Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Citra Sekolah, Pelayanan Prima, Harapan Orangtua, dan Rasa Bangga Orangtua dengan Keputusan Orangtua Menentukan Sekolah untuk Anaknya Anis Kurliyatin; Ibrahim Bafadal; Wildan Zulkarnain
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 2, No 2 (2017): : December 2017
Publisher : Faculty of Education Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.748 KB) | DOI: 10.17977/um027v2i22017p129

Abstract

Abstract: This study aims to determine the direct and indirect relationships between school image variables, excellent service, parents’ expectations, parents’ pride and parental decisions. This research uses correlational descriptive approach with path analysis technique. The results of the analysis show that: (1) there is no correlation between school image and parents decision through excellent service; (2) there is a relationship between school image and parents decision through parents’ expectation; (3) no relationship between school image and parents’ decision through parents’ pride; (4) there is a relationship between excellent service and parental decisions through parental expectations; (5) there is no relationship between excellent service and parental decisions through parental pride; and (6) there is a relationship between parent's expectation and parental decisions through parents’ pride. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan langsung dan tidak langsung variabel citra sekolah, pelayanan prima, harapan orangtua, rasa bangga orangtua terhadap keputusan orangtua. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dengan teknik analisis jalur. Hasil analisis menunjukkan: (1) tidak terdapat hubungan citra sekolah dengan keputusan orangtua melalui pelayanan prima; (2) terdapat hubungan citra sekolah dengan keputusan orangtua melalui harapan orangtua; (3) tidak terdapat hubungan citra sekolah dengan keputusan orangtua melalui rasa bangga orangtua; (4) terdapat hubungan pelayanan prima dengan keputusan orangtua melalui harapan orangtua; (5) tidak terdapat hubungan pelayanan prima dengan keputusan orangtua melalui rasa bangga orangtua; dan (6) terdapat hubungan harapan orangtua dengan keputusan orangtua melalui rasa bangga orangtua.
Proses Perubahan di Sekolah: Studi Multisitus pada Tiga Sekolah Dasar yang Baik di Sumekar Ibrahim Bafadal
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 23, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Salah satu bentuk pendidikan dasar di Indonesia adalah sekolah dasar. Sebagai institusi yang kompleks, sekolah dasar tidak akan menjadi baik dengan sendirinya, melainkan melalui proses perubahan organisasional tertentu, yaitu dengan mengimplementasikan ide, program, layanan, metode, teknologi, proses, dan komponen-komponen sistem pendidikan lainnya yang baru dan secara kualitatif berbeda dengan keadaan sebelumnya. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses perubahan di sekolah dasar yang baik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, diperoleh tiga kesimpulan teoretik tentang proses, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proses, dan peran agen perubahan dalam proses implementasi inovasi pendidikan di sekolah dasar yang baik.
Relevansi Program Studi S-1 Jurusan Administrasi Pendidikan FIP dengan Lapangan Kerja Burhanuddin Burhanuddin; P.A. Sahertian; A.R. Effendi; Bambang Setyadin; Ibrahim Bafadal
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 23, No 2 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis kemampuan administrasi/manajemen yang diperlukan eksekutif dan staf administratif lembaga pendidikan, dan mengungkap relevansi kurikulum AP dengan jenis kemampuan itu. Dari populasi para eksekutif di lembaga penyelenggara pendidikan dan satuan pendidikan di Jawa Timur, 135 orang sampel ditetapkan secara rambang purposif di SD-SMU, PTN dan PTS, Depdikbud, Dinas P dan K, dan Pusdiklat. Data dikumpulkan dengan angket dan dianalisis dengan statistik. Ditemukan bahwa kemampuan administrasi/manajemen pendidikan dinilai sangat diperlukan, dan kurikulum AP sangat relevan dengan kebutuhan nyata unit-unit kerja pendidikan di Jawa Timur.
Manajemen Akselerasi Mutu Sekolah Dasar: Penelitian Tindakan Kelembagaan Ibrahim Bafadal
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 29, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This action research was designed to describe the management strategies implemented to accelerate the quality of elementary school. This three-year study applied a cycle model of Kemmis and McTaggart, and was held in SD Islam Sabilillah, Malang. The results revealed that the quality management consisted of establishing school vision, self assessment, identifying the need for development, formulating the goal of development, designing the development program, implementing the program, and evaluation. The strategic efforts in accelerating the quality were a quality-oriented program, independence of human-resource, participation of stakeholders, and transparency in financial management.
THE EFFECT OF INSTRUCTIONAL, TRANSFORMATIONAL AND SPIRITUAL LEADERSHIP ON ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS’ PERFORMANCE AND STUDENTS’ ACHIEVEMENTS Ahmad Nurabadi; Jusuf Irianto; Ibrahim Bafadal; Juharyanto Juharyanto; Imam Gunawan; Maulana Amirul Adha
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 40, No 1 (2021): Cakrawala Pendidikan (February 2021)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v40i1.35641

Abstract

Persistence for achievement reflected from the willingness and determination of principal to implement quality leadership will facilitate the improvement of teachers’ performance, and the two will be the determinant factors for the students’ ultimate achievement. This study aims at analyzing empirical data on the effect of instructional, transformational and spiritual leadership as independent variables, with school quality as the dependent variable. In addition, the intervening variable is teachers’ performance. This study employed the quantitative approach in which samples of 181 teachers were re taken using the proportional random sampling technique. All data were then analysed using the SEM technique with the AMOS 24 application. The findings show that: (1) there is a direct effect of instructional leadership on teachers’ performance, transformational leadership on teachers’ performance, spiritual leadership on teachers’ performance, instructional leadership on students’ achievement, transformational leadership on students’ achievement, spiritual leadership on students’ achievement, and teachers’ performance on students’ achievement. In addition, (2) there is an indirect effect of instructional leadership on students’ achievement through teachers’ performance, transformational leadership on students’ achievement through teachers’ performance and spiritual leadership on students’ achievement through teachers’ performance.
THE PRINCIPALS’ EFFORTS IN FACILITATING THE FREEDOM TO LEARN BY ENHANCING COMMUNITY PARTICIPATION IN INDONESIA Maisyaroh Maisyaroh; Juharyanto Juharyanto; Ibrahim Bafadal; Bambang Budi Wiyono; Nova Syafira Ariyanti; Maulana Amirul Adha; Muhammad Imran Qureshi
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 40, No 1 (2021): Cakrawala Pendidikan (February 2021)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v40i1.36119

Abstract

The latest ‘freedom to learn’ policy, issued by the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia, must be implemented by educational institutions at various levels. The principals played significant roles such as community empowerment to utilize all resources in the schools to support the policy. The research aimed to describe the principals’ efforts in improving community participation in the school and to describe the social involvement in facilitating the freedom to learn at schools. This study employed a qualitative approach with a multi-case research design, and it was conducted in Indonesia, particularly in Tana Tidung Regency in North Kalimantan, Bondowoso Regency in East Java, and Malang City in East Java. The data collection techniques included in-depth interviews and document studies, and to validate the data used a credibility technique. The data validation through the credibility technique was carried out by conducting triangulation, checking members, and improving the persistence and adequacy of reference materials. The cross-case data analysis in this study applied a constant comparative method. The analysis was conducted in all three cases resulted in the provisional findings, continued by data comparison that would later be found by the three cases. The results of this research were the principals’ efforts in enhancing community participation through cooperation with several related parties. The principals were regarded as role models in supporting the ‘freedom to learn’ policy and building cooperation with related partners. The kind of community participation varied based on the uniqueness of each region.
CULTIVATING MARINE LEADERSHIP CHARACTER THROUGH MULTICULTURAL BOARDING-SCHOOL SYSTEM Aan Fardani Ubaidillah; Ibrahim Bafadal; Nurul Ulfatin; Achmad Supriyanto
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 39, No 1 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 1, FEBRUARY 2020
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.586 KB) | DOI: 10.21831/cp.v39i1.28344

Abstract

The internalization of character values in the boarding-schools should ideally be designed to answering the challenges of the context of Indonesia as a multicultural country. This study aims to reconstruct the character cultivation through the multicultural boarding school system as an internalization model of marine leadership characters. This study employed a single-holistic case study in a Senior High School of Taruna Nala, East Java, Indonesia, that implemented a boarding school system. The data collection was conducted through in-depth interviews, participant observation, and documentary analysis, and the results was presented interactively. The data sources studied were determined by purposive sampling and snowball sampling. The data validity was tested with four criteria: credibility, dependability, confirmability, and transferability. This study found that the character of maritime leadership is the reponsive (tanggap), tough (tanggon), and agile (trengginas) as unique-intelligent characters that must be mastered by senior high schools in Indonesia as a maritime country. To make it happens, the internalization of character values can be done through a cultivation model, like in planting, consisting of: (1) determining the goals, (2) the seeds selection, (3) land cultivation, (4) planting the seeds, (5) maintenance, and (6) fertilization. The model is carried out in full through the boarding system education system.
Madrasah berbasis pesantren: Potensi menuju reformasi model pendidikan unggul Deny Setiawan; Ibrahim Bafadal; Achmad Supriyanto; Syamsul Hadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v8i1.27871

Abstract

Artikel ini bertujuan mengakaji peluang dan tantangan pengembangan madrasah, khususnya yang berbasis pesantren. Artikel dibuat dengan meninjau dan mengumpulkan informasi dari berbagai referensi baik buku, artikel dan jurnal yang digunakan sebagai bahan dalam mempelajari dan menambah wawasan secara konseptual yang berhubungan dengan peluang dan tantangan pengembangan madrasah yang berbasis pesantren di era modern. Madrasah merupakan salah satu lembaga pendidikan alternatif dan mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi lembaga pendidikan yang diperhitungkan dalam dinamika perubahan sosial. Namun demikian sebagai sebuah konsekuensi logis, madrasah harus melakukan upaya-upaya agar mampu mengembangakan setiap sektor dalam rangka mewujudkan tujuan organisasinya. Upaya pengembangan madrasah di pesantren harus bisa mewujudkan kriteria pendidikan unggulan yang akan melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas dalam penguasaan pengetahuan dan teknologi yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur keagamaan. Perwujudan madrasah sebagai institusi yang mampu memberikan pelayanan berupa pendidikan yang unggul, maka pesantren perlu diarahkan pemaduan antara keunggulan dalam bidang intelektual dan keterampilan dengan keunggulan dalam bidang pengetahuan keagamaan termasuk di dalamnya keunggulan dalam bidang kepribadian, keimanan dan ketaqwaan, dengan cara membuka diri dan akomodatif terhadap aspirasi dan tuntutan masyarakat serta mengaktualisasi komitmen dalam membangun pendidikan bermutu secara integral dalam seluruh proses pelaksanaan pendidikan melalui habituasi untuk mampu memahami realitas pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. AbstractThis article aims to examine the opportunities and challenges of developing madrasah, especially those based on Islamic boarding schools (pesantren). Articles are made by reviewing and gathering information from various references both books, articles, and journals that are used as a material in learning and conceptually adding insight related to the opportunities and challenges of developing pesantren-based madrasah in the modern era. Madrasah is an alternative educational institution and has the same opportunity to become an educational institution that is taken into account in the dynamics of social change. However, as a logical consequence, madrasah must make efforts to be able to develop each sector in order to realize the goals of the organization. Madrasah's development efforts in Islamic boarding school must be able to realize the criteria of the superior education that will give birth to human resources who have the capability in mastering knowledge and technology that are imbued with religious noble values. The realization of madrasah as an institution that is able to provide services in the form of superior education, the Islamic boarding school needs to be directed towards the integration of intellectual and skill excellence in the field of religious knowledge including excellence in the fields of personality, faith, and devotion, by opening up and accommodating towards aspirations and demands of the community and actualizing commitments to build quality education in an integrated manner throughout the whole process of implementing education through habituation to be able to understand the reality of education in accordance with the development of science and technology.
MANAJEMEN IMPLEMENTASI KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN BERBASIS TAUHID DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Ulfa Muadhatin Qoriah; Ibrahim Bafadal; Mustiningsih Mustiningsih
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.912 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i22018p188

Abstract

Abstract: The focus of this research is aimed to know the preparation academic calendar, schedule preparation lessons, learning-based implementation of tauhid, barriers and solutions implementation and curriculum-based learning of tauhid. This study uses qualitative methods. While this type of research is research case studies. Data collection procedure using the techniques of observation, interview and documentation. Implementation of curriculum-based learning, and the one being tawheed is the planting of civilization in the form of etiquette towards teachers, learning, subject matter and self. In addition to this form of conditioning the planting characters be fasting on Mondays and Thursdays, charity and read surah Al Kahfi every Friday and honesty. Keywords: management, character and tauhid. Abstrak: Fokus penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui penyusunan kalender akademik, penyusunan jadwal pelajaran, implementasi pembelajaran berbasis tauhid, hambatan dan solusi implementasi kurikulum dan pembelajaran berbasis tauhid. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Implementasi kurikulum dan pembelajaran berbasis tauhid tersebut salah satunya adalah adanya penanaman adab berupa adab terhadap guru, pembelajaran, materi pelajaran dan diri sendiri. Selain itu berupa pembiasaan penanaman karakter berupa puasa Senin Kamis, berinfak dan membaca surah Al Kahfi setiap hari Jum’at dan kejujuran. Kata Kunci: manajemen, karakter, tauhid.
PERBEDAAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR ANTARA PENGURUS HARIAN DAN ANGGOTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) Muhammad Ali Yafi Hidayatullah; Ali Imron; Ibrahim Bafadal
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.032 KB) | DOI: 10.17977/um027v1i42018p454

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine differences in motivation and learning achievement of students who became daily administrators and members of UKM. This study uses a quantitative approach with comparative casual descriptive research design. The instrument used in this study was a questionnaire with Malang State University student respondents. Data analysis techniques used are descriptive analysis techniques and test test techniques. Based on the results of the study it can be concluded that: learning motivation of daily instructors is included in high qualifications; learning motivation of UKM members is included in high qualifications; the level of learning achievement of daily administrators, in academic achievement in the title is very satisfying, in non-academic achievement has a percentage at the National level; the level of learning achievement of UKM members, in academic achievement in honors, in non-academic achievements they have a national level; there is a significant difference in the learning motivation of students who become UKM daily administrators and who are members of UKM; there is no significant difference in the academic learning achievement of students who are UKM administrators and who are members of UKM; there are significant differences in non-academic learning achievement of students who become UKM daily administrators and who are members of UKM.Keywords: Motivation, Learning Achievement, Student Activity Unit Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa yang menjadi pengurus harian dan anggota UKM. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kasual komparatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan responden mahasiswa Universitas Negeri Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan teknik uji Test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: motivasi belajar penguruh harian termasuk dalam kualifikasi tinggi; motivasi belajar anggota UKM termasuk dalam kualifikasi tinggi; tingkat prestasi belajar pengurus harian, dalam prestasi akademik dalam predikat sangat memuaskan, dalam prestasi non akademik memiliki presentase ditingkat Nasional; tingkat prestasi belajar anggota UKM, dalam prestasi akademik dalam predikat dengan pujian, dalam prestasi non akademik memiliki presentase ditingkat Nasional; terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar mahasiswa yang menjadi pengurus harian UKM dan yang menjadi anggota UKM; tidak terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar akademik mahasiswa yang menjadi pengurus harian UKM dan yang menjadi anggota UKM; terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar non akademik mahasiswa yang mennjadi pengurus harian UKM dan yang menjadi anggota UKM.Kata kunci: Motivasi, Prestasi Belajar, Unit Kegiatan Mahasiswa
Co-Authors A.R. Effendi Aan Fardani Ubaidillah Achmad Supriyanto Adi Atmoko Agus Timan Ahmad Furqon Akhbar Ahmad Sonhadji Ahmad Sonhadji K.H., Ahmad Sonhadji Ainur Rifqi, Ainur Ali Imron Ali Imron Alifia, Larasati Anis Kurliyatin Anisa Maulinda Annisa Rahmadita Anse, Frederikus M Kurniawan Ardian Maulana Arifin Arifin Ariga Bahrodin Arumia Fairuz Husna Asep Sunandar Bambang Budi Wiyono Bambang Setyadin Bayu Pramudya Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Chidayatiningsih, Rina Chintyawaty Dedi Prestiadi Denantia Fema Hernandeni Deny Setiawan Deny Setiawan Desi Eri Kusumaningrum Dhiyana Nur Auliya Sari Dyah Nur Septiana Edy Sucipto Emilia Nur Chasanah Sholihin Endra Ubaidillah Endrik Sugianto Enjelica, Lovina Kharisma Eva, Nur Febrina Evananda Firda Fitrotul Unsa Friska Fridiana Putri Gaib, Marlin Galuh Ratna Sumenggar Gazali, Nadien Irfatin Nuha Hakim, Athrusy Robiul Hendri Murti Susanto Ika Andrini Farida Imam Gunawan, Imam Imron Arifin Indra Lesmana Irianto, Jusuf Ismaya Priska Kumala Juharyanto Juharyanto Kartini, Dian Linda Afriani Lumungga, Mahda Iza Luthfia Amanda Sari Mada Sutapa Maisyaroh Marsono Marsono Maulana Amirul Adha Maulinda, Anisa Meila Hayudiyani Muhammad Ali Yafi Hidayatullah Muhammad Imran Qureshi Mustiningsih Mutmainnah Nasution, Annio Indah Lestari Niqma Chelia Paramudityas Nova Syafira Ariyanti Nurabadi, Ahmad Nursanjaya Nursanjaya, Nursanjaya Nurul Ulfatin P.A. Sahertian Paul Arjanto Payong, Yohanes Laga Purwatiningsih, Rini Putri, Dian Erika Raden Bambang Sumarsono Radeni Sukma Indra Dewi Raharja, Reza Mauldy recki ari wijaya Rida Amilia Cristanty Rida Amilia Cristanty Rochmawati, Wuni S Sunarni Sa'dun Akbar Santosa, Amalia Martha Setyawan, Jefri Nanang Shirly Rizki Kusumaningrum Sigit Budiyanto Siti Amalia Thasbikha Siti Mas’ula Sitti Roskina Mas Slamet Arifin Sri Untari Sultoni Sultoni Sunarni SUTRISNO Syam, Aldo Redho Syamsul Hadi Syamsul Hadi Teguh Triwiyanto Ulfa Muadhatin Qoriah utari, tria ina Utomo, Fajar Hendro Vindi Septianti Vindi Septianti Vonny Angeli Sudharta Wahyu Adi Setiawan Wahyu Adi Setiawan waziroh, iro Wildan Zulkarnain, Wildan Willem Mantja Wuni Rochmawati Yusuf Sobri, Ahmad Zusniya Fatmawati