cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6282342104174
Journal Mail Official
jpe.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bosowa Journal of Education
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28085515     EISSN : 28084861     DOI : https://doi.org/10.35965/bje.v2i2.1477
Core Subject : Education, Social,
Bosowa Journal of Education menerbitkan artikel yang pada bidang pendidikan dasar, pendidikan bahasa inggris, pendidikan sains, pendidikan matematika, pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pendidikan anak usia dini.
Articles 348 Documents
Hubungan Pramuka Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Di SPF SD Inpres Mannuruki 1 Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Suhardi Suhardi; Muhammad Bakri Bakri; Burhan Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pramuka terhadap kedisiplinan siswa dalam pembelajaran di UPT SPF SD Inpres Mannuruki I. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah seluruh siswa  di SD Inpres  Mannuruki  Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI UPT SPF SD Inpres Mannuruki I. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket untuk mengetahui kegiatan pramuka dan kedisiplinan siswa. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif, uji prasyarat analisis, dan analisis akhir (pengujian hipotesis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pramuka dan kedisiplinan siswa ditunjukkan oleh hasil koefisisen korelasi (R). Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang kuat antara kegiatan pramuka dengan kedisiplinan siswa UPT SPF SD Inpres Mannuruki I Kota Makassar. Dikatakan memiliki hubungan kuat bila seorang siswa semakin aktif mengikuti kegiatan pramuka, maka akan semakin tinggi pula perilaku kedisiplinan pada siswa. Siswa disarankan untuk aktif mengikuti kegiatan pramuka dan pihak yang berkecimpung dalam kepramukaan agar dapat menciptakan kegiatan kepramukaan yang lebih variatif sehingga tidak menimbulkan kebosanan. This study aims to determine the relationship between scouting and student discipline in learning at UPT SPF SD Inpres Mannuruki I. This study is a correlation study using a quantitative approach. The population selected in this study were all students at SD Inpres Mannuruki, Biringkanaya District, Makassar City, while the sample in this study were students in grades IV, V, and VI of UPT SPF SD Inpres Mannuruki I. The sampling technique used was Purposive Sampling. Data collection techniques used questionnaires to determine scouting extracurricular activities and student discipline. The research data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques, prerequisite analysis tests, and final analysis (hypothesis testing). The results showed that there was a significant relationship between scouting and student discipline as indicated by the results of the correlation coefficient (R). The results of this study are that there is a strong relationship between scouting activities and student discipline at UPT SPF SD Inpres Mannuruki I, Makassar City. It is said to have a strong relationship if a student is more active in participating in scouting activities, the higher the disciplinary behavior of the student. Students are advised to actively participate in scouting activities and parties involved in scouting in order to create more varied scouting activities so as not to cause boredom.
Integrasi Kurikulum Cambridge dan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran (Studi Kasus di Sekolah Dasar Indonesia Bina Cerdas Makassar) Welsy Tiara Reata; Muhammad Yunus; Rahmaniah Rahmaniah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6127

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji integrasi Kurikulum Cambridge dan Kurikulum Merdeka sebagai respons strategis terhadap tantangan pendidikan global di Indonesia, yang ditandai oleh rendahnya capaian PISA 2022 (peringkat 66 dari 81 negara). Studi kasus kualitatif ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Indonesia Bina Cerdas Makassar untuk mendeskripsikan latar belakang, pola implementasi, dan implikasi integrasi kedua kurikulum. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 informan kunci (guru, manajemen sekolah), observasi partisipatif, dan analisis dokumen kurikulum, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles-Huberman. Hasil penelitian mengungkap: (1) Latar belakang integrasi didorong harapan orang tua, kebutuhan pendidikan berkualitas, kesamaan prinsip pembelajaran berdiferensiasi, dan visi sekolah menciptakan lulusan berwawasan global; (2) Pola integrasi terstruktur dalam tujuh tahap sistematis: identifikasi capaian pembelajaran, perumusan global, penyusunan materi, pembentukan struktur kurikulum, pengembangan perangkat ajar, penentuan sistem pembelajaran, dan penyusunan asesmen; (3) Implikasi mencakup pengayaan teori konvergensi kurikulum transnasional, inovasi metodologis berbasis glocalization, serta tantangan manajerial seperti beban belajar siswa dan kesiapan guru. Temuan membuktikan integrasi kurikulum meningkatkan kualitas pembelajaran holistik meski memerlukan penyesuaian kebijakan. Penelitian merekomendasikan penguatan pelatihan guru berbasis dual-curriculum competency dan optimalisasi mapping materi untuk mitigasi kelebihan beban akademik. This study examines the integration of the Cambridge Curriculum and Merdeka Curriculum as a strategic response to global educational challenges in Indonesia, evidenced by low PISA 2022 achievements (ranked 66th out of 81 countries). Employing a qualitative case study approach at Indonesia Bina Cerdas Elementary School Makassar, this research describes the background, implementation patterns, and implications of curriculum integration. Data were collected through in-depth interviews with 10 key informants (teachers, school management), participatory observation, and curriculum document analysis, then analyzed using the Miles-Huberman interactive model. Findings reveal: (1) Integration was driven by parental expectations, demand for quality education, shared principles of differentiated learning, and the school’s vision to create globally competent graduates; (2) The integration pattern follows seven systematic stages: identifying learning outcomes, global formulation, material compilation, curriculum structuring, teaching tools development, learning system design, and assessment system arrangement; (3) Implications include enriching transnational curriculum convergence theory, methodological innovation based on glocalization, and managerial challenges such as student workload and teacher readiness. Results prove that curriculum integration enhances holistic learning quality despite requiring policy adjustments. The study recommends strengthening teacher training based on dual-curriculum competency and optimizing material mapping to mitigate academic overload.
Hubungan antara Motivasi Belajar dan Minat Baca dengan Hasil Belajar Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia SD Inpres Tamalanrea 4 Kota Makassar Yudistira, Yudistira; Hamsiah, Andi; Rosmawati, Rosmawati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan minat baca dengan hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia pada siswa kelas V SD Inpres Tamalanrea 4 Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto yang bersifat korelasional. Sampel penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas V, yang terdiri dari 29 siswa kelas V-A dan 25 siswa kelas V-B. Data dikumpulkan melalui angket untuk mengukur motivasi belajar dan minat baca, tes untuk mengukur hasil belajar keterampilan menulis, serta dokumentasi yang mendukung analisis data. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan minat baca dengan hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia. Motivasi belajar dan minat baca yang tinggi berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar keterampilan menulis siswa. Siswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung menghasilkan tulisan yang lebih baik. Indikator-indikator seperti ketekunan, keuletan, dan minat terhadap tugas menulis terbukti menjadi faktor yang mendorong kesuksesan siswa dalam menulis. Begitu juga siswa yang gemar membaca memiliki pemahaman lebih baik terhadap struktur tulisan dan kosakata, yang sangat membantu dalam memperkaya keterampilan menulis mereka. Dengan semakin tinggi minat baca, kualitas tulisan yang dihasilkan juga semakin baik. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara motivasi belajar dan minat baca dengan hasil belajar keterampilan menulis siswa di SD Inpres Tamalanrea 4 Kota Makassar. This study aimed to analyze the relationship between learning motivation and reading interest with the learning outcomes of Indonesian language writing skill in Grade V students of SD Inpres Tamalanrea 4 Makassar City. This research employed a quantitative approach with an ex-post facto research design of a correlational nature. The research sample consisted of all grade V students, consisting of 29 students in grade V-A and 25 students in grade V-B. Data were collected through questionnaires to measure learning motivation and reading interest, tests to measure learning outcomes of writing skills, and documentation that supports data analysis. The collected data were then analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The results of the study indicated that there was a significant relationship between learning motivation and reading interest with the learning outcomes of Indonesian language writing skills. High learning motivation and reading interest have positive impact on improving students' writing skills learning outcomes. Students who had high motivation tend to produce better writing. Indicators such as perseverance, tenacity, and interest in writing tasks have been proven to be factors that drive students' success in writing. Likewise, students who enjoyed the reading have a better understanding of writing structures and vocabulary, which was very helpful in enriching their writing skills. The higher the interest in reading, the better the quality of the writing produced. Based on these findings, it could be concluded that there was very strong relationship between learning motivation and reading interest with the learning outcomes of students' writing skill at SD Inpres Tamalanrea 4, Makassar City.
Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Sumiati, Sumiati; Yunus, Muhammad Yunus; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6129

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh signifikan model pembelajaran Talking Stick terhadap minat dan hasil belajar peserta didik kelas IV di UPT SPF SD Inpres Gontang Kota Makassar. Melalui pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental (Posttest-Only Control Group Design), sampel terdiri atas 59 peserta didik yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (kelas IV-B, n=29) yang menerapkan model Talking Stick dan kelompok kontrol (kelas IV-A, n=30) yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian mencakup angket minat belajar dan tes hasil belajar, dengan data dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada minat belajar, dengan 82,5% peserta didik berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, sementara kelompok kontrol didominasi kategori rendah (69,4%). Pada hasil belajar, 72,3% peserta didik kelompok eksperimen mencapai kategori tinggi hingga sangat tinggi, dan 100% memenuhi Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP), berbeda signifikan dengan kelompok kontrol (hanya 20,2% tuntas). Uji MANOVA mengonfirmasi pengaruh simultan model Talking Stick terhadap minat (F=149,780; p=0,000; R²=72,4%) dan hasil belajar (F=100,587; p=0,000; R²=63,8%), serta pengaruh multivariat yang signifikan (Wilks' Lambda=0,260; p=0,000). Simpulan penelitian menegaskan bahwa model ini menciptakan lingkungan belajar interaktif yang mendorong partisipasi aktif, kepercayaan diri, dan pemahaman konseptual, sehingga direkomendasikan sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. This study examines the significant influence of the Talking Stick learning model on the interest and learning outcomes of fourth-grade students at UPT SPF SD Inpres Gontang, Makassar City. Employing a quantitative approach with a Quasi-Experimental Design (Posttest-Only Control Group Design), the sample included 59 students divided into an experimental group (class IV-B, n=29) implementing the Talking Stick model and a control group (class IV-A, n=30) using conventional methods. Research instruments comprised learning interest questionnaires and learning outcome tests, with data analyzed through descriptive and inferential statistics (MANOVA). Results indicated a significant increase in learning interest within the experimental group, with 82.5% of students categorized as high to very high, contrasting the control group dominated by low interest (69.4%). For learning outcomes, 72.3% of the experimental group achieved high to very high categories, and 100% met the Learning Objective Mastery Criteria (KKTP), significantly outperforming the control group (only 20.2% met criteria). MANOVA analysis confirmed the model’s simultaneous effect on learning interest (F=149.780; p=0.000; R²=72.4%) and outcomes (F=100.587; p=0.000; R²=63.8%), alongside significant multivariate influence (Wilks' Lambda=0.260; p=0.000). The study concludes that the Talking Stick model fosters an interactive learning environment that enhances active participation, self-confidence, and conceptual understanding, recommending its integration into elementary science (IPAS) education as an innovative pedagogical strategy.
Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pelajaran IPS Siswa Kls V UPT SPF SDN Ujung Tanah 1 Kota Makassar Lindahsari, Lindahsari; Hamsiah, Andi; Agusniati, A. Agusniati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa kelas V di UPT SPF SDN Ujung Tanah 1 Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, dan eksplorasi berbasis minat, secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, termasuk kemampuan analisis masalah, sintesis perspektif, pengambilan keputusan, serta penyusunan argumentasi berbasis data. Penelitian ini juga menemukan tantangan implementasi, seperti keterbatasan waktu, pengelolaan kelas heterogen, dan sumber daya pembelajaran yang terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menerapkan berbagai kebijakan pendukung, seperti forum diskusi guru, pelatihan berkelanjutan, dan penyediaan teknologi pembelajaran. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah pengembangan model Pembelajaran Berdiferensiasi Terintegrasi Digital (PBDT) dan sistem penilaian multi-dimensi berbasis portofolio digital. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pendekatan holistik, kolaboratif, dan adaptif dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran berdiferensiasi. This study aims to analyze the implementation of differentiated instruction in developing critical thinking skills in fifth-grade social studies at UPT SPF SDN Ujung Tanah 1, Makassar City. The research employed a qualitative case study design, utilizing in-depth interviews, participatory observations, and documentation. The findings revealed that differentiated teaching strategies—such as project-based learning, group discussions, and interest-based exploration—significantly enhanced students’ critical thinking capabilities, including problem analysis, perspective synthesis, decision-making, and data-based argumentation. The study also identified several challenges in implementation, including limited planning time, difficulties in managing heterogeneous classrooms, and constrained learning resources. To address these issues, the school implemented supportive policies such as teacher discussion forums, continuous professional development, and access to learning technologies. A major contribution of this research is the development of the Digitally Integrated Differentiated Learning (PBDT) model and a multidimensional digital portfolio-based assessment system. The implications underscore the necessity of a holistic, collaborative, and adaptive approach to fostering critical thinking skills through differentiated instruction.
Pengaruh Pengasuhan Religius, Kondisi Ekonomi Orang Tua Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada UPT SD Negeri 085 Pewaneang Kabupaten Luwu Utara Makbul, Makbul; Asdar, Asdar; Bahri, Syamsul
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6134

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh simultan dan parsial Pengasuhan Religius, Kondisi Ekonomi Orang Tua, dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar siswa di lingkungan terpencil. Metode kuantitatif survei diterapkan dengan teknik total sampling pada seluruh populasi siswa UPT SD Negeri 085 Pewaneang, Kabupaten Luwu Utara (N=51). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, dianalisis melalui Regresi Linier Berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik: normalitas (Kolmogorov-Smirnov Asymp. Sig. 0,200), heteroskedastisitas (Glejser Sig. >0,05), non-multikolinearitas (Tolerance >0,10; VIF <10), dan non-autokorelasi (Durbin-Watson 2,525). Hasil uji F menunjukkan pengaruh signifikan secara simultan (Sig. 0,004 < 0,05), mengonfirmasi kontribusi ketiga variabel terhadap Prestasi Belajar. Namun, uji t parsial mengungkapkan variasi signifikansi individual dimana Pengasuhan Religius berpengaruh dominan. Koefisien determinasi (Adjusted R² 0,002) merefleksikan kompleksitas interaksi variabel dalam konteks geografis spesifik. Implikasi teoretis memperkaya model ekologi Bronfenbrenner dengan integrasi mikrosistem keluarga dan makrosistem ekonomi, sementara implikasi praktis menekankan perlunya intervensi berbasis keluarga (family-based intervention) dan kebijakan afirmatif untuk daerah terpencil. Penelitian ini mengisi research gap melalui pendekatan multivariat di setting sosial-unik dengan keterbatasan infrastruktur dan tingkat pendidikan orang tua rendah (55,93% berpendidikan SD). This study examines the simultaneous and partial effects of Religious Parenting, Parental Economic Conditions, and Learning Motivation on Student Academic Achievement in remote educational settings. A quantitative survey method was employed using total sampling technique encompassing the entire student population (N=51) at UPT SD Negeri 085 Pewaneang, North Luwu Regency. Data collected via questionnaires and documentation were analyzed through Multiple Linear Regression after satisfying classical assumptions: normality (Kolmogorov-Smirnov Asymp. Sig. 0.200), homoscedasticity (Glejser Sig. >0.05), non-multicollinearity (Tolerance >0.10; VIF <10), and non-autocorrelation (Durbin-Watson 2.525). The F-test revealed significant simultaneous influence (Sig. 0.004 < 0.05), confirming the collective contribution of all three variables to Academic Achievement. However, partial t-tests indicated varying individual significance, with Religious Parenting demonstrating dominant effects. The determination coefficient (Adjusted R² 0.002) reflects complex variable interactions within the specific geographical context. Theoretically, this research enriches Bronfenbrenner's ecological model by integrating family microsystems and economic macrosystems. Practically, it advocates for family-based interventions and affirmative policies targeting remote areas with infrastructural constraints and low parental education levels (55.93% elementary school graduates). Addressing key research gaps, this study offers a multivariate analysis in a unique socio-cultural setting while providing empirical evidence on indirect effect mechanisms among variables in marginalized educational ecosystems.
Pengaruh Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Mardia, Mardia; Hamsiah, Andi Hamsiah; Fansury, Andi Hamzah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6135

Abstract

Penelitian kuantitatif ini bertujuan menganalisis pengaruh signifikan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan supervisi akademik terhadap kinerja guru Sekolah Dasar di Gugus VI, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Populasi penelitian mencakup seluruh guru SD dalam gugus tersebut, dengan sampel sebanyak 65 responden yang diambil melalui teknik saturated sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data melibatkan statistik deskriptif dan inferensial berbantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Kegiatan KKG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (koefisien korelasi Pearson r = 0,986; p < 0,001), di mana partisipasi aktif dalam diskusi dan pelatihan kolaboratif meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru; (2) Supervisi akademik oleh kepala sekolah secara signifikan meningkatkan kinerja guru (r = 0,983; p < 0,001), terutama dalam perencanaan pembelajaran, manajemen kelas, dan evaluasi hasil belajar melalui umpan balik konstruktif; (3) Secara simultan, KKG dan supervisi akademik berkontribusi sinergis dalam membentuk lingkungan pengembangan profesional yang holistik (pengaruh kumulatif signifikan pada a = 0,05). Implikasi penelitian menegaskan perlunya optimalisasi agenda KKG berbasis kebutuhan riil kelas serta transformasi supervisi akademik menuju pendekatan kolaboratif. Rekomendasi kebijakan mencakup alokasi dana khusus pelatihan guru dan penyusunan panduan standar supervisi oleh Dinas Pendidikan. This quantitative study aims to analyze the significant influence of Teacher Working Group (KKG) activities and academic supervision on the performance of elementary school teachers in Cluster VI, Tamalanrea District, Makassar City. The research population encompassed all elementary teachers in the cluster, with a sample of 65 respondents selected via saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation, while analysis employed descriptive and inferential statistics using SPSS version 25. Key findings reveal: (1) KKG activities exerted a positive and significant impact on teacher performance (Pearson correlation coefficient r = 0.986; p < 0.001), where active participation in collaborative discussions and training enhanced pedagogical and professional competencies; (2) Academic supervision by school principals significantly improved teacher performance (r = 0.983; p < 0.001), particularly in lesson planning, classroom management, and learning evaluation through constructive feedback; (3) Simultaneously, KKG and academic supervision synergistically contributed to a holistic professional development environment (cumulative effect significant at a = 0.05). The implications underscore the need to optimize KKG agendas based on classroom needs and transform academic supervision into collaborative approaches. Policy recommendations include special funding allocations for teacher training and standardized supervision guidelines by the Education Office.
Pengaruh Penggunaan Game Edukasi Quizizz Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Terhadap Minat Baca Dan Gaya Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah Rahayu, Martini Rahayu; Muhammadiah, Mas'ud; Fansury, Andi Hamzah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan minat baca dan gaya belajar siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah sebelum dan setelah penggunaan game edukasi Quizizz dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah true eksperimen dengan pengacakan siswa ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini dilakukan di SD Inpres Rantekombiling dan SD Inpres Panggajoang pada bulan Januari-Februari 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 26 siswa. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat baca dan gaya belajar siswa, sedangkan variabel bebasnya adalah penggunaan game edukasi Quizizz. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa pretest dan posttest untuk mengukur perubahan minat baca dan gaya belajar siswa sebelum dan setelah intervensi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk melihat signifikansi perbedaan antara pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan dalam minat baca siswa setelah penggunaan Quizizz. Siswa yang sebelumnya memiliki minat baca rendah menunjukkan peningkatan yang berarti setelah pembelajaran berbasis gamifikasi diterapkan. Selain itu, gaya belajar siswa juga mengalami perubahan yang signifikan, di mana mereka mulai menyesuaikan strategi belajar mereka dengan metode yang lebih interaktif dan mandiri setelah menggunakan Quizizz. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan game edukasi dalam pembelajaran dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Dengan demikian, Quizizz dapat diimplementasikan sebagai media pembelajaran yang mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka guna meningkatkan minat baca dan menyesuaikan gaya belajar siswa sesuai dengan kebutuhan individu mereka. This study aims to analyze the differences in reading interest and learning styles among fifth-grade elementary school students in Budong-Budong Subdistrict, Mamuju Tengah Regency, before and after the use of the Quizizz educational game in the implementation of the Merdeka Curriculum. The study employed a quantitative approach using an experimental method. The research design was a true experimental design with students randomly assigned to experimental and control groups. The study was conducted at SD Inpres Rantekombiling and SD Inpres Panggajoang during January-February 2025, involving a total sample of 26 students. The dependent variables in this study were reading interest and learning styles, while the independent variable was the use of the Quizizz educational game. Data collection techniques included pretests and posttests to measure changes in students’ reading interest and learning styles before and after the intervention. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics to determine the significance of differences between pretest and posttest results. The findings revealed a significant improvement in students’ average reading interest after using Quizizz. Students who previously had low reading interest showed a notable increase after gamified learning was applied. Furthermore, students’ learning styles experienced significant changes, with students adapting their learning strategies to become more interactive and independent following the use of Quizizz. These results indicate that incorporating educational games in the learning process can serve as an effective strategy to enhance student engagement in education. Thus, Quizizz can be implemented as a learning medium that supports the Merdeka Curriculum, aiming to increase reading interest and align learning styles with students’ individual needs.
Pengaruh Penggunaan Media Film Bingkai Terhadap Hasil Belajar IPAS Pada Kelas III Di UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec. Manggala Kota Makassar Ikhwan, Muh. Ikhwan; Mislia, Mislia; Agustiani, Andi Agustiani
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6138

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengaalisis pengaruh penggunaan media film bingkai berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPAS pada siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Kota Makassar, dan (2) Untuk megindentifikasi pengaruh penggunaan media film bingkai dalam pembelajaran IPAS di UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Kota Makassar. Metode penelitian yang adalah Penelitian kuantitatif dengan menggunakan quasi eksperimental design. Penelitian ini dilakukan UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Kota Makassar. Sampel Penelitian ini berjumlah 60 orang siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kolompok control dengan masing kelompok terdiri atas 30 siswa yang berasal UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Kota Makassar. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan disimpulkan bahwa (1) Berdasarkan, nilai dari posttest dari kedua kelompok baik eksperimen maupun kontrol diperoleh hasil lebih rendah dari a (0,000 < 0,05) dan derajat kebebasan adalah 29. Nilai test dari kedua kelompok pada posttest dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H1) diterima dan, tentu saja, hipotesis nol (H0) ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media film bingkai dapat meningkatkan Hasil Belajar IPAS Pada Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Kota Makassar, (2) Penggunaan media film bingkai dalam pembelajaran IPAS di UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Kota Makassar dipengaruhi oleh Minat Siswa, Kemampuan Dasar, Keterampilan Guru, Kualitas Media dan Fasilitas Pendukung. This study aims (1) To analyze the influence of the use of frame film media that has a significant effect on the results of learning science in students at UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Makassar City, and (2) To identify the influence of the use of frame film media in learning science in UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Makassar City. The research method is quantitative research using quasi-experimental design. This research was conducted by UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Makassar City. The population in this study were fifth grade students of UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Makassar City. The sample of this study was 60 students who were divided into 2 groups, namely the experimental group and the control group with each group consisting of 30 students from UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Makassar City. Based on the results of the data analysis conducted, it was concluded that (1) Based on the posttest value of both experimental and control groups, the results obtained were lower than a (0.000 < 0.05) and the degree of freedom was 29. The test value of both groups in the posttest can be concluded that there is a significant difference. This shows that the alternative hypothesis (H1) is accepted and, of course, the null hypothesis (H0) is rejected. This shows that the use of frame film media can improve the results of learning science in students at UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Makassar City, (2) The use of frame film media in learning science in UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang II/1 Kec Manggala Makassar City is influenced by student interest, basic abilities, teacher skills, media quality and supporting facilities.
Pengaruh Pendidikan Karakter Terhadap Motivasi Belajar Dan Interaksi Sosial Di Sekolah Dasar Di Kecamatan Bontoa Anwar, Muhammad Anwar; Hamid, Sundari; Rosmawati, Rosmawati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendidikan Karakter terhadap Motivasi Belajar dan Interaksi Sosial siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto, data dikumpulkan dari 108 siswa pada lima Sekolah Dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen berupa angket dikembangkan untuk mengukur tiga variabel utama: Pendidikan Karakter, Motivasi Belajar, dan Interaksi Sosial. Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana dan berganda. Hasil menunjukkan bahwa Pendidikan Karakter berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Belajar dengan nilai R = 0,562 dan R² = 0,316, serta terhadap Interaksi Sosial dengan R = 0,493 dan R² = 0,243. Regresi linear berganda mengindikasikan bahwa Motivasi Belajar dan Interaksi Sosial secara bersama-sama mempengaruhi Pendidikan Karakter dengan R = 0,606 dan R² = 0,367. Temuan ini menyiratkan bahwa Pendidikan Karakter merupakan determinan penting dalam meningkatkan motivasi akademik dan kualitas hubungan sosial siswa. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui integrasi nilai-nilai moral ke dalam kurikulum dan kultur sekolah secara berkelanjutan, khususnya di wilayah rural. Penelitian ini juga menawarkan model prediktif berbasis regresi sebagai dasar bagi perumusan kebijakan pendidikan karakter berbasis bukti di tingkat lokal. This study aims to analyze the influence of Character Education on Learning Motivation and Social Interaction among elementary school students in Bontoa District, Maros Regency. Employing a quantitative approach with an ex post facto design, data were collected from 108 students across five purposively selected elementary schools. A structured questionnaire was used to measure three core variables: Character Education, Learning Motivation, and Social Interaction. Data analysis involved both simple and multiple linear regression. The results revealed that Character Education significantly affects Learning Motivation (R = 0.562, R² = 0.316) and Social Interaction (R = 0.493, R² = 0.243). Multiple regression analysis indicated that Learning Motivation and Social Interaction jointly influence Character Education with R = 0.606 and R² = 0.367. These findings suggest that Character Education is a key determinant in enhancing students' academic motivation and social quality. The practical implication is the necessity of strengthening character education through sustained integration of moral values into both the curriculum and school culture, especially in rural areas. This research also proposes a regression-based predictive model as a foundation for evidence-based policymaking in local character education initiatives.