cover
Contact Name
I Nyoman Laba Jayanta
Contact Email
info.ejournal@undiksha.ac.id
Phone
+62817350209
Journal Mail Official
info.ejournal@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl Udayana Kampus Tengah Singaraja Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar Pendidikan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27458601     DOI : https://doi.org/10.23887/mpi
Core Subject : Social,
Mimbar Pendidikan Indonesia (MPI) dalah salah satu jurnal yang menjadi wadah untuk mempublikasikan artikel yang berkaitan dengan hasil peneitian yang berkaitan dengan ilmu pendidikan. jurnal ini akan terbit sebanyak 3 kali dalam waktu setahun. Januari, Mei, dan September
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2023): September" : 20 Documents clear
Model Pembelajaran Think Pair Share berbantuan PPT Interaktif: Solusi Meningkatkan Pengetahuan IPA Pranithi, Ni Nengah Suyani; Wiyasa, I Komang Ngurah; Ganing, Ni Nyoman
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i3.67029

Abstract

Proses pembelajaran di sekolah dasar sering kali belum mampu mendorong partisipasi aktif siswa dalam mengeksplorasi informasi dan mengemukakan pendapat secara kritis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kompetensi pengetahuan siswa, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Think Pair Share berbantuan PPT Interaktif terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian terdiri dari 205 siswa, dan sampel penelitian sebanyak 58 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes objektif pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji-t (pooled variance). Hasil analisis menunjukkan bahwa thitung = 8,890 > ttabel = 2,003 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Temuan ini mengimplikasikan bahwa model Think Pair Share berbantuan PPT Interaktif efektif dalam meningkatkan kompetensi pengetahuan IPA siswa. Model ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk mendorong partisipasi aktif dan peningkatan pemahaman konseptual siswa.
Problem Based Learning Assisted by Mind Mapping: Solution to Improve Science Critical Thinking Abilities Pradnyani, Putu Sagita; Wibawa, I Made Citra; Asril, Nice Maylani
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i3.69164

Abstract

The ability to think critically is one of the required skills that must be possessed by 21st century students. However, existing learning in schools still does not use learning models that are able to hone students' thinking abilities and does not involve students actively in learning material in class. This research aims to determine the effect of using the Problem Based Learning model assisted by mind mapping on critical thinking skills in science in class V students. The population in this research is class V elementary school students. The sample was selected using a random sampling technique where the experimental class consisted of 30 students and the control class consisted of 26 students. The data collection method in this research uses a test method with 30 questions. The data obtained was then analyzed using the t-test. Based on the results of data analysis, tcount (1.743) is greater than ttable (1.297), so it can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted. It was concluded that there was an influence of the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by mind mapping on the science critical thinking abilities of fifth grade elementary school students.
The Supervisory Impact of School Principals on Instructional Excellence Moses Adeleke Adeoye; Olaolu Paul Akinnubi; Oyeronke Christiana Paramole
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i3.69299

Abstract

Instructional excellence is a key indicator of educational quality, heavily influenced by the leadership role of school principals. A recurring issue is the suboptimal implementation of instructional supervision, which hinders efforts to improve teaching and learning quality. This study aims to explore the impact of principal supervision on achieving instructional excellence within educational settings. A Systematic Literature Review method was employed, analyzing relevant theories and empirical findings drawn from scholarly databases such as Google Scholar, ResearchGate, SINTA, Scopus, and Web of Science. Data analysis was conducted using a thematic approach, focusing on core principles, behavioral theories, and instructional supervision strategies. The findings reveal that effective supervision plays a critical role in enhancing teaching practices, improving student learning outcomes, and fostering a positive school climate. Key factors influencing successful supervision include instructional leadership, communication skills, and collaborative engagement among principals, teachers, and other stakeholders. This review concludes that strengthening principals’ capacity for instructional supervision is a pressing need. The study implies that sustainable professional development programs are essential to empower school principals in cultivating high-quality and continuous learning environments.
Model Kooperatif Tipe Talking Stick berbantuan Media Mystery Box dalam Meningkatkan Kompetensi IPS Siswa Sekolah Dasar Sintyawati, Ni Luh Putri; Ganing, Ni Nyoman; Wiyasa, I Komang Ngurah
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i3.69341

Abstract

Kondisi kelas yang kurang kondusif menjadi salah satu permasalahan dalam proses pembelajaran yang akhirnya berpengaruh terhadap rendahnya kompetensi pembelajaran IPS. Diperlukan penerapan model pembelajaran yang dapat mengakomodasi kemampuan penyampaian pendapat siswa secara lebih teratur dan kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Model pembelajaran Kooperatif tipe Talking Stick berbantuan Mystery Box terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD. Penelitian ini adalah penelitain kuantitatif dengan desain eksperimen semu dan rancangan Non-equivalent Kontrol Group Design. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 137 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling dengan kelas eksperimen sebanyak 33 orang dan kelas kontrol sebanyak 31 orang. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik tes dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-T sampel independent. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Talking Stick berbantuan media Mystery Box dengan kelompok yang tidak dibelajarkan dengan model Kooperatif Tipe Talking Stick berbantuan media Mystery Box. Diperoleh simpulan bahwa model pembelajaran kooperatif Tipe Talking Stick berbantuan media Mystery Box berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD.
Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan Powerpoint: Solusi Meningkatkan Kompetensi Pengetahuan IPA Adnyana, I Gede Agus Adi; Wiyasa, I Komang Ngurah; Ganing, Ni Nyoman
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i3.69347

Abstract

Pembelajaran IPA di sekolah dasar harus mampu menumbuhkan sikap logis, kritis, dan kreatif siswa terhadap fenomena alam yang terjadi di sekitarnya. Namun kompetensi belajar IPA siswa yang masih tergolong rendah salah satunya dipicu oleh kurangnya motivasi siswa dalam belajar dan model pembelajaran yang digunakan masih berpusat pada siswa, sehingga belum mencapai hasil kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan media PowerPoint terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini sebanyak 206 orang siswa. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik cluster random sampling yang memperoleh sampel kelompok eksperimen sebanyak 30 orang dan kelompok kontrol sebanyak 33 orang. Metode pengumpulan data menggunakan metode pilihan ganda (tes objektif) sebanyak 30 butir soal. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial (uji-t). Diperoleh simpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan media PowerPoint terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan media PowerPoint dapat menjadi alternatif efektif untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan IPA siswa sekolah dasar.
Inovasi Model Student Facilitator and Explainning (SFAE) berbantuan Mind Mapping dalam Meningkatkan Kompetensi IPA Putri, Ni Luh Kade Riska Pratami; Ganing, Ni Nyoman; Suniasih, Ni Wayan
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i3.69442

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) seharusnya tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga menekankan pada proses penemuan yang melibatkan siswa secara aktif. Namun, dalam praktiknya, kompetensi pengetahuan IPA siswa masih tergolong rendah, terutama dalam kemampuan memahami dan menghubungkan konsep secara bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) berbantuan media mind mapping terhadap peningkatan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 492 siswa, dengan sampel yang diperoleh melalui teknik cluster random sampling, yaitu 28 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 26 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes objektif berbentuk pilihan ganda sebanyak 40 butir soal yang telah divalidasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial melalui uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai thitung (2,065) lebih besar dari ttabel (2,006) pada taraf signifikansi 5% (dk = 52), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model SFAE berbantuan mind mapping berkontribusi secara signifikan dalam membangun kompetensi pengetahuan IPA siswa. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran interaktif dan visual dapat memperkuat proses kognitif siswa dalam memahami materi IPA.
Hubungan antara Intensitas Perhatian Orang Tua dan Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Widia Sari, Ketut Intan; Rati, Ni Wayan; Astawan, I Gede
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i3.70043

Abstract

Masa pandemi covid-19 sekarang ini menyebabkan proses pembelajaran dilakukan secara online (daring). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan yang signifikan intensitas perhatian orang tua dan gaya belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V. Jenis penelitian ini ex post facto dengan menggunakan pendekatan asosiatif kuantitatif. Populasi penelitian yang digunakan sebanyak 137 siswa, sedangkan sampel penelitian yang digunakan sejumlah 59 siswa. Analisis data pada penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif dan inferensial, uji hipotesis menggunakan analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis, maka diperoleh hubungan antara intensitas perhatian orang tua dengan hasil belajar IPA dengan thitung (51.730) > ttabel (1,684), hubungan antara gaya belajar dengan hasil belajar IPA yakni thitung (44,002) > ttabel (1,684), serta hubungan antara intensitas perhatian orang tua dan gaya belajar secara serempak berhubungan signifikan dengan hasil belajar IPA dengan Fhitung>Ftabel yaitu 11,368 > 3,323. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas perhatian orang tua dan gaya belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa segala bentuk intensitas perhatian dari orang tua sangat dibutuhkan, karena intensitas perhatian orang tua terhadap proses belajar akan mendorong siswa untuk bertanggung jawab dalam belajarnya dan mencapai prestasi belajar yang baik.
Analisis Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi di SD Devi Anom Sari, I Gusti Ayu; Riastini, Putu Nanci; Margunayasa, I Gede
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i3.70048

Abstract

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi masih menghadapi berbagai kendala di sekolah, sebagian besar guru belum memperoleh pelatihan yang memadai, sementara sebagian lainnya telah mengikuti pelatihan namun belum mampu mengimplementasikannya secara efektif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pembelajaran berdiferensiasi serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami guru dalam proses penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru kelas I dan IV pada jenjang sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan memanfaatkan strategi diferensiasi konten, produk, dan lingkungan belajar. Namun, pelaksanaannya belum berjalan secara optimal. Hambatan yang ditemukan antara lain keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi, rendahnya keterampilan dalam pemanfaatan teknologi, kurangnya kreativitas dalam merancang pembelajaran, serta kendala waktu dalam menyiapkan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan sistematis melalui pelatihan lanjutan dan pendampingan intensif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya penguatan kompetensi profesional guru sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan Kurikulum Merdeka.
Problem Based Blended Learning: Strategi Pembelajaran Efektif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Kemandirian Belajar Informatika Siswa SMP I Putu Rencanaguna; Ketut Agustini; I Gde Wawan Sudatha
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i3.70662

Abstract

Tuntutan Proses pembelajaran pada masa era revolusi industri 4.0 ini, yaitu terjadi integrasi antara teknologi fisik, biologis, dan digital dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun, pembelajaran umumnya masih berfokus pada peran guru (teacher-centered), yang kurang efektif dalam mendukung pengembangan kompetensi sikap sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pembelajaran Problem Based Blended Learning (PBBL) terhadap kemampuan berpikir kritis dan sikap kemandirian belajar Informatika pada siswa kelas VII SMP. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain penelitian quasi experiment. Adapun penelitian ini melibatkan 368 siswa sebagai populasi. Dari jumlah tersebut, 64 siswa dipilih sebagai sampel menggunakan teknik random sampling, lalu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menjalani pembelajaran dengan menerapkan model PBBL, sementara kelompok kontrol menerima pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan kuesioner untuk mengevaluasi sikap kemandirian belajar siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan Manova menunjukkan bahwa model PBBL memiliki pengaruh signifikan terhadap kedua variabel tersebut. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa implementasi PBBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran Informatika. Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoretis, tetapi juga implikasi praktis yang relevan dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih progresif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Media E-Modul Berbasis Masalah pada Muatan Pelajaran IPAS Materi Gaya di Sekitar Kita Kelas IV I Gusti Ayu Diantari Pradnya Dewi; Anak Agung Gede Agung
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i3.74468

Abstract

IPAS merupakan mata pelajaran terpadu yang menggabungkan konsep-konsep dasar dari IPA dan Ilmu IPS yang tujuannya untuk membantu siswa memahami lingkungan alam dan sosial secara menyeluruh, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis, ilmiah, dan empati sosial. Namun minat belajar siswa di sekolah dasar saat ini cenderung rendah akibat penggunaan media pembelajaran yang monoton. Tentunya, hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa kelas IV. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Modul berbasis Masalah pada Muatan Pelajaran IPAS untuk siswa kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek pada penelitian ini melibatkan 3 orang ahli dan seluruh siswa kelas IV SD yang berjumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara, kuesioner/angket, dan tes berupa lembar kuesioner dan tes pilihan ganda (objektif). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil uji validitas produk dari ahli isi/materi pelajaran memperoleh skor 98% dengan kualifikasi sangat baik, ahli desain instruksional memperoleh skor 100% dengan kualifikasi sangat baik, ahli media pembelajaran memperoleh skor 100% dengan kualifikasi sangat baik, uji coba perorangan memperoleh skor 96,6% dengan kualifikasi sangat baik, dan uji kelompok kecil memperoleh skor 92,2% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil uji efektivitas menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan E-Modul. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa E-Modul berbasis Masalah efektif untuk digunakan dalam pembelajaran karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV. Implikasi penelitian ini adalah dapat memberikan dasar bagi pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan menarik untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa di sekolah dasar.

Page 1 of 2 | Total Record : 20