cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6282342104174
Journal Mail Official
jpe.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bosowa Journal of Education
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28085515     EISSN : 28084861     DOI : https://doi.org/10.35965/bje.v2i2.1477
Core Subject : Education, Social,
Bosowa Journal of Education menerbitkan artikel yang pada bidang pendidikan dasar, pendidikan bahasa inggris, pendidikan sains, pendidikan matematika, pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pendidikan anak usia dini.
Articles 348 Documents
Analisis Penggunaan Media Aplikasi Canva Dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Siswa Kelas V UPT SPF SD Inpres Tangkala I Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Sutarmin, Ni Wayan Sutarmin; Bakri, Muhammad; Hamsiah, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media Aplikasi Canva dalam pembelajaran keterampilan menulis siswa serta menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi penerapan penggunaan media Aplikasi Canva dalam pembelajaran keterampilan menulis Siswa Kelas V UPT SPF SD Inpres Tangkala I Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan secara rinci terkait proses pembelajaran yang berlangsung serta untuk mengetahui dampak penggunaan Aplikasi Canva terhadap keterampilan menulis siswa kelas V. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Observasi dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran secara langsung di kelas, wawancara dilakukan untuk mengetahui sudut pandang guru dan siswa terkait proses pembelajaran yang berlangsung dengan menggunakan media Aplikasi Canva. Sedangkan untuk dokumentasi berupa foto-foto dan video selama kegiatan pembelajaran berlangsung untuk memperkuat hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Aplikasi Canva dalam proses pembelajaran mempunyai pengaruh positif terhadap kemampuan menulis siswa. Dengan menggunakan aplikasi ini siswa menjadi lebih antusias dan kreatifitas siswa menjadi lebih terasah. Siswa juga menjadi lebih semangat dan termotivasi untuk belajar. Beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan aplikasi canva ini adalah secara internal yaitu kemampuan teknologi guru dan siswa, kreatifitas siswa serta kurikulum yang diterapkan. Adapun faktor eksternalnya yaitu infrastruktur teknologi, koneksi internet dan dukungan sekolah. The study aims to analyze the use of the canva application of media in student writing skills and to analyze fact-factors that influence the application of the canva application of media in the study of the canva class's writing skills the v upt SPF primary inpres tangkala I biringaya city of makassar. The study USES a descriptive qualitative approach with a purpose to describe in detail the learning process that takes place and to know the effect that the use of the canva application on the writing skills of class v students is done through observation, documentation and interviews. Observation was made by observing the learning process directly in class, interviews were made to get the perspective of teachers and students regarding the learning process that took place using the canva media application. As for a documentary of photographs and videos during the learning activity to strengthen the results of the observations and interviews that have been done. Studies indicate that the use of the canva application of media in the learning process has a positive effect on students' writing ability. Using this application students become more enthusiastic and creative students become more refined. Students also become more enthusiastic and motivated to learn. Some of the factors affecting the use of this canva application are internally the ability of teachers and students' technology, student creativity and applied curriculum. As for the external factors, technology infrastructure, Internet connections and school support.
Pemanfaatan Dongeng Tradisional Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas III Di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar Muhiddin, Nur Afni Muhiddin; Asdar, Asdar; Hamsiah, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6141

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas pemanfaatan dongeng tradisional sebagai media inovatif untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia pada siswa kelas III di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya kemampuan literasi siswa, teridentifikasi melalui data pra-siklus yang menunjukkan 61% peserta didik tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 65. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus (masing-masing terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi) dengan subjek 23 siswa. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi aktivitas pembelajaran dan tes pemahaman membaca berbasis cerita dongeng tradisional Makassar seperti "La Galigo". Hasil penelitian mengungkapkan peningkatan signifikan: nilai rata-rata tes membaca pemahaman naik dari 60,90 (siklus I) menjadi 80,43 (siklus II), dengan persentase ketuntasan klasikal melonjak dari 39% menjadi 82,60%. Aktivitas siswa juga meningkat dari kategori "baik" (skor rata-rata 2,68) menjadi "sangat baik" (skor rata-rata 3,57), didukung penerapan teknik "Rolling Book" dan scaffolding kosakata kontekstual. Simpulan penelitian membuktikan bahwa dongeng tradisional berfungsi sebagai jembatan budaya yang efektif dalam mengakselerasi literasi, memadukan penguasaan teks dengan apresiasi nilai moral lokal. Implikasinya, integrasi dongeng tradisional ke kurikulum Bahasa Indonesia tingkat dasar direkomendasikan sebagai strategi pedagogis berkelanjutan. This study analyzes the effectiveness of utilizing traditional fairy tales as an innovative medium to enhance Indonesian reading comprehension skills among third-grade students at UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Elementary School, Makassar. The research background stems from low student literacy, identified through pre-cycle data showing 61% of participants failed to meet the Minimum Mastery Criteria (KKM) of 65. The Classroom Action Research (CAR) method, following Kemmis and McTaggart's model, was implemented in two cycles (each comprising planning, action, observation, and reflection) involving 23 students. Data collection instruments included learning activity observation and reading comprehension tests based on Makassar traditional tales such as "La Galigo." Results indicated significant improvements: the average test score rose from 60.90 (cycle I) to 80.43 (cycle II), with classical mastery increasing from 39% to 82.60%. Student activity levels also escalated from "good" (average score 2.68) to "very good" (average score 3.57), supported by the implementation of the "Rolling Book" technique and contextual vocabulary scaffolding. The study concludes that traditional fairy tales serve as effective cultural bridges for accelerating literacy, integrating textual mastery with local moral values. The implication recommends integrating traditional tales into the elementary Indonesian language curriculum as a sustainable pedagogical strategy.
Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Berbantuan Media Flash Card Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Pada Gugus XV Wilayah III Kota Parepare Ernianty, Nur Ernianty; Yunus, Muhammad Yunus; Rahmaniah, Rahmaniah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6142

Abstract

Penelitian ini menyelidiki Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan Media Flash Card terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Siswa kelas IV Sekolah Dasar di Gugus XV Kota Parepare. Latar belakang Penelitian didasari oleh rendahnya hasil belajar IPAS (*rata-rata nilai harian di bawah KKM 65*) dan dominasi metode ceramah Konvensional yang menyebabkan pasivitas siswa (hanya 30% partisipasi aktif). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas 26 siswa kelas eksperimen (UPTD SD Negeri 35 Parepare) dan 25 siswa kelas kontrol (UPTD SD Negeri 79 Parepare). Instrumen pengumpulan data meliputi tes hasil belajar pretest-posttest, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial (uji normalitas, homogenitas, dan uji-t independen) dengan bantuan SPSS 30. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan hasil belajar kelas eksperimen (*rata-rata posttest 87,69*) dibanding kelas kontrol (*74,60*), dengan selisih rata-rata 13,09 poin (*t = -6,127; p < 0,001*). Aktivitas siswa meningkat dari 75% (pertemuan I) menjadi 93,75% (pertemuan III), sementara aktivitas guru mencapai 95,83% pada pertemuan akhir. Temuan ini membuktikan efektivitas integrasi model TPS dan Flash Card dalam meningkatkan dimensi Kognitif (penguasaan konsep transformasi energi), Afektif (motivasi), dan Psikomotorik (keterampilan presentasi). Simpulan penelitian menegaskan bahwa model ini menciptakan pembelajaran kolaboratif berbasis Interaksi sosial dan Stimulasi visual, selarasdengan prinsip Kurikulum Merdeka. Implikasinya, model TPS-Flash Card direkomendasikan sebagai Strategi Inovatif Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar. This study investigates the effect of the Think Pair Share (TPS) learning model assisted by flash card media on Natural and Social Sciences (IPAS) learning outcomes for fourth-grade elementary students in Cluster XV, Parepare City. The research background is motivated by low IPAS learning outcomes (daily average scores below the Minimum Mastery Criteria of 65) and the dominance of conventional lecture methods causing student passivity (only 30% active participation). The quantitative approach employed a Nonequivalent Control Group Design quasi-experiment. The sample comprised 26 experimental class students (UPTD SD Negeri 35 Parepare) and 25 control class students (UPTD SD Negeri 79 Parepare). Data collection instruments included pretest-posttest learning outcome tests, observation sheets for teacher and student activities, and documentation. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics (normality test, homogeneity test, and independent t-test) with SPSS 30. Results indicated a significant improvement in experimental class learning outcomes (posttest average 87.69) compared to the control class (*74.60*), with a mean difference of 13.09 points (*t = -6.127; p < 0.001*). Student activity increased from 75% (session I) to 93.75% (session III), while teacher activity reached 95.83% in the final session. These findings prove the effectiveness of integrating TPS and flash cards in enhancing cognitive (mastery of energy transformation concepts), affective (motivation), and psychomotor (presentation skills) dimensions. The study concludes that this model fosters collaborative learning through social interaction and visual stimulation, aligning with the Merdeka Curriculum principles. As an implication, the TPS-flash card model is recommended as an innovative IPAS learning strategy in elementary education.
Analisis Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Pembelajaran IPAS Di Kelas V UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar Nurdianah, Nurdianah; Bakri, Muhammad; Burhan, Burhan
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6143

Abstract

Penelitian ini menganalisis keterlaksanaan model pembelajaran Discovery Learning dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Kelas V UPT SPF SD Negeri Parinring Kota Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus instrumental, penelitian melibatkan satu guru dan tujuh peserta didik sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil menunjukkan penerapan enam fase Discovery Learning (stimulus, klarifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi) mengalami peningkatan konsistensi pada tiga pertemuan berurutan. Pada pertemuan III, seluruh indikator aktivitas guru (16 aspek) terpenuhi dengan kategori "Sangat Baik", diikuti peningkatan partisipasi aktif siswa menjadi 86,66% dan ketuntasan klasikal 80,94%. Faktor kunci keberhasilan meliputi pendampingan diferensiasi berbasis LKPD bertingkat, pemanfaatan sumber daya lokal, dan pelatihan scaffolding guru. Implikasi teoretis memperkuat konstruktivisme Bruner (1961) dalam konteks sekolah marjinal, sementara implikasi praktis menghasilkan protokol implementasi model adaptif untuk daerah terbatas sumber daya. Simpulan membuktikan model ini efektif mentransformasi pembelajaran teacher-centered menjadi student-centered serta meningkatkan literasi sains melalui penguatan keterampilan bertanya ilmiah (45%), penalaran kausal (52%), dan analisis fenomena IPAS (65%). This study analyzes the implementation of the Discovery Learning model in Natural and Social Sciences (IPAS) for Grade V students at UPT SPF SD Negeri Parinring, Makassar City. Employing a descriptive qualitative approach with an instrumental case study design, the research involved one teacher and seven students as informants. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis, then processed via data reduction, data display, and conclusion verification. Results indicate consistent improvement across three sequential meetings in executing the six phases of Discovery Learning (stimulus, problem clarification, data collection, data processing, verification, and generalization). By Meeting III, all teacher activity indicators (16 aspects) were fully implemented with an "Excellent" rating, alongside increased active student participation (86.66%) and classical mastery (80.94%). Critical success factors included differentiated guidance using tiered worksheets, optimization of local resources, and teacher scaffolding training. Theoretically, the findings reinforce Bruner’s constructivism (1961) in marginal school contexts, while practical implications yield an adaptive implementation protocol for resource-limited settings. The model effectively transformed teacher-centered into student-centered learning, enhancing scientific literacy through improved scientific questioning (45%), causal reasoning (52%), and analysis of science phenomena (65%). The study confirms the efficacy of Discovery Learning in overcoming conceptual gaps and recommends its integration into curriculum assistance programs for high-cost index regions.
Implementasi Program Bengkel Ilmu Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Dan Menulis Pada Siswa Kelas Tinggi Di UPT SD Negeri 30 Tamalatea Nurhamka Nurhamka; Mas&#039;ud Muhammadiah; Andi Hamzah Fansury
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: implementasi program Bengkel Ilmu dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas tinggi, menganalisis implementasi program Bengkel Ilmu dalam mengatasi kesulitan menulis pada siswa kelas tinggi, tingkat kesulitan membaca siswa kelas tinggi setelah implementasi program Bengkel Ilmu dan tingkat kesulitan menulis siswa kelas tinggi setelah implementasi program Bengkel Ilmu di UPT SD Negeri 30 Tamalatea. Jenis Penelitian adalah penelitian gabungan dengan tipe eksploratoris sekuensial. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Implementasi program Bengkel Ilmu dalam mengatasi kesulitan membaca dan menulis pada siswa kelas tinggi di UPT SD Negeri 30 Tamalatea dilaksanakan dalam enam tahap yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagnosis, prognosis, treatment, dan evaluasi; Tingkat kesulitan membaca siswa kelas tinggi setelah implementasi program Bengkel Ilmu di UPT SD Negeri 30 Tamalatea mengalami penurunan; Tingkat kesulitan menulis siswa kelas tinggi setelah implementasi program Bengkel Ilmu di UPT SD Negeri 30 Tamalatea mengalami penurunan. This study aims to analyze: the implementation of the Bengkel Ilmu program in overcoming reading difficulties in high grade students, analyzing the implementation of the Bengkel Ilmu program in overcoming writing difficulties in high grade students, the level of reading difficulties of high grade students after the implementation of the Bengkel Ilmu program and the level of writing difficulties of high grade students after the implementation of the Bengkel Ilmu program at UPT SD Negeri 30 Tamalatea. The type of research is a combined research with a sequential exploratory type. Data collection techniques used interviews, observations, tests and documentation. Data were analyzed using qualitative and quantitative data analysis techniques. The results of this study indicate that: The implementation of the Bengkel Ilmu program in overcoming reading and writing difficulties in high grade students at UPT SD Negeri 30 Tamalatea was carried out in six stages, namely data collection, data processing, diagnosis, prognosis, treatment, and evaluation; The level of reading difficulties of high grade students after the implementation of the Bengkel Ilmu program at UPT SD Negeri 30 Tamalatea decreased; The level of writing difficulty of high grade students after the implementation of the Bengkel Ilmu program at UPT SD Negeri 30 Tamalatea decreased.
Penerapan Kepemimpinan Spiritual Kepala Sekolah Dalam Membangun Karakter Guru Dan Siswa Di Gugus 3 Kecamatan Dampal Utara Kabupaten Tolitoli Nurjihadin, Nurjihadin; Muhammadiah, Mas'ud; Bahri, Syamsul
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kepemimpinan spiritual kepala sekolah dalam membangun karakter guru dan siswa di Gugus 3 Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Subjek penelitian mencakup kepala sekolah, guru, dan siswa di empat sekolah dasar yang menjadi lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual kepala sekolah memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter guru dan siswa. Kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan spiritual dengan baik mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih harmonis, religius, dan disiplin. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa di SDN Mosing dan SDN 2 Tompoh, kepala sekolah aktif dalam memberikan teladan nilai-nilai spiritual, membangun komunikasi yang baik dengan guru dan siswa, serta menerapkan program-program pembinaan karakter secara konsisten. Sementara itu, di SDN 1 Tompoh dan SDN 3 Tompoh, tantangan masih ditemukan dalam aspek kedisiplinan siswa dan kurangnya keterlibatan kepala sekolah dalam pembinaan karakter secara langsung. Faktor-faktor yang mendukung penerapan kepemimpinan spiritual meliputi dukungan komunitas sekolah, program pembiasaan berbasis nilai spiritual, serta keterlibatan aktif guru dalam membimbing siswa. Sebaliknya, tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya konsistensi dalam penerapan aturan sekolah, minimnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan karakter, serta rendahnya motivasi intrinsik siswa. This study aims to analyze the implementation of the principal's spiritual leadership in shaping the character of teachers and students in Cluster 3, Dampal Utara District, Tolitoli Regency. This research employs a qualitative approach with a case study method, where data is collected through interviews, observations, and document analysis. The study subjects include school principals, teachers, and students from four elementary schools selected as research locations. The research findings indicate that the principal's spiritual leadership plays a significant role in shaping the character of teachers and students. Principals who effectively implement spiritual leadership can create a more harmonious, religious, and disciplined school environment. The main findings reveal that at SDN Mosing and SDN 2 Tompoh, the principals actively serve as role models for spiritual values, establish effective communication with teachers and students, and consistently implement character development programs. Meanwhile, at SDN 1 Tompoh and SDN 3 Tompoh, challenges were identified in student discipline and the lack of direct involvement of principals in character-building activities. Several factors support the implementation of spiritual leadership, including strong community support, value-based habituation programs, and active teacher involvement in guiding students. Conversely, challenges include inconsistency in enforcing school regulations, minimal parental involvement in character education, and low intrinsic student motivation.
Penggunaan Media Pembelajaran Digital Quizizz Terhadap Minat Dan Hasil Belajar IPAS Siswa UPT SDN 2 Lejang Kabupaten Pangkep Alwi, Nurlinda; Yunus, Muhammad; Hamid, Sundari
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6146

Abstract

Penggunaan Media Pembelajaran Digital Quzizizz terhadap Minat dan Hasil Belajar IPAS Siswa UPT SDN 2 Lejang Kabupaten Pangkep (Dibimbing oleh Muhammad Yunus dan Sundari Hamid). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media pembelajaran digital Quizizz terhadap minat dan hasil belajar IPAS siswa UPT SDN 2 Lejang Kabupaten Pangkep. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen semu dan bentuk desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivallent Control Group Desaign. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN 2 Lejang Kabupaten Pangkep, kelas VI-A sebanyak 25 siswa sebagai kelas kontrol., dan kelas VI-B sebanyak 26 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrument yang digunakan meliputi angket untuk mengukur minat belajar dan tes untuk hasil belajar. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest sebelum dan sesudah penggunaan media pembelajaran digital Quizziz. Teknik analisis data yang digunakan statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital Quizziz secara signifikan meningkatkan minat belajar. Siswa menunjukkan ketertarikan dalam Pelajaran dan keterlibatan yang lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan signifikan, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor posttets. Media pembelajaran digital Quizziz terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa UPT SDN 2 Lejang Kabupaten Pangkep. Penggunaan media pembelajaran digital Quizziz memberikan pengalaman belajar yang menarik dan relevan, mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran serta membantu mereka dalam memahami materi dengan lebih baik, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan hasil belajar. The Use of Digital Quizziz Learning Media on Interest and Learning Outcomes of IPAS Students of UPT SDN 2 Lejang, Pangkajene and Islands Regency (Supervised by Muhammad Yunus and Sundari Hamid). This study aims to analyze the use of Quizziz digital learning media on the interest. And learning outcomes of IPAS students of UPT SDN 2 Lejang, Pangkajene and Islands Regency. This study uses quantitative research with a pseudo-experimental research method and the form of research design uses is Nonequivalent Control Group Design. The subjects of this study were grade V1-A as many as 25 students of SDN 2 Lejang, Pangkajene and Islands Regency, grade VI-A as many as 25 students as the control class, and grade VI-B as many as 26 students as the exsperimental class. The instruments used include questionnaires to measure interest in learning and tests for learning outcomes. Data were collected through pretest and posttest before and after the use of Quizziz digital learning media. The data analysis techniques used include descrptive statistics and inferential statistical analysis. The results showed that the use of Quizziz digital learning media significantly increased learning interest. Students showed interest in the lesson and more active involvement in learning activities. In addition, student learning outcomes also experienced a significant increase, as indicated by an increase in posttest scores. Quizziz digital learning media proved to be effective in increasing the interest and learning outcomes of UPT SDN 2 Lejang students in Pangkajene and Kepulauan Regency. The us of Quizziz digital learning media provides and interesting and relevant learning experience, encourages students to be actively involved in learning and helps them understand the material better, which ultimately has an impact on improving learning outcomes.
Implementasi Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Canva Terhadap Minat Dan Hasil Belajar IPAS Siswa UPT SDN 9 Bujung Tangaya Kabupaten Pangkep Ramlah, Ramlah; Yunus, Muhammad Yunus; Rahmaniah, Rahmaniah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6147

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di UPT SDN 9 Bujung Tangaya selama ini masih didominasi oleh penggunaan media pembelajaran konvensional, seperti papan tulis dan buku cetak. Kondisi ini menyebabkan siswa cenderung pasif dan kurang tertarik mengikuti proses pembelajaran, yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya hasil belajar mereka. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi dalam pemilihan media pembelajaran yang mampu menarik perhatian siswa serta meningkatkan keterlibatan mereka secara aktif. Salah satu alternatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran interaktif berbasis Canva. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan efektivitas penggunaan Canva dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental jenis One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa kelas V. Instrumen pengumpulan data berupa angket minat belajar dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Canva mampu meningkatkan minat belajar secara signifikan, yang tercermin dari keterlibatan aktif dan sikap antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran IPAS. Peningkatan nilai posttest juga membuktikan efektivitas media ini dalam memperkuat pemahaman siswa terhadap materi IPAS. Dengan demikian, Canva terbukti menjadi media yang efektif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa. The teaching of Natural and Social Sciences (IPAS) at UPT SDN 9 Bujung Tangaya has traditionally relied on conventional instructional media, such as textbooks and chalkboards. This method has led to limited student engagement and a general lack of enthusiasm, resulting in suboptimal academic outcomes. To address this issue, innovative approaches are required to enhance students’ learning interest and active participation. This study explores the implementation and effectiveness of interactive learning media using Canva as a digital tool to support the IPAS learning process. The research employed a quantitative approach using a pre-experimental design with the One Group Pretest-Posttest model. The sample consisted of 14 fifth-grade students. Data were collected using a learning interest questionnaire and pretest-posttest assessments to measure academic performance. The results, analyzed through descriptive and inferential statistics, revealed a significant increase in student interest after the integration of Canva-based media. Students demonstrated higher levels of enthusiasm and participation during lessons. Moreover, there was a marked improvement in posttest scores, indicating enhanced comprehension of the subject matter. In conclusion, the use of interactive media through Canva proves to be an effective method to foster student interest and improve academic performance, offering a more engaging and meaningful learning experience in the classroom.
Implementasi Pembelajaran Guru Penggerak Di Kelas VI SDN 16 Laikang Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan Ridwan, Ridwan; Bakri, Muhammad Bakri; Rahmaniah, Rahmaniah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkalibrasi data penelitian terkait dengan:(1) Implementasi  Pembelajaran Guru Penggerak  di Kelas  VI  SDN 16  Laikang  Kecamatan  Ma’rang Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan. (2) menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi  Pembelajaran Guru Penggerak  di Kelas  VI  SDN 16  Laikang  Kecamatan  Ma’rang Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi  Pembelajaran Guru Penggerak  di Kelas  VI  SDN 16  Laikang  Kecamatan  Ma’rang Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan yakni: Mengispirasi peserta didik, Memotivasi peserta didik, Pemimpin Pembelajaran peserta didik, Membawa Perubahan mindset peserta didik, dan Menjadi contoh teladan bagi peserta didik. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi  Pembelajaran Guru Penggerak  di Kelas  VI  SDN 16  Laikang  Kecamatan  Ma’rang Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan, yaitu: (a) Faktor penghambat Faktor belajar internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik itu sendiri, meliputi kondisi biologis, fisiologis, dan psikologis peserta didik, mulai dari minat, bakat, kecerdasan hingga motivasi belajar, praktik peserta didik. Hambatan dalam belajar yang berasal dari peserta didik itu sendiri memang sulit untuk diatasi, karena yang mampu mengubahnya hanyalah peserta didik itu sendiri. (b) Faktor pendukung:  Manajemen sekolah:  Sekolah sudah menyediakan anggaran untuk alat Teknologi-Informasi-Komunikasi (TIK). Sekolah sangat mengoptimalkan perpustakaan. Guru menerapkan pembelajaran sesuai karakteristik pedagogi mata pelajaran. Keterlibatan orang tua: Orang tua berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang tua lain untuk dukung pembelajaran anak dan orang tua terlibat dalam kegiatan nonakademik sekolah. This study aims to calibrate research data related to: (1) Implementation of Leading Teacher Learning in Class VI of SDN 16 Laikang, Ma’rang District, Pangkajene and Islands Regency. (2) find factors that influence the Implementation of Leading Teacher Learning in Class VI of SDN 16 Laikang, Ma’rang District, Pangkajene and Islands Regency. The results of the study indicate that: (1) Implementation of Leading Teacher Learning in Class VI of SDN 16 Laikang, Ma’rang District, Pangkajene and Islands Regency, namely: Inspiring students, Motivating students, Learning Leaders for students, Bringing Changes in students’ mindsets, and Being role models for students. (2) Factors that influence the Implementation of Leading Teacher Learning in Class VI of SDN 16 Laikang, Ma'rang District, Pangkajene and Kepulauan Regency, namely: (a) Inhibiting factors Internal learning factors are factors that come from within the students themselves, including biological, physiological, and psychological conditions of students, ranging from interests, talents, intelligence to learning motivation, student practice. Obstacles to learning that come from students themselves are indeed difficult to overcome, because only the students themselves can change them. (b) Supporting factors: School management: The school has provided a budget for Information-Communication-Technology (ICT) tools. The school greatly optimizes the library. Teachers apply learning according to the characteristics of the subject's pedagogy. Parental involvement: Parents share knowledge and experience with other parents to support children's learning and parents are involved in non-academic school activities.
Evaluasi Program Kelompok Kerja Guru (KKG) Terhadap Kreativitas Guru Di Gugus Vi Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Rismayanti, Rismayanti; Hamsiah, Andi; Fansury, Andi Hamzah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6149

Abstract

Upaya peningkatan profesionalisme dan kreativitas guru menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar. Salah satu strategi yang diterapkan adalah melalui program Kelompok Kerja Guru (KKG) yang berfungsi sebagai wadah kolaboratif untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi pembelajaran. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada efektivitas pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan secara sistematis dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis evaluasi program Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan kreativitas guru di Gugus VI Kecamatan Tamalanrea. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan utama dan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKG memiliki peran penting dalam mendorong kreativitas guru melalui peningkatan efektivitas perencanaan kegiatan, penyusunan materi pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran, penguatan kolaborasi antar guru, dan peningkatan penerapan materi dalam praktik kelas. Evaluasi yang dilakukan secara sistematis memungkinkan guru untuk merefleksikan dan menilai sejauh mana materi KKG berdampak pada kualitas pembelajaran. Beberapa faktor yang memengaruhi efektivitas evaluasi program meliputi keterlibatan aktif guru dalam evaluasi, kualitas materi evaluatif, kesinambungan program, dukungan dari fasilitator, serta kesesuaian evaluasi dengan kebutuhan profesional guru. Evaluasi berbasis refleksi terbukti mampu meningkatkan motivasi dan inovasi dalam pengembangan metode pembelajaran. Temuan ini memiliki implikasi pada pengembangan profesionalisme guru, perancangan metode evaluasi yang partisipatif dan reflektif, serta strategi manajerial untuk optimalisasi program KKG secara berkelanjutan. Improving teacher professionalism and creativity is a central focus in enhancing the quality of education at the elementary level. One of the strategies employed is the Teacher Working Group (KKG) program, which serves as a collaborative platform for sharing knowledge, experiences, and instructional innovations. However, the success of this program greatly depends on the effectiveness of its implementation and the systematic and reflective evaluations conducted. This study aims to describe and analyze the evaluation of the Teacher Working Group (KKG) program in enhancing teacher creativity in Cluster VI of Tamalanrea District. A qualitative research approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with primary and supporting informants. The findings indicate that the KKG program plays a significant role in fostering teacher creativity, particularly through improved planning effectiveness, training materials aligned with learning needs, strengthened collaboration among teachers, and increased application of materials in classroom practice. Structured evaluations allow teachers to reflect on and assess the extent to which KKG content contributes to the quality of learning. Several factors influence the effectiveness of the program evaluation, including teacher involvement, quality and relevance of evaluation materials, program sustainability, facilitator and peer support, and alignment with professional development needs. Reflection-based evaluation was found to enhance teacher motivation and innovation in developing instructional methods. These findings have implications for teacher professional development, the design of reflective and participatory evaluation methods, and managerial strategies for sustaining and optimizing KKG implementation.