cover
Contact Name
Siti Zuraida Muhsinin
Contact Email
zuraidamuhsinin@gmail.com
Phone
+6281904157261
Journal Mail Official
zuraidamuhsinin@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Univeristas Nahdlatul Wathan Jl. Merdeka Raya – Karang Pule - Mataram Tlpn. (0370) 6161208, Fax. (0370) 6161246
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
ISSN : 24425087     EISSN : 27768449     DOI : https://doi.org/10.51673/jikf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) dengan e ISSN : 2776-8449, p ISSN : 2442-5087 adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jurnal ini adalah Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk Ilmu Kesehatan dan Farmasi. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) menerima artikel dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan diterbitkan 2 kali setahun : Maret dan September.
Articles 191 Documents
Analisis Indeks Massa Tubuh Pada Ibu Hamil Trimester III Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram Tahun 2015 Sriama Muliani; Nia Supiana
JIKF Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.611 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i1.569

Abstract

Indeks massa tubuh merupakan salah satu cara untuk memantau status gizi orang dewasa (usia 18 tahun keatas), khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan BB. Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin selama dalam kandugan, apabila status gizi kurang pada ibu baik sebelum kehamilan atau selama kehamilan akan mempengaruhi asupan nutrisi terhadap janin yang dikandungnya sehingga memiliki risiko untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis indeks massa tubuh ibu degan kejadian berat bayi lahir rendah di RSUD Kota Mataram. Desain penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik yang datanya bersifat retrosfektif dengan mengambil data skunder direkam medik dan mengunakan uji statistik fisher’s exact test, nilai a= 0,05 dengan bantuan SPSS. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan BBLR (usia kehamilan >37 minggu) yang dilahirkan di Rumah Sakit Umum daerah kota mataram pada periode 01 januari sampai 31 desember 2014 yaitu sebanyak 179 orang. Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan fisher’s exact test terdapat hubungan indeks massa tubuh pada ibu selama hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah yaitu P= 000< a= 0,05 di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan sebagai pelaksana pemberi pelayanan kesehatan ibu dan anak untuk memperhatikan indeks masa tubuh pada ibu selama hamil agar dapat melakukan deteksi sedini mungkin.
Eksudat Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta Jamaicensis (L) Vahl) Sebagai Alternative Obat Penyembuh Luka Rizki Nugrahani; Dahlia Andayani; Dedy Wirawan Sukmanadi
JIKF Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.724 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i1.570

Abstract

Masyarakat menggunakan tanaman pecut kuda sebagai obat luka dengan cara yang masih tradisional yaitu dengan cara daunnya dikunyahkunyah atau ditumbuk sampai agak halus kemudian ditempelkan pada bagian yang luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas eksudat daun pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis (L) Vahl) terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Metode penelitian yang digunakan adalah metode true eksperimental yang merupakan pengelompokan anggota kelompok lain dan kelompok eksperimen atau perlakuan, dengan rancangan penelitian posttest control only design, yaitu rancangan eksperimen sungguhan, hanya saja bedanya tidak diadakannya pretest. Digunakan 5 ekor kelinci sebagai hewan uji, hewan uji kontrol negatif diberikan aquadest, hewan uji kontrol positif diberikan propidone iodine, dan hewan uji kelompok perlakuan eksudat daun pecut kuda volume pemberian 0,1 ml, 0,3 ml, dan 0,5 ml. Hasil pengamatan menunjukkan kelompok perlakuan yang diberikan eksudat daun pecut kuda volume 0,5 ml dan kontrol positif sembuh, pada hari ke-12, kelompok perlakuan dengan eksudat daun pecut kuda volume 0,1 ml dan volume 0,3 ml sembuh pada hari ke-13, kemudian kontrol negatif sembuh pada hari ke-15. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah eksudat daun pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis (L) Vahl) memiliki aktivitas sebagai penyembuh luka sayat yang hampir sama dengan providone iodine pada hewan uji kelinci (Oryctolagus cuniculus).
Hubungan Tinggi Badan Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan Bq. Safinatunnaja
JIKF Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.841 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i1.573

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat mengakibatkan masalah jangka panjang seperti masalah hasil reproduksi, meningkatkan penyakit degenerative, menurunnya prestasi belajar, menurunnya produktifitas saat dewasa dan mengurangi pendapatan hingga 20%. Pendek (stunting) merupakan tragedi gunung es. Stunting merupakan dampak dari kekurangan gizi kronis selama 1000 hari pertama kehidupan anak. Stunting mengakibatkan masa dewasa yang sulit seperti rentan terhadap penyakit, penurunan intelejensi, kurang berpendidikan dan menurunnya pendapatan saat dewasa. Faktor risiko terjadinya stunting salah satunya adalah tinggi badan ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada bayi usia 6-23 bulan. penelitian ini menggunakan rancangan case control, ukuran sampel dalam penelitian ini adalah 76 bayi (38 kasus dan 38 kontrol). Instrument yang digunakan adalah pengukur tinggi badan ibu dan bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling dan analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah ibu yang tingginya dibawah standar (≤ 145 cm), memiliki anak normal sebanyak 1 orang (2,6%). Sedangkan, ibu yang tingginya normal (≥ 146 cm) memiliki anak normal sebanyak 64 orang (84,2%). Setelah dianalisis diketahui tinggi badan ibu memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting dilihat dari nilai p-value dibawah 0,05 (p=0,0002).
Aktivitas Ekstrak Etanol (70%) Kulit Pohon Petai Cina (Leucaena leucocephala) Sebagai Analgetik Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Ade Irma Fitria Ningsih; Dahlia Andayani; Novaldi R. Abdullah
JIKF Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.905 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i1.574

Abstract

Nyeri merupakan perasaan sensoris dan emosional yang berkaitan dengan adanya kerusakan jaringan. Manfaat tanaman petai cina yang sudah diketahui oleh masyarakat antara lain sebagai obat cacingan, luka baru dan bengkak. Penggunaan daun petai cina di masyarakat untuk obat bengkak biasanya digunakan daun petai cina yang masih segar. Sedangkan dari hasil isolasi yang dilakukan di dapatkan hasil identifikasi adanya senyawa golongan flavonoida yaitu flavon, flavonoid berkhasiat sebagai analgetik yang mekanisme kerjanya menghambat kerja enzim siklooksigenase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya analgetik ekstrak etanol kulit pohon petai cina (Leucaena leucocephala) pada mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental, dengan metode Post Test Only Controlled Group Design. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok dengan masing-masing perlakuan 5 ekor mencit. Kelompok I (pemberian aquadest kontrol negative), Kelompok II (pemberian asam mefenamat sebagai kontrol positif), Kelompok III-V (pemberian ekstrak etanol kulit pohon petai cina konsentrasi 50%, 75% dan 100%). Induktor nyeri yaitu asam asetat 1%. Diamati jumlah geliat mencit tiap 10 menit selama 140 menit dan dihitung persen analgetik. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini memiliki khasiat sebagai analgetik dengan daya analgetik konsentrasi I (50%): 51,23%, konsentrasi II (75%): 59,09%, dan konsentrasi III (100%): 63,94%.
Pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok Terhadap Kemampuan Klien Mengontrol Halusinasi di RSJ Mutiara Sukma Erniawati Pujiningsih; Firda Puti Zulfiarti
JIKF Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.611 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i1.575

Abstract

Halusinasi umumnya mengarah pada perilaku yang membahayakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Dampak yang ditimbulkan pada klien halusinasi adalah perilaku kekerasan, resiko tindakan bunuh diri dan gangguan interaksi sosial.Salah satu terapi yang digunakan untuk penanganan halusiansi adalah terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok stimulasi persepsi sesi 3 s/d 4 terhadap kemampuan klien mengontrol halusinasi di ruang Wijayakusuma Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Survey Analitik, populasi pada penelitian ini sebanyak 10 responden yaitu 1 pasien waham, 9 pasien halusinasi dan jumlah sample yang diambil adalah 8 responden dengan menggunakan Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi sebelum dan setelah Terapi Aktivitas Kelompok, kemudian di analisis dengan menggunakan Softwere program SPSS dan di uji dengan Chi-Square Tests. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok: Stimulasi Persepsi Sesi 3 s/d 4 terhadap kemampuan klien mengontrol halusinasi dengan nilai p value = 0.028 < 0.05. Diharapkan agar perawat mengevaluasi kemampuan pasien setelah memberikan Terapi Aktivitas Kelompok dan dapat memberikan Terapi Aktivitas Kelompok ulang bagi pasien yang belum mampu untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi.
Efektifitas Perawatan Payudara Pada Ibu Nifas Untuk Mencegah Terjadinya Bendungan ASI Di Puskesmas Ampenan Kota Mataram Tahun 2018 Nurul Auliya Kamila; Siti Wathaniah; Indah Ameliawati
JIKF Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.864 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i1.576

Abstract

Dampak bendungan ASI yaitu statis pada pembuluh limfe akan mengakibatkan tekanan intraduktal yang akan mempengaruhi berbagai segmen pada payudara, sehingga tekanan seluruh payudara meningkat, akibatnya payudara sering terasa penuh, tegang, dan nyeri (WHO). Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di puskesmas ampenan ibu nifas yang pernah mengalami bendungan asi dari 10 orang hanya 3 orang yang datang kepuskesmas dan 7 orang tidak ke puskesmas alasan ibu tidak ke puskesmas yaitu tidak ada waktu ke puskesmas karena bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas Perawatan Payudara Pada Ibu Nifas Untuk Mencegah Terjadinya Bendungan ASI Di Puskesmas Ampenan Kota Mataram Tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat analitik dan dari segi waktu penelitian ini bersifat studi retrosfektif. Populasinya adalah semua ibu nifas yang melahirkan pada bulan Agustus 2018 diwilayah kerja puskesmas Ampenan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling sehingga jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 22 sampel. Alat bantu yang digunakan adalah rekam medik. Analisa statistik yang digunakan adalah uji t test. Pada hasil penelitian, didapatkan seluruh ibu post partum yang dilakukan perawatan payudara sebanyak 22 orang (100%) tidak mengalami bendungan ASI. Sedangkan pada ibu post partum yang tidak dilakukan pearwatan payudara didapatkan 17 orang (77,3%) mengalami bendungan ASI. Hasil analisis paired t-test diperoleh p- value = 0,021, hal ini menunjukkan bahwa perawatan payudara pada ibu post partum efektif dalam pencegahan terhadap bendungan ASI. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa kejadian bendungan asi efektif dapat dicegah dengan perawatan payudara. Disarankan kepada tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Ampenan agar lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu nifas yang mengalami bendungan ASI dengan cara memberikan penyuluhan, pengarahan dan bimbingan konseling serta menganjurkan ibu untuk tetap memeriksakan kesehatannya di tempat pelayanan kesehatan agar resiko terjadinya bendungan ASI dapat dicegah.
Profil Waktu Tunggu Pelayanan Resep Rawat Jalan Di RSUD Kota Mataram Tahun 2018 Ika Andhyka; Hardiono Adisaputra; Lalu Muhammad Imam Hidayatullah
JIKF Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.746 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i1.577

Abstract

Beberapa hal yang mempengaruhi kepuasan pasien salah satunya yaitu waktu tunggu (periksa kesehatan maupun pelayanan resep). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RSUD Kota Mataram. Penelitian ini dilakukan tahun 2018 dengan sampel sebanyak 99 resep. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep berdasarkan item obat banyak ≥ 2,2 memiliki waktu tunggu lebih lama dibandingkan dengan waktu tunggu item obat sedikit ≤ 2,2. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep berdasarkan status pasien BPJS memiliki waktu terlama, dan pasien dengan status umum memiliki waktu tercepat. Rata-rata waktu tunggu pelayanan berdasarkan hari, hari selasa memiliki waktu terlama, dan hari Rabu memiliki waktu tercepat. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep berdasarkan jam keramaian, jam ramai memiliki perbedaanwaktu tunggu dengan jam tidak ramai sekitar 00:25 menit untuk resep non racikan dan 00:36 menit untuk resep racikan, jam ramai memiliki waktu terlama dibandingkan jam tidak ramai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan waktu tunggu rata-rata pelayanan resep untuk non racikan sebesar 00:25 menit dan racikan sebesar 00.36 menit.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Metformin dan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Jantan (Mus Musculus) Devi Naya Ade Kuntari; Andy Susbandiyah Ifada; Sofian Hadi
JIKF Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.085 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i1.578

Abstract

Penanganan umum Diabetes Mellitus (DM) adalah dengan menggunakan antidiabetika oral. Obat herbal juga sering digunakan sebagai alternatif pengobatan oleh pasien. Beberapa kasus ditemukan pasien mengkombinasikan obat kimia dan obat herbal untuk mempecepat penyembuhan, salah satunya daun sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi metformin dan ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata) pada mencit jantan (Mus musculus). Metode yang digunakan adalah tes toleransi glukosa oral. Sebanyak 12 ekor mencit dibagi dalam 4 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kelompok kombinasi metformin dan ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata) dan kelompok yang hanya diberikan ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada menit 30,60,90,120, dan 150 setelah pemberian glukosa. Berdasarkan hasil analisis Kruskal Wallis di dapatkan nilai signifikan p<0,05 menunjukan bahwa kombinasi metformin dan ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata) memiliki aktivitas antihiperglikemia pada hewan uji mencit jantan (Mus musculus).
Efektivitas Pemberian Tablet Fe Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III Dengan Kejadian Anemia Di Puskesmas Ampenan Rosa Mutianingsih; Siti Wathaniah
JIKF Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.513 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i2.580

Abstract

Dari hasil data yang didapatkan di Puskesmas Ampenan pada tahun 2015 ibu hamil berjumlah 881 jiwa dan mengalami anemia berjumlah 138 jiwa. Sedangkan pada tahun 2016 terjadi peningkatan ibu hamil yaitu 906 jiwa dan yang mengalamai anemia sejumlah 139 jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian tablet Fe terhadap kadar hemoglobin ibu hamil trimester III dengan kejadian anemia di Puskesmas Ampenan tahun 2017. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Populasinya adalah semua ibu hamil trimester III dengan kejadian anemia di Puskesmas Ampenan pada tahun 2017 sebanyak 45 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling sehingga jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 45 orang. Alat bantu yang digunakan adalah lembar observasi. Analisa statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 ibu hamil trimester III yang diteliti di Puskesmas Ampenan tahun 2017 ditemukan bahwa lebih banyak yang mengkonsumsi tablet Fe ≥ 90 tablet sebanyak 30 orang (66,7%), jika dibandingkan dengan mengkonsumsi tablet Fe < 90 tablet yaitu sebanyak 15 orang (33,3%), anemia sebanyak 30 orang (66,7%) dan ada efektivitas pemberian tablet Fe terhadap kadar Hb ibu hamil trimester III dengan kejadian anemia di Puskesmas Ampenan Tahun 2017 (p <0,05). Disarankan kepada petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Ampenan agar mempertahankan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu hamil trimester III yang mengalami anemia agar diberikan pengarahan, bimbingan konseling, leaflet dan penyuluhan tentang pemberian tablet Fe terhadap kadar hemoglobin ibu hamil serta menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe secara rutin dan memeriksakan kesehatan selama kehamilannya agar resiko terjadinya anemia dapat dicegah sedini mungkin.
Hubungan Tingkat Stress Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Kelas X dan XI di MA Hidayaturrahman NW Menggala Erniawati Pujiningsih; Sofian Hadi
JIKF Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.099 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i2.581

Abstract

Remaja adalah suatu masa kehidupan individu dimana terjadi eksplorasi psikologis untuk menemukan identitas diri. Pada masa transisi dari masa anak-anak kemasa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas X dan XI. Metode penelitian ini menggunakan studi korelasi dimana peneliti ingin mencari hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain. Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan softwere program SPSS dengan menggunakan alat uji peringkat dari Chi Square. Hasil dari penelitian ini yaitu 7 responden yang mengalami stress normal, dimana 5 (20%) yang mengalami keputihan dan 2 (8%) yang tidak keputihan. Dari 9 responden yang mengalami strss ringan,dimana 4 (16%) yang mengalami keputihan dan 5 (20%) yang tidak keputihan. Dari 9 responden yang mengalami stress sedang, dimana 7 (28%) yang mengalami keputihan dan 2 (8%) yang tidak keputihan. Berdasarkan hasil analisa tentang hubungan tingkat stres dengan kejadian keputihan pada remaja putri didapatkan hasil tidak signifikan, dimana didapatkan p value = 0,301 >0,05 yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan tingkat stres dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas X dan XI di MA Hidayaturrahma NW Menggala. Saran dari peneleiti yaitu Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang analisis dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian keputihan yang berkaitan dengan usia menarche dan perlu dilakukan kegiatan rutin konseling psikologi remaja dan kesehatan reproduksi remaja, agar dapat mencegah terjadinya keputihan fisiologis menjadi keputihan patologi pada remaja, sehingga dapat mencegah terjadinya infertilisasi yang biasa disebabkan oleh keputihan patologis.

Page 6 of 20 | Total Record : 191