cover
Contact Name
Mesiono
Contact Email
pemajournal@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
pemajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. William Iskandar Pasar V Medan Estate Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Mudabbir: Journal Research and Education Studies
ISSN : -     EISSN : 27748391     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Mudabbir (Journal Research and Education Studies) is Published by the Association of Indonesian Islamic Education Managers (PERMAPENDIS) North Sumatra. This journal aims to publish and disseminate the results of research and studies on education. Articles published in journals are the results of research or areas of educational thought carried out by researchers, teachers, lecturers, and education students. Detailed information for article loading and article instructions is provided in each issue. This journal is published regularly twice in the period January-June and July-December.
Articles 566 Documents
PERENCANAAN KURIKULUM 2013 DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN (Studi di MIS Bidayatul Hidayah Rafa Percut Sei Tuan) Istiqamah Istiqamah; Andi Prastowo
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 1 No. 1 (2021): Vol. 1 No. 1 Januari-Juni 2021
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.986 KB) | DOI: 10.56832/mudabbir.v1i1.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana MIS Bidayatul Hidayah Rafa Percut Sei Tuan dalam merencanakan kurikulum dari pemerintah agar sesuai dengan karakteristik sekolah. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pada pengumpulan data, teknik yang digunakan ialah wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian dilakukan mulai tanggal 14 Maret-Mei 2021, subjek dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas dan guru mata pelajaran. Penelitian ini mendapatkan sejumlah fakta tentang apa saja kegiatan pada perencanaan kurikulum 2013 di madrasah tersebut dan alasan mendasar menjadikan kurikulum 2013 sebagai kurikulum induk madrasah tersebut. Dengan terciptanya kurikulum yang sejalan dengan misi dan visi madrasah harus mempunyai perencanaan yang baik dan terarah oleh karena itu perencanaan pada kurikulum di MIS sangatlah diperlukan untuk terciptanya mutu pendidikan yang berkualitas dan dapat membantu meningkatkan kualitas anak bangsa.
Profil Keterbukaan Diri (Self- Disclosure) Peserta Didik dalam Pelaksanaan Konseling Perorangan di Kelas XI SMK 3 Negeri Kota Padang Ogi Julianda; Rahma Wira Nita; Wira Solina
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.8 KB) | DOI: 10.56832/mudabbir.v1i2.70

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peserta didik yang hanya menceritakan masalahnya secara umum, adanya peserta didik yang sulit untuk menceritakan masalah yang sebenarnya kepada guru BK kepada guru BK, adanya peserta didik mengikuti konseling bukan karena keinginannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterbukaan diri peserta didik di kelas XI SMK Negeri 3 Kota Padang dilihat dari: 1) Ketepatan. 2) Motivasi. 3) Kondisi. 4) Keintensifan. 5) Kedalaman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah 277 peserta didik yang dipilih dengan teknik purposive sampling dengan 47 partisipan. Instrumen yang digunakan yaitu angket. Sedangkan untuk analisis data menggunakan klasifikasi persentase. Berdasarkan hasil penelitian tentang profil self- disclosure peserta didik dalam pelaksanaan konseling perorangan di kelas XI SMK 3 Negeri Kota Padang dapat diambil kesimpulan self- disclosure dilihat dari: 1) Ketepatan berada pada kategori rendah. 2) Motivasi berada pada kategori cukup tinggi. 3) Kondisi berada pada kategori cukup tinggi. 4) Keintensifan berada pada kategori cukup tinggi. 5) Kedalaman berada pada kategori cukup tinggi. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru BK agar mengembangkan program khususnya konseling perorangan agar peserta didik mengikuti konseling perorangan dengan kesadaran sendiri.
Efektifitas Bimbingan Kelompok dengan Menggunakan Metode Diskusi dalam Meningkatkan Etika Pergaulan Peserta Didik (Studi Eksperimen di Kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Sungai Aur Pasaman Barat) Roni Rahmat; Fitria Kasih; Rici Kardo
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.968 KB) | DOI: 10.56832/mudabbir.v1i2.71

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peserta didik yang mengabaikan guru ketika berbicara, bersikap kasar pada teman sekelasnya, tidak duduk dengan sopan, mengobrol di kelas ketika guru menerangkan pelajaran, berkelahi di sekolah, meninggalkan kelas ketika jam pelajaran berlangsung, dan berbohong kepada guru serta kurangnya toleransi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Gambaran etika pergaulan peserta didik sebelum diberikan bimbingan kelompok dengan diskusi kelompok, 2) Gambaran etika pergaulan peserta didik setelah diberikan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi dan 3) Efektifitas layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi dalam meningkatkan etika pergaulan peserta didik. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu 9 orang peserta didik kelas XII IPS³ yang memiliki etika bergaul kurang baik. Pengumpulan data menggunakan angket, analisa data menggunakan statistik deskriptif dengan memakai formula persentase dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Gambaran etika pergaulan peserta didik sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi berada pada kategori cukup baik. (2) Gambaran etika pergaulan peserta didik setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi berada pada kategori baik dan (3) Efektifitas bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi dalam meningkatkan etika pergaulan peserta didik.
Profil Motivasi Remaja Melanjutkan Pendidikan Tinggi di Desa Pesajian Kecamatan Batang Peranap Riau Mustika Riadi; Ahmad Zaini; Wira Solina
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.382 KB) | DOI: 10.56832/mudabbir.v1i2.72

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya remaja usia SMA yang tidak mau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan remaja kurang fokus dengan cita-citanya, sehingga tidak memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil motivasi instrinsik dan ekstirnsik remaja melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan kunci sebanyak 3 orang remaja di Pesajian yang sudah menamatkan pendidikan SMA tetapi tidak melanjutkan pendidiikan. Informan tambahan terdiri dari keluarga, wali kelas dan guru bimbingan dan konseling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, analisa data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Profil motivasi instrinsik remaja untuk melanjutkan pendidikan tinggi tergolong rendah dalam hal keinginan, aspirasi, minat dan kemandirian. Profil motivasi ekstrinsik remaja untuk melanjutkan pendidikan tinggi sangat rendah.
Pendidikan Luar Sekolah dalam Perjalanan Pra Kemerdekaan dan Pasca Kemerdekaan Putri Nabila Yuhanda HTB; Cindi Nurmala Sari; Syafitri Revi Dawani; Syahro Abidah Naiborhu; Hermansyah Putra
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.873 KB) | DOI: 10.56832/mudabbir.v1i2.73

Abstract

Pendidikan luar sekolah (out of school education) merupakan pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar memiliki jenis keterampilan atau pengertahuan serta pengalaman yang dilaksanakan diluar pendidikan formal atau persekolahan. Munculnya pendidikan luar sekolah ini lebih muda dari pendidikan informal akan tetapi lebih tua dari pendidikan formal. Semulanya pendidikan luar sekolah ini disebut dengan pendidikan nonformal atau juga pendidikan masyarakat.Munculnya pendidikan nonformal ini sudah muncul pada masa pemerintahan Belanda yang diawali pada pemerintahan Belanda ini ingin melakukan suatu pembangunan, sehingga muncullah kursus – kursus tertentu pada masa itu. Selain itu juga pada zaman ini pendidikan nonformal muncul di pesantren – pesantren , pada saat itu para santri belajar membaca dan mnulis baik dari huruf arab maupun latin. Hingga pada revolusi kemerdekaan pada tahun 1945 mulai timbul kesadaran rakyat indonesia akan pentingnya ilmu pengetahuan, sehingga timbul lah berbagai jenis pendidikan nonformal di tanah air
Sejarah Pendidikan Luar Sekolah (PLS) di Indonesia Toni Nasution; Abdul Rahman Siregar; En Riskinta Tumanggor; Muhammad Muhammad; Raudhatul Jannah
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.46 KB) | DOI: 10.56832/mudabbir.v1i2.74

Abstract

buruk. Tidak smemua rakyat Indonesia bisa menempuh jenjang pendidikan yang layak. Padahal pendidikan menjadi salah satu kebutuhan yang paling penting bagi individu untuk membentuk karakter suatu bangsa. Oleh sebab itu, kita sebagai bangsa Indonesia yang hidup di zaman modern ini wajib bersyukur karena semuanya sudah mengalami banyak perubahan. Beberapa catatan tentang sejarah, pendidikan di Indonesia mulai dari pendidikan pada masa penjajahan, orde baru, hingga reformasi. Setiap masa pendidikan memiliki kesamaan tujuan, tetapi dengan sistem penerapan yang berbeda-beda. Dalam artikel ini, penulis membahas tentang bagaimana sejarah pendidikan dari masa ke masa yang mampu membentuk karakter suatu bangsa Indonesia yang hidup di zaman modern ini. Kita harus mampu memetik setiap pelajaran dan makna yang terkandung dari diciptakannya pendidikan di masa lalu.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Perilaku Prososial Peserta Didik di Kelas IX SMP Negeri 1 Koto XI Tarusan Joni Adison; Suryadi Suryadi
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.992 KB) | DOI: 10.56832/mudabbir.v1i2.75

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peserta didik yang tidak mau membantu temannya dalam belajar, adanya peserta didik yang tidak peduli saat temannya sakit, adanya peserta didik yang tidak peduli ketika temannya tidak memiliki uang, adanya peserta didik yang tidak mau belajar kelompok, adanya peserta didik yang tidak mau memberikan dukungan untuk teman yang berprestasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) Kecerdasan emosional peserta didik di kelas IX SMP Negeri 1 Koto I Tarusan, (2) Perilaku prososial peserta didik di kelas IX SMP Negeri 1 Koto I Tarusan, dan (3) Pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial peserta didik di kelas IX SMP Negeri 1 Koto I Tarusan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah peserta didik di kelas IX SMP Negeri 1 Koto I Tarusan yang berjumlah 280 orang. Sampel penelitian diambil dengan rumus simple cluster random sampling sehingga sampel berjumlah 74 orang. Pengumpulan data menggunakan angket, analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan persentase dan regresi linear. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Kecerdasan emosional peserta didik di kelas IX SMP Negeri 1 Koto I Tarusan berada pada kategori cukup tinggi, (2) Perilaku prososial peserta didik di kelas IX SMP Negeri 1 Koto I Tarusan berada pada kategori cukup tinggi, dan (3) Terdapat pengaruh yang signifikan dan positif kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial peserta didik di kelas IX SMP Negeri 1 Koto I Tarusan. Dari hasil penelitian dapat direkomendasikan kepada peserta didik untuk meningkatkan kecerdasan emosional sehingga dapat berperilaku prososial yang baik.
Inovasi Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah Aina Winiya; Indra Maulana; Ivo Fatmala Sinaga; Wan Muhammad Ichlasul Amal
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.643 KB) | DOI: 10.56832/mudabbir.v1i2.77

Abstract

Dalam inovasi perkembangan teknologi dan informasi yang cepat dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam pendidikan luar sekolah, merupakan suatu upaya untuk menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang dengan jalan memperkenalkan pembaruan-pembaruan yang cenderung mengejar efisiensi dan efektifitas. Pembaharuan mengiringi perputaran jaman yang tak henti-hentinya berputar sesuai dengan kurung waktu yang telah ditentukan, kebutuhan akan layanan individual terhadap peserta didik dan perbaikan kesempatan belajar, telah menjadi pendorong utama timbulnya pembaharuan Pendidikan Luar Sekolah. Oleh karena itu, lembaga Pendidikan Luar Sekolah harus mampu mengantisipasi perkembangan tersebut dengan terus-menerus dengan mengupayakan suatu program yang sesuai dengan perkembangan anak, perkembangan jaman, situasi, kondisi dan kebutuhan peserta didik. Sesuatu ide, produk, informasi teknologi,kelembagaan, perilaku, nilai- nilai, dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan, diterapkan,dilaksanakan oleh sebagian besar warga masyarakat dalam suatu lokalitas tertentu, yang dapat digunakan atau mendorong terjadinya perubahan- perubahan di segala aspek kehidupan masyarakat demi selalu terwujudnya perbaikan- perbaikaan mutu hidup setiap individu dan seluruh warga masyarakat yang bersangkutan. Pengertian baru yang melekat pada istilah inovasi tersebut bukan selalu berarti baru diciptakan, tetapi dapat berupa sesuatu yang sudah lama dikenal, diterima, atau digunakan dan diterapkan oleh masyarakat di luar sistem sosial yang menganggapnya sebagai sesuatu yang masih baru. Pengertian baru juga tidak selalu harus datang dari luar, tetapi dapat berupa teknologi setempat (indegenuoustechnology) atau kebiasaan setempat (kearifan tradisional) yang sudah lama.
Lembaga Pendidikan Masyarakat Serta Tanggung Jawab Pemerintah Terhadap Masyarakat Sari Kurniah Simamora; Wahyuni Pandiagan; Ilham Satriawan; M. Irham Maskuri Sitompul
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.477 KB) | DOI: 10.56832/mudabbir.v1i2.79

Abstract

Lembaga pendidkan adalah suatu wadah yang berguna untuk membina manusia, membawa ke arah masa depan yang lebih baik. Setiap orang yang berada pada wadah tersebut akan mengalami perubahan dan perkembangan menurut warna dan corak institusi tersebut. lembaga pendidikan, masyarakat merupakan lingkungan ketiga setelah keluarga dan sekolah. Masyarakat diartikan sebagai sekumpulan orang yang menempati suatu daerah, diikat oleh pengalaman-pengalaman yang sama, memiliki sejumlah persesuaian dan sadar akan kesatuannya, serta dapat bertindak bersama untuk mencukupi krisis kehidupannya.
Learning By Doing, Training And Life Skills Maya Kartika; Nadiah Khoiri; Nurul Afifah Sibuea; Fahrur Rozi
MUDABBIR Journal Reserch and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.527 KB) | DOI: 10.56832/mudabbir.v1i2.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Learning By Doing, Training And Life Skill yang ada di Indonesia dan lingkungan sekitar kita.Dalam menumbuhkan motivasi belajar peserta didik ada salah satu strategi yang cocok dan perlu diterapkan yaitu learning by doing. Dengan menggunakan metode learning by doing ini peserta didik dituntut untuk belajar sambil melakukan yaitu terjun langsung dalam proses pembelajaran atau mengarahkan peserta didik. Hal ini akan membuat peserta didik mengedepankan ranah kognitif saja, tetapi juga ranah afektif dan psikomotor. Learning by doing merupakan belajar yang dilakukan secara langsung (belajar dengan melakukan), sehingga materi yang disampaikan oleh guru agar lebih melekat apada diri peserta didik. Ada beberapa bentuk pembelajaran dalam konteks learning by doing diantaranya adalah sebagai berikut : (1) Menumbuhkan motivasi belajar anak (2) Mengajak peserta didik beraktivitas (3) Mengajar dengan memperhatikan perbedaan individual (4) Mengajar dengan umpan balik (5) Mengajar dengan pengalihan. Dengan adanya strategi pembelajaran learning by doing ini dapat membuat peserta didik lebih termotivasi untuk belajar, disebabkan strategi ini dituntut agar peserta didik langsung yang melakukan proses pembelajaran sehingga lebih lebih cepat memahami yang apa yang sedang atau yang telah dipelajarinya.

Page 2 of 57 | Total Record : 566