cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 90 Documents
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Stimulasi Perkembangan Bayi Melalui Baby Gym di Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani Sumadewi, Komang Trisna; Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu; Anthony Kerans, Fransiscus Fiano; Diah Witari, Ni Putu; Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit; Evayanti, Luh Gede; Kurniawati, Ida
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan perkembangan pada bayi dan anak menjadi perhatian pemerintah karena dampak yang dapat ditimbulkan. Gangguan perkembangan motorik banyak ditemukan pada bayi usia 3-5 bulan. Gangguan ini berupa keterlambatan perkembangan yang tidak sesuai dengan usianya. Kondisi ini terjadinya karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya rendahnya stimulus yang diberikan. Berdasarkan wawancara bersama kader Posyandu di Banjar Tandang Tribuana, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, didapatkan bahwa pemberian informasi mengenai perkembangan anak masih rendah, pelatihan mengenai pemberian stimulasi bayi dan anak juga masih jarang dilakukan, serta belum pernah dilakukan pelatihan mengenai baby gym. Melihat permasalahan tersebut, maka solusi yang dapat dilakukan antara lain memberikan edukasi mengenai tumbuh kembang serta stimulasi anak berdasarkan usia, dan pelatihan mengenai baby gym yang dapat membantu perkembangan bayi dan anak. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra mengenai tumbuh kembang anak, stimulasi perkembangan sesuai usia, mengenali keterlambatan perkembangan serta meingkatkan keterampilan mitra dalam melakukan baby gym. Mellalui kegiatan ini didapatkan hasil berupa peningkatan pengetahuan mitra mengenai tumbuh kembang dan stimulasi anak sebesar 51.17%, peningkatan keterampilan mitra dalam memberikan stimulasi serta melalukan baby gym. Kehadiran peserta 100% dengan pastisipasi aktif melalui respon yang diberikan oleh peserta. Kesimpulannya, program ini terlaksana dengan lancar dan dapat memenuhi indikator keberhasilan program yang sudah ditetapkan oleh tim pengabdian.
Pengabdian kepada Masyarakat dalam Upaya Pemanfaatan Ubi Ungu untuk Kesehatan Hidup Sehari-hari Jawi, I Made; Sutirta Yasa, I Wayan Putu; Purnamasidhi, Cokorda Agung Wahyu; Pujawan, I Made Naris; Suardika, Anom; Tirtha Yasa, I Nyoman Wawan; Pratiwi, Cokorda Agung; Divasta, I G Mahapraja
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian tentang umbi ubi jalar ungu memiliki khasiat terhadap kesehatan melalui tingginya kadar antioksidan, antikarsinogenik, dan antiinflamasi. Kandungan antosianin yang cukup tinggi menjadi kunci utamanya. Oleh karenanya, antioksidan yang terkandung di umbi ubi jalar ungu tersebut sangat bermanfaat mencegah penyakit degeneratif. Seiring berjalannya waktu, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat mulai meningkat. Solusi yang diterapkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah melalui program pengabdian terkait pemanfaatan ubi ungu untuk mencegah penyakit degeneratif pada lansia. Program ini menargetkan 60 masyarakat karang lansia di Desa Celuk, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mereka terkait zat yang terkandung di dalam ubi ungu, cara pengolahan ubi ungu, dan manfaat kesehatan yang diperoleh dari ubi ungu. Metode pelaksanaan kegiatan ini dikemas menarik dengan hiburan, praktek pembuatan jus ubi ungu, sesi diskusi interaktif, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas program. Hasil dari program ini menunjukan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan khasiat ubi ungu untuk kesehatan hidup sehari-hari, dengan rata-rata peningkatan yang didukung oleh hasil uji statistik. Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat dalam upaya pemanfaatan ubi ungu untuk kesehatan hidup sehari-hari dapat meningkatkan kesadaran masyarakat karang lansia terkait pentingnya menjaga kesehatan di usia tua. Diperlukan perluasan cakupan program pengabdian ini ke wilayah-wilayah lain dan mengintegrasikan evaluasi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan kesadaran masyarakat dan perubahan perilaku yang diharapkan. Kata Kunci: Desa Celuk, Lansia, Pengabdian masyarakat, Ubi Ungu Abstract Community Service in an Effort to Utilise Purple Sweet Potato for Daily Living Health Research shows that purple sweet potato tubers have health benefits through high levels of antioxidants, anticarcinogenic, and anti-inflammatory substances. The high anthocyanin content is the main key. Therefore, the antioxidants contained in purple sweet potato tubers are very useful in preventing degenerative diseases. As time goes by, public awareness of the importance of healthy living begins to increase. The solution implemented to overcome this problem is through a community service program related to the use of purple sweet potatoes to prevent degenerative diseases in the elderly. This program targets 60 elderly communities in Celuk Village, with the aim of increasing their knowledge regarding the substances contained in purple sweet potatoes, how to process purple sweet potatoes, and the health benefits obtained from purple sweet potatoes. The method of implementing this activity is packaged attractively with entertainment, practice of making purple sweet potato juice, interactive discussion sessions, and evaluation through pre-test and post-test to measure the effectiveness of the program. The results of this program show a significant increase in public knowledge regarding the benefits and properties of purple sweet potatoes for daily health, with an average increase supported by statistical test results. Thus, community service in efforts to utilize purple sweet potatoes for daily health can increase awareness of the elderly community regarding the importance of maintaining health in old age. It is necessary to expand the scope of this service program to other areas and integrate long-term evaluation to ensure continued community awareness and expected behavioral changes. Keywords: Celuk Village, Elderly Population, Community Service, Purple Sweet Potato.
PKM Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat, Pelatihan Pembuatan Kompos, dan Literasi Pasar Modal pada PKK Kelurahan Sesetan Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat yang rasional dalam pengobatan sendiri atau swamedikasi adalah bagian yang krusial untuk mendapatkan luaran terapi yang diinginkan. Namun, belum semua masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang hal tersebut, termasuk mitra pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini yaitu kelompok ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan. Pada diskusi awal, mitra menyatakan bahwa mereka memiliki pemahaman yang terbatas mengenai swamedikasi yang rasional sehingga membuat mitra menjadi ragu dalam melakukan swamedikasi, serta terkadang melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak disadari saat melakukan swamedikasi terhadap diri sendiri maupun keluarganya. Mitra juga membutuhkan pelatihan terkait pengolahan sampah-sampah daun dan canang yang membludak terutama ketika hari raya besar seperti Galungan dan Kuningan. Selain itu, mitra juga memerlukan pelatihan mengenai pasar modal, terutama terkait dengan investasi saham sebagai alternatif investasi keluarga. Oleh karena itu, PKM ini memberikan penyuluhan kepada mitra kelompok PKK tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang mencakup penggunaan obat secara rasional dalam swamedikasi, penggunaan antibiotik yang benar, cara penyimpanan dan pembuangan obat yang benar, serta cara penggunaan obat dalam bentuk sediaan khusus. Mitra juga diberikan pelatihan pendaur-ulangan sampah organik menjadi kompos dan pelatihan literasi pasar modal. Metode yang diterapkan meliputi focus group discussion atau diskusi kelompok terarah, penyuluhan dan pemutaran video tentang Gema Cermat, pelatihan daur ulang sampah organik, serta pelatihan pasar modal. Hasil evaluasi berdasarkan nilai pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap materi-materi yang telah disampaikan, dengan rata-rata nilai 54/100 pada pretest menjadi 90/100 pada posttest. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah berhasil meningkatkan pemahaman mitra mengenai Gema Cermat, daur ulang sampah organik, serta literasi pasar modal.
Sosialisasi UMKM dan Pemberdayaan Kelompok Banten dalam Skrining Hipertensi di Desa Adat Budaga, Klungkung Putu Austin Widyasari Wijaya; Kusumadewi Riandra, Ni Putu Indah
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Banten merupakan sekumpulan anggota pembuat banten atau sarana upakara dalam umat Hindu. Dewasa ini peningkatan pesanan banten pada Kelompok Banten ini terjadi secara cepat, dengan jenis banten yang bervariasi dan pada banten jenis tertentu memerlukan modal yang besar. Sebelumnya, modal dikumpulkan secara kolektif oleh anggota kelompok, namun belakanga ini tidak mencukupi dan terdapat keinginan untuk melakukan pinjaman ke bank. Berdasarkan hal tersebut perlu dibentuk suatu struktur organisasi yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada Kelompok Banten untuk memudahkan persayaratan kredit di bank dengan adanya program-program pinjaman khusus untuk UMKM. Oleh karena itu, dilakukan penyuluhan mengenai UMKM terhadap perwakilan Kelompok Banten. Selain itu, sering ditemukan penyakit kronis seperti hipertensi pada anggotanya, yang menimbulkan keluhan berkelanjutan dan sering menghambat proses pembuatan pesanan banten. Berdasarkan hal tersebut pula dilakukan penyuluhan mengenai cara mengukur tekanan darah dan langkah penanganan awal hipertensi. Penyuluhan UMKM dan pengukuran tekanan darah diikuti oleh perwakilan anggota Kelompok Banten. Setelah penyuluhan, pengetahuan mengenai UMKM oleh perwakilan kelompok meningkat, begitu juga dengan pengetahuan mengenai pengukuran tekanan darah, sudah dapat dilakukan oleh beberapa anggota kelompok secara mandiri. Kata kunci: Kelompok Banten, UMKM, Tekanan Darah
Upaya Peningkatan Kepedulian Kesehatan Mental Remaja pada Siswa Sekolah di SMPN 4 Tegallalang Rima Kusuma Ningrum
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health is a major problem that is often ignored in adolescents. Adolescents need to understand mental health in order to recognize themselves and communicate well in dealing with problems. Adolescents who have a healthy mentality can adapt well in facing challenges and changes. Mental health problems in adolescents are a concern for junior high school students (SMP) including at SMP Negeri 4 Tegallalang. This community service aims to increase awareness of adolescent mental health in junior high school students. The method used is providing material on mental health in adolescents including bullying words and how to deal with bullying. After providing the material, the event continued with questions and answers session. At the end of the activity, students were given a questionnaire as evaluation material for the implementation of the community service. A total of 39 students of SMP Negeri 4 Tegallalang participated in the community service activity and felt comfortable and very comfortable in sharing experiences, felt supported and very supported to seek help or talk about mental health. Students also felt able to reduce the stigma in society regarding adolescent mental health. Community service activities regarding mental health should be carried out continuously for adolescents, especially junior high school students, so that they become a strong and resilient mental foundation in facing challenges.
Pelatihan dan Pendampingan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita di Desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi; Wijaya, Putu Austin Widyasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak buruk terhadap kesehatan, intelegensia, dan masa depan anak. Berdasarkan laporan SSGI tahun 2022, prevalensi stunting balita nasional mencapai 24,4%, dengan prevalensi stunting pada Bali sebesar 10,9%. Kecamatan Kintamani menempati peringkat teratas untuk prevalensi stunting, khususnya desa Bayung Gede yang termasuk dua besar peringkat stunting tertinggi (13,51%). Tugas pemantauan tumbuh kembang ini merupakan tugas semua lapisan pemerintah, dengan garda terdepan yaitu kader posyandu. Kader posyandu berperan dalam pemantauan tumbuh kembang balita, namun kesiapan kader ini harus diimbangi dengan partisipasi Masyarakat untuk memanfaatkan posyandu tersebut. Hal ini akan berdampak pada hasil pemantauan pertumbuhan oleh kader saat kunjungan rumah balita yang tidak datang ke posyandu menjadi kurang akurat. Melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi maka diadakan sebuah kegiatan pelatihan dan pendampingan deteksi dini tumbuh kembang balita bagi pengelola posyandu desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli. Kegiatan yang dilakukan adalah melatih kader posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri yang benar dan tepat, kemudian membuat grafik berdasarkan hasil tersebut dan menginterpretasikannya, sehingga kader dapat mendeteksi dini ketika ditemukan adanya penyimpangan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pengetahuan partsipan sebelum dilakukan sosialisasi sebesar 30% sedangkan setelah sosialisasi dilakukan sebesar 90%. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini tumbuh kembang pada balita dan melakukan kegiatan yang positif untuk remaja. Simpulan dari kegiatan PKM ini tingkat pengetahuan dari kader posyandu setelah dilakukan kegiatan pendampingan ini dikategorikan baik. Kata kunci: stunting, tumbuh kembang, anak, kintamani, bali
Peningkatan Gizi Keluarga Balita Stunting Melalui Kreativitas Pangan Lokal di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani Lestarini, Asri; Udiyani , Desak Putu Citra; Cahyawati , Putu Nita; Aryastuti , Anak Agung Sri Agung; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak negatif pada kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa 49,2% balita di Desa Bayung Gede berisiko terkena stunting. Tingginya angka stunting ini berhubungan erat dengan rendahnya asupan gizi pada anak, yang dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang tepat dan lemahnya ketahanan pangan keluarga. Keluarga balita stunting dan yang berpotensi mengalami stunting menjadi mitra utama dalam program pendampingan ini. Dua permasalahan utama yang akan diatasi adalah: 1) asupan gizi balita yang masih di bawah standar kecukupan gizi, dan 2) keterampilan ibu balita dalam membuat makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi dari bahan pangan lokal masih terbatas. Solusi yang ditawarkan meliputi: 1) peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai pola asuh dan nutrisi sehat serta keterampilan membuat PMT berbahan pangan lokal, dan 2) pemberian bantuan berupa paket gizi. Tahapan program pendampingan ini mencakup: 1) sosialisasi dengan semua pihak yang terlibat pada tahap awal, 2) penyuluhan kepada ibu balita mengenai pola asuh dan pelatihan membuat MPASI sehat untuk balita, dan 3) pemberian paket gizi berupa susu tinggi protein kepada keluarga yang membutuhkan. Hasil yang didapatkan dari program ini adalah peningkatan pengetahuan ibu balita yang dapat dilihat dari peningkatan postest (56,00) daripada pretest (89,50). Paket gizi juga telah diterima dengan baik oleh ibu balita. Dapat disimpulkan kegiatan telah berjalan dengan lancar dan diharapkan ke depannya terdapat kegiatan yang serupa secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Kader Posyandu di Desa Bayung-Gede Bangli dalam Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Makanan Bergizi Seimbang Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Desak Putu Citra Udiyani; Putu Ayunda Trisnia; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia. Anak yang menderita stunting mungkin tidak dapat mencapai potensi genetik dan kesehatan mereka yang ideal. Salah satu faktor yang menyebabkan stunting adalah pemberian makanan bayi dan anak yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi. Pola pengasuhan, keragaman dalam pemberian makanan, dan pengetahuan ibu atau pengasuh tentang makanan dengan gizi seimbang adalah faktor lain yang berkontribusi pada masalah ini. Data di Kabupaten Bangli menunjukkan angka stunting pada balita di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani-Bangli pada tahun 2022 masih cukup tinggi. Dari data hasil pengukuran angka kecukupan gizi diketahui bahwa asupan protein pada anak balita stunting di Desa Bayung Gede jauh di bawah angka kecukupan gizi anak seusianya. Berdasarkan analisis situasi tersebut maka dilaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan kader Posyandu Desa Bayung Gede-Kintamani tentang praktik pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) dengan gizi seimbang. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan peserta dari rata-rata skor pengetahuan 6,41 menjadi 8,91 (p<0.05) yang dilihat dari peningkatan nilai pre-test dan post-test. Dengan kegiatan ini kader diharapkan dapat memberikan contoh resep makanan dengan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari kepada ibu-ibu di Desa Bayung Gede-Kintamani. Dalam kegiatan ini juga diberikan paket ayam buras serta demplot kepada keluarga balita yang memerlukan sehingga diharapkan keluarga balita tersebut dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri terutama asupan proteinnya. Kata Kunci: gizi seimbang, kader posyandu, PMBA, Bayung Gede
Pendampingan/Revitalisasi Posyandu Cempaka 1 Banjar Taked Desa Selulung Kecamatan Kintamani Putu Ayunda Trisnia; Ni Wayan Sri Ekayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is chronic malnutrition, especially experienced by toddlers, and has unfavorable short-term and long-term outcomes. There are so many impacts caused by stunting that require serious treatment, both in Indonesia and throughout the world. Stunting can have an impact on cognitive decline, impaired immunity, and the risk of suffering from degenerative diseases in the future. The main causes of stunting include family factors/parenting patterns, breast milk, inadequate provision of MPASI, and infection. This community service activity involves families of stunted and potentially stunted toddlers in Banjar Taked, Selulung Village, Kintamani, and Bangli as partners. The main focus of the problems is increasing family knowledge regarding making and providing adequate, healthy, and nutritious MPASI from local food ingredients, as well as increasing the ability of posyandu cadres to carry out anthropometric measurements. The proposed solution to the problem of insufficient nutritional intake in children under five is increasing the knowledge of mothers of toddlers about parenting patterns and healthy food for children under five and the skills in making PMT from local food ingredients as well as increasing the ability of posyandu cadres in carrying out anthropometric measurements. The methods used in this activity are counseling, discussion, and training. The results of this activity are an increase in the knowledge of posyandu cadres in carrying out anthropometric measurements as well as an increase in the knowledge of mothers of toddlers regarding providing MPASI that is adequate and has high nutritional value. After this service was carried out, partners began to be moved to provide nutritious food to prevent stunting in toddlers.
Pelatihan Manuver Pernafasan dan Posisi pada Pasien Pasca Covid 19 Dewa Gde Agung, Budiyasa; Noviantari, Ni Kadek; Ady Tri Hapsari, Ni Komang
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona virus adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan baik infeksi pernapasan ringan maupun berat yang dapat menyebabakan pneumonia. Saat terjadi pneumonia berat atau ARDS, alveoli dalam paru-paru meradang dan tersumbat. Kondisi ini menyebabkan pasien mengalami kesulitan bernapas karena paru-paru terisi cairan, menjadi kaku dan sulit mengembang dan mengempis, sehingga pasien membutuhkan pertolongan segera agar terbebas dari keluhan tersebut sehingga perlu dilakukan upaya perawatan suportif dan rehabilitatif untuk mengurangi gejala dan risiko kematian. Perawatan suportif yang saat ini sedang banyak dilakukan untuk pasien Covid 19 adalah posisi pronasi. Posisi pronasi akan menyebabkan terjadinya homogenitas dari aleveolar paru, sehingga tidak terjadi hiperinflasi di daerah ventral paru dan kolaps pada bagian dorsal paru. Dari hal tersebut makan dibuatlah program PKM pelatihan maneuver pernapasan dan posisi pada pasien Covid 19. Kegiatan PKM ini dimulai dengan koordinasi dan sosialisasi, pelatihan dan pemberian edukasi mengenai Adapun hasil evalusi dari kegiatan PKM adalah terjadinya peningkatan pengetahuan yaitu rata-rata 82.2% dan mitra dapat menerapkan manuver pernapasan dan posisi serta dapat menggunakan alat medis seperti tensimeter, oksimeter, thermometer secara benar dan mandiri