cover
Contact Name
Siti Zuraida Muhsinin
Contact Email
zuraidamuhsinin@gmail.com
Phone
+6281904157261
Journal Mail Official
zuraidamuhsinin@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Univeristas Nahdlatul Wathan Jl. Merdeka Raya – Karang Pule - Mataram Tlpn. (0370) 6161208, Fax. (0370) 6161246
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
ISSN : 24425087     EISSN : 27768449     DOI : https://doi.org/10.51673/jikf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) dengan e ISSN : 2776-8449, p ISSN : 2442-5087 adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jurnal ini adalah Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk Ilmu Kesehatan dan Farmasi. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) menerima artikel dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan diterbitkan 2 kali setahun : Maret dan September.
Articles 191 Documents
Studi Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual di SMA Islam Al-Ikhwan Sesait Kayangan Kabupaten Lombok Utara Erniawati Pujiningsih; Diny Kusumawardani
JIKF Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.773 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i1.732

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah salah satu infeksi saluran repoduksi (ISR) yang ditularkan melalu hubungan kelamin. Infeksi saluran repoduksi merupakan infeksi yang disebabkan oleh masuk dan berkembangbiaknya kuman penyebab infeksi kedalam saluran repoduksi. Kuman penyebab infeksi tersebut dapat berupa jamur, virus, dan parasit. Salah satu penyakit menular seksual yaitu Human immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immune Deficiency (AIDS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular di SMA Islam Al-Ikhwan Sesait Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif. Dimana di dapatkan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 responden yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat menunjukan bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang Penyakit Menular Seksual di SMA Islam Al-Ikhwan Sesait didominasi oleh responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 24 responden (63,1%), yang memiliki tingkat pengetahuan Cukup sebanyak 12 responden (27,4%), sedangkan yang paling rendah yaitu tingkat pengetahuan baik sebanyak 4 responden (10,5%).
Faktor Penyebab Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Terara Bq. Safinatunnaja; Sriama Muliani
JIKF Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.545 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i1.782

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi di dunia, World health Organisation (WHO) memfokuskan untuk menurunkan angka kejadian stunting. Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik juga berdampak pada perkembangan otak dan kemampuan untuk belajar dan meraih sukses dimasa depan. Stunting juga mengakibatkan meningkatnya angka kesakitan pada anak. Mengendalikan faktor penyebab stunting dapat menurunkan atau bahkan meniadakan angka kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor penyebab stunting pada anak usia 6-23 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 78 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Waktu pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret-April 2018. Hasil penelitian ini adalah faktor ibu yaitu pendidikan ibu tinggi (59%), ibu yang tidak bekerja (66%), umur pertama kali melahirkan diatas 20 tahun (76%). Faktor bayi yaitu jenis kelamin laki-laki (54%), usia balita 12-23 bulan (61%), BBL normal (93%), Panjang badan normal (68%). Ibu melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) (63%), ASI Eksklusif (55%), MPASI diatas 6 bulan (55%), Pemberian makan bayi dan anak kurang baik (45%). Faktor penyebab stunting disebabkan oleh informasi yang kurang ibu dapatkan sehingga terjadi kesalahan dalam pemberian makan pada bayi sehingga berdampak pada pertumbuhannya. Saran untuk puskesmas mengadakan penyuluhan tentang pemberian makanan tambahan yang baik dari segi waktu pemberian maupun pengolahan.
Analisis Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Terhadap Status Gizi Bayi Usia 12-24 Bulan di Desa Guntur Macan Puskesmas Gunungsari Tahun 2021 Shohipatul Mawaddah; Pramita Putri Utami; Nursabah Khaerani
JIKF Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.205 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i1.783

Abstract

Angka kejadian status gizi kurang sering terjadi pada usia 12-24 bulan, karena pada priode ini merupakan periode penyapihan. Anak yang disapih mengalami masa transisi pada pola makannya. Keadaan ini mengakibatkan asupan makanan berkurang. Masa ini disebut masa transisi tahun kedua. Riskesdas 2018 melaporkan prevalensi status gizi di Indonesia berdasarkan pengukuran berat badan terhadap usia (BB/U) sebesar 17,7% dengan presentase kategori gizi kurang (underweight) sebesar 13,0% dan kategori gizi buruk sebesar 3,9%. Hal ini masih menjadi perhatian mengingat dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 ditargetkan angka gizi kurang bisa mencapai 7%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pola pemberian MP-ASI terhadap status gizi pada bayi usia 12-24 bulan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 30 sampel dari 50 populasi yang terpilih secara purposive sampling. Prosedur analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Chi square dengan nilai signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden memberikan MP-ASI sesuai dengan standar yaitu sebanyak 66,7% dengan sebagian besar memiliki bayi dengan status gizi baik yaitu 90% dan terdapat 33,3% responden yang memberikan MP-ASI tidak sesuai dengan standar memiliki bayi dengan status gizi kurang sebanyak 50% dan 10% bayi dengan status gizi lebih. Hasil uji statistik Chi square menunjukkan nilai p value = 0,01 < α =0,05 yang artinya bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi pada usia 12-24 bulan. Dari hasil penelitian diharapkan adanya informasi atau sosialisasi yang lebih mendetail terkait bagaimana pola pemberian MP-ASI yang sesuai standar menurut WHO khususnya pada ibu atau pengasuh yang memiliki bayi dan anak balita.
Analisis Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Pre Dan Post SC (Sectio Caesareann) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram Nur Radiah; Siti Hidayati Mukhlis; Kismawati Mulyaningsih
JIKF Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.985 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i1.784

Abstract

Penggunaan antibiotika dianjurkan pada persalinan Section Caesarea baik untuk Pre dan Post Sectio untuk mengurangi kejadian infeksi yang disebabkan oleh mikoorganisme pada saat operasi. Antibiotika merupakan senyawa kimia khas yang dihasilkan mikroorganisme hidup, sering digunakan dalam persalinan bedah caesar yaitu ampicillin, gentamisin dan metronidazole (WHO, 2013). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotika pada pasien Pre dan Post Section Caesarea di RSUD Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dari penelitian ini adalah data Rekam Medik pasien yaitu sebanyak 108 Rekam medik. Hasil penelitian penggunaan antibiotika pada pasien Section Caesarea di RSUD Kota Mataram, menunjukkan bahwa antibiotika pre operasi yang digunakan adalah Cefoperazone 2 gram yang diberikan secara Intravena setiap 24 jam sekali selama 1 hari sebanyak 108 pasien (100%). Sedangkan antibiotika post Section Caesarea yang paling banyak digunakan adalah Cefadroxil 500 mg yang diberikan secara oral setiap 12 jam sekali selama 6 hari sebanyak 108 pasien (100%).
Analisis Status Gizi Kurang Dan Buruk Pada Pemeberian Makanan Tambahan Sebelum Waktunya Sriama Muliani; Bq. Safinatunnaja; Noni Lilis Mardianti
JIKF Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.408 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i1.786

Abstract

Status gizi seseorang sangat ditentukan sejak dari dalam kandungan dan selama menyusui. Asupan nutrisi yang baik sejak dalam kandungan merupakan salah satu factor yang dapat mempengaruhi status gizi anak pada usia balita. Pemberian makanan tambahan sebelum waktunya dapat mempengaruhi kondisi kesehatan pencernaan, status gizi dan bahkan dapat mengabatkan kematian. Riskesdas 2018 menunjukkan status gizi pada balita mengalami peningkatan. Proporsi staus gizi kurang dan status gizi buruk menurun dari 19,6% menjadi 17,7%. Puskesmas karang pule memiliki cakupan ASI Eksklusif yang cukup rendah pada tahun 2015 yaitu 46,89%. Tujuan penelitian untuk menganalisis Status gizi kurang pada pemberian makanan sebelum waktunya. Penelitian ini merupakan penelitian kuntitatif dengan rancangan Observasional analitik dan pendekatan case control.Penelitian dilakukan 5 April sampai dengan 28 Agustus 2019 Populasi penelitian berjumlah 139. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 116 sampel dengan tehnik sampel purposive sampling. Analisa data menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan Klasifikasi status gizi balita sebagai berikut: Z score< -3 SD (Gizi buruk) 12 (10,34%) , Z score<-2 SD (status gizi kurang) 45 (38,79%), Z score+2 SD(Gizi lebih) 1 (0,86%) dan Z score ≥-2 SD - +2 SD (status gizi Normal) 58 (50%). Pemberian makanan tambahan sebelum waktunya berjumlah 51 (44%) dan yang mendapatkan ASI Eksklusif 65 (56%). Pemberian makanan tambahan sebelum waktunya sesuai dengan status gizi saat ini pada Z score< -3 SD (Gizi buruk) 12 (100%) , Z score<-2 SD (status gizi kurang) 36 (80%%), Z score+2 SD(Gizi lebih) 0 (0%) dan Z score ≥-2 SD - +2 SD (status gizi Normal) 3 (5,3 %). Terdapat pengaruh yang signifikan pemberi makanan tambahan sebelum waktunya terhadap Status gizi kurang pada balita P value:0,00. Selain pemberian asupan nutrisi melalui makanan pada saat usia diatas 6 bulan pemberian ASI menjadi solusi yang paling efektif dan mudah dilakukan untuk mencegh status gizi buruk dan kurang pada usia balita.
Gambaran Stres pada Mahasiswa Tingkat III yang akan Uji Kompetensi di Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram Erniawati Pujiningsih; Sofian Hadi
JIKF Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.878 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i2.867

Abstract

Stres merupakan tekanan yang terjadi akibat ketidak sesuaian anatara situasi yang diinginkan dengan harapan, dimana terdapat kesenjangan antara tuntutan lingkungan dengan kemampuan individu yang memenuhinya yang dinilai potensial membahayakan, mengancam, mengganggu, dan tidak terkendali. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran stres pada mahasiswa tingkat III Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram yang akan mengikuti uji kompetensi. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif dimana didapatkan jumlah sampel 23 responden yang menggunakan tehnik random sampling untuk mengetahui gambaran stres. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 22 mahasiswa (95%). Sedangkan berdasarkan usia, sebagian besar responden berusia 21 tahun sebanyak 20 responden (87%). gambarani stress yang dialami mahasiswa tingkat III yang akan uji kompetensi menunjukan bahwa sebanyak 7 responden (30%) mengalami stress Ringan dan terdapat 15 responden (65%) mengalami stress Sedang sedangkan 1 responden (4%) mengalami stress Berat. Penelitian ini dilakukan secara online ditengah kondisi pandemi virus corona, sehingga dikhawatirkan terdapat pengaruh psikologis pandemic virus corona terhadap timbulnya stres sehingga mempengaruhi pengisian kuisoner penelitian.
Gambaran Pengetahuan Keluarga Tentang Penanganan Pre-Hospital Pada Pasien Stroke di RSUD Kota Mataram Siti Zuraida Muhsinin; Baiq Melinda Firda Rukandani
JIKF Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.696 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i2.868

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di Indonesia. Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 ditemukan prevalensi stroke di Indonesia sebesar 10,9 per 1.000 penduduk. Stroke saat ini harus dipandang sebagai kedaruratan medis selain serangan jantung. Keterlambatan untuk mendapatkan pertolongan medis dapat meningkatkan jumlah kematian dan kecacatan (Morton, Fontaine, Hudak & Gallo, 2012). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan keluarga tentang penanganan pre-hospital pada pasien stroke di RSUD Kota Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang mencoba mendeskripsikan atau menggambarkan pengetahuan keluarga tentang penanganan pre-hospital pada pasien stroke. Jumlah sampel dalam penelitian ini 33 orang diambil dengan teknik consecutive sampling, instrument yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menujukkan pengetahuan keluarga tentang penanganan pre-hospital sebanyak 5 responden (15%) pada kategori baik, sebanyak 12 responden (36%) pada kategori cukup, dan sebanyak 16 responden (48%) pada kategori kurang. Ketidaktauan keluarga tentang penanganan stroke dapat disebabkan kurangnya informasi yang didapatkan baik dari petugas kesehatan maupun dari media informasi lainnya.
Gambaran Pengetahuan Keluarga Tentang Kegawatdaruratan Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Cakranegara Musniati Musniati; Ega Aprilia
JIKF Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.53 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i2.869

Abstract

Hipoglikemia merupakan penyakit kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan segera, karena jika terlambat bisa mengakibatkan penurunan kesadaran, kejang hingga kerusakan permanen pada otak. Sehingga peran keluarga sangat penting dalam mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-perubahan yang dialami anggota keluarga. Hal tersebut dapat meminimalisir komplikasi dan kematian pada anggota keluarga yang sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan keluarga tentang kegawatdaruratan hipoglikemia pada penderita diabetes mellitus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Tehnik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel 30 responden.. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan keluarga kurang yang dipengaruhi oleh karakteristik responden yaitu usia, pendidikan dan jenis kelamin. Tugas dan peran keluarga begitu kompleks, hal ini dapat menyebabkan kurangnya perhatian keluarga terhadap keluarga yang sakit. Peningkatan pengetahuan perlu diberikan seperti kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan sebagai bentuk perhatian agar keluarga dapat menentukan manajemen dan perilaku apa yang harus digunakan untuk mengatasi penyakit anggota keluarga.
Perilaku Masyarakat Dalam Melaksanakan Gerakan 5 M Pada Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Mataram Siti Aisyah; Irni Dwiastiti Irianto; Salia Nurlaela
JIKF Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.641 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i2.871

Abstract

Awal tahun 2020, dunia digemparkan dengan merebaknya virus yaitu virus corona jenis baru (SARS coV -2) dan penyakitnya disebut corona virus disease 2019 (covid-19) diketahui asal mula virus ini berasal dari Wuhan Tiongkok ditemukan pada akhir desember tahun 2019 sampai saat ini sudah dipastikan terdapat 65 negara yang telah terjangkit virus ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam melaksanakan 5M pada pencegahan penularan covid 19 di kota mataram NTB. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif hanya mengetahui bagaimana perilaku masyarakat dalam melaksanakan gerakan 5M. jumlah sampel adalah 100 orang. Alat pengumpulan data yang di gunakan adalah kuesioner melalui google form. Hasil penelitian dari perilaku masyarakat didapatkan bahwa responden memiliki kategori patuh yaitu 84 responden (84%), dan yang kurang patuh berjumlah 15 responden (15%), sedangkan tidak patuh berjumlah 1 responden (1%). Kesimpulan: dari hasil penelitian terhadap perilaku masyarakat dalam melaksanakan gerakan 5M di kota Mataram Masyarakat lebih banyak patuh. Diharapkan: Masyarakat lebih patuh dalam melaksanakan gerakan 5M untuk memutus penularan covid-19.
Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Persalinan Dengan Tindakan Sectio Caesarea di Ruang Bersalin Rumah Sakit Tingkat IV Wira Bhakti Mataram Asri Daniyati; Shohipatul Mawaddah
JIKF Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.135 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v9i2.872

Abstract

Berdasarkan data Rumah sakit Tingkat IV Wira Bhakti Mataram angka persalinan dengan Sectio Caesara cukup tinggi dimana menunjukan jumlah persalinan Sectio Caesara pada tahun 2016 dari bulan januari-juli sebanyak 238 orang dan pada tahun 2021 dari bulan januari sampai maret sebanyak 94 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab persalinan dengan tindakan sectio caesarea.Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskritif. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mengalami persalinan secara Sectio Caesara yaitu sebanyak 94 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 orang dimana teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi. Penelitian ini di lakukan pada bulan agustus tahun 2021, mengumpulkan data skunder, analisa yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Hasil penelitian ini menunjukan dari 94 ibu yang mengalami persalinan Sectio Caesara adapun faktor umur yang paling tinggi yaitu pada usia 20-35 tahun sebanyak 73orang (77,6%), faktor pekerjaan yang paling tinggi pada pekerjaan IRT sebanayk 54 orang (57,45%), faktor penyebab yang paling tinggi yaitu faktor ibu sebanyak 74 orang (78,72%) penyebab Sectio Caesara tertinggi dari faktor ibu yaitu riwayat Sectio Caesara sebanyak 28 orang (37,84%), dari faktor janin kejadian yang paling tinggi menyebabkan persalinan Sectio Caesara yaitu letak lintang sebanyak 10 orang (50%) Di dasarkan pada instusi pelayanan kesehatan hendaknya meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dalam pemberian peran aduction untuk ibu dan keluarga di antranya adalah penyuluhan kesehatan tentang persalinan yang lebih awal agar terhindar dari kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi

Page 8 of 20 | Total Record : 191