cover
Contact Name
Dewi Rokhanawati
Contact Email
dewirokhanawati@unisayogya.ac.id
Phone
+6281236093816
Journal Mail Official
aipkemajrki@gmail.com
Editorial Address
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292. Telp (0274) 4469199
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia
ISSN : 24074985     EISSN : 26155621     DOI : http://dx.doi.org/10.32536/jrki
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia (JRKI) mempublikasikan artikel ilmiah dari hasil penelitian yang memuat data primer ataupun sekunder, literature review dan sistematik review, penelitian kuantitatif, kualitatif maupun mixed methods. Ruang lingkup JRKI adalah penelitian kebidanan yang bisa membahas aspek kultural, klinis, psikososial, sosiologikal, epidemiologikal, pendidikan, manajerial, pekerjaan, organisasi dan teknologi pada masa pre konsepsi, praktik dan sistem pelayanan ibu, bayi dan balita, dan juga sistem pelayanan kesehatan yang lain.
Articles 168 Documents
Dukungan keluarga pada ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif di negara berkembang: Scoping review Winarti, Gana Rendra; Pratiwi, Cesa Septiana
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.200

Abstract

Latar Belakang : Makanan terbaik untuk bayi adalah ASI. Pekerjaan ibu turut memberikan peran pada turunnya angka pemberian ASI eksklusif. Memberikan ASI atau menyusui merupakan perilaku yang dapat diajarkan oleh keluarga kepada ibu dengan memberikan dukungan keluarga. Tujuan penelitian: mereview literature yang membahas tentang dukungan keluarga terhadap ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif di negara berkembang. Metode: Penyusunan scoping review menggunakan framework  dari Arksey dan O'Malley. Hasil: Berdasarkan 7 artikel terseleksi, 4 dengan desain kuantitatif, 2 desain kualitatif dan 1 desain mixed methode. Hasil penelitian mendapatkan tiga tema yaitu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI Eksklusif, bentuk dukungan dan hambatan yang dialami dalam pemberian ASI Eksklusif. Simpulan: Dukungan keluarga termasuk dukungan suami adalah salah satu faktor yang terkait dengan pemberian ASI secara EKsklusif. Ditemukan bahwa kurangnya dukungan dari tempat kerja menjadi penghambat dalam pemberian ASI secara Eksklusif.
Aroma terapi bunga lavender (Lavandulaangustifolia) menurunkan nyeri haid pada remaja putri Sikumbang, Sri Rintani; Aisyah, Siti; Harahap, Hasanah Pratiwi; Salsabila, Sofia
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.264

Abstract

Latar belakang: Salah satu gangguan yang paling sering terjadi saat menstruasi adalah nyeri haid atau dismenore. Dismenore dapat terjadi menjelang haid bahkan selama haid dan sesudah haid. Hal ini akan memengaruhi kesehatan reproduksi wanita dalam waktu jangka panjang. Faktanya masih banyak remaja yang kurang memahami tentang pentingnya mengenal organ reproduksi dan mengatasi nyeri haid yang dialami baik secara farmakologi maupun nonfarmakologis. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui efektivitas aroma terapi lavender terhadap nyeri haid di SMU Negeri I Dolok Masihul tahun 2022. Metode Penelitian: Pre-Eksperimen (One Group Pre-Post test design). Populasi penelitian yaitu remaja putri SMU Negeri I Dolok Masihul sebanyak 125 orang remaja putri.  Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampling 30 orang. Analisis data menggunakan Saphiro Wilk, kemudian menggunakan uji  Paired T-Test. Hasil: Rata-rata tingkat nyeri haid remaja putri sebelum diberikan aromaterapi lavender adalah (5.71) dan rata rata tingkat nyeri haid sesudah diberikan aromaterapi lavender adalah (2.43), jadi selisih tingkat nyeri (3.28). Hasil uji Paired T-Test menunjukkan bahwa hasil penelitian responden menggunakan aromaterapi lavender didapatkan nilai Sig. (2.tailed) = 0.000 (0.05) artinya ada perbedaan tingkat nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan intevensi aromaterapi lavender di SMU Negeri I Dolok Masihul. Simpulan: Bahwa ada perubahan intensitas nyeri yang dialami oleh remaja putri yang diberi perlakuan aromaterapi  bunga lavender terhadap remaja putri di SMU Negeri I Dolok Masihul. Disarankan kepada remaja putri untuk menggunakan metode aromatherapi ini ketika mengalami haid, sebagai terapi nonfarmakologi dan meminimalkan penggunaan obat-obatan.
Tingkat pengetahuan dan kecemasan orang tua terkait kesehatan anak dalam menghadapi pandemic covid-19 Putri, Dwi Khalisa
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i1.139

Abstract

Latar Belakang: WHO memberikan definisi sehat yaitu sempurna baik fisik, mental maupun sosial. Sehingga langkah upaya penanganan Covid-19, idealnya tidak hanya melakukan penanganan pada kesehatan fisik saja melainkan mental dan sosial. Salah satu faktor dari kesehatan mental adalah kecemasan. Penyebab dari kecemasan ini diantaranya karena aspek perilaku, kognitif, mental dan sosial. Aspek kognitif salah satu cirinya susah konsentrasi, terhambat dalam pemikiran, khawatir dan bingung. Hal-hal tersebut dapat terjadi bisa dikarenakan seseorang memiliki pengetahuan yang baik atau bahkan kurang terhadap sesuatu, misalnya tentang pandemic Covid-19 saat ini. Tujuan penelitian: mengetahui Tingkat pengetahuan dan kecemasan orang tua terkait kesehatan anak dalam menghadapi pandemi covid 19. Metode: Desain penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan Total Sampling dengan jumlah 36 responden. Intrumen penelitian kuantitatif dengan kuesioner. Analisis data kuantitatif menggunakan regresi linier. Hasil: Analisis menunjukan responden yang memiliki pengetahuan baik sebesar 55.6% dan pada tabel 3 responden yang memiliki kecemasan dengan level berat yaitu 2,8%. Simpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan kecemasan orang tua terkait kesehatan anak dalam menghadapi pandemi covid 19.
Aspek biopsikososial ibu hamil bersalin dan nifas terkonfirmasi covid-19: Rapid review Syah Putri, Silvia Rizki; Pratiwi, Cesa Septiana; Kurniawati, Herlin Fitriani; Rosida, Luluk
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i1.163

Abstract

World Health Organization (WHO) menyebut coronavirus disease yang ditemukan pertama kali di Wuhan dengan novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir juga merupakan sasaran yang rentan terhadap infeksi Covid-19 (Kemenkes RI, 2020).Tujuan dari Rapid Review ini adalah untuk mengetahui ibu hamil, bersalin dan nifas yang terkonfirmasi Covid-19.Dari 12 Artikel yang didapatkan ibu hamil, bersalin dan nifas terkonfirmasi  Covid-19 dilihat dari aspek biologi, aspek psikologi dan aspek sosial. Tetapi masih diperlukan untuk mengivestigasi mendalam terkait pengalaman ibu hamil, bersalin dan nifas terkonfirmasi Covid-19.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di igd maternal RSUD. dr. Dradjat Prawiranegara Serang Adista, Nuria Fitri; Apriyanti, Ika; Muhida, Vega
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i2.182

Abstract

Latar belakang: Kematian Ibu sekitar 10-20% disebabkan oleh infeksi. Salah satu penyebab infeksi adalah Ketuban Pecah Dini. Penyebab Ketuban Pecah Dini (KPD) belum diketahui secara pasti. Faktor risiko KPD adalah infeksi yang terjadi secara langsung pada selaput ketuban dari vagina atau serviks, fisiologi selaput ketuban yang abnormal, serviks inkompetensia, kelainan letak janin, usia, faktor golongan darah, faktor graviditas, usia kehamilan, merokok, preeklampsia, keadaan sosial ekonomi, pendarahan antepartum, riwayat abortus dan persalinan preterm sebelumnya, riwayat KPD sebelumnya, defisiensi gizi yaitu tembaga atau asam askorbat, ketegangan rahim yang berlebihan, kesempitan panggul, kelelahan ibu dalam bekerja, hidramnion, kehamilan ganda, pendular abdomen serta trauma yang didapat misalnya hubungan seksual, pemeriksaan dan amniosintesis. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini. Metode : Penelitian analitik dengan metode case – control. Populasi  berjumlah 2.219 yakni ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini. Jumlah sampel 194 ibu bersalin yang terdiri dari 97 kasus dan 97 kontrol. Sampel penelitian diambil dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini berupa data sekunder, instrumen penelitian menggunakan daftar checklist. analisis data univariat, bivariat, dan multivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji regresi logistik berganda dengan model prediksi. Hasil: Dari analisis univariat didapatkan hasil bahwa 66% ibu yang mengalami KPD berusia 20 atau 35 tahun, 67% dengan riwayat gravida primipara, mengalami 54% mengalami preeklamsi, 31% ibu dengan riwayat anemia, 19% letak sungsang dan 10% gemelli. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia ibu, gravida, preeklampsi, anemia, letak sungsang, gemeli, dengan kejadian ketuban pecah dini (p-value 0.05). Simpulan: Variabel yang paling dominan mempengaruhi kejadian ketuban pecah dini yaitu variabel gravida  dengan nilai OR dari gravida adalah = 8,773.
Hubungan tingkat pengetahuan, budaya dan motivasi akseptor KB dengan pemilihan kontrasepsi mantap pria Maharani, Dini Siskia; Hardisman, Hardisman; Lisa, Ulfa Farrah
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i1.244

Abstract

Sensus penduduk 2020 mencatat pertumbuhan penduduk Indonesia masih tergolong tinggi. Pemerintah Indonesia masih terus berupaya menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia dan menurunkan Total Fertility Rate (TFR) melalui program keluarga berencana yang berorientasi pada keadilan dan kesetaraan gender dalam KB dan kesehatan reproduksi melalui upaya peningkatan keikutsertaan pria dalam program KB. Pengguna kontrasepsi mantap pria di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung merupakan yang tertinggi di Kota Padang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, budaya dan motivasi dengan pemilihan kontrasepsi mantap pria di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang.Penelitian analitik dengan metode kasus kontrol di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya dari bulan Mei sampai Juni 2022. Sampel dalam penelitian adalah Akseptor KB Pria pengguna kontrasepsi MOP dan semua suami dari PUS di wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang yang tidak menggunakan konrasepsi MOP sebanyak 34 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis data secara univariat dan bivaiat menggunakan chi-square (p≤0,05).Hasil uji bivariat mendapatkan pengguna konrasepsi MOP sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik 35,3% (p=0,000), budaya yang mendukung 94,1% (p=0,020) dan motivasi yang kuat 100% (p=0,000) dibandingkan dengan bukan pengguna kontrasepsi MOP.Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, budaya dan motivasi akseptor KB dengan pemilihan kontrasepsi mantap pria, dengan faktor dominan adalah budaya akseptor KB.
Gambaran pengetahuan ibu hamil trimester III tentang senam hamil di Puskesmas Gamping 1 Yogyakarta Sulistyowati, Nunik; Shoimah, Nurul
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2024): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i1.276

Abstract

Latar belakang: Senam hamil merupakan suatu metode penting untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbangan fisik ibu hamil dan merupakan terapi latihan yang diberikan pada ibu hamil. Manfaat senam hamil diantaranya selama kala I dapat menurunkan insidensi partus lama, mengurangi rasa sakit dan menurunkan kecemasan ibu dalam menghadapi proses persalinan, karena latihan latihan senam hamil yang rutin dapat mempengaruhi elastisitas otot dan ligamen yang ada di panggul, serta mengatur teknik pernafasan dan memperbaiki sikap tubuh Tujuan penelitian: Mengetahui pengetahuan ibu hamil trimester III tentang senam hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti adalah ibu hamil trimester III dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 ibu hamil. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang tujuan senam hamil yaitu 45 responden (86,5%), pengetahuan baik tentang manfaat senam hamil sebanyak 32 responden (61,5%), pengetahuan cukup tentang syarat senam hamil sebanyak 26 responden (50,0%), pengetahuan kurang tentang kontraindikasi senam hamil sebanyak 24 responden (46,2%) dan pengetahuan baik tentang pelaksanaan senam hamil sebanyak 32 responden (61,5%). Simpulan: Secara keseluruhan, pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil menunjukkan bahwa (46,2%) memiliki pengetahuan baik, (42,2%) memiliki pengetahuan cukup dan (11,5%) memiliki pengetahuan kurang.
Pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan terkait terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat dan terlalu banyak (4T) Sari, Apreza Puspita; Rizkiana, Erin
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.257

Abstract

Latar Belakang :  Kehamilan merupakan suatu kondisi fisiologis yang terjadi pada wanita, namun dapat diikuti dengan proses patologis yang mengancam kondisi baik ibu maupun janinnya. Menurut World Health Organization (2019), Maternal Mortality Rate (MMR) adalah jumlah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan masa nifas dan digunakan sebagai ukuran derajat kesehatan wanita. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu tujuan global Sustainable Development Goals (SDGs) untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Metode Penelitian :  Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yaitu jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dicapai (diperoleh), penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas. Analisa data paada penelitian ini  menggunakan teknik analisa   univariat .Hasil : Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar responden memiliki  pengetahuan cukup 9 orang atau (18%), sebagian besar memiliki pengetahuan baik 40 orang atau (80%),sikap cukup 44 orang (88%), sikap kurang 5 orang (10%). Kesimpulan : Ibu hamil di wilayah Puskesmas Bantul 1 sudah berpengetahuan baik dan sikap cukup.
Edukasi tentang makanan pendamping asi (mpasi) menggunakan leaflet meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian MPASI pada bayi usia 6-12 bulan di Magelang Kolin, Maria Octaviani Try Lestari Tuto; Astuti, Andari Wuri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.267

Abstract

Latar belakang: Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi guna untuk memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian makanan pendamping ASI ini merupakan proses perubahan asupan air susu menuju makanan yang memiliki jenis, tekstur, jumlah dan frekuensi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu. Metode: Penelitian ini menggunakan quasy experiment yang memiliki rancangan one grup pre-test post-test di Wilayah Magelang. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang dipilih secara purposive sampling dengan rumus slovin. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Intervensi menggunakan leaflet untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian MPASI. Data di analisis dengan uji analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Prevalensi ibu sebelum dilakukan penyuluhan pengetahuan yang memiliki pengetahuan baik terdiri dari 26 responden (86,6%) kemudian kategori pengetahuan cukup terdiri dari 2 responden (6,7%), dan yang terendah pada kategori kurang yaitu 2 responden (6,7%). Sedangkan hasil setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan responden tentang pemberian makan pendamping air susu ibu tertinggi kategori pengetahuan baik terdiri dari 29 responden (96,7%) dan kategori pengetahuan cukup terdiri dari 1 responden (3,3%). Terdapat hubungan antara pengaruh edukasi dengan tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian makanan pendamping asi pada bayi usia 6-12 bulan dengan hasil uji Wilcoxon 0,001. Simpulan: terdapat hubungan antara pengaruh edukasi tentang MP-ASI dengan tingkat pengetahuan ibu. Diharapkan bagi ibu memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI bayi pada saat usia lebih dari 6 bulan. Background: In order to fulfill an infant's nutritional demands in addition to breast milk, complementary food for breast-milk (MP-ASI) is given to the child. The provision of complementary food for breast-milk is the process of switching from milk consumption to food that has the type, texture, amount, and frequency according to the demands of the baby's body is known as. Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between mothers' knowledge of complementary feeding practices and breast milk production. Methods: This study employed a quasy experiment which had a one-group pre-test post-test design. This research was conducted in the working area of the Sawangan 2 Primary Health Center, Magelang. The number of subjects in this study were 30 respondents who were selected by purposive sampling with the slovin formula. The data was collected using a questionnaire. Data then were analyzed with univariate analysis test and bivariate analysis using Wilcoxon test. Results: Before knowledge counseling was conducted, there were 26 respondents (86.6%) who reported having strong knowledge, 2 respondents (6.7%) who reported having sufficient information, and 2 respondents (6.7%) who reported having less knowledge. After the counseling, it was discovered that the respondents' knowledge of giving complementary foods to breast milk was at its highest in the categories of good knowledge, which included 29 respondents (96.7%), and sufficient knowledge, which included 1 respondent (3.3%). The Wilxocon test result of 0.001 shows a relationship between the influence of education and mothers’ knowledge level in giving complementary food to infants aged 6 to 12 months. Results: There is a relationship between mother's level of knowledge and education regarding complementary food. Mothers are required to provide breast milk for their infants exclusively for six months, after which they are to start giving them complementary foods.
“TABAH RAHMAT” drink meningkatkan kadar hemogoblin ibu hamil Panjaitan, Sondang; Sukamto, Edi; Siregar, Nursyahid
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2024): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i1.278

Abstract

Latar belakang: Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rawan kekurangan gizi yang menyebabkan anemia, data Puskesmas Sangata Selatan tahun 2022 jumlah ibu hamil dengan anemia sebanyak 73,9%.  Dampak pada ibu hamil dengan anemia adalah kematian ibu, anemia pada ibu hamil lainnya adalah resiko keguguran, retardasi pertumbuhan intra uterus dan risiko postpartum hemorrhage, untuk meningkatkan kadar Hb dapat menggunakan tomat karena kandungan vitamin C di dalam tomat dibutuhkan tubuh untuk memaksimalkan penyerapan zat besi dan meningkatkan kadar Hb. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di Desa Sangatta Selatan Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian merupakan eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian yaitu pre test post test non equivalent kontrol group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang mengalami anemia di Desa Sangatta Selatan yang terdata periode bulan Februari-Maret 2023 sebanyak 28 orang. Jumlah sampel menggunakan total sampling sebanyak 28 orang. Alat ukur berupa lembar observasi dan alat ukur kadar Hb. Analisa data  menggunakan uji paired t test dan uji t independent. Hasil: Terdapat perbedaan kadar Hb sebelum dan sesudah pemberian tablet Fe ditambah jus tomat pada ibu hamil di Desa Sangata Selatan  Kabupaten Kutai Timur, terdapat perbedaan kadar Hb sebelum dan sesudah pemberian tablet Fe, pemberian tablet Fe ditambah jus tomat lebih efektif dibandingkan dengan hanya pemberian tablet Fe saja. Simpulan: pemberian tablet Fe ditambah jus tomat dapat meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil dengan anemia.