cover
Contact Name
Husni Hanafi
Contact Email
jpbpp.journal@um.ac.id
Phone
+6281336643664
Journal Mail Official
publisher@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, East Java, 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27973174     DOI : https://doi.org/10.17977/um065
Core Subject : Education,
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan literally means “Journal of Learning, Guidance, and Educational Management”. The use of the Indonesian language in the title reflects the journal’s strong contextual grounding in Indonesian education while also emphasizing its broader commitment to addressing educational issues across diverse cultural, institutional, and system-level settings. The title represents three interconnected domains: learning as the core process of education, guidance as the support system for learner development and well-being, and educational management as the foundation for effective leadership, governance, and sustainable institutional improvement. Although rooted in the Indonesian educational context, the journal has a multidisciplinary and internationally relevant scope, welcoming empirical, theoretical, and practice-oriented studies in education, guidance and counseling, educational psychology, curriculum and instruction, assessment, educational leadership, policy, educational technology, inclusive education, and human development.
Articles 729 Documents
Manajemen Layanan Khusus Melalui Gambar Mural 3D (Studi Kasus di SMK Negeri 12 Malang) Intan Dina Kartika; Imron Arifin; Intan Dina Kartika; Imron Arifin; Agus Timan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p205-212

Abstract

Abstract: The focus of this research is (1) planning; (2) organizing; (3) actuating; (4) evaluating. The method used is qualitative. Data collection techniques were conducted is interview techniques, observation, and documentation. Data analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion. On checking the validity of the findings, it is done by triangulation, member check, extension of observation time, and sufficiency of reference material. The planning stage, the background of this 3D trick art is the adiwiyata. The concept is carried that is cultured environment. Organizing the creation of 3D trick art does not constitute a special team, but designated several teachers who are effectively involved, selection based on capabilities. Implementation of 3D trick art is done on thirteen location points. In 3D mural drawing has constraints and also has a solution that can be done to facilitate the creation of 3D trick art. Evaluation is done informally. Abstrak: Fokus penelitian ini adalah (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) pelaksanaan; (4) evaluasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan, dilakukan dengan triangulasi, member check, perpanjangan waktu pengamatan, dan kecukupan bahan referensi. Pada perencanaan, konsep yang diusung yaitu berbudaya lingkungan yang berhubungan dengan adiwiyata. Selanjutnya, pengorganisasian dilakukan tanpa membentuk tim khusus, tetapi ditunjuk beberapa guru yang terlibat secara efektif yang dipilih berdasarkan kemampuan. Pelaksanaan dilakukan pada tiga belas titik lokasi. Evaluasi dilakukan secara informal.
Manajemen Kurikulum Bela Negara dan Kemaritiman dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Musthofa Musthofa; Imron Arifin; Juharyanto Juharyanto; Musthofa Musthofa; Imron Arifin; Juharyanto Juharyanto; Achmad Supriyanto
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p213-224

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe management of Bela Negara and Kemaritiman curriculum in building students character at senior high school. This research used a qualitative approach with a case study. The reasons to use a case study is the research metode focused on a unique case of detailed. Data resources for this study include; curriculum expert staff as key informant, headmaster, vice principal of the curriculum, and special curriculum implementation team as additional informant. Data were analysed through data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The study results show that Bela Negara and Kemaritiman curriculum through learning activities, training activities, and parenting activities then supported by a boarding school education system, Bela Negara and Kemaritiman curriculum explore the strong national character in students consists of tolerance value, discipline, hard work, independent, responsible, and has the soul of nationalism. Abstrak: Tujuan penelitian ini medeskripskan manajemen kurikulum bela negara dan kemaritiman dalam membentuk karakter peserta didik di sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Alasan menggunakan jenis penelitian studi kasus adalah metode penelitian ini memusatkan perhatian pada suatu peristiwa yang unik secara rinci. Sumber data penelitian ini antara lain; Staf Ahli Kurikulum sebagai informan kunci, serta Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Kurikulum, dan tim pelaksana kurikulum khusus sebagai informan tambahan. Analisis data penelitian ini menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kurikulum bela negara dan kemaritiman melalui kegiatan pembelajaran, kegiatan pelatihan, dan kegiatan pengasuhan serta didukung dengan sistem pendidikan sekolah berasrama, kurikulum bela negara dan kemaritiman ini menghasilkan pembentukan karakter kebangsaan pada peserta didik yang kuat yakni nilai toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, tanggung jawab, dan memiliki jiwa nasionalisme.
Manajemen Pembelajaran Full Day School Berbasis Pendidikan Karakter Wahyunita Rahmawati; Imron Arifin; Wahyunita Rahmawati; Imron Arifin; Sultoni Sultoni
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p225-236

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to describe (1) planning, (2) organizing, (3) implementation, and (4) evaluation of instructional based on character education at full day school. This research uses qualitative approach with case study type. Technique of collecting data is done by interview, observation, and documentation. Then the test of data validity include credibility, dependability, and confirmability. The results of the study are: (1) instructional planning includes making the indicator by the school in accordance with K13 PAUD and the determination of theme/sub theme/topic according to vision, mission, and school objectives; selection of indicators according to the theme and center (semester program); make RPPM; make RPPH; socialization to student guardians; and APE preparation; Characters that want to be upgraded by the school that is optimistic, responsible, akhlakul karimah, increase creativity, and enthusiasm (2) instructional organizing include division of tasks, job description, schedule center, coordination schedule, and schedule of daily activities; (3) instructional implementation includes opening, core and closing activities; (4) instructional evaluation is done everyday and recapitulated every week. Then the form of daily reports in the form of liaison books and semester reports in the form of report cards. Then for the character reports in general made by the psychological coordinator in the form of psychological records. Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pelaksanaan, dan (4) pengevaluasian pembelajaran full day school berbasis pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian uji keabsahan data meliputi kredibilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian adalah: (1) perencanaan pembelajaran meliputi pembuatan indikator oleh sekolah sesuai dengan K13 PAUD dan penentuan tema/sub tema/topik sesuai dengan visi, misi, dan tujuan sekolah; pemilihan indikator sesuai dengan tema dan sentra (program semester); membuat RPPM; membuat RPPH; sosialisasi kepada walimurid; dan penyiapan APE; Karakter yang ingin ditingkatkan oleh sekolah yaitu optimis, bertanggung jawab, akhlakul karimah, meningkatkan kreativitas,dan antusias (2) pengorganisasian pembelajaran meliputi pembagian tugas, job description, jadwal sentra, jadwal koordinasi, dan jadwal kegiatan harian; (3) pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pembukaan, inti, dan penutup; (4) pengevaluasian pembelajaran dilakukan setiap hari dan direkap setiap minggu. Kemudian bentuk laporan harian berupa buku penghubung dan laporan semester berupa raport. Kemudian untuk laporan karakter secara umum yang dibuat oleh koordinator psikologi berupa catatan psikologis.
Manajemen Layanan Khusus Peserta Didik Bidang Bimbingan Konseling dan Usaha Kesehatan Sekolah Isa Qori Datul; Maisyaroh Maisyaroh; Juharyanto Juharyanto; Isa Qori Datul; Maisyaroh Maisyaroh; Juharyanto Juharyanto; Asep Sunandar
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p237-249

Abstract

Abstract: This study aims to describe planning, organizing, implementing, and evaluating, and evaluating BK and UKS services. The method used in this study is a qualitative approach with a type of case study research. While the procedure for collecting data in this study uses interview, observation, and documentation techniques. The results obtained from this study are: (1) BK and UKS service planning is carried out at the beginning of the new school year through meetings held by the Principal with the Head of Student Affairs; (2) the parties involved in BK management include the Principal, Head of Student Affairs, Head of Special Services, and BK officers. While, the parties involved in UKS management include the Principal, Head of Student Affairs, Head of Special Services, and UKS officers; (3) the implementation of BK services was carried out through a consultation program with psychologists, Multiple Intelligences tests, parenting clasess, class visits, and home visits. While, the implementation of UKS services is carried out through dental examination programs, general examinations, first aid services, screening, ant surgery, training for tiwisada cadre and initial PMR; and (4) evaluation of BK and UKS services is carried out through year end meetings conducted by the Principal and Head of Student Affairs. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi layanan BK dan UKS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sedangkan prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) perencanaan layanan BK dan UKS dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru melalui rapat yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dengan Kabid Kesiswaan; (2) pihak-pihak yang terlibat dalam struktur organisasi BK antara lain adalah Kepala Sekolah, Kepala Bidang Kesiswaan, Kepala Bagian Layanan Khusus, dan petugas BK. Sedangkan pihak-pihak yang terlibat dalam struktur organisasi UKS antara lain adalah Lurah, Kepala Sekolah, Kepala Bidang Kesiswaan, Kepala Bagian Layanan Khusus, petugas UKS, petugas puskesmas, komite sekolah dan dewan anak; (3) pelaksanaan layanan BK dilaksanakan melalui program konsultasi dengan psikolog, tes MIR (Multiple Intelligences Research), parenting class, kunjungan kelas dan kunjungan rumah. Sedangkan pelaksanaan layanan UKS dilaksanakan melalui program pemeriksaan gigi, pemeriksaan umum, layanan P3K, screening, operasi semut, pelatihan kader tiwisada dan PMR Mula; dan (4) evaluasi layanan BK dan UKS dilaksanakan melalui rapat akhir tahun yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dan Kepala Bidang Kesiswaan.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Menginternalisasi Nilai-Nilai Budaya Sekolah Berorientasi Mutu (Studi Multi Kasus sdn Kauman 1 Malang dan SD Plus Al-Kautsar Malang) Amalia Rosidah; Ahmad Yusuf Sobri; Amalia Rosidah; Ahmad Yusuf Sobri; Juharyanto Juharyanto
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p250-261

Abstract

Abstract: The purpose of this study, namely to describe: (1) school cultural values; (2) the principal's strategy in internalizing school cultural values; (3) inhibiting factors in internalizing school cultural values; and (4) efforts to overcome the inhibiting factors in the internalization of school cultural values. This study uses a qualitative approach with a type of multi-case. The technique of collecting data is done by interviews, observation, and documentation. Then test the validity of the data using source and technique triangulation, member checks, increase persistence, as well as sufficient reference material. The results of the study, namely: (1) cultural values include religious, nationalist, mutual cooperation, independence, integrity, social, literacy, environmental care, entrepreneurship, and life skills; (2) internalization strategies through making programs, disseminating information, involving all school members, exemplary, providing facilities, reward and punishment, commitment, lending activities, and guardian's statement; (3) obstacles to the internalization of school cultural values come from students, teachers and guardians of students; (4) efforts to overcome obstacles through cooperation with student guardians, parenting classes, routine and incidental coordination meetings, strengthening religious values, reminding, gradual training, and motivation. Abstrak: Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mendiskripsikan: (1) nilai-nilai budaya sekolah; (2) strategi kepala sekolah dalam menginternalisasi nilai-nilai budaya sekolah; (3) faktor penghambat dalam menginternalisasi nilai-nilai budaya sekolah; dan (4) upaya mengatasi faktor penghambat dalam internalisasi nilai-nilai budaya sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis multi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik, pengecekan anggota (member checks), meningkatkan ketekunan, sertakecukupan bahan referensi. Hasil penelitian, yaitu: (1) nilai-nilai budaya meliputi nilai religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, integritas, sosial, literasi, peduli lingkungan, kewirausahaan, dan life skill; (2)strategi internalisasi melalui pembuatan program, sosialisasi, pelibatan seluruh warga sekolah, keteladanan, penyediaan sarana, reward and punishment, komitmen, kegiatan penjenjangan, dan surat peryataan wali murid; (3) hambatan internalisasi nilai-nilai budaya sekolah berasal dari peserta didik, guru, dan wali murid; (4) upaya mengatasi hambatan melalui kerja sama dengan wali murid, parenting class, rapat koordinasi rutin dan incidental, penguatan nilai religius, mengingatkan, pelatihan bertahap, dan motivasi.
Manajemen Sistem Kredit Semester untuk Mengoptimalkan Perkembangan Potensi Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Kinanthi Puspa Riani; Achmad Supriyanto; Kinanthi Puspa Riani; Achmad Supriyanto; Wildan Zulkarnain
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p262-271

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to provide information management of semester credit system at senior high school. This research used the qualitative approach with case studies. Data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation. The process of data analysis are data condensation, data display, and conclusion drawing/verifications. The results of this study: (1) SKS refers to the constitution of Sisdiknas law number 20 of 2003 and Permendikbud law number 158 of 2014, (2) Deputy head of curriculum do the mapping on selection of students through academic and psychological test, (3) formed the team of SKS, (4) learning in the form of groups and minimize methods lectures, (5) intercultural learning through evaluation review teacher, supervision by means of face to face, and the implementation of the exam for students, (6) found a distribution in UKBM too late and (7) be solved by training or workshop, (8) the output of the program among other students are able to graduate within two years and be able to compete to get into college. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi manajemen SKS di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data dengan data condensation, data display, dan conclusion drawing/verifications. Hasil penelitian ini: (1) SKS mengacu pada UU SISDIKNAS Nomor 20 Tahun 2003 dan Permendikbud Nomor 158 Tahun 2014, (2) Waka Kurikulum melakukan pemetaan pada seleksi peserta didik melalui tes akademik dan psikologi, (3) terbentuk tim penanggungjawab SKS, (4) pembelajaran dalam bentuk kelompok dan meminimalisir metode ceramah, (5) evaluasi melalui review pembelajaran antar guru, supervisi dengan cara face to face, dan pelaksanaan ujian untuk peserta didik, (6) ditemukan hambatan pendistribusian UKBM yang terlambat dan (7) diselesaikan dengan training atau workshop, (8) output program antara lain peserta didik mampu lulus dalam jangka waktu dua tahun dan mampu bersaing untuk masuk ke perguruan tinggi.
Kepemimpinan Karismatik Kepala Sekolah dalam Melaksanakan Pendidikan Karakter Peserta Didik (Studi Kasus di SMK Telkom Malang) Melinda Fitria Febdriyana; Sultoni Sultoni; Melinda Fitria Febdriyana; Sultoni Sultoni; Imron Arifin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p272-277

Abstract

Abstract: The focus of this research is a characteristic of charismatic leadership, the form of the involvement of the head of the school in the implementation of character education, supporting factor and inhibitor of charismatic leadership of principal in building character of student in SMK Telkom Malang and its solution. Qualitative method used in this research. Qualitative research - research that means to understand the phenomenon of about the behavior of the action, comprehensive condition on a subject of research. While the type of research used is case study research. The reason for using case studies is that this research method focuses on an intensive, detailed, and unique case. The unique case in this study is the way the principal leads. The principal characteristics of the research are: (1) Assertive in all respects; (2) Deft and dislike to procrastinate work; (3) Attention on the little things; (4) Open to all parties; (5) Friendly and courteous to everyone; and (5) Dare to risk. Form of involvement of principals in character education in SMK Telkom Malang, among others: (1) Principal always comes early; (2) The principal is polite and friendly to everyone; (3) The Schedule watch in front of the gate of the school to check the completeness of the uniform learners, built-in goods learners and hair learners for learners men; (4) Principals are not afraid to admonishing even punish that violated the rules; and (5) Principal always gives motivation. Factors supporting the charismatic leadership of the principal in building the character of learners in SMK Telkom Malang are: (1) Rules or policies made by the institution to discipline employees and students; (2) students try to comply with existing regulations; (3) Parents agree on all policies made by the school; and (4) Owners of the boarders will be invited to work together to build character in the homestay environment. In addition to supporting factors there are also obstacles that hamper the charismatic leadership of the principal in building the character of students in SMK Telkom Malang are: (1) Teachers forget to tell if not able to enter the class so that the class left empty; and (2) students vilify schools to their parents. The existence of barriers is not despite the settlement or solution to resolve obstacles. Now the solution of the obstacles are: (1) Do with consultation with the corresponding party; and (2) gives understanding to each individual with the language communicative and easy to understand. Abstrak: Fokus penelitian ini adalah ciri kepemimpinan karismatik, bentuk keterlibatan kepala sekolah dalam pelaksanaan pendidikan karakter, faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan karismatik kepala sekolah dalam membangun karakter peserta didik di SMK Telkom Malang beserta Solusinya. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang perilaku, tindakan, keadaan menyeluruh pada sebuah subjek penelitian. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Alasan menggunakan studi kasus adalah metode penelitian ini memusatkan perhatian pada suatu kasus yang unik secara intensif dan rinci. Kasus unik dalam penelitian ini adalah cara kepala sekolah dalam memimpin. Hasil penelitian karakteristik kepala sekolah adalah: (1) Tegas dalam segala hal; (2) Cekatan dan tidak suka menunda-nunda pekerjaan; (3) Perhatian pada hal-hal kecil; (4) Terbuka kepada semua pihak; (5) Ramah dan sopan kepada semua orang; dan (6) Berani menanggung resiko. Bentuk keterlibatan kepala sekolah dalam pendidikan karakter di SMK Telkom Malang antara lain: (1) Kepala sekolah selalu datang lebih pagi; (2) Kepala sekolah bersikap sopan dan ramah kepada semua orang; (3) Jadwal berjaga di depan gerbang sekolah untuk memeriksa kelengkapan seragam peserta didik, barang bawaan peserta didik dan rambut peserta didik bagi peserta didik laki-laki; (4) Kepala sekolah tidak segan untuk menegur bahkan menghukum yang melanggar peraturan; dan (5) Kepala sekolah selalu memberikan motivasi. Faktor pendukung kepemipinan karismatik kepala sekolah dalam membangun karakter peserta didik di SMK Telkom Malang adalah: (1) Aturan atau kebijakan yang dibuat lembaga untuk mendisiplinkan pegawai maupun peserta didik; (2) Peserta didik berusaha menaati peraturan yang ada; (3) Orang tua menyetujui atas semua kebijakan yanga dibuat sekolah; dan (4) Pemilik indekos mau diajak bekerjasama untuk mmbangun karakter di lingkungan indekos. Selain faktor pendukung ada pula faktor penghambat yang menghambat kepemimpinan karismatik kepala sekolah dalam membangun karakter peserta didik di SMK Telkom Malang yaitu: (1) Guru lupa memberitahu jika tidak dapat masuk kelas, sehingga kelas dibiarkan kosong; dan (2) Peserta didik menjelekkan sekolah kepada orang tua mereka. Adanya hambatan tidak terlepas penyelesaian atau solusi untuk menyelesaikan hambatan yang ada. Adapun solusi dari hambatan yang ada adalah: (1) Melakukan musyawarah dengan dengan pihak yang bersangkutan; dan (2) Memberikan pengertiaan kepada tiap individu dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami.
Manajemen Kurikulum Kelas Industri Yamaha dan Daihatsu Muntaqimatul Amanah; Maisyaroh Maisyaroh; Muntaqimatul Amanah; Maisyaroh Maisyaroh; Imam Gunawan
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p278-287

Abstract

Abstract: This study objective to describe the planning, organizing, implementing, and evaluating the industrial grade curriculum of Yamaha and Daihatsu. The method used is a qualitative approach with a type of case study research. The procedure for collecting data uses interview, observation, and documentation techniques. The results are: (1) Yamaha and Daihatsu industrial class curriculum planning starts from the collaboration between schools and industry, then holds a meeting between the target schools, related industries and PSMK representatives to discuss curriculum synchronization. Preparation of educator resources is realized in the form of training by productive teachers and internships to related industries; (2) Organizing Yamaha and Daihatsu industrial class curriculum responsible parties include principals, deputy principals in the curriculum section, heads of expertise programs of each department, and teachers; (3) The application of the learning curriculum uses practice space that has been set according to industry standards, brings guest teachers from direct industries, learning resources from industry, and applies industrial culture; and (4) Yamaha and Daihatsu industrial grade curriculum evaluation is carried out in the form of daily tests, midterms, final semester examinations, and vocational competency examinations, as well as accreditation of departments and visits every 3 months from related industries. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, penerapan, dan evaluasi kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilnya adalah: (1) Perencanaan kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu berawal dari kerjasama antara sekolah dan industri, kemudian mengadakan pertemuan antara sekolah binaan, pihak industri terkait dan perwakilan PSMK membahas mengenai sinkronisasi kurikulum. Persiapan sumber daya pendidik diwujudkan dalam bentuk pelatihan oleh guru produktif dan magang ke industri terkait; (2) Pengorganisasian kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu pihak yang bertanggungjawab meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, kepala program keahlian masing-masing jurusan, dan guru; (3) Penerapan kurikulum pembelajarannya menggunakan ruang praktik yang sudah di setting sesuai standar industri, mendatangkan guru tamu dari industri langsung, sumber belajar dari industri, dan menerapkan budaya industri; dan (4) Evaluasi kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu dilakukan dalam bentuk ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan ujian kompetensi kejuruan, serta akreditasi jurusan dan kunjungan setiap 3 bulan sekali dari industri terkait.
Implementasi Kurikulum Cambridge di Sekolah Menengah Pertama Rachel Anastasya Christiana; Achmad Supriyanto; Rachel Anastasya Christiana; Achmad Supriyanto; Juharyanto Juharyanto
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i42022p288-295

Abstract

Abstract: This research aims to describe a number of things, which cover the basic concepts of implementing the Cambridge curriculum, the Cambridge curriculum implementation process, and the results obtained by the school through implementing the Cambridge curriculum. The research method used in this study is a qualitative research type of case study. The results of this study are: (1) The concept of the Cambridge curriculum in Junior High School is the use of this curriculum aimed at creating a generation that has the principle of confidence; (2) The implementation of the Cambridge curriculum in Junior High School is divided into three stages of process, namely the process of introduction / socialization, the process of implementation, and the evaluation process; (3) The results of the Cambridge curriculum implementation in Junior High School are students can continue to the next level using the Cambridge A Level curriculum, many Junior High School’s student have many achievements in the academic field, and becomes one of the best Cambridge schools in Indonesia. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang meliputi konsep dasar penerapan kurikulum Cambridge, proses implementasi kurikulum Cambridge, serta hasil yang didapat sekolah melalui pengimplementasian kurikulum Cambridge. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Konsep kurikulum Cambridge di Sekolah Menengah Pertama adalah penggunaan kurikulum ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang memiliki prinsip percaya diri; (2) Implementasi kurikulum Cambridge di Sekolah Menengah Pertama dibagi menjadi tiga tahapan proses, yaitu proses pengenalan/sosialisasi, proses penerapan, dan proses evaluasi; (3) Hasil implementasi kurikulum Cambridge di Sekolah Menengah Pertama adalah peserta didik dapat melanjutkan ke kurikulum Cambridge A Level, peserta didik di Sekolah Menengah Pertama banyak yang berprestasi di bidang akademik, dan Sekolah Menengah Pertama menjadi salah satu sekolah Cambridge terbaik di Indonesia.
Budaya Islami Sekolah dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Pegawai Rida Amilia Cristanty; Ibrahim Bafadal; Rida Amilia Cristanty; Ibrahim Bafadal; Ahmad Yusuf Sobri
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i42022p296-306

Abstract

Abstract: Islamic culture is a belief, habit, way of thinking and acting of citizens of schools based on religious values. The purpose of research to describe the Islamic culture developed in MAN 2 Tulungagung, the implications of Islamic culture on the performance of employees, the role of headmaster in developing the Islamic culture, the principal's strategy in developing Islamic culture, as well as supporting factors and inhibiting the implementation of Islamic culture in improving the performance of employees MAN 2 Tulungagung. This research uses a qualitative approach and uses the technique of collecting interview data, observation, and documentation study. MAN 2 Tulungagung implements an Islamic culture that can shape the religious spirit of all school residents. Islamic culture in MAN 2 Tulungagung has an influence on employee performance. Values ​​shared by make employees feel comfortable in work, have commitment and loyalty and make employees try harder in improving their performance. Abstrak: Budaya islami adalah keyakinan, kebiasaan, cara berfikir dan bertindak warga sekolah yang didasarkan atas nilai-nilai keagamaan. Tujuan Penelitian untuk mendiskripsikan budaya islami yang dikembangkan di MAN 2 Tulungagung, implikasi budaya islami terhadap kinerja pegawai, peran kepala sekolah dalam mengembangkan budaya islami, strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya islami, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi budaya islami dalam meningkatkan kinerja pegawai MAN 2 Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif serta menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. MAN 2 Tulungagung menerapkan budaya islami yang dapat membentuk jiwa religius pada seluruh warga sekolah. Budaya islami di MAN 2 Tulungagung memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai. Nilai-nilai yang dianut bersama membuat para pegawai merasa nyaman dalam bekerja, memiliki komitmen dan kesetiaan serta membuat pegawai berusaha lebih keras dalam meningkatkan kinerjanya.