cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 90 Documents
Penyuluhan Diabetes Mellitus dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Diabetes pada Ponsel Pintar Asri Prima Dewi AA Ayu; Komang Trisna Sumadewi; Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gde Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak diderita oleh masyarakat saat ini. Penderita diabetes memerlukan terapi medikamentosa dan non medikamentosa jangka panjang serta monitoring rutin. Penderita cenderung merasa bosan dengan lamanya terapi sehingga tidak sedikit yang tidak rutin meminum obat dan melakukan monitoring rutin. Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak masyarakat kini menggunakan ponsel pintar yang dapat digunakan untuk mengunduh aplikasi pada ponsel tersebut. Saat ini sudah banyak aplikasi pada ponsel pintar untuk monitoring diabetes mellitus. Pengabdian kemitraan masyarakat kali ini akan bekerja sama dengan klinik yang memiliki klub program pengelolaan penyakit kronis (prolanis). Penyuluhan mengenai diabetes, tatalaksana dan pentingnya monitoring penyakit tersebut dikombinasikan dengan pelatihan mengenai aplikasi diabetes pada ponsel pintar diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan masyarakat dalam monitoring diabetes mellitus dan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman masyarakat. Hasil dari penyuluhan dapat dilihat bahwa rerata pre test adalah sebesar 56%, dilanjutkan dengan evaluasi post test menunjukkan rerata 76% sehingga dapat terdapat peningkatan yang cukup signifikan terkait pengetahuan dan penggunaan aplikasi ponsel pintar tentang penyakit diabetes mellitus. Kata kunci: diabetes, aplikasi diabetes, penyakit kronis
Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Bangbang Kabupaten Bangli dalam Mendukung Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat dan Cerdas Finansial Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati; Wahyu Antari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan mengenai swamedikasi serta pengelolaan obat skala rumah tangga, termasuk bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan baik dan benar sangat penting dimiliki oleh masyarakat. Pengetahuan tersebut akan sangat berguna dalam penanganan sakit ringan dan pengelolaan kesehatan anggota keluarga. Namun, masih cukup banyak masyarakat yang awam tentang hal tersebut. Permasalahan ini juga dirasakan oleh mitra kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu kader Posyandu Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Selain itu, pemahaman kader mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dan perencanaan keuangan masa depan juga masih sangat kurang. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, maka dilakukan kegiatan PKM pemberdayaan mitra sebagai kader dalam implementasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Selain itu, dilakukan pula pemaparan materi mengenai kecerdasan finansial dan pelatihan manajemen keuangan untuk menghindari sandwich generation di masa depan. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan focus group discussion (FGD), penyuluhan, dan pelatihan terkait Gema Cermat dan kecerdasan finansial, serta pemberian bantuan berupa kotak obat, obat-obatan dasar, masker, dan hand sanitizer. Hasil evaluasi berupa pretest dan posttest menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan mitra mengenai Gema Cermat dan cerdas finansial, dilihat dari nilai rata-rata pretest yang hanya 62/100 menjadi 94/100 saat posttest. Pada saat monitoring kegiatan, tampak kotak obat sudah terpasang pada dinding kantor desa. Hasil evaluasi dan monitoring tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang telah dilakukan berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan pengetahuan mitra mengenai Gema Cermat dan cerdas finansial.
Pelatihan pada Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Perkembangan Balita Usia 0-2 tahun di Desa Bukian, Payangan Anny Eka Pratiwi; Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Made Indra Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi perkembangan seorang anak dapat dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangannya, yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Untuk meningkatkan berbagai aspek kecerdasan selama masa pertumbuhan dan perkembangan anak, diperlukan tidak hanya faktor keturunan dan rangsangan dari lingkungan, tetapi juga pemenuhan tiga kebutuhan utama: fisik, emosional, dan stimulasi dini. Kegiatan ini difokuskan pada kelompok Posyandu di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, dengan tujuan melatih para kader dalam melakukan stimulasi dan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan pada anak usia 0-2 tahun. Metode yang digunakan adalah community development, melibatkan 10 kader posyandu dan 5 anak berusia 0-2 tahun. Proses pelaksanaan melibatkan pelatihan kepada kader mengenai stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang bayi dan balita, diikuti dengan pengukuran dan penilaian tumbuh kembang anak. Dari 5 anak yang terlibat, 4 anak (80%) menunjukkan perkembangan "Sesuai," menunjukkan kemampuan baik dalam aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan kemandirian. Satu anak (20%) termasuk dalam kategori "Meragukan," sementara tidak ada yang tergolong dalam kategori "Penyimpangan." Pelaksanaan Program Deteksi Dini Perkembangan Anak dilakukan dengan tujuan memantau perkembangan anak dan mendeteksi potensi gangguan atau penyimpangan dalam perkembangan mereka. Implementasi program ini telah sukses, mencapai tingkat keberhasilan sebesar 100%.
Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi Kelompok Pemulung di TPA Suwung Denpasar Luh Gde Evayanti; Ni Wayan Diana Ekayani; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; I Wayan Sudiarta
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan terkait adanya risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja oleh para pemulung di TPA Suwung masih terbatas. Faktor yang paling mempengaruhi adalah sosialisasi yang kurang tentang pentingnya penerapan K3. Selain aspek K3 juga diketahui bahwa para pemulung yang bekerja > 8 tahun di TPA tersebut menggunakan APD yang tidak memadai dan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kasus kecelakaan maupun risiko penyakit akibat kerja masih kurang. Mitra pengabdian ini adalah kelompok pemulung yang bekerja di TPA Suwung. Adapun tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan pemulung terkait K3, pertolongan pertama bila mengalami kecelakaan ataupun paparan risiko penyakit akibat kerja. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan praktek langsung. Kegiatan dilakukan bersama dengan follow up dan evaluasi kepada mitra. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, terdapat perbedaan antara post-test dengan nilai pre-test secara signifikan (p < 0,05). Data ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pemulung setelah kegiatan.
Pemberdayaan Keluarga Pasien Dalam Perawatan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Rumah Sayu Wiidiawati; Ida Ayu Agung Dewi Sawitri; I Wayan Aditya Nugraha
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) suatu penyakit pada saluran pernafasan yang ditandai dengan adanya obstruksi atau penyempitan yang bersifat kronis. PPOK akan menurunkan kualitas hidup penderita sehingga penderita memerlukan perawatan jangka panjang. Peran penting keluarga pasien adalah memberikan dukungan dan perawatan kepada pasien. Rendahnya pengetahuan mitra tentang penyakit PPOK khususnya dalam hal perawatan pasien di rumah merupakan permasalahan prioritas mitra. Kegiatan PKM ini bertujuan memberikan solusi pemecahan masalah kesehatan mitra melalui upaya peningkatan pengetahuan mitra tentang penyakit PPOK. Kegiatan yang dilaksanakan adalah penyuluhan mengenai gejala, penyebab, cara penularan, cara pencegahan, dan pengobatan PPOK. Sedangkan berkaitan dengan perawatan di rumah, pemecahan masalah yang dapat diberikan adalah pelatihan tentang cara perawatan pasien di rumah, penyerahan paket alat dan obat nebulizer di rumah serta pendampingan mitra pasca kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Tahapan kegiatan PKM yaitu persiapan, analisa situasi, penentuan sasaran dan kegiatan, penyuluhan, pelatihan penggunaan alat nebulizer, penyerahan bantuan alat nebulizer, pendampingan selama satu bulan, evaluasi dan pembuatan laporan kegiatan PKM. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan PKM disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mitra meningkat rata-rata 93% setelah kegiatan PKM, mitra dapat menyediakan alat nebulizer di rumah serta mampu menggunakan alat nebulizer dengan benar sehingga mempermudah perawatan pasien secara mandiri.
Pemberdayaan PKK dan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi di Desa Bukian, Kecamatan Payangan Ratna Juwita Dewa Ayu Putu; Luh Gede Pradnyawati; Anny Eka Pratiwi; Ni Made Hegard Sukmawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada kehamilan dan persalinan yang berkontribusi terhadap peningkatan angka kematian ibu. Kehamilan berisiko tinggi adalah suatu kondisi dalam kehamilan, dimana ibu hamil berada dalam keadaan yang dapat memperburuk kondisinya sendiri maupun janin yang dikandungnya akibat proses kehamilan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kehamilan berisiko untuk menurunkan komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Desa Bukian merupakan desa di kawasan Kecamatan Payangan Desa Bukian memiliki kegiatan aktif di bidang kesehatan yang dinaungi oleh Puskesmas dengan memberdayakan ibu-ibu PKK sebagai kader. Berdasarkan data Puskesmas, jumlah ibu hamil saat ini sebanyak 43 ibu hamil yang belum pernah mendapat pemaparan lengkap tentang proses kehamilan dan risiko pada kehamilan. Ibu hamil tersebut sebagian besar berada pada trimester satu yang merupakan fase terpenting untuk melakukan skrining dan diagnosis awal jika terdapat gejala patologis pada ibu hamil. Berdasarkan diskusi dengan PKK disepakati penting untuk melakukan edukasi pada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka terhadap kehamilan risiko tinggi sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan mereka, terutama keluarga dalam melakukan antenatal care sebagai penentu keputusan. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 PKK dan 11 ibu hamil yang berdiskusi tentang fase kehamilan, gejala dan tanda patologis, bagaimana cara mengambil keputusan dalam setiap risiko kehamilan serta manajemen stress pada kehamilan. Didapatkan hasil bahwa lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap risiko kehamilan sebelum dan sesudah dilakukan diskusi dan penyuluhan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu ibu PKK menjadi kader dalam menyebarkan pengetahuan dan konseling risiko-risiko pada kehamilan yang patut diwaspadai.
PKM Pencegahan Covid-19 dengan Latihan Pembuatan Hand Sanitizer Kepada Pedagang di Pasar Tegal Harum Denpasar- Bali Desak Putu Citra Udiyani; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Asri Lestarini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Selama masa pandemi COVID-19 ini, menjaga kesehatan sangatlah perlu untuk menghindari penyakit ini. Pencegahan penularan infeksi COVID-19 yang efektif salah satunya dalah dengan mencuci tangan. Cara ini efektif untuk melingdungi diri dan orang lain pula dari penularan COVID-19. Cara tutup mulut terutama saat batuk dengan tisu dan atau lipatan siku, teratur mencuci tangan, serta menjaga jarak dengan orang lain dengan jarak satu meter atau lebih terutama dengan orang yang batuk atau bersin. Pasar menjadi tempat yang sangat rawan dalam penyebaran virus COVID-19. Seperti pasar di daerah Desa Tegal Harum, keramaian dan seringnya transaksi akan menyebabkan meningkatnya kemungkinan untuk tertular virus. Dan untuk melakukan pencegahan penyebaran virus COVID-19, program kerja yang dilakukan di Desa Tegal Harum adalah dengan membuat Hand Sanitizer dan membagikannya kepada pelaku pasar yang sering berinteraksi dengan pelanggan. Program kerja ini dilaksanakan dalam rangka menurunkan resiko terinfeksi COVID-19 masyarakat di Desa Tegal Harum. Karena dampak adanya COVID-19 terhadap perekonomian di Desa Tegal Harum menurun. Hasil dari kegiatan ini peran aktif dari mitra dan kelompoknya dengan indikator berupa 100% persentase kehadiran dan aktif dalam berpartisipasi. Dengan adanya kegiatan ini terjadi peningkatan pemahaman tentang COVID-19 pada para pedagang serta penerapan perilaku untuk mencegah penyebaran COVID-19 virus yaitu dengan hidup bersih dan sehat. Kelompok mitra juga mampu mandiri dalam membuat Hand Sanitizer dalam mencegah penyebaran COVID-19 virus. Kata kunci : Pengabdian kepada masyarakat, Hand Sanitizer, covid-19
Pemberdayaan Kader PKK dalam Pengolahan Tanaman Toga di Desa Celuk Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit; Luh Gde Evayanti; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Sagung Putri Permana Lestari Murdhana Putere; I Wayan Sudiarta; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Processing of toga plants or traditional medicinal plants is an important part of human cultural heritage. Toga plants are rich in active compounds that have pharmacological effects and health benefits. Interest in the use of the toga plant as an alternative treatment is increasing. Toga plant processing involves various stages, from planting to extracting active compounds, with the important role of technology and innovation. The importance of the toga plant processing industry involves economic aspects, biodiversity conservation, and preservation of cultural traditions. The development of this industry requires a holistic approach involving various parties, from farmers to consumers, to ensure sustainability and welfare of the communities involved in this process. The partners in this service are the PKK Cadres of Celuk Sukawati Gianyar Village, totaling 8 people and coordinated by the PKK Cadre Chair. There are problems that have been identified by partners, namely economic and health problems. The economic problem is the decreasing economic capacity of partners, while the health problem is the lack of cadre skills regarding the use of family medicinal plants in health. The solution for partners to these two problems is to provide education regarding the use of toga plants and training regarding processing of toga plants. Partners are given tools and materials to assist partners in processing toga plants. Outcomes include increasing the knowledge of ≥ 80% of partner members regarding the use of toga plants and ≥ 80% of partner members receiving training in processing toga plants to increase family income.
Ketrampilan Bagi Pelatih dan Official Berbagai Cabang Olahraga Mengenai Bantuan Hidup Dasar Ni Wayan Rusni; Tanjung Subrata; Asri Lestarini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko cedera mulai dari ringan hingga fatal dapat saja terjadi pada setiap aktifitas fisik termasuk dalam kompetisi olahraga. Oleh karena itu, ketepatan dan kecepatan pertolongan yang diberikan menentukan proses penyembuhan pada cedera yang dialami. Komplikasi yang lebih parah dapat saja terjadi apabila terjadi kesalahan ketika pertama kali dilakukan pertolongan. Untuk menghindari hal tersebut adalah menjadi sangat penting bagi official pertandingan mendapatkaan pelatihan dalam upaya memberikan pertolongan untuk pertama kalinya, terlebih lagi official lah yang bertugas mendampingi atlet saat pertandingan. Pelatihan yang diberikan berupa keterampilan resusitasi jantung paru (RJP) dan first aid training, menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan (p=0,000) yang dianalisis dari hasil pretest dan postest setelah pemeberian materi dan pelatihan diberikan. Selain itu peserta pelatihan tampak sangat antusias mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan. Observasi langsung dilakukan saat kegiatan memperlihatkan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan serta tingginya antusiasme peserta untuk langsung mencoba melakukan kegiatan simulasi yang telah diajarkan.
Diabetes Support System dalam Upaya Meningkatkan Kepatuhan Terapi dan Pengendalian Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dewa Gde Agung Budiyasa; Ni Kadek Noviantari; Ni Komang Ady Tri Hapsarii
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis ditandai adanya peningkatan kadar gula darah/hiperglikemia yang terjadi karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Perkeni, 2021). Terjadinya peningkatan kasus penderita diabetes mellitus secara umum yang sebagian besar dikarenakan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Dari hal tersebut dapat diprediksi bahwa kasus diabetes mellitus akan mengalami peningkatan cukup signifikan. Penyakit Diabetes Mellitus akan memberikan pengaruh terhadap kualitas SDM/sumber daya manusia serta dapat meningkatkan biaya kesehatan yang cukup besar, maka diperlukan suatu program untuk pengendalian dan penatalaksanaan diabetes mellitus tipe 2. Dari hal tersebut maka dibuatlah program PKM Diabetes Support System dalam upaya meningkatkan kepatuhan terapi dan pengendalian gula pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Kegiatan PKM ini dimulai dengan koordinasi dan sosialisasi, pelatihan dan pemberian edukasi mengenai pengertian, penyebab, gejala, komplikasi, dan pengendalian gula darah pada pasien DM tipe 2, serta diberikan pelatihan penggunaan glucometer maupun tensimeter, setelah itu dilakukan pendampingan dan evaluasi kegiatan. Adapun hasil evaluasi dari kegiatan PKM adalah terjadinya peningkatan pengetahuan mitra yaitu rata-rata 93.3% dan mitra dapat menerapkan penggunaan alat medis yang diberikan seperti glucometer, tensimeter, thermometer secara mandiri.