cover
Contact Name
Taufik Mustofa
Contact Email
taufik.mustofa@fai.unsika.ac.id
Phone
+6289618302729
Journal Mail Official
hawari@unsika.ac.id
Editorial Address
Jl. HS. Ronggo Waluyo, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, Indonesia - 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
ISSN : 27233936     EISSN : 27236439     DOI : https://doi.org/10.35706/hw.v3i1
Core Subject : Religion, Education,
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam merupakan jurnal yang dikelola oleh Prodi S1 Pendidikan Agama Islam, Universitas Singaperbangsa Karawang yang bertujuan untuk memfasilitasi para akademisi dan praktisi pendidikan khususnya bidang keagamaan untuk mempublikasikan hasil pemikiran ataupun penelitiannya. Ruang lingkup jurnal ini mempublikasikan artikel terkait Pendidikan Agama Islam dan Ilmu Keagamaan Islam.
Articles 70 Documents
Model Pendidikan Terintegrasi untuk Membentuk Generasi Ulul Albab di Pondok Pesantren Addaraen Muliadi, Annisa
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i1.12799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Addaraen, sebuah pondok pesantren modern yang berlokasi di Makassar. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan kepala pondok serta observasi langsung di lapangan. Pondok Pesantren Addaraen mengkombinasikan pendidikan berbasis agama dengan kurikulum formal, didukung oleh fasilitas seperti masjid, asrama, perpustakaan, dan laboratorium sains. Program unggulannya mencakup pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan akademik untuk membentuk santri yang berkepribadian unggul. Pondok ini juga memanfaatkan teknologi dalam sistem komunikasi serta menyelenggarakan program pengembangan bagi orang tua dan staf guna meningkatkan efektivitas pendidikan. Meskipun menghadapi tantangan dalam hal pendanaan, pondok ini tetap berkomitmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas tanpa biaya bagi santri dari keluarga kurang mampu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Addaraen berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam pendidikan modern, menjadikannya contoh pondok pesantren yang inovatif dan relevan.
Penanaman Akhlak di MI Miftakhul Akhlaqiyah Melalui Metode Teladan: Membangun Karakter Dengan Keteladanan Guru Ahmad Zainal Abidin
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i1.12807

Abstract

The implementation of the exemplary teaching method in Madrasah Ibtidaiyah Miftakhul Akhlaqiyah, Semarang, represents an efficacious strategy for the inculcation of moral values in students, particularly in light of the challenges posed by globalisation and the rapid dissemination of modern information, which frequently exert an adverse influence on student character. The findings of this study, based on 12 days of participatory observation, indicate that teachers who consistently model discipline, manners, and mutual respect are effective in fostering positive character in students. The development of discipline, manners in communication, and respect among students is contingent upon the examples set by teachers in their daily lives. Teachers not only disseminate moral values in theory, but also demonstrate their practical application in daily life, thereby facilitating students' internalisation of positive attitudes. The recommendations derived from this study underscore the pivotal role of teachers as exemplars in character education, underscoring their significant influence in shaping students' personalities through tangible examples within the school environment.
Implementasi Budaya 5S dalam Membangun karakter Religius Siswa di MI Miftahul Akhlaqiyah Kalimatus Sadiyah
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i1.12811

Abstract

Lack of manners can affect a student's personality. This research aims to find out how the 5S culture is implemented in shaping the character of students at MI Miftahul Akhlaqiyah. The method used in this research is qualitative with data collection through observation, interviews and documentation. The research results show that the implementation of 5S culture in this school has gone well. Every morning, students are greeted by the picket teacher and taught to say hello and smile. Teachers also provide role models and advice on maintaining good manners and continuously monitoring student behavior. The 5S culture at MI Miftahul Akhlaqiyah involves various methods, including habituation, advice, example and supervision. The main supporting factor is cooperation between school principals and teachers in providing good examples. However, there are also several challenges, such as students who sometimes forget to apply 5S and the influence of the external environment, such as friends and technology, which can affect students' character. However, it is hoped that consistent implementation of the 5S culture can help build students' better religious character, teach them to respect each other, and create a harmonious atmosphere at school.
Implementasi Pengajaran Akhlak Dalam Upaya Penanaman Karakter di TPA LPASA Sultan Agung Bantul Wasyilatul Husna Amalia
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i1.12889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran pendidikan akhlak dan karakter di TPA LPASA Sultan Agung Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam untuk mengeksplorasi proses pembelajaran, metode, dan eval_uasi yang dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPA ini menerapkan kurikulum pembelajaran berbasis Al-Quran dengan metode TQA (Tahapan Membaca Al-Quran) yang terdiri dari tiga tahapan yaitu Al-Ula, Wustho, dan Ulya. Selain itu, pendidikan karakter dikembangkan melalui kegiatan seperti pesantren Ramadhan, tadabbur alam, dan pembiasaan akhlak seperti mengucapkan salam, sopan santun, dan tata krama, doa harian, dan adab makan sesuai ajaran Islam. eval_uasi dilakukan melalui observasi perilaku, ujian praktik, dan penilaian formal bersama orang tua. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan jumlah guru, upaya pelatihan terus dilakukan oleh para pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TPA LPASA Sultan Agung Bantul telah berhasil mengintegrasikan dan menerapkan pendidikan agama Islam dengan pembentukan karakter, menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter Islami.
Membumikan Kebinekaan Bangsa Indonesia Melalui Pendidikan Pluralisme dan Multikulturalisme Laras Prastyani, Kinanti
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i1.13212

Abstract

Pluralism and multiculturalism education are two things that are very important in the education of the Indonesian nation today. This research was conducted to analyze the impacts that occur due to the lack of pluralism and multiculturalism education that is poorly understood by some Indonesian people and how to continue to ground the diversity of the Indonesian nation amid the influence of existing pluralism and multiculturalism conflicts. Basically, these conflicts are present due to the lack of understanding of some Indonesian people about pluralism and multiculturalism education in Indonesia and cause impacts that can still be sought for solutions. For example, such as religious conflicts and cultural conflicts that occur in Indonesia, many are not responsible for the presence of these conflicts. The lack of public attention about plural and multicultural education and the lack of understanding of the community about how to solve conflict problems that occur is also a trigger for the presence of these conflicts. In this research, the author uses the Library Research method, namely the analysis and collection of data on journals or articles, books and internet searches recognizing the theme of the author's research in order to get references and conclusions, the results of which the author is able to make efforts to deal with and anticipate problems or impacts that occur due to conflicts of lack of knowledge about pluralism and multiculturalism education so that we as the younger generation of the nation's successors can still ground the diversity of the Indonesian state which characterizes our beloved country
Kepemimpinan Transformatif Islami Penggerak Continuous Improvement: Penerapan TQM pada Lembaga Pendidikan Islam Nurhasan; Cahyudi Prima; Ahmad Fauzi Zakaria; Qiqi Yuliati Zaqiah
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i2.13433

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran kepemimpinan transformasional Islami dalam menggerakkan continuous improvement (CI) pada implementasi Total Quality Management (TQM) di MTs Minhajul Haq. Berangkat dari kebutuhan penguatan mutu berkelanjutan di lembaga pendidikan Islam, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional Islami terwujud melalui integrasi empat dimensi—idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration—dengan nilai profetik (siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh). Integrasi ini membentuk kepemimpinan yang tidak hanya berfungsi strategis, tetapi juga moral–spiritual dalam mendorong perubahan. Kepemimpinan tersebut terbukti menggerakkan siklus PDCA secara lebih sistematis, meningkatkan inovasi pembelajaran, memperkuat akuntabilitas kinerja, serta menumbuhkan motivasi intrinsik warga madrasah terhadap perbaikan mutu. CI berkembang menjadi budaya kolektif yang berlandaskan keteladanan, komunikasi efektif, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Selain itu, sinergi tim berbasis prinsip ta’awun memperkuat kolaborasi antarpersonel dan memastikan keberlanjutan implementasi TQM. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional Islami merupakan faktor determinan dalam membangun kultur mutu yang adaptif, partisipatif, dan religius, serta dapat menjadi model strategis bagi lembaga pendidikan Islam dalam pengembangan sistem mutu berkelanjutan.
Struktur Ilmu Pengetahuan: Fondasi Epistemologis dan Implikasi Terhadap Perkembangan Ilmu Modern Susan Sundari; Nurhasan; Rudi Sulaeman; Adang Hambali
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i2.13435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur ilmu pengetahuan dari perspektif epistemologi dan menguraikan implikasinya bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai karya klasik dan modern di bidang filsafat ilmu, seperti pemikiran Immanuel Kant, Karl Popper, Thomas S. Kuhn, dan Jürgen Habermas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ilmu pengetahuan tidak bersifat statis, melainkan dinamis dan berkembang seiring dengan perubahan paradigma ilmiah dan konteks sosial yang melingkupinya. Secara epistemologis, ilmu pengetahuan dibangun atas dasar hubungan antara rasionalisme, empirisme, dan kritik reflektif yang saling melengkapi. Dalam perkembangan modern, struktur ilmu pengetahuan bergeser dari bentuk hierarkis menuju jaringan interdisipliner yang lebih terbuka dan kolaboratif. Selain itu, ilmu pengetahuan tidak hanya dipahami sebagai aktivitas rasional, tetapi juga sebagai konstruksi sosial yang mengandung kepentingan teknis, praktis, dan emansipatoris. Oleh karena itu, pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan perlu didasarkan pada fondasi epistemologi yang kritis, reflektif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan serta keberlanjutan. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kebenaran ilmiah, tanggung jawab moral, dan relevansi sosial dalam membangun struktur keilmuan yang lebih adil dan beradab.
Integrasi Standar Akreditasi BAN-S/M dengan Nilai-Nilai Islam dalam Sistem Penjaminan Mutu di MA Minhajul Haq Purwakarta: Sebuah Model Holistik Sulaeman, Rudi; Abdurahman , Isrun; fauzan, naufal; qiqi, qiqi; Suntiah , Ratu; Indah Sabila, Anisa
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i2.13436

Abstract

This research is motivated by the dual challenges faced by Islamic educational institutions, particularly madrasas, in maintaining their Islamic identity while simultaneously meeting the demands of national quality standards. The research gap lies in the absence of studies that deeply analyze the organic and holistic integration between the eight National Education Standards (BAN-S/M) with Islamic values ​​in a coherent quality assurance model. The purpose of this research is to analyze the implementation and formulate such an integration model at MA Minhajul Haq Purwakarta. The method used is qualitative with a case study design. Data were obtained from document analysis (vision-mission, curriculum, internal quality standards) and enriched by in-depth interviews. The results of the study revealed that integration occurs organically and synergistically in every component of BAN-S/M, with Islamic values ​​as the foundation and spirit. The main finding is the formulation of the MINHAJ Holistic Quality Assurance Model consisting of three core layers: (1) Basic Layer (Islamic Values), (2) Process Layer (Integration of SNP and Pesantren System), and (3) Result Layer (Kaffah Graduates). In conclusion, this model not only addresses the dichotomy between Islamic identity and accreditation requirements, but also offers an innovative theoretical-practical framework for madrasas to produce graduates who are both academically competent and possess a strong Islamic character. The implications of this model can serve as a reference for developing accreditation policies that are more responsive to the specifics of Islamic education.
Konsep Pendidikan Karakter dalam Perspektif Al-Qur'an: Analisis Tematik Surat Luqman Ayat 12-19 Za’far Siddik, Rasyid; Fuad Ruhiyat, Ahmad; Athoillah Yusuf, Ibnu; Sulaeman, Rudi; Sofian
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i1.13666

Abstract

Moral crisis and character degradation among the younger generation in the digital era pose a serious challenge to the education world, which has predominantly focused on cognitive aspects. This research aims to explore the ideal concept of character education through a thematic analysis of Surah Luqman verses 12-19. Employing a qualitative research method with a library research approach and the "maudhu’i" (thematic) exegesis technique, this study dissects the exhortations of Luqman Al-Hakim as a comprehensive character curriculum. The research findings indicate that character education in the Qur'an is built upon four main pillars: the theological pillar (monotheism/tawhid and gratitude), the domestic pillar (filial piety), the integrity pillar (worship and "muraqabah"/God-consciousness), and the social ethics pillar (etiquette and communication). The study concludes that tawhid is the fundamental basis that drives all ethical human behavior; therefore, character education cannot be separated from the spiritual dimension.
Transformasi Etika Lingkungan Terapan Analisis Manajemen Madrasah Berbasis Nilai-Nilai Al-Qur’an Dan Hadis Za’far Siddik, Rasyid; Athoillah Yusuf, Ibnu; Yuliany, Yuliany; Haerunisa, Salwa
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i1.13667

Abstract

The modern ecological crisis demands a transformation in education that is not only theoretical but also applicable and value-based. This study aims to analyze the internalization of Qur'anic and Hadith values in environmental preservation efforts at MA Al-Ikhlas Paninggaran. Using a descriptive qualitative approach, this research explores how sacred texts are transformed into "Applied Environmental Ethics" through the management functions of planning, organizing, actuating, and controlling. The results indicate that MA Al-Ikhlas Paninggaran has successfully integrated the principles of khalifah fil ardh and the prohibition of israf (over-exploitation) into strategic policies, such as greening programs based on sedekah jariyah and waste management based on thaharah. Uniquely, the monitoring system in this madrasah transcends bureaucratic control by implementing an "Ecological Muhasabah" mechanism, which builds students' spiritual awareness (muraqabah) to protect nature as a form of worship. This study concludes that the synergy between revealed values and local wisdom effectively shapes "eco-piety" in students, while positioning the madrasah as a pioneer in sustainable ecosystem preservation at the local level.