cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 90 Documents
GERAKAN PEDULI STUNTING (GPS) DALAM MENURUNKAN STUNTING BERBASIS TEKNOLOGI DI DESA BATUR TENGAH, KECAMATAN KINTAMANI Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 masih tinggi yakni 21,6% sehingga menjadi fokus perhatian pemerintah. Angka prevalensi stunting di Bali telah mengalami penurunan dari 10,9% menjadi 8%. Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kejadian stunting cukup tinggi. Berbagai program pencegahan dan penurunan angka stunting telah dirancang dan dilaksanakan. Berdasarkan wawancara bersama kelian banjar dan kader di Banjar Tandang Tribuana, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, didapatkan bahwa penyuluhan mengenai stunting yang dilakukan oleh Puskesmas kurang mampu menarik minat masyarakat, pengetahuan masayarakat mengenai gizi seimbang bagi balita masih rendah, kurangnya keterampilan masyarakat mengenai cara mengolah bahan makanan yang mudah didapat dan sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, dan informasi mengenai stunting yang diterima oleh masyarakan belum maksimal. Dari masalah tersebut, maka solusi yang dilakukan antara lain memberikan edukasi stunting menggunakan media audiovisual yang lebih menarik, memperkenalkan berbagai fitur aplikasi stunting yang dapat diakses melalui handphone android, serta memberikan pelatihan mengenai pengolakan MPASI dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di desa tersebut. Tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan wawasan mitra mengenai stunting serta keterampilan mitra dalam mengolah MPASI. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 40% yang diukur dari nilai pretest dan posttest dengan kehadiran mitra 100%. Berdasarkan observasi juga didapatkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam menggunakan aplikasi stunting secara mandiri untuk memonitoring tumbuh kembang anak serta peningkatan keterampilan mitra dalam membuat MPASI yang bervariasi. Kesimpulan dari program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah dilakukan edukasi dan pelatihan.
PEMBINAAN KELOMPOK IBU PKK TERKAIT HIPERTENSI KEHAMILAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL DI DAUHWARU, JEMBRANA Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Ratna Juwita; Komang Trisna Sumadewi; A.A.Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan masyarakat terkait adanya hipertensi kehamilan di Kelurahan Dauhwaru masih kurang, terutama komplikasi yang akan dihadapi ibu hamil. Faktor kurangnya pengetahuan ini dipengaruhi oleh sosialisasi yang kurang tentang pentingnya pencegahan maupun kontrol tekanan darah pada ibu-ibu yang hamil. Ada banyak metode untuk menurunkan tekanan darah termasuk pemanfaatan tanaman sayuran sebagai obat herbal, salah satunya adalah pemanfaatan tanaman herbal. Tanaman herbal adalah tanaman yang dapat dipelihara sebagai tanaman lahan sempit di halaman rumah dan dikonsumsi sebagai sayuran atau jus untuk kesehatan. Mitra pengabdian ini adalah kelompok ibu PKK di Kelurahan Dauh Waru. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu PKK terkait hipertensi kehamilan dan pemanfaatan tanaman herbal kepada ibu-ibu hamil yang ada di lingkungan kelurahan. Metode yang digunakan berupa pembinaan dan praktek langsung cara mengukur tekanan darah mandiri. Selain itu, mitra juga diajarkan cara memelihara tanaman herbal dan memanfaatkannya sebagai tanaman herbal untuk mengontrol tekanan darah tinggi. Mitra juga dievaluasi melakui pre-test dan post-test. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, terdapat perbedaan antara post-test dengan nilai pre-test secara signifikan (p < 0,05). Data ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu PKK setelah kegiatan.
Edukasi Sikap Duduk Ergonomis Sebagai Pencegahan Nyeri Punggung Bawah pada Anak Yatim Piatu di Yayasan Taman Permata Hati Bali Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan sensasi nyeri yang terlokalisasi di bawah sudut iga terakhir dan di atas lipat bokong bawah dengan atau tanpa nyeri tungkai. Keluhan ini termasuk gangguan akibat mobilisasi yang tidak tepat dan sering disebabkan oleh regangan otot serta bertambahnya usia. Hal ini terjadi karena intensitas berolahraga yang kurang sehingga menyebabkan kelemahan pada otot-otot punggung dan perut. Data epidemiologi menunjukkan bahwa diperkirakan 80% populasi melaporkan kejadian NPB dan setiap tahun terdapat 7% populasi dewasa yang berkonsultasi kepada dokter terkait keluhan ini. Prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia dan mencapai puncaknya selama usia dekade keenam. Keluhan nyeri otot mulai dirasakan pada usia produktif yaitu 25-65 tahun dengan usia rata-rata 35 tahun. Menjaga kekuatan dan ketahanan otot serta menjaga sikap ergonomis dalam beraktivitas sehari-hari dapat menurunkan risiko NPB. Di Kabupaten Gianyar, Bali, terdapat yayasan yang memberikan dukungan kepada anak yatim piatu bernama Yayasan Taman Permata Hati (Bali Orphan Day Center) yang merupakan pusat pelatihan yatim piatu. Tujuan utama yayasan ini adalah memberdayakan anak yatim piatu di Bali untuk memperoleh kehidupan maupun pendidikan yang layak. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan yaitu dengan mengadakan penyuluhan. Kegiatan ini mencakup di bidang kesehatan yaitu penyuluhan terkait sikap duduk ergonomis yang akan diikuti oleh 63 anak dan remaja. Evaluasi pada kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan Pre-test dan Post-test. Penyuluhan juga dikemas menarik dengan hiburan dan permainan. Program penyuluhan ini diharapkan mampu memberikan edukasi pada mereka terkait sikap duduk ergonomis sebagai pencegahan NPB dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari.
Pemberdayaan Pekerja Industri Pembuatan Dulang Fiber Mengenai Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) dan Ergonomi Ni Wayan Rusni (Scopus ID: 57203956698)
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta ergonomi merupakan hal yang penting dan tidak terpisahkan dalam sistem ketenagakerjaan guna menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja. Kurangnya pengetahuan pekerja akan pentingnya penerapan K3 dan ergonomi dapat berdampak tidak hanya pada produktivitas kerja namun juga terhadap kesehatan dalam jangka panjang. Para pekerja pembuat dulang fiber yang bekerja pada perusahaan skala kecil-menengah ataupun dalam skala rumah tangga terpapar oleh berbagai risiko pada saat melakukan pekerjaannya, baik risiko dari pekerjaan itu sendiri maupun dari lingkungan kerjanya. Ditambah dengan sangat kurangnya pengetahuan serta kesadaran pekerja dalam menggunakan APD tentu akan memperbesar kemungkinan mereka dalam mengalami penyakit akibat pekerjaanya. Selain itu sikap kerja yang tidak ergonomis serta cara kerja yang kurang memperhatikan keselamatan saat bekerja sangat berisiko bagi keselamatan pekerja. Melalui upaya pemberdayaan pekerja dalam memahami dan menerapkan K3 serta bekerja secara ergonomis, maka diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan pekerja tanpa memerlukan banyak biaya dan usaha, namun tetap mampu mencapai produktivitas kerja yang optimal. Hasil penilaian tingkat pengetahuan peserta dengan menggunakan metode pretest dan postest menunjukkan rata-rata nilai pretest adalah 1,9 ± 1,02 dan rata-rata nilai postest sebesar 8,6 ± 0,82. Berdasarkan hasil pretest dan posttest tersebut, dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta pelatihan sebesar 77,90% (p=0.000)
Penyuluhan Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil Asri Prima Dewi AA Ayu
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Bali dan Indonesia, prevalensi ibu hamil dengan anemia defisiensi besi cukup tinggi. Kasus ini mencapai 46,2%. Salah satu faktor risiko yang ditemukan adalah bahwa pengetahuan ibu hamil tentang anemia defisiensi besi dan betapa pentingnya mengonsumsi tablet penambah besi dan makan makanan yang kaya zat besi untuk mencegah anemia masih kurang. Bayam adalah sayur yang mengandung zat besi cukup tinggi dan murah yang dapat mencegah anemia. Program kemitraan masyarakat ini berfokus pada penyuluhan dengan tema anemia defisiensi besi pada ibu hamil dan aplikasi bayam sebagai sumber zat besi. Diharapkan dengan kegiatan ini, pengetahuan ibu hamil tentang anemia defisiensi besi pada ibu hamil dan manfaat bayam sebagai sumber zat besi dapat meningkat. Terdapat peningkatan terkait hasil pre dan posttest mitra dari hasil penyuluhan sebesar 20 poin, yaitu dari rerata pretest yang sebesar 57 poin menjadi rerata 77 poin saat posttest. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mitra terhadap anemia defisiensi besi pada ibu hamil serta manfaat bayam sebagai sumber zat besi. Kata kunci : anemia defisiensi besi, ibu hamil, zat besi, bayam
Pemberdayaan Posyandu Kamboja Dalam Pemberian Susu Protein Hewani Pada Balita yang Beresiko Mengalami Stunting di Banjar Peludu, Desa Bayung Gede Pratiwi, Anny Eka
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting dapat disebabkan oleh kurangnya akses terhadap makanan bergizi, kekurangan vitamin dan mineral, serta rendahnya keragaman pangan dan sumber protein hewani. Faktor-faktor seperti pola asuh ibu yang tidak baik, terutama dalam hal perilaku dan praktik pemberian makan, juga berkontribusi pada stunting. Jika ibu kekurangan nutrisi selama masa remaja, kehamilan, dan laktasi, hal ini dapat sangat mempengaruhi pertumbuhan tubuh dan otak anak. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan meningkatkan konsumsi makanan bergizi dari sumber hewani seperti daging, susu, telur, serta buah dan sayur lokal sejak masa kehamilan. Susu memiliki kandungan vitamin B12 dan asam folat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Tujuan kegiatan adalah melakukan penyuluhan dan demonstrasi terkait deteksi dini tumbuh kembang balita pada pakder posyandu serta melakukan intervensi gizi spesifik pada balita yang beresiko stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, demonstrasi dan intervensi gizi pada balita. Penyuluhan dilakukan pada lima kader posyandu kamboja di Banjar Peludu, serta melakukan intervensi gizi spesifik dengan pemberian susu formula pada sepuluh balita yang beresiko stunting. Lokasi kegiatan dilakukan di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani. Hasil kegiatan ini tidak ditemukan penyimpangan tumbuh kembang pada 10 balita di Banjar Peludu Desa Bayung Gede. Intervensi gizi spesifik dilakukan selama tiga bulan kepada sepuluh balita.
Program Revitalisasi Pemberian Tablet Tambah Darah dalam Pencegahan Stunting di SMA Negeri 1 Kintamani Pradnyawati, Luh Gede
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Stunting is a growth disorder in children where the body length is shorter than that of children of the same age as a result of chronic malnutrition starting when the child is still in the womb. Malnutrition and anemia since adolescence have an impact on the incidence of stunting in one area. The government is carrying out efforts to prevent anemia in adolescents in order to prevent stunting in the form of the Teenage Girls' Blood Supplement Tablet Program (TTD Rematri) targeting girls aged 12-18 years. SMAN 1 Kintamani is one of the schools where TTD Rematri is implemented. Based on interviews with the person in charge of the program and with the implementation teacher at SMAN 1 Kintamani, it is known that the main problem that occurs is the very low level of compliance of female students in taking TTD which is caused by students' low knowledge about the TTD program and weak supervision of taking medication. Therefore, the proposed solution in assisting schools in implementing Rematri TTD at SMAN 1 Kintamani is: 1) increasing female students' knowledge about TTD through peer education, 2) increasing compliance with taking TTD through the use of teachers as medication taking supervisors (PMO), and 3) implement a medication monitoring system. The activities carried out in this mentoring are: 1) socialization of the program to leaders, teachers and female students of SMAN 1 Kintamani, 2) Training of peer educators, 3) Implementation of peer education, 4) provision of TTD with supervision by the teacher as PMO. The principal will supervise the implementation of the TTD program at school, the teacher will act as PMO, and the PMR (Youth Red Cross) students will act as peer educators. Evaluation is carried out after training and after the program is completed. The result of this service is that the revitalization program for providing blood supplement tablets at SMAN 1 Kintamani is running smoothly. From this mentoring program, 75% of female students experienced increased knowledge about TTD and adhered to taking medication. Keywords: Program, revitalization, blood supplement tablets, stunting, SMAN 1 Kintamani
KKN-PPM Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue Secara door to door di Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Badung-Bali Indraningrat, Anak Agung Gede
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN-PPM) adalah suatu kegiatan yang didesain untuk memberikan pengalaman mahasiswa terjun ke lapangan dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Salah satu program KKN-PPM Universitas Warmadewa adalah melakukan sosialiasi tentang bahaya dan cara pencegahan infeksi demam berdarah dengue (DBD). Sosialisasi sangat penting karena DBD adalah salah satu penyakit infeksi yang cukup dominan di Indonesia termasuk di Bali. Kegiatan dilakukan pada 24-25 Juli 2024 bertempat di Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Badung-Bali dan difokuskan pada dua banjar yaitu banjar Badung dan Badung Tengah dengan metode door to door. Pemilihan metode door to door dipilih karena warga sulit dikumpulkan pada suatu tempat dalam waktu tertentu akibat berbagai kesibukan. Dalam pelaksanaan kegiatan, sebanyak 2-4 orang anggota tim KKN-PPM mengunjungi rumah-rumah warga dan membawa poster untuk menjelaskan secara langsung tentang DBD pada 25 warga desa dikedua banjar tersebut. Penjelasan meliputi penyebab DBD, gejala, cara pencegahan dan pertolongan pertama pada infeksi DBD. Tingkat pemahaman warga meningkat sebesar 56% apabila membandingkan nilai pre dan post test, khusunya terkait pemahaman konsep dan pencegahan DBD. Hasil ini memberikan indikasi bahwa pendekatan sosialisasi door-to-door cukup efektif untuk membangun kesadaran responden yang terlibat untuk mewaspadai infeksi DBD dan mempraktekkan cara pencegahan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Penyuluhan dan Skrining dalam Upaya Preventif Pre Diabetes pada Remaja di SMPN 9 Denpasar Anak Agung Gede, Budhitresna
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa tahun belakangan terjadi peningkatan dari kejadian penyakit tidak menular di Indonesia, salah satu yang paling banyak ditemui yaitu penyakit diabetes mellitus. Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang terjadi oleh interaksi berbagai faktor: genetik, imunologik, lingkungan dan gaya hidup. Penyakit ini ditandai dengan keadaan hiperglikemia akibat disfungsi dari sekresi insulin, kerja insulin, ataupun keduanya. Penyakit diabetes pada umumnya akan dimulai dengan kondisi prediabetes Dalam jangka waktu 3 - 5 tahun, sekitar 25% prediabetes bisa berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 2, 50% senantiasa dalam keadaan prediabetes, serta 25% kembali pada kadar glukosa darah normal. Dukungan pemahaman dan pemeriksaan secara dini melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat kader di SMPN 9 Denpasar dalam memberikan contoh positif dalam pola hidup sehat mencegah terjadinya diabetes mellitus pada remaja.Metode yang dipakai adalah dengan memberi penyuluhan, melakukan pemeriksaan glukosa darah pada kader siswa, serta memberikan pendampingan kader. Setelah pelaksanaan PKM diperoleh peningkatan pengetahuan kader sebanyak 73,3% (diikuti oleh 25 orang kader) mengenai diabetes mellitus dan pola hidup sehat. Selain itu dilakukan juga pemeriksaan glukosa darah kepada 25 kader dan hasil kadar glukosa darah secara keselurahan masih dalam kategori normal. Kata kunci: penyuluhan, diabetes mellitus, glukosa darah
Pemberdayaan Kelompok Ibu Desa Sebatu Sebagai Kader Sadar Gizi dan Tumbuh Kembang Balita Dewi, Sri Ratna; Diah Witari, Ni Putu; Budhitresna, A.A.G.; Eka Kartika Sari, Ni Luh Putu
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat pandemi COVID-19 pemerintah memberlakukan pembatasan sosial untuk mengurangi penyebaran virus tersebut. Hal ini memberikan dampak signifikan pada banyak sektor, termasuk pelaksanaan posyandu yang juga harus membatasi aktivitas tatap muka. Pembatasan tatap muka ini berpotensi menyebabkan terbatasnya penyampaian informasi kepada ibu-ibu mengenai gizi dan tumbuh kembang balita, sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Untuk mengatasi permasalahan ini, kami mengadakan program pemberdayaan kelompok ibu sebagai kader sadar gizi dan tumbuh kembang balita. Mitra kami pada kegiatan ini adalah kelompok ibu di daerah Banjar Tegal Suci, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar yang memiliki anak usia 0-5 tahun. Pada program ini kelompok ibu dan tenaga kesehatan terhubung dengan media sosial “WhatsApp” yang bertujuan untuk mempermudah penyampaian informasi mengenai gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan dengan perpaduan luring dan daring, serta dilakukan evaluasi melalui pre dan post test dengan rerata peningkatan pengetahuan sebanyak 73,81%. Selain itu mitra juga dapat mempertahankan tumbuh kembang balita mereka dalam rentang normal. Kata Kunci: komunikasi, tumbuh kembang, balita