 seconds. The digging time falls within the company's standard range of 9-13 seconds. Abstrak. Secara umum kegiatan penambangan terdiri dari proses pembongkaran, penggalian, pemuatan hingga proses pengangkutan. PT.PPA merupakan perusahaan pertambangan batubara yang menerapkan aktivitas peledakan (blasting) dalam pembongkaran overburden. Dalam aktivitas peledakan terdapat hal-hal yang harus diperhatikan seperti kegiatan pemboran, geometri peledakan fragmentasi hasil peledakan dan cycle time. Pada umumnya geometri peledakan yang difokuskan pada penelitian ini adalah stemming. Material stemming yang digunakan adalah cutting bor dengan kedalaman stemming 3 meter dan 4 meter. Analisis fragmentasi peledakan dilakukan dengan menggunakan software split dekstop 4.0.0. dengan menggunakan software split dekstop 4.0.0 maka didapat hasil ukuran fragmentasi untuk kedalaman stemming 3 meter sebesar 38,10 cm dengan digging time 11,739 detik dan untuk kedalaman stemming 4 meter sebesar 63,50 cm dengan digging time 12,204 detik. Untuk digging time masuk kedalam standar yang diterapkan oleh perusahaan yaitu 9-13 detik.
Penentuan Jenis Longsoran berdasarkan Arah Struktur di Kuari A Desa Palimanan Cirebon Haikal Fatwa Nugraha; Yuliadi; Iswandaru
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2774

Abstract

Abstract. To support mining activities, geotechnical studies are essential. Mining geotechnics involves technical management covering investigations, sample testing, geotechnical data management, and the implementation of recommendations for mine opening geometry and dimensions, as well as monitoring mine opening stability (Ministerial Decree ESDM No. 1827 K/30/MEM, 2018). One factor influencing slope stability is the presence of weak planes. In slope assessment, kinematic analysis is a crucial method, focusing on understanding the stability based on the type of material movement without analyzing the forces causing the slope material to move (Gurocak et al., 2008). The research aims to determine the general direction of structures and potential landslide types in the study area. Field mapping revealed the general structure directions: for scanline 1, it is N305°E/69° and N208°E/61°, scanline 2 is N5°E/74°, and scanline 3 is N334°E/62° and N264°E/77°. The potential landslides were identified using stereographic projection: scanline 1 exhibited a slide-type landslide with an N340°E direction, scanline 2 did not meet landslide criteria due to perpendicular slope and dominant structure directions, and scanline 3 showed a slide-type landslide with an N58°E direction. Abstrak. Untuk mendukung kegiatan pertambangan, kajian geoteknik menjadi sangat penting. Geoteknik pertambangan melibatkan manajemen teknis yang mencakup penyelidikan, pengujian sampel, pengelolaan data geoteknik, dan implementasi rekomendasi geometri dan dimensi bukaan tambang, serta pemantauan stabilitas bukaan tambang [1], [2]. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas lereng adalah adanya bidang lemah. Dalam penilaian lereng, analisis kinematika menjadi metode penting, dengan fokus memahami stabilitas berdasarkan jenis pergerakan material lereng tanpa menganalisis gaya yang menyebabkan pergerakan material lereng tersebut (Gurocak dkk., 2008). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan arah umum struktur dan jenis potensi longsoran yang mungkin terjadi di daerah penelitian. Pemetaan lapangan mengungkapkan arah umum struktur, yaitu untuk scanline 1, N305°E/69° dan N208°E/61°, scanline 2 N5°E/74°, dan scanline 3 N334°E/62° dan N264°E/77°. Potensi longsoran diidentifikasi menggunakan proyeksi stereografis: scanline 1 menunjukkan jenis longsoran baji dengan arah N340°E, scanline 2 tidak memenuhi kriteria longsoran karena lereng dan arah struktur dominan yang saling tegak lurus, dan scanline 3 menunjukkan jenis longsoran baji dengan arah N58°E.

Page 7 of 11 | Total Record : 106