GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles
271 Documents
Seorang Anak Perempuan Usia 2 Tahun dengan Asma Persisten Ringan
Amalia, Dika;
Pilson, Soni
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 3 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i3.10593
Asma adalah penyakit saluran respiratori dengan dasar inflamasi kronik yang mengakibatkan obstruksi dan hiperreaktivitas saluran respiratori dengan derajat bervariasi. Manifestasi klinis asma dapat berupa batuk, wheezing, sesak napas, dada tertekan yang timbul secara kronik dan atau berulang, reversibel, cenderung memberat pada malam atau dini hari, dan biasanya timbul jika ada pencetus. Serangan asma/eksaserbasi adalah episode peningkatan yang progresif (perburukan) dari gejala-gejala asma. Serangan asma biasanya mencerminkan gagalnya tatalaksana asma jangka panjang, atau adanya pajanan dengan pencetus. Identifikasi gejala serangan asma harus ditujukan pada derajat serangan untuk menentukan langkah terapi selanjutnya dengan temuan pada anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang yang mampu mengarahkan pada diagnosis sehingga serangan asma berat dapat dicegah. Hal inilah yang menjadi kunci keberhasilan tatalaksana yang dilakukan pada serangan asma. Setelah serangan asma teratasi, pengobatan jangka panjangnya dengan obat pengendali (controller drug) berdasarkan pada kekerapan serangan asma itu muncul. Namun hal yang paling penting dari manajemen asma yaitu menjauhi faktor pencetusnya.
Telogen Effluvium
Mellaratna, Wizar Putri;
Kholilullah, Vina Zaynah
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 3 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i3.9309
Telogen effluvium adalah suatu keadaan dimana didapatkan kerontokan rambut telogen dalam masa dini dan dalam jumlah cukup banyak. Kerontokan rambut ini disebabkan adanya trauma pada rambut normal karena stimulasi yang dapat mempercepat fase anagen ke fase katagen dan fase telogen. Insidensi atau prevalensi telogen effluvium masih belum jelas. Telogen effluvium dapat terjadi baik pada pria maupun wanita, Telogen effluvium disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya stres psikologis, demam akut, malnutrisi, kehamilan, penyakit sistemik, obat-obatan, dll. Diagnosis telogen effluvium dapat ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan yang tepat membutuhkan waktu untuk mengidentifikasi penyebab kerontokan dan penanganannya. Hal terpenting adalah pemberian informasi dan edukasi pada pasien akan perjalanan penyakitnya.
Upaya Pemecahan Masalah Hipertensi Grade I pada Lansia Usia 69 Tahun
Fonna, Tischa Rahayu;
Amalia, Nana
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 3 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i3.11110
Hipertensi merupakan sebuah kondisi medis dimana orang yang tekanan darahnya meningkat diatas normal yaitu 140/90 mmHg dan dapat mengalami resiko kesakitan (morbiditas) bahkan kematian (mortalitas). Riskesdas tahun 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi hipertensi di Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta adalah 34,1%. Pada umummya semakin bertambahnya usia maka semakin besar pula risiko terjadinya Hipertensi. Pasien perempuan (69 tahun) datang dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 hari yang lalu. Nyeri kepala dirasakan seperti di ikat dan terkadang berdenyut. Hal ini dirasakan terus menerus, memberat saat pasien beraktivitas, dan saat pasien mengkonsumsi makanan yang berlemak atau asin. Nyeri kepala akan berkurang saat pasien istirahat. Pasien sudah didiagnosis Hipertensi sejak 7 tahun lalu, namun pasien tidak mengkonsumsi obat secara teratur. Pasien mengontrol kesehatannya ke Puskesmas Tanah Pasir. Pasien diberikan obat antihipertensi dan juga diberikan edukasi mengenai penyakit hipertensi dan cara menjaga pola hidup yang sehat.
Penatalaksanaan Konjungtivitis Vernal pada Anak
Rohaya, Syarifah;
Putri, Narisha Amelia
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 3 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i3.9827
Konjungtivitis merupakan radang pada konjungtiva dan dapat diakibatkan oleh karena allergi, virus, bakteri, maupun akibat kontak dengan benda asing dan mengakibatkan timbul keluhan mulai dengan mata merah, gatal, produksi air mata yang meningkat hingga perubahan anatomi pada konjungtiva. Konjungtivitis vernal merupakan salah satu bentuk konjungtivitis allergi yang berulang khas musiman, bersifat bilateral yang sering ditemukan pada anak laki yang berusia kurang dari 10 tahun, diperkirakan diseluruh dunia insiden konjungtivitis vernal berkisar antara 0,1 % - 0,5 % dan cenderung lebih tinggi di negara berkembang. Meskipun biasanya sembuh sendiri, konjungtivitis vernal dapat mengakibatkan komplikasi kornea yang berpotensi membutakan. Pengobatan memerlukan upaya kolaboratif antara dokter mata dan ahli alergi atau imunologi.
Identifikasi Telur Cacing Nematoda Usus pada Lalapan Kubis (Brassica Oleracea) di Warung Makan Jalan Darussalam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Bripo, Azman;
Sahputri, Juwita;
Zubir, Zubir
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 3 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2023
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i3.10239
Kecacingan menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Telur cacing dapat ditularkan pada manusia dikarenakan mengkonsumsi sayuran yang kurang matang, dan tidak dicuci dengan bersih. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan memakan sayuran mentah dalam bentuk lalapan. Kubis merupakan jenis sayuran yang umumnya dikonsumsi secara mentah. Kubis memiliki permukaan daun yang berlekuk-lekuk sehingga memungkinkan telur cacing menetap didalamnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya telur nematoda usus pada lalapan kubis di warung makan dijalan Darussalam kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Jenis penelitian ini adalah uji laboratorium dengan menggunakan tektik purposive sampling dengan jumlah 22 warung makan. Pemeriksaan telur nematoda usus menggunakan metode flotasi dan kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian ini dari 12 sampel lalapan kubis yang diperiksa didapatkan sebanyak 3 (25,0%) ditemukan telur nematoda usus dan 9 sampel (75,0%) tidak ditemukan kontaminasi telur nematoda usus. Jenis telur nematoda usus yang mengontaminasi adalah Ascaris lumbricoides dengan jumlah 2 sampel (16,7%), Thichuris trhichiura dengan jumlah 1 sampel (8,3%), dan tidak ada kontaminasi telur Hookworm dan Strongiloides stercoralis. Kesimpulan penelitian ini ialah terdapat kontaminasi telur nematoda usus pada lalapan kubis pada sebagian warung makan yang menjual kubis sebagai lalapan.
Pengaruh Pemberian Edukasi terhadap Pengetahuan PMO (Pengawas Menelan Obat) Pasien TB Paru di Puskesmas Kota Lhokseumawe Tahun 2022
Afifah, Silvi;
Sofia, Rizka;
Herlina, Nina;
Rizaldy, Muhammad Bayu
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.10642
Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Menurut World Health Organization (WHO), Indonesia adalah negara ke-3 tertinggi dengan jumlah kasus TB paru terbesar di dunia. Kasus TB di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, termasuk di Provinsi Aceh. Pada tahun 2021 kasus tuberkulosis di Provinsi Aceh meningkat sebesar 32,69% dan Lhokseumawe termasuk salah satu daerah dengan peningkatan kasus TB yang tergolong tinggi. Pemerintah Indonesia telah membuat suatu program pemberantasan tuberkulosis dengan suatu regimen pengobatan yang akan diawasi oleh seorang PMO (Pengawas Menelan Obat). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan PMO pasien TB paru di Puskesmas Kota Lhokseumawe Tahun 2022. Penelitian ini melibatkan 60 orang PMO sebagai responden. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan menggunakan pengisian lembar kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan karakteristik responden dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak dari laki-laki, mayoritas responden berada pada usia dewasa tengah (41-60 tahun), mayoritas berpendidikan SMA/MAN, pekerjaan terbanyak adalah IRT (Ibu Rumah Tangga) dan hubungan kekerabatan dengan pasien terbanyak adalah seorang istri. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan responden dari yang semula 26,7% menjadi 88,3% dalam kategori baik setelah diberikan edukasi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan PMO (Pengawas Menelan Obat) pasien TB paru di Puskesmas Kota Lhokseumawe Tahun 2022
Upaya Pengelolaan Skabies pada Anak 3 Tahun dengan Pendekatan Pelayanan Dokter Keluarga
Ayuna, Della Vega Nisha;
Akbar, Muhammad Khalilul;
Ikhsan, Maulana;
Zara, Noviana;
Dewi, Rahmia;
Muna, Zurratul;
Debbyousha, Maulina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.9980
Pasien An. S dibawa oleh orangtuanya datang ke Poli Anak Puskesmas Lhoksukon dengan keluhan gatal di seluruh tubuh sejak 1 bulan terakhir. Keluhan terutama di daerah sela-sela jari tangan, jari kaki serta di daerah selangkangan. Ibu Pasien menyampaikan anaknya mengeluh gatal yang dirasakan memberat saat dimalam hari. Ibu pasien mengatakan keluhan ini pertama kali muncul saat anak pertamanya pulang dari dayah saat libur sekolah. 2 minggu yang lalu pasien membawa anak pertamanya berobat ke puskesmas dengan keluhan yang sama sebelum ia balik ke Dayah (Pesantren). Saat ini pasien baru saja membawa An. S untuk berobat dengan keluhan yang juga sama. Hasil pemeriksaaan didapatkan HR : 87 x/i, RR : 18 x/i, Suhu: 36,5ï‚°C. Data primer diperoleh melalui alloanamnesa dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Intervensi yang dilakukan diantaranya adalah edukasi tentang penyebab skabies kepada keluarganya, edukasi sanitasi lingkungan dan kebersihan serta tatalaksana penyakit tersebut serta menjelaskan komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit pasien agar pasien keluarga pasien lebih menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan.
Analisis Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Skabies pada Santri di Pesantren Wilayah Kerja Puskesmas Peudada Tahun 2022
Mauliza, Cut Titien;
Sawitri, Harvina;
Topik, Mohammad Mimbar
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.10756
Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh hewan sejenis tungau atau kutu Sarcoptes scabiei varietas hominis yang menyebabkan ruam dan kemerahan dikulit. Penyakit skabies sangat mudah menular dan menyerang pada komunitas yang padat terutama pada santri yang kurang menjaga kebersihan. Prevalensi skabies di Indonesia menurut data Departemen kesehatan Indonesia pada tahun 2013 mencapai 3,9-6%. Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya penularan skabies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara PHBS yang dilakukan santri dengan kejadian skabies di pesantren wilayah kerja Puskesmas Peudada. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan case control dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini melibatkan 68 sampel yang terdiri dari 34 responden kasus, dan 34 responden kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara PHBS dengan kejadian skabies dengan nilai p-value 0,000 (<0,05) menggunakan uji chi-square. Nilai odd ratio menunjukkan bahwa santri yang tidak skabies memiliki tingkatan PHBS dua kali lebih baik dibandingkan dengan santri yang terkena skabies. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang dilakukan santri di pesantren dapat mempengaruhi terjadinya kejadian skabies.
Upaya Pengelolaan Tuberkulosis Paru Kasus Baru pada Pasien Usia 67 Tahun dan Overweight dengan Pendekatan Pelayanan Kedokteran Keluarga
Nashirah, Arini;
Wahyuni, Hendra;
Zahara, Cut Ita;
Zara, Noviana
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.10022
Tingginya prevalensi TB dapat disebabkan oleh kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, higienitas yang buruk, serta kepadatan penghuni rumah. Penyakit TB adalah penyakit infeksi menular yang menyerang organ paru dan organ-organ lainnya. Pasien Tn. I usia 67 tahun merupakan pasien rawat jalan di Poli Umum Puskesmas Nisam. Pasien datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 2 minggu ini dan memberat dalam 2 hari ini. Batuk disertai dahak kental berwarna hijau. Batuk yang dirasakan pasien semakin memberat apabila bekerja di sawah, terkadang terasa sesak jika batuk semakin memberat. Pasien mengeluhkan tubuhnya lemas, tidak nafsu makan dan berat badannya menurun dari 76 kg menjadi 67 kg. Faktor internal pada pasien yaitu jarang membuka jendela rumah pada pagi hari, membuang dahak sembarang, tidak minum obat TB secara tuntas. Faktor eksternal pada pasien yaitu jarak rumah ke puskesmas yang jauh. Upaya penatalaksanaan secara holistik dan komprehensif menggunakan pendekatan kedokteran keluarga berupa edukasi mengenai penyebab, penularan, pengobatan serta pencegahan penyakit. Penyakit TB sulit diberantas bila tidak disertai dengan perubahan pola Hidup Bersih dan Sehat.
Penyuluhan PHBS Santri Umur 6-15 Tahun Terkait Penyakit Gingivitis Rumah Quran Bustanul Mustafa Lhokseumawe
Syafridah, Anita
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.12244
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Perilaku kesehatan yang buruk pada anak dapat mendatangkan berbagai jenis penyakit, salah satunya gingivitis. Gingivitis adalah salah satu penyakit periodontal yang paling umum dan dapat menyebabkan kerusakan parah pada rongga mulut. Hasil survei World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa hampir 90% penduduk di dunia menderita gingivitis; 80% di antaranya ialah anak usia di bawah 12 tahun. Data gingivitis di Indonesia menurut Riskesdas 2018, prevalensi gingivitis di Indonesia adalah 74%. Tujuan penelitian untuk melakukan Penyuluhan PHBS Santri Umur 6-15 Tahun Terhadap Gingivitis di Rumah Quran Bustanul Mustafa Lhokseumawe. Metode penelitian ini deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang belajar di Rumah Quran Bustanul Mustafa Lhokseumawe. Sampel penelitian ini adalah siswa yang belajar di Rumah Quran Bustanul Mustafa Lhokseumawe. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, besar sampel ditentukan dengan rumus Slovin, dan didapatkan besar sampel pada penelitian ini adalah 62 orang. Instrumen penelitian digunakan adalah power point, alat peraga gigi dan sikat gigi. Hasil penelitian ini didapatkan 62 responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 30 orang (48,38%), cukup sebanyak 20 orang (32,26%) dan kurang sebanyak 12 orang (19,36%). Kejadian gingivitis berkaitan dengan kebersihan gigi dan mulut. Untuk itu, penyuluhan PHBS terkait kebersihan gigi dan mulut sangat berperan dalam mencegah kejadian gingivitis pada anak usia 6-15 tahun.