cover
Contact Name
Dewi Rokhanawati
Contact Email
dewirokhanawati@unisayogya.ac.id
Phone
+6281236093816
Journal Mail Official
aipkemajrki@gmail.com
Editorial Address
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292. Telp (0274) 4469199
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia
ISSN : 24074985     EISSN : 26155621     DOI : http://dx.doi.org/10.32536/jrki
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia (JRKI) mempublikasikan artikel ilmiah dari hasil penelitian yang memuat data primer ataupun sekunder, literature review dan sistematik review, penelitian kuantitatif, kualitatif maupun mixed methods. Ruang lingkup JRKI adalah penelitian kebidanan yang bisa membahas aspek kultural, klinis, psikososial, sosiologikal, epidemiologikal, pendidikan, manajerial, pekerjaan, organisasi dan teknologi pada masa pre konsepsi, praktik dan sistem pelayanan ibu, bayi dan balita, dan juga sistem pelayanan kesehatan yang lain.
Articles 183 Documents
Kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP) berbasis android sebagai media pembelajaran Fauzi, Aulia Ridla; Sunarni, Neli; Solihah, Rosidah
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i1.196

Abstract

Latar belakang: Keterlambatan perkembangan anak pada masa emas terjadi karena kurangnya stimulasi pada otak. Salah satu instrumen deteksi dini perkembangan pada anak adalah kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Pemantauan tersebut merupakan salah satu kewenangan Bidan. Selama ini, pengisian KPSP dilakukan secara konvensional dari lembaran kertas formular. Maka dari itu, diciptakan sebuah terobosan dengan membuat aplikasi KPSP berbasis android yang digunakan dalam proses pembelajaran mahasiswa. Tujuan penelitian: Merancang dan membangun format deteksi dini perkembangan (KPSP) berbasis android yang dipasang pada smartphone agar memudahkan mahasiswa dalam proses skrining. Metode: Desain penelitian ini adalah rancang bangun dengan pendekatan waterfall tahapan software development life cycle (SDLC) dan dianalisis menggunakan User Experiment Questionnaire (UEQ). Responden terdiri dari mahasiswa D3 Kebidanan semester 4 dan 6. Hasil: Statistik data menunjukkan interpretasi seluruh komponen 50% hasil yang baik/memuaskan dan 25% lainnya tidak memuaskan. Empat komponen bernilai positif dari aplikasi KPSP diantaranya adalah daya tarik, kejelasan, efisiensi, dan ketepatan. Sedangkan komponen stimulasi dan kebaruan bernilai netral. Simpulan: Aplikasi KPSP perlu perbaikan pada aspek kebaruan, keterbatasan tampilan (user interface), isi, dan bahasa aplikasi ini perlu dimodifikasi agar lebih interaktif dan mutakhir sesuai dengan minat pengguna.
Perbandingan waktu tidur dan frekuensi menyusu pada bayi usia 3-12 bulan yang mendapatkan pijat bayi Agustina, Winda; Harahap, Hasanah Pratiwi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i1.140

Abstract

Latar belakang: Pijat bayi memiliki banyak manfaat, bukan hanya membuat bayi tidur lebih nyenyak tetapi dapat juga meningkatkan produksi ASI dimana dengan meningkatnya produksi ASI, nutrisi dan proses menyusu juga berlangsung lebih baik daripada bayi yang tidak mendapatkan pijat bayi. Tujuan Penelitian: mengetahui perbandingan waktu tidur dan frekuensi menyusu pada bayi usia 3-12 bulan yang endapatkan pijat bayi. Metode: Rancangan penelitian pre eksperimental design dengan desain pretest-posttest design. Populasinya ibu yang memiliki bayi 3-12 bulan di Desa Afdeling III Bukit Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur  sebanyak 15 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total population. Instrumen yang digunakan untuk mengukur waktu tidur dan frekueni menyusu menggunakan lembar checklist. Data dianalisis dengan uji dependent sample t-test. Hasil: nilai rata-rata untuk X1 (Waktu Tidur Sebelum Pijat Bayi) = 10.53 jam (11 jam) dan untuk X2 (Waktu Tidur Sesudah Pijat Bayi) = 12.07 jam (12 jam), serta varian untuk S21 = 0,274 dan varian untuk S22 = 0,316, serta nilai rata-rata untuk X1 (Frekuensi Menyusu Sebelum Pijat Bayi) = 8.13 kali/hari (8 kali/hari) dan untuk X2 (Frekuensi Menyusu Sesudah Pijat Bayi) = 9.40 kali/hari (9 kali/hari), serta varian untuk S21 = 0,413 dan varian untuk S22 = 0,335. Simpulan: Ada perbedaan waktu tidur sebelum dan sesudah pijat bayi dan ada perbedaan frekuensi menyusu sebelum dan sesudah pijat bayi
Efektifitas perawatan kanguru pada bayi prematur: Scoping review Artiani, Litri; Ningsih, Sri Ratna; Astuti, Andari Wuri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i1.164

Abstract

Latar belakang: Kelahiran Prematur merupakan salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap kematian bayi. Penyebab kematian neonatal yang paling umum adalah Prematuritas dan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan Tujuan penelitian: Untuk mengetahui efektivitas perawatan kanguru pada bayi prematur. Metode: Scoping review ini dilakukan dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, termasuk melakukan penilaian kritis, ekstraksi data, menganalisis dan melaporkan hasil. Hasil: Ada empat tema yang diambil yaitu perawatan kangguru karena mudah dalam pelaksanaannya, manfaatnya bagi fisik bayi, manfaat bagi orang tua bayi, dan manfaat dalam proses menyusui bayi. Simpulan: Penerapan perawatan kanguru pada bayi prematur memberikan manfaat bagi bayi, terutama fisiknya.
Deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur Jaelani, Sri Hastini; Kurniati, Nurul; Rokhanawati, Dewi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.207

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian pada perempuan setelah kanker payudara pada negara berkembang. Salah satu kegiatan skrining kanker serviks pada Wanita Usia Subur (WUS) adalah dengan melakukan pemeriksaan Pap Smear. Tujuan Penelitian: untuk mereview dan mengetahui evidence Based tentang deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur. Metode: Scoping review digunakan untuk menginterpretasikan hasil yang berbasis bukti, dan evidence based dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, melakukan ekstraksi data, analisis dan menjelaskan hasil dari review artikel. Database yang digunakan dalam pencarian artikel adalah Pubmed, Sceince Direct, dan Wiley. Hasil: Berdasarkan critical appraisal terdapat 11 artikel yang terpilih dan sesuai dengan 8 artikel grade A, 2 artikel grade B dan 1 artikel grade C. Diperoleh 3 tema dari hasil Scoping review yaitu strategi skrining kanker serviks, hambatan dalam melakukan skrining dan program dalam melakukan skrining kanker serviks. Kesimpulan: Pelaksanaan deteksi dini kanker servik melalui pemeriksaan IVA dan Pap Smear. Strategi dalam melakukan skrining dilakukan dengan menggunakan media elektronik (via telepon atau sms melalui WhatsApp), pemberian edukasi dan melakukan kunjungan. Masalah sosial, ekonomi dan takut efek samping merupakan hambatan dalam melakukan skrining kanker serviks.
Pengalaman bidan dalam merawat ibu nifas dengan human immunodeficiency virus (HIV) positif Susilawati, Susilawati; Kasron, Kasron; Kusumawati, Dhiah Dwi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i1.141

Abstract

Latar belakang: Ibu nifas dengan HIV positif membutuhkan perawatan khusus dari tenaga kesehatan terutama bidan, yang bukan saja trampil dalam hal teknis merawat pasien, tetapi lebih dari itu harus memiliki empati dan pandai melakukan komunikasi terapeutik. Resiko penularan HIV/AIDS terhadap tenaga kesehatan khususnya bidan sangat besar. Tingginya resiko penularan HIV/AIDS terhadap bidan, menyebabkan perasaan cemas dan segan dalam melakukan perawatan pada pasien. Tujuan penelitian: mengidentifikasi pengalaman bidan dalam merawat ibu nifas dengan HIV positif di RSUD Cilacap. Metode penelitian: kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penellitian adalah bidan yang pernah merawat ibu nifas dengan HIV di RSUD Cilacap. Sampel dalam penelitian ini bidan yang pernah merawat ibu nifas dengan HIV positif. Dengan kriteria inklusi informan adalah bidan yang pernah merawat ibu nifas dengan HIV positif, dalam kondisi sehat, bisa berkomunikasi dengan baik, dan dinas di RSUD Cilacap. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif untuk menggambarkan pengalaman bidan dalam merawat ibu nifas dengan HIV positif. Hasil penelitian: terdapat 6 tema pembahasan yaitu: Perasaan bidan sebagai sesama perempuan ketika merawat ibu nifas dengan HIV positif, persepsi bidan dalam merawat ibu nifas dengan HIV positif, makna merawat ibu nifas dengan HIV positif, motivasi ketika merawat ibu nifas dengan HIV positif, hambatan dalam merawat ibu nifas dengan HIV positif, harapan dan kebutuhan dalam merawat ibu nifas dengan HIV positif.
Analisis penyebab pernikahan usia anak di Desa Karang Anyar 2 Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2020 Angraini, Lovia; Widiyanti, Desi; Savitri, Wewet
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.192

Abstract

Latar belakang: Penyumbang ledakan penduduk salah satunya adalah pernikahan usia anak yaitu pernikahan di bawah usia 18 tahun. Pernikahan anak di dunia tertinggi yaitu negara Niger (75%). Di Indonesia provinsi dengan pernikahan usia anak tertinggi adalah Sulawesi Barat(19,43%). Provinsi Bengkulu (14,33%) urutan ke-1 tertinggi di pulau Sumatera. Data Kantor Urusan Agama (KUA) Argamakmur tahun 2020 terdapat 32 pendaftaran pernikahan usia anak. Dampak pernikahan usia anak pada remaja berdampak negatif baik segi sosial ekonomi, mental/psikologis fisik, trauma bagi kesehatan reproduksi. Faktor terjadinya pernikahan anak adalah faktor internal dan ekternal seperti pendidikan, kemiskinan, pergaulan bebas, budaya dan ekonomi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor penyebab pernikahan usia anak di desa Karang Anyar 2 Kabupaten Bengkulu Utara. Metode: jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam (indepth interview) dengan Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Hasil: menunjukkan bahwa pernikahan anak terjadi karena faktor Internal dan faktor Eksternal. Faktor internal terdiri dari faktor atas kemauan sendiri, Pendidikan, pengetahuan, dan perilaku seks. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari faktor budaya dan faktor Ekonomi. Simpulan: faktor yang mempengaruhi pernikahan anak lebih dominan karena faktor internal faktor internal anak.
Pengaruh penyuluhan mencuci tangan dengan media poster terhadap praktik cuci tangan pada kelompok usia anak sekolah di kampung Pejaten Kramatwatu Serang Adista, Nuria Ffitri; Yulvia, Novrita Tri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.181

Abstract

Latar belakang: Perilaku Sehat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Fokus CTPS ini adalah Anak sekolah sebagai “Agen Perubahan” dengan simbolisme bersatunya seluruh komponen keluarga, rumah dan masyarakat dalam merayakan komitmen untuk perubahan yang lebih baik dalam berperilaku sehat melalui CTPS). Tujuan penelitian: Diketahuinya pengaruh penyuluhan dengan menggunakan media poster dengan perubahan perilaku sebelum dan setelah model tersebut diterapkan. Metode: Desain penelitian menggunakan pre experimental design dengan rancangan one group pretest posttest design. Populasi seluruh anak usia sekolah dengan kelompok usia 6-12 tahun di Kampung Pejaten Serang Banten. Jumlah sampel 464 anak dengan kelompok usia 6-12 tahun yang diambil secara accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode observasi. Instrumen menggunakan poster dan lembar checklist. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kesalahan (ɑ = 0,05). Hasil: Praktik cuci tangan sebelum diberikan intervensi 52,6% baik. Setelah dilakukan penyuluhan dengan media poster, terdapat 71,6% anak praktik cuci tangannya baik. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikasi 0,000 (p 0,05), nilai Z hitung sebesar 17.411. Simpulan: ada pengaruh penyuluhan mencuci tangan dengan media poster terhadap praktik cuci tangan pada kelompok usia anak sekolah 6-12 tahun di kampung Pejaten Kramatwatu Serang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam perawatan bayi berat badan lahir rendah: scoping review Yuliarti, Yayu; Kurniati, Nurul; Kurniawati, Herlin Fitriani
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i1.165

Abstract

Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram. BBLR terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global karena efek jangka pendek dan jangka panjangnya terhadap kesehatan. BBLR bukan hanya penyebab utama kematian prenatal dan penyebab sakit. Penyebab kematian bayi dan neonatal yang paling sering adalah BBLR dan sepsis. Tujuan: Scoping review bertujuan untuk mengkaji bukti faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam merawat bayi berat lahir rendah. Metode: Tinjauan pelingkupan ini menggunakan kerangka kerja Arksey dan O'Malley Identifikasi studi yang relevan dari 2009-2019 menggunakan 4 database. Hasil Scoping review ini terdiri dari 11 artikel dari 394 artikel, ditemukan 2 tema yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Simpulan: Ada 2 faktor yang mempengaruhi ibu dalam merawat bayi BBLR yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi pengetahuan ibu dalam merawat bayi BBLR dan psikologi ibu dengan BBLR. Faktor eksternal ibu meliputi dukungan sosial ibu dalam merawat bayi BBLR dan faktor ekonomi. Faktor internal yang paling mempengaruhi ibu dalam merawat bayi BBLR adalah faktor psikologis ibu, sedangkan faktor eksternal adalah dukungan sosial.
Perbedaan konseling KB menggunakan alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) dan strategi konseling berimbang keluarga berencana (SKB-KB) terhadap cakupan akseptor KB Lestari, Meti Widiya; Musliah, Musliah; Yuliastuti, Santi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i1.155

Abstract

Stagnansi dari peningkatan pelayanan KB diatas disebabkan belum optimalnya konseling sebagai sarana komunikasi informasi dan edukasi (KIE) pelayanan keluarga berencana. Ada 2 strategi konseling yaitu konseling dengan ABPK (Alat Bantu Pengambilan Keputusan) dan SKB-KB (Strategi konseling berimbang Keluarga Berencana). Dilihat sekilas dari angka cakupan tahun 2018 – 2019 bahwa SKB-KB lebih besar persentasenya dibandingkan konseling ABPK.. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan konseling KB menggunakan alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) dan strategi konseling berimbang keluarga berencana (SKB-KB) terhadap cakupan akseptor KB di UPTD Puskesmas Patimuan Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gambaran cakupan akseptor KB di UPTD Puskesmas Patimuan Kabupaten Cilacap yang menggunakan konseling ABPK dengan nilai rata-rata sebesar 47.83, nilai median sebesar 44 dan modus sebesar 44 dan gambaran cakupan akseptor KB di UPTD Puskesmas Patimuan Kabupaten Cilacap yang menggunakan konseling SKB-KB dengan nilai rata-rata sebesar 59.58, nilai median sebesar 62.5 dan modus sebesar 40. dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara ABPK dan SKB-KB terhadap cakupan akseptor KB di UPTD Puskesmas Patimuan Kabupaten Cilacap.
Hubungan kualitas pelayanan posyandu dengan minat kunjungan ibu di posyandu Kemuning XII desa Cibeber Cilegon Tu'sadiah, Halimah; Adista, Nuria Fitri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.185

Abstract

Latar belakang: Tingkat kunjungan Ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi dan balita di Posyandu Kemuning XII Desa Cibeber Cilegon masih rendah. Kunjungan posyandu hanya sekitar 40% setiap bulannya dari total jumlah 150 bumil atau ibu yang memiliki bayi dan balita di tahun 2020 dalam pemantauan 3 bulan terakhir, begitu juga pada tahun 2019. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan minat kunjungan ibu di posyandu Kemuning XII Desa Cibeber Cilegon. Metode: Penelitian menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua ibu yang berkunjung ke posyandu Kemuning XII desa cibeber Cilegon kurun waktu Januari-Maret berjumlah 150. Tehnik pengambilan sampel dengan cara  accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan Instrumen menggunakan Kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan Chi Square dengan tingkat kesalahan (ɑ = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden menyatakan kualitas pelayanan sudah baik sebesar 80,4%, Terdapat responden yang menyatakan kualitas layanan baik dan juga memiliki minat kunjungan baik sebanyak 95,1%. Hasil P Value=0.000 (p=0.000). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas pelayanan dengan minat kunjungan ke Posyandu Kemuning XII Desa Cibeber Cilegon.