cover
Contact Name
Meida Rabia Sihite
Contact Email
fakkip.univa@gmail.com
Phone
+6281361811797
Journal Mail Official
fakkip.univa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja No.10 Km. 5,5, Medan, Provinsi Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PEDAGOGI: Jurnal Ilmiah Pendidikan
ISSN : 24067873     EISSN : 28072715     DOI : https://doi.org/10.47662/pedagogi.v7i2.80
Core Subject : Education,
Pedagogi: Jurnal Pendidikan adalah jurnal peer-review untuk membahas dan menyebarkan analisis orisinal dan kritis tentang berbagai masalah pendidikan kontemporer. Jurnal ini menerbitkan artikel yang menarik bagi praktisi pendidikan, guru, pembuat kebijakan pendidikan, dan peneliti. Jurnal ini mencakup artikel penelitian, laporan penelitian asli, ulasan pendidikan di bidang apa pun termasuk: 1) Pembelajaran dan Pengajaran, 2) Filsafat Pendidikan, 3) Manajemen Pendidikan, 4) Pendidikan Agama, 5) Pendidikan Sosial, 6) Kepemimpinan Pendidikan, 7) Pendidikan Bahasa, 8) Kurikulum, Media & Teknologi Pendidikan, 9) Pendekatan Pendidikan, dll. Semua artikel akan ditinjau oleh para ahli sebelum diterima untuk publikasi. Setiap penulis bertanggung jawab penuh atas isi artikel yang diterbitkan. Pedagogi: Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Alwashliyah, Medan, Sumatera Utara, Indonesia, dengan p-ISSN: 2406-7873 dan e-ISSN: 2807-2715 .
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 162 Documents
PELESTARIAN BUDAYA LOKAL SEBAGAI BENTUK IMPLEMENTASI ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT Restuina, Corry; Damanik, Maelisa Putri; Tarihoran, Maria Gabriela; Tarigan, Cherly Br; Purba, Parida Paskah; Tungkup, Cinthya O Lumban; Simamora, Gerarda Riris Marito; Sitompul, Rosmeika
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In Press)
Publisher : FKIP Universitas Al Washliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v12i1.1377

Abstract

Preserving local culture is a strategic step in maintaining national identity amidst the rapidly evolving tides of globalization, modernization, and digitalization, particularly in the 2024–2025 period. Basic Social and Cultural Sciences (BSCS) plays a crucial role in fostering public awareness of the social and cultural values ​​that exist and thrive in their environment. Modern developments pose serious challenges to local culture, such as shifting values, weakening cultural identity, and diminishing awareness among the younger generation about regional cultural heritage. If these conditions are not balanced with ongoing preservation efforts, national identity could potentially suffer degradation. This study aims to examine the relevance of ISCS to local cultural preservation efforts and the role of the community, educational institutions, and social communities in maintaining cultural sustainability. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach through literature review and social observation of cultural phenomena in the community. The results of the study indicate that preserving local culture not only functions as an effort to preserve cultural heritage but also plays a role in character formation, strengthening social values, increasing tolerance, and fostering community cultural responsibility.Thus, the implementation of ISBD through the preservation of local culture becomes an important foundation in building a society that is cultured, has character, and has high social awareness amidst changing times. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi ISBD dalam upaya pelestarian budaya lokal serta peran masyarakat, lembaga pendidikan, dan komunitas sosial dalam menjagakeberlanjutan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studiliteratur dan observasi sosial terhadap fenomena budaya di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelestarianbudaya lokal tidak hanya berfungsi sebagai upaya menjagawarisan budaya, tetapi juga berperan dalam pembentukankarakter, penguatan nilai sosial, peningkatan sikap toleransi, serta penumbuhan tanggung jawab budaya masyarakat. Dengandemikian, implementasi ISBD melalui pelestarian budaya lokalmenjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berbudaya, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi di tengah perubahan zaman
MANYIKAPI BUDAYA SEKS BEBAS DAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH Restuina, Corry; Nadapdap, Eliana; Surbakti, Binariani; Tamba, Maria Agatha; Saragih, Gita Christy; Sinaga, Junius Okta Fianus; Silaen, Helen Rianti Br; Barus, Meyci Amelia Br
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In Press)
Publisher : FKIP Universitas Al Washliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v12i1.1378

Abstract

Fenomena seks bebas dan kekerasan di lingkungan sekolah merupakan permasalahan sosial dan budaya yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi, serta perubahan nilai moral di kalangan remaja. Interaksi sosial yang semakin terbuka, pengaruh teman sebaya, intensitas penggunaan media sosial, lemahnya kontrol keluarga, serta minimnya pendidikan seksual yang komprehensif menjadi faktor utama yang mendorong munculnya perilaku menyimpang pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena seks bebas dan kekerasan di lingkungan sekolah dari perspektif sosial dan budaya, serta menganalisis faktor penyebab dan dampaknya terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan pendidikan remaja. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa seks bebas dan kekerasan di sekolah berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental remaja, mengganggu proses pembelajaran, serta mencerminkan lemahnya peran kontrol sosial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan karakter, pendidikan moral, serta pendidikan seksual yang sehat dan bertanggung jawab guna mencegah dan menanggulangi permasalahan tersebut. Kata kunci: seks bebas, kekerasan, remaja, lingkungan sekolah, masalah sosial dan budaya.