GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles
312 Documents
Analisis Kepuasan Pasien terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Praktik Mandiri Nisa Health dan Dental Care Kota Jambi
Nurutami Nasution;
Suandi Suandi;
Asparian Asparian;
Muldiasman Muldiasman;
Willia Novita Eka Rini;
Herwansyah Herwansyah
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.27272
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di Praktik Mandiri Nisa Health dan Dental Care Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis SERVQUAL yang meliputi dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51,11% responden merasa puas terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diberikan. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara responsiveness (p=0,001), assurance (p=0,035), dan empathy (p=0,000) dengan kepuasan pasien. Sementara itu, tangibles (p=0,212) dan reliability (p=0,840) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa empathy merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien dengan nilai POR sebesar 11,61 (95%CI=3,52–38,33). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut dipengaruhi oleh dimensi responsiveness dan empathy, dengan empathy sebagai faktor yang paling dominan, sehingga peningkatan mutu pelayanan perlu difokuskan pada peningkatan perhatian, kepedulian, komunikasi, dan ketanggapan tenaga kesehatan terhadap kebutuhan pasien secara menyeluruh.
Guillain-Barré Syndrome in a 16-Year-Old Male Patient with a Parasitic Infection and Obesity
Wira Mondana;
Eva Miranda Fitri;
Minarni Eka Dewi;
Azizul Berlyansah;
Audita Natasya Br. Batu Bara
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.27337
Guillain-Barré Syndrome (GBS) is an acute immune-mediated polyradiculoneuropathy that is generally preceded by an infection. Although bacterial and viral triggers are well known, the contribution of parasitic infections and metabolic factors remains poorly understood. Case Report: A 16-year-old male presented with acute watery diarrhea for one week, followed by progressive ascending weakness in the lower and upper extremities. The patient also reported a history of intestinal worm infection and had received pyrantel pamoate therapy. Neurological examination revealed symmetrical flaccid weakness with diminished reflexes. Laboratory and radiological examinations ruled out alternative diagnoses. Guillain-Barré Syndrome was clinically diagnosed, and the patient was treated with intravenous immunoglobulin (IVIG) and supportive care in the pediatric intensive care unit. Gradual neurological improvement was observed without respiratory complications. Discussion: This case illustrates the classic post-infectious presentation of SGB while highlighting a potentially underrecognized context—helminthic infection and obesity—both of which may contribute to immune dysregulation. Conclusion: GBS should be considered in patients with progressive weakness following a gastrointestinal illness. The coexistence of parasitic infection and obesity may represent a multifactorial immunological background that warrants further investigation.
Pewarnaan Gram Serial untuk Mengarahkan Tata Laksana Keputihan Berulang pada Kondiloma Akuminata
Willy Wirawan Guslianto;
Margaret Nelly Olynca Sibarani;
Nany Kustyah;
Lara Pradilla Rose;
Adilla Dwi Nur Yardika;
Evelyn Etheline
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.27391
Keputihan berulang pada pasien dengan lesi genital dapat menimbulkan tantangan diagnostik karena gejala klinis tidak selalu mencerminkan infeksi aktif. Laporan kasus ini bertujuan menunjukkan manfaat pewarnaan Gram serial dan skor Nugent sebagai pemeriksaan mikrobiologi sederhana untuk membantu mengarahkan tata laksana pada pasien kondiloma akuminata dengan keputihan berulang. Dilaporkan perempuan 24 tahun dengan kondiloma akuminata dan keputihan. Pemeriksaan Gram sekret vagina awal menunjukkan epitel 1+/lapang pandang kecil, tanpa leukosit, basil Gram positif 2+/lapang pandang besar, basil Gram negatif 3+/lapang pandang besar, tanpa yeast, pseudohifa, maupun clue cell, dengan skor Nugent 5 yang sesuai dengan flora vagina intermediat. Pasien mendapat elektrokauterisasi dan terapi berdasarkan pertimbangan klinis-mikrobiologis. Sekitar tiga minggu kemudian, pasien kembali dengan keluhan berulang. Pemeriksaan Gram ulang menunjukkan epitel 1+/lapang pandang kecil, leukosit 1+/lapang pandang kecil, basil Gram positif 4+/lapang pandang besar, basil Gram negatif 2+/lapang pandang besar, tanpa yeast, pseudohifa, maupun clue cell, dengan skor Nugent 2 yang sesuai dengan flora normal dominan Lactobacillus. Pewarnaan Gram serial membantu menilai bahwa keluhan berulang tidak didukung oleh bukti mikroskopis bacterial vaginosis atau kandidiasis aktif, sehingga tata laksana dapat lebih terarah dan penggunaan obat yang tidak sesuai dapat dihindari. Modalitas ini sederhana, cepat, murah, dan aplikatif pada fasilitas kesehatan dengan keterbatasan diagnostik.
Pengembangan Edukasi Evidence Based tentang Pencegahan Komplikasi Kehamilan pada Ibu Hamil Risiko Tinggi
Deviani Fatimah;
Suriana Suriana
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 3 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i3.27950
Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi pada ibu dan janin apabila tidak dikenali dan ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan edukasi evidence-based tentang pencegahan komplikasi kehamilan pada ibu hamil risiko tinggi. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tomoni pada 05 Maret 2026 dengan melibatkan 30 ibu hamil risiko tinggi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli dan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa edukasi yang dikembangkan memperoleh rata-rata kelayakan sebesar 90,0% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden setelah diberikan edukasi, yaitu nilai rata-rata pre-test sebesar 54,50 meningkat menjadi 84,53 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,001, dengan nilai N-Gain sebesar 0,68 atau 67,52%. Dengan demikian, edukasi evidence-based dinyatakan sangat layak dan cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil risiko tinggi tentang pencegahan komplikasi kehamilan.
Dayak Onion (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.): Ethnomedicinal Use, Phytochemistry, Pharmacology, and Toxicology
Mulyati Sri Rahayu;
Sri Wahyuni;
Fury Maulina;
Cut Asmaul Husna;
Meutia Maulina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 3 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i3.26853
Plants, plant components, and phytochemicals have long been used in disease prevention and treatment. Indonesia, known for its rich biodiversity, is the habitat of the Dayak onion (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.), a plant species recognized for its unique characteristics. E. palmifolia is an indigenous species to Central Kalimantan, Indonesia, and has been traditionally used as a medicinal remedy for various health problems. The therapeutic benefits of E. palmifolia are attributed to its bioactive compounds including flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and naphthoquinones. This plant displays a variety of beneficial effects, including antioxidant, antimicrobial, anti-inflammatory, antifungal, and antidiabetic properties, and has potential as an anticancer and antiuricemic agent. Long-term use of high concentrations of this extract may lead to liver damage due to its cytotoxic properties, with toxicity increasing as the concentration of the E. palmifolia bulb extract increases. Further research is warranted to optimize these benefits, determine the optimal dosages, and establish safety guidelines. This review provides a thorough, well-structured analysis of the current advancements related to the ethnomedicinal uses, phytochemistry, pharmacology, and toxicity of E. palmifolia. These insights have the potential to facilitate the exploration of various aspects and novel treatments involving E. palmifolia in contemporary medicine. The increasing interest in these remedies has stimulated intensified research investigating diverse elements, including cultural importance, scientific validity, and risk-benefit assessments.
Manifestasi Klinis dan Tata Laksana Penyakit Mata Kering pada Sindrom Sjögren Sekunder : Laporan Kasus
Nany Kustyah;
Azizul Berlyansah;
Wira Mondana;
Petrus Gandi Purwosatrio
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 3 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i3.27676
Sindrom Sjögren merupakan penyakit autoimun kronis yang melibatkan kelenjar lakrimal dan saliva sehingga menyebabkan mata kering dan mulut kering. Bentuk sekunder dapat berasosiasi dengan penyakit autoimun sistemik, termasuk lupus eritematosus sistemik. Penyakit ini penting dikenali karena dapat menimbulkan kerusakan permukaan okular dan menurunkan kualitas hidup. Dilaporkan dua pasien perempuan berusia 62 tahun dan 29 tahun yang datang dengan keluhan mata kering kronis bilateral disertai xerostomia. Pasien pertama memiliki riwayat SLE selama lima tahun dan sedang menjalani terapi imunosupresif. Pasien kedua dicurigai mengalami SLE berdasarkan gejala artikular, riwayat keluarga dengan SLE, dan hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan oftalmologis menunjukkan injeksi siliar, erosi epitel pungtata bilateral, penurunan tear break-up time, serta tanda penyakit mata kering berat. Pada pasien kedua ditemukan keratitis filamentosa dengan keterlibatan permukaan okular yang lebih berat. Pemeriksaan Schirmer I menunjukkan penurunan produksi air mata pada kedua pasien. Pemeriksaan unstimulated whole saliva menunjukkan hiposekresi saliva, sedangkan pemeriksaan Antinuclear Antibody (ANA) memberikan hasil reaktif pada kedua pasien. Kedua pasien mendapatkan serum autologus, air mata buatan, natrium hialuronat topikal, dan gel vitamin A palmitat, serta dirujuk ke bagian reumatologi untuk evaluasi penyakit autoimun sistemik. Kedua kasus menunjukkan manifestasi khas sindrom Sjögren sekunder berupa penyakit mata kering berat yang disertai xerostomia. Perbaikan gejala dan temuan klinis setelah terapi menegaskan pentingnya tata laksana topikal intensif serta kolaborasi multidisiplin untuk mengendalikan inflamasi sistemik, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Analisis Hubungan Pola Diet dan Status Gizi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Murni Cahya Aulya;
Dorna Yanti Lola Silaban
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 3 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i3.27980
Pola diet tidak seimbang dapat memengaruhi status gizi dan meningkatkan risiko kesehatan. Mahasiswa kedokteran rentan terhadap perubahan pola makan karena tekanan akademis, stres, dan keterbatasan waktu. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi asosiasi antara pola diet dan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2024. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 120 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pola diet diukur menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan status gizi dinilai berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut kriteria WHO Asia Pasifik. Hubungan antarvariabel dianalis menggunakan uji Fisher’s Exact tingkat signifikansi p<0,05. Sebagian besar responden berusia 19 tahun (60,0%) dan berjenis kelamin perempuan (70,0%). Mayoritas responden memiliki pola diet tidak seimbang (114 orang, 95%). Berdasarkan status gizi, sebanyak 67 responden (55,8%) memiliki status gizi normal dan 53 responden (44,2%) termasuk kategori overweight atau obesitas. Penelitian tersebut tidak menemukan korelasi antara pola makan dan nutrisi (p=0,543). Mayoritas mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2024 memiliki pola diet yang tidak seimbang dengan status gizi normal, dan tidak ada hubungan yang signifikan diantara pola makan dan nutrisi.
Kapasitas Antioksidan, Toksisitas, Fitokimia dan Uji Fenolik Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.)
Dhea Amanda;
Frans Ferdinal;
Eny Yulianti
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 3 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i3.27981
Daun pepaya mengandung beragam metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan, tetapi aktivitas dan toksisitasnya dapat berbeda menurut sumber tanaman dan proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fitokimia, menentukan kadar fenolik total, mengukur kapasitas antioksidan, dan menilai toksisitas awal ekstrak metanol daun pepaya asal Sumatra Selatan. Penelitian eksperimental laboratorium dilakukan melalui maserasi-perkolasi menggunakan metanol. Skrining fitokimia dilakukan terhadap 13 golongan senyawa. Fenolik total ditetapkan dengan Folin-Ciocalteu, kapasitas antioksidan diukur melalui DPPH, FRAP, dan ABTS menggunakan Trolox sebagai pembanding, sedangkan toksisitas diuji dengan Brine Shrimp Lethality Test. Ekstraksi menghasilkan rendemen 15,64%. Sebanyak 12 golongan senyawa terdeteksi, sedangkan betasianin tidak terdeteksi. Kadar fenolik total sebesar 36,33 mg GAE/g. Nilai IC50 ekstrak pada DPPH, FRAP, dan ABTS berturut-turut 172,97; 19,33; dan 42,00 µg/mL, sedangkan IC50 Trolox 28,49; 6,78; dan 3,39 µg/mL. Nilai LC50 BSLT sebesar 137,935 µg/mL. Ekstrak menunjukkan kapasitas antioksidan paling kuat pada FRAP dan ABTS serta bioaktivitas toksik awal pada BSLT. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dan mengonfirmasi keamanan biologisnya.
Analisis Fitokimia, Aktivitas Antioksidan, Toksisitas dan Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Adinda Salsybila;
Frans Ferdina;
Eny Yulianti
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 3 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i3.27982
Daun lamtoro (Leucaena leucocephala) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia, kadar fenolik total, aktivitas antioksidan, serta tingkat toksisitas ekstrak daun lamtoro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan in vitro dan bioassay. Ekstrak daun lamtoro diperoleh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dengan rendemen sebesar 12,36%. Uji fitokimia dilakukan secara kualitatif, sedangkan kadar fenolik total ditentukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, ABTS, dan FRAP, serta uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun lamtoro mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, tanin, steroid, terpenoid, dan beberapa senyawa metabolit sekunder lainnya. Kadar fenolik total diperoleh sebesar 67,02 mgGAE/g. Nilai IC50 metode DPPH, ABTS, dan FRAP berturut-turut sebesar 50,96 µg/mL, 13,13 µg/mL, dan 10,79 µg/mL yang menunjukkan aktivitas antioksidan kuat hingga sangat kuat. Hasil uji toksisitas metode BSLT memperoleh nilai LC50 sebesar 342,390 µg/mL yang termasuk kategori toksik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun lamtoro memiliki aktivitas antioksidan yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Iskemik dengan Gangguan Komunikasi Verbal melalui Latihan Artikulasi Vokal “AIUEO”: Studi Kasus: Studi Kasus
Dian Ayu Nuzulia;
Junaidi Junaidi;
Rika Yusnaini;
Iskandar Iskandar
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 3 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i3.28328
Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan yang sering menimbulkan gangguan komunikasi verbal, seperti afasia dan disartria pada pasien. Kondisi ini dapat secara signifikan menghambat interaksi pasien dengan lingkungan sekitar serta mempengaruhi kualitas hidup secara menyeluruh. Oleh karena itu, peran perawat menjadi sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang tepat dan efektif untuk mengatasi masalah komunikasi pada pasien stroke secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan gangguan komunikasi verbal guna meningkatkan kemampuan komunikasi dan kualitas hidup pasien.Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu pasien stroke yang mengalami gangguan komunikasi verbal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami gangguan komunikasi verbal berupa kesulitan berbicara dan memahami bahasa. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi penggunaan komunikasi nonverbal, latihan bicara sederhana, terapi wicara AIUEO, pemberian waktu respons yang cukup, serta melibatkan keluarga dalam proses komunikasi. Setelah intervensi selama tiga hari pasien mulai mampu mengucapkan lima huruf vokal dengan artikulasi lebih jelas dan mampu mengungkapkan kebutuhan dasar menggunakan kata sederhana.Asuhan keperawatan yang tepat dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi verbal pada pasien stroke. Pendekatan yang melibatkan keluarga serta penggunaan teknik komunikasi alternatif sangat efektif dalam mendukung pemulihan pasien.