cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PENERAPAN 3D PRINTING DALAM MENGEDUKASI SISWA SEJAK DINI PADA PEMBUATAN BENDA TIGA DIMENSI UNTUK SISWA SEKOLAH DI MUARA GEMBONG Syaefudin, Eko Arif; Ahmad Kholil; Ragil Sukarno; Akhmad Saufan; Djoko Walujo; Muhammad Shafwan Muhadzdzib; Munjir Hakim
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract State Senior High School 1 in Muara Gembong District is around 45 km from Jakarta State University. The partner's current problem is that students still don't have the skills to make 3-dimensional models using technological means. The Vocational schools as schools to develop quality graduate have a vision of making their students superior and specialy in creativity to making 3-dimensional models. Currently, the introduction of making 3-dimensional models quickly has begun to be introduced students from an early age, especially in superior schools in big cities. Limited school facilities such as 3D printers will be a weakness for students in learning how to make and analysis design real in 3-dimensional models quickly. The module is made simply to learn and can be made 3D object model its simple easy by vocational high school students. The output of this activity program is learning modules/slides on making 3-Dimensional objects for vocational high school students, intellectual property rights, online media publications and articles. Abstrak SMAN 1 di Kecamatan Muara Gembong berada sekitar 45 km dari Universitas Negeri Jakarta. Permasalah mitra saat ini adalah Keterampilan siswa dalam pembuatan model 3 dimensi dengan sarana teknologi masih belum memiliki. Sekolah SMK sebagai sekolah kejuruan memiliki visi menjadikan siswanya unggul dan kreatif dalam pembuatan model 3 dimensi. Saat ini pengenalan pembuatan model 3 dimensi secara cepat sudah mulai dikenalkan kepada siswa dari semenjak dini terutama di sekolah unggulan di kota besar. Fasilitas Sekolah yang terbatas seperti sarana 3D printer ini akan menjadi kelemahan siswa dalam mempelajari bagaimana pembuatan model 3 dimensi secara cepat. Modul dibuat secara sederhana dan bisa dibuat oleh siswa SMK / SMA. Luaran program kegiatan ini adalah modul pembelajaran pembuatan 3 dimensi untuk siswa SMK / SMA, HKI, publikasi media online dan artikel.
PENERAPAN IPTEK DALAM PENYEDIAAN FASILITAS SISTEM LAMPU-PENERANGAN JALAN-UMUM BERBASIS SOLAR-CELL DI WILAYAH RUKUN WARGA 03 KELURAHAN JATINEGARA KAUM JAKARTA TIMUR Djatmiko, Wisnu; Tri Bambang AK; Sugihartono, Iwan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract As a result of the Musrenbang, Lurah Kelurahan Jatinegara Kaum, East Jakarta and the residents agreed that lighting is needed on the public roads leading to the Makam Pangeran-Surya area in the RT-03 RW-03 area of Jatinegara Kaum Subdistrict, Pulogadung District, East Jakarta Administrative City. Community service activities (P2M) were carried out in the RT-03 RW-03 area of Kelurahan Jatinegara Kaum in July 2023 by installing four Solar-Cell based lighting systems with specifications: light color 6500K Day-Light (white), battery capacity (LiFePO4 ) 3.2Volt 25AH, four LED modules with light intensity (total) 1500 Lumen, 5Volt 35Watts Polycrystalline-Silicon solar panels with 4 meter high street light poles which have been installed in two locations, namely; (1) east side of Makam pangeran Surya's area; and (2) the public road RW-03 towards the Makam Pangeran Surya’s area. There are three positive impacts for the residents of RW 03 resulting from the installation of 4 (four) units of PJU lights in the RW-03 area of Jatinegara Kaum Village, namely: (1) supporting the climate-village program in RW 03 Jatinegara Kaum Village; (2) increasing the level of security and order on public roads RT 10 RW 03 Jatinegara Kaum Village; and (3) increasing the efficiency and productivity of the general public who carry out religious spiritual activities in the area of Pangeran Surya's grave in RW 03, Jatinegara Kaum Village. Abstrak Hasil Musrenbang Lurah Kelurahan Jatinegara Kaum Jakarta Timur dengan warga disepakati bahwa dibutuhkan penerangan di jalan-umum menuju area makam Pangeran Surya yang terdapat di wilayah RT-03 RW-03 Kelurahan Jatinegara Kaum Kecamatan Pulogadung Kota Administratif Jakarta Timur. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (P2M) dilakukan di wilayah RT-03 RW-03 Kelurahan Jatinegara Kaum pada bulan Juli 2023 dengan menginstalasikan empat system penerangan berbasis Solar-Cell dengan spesifikasi: warna-cahaya 6500K Day-Light (putih), kapasitas batterai (LiFePO4) 3,2Volt 25AH, empat-modul LED dgn intensitas-cahaya (total) 1500 Lumen, panel-surya berbahan Polycrystalline-Silicon 5Volt 35Watts dengan tinggi-tiang lampu PJU 4 meter yang telah dipasang di dua-lokasi, yaitu; (1) sisi-timur area-makam Pangeran Surya; dan (2) jalan-umum wara RW-03 menuju area-makam Pangeran Surya. Terdapat tiga dampak-positif Bagai warga RW 03 yang dihasilkan dari kegiatan pemasangan 4 (empat) unit lampu PJU di wilayah RW-03 Kelurahan Jatinegara Kaum, yaitu: (1) mendukung program kampung-iklimdi RW 03 Kelurahan Jatinegara Kaum; (2) meningkatkan tingkat keamanan dan ketertiban di jalan umum RT 10 RW 03 Kelurahan Jatinegara Kaum; dan (3) meningkatkan efisiensi dan produktifitas Masyarakat-umum yang melakukan kegiatan spiritual keagamaan di area makam Pangeran Surya di RW 03 Kelurahan Jatinegara Kaum.
IMPLEMENTASI EDUCATION TOURISM MOBILE LEARNING BERBASIS ETHNOPEDAGOGY UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROGRAM DESA WISATA EDUKASI DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR Cahyana, Ucu; Darmawan, Rahmat; Apriyansa, Ari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This community service aims to increase the effectiveness of the educational tourism program in the Sukamakmur sub-district, Bogor district, through the development of the Education Tourism Mobile Learning application and its implementation for those implementing tourism activities in the Sukamakmur sub-district. The main problem faced in developing educational tourism programs in Sukamakmur sub-district is that various educational tourism objects and activities are not yet known and there are no guidelines for implementing activities. Through the development of the Education Tourism Mobile Learning application, it is hoped that it can increase the knowledge of the wider community about educational tourism activities in the Sukamakmur sub-district, Bogor Regency and increase the ability of those implementing educational tourism activities to guide tourists, so that this educational tourism program can run more effectively. The methods used in carrying out this community service program are training, focus group discussions (FGD), mentoring, and field practice. The Education Tourisme Mobile Learning application material contains the concept of educational tourism villages, Sukamakmur educational tourism villages, the latest blogs/news, tourism village videos, as well as information about the application. The Sukamakmur sub-district educational tourism village menu generally consists of 5 main menus, namely a map of the Sukamakmur sub-district area, educational tourism activities, arts and culture, homestay or lodging, and culinary delights. The results of the implementation of this community service activity received a very good response from educational tourism managers and were very useful for educational tour guides in Sukamakmur sub-district, Bogor district. Abstrak Pengabdian kepada masyarkat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program wisata edukasi di kecamatan Sukamakmur kabupaten Bogor melalui pengembangan aplikasi Education Tourisme Mobile Learning dan implementasnyai kepada pelaksana kegiatan wisata di kecamatan Sukamakmur. Permasalahan utama yang dihadapi dalam mengembangan program wisata edukasi di kecamatan Sukamakmur adalah belum dikenalnya berbagai obyek dan aktivitas wisata edukasi serta belum adanya panduan pelaksanaan kegiatan. Melalui pengembangan aplikasi Education Tourisme Mobile Learning diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat luas tentang kegiatan wisata edukasi di kecamatan Sukamakmur kabupaten Bogor dan meningkatkan kemampuan pelaksana kegiatan wisata edukasi dalam memandu para wisatawan, sehingga program wisata edukasi ini dapat berjalan lebih efektif. Metode yang digunakan dalam menjalankan program pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan, focus group discussion (FGD), pendampingan, dan praktek lapangan. Materi aplikasi Education Tourisme Mobile Learning berisi konsep desa wisata edukasi, desa wisata edukasi sukamakmur, blog / berita terbaru, video desa wisata, serta Informasi mengenai aplikasi. Menu desa wisata edukasi kecamatan Sukamakmur secara umum terdiri dari 5 menu utama yaitu peta kawasan kecamatan Sukamakmur, kegiatan wisata edukasi, seni budaya, homestay atau penginapan, dan kuliner. Hasil implementasi kegiatan pemngabdian masyarakat ini mendapat respon yang sangat baik dari pengelola wisata edukasi dan sangat bermanfaat bagi pemandu wisata edukasi di kecamatan Sukamakmur kabupaten Bogor.
PENERAPAN METODE 3C (CATAT, CORET, CERITA) BERBASIS DONGENG KOLABORATIF PADA KELOMPOK EKSPERIMEN DI HEBEI INTERNATIONAL STUDIES UNIVERSITY Alicia Nurul Firdaus; Rizki Taufik Rakhman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian has been designated as an of icial language by UNESCO and was selected as the 10th of icial language, alongside English, French, Arabic, Chinese, Russian, Spanish, Hindi, Italian, and Portuguese. Indonesian has become a mandatory and continuous subject in the International Finance program, which is teaching-oriented at Hebei International Studies University. This International Community Service Program (PkM) aims to introduce Indonesian culture to student groups at Hebei International Studies University, China, through a collaborative storytelling approach. A participatory experimental method, involving active participation from experimental groups and participants, was applied in this international PkM. The activities were carried out in stages; the first stage was conducted online using the DingTalk application to introduce the training method that would be applied in the next stage. The second stage was held face-to-face (of line) at Hebei International Studies University, China, on Thursday, September 12, 2024. The experimental group participating in this activity consisted of students taking the Javanese language course. The preliminary conclusion of the PkM activity is that the 3C method, combined with the collaborative storytelling approach, has proven ef ective as an innovative and enjoyable learning resource for Indonesian, rich in knowledge about Indonesian arts and culture. Furthermore, through the 3C method, the motivation and enthusiasm of Hebei International Studies University students have significantly increased.    Abstrak  Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai Bahasa resmi oleh UNESCO dan terpilih sebagai Bahasa resmi ke-10 yang bersanding dengan Bahasa Inggris, Perancis, Arab, Tiongkok, Rusia dan Spanyol, serta Hindi, Italia dan Portugis. Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata kuliah wajib dan berkelanjutan pada jurusan International Finance yang berorientasi pada pengajaran di Hebei International Studies University. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada para kelompok mahasiswa di Hebei International Studies University, China melalui pendekatan dongeng kolaboratif. Metode eksperimental partisipatori yang melibatkan kelompok eksperimen dan partisipan secara aktif diterapkan pada kegiatan PkM internasional ini. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap; tahap pertama dilakukan secara online (daring) dengan aplikasi DingTalk dengan tujuan memperkenalkan metode pelatihan yang akan diterapkan pada tahap berikutnya. Tahap kedua dilakukan secara tatap muka (langsung/of line) di Hebei International Studies University, China pada hari kamis, 12 September 2024. Adapun kelompok eksperimen sebagai partisipan kegiatan ini adalah mahasiswa-mahasiswi yang sedang mengambil mata kuliah bahasa jawa. Simpulan sementara kegiatan PkM adalah metode 3C dengan pendekatan dongeng kolaboratif terbukti efektif sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif yang menyenangkan dan sarat pengetahuan terhadap seni dan budaya Indonesia. Selain itu, melalui metode 3C motivasi dan antusiasme mahasiswa Hebei International Studies University semakin meningkat. 
PENINGKATAN NILAI EKONOMI KELOMPOK PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN MELALUI PENGUATAN DIGITAL MARKETING BERBASIS CANVA: STUDI KASUS PADA PEMASARAN SAYURAN DI KARANGREJO, METRO Etik Puji Handayani; Tri Aristi Saputri; Krisnarini
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity was conducted to empower the beneficiaries of the Family Hope Program  (PKH) in Karangrejo, North Metro, Metro City, through digital marketing training using Canva. The  group faced challenges in marketing their agricultural products, such as water spinach, spinach, pakcoy,  and eggplant. These issues were addressed by providing training on using Canva as a tool to design  attractive and effective promotional content, along with an introduction to digital marketing strategies  via social media. The methods employed included participatory approaches, hands-on training, and  assistance in applying marketing strategies. The results of this activity showed a significant improvement  in the participants' skills in utilizing digital technology for promotion, expanded promotional reach on  social media, and a 40% increase in agricultural product sales. Despite challenges in accessing  technology, this program successfully enhanced the economic independence of the beneficiaries. In  conclusion, Canva-based digital marketing training proved to be an effective strategy for improving  marketing capacity and economic income in rural communities. It is hoped that this program can be  replicated in other regions with better technological support. Keywords: digital marketing; canva; vegetable marketing; family hope program; economic  empowerment Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberdayakan kelompok penerima manfaat  Program Keluarga Harapan (PKH) di Karangrejo, Metro Utara, Kota Metro melalui pelatihan digital  marketing berbasis Canva. Kelompok ini mengalami kendala dalam pemasaran hasil pertanian mereka,  seperti kangkung, bayam, pakcoy, dan terong. Permasalahan ini dipecahkan dengan memberikan  pelatihan penggunaan Canva sebagai alat untuk mendesain konten promosi yang menarik dan efektif,  serta pengenalan strategi pemasaran digital melalui media sosial. Metode yang digunakan meliputi  pendekatan partisipatif, pelatihan langsung, dan pendampingan dalam penerapan strategi pemasaran.  Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta dalam  memanfaatkan teknologi digital untuk promosi, jangkauan promosi yang lebih luas di media sosial, serta  peningkatan penjualan produk pertanian sebesar 40%. Meskipun ada tantangan dalam akses teknologi,  program ini berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok penerima manfaat. Kesimpulannya,  pelatihan digital marketing berbasis Canva merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kapasitas pemasaran dan pendapatan ekonomi kelompok masyarakat di daerah pedesaan. Program ini diharapkan  dapat direplikasi di wilayah lain dengan dukungan teknologi yang lebih baik. Kata Kunci: digital marketing;, canva; pemasaran sayuran; program keluarga harapan; pemberdayaan ekonomi
EDUKASI GREEN MARKETING DESTINASI RIVER TUBING MENUJU DESTINASI SEHAT BERKELANJUTAN Harpiana Rahman; Zulkhair Burhan; Septiyanti; Haryudi Rahman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract River Tubing, tourist attractions in tourist villages, is a sports tour developed through the natural potential of the river in the form of river-combining tourist attractions by floating upstream to downstream of the river using a tire as a float. The tourist attraction developed by the tourism awareness group has increased the number of tourists visiting the village. As a community-based tour that relies on natural potential in tourism development, Pokdarwis does not yet have the skills to promote green marketing strategy tourism. This can be seen in the River Tubing promotional activities by Pokdarwis, which are only limited to promoting tourist attractions. So that tourists do not receive education on protecting river areas along the villages they pass through and improving Pokdarwi's skills through an empowerment strategy through education to help Pokdarwis acquire skills in carrying out green marketing to enhance sustainable tourism marketing globally. The strengthening needed through improving Pokdarwi's skills and empowerment aims to increase the existence of the destination as the best community-based tour destination in South Sulawesi. The community service program's success is assessed through qualitative measurements by comparing the promotional content of the destination before and after the activity. The results of community service show that green marketing education increases the knowledge and skills of partners in loading educational destination promotion issues through social media. Keywords: health promotion; sustainable health; tourism; community empowerment; green marketing Abstrak Atraksi wisata River Tubing di desa wisata merupakan sport tourism yang dikembangkan melalui potensi alam sungai berupa atraksi wisata susur sungai dengan menghanyutkan diri hulu ke hilir sungai dengan menggunakan ban sebagai pelampung. Atraksi wisata yang dikembangkan kelompok sadar wisata berhasil meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di desa wisata. Sebagai community based tourism yang mengandalkan potensi alam dalam pengembangan wisata, pokdarwis belum memiliki keterampilan melakukan promosi wisata strategi green marketing. Ini terlihat pada aktivitas promosi River Tubing yang dilakukan Pokdarwis hanya sebatas pada promosi atraksi wisata. Sehingga wisatawan tidak menerima edukasi terkait perlindungan kawasan sungai sepanjang desa yang dilalui. Peningkatan keterampilan Pokdarwis dilakukan dengan strategi pemberdayaan melalui edukasi kepada pokdarwis untuk memiliki keterampilan dalam melakukan green marketing untuk meningkatkan pemasaran wisata berkelanjutan secara global. Penguatan yang diperlukan melalui peningkatan keterampilan dan pemberdayaan Pokdarwis bertujuan untuk meningkatkan eksistensi destinasi sebagai destinasi community based tourism terbaik di Sulawesi Selatan. Penilaian keberhasilan program pengabdian masyarakat dilakukan melalui pengukuran secara kualitatif dengan membandingkan konten promosi destinasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa edukasi green marketing meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memuat isu promosi destinasi yang edukatif melalui media sosial. Kata Kunci: promosi kesehatan; wisata sehat berkelanjutan; pemberdayaan kelompok masyarakat; green marketing
ENKAPSULASI PEWARNA ALAM UNTUK MENINGKATKAN EFFISIENSI WAKTU DAN KUALITAS BATIK DI RUMAH BATIK PALBATU Erdawati Bayazid; Riskia Chandra Widianti; Sarina Hanifah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract One of the policies used by Rumah Batik Palbatu is to use natural dyes as batik dyes. Unfortunately, the coloring process needs to be repeated 8-10 times, so it takes a long time and produces a lot of waste water. To speed up the coloring process and reduce the volume of natural dyes, natural dyes are modified to reduce the particle size to nanometer sizes. This activity aims to facilitate partners to be able to make natural dyes in the form of nano with encapsulation techniques through training and mentoring. Service activities are carried out through 2 methods, namely counseling on extracting dyes from natural materials and training on modifying natural dyes using encapsulation techniques. The training began with a demonstration by the PKM UNJ team, then continued with independent practice by the participants while accompanied by the team. From the evaluation results, the batik making group's knowledge about extracting dyes from natural materials was successfully improved. Members of the batik making group have become more skilled in making extracts from various natural materials and modifying the size of natural dye extracts to nanometer size. Increasing the knowledge and skills of batik making group members can be used as a way to develop their business both in the fields of production and sales.  Abstrak Rumah Batik Palbatu merupakan badan usaha yang memproduksi batik dengan konsep kontemporer nasional. Untuk ikut serta mendukung kebijakan pemerintah dalam hal menjaga lingkungan, Rumah Batik Palbatu menggunakan pewarna alam sebagai bahan pewarna batik. Proses pewarnaan dilakukan berulang-ulang yaitu 8-10 kali, sehingga memerlukan waktu yang lama. Proses yang memakan waktu lama tidak sebanding dengan hasil kain batiknya, karena hasil kain batik mudah luntur. Untuk mempersingkat proses pewarnaan dan mencegah kelunturan warna, pewarna alam yang digunakan dimodifikasi dengan teknik enkapsulasi. Teknik enkapsulasi ini dapat meningkatkan luas permukaan serta mempekecil ukuran partikel pewarna alam dalam satuan nanometer sehingga dapat meningkatkan kestabilan warna. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memfasilitasi mitra agar mampu membuat pewarna alam dalam bentuk nano dengan teknik enkapsulasi melalui pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui 2 metode yaitu penyuluhan tentang ekstraksi pewarna dari bahan alam dan pelatihan modifikasi pewarna alam dengan teknik enkapsulasi. Pelatihan diawali dengan demonstrasi oleh tim PKM UNJ kemudian dilanjutkan dengan praktik secara mandiri oleh peserta sambil didampingi oleh tim. Dari hasil evaluasi, pengetahuan kelompok pembatik tentang ekstraksi pewarna dari bahan alam berhasil ditingkatkan. Anggota kelompok pembatik menjadi lebih terampil dalam membuat ekstrak dari berbagai bahan alam dan memodifikasi ukuran ekstrak pewarna alam menjadi ukuran nanometer. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari anggota kelompok pembatik dapat digunakan sebagai cara untuk melakukan pengembangan dalam usahanya baik dalam bidang produksi maupun penjualanya. 
INOVASI SABUN BAMBOO CHARCOAL: SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KESEHATAN KULIT DAN UMKM DI DESA BELLU Ayu Handira; Sri Wahyuni; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhammad Iqbal Akbar Asfar; Andi Nurannisa; Jasmin; Mutmainnah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The charcoal soap development program from bamboo stem waste in Desa Bellu has successfully created an innovative product that not only benefits skin health but also contributes to environmental conservation and community empowerment. By utilizing the ABCD method, this program has successfully transformed waste into a sustainable business opportunity, increasing the economic value of the community, and providing a solution to hard water problems. Laboratory test results show that the produced charcoal soap has a high antioxidant content, is effective in cleansing the skin, and is safe to use. The success of this program opens up opportunities for product innovation development and market expansion, thus providing a broader impact on the community of Desa Bellu. Keywords: charcoal; waste; UMKM; antioxidant; hard water Abstrak Program pengembangan sabun charcoal soap dari limbah batang bambu di Desa Bellu telah berhasil menciptakan produk inovatif yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan kulit, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan memanfaatkan metode ABCD, program ini berhasil mengubah limbah menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan, meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, serta memberikan solusi bagi permasalahan air sadah. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa sabun charcoal soap yang dihasilkan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, efektif dalam membersihkan kulit, dan aman digunakan. Keberhasilan program ini membuka peluang untuk pengembangan inovasi produk dan perluasan pasar, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Desa Bellu. Kata Kunci: charcoal; limbah; UMKM; antioksidan; air sadah
LIMBAH BAGAS TEBU SEBAGAI KOMPOS MURAH DAN MUDAH REPLIKASI PADA KELOMPOK KARANG TARUNA MASAGENA Jaslina Lina; Naimah; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Dhea Amanda; A. Ririn Nur Fadika
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The Bone Regency area, South Sulawesi, is dominated by the agricultural sector with sugar cane production. In spite of the fact that sugarcane has tall dietary esteem and a assortment of employments, expanding rural generation moreover increments rural squander, such as sugarcane bagasse, which can cause natural contamination. This benefit points to overcome the issue by changing over sugarcane bagasse squander into compost. The strategy of executing this benefit includes counseling, preparing and mentoring to nearby community bunches, particularly the Masagena Taruna Youth Organization in Patimpeng Town. Counseling gives an understanding of the benefits of sugarcane bagasse squander, whereas preparing instructs how to handle it into compost. Help is given to assist accomplices overcome impediments in item generation and showcasing. The comes about of the benefit appear an increment in partners' understanding and abilities in handling sugarcane bagasse squander into compost. Accomplices can utilize this squander financially, increment salary and make naturally neighborly items. In this way, this benefit makes a positive commitment to the environment and welfare of the nearby community. Keywords: Kompos; Sugarcane Bagasse Waste Abstrak Wilayah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, didominasi oleh sektor pertanian dengan produksi tebu. Meskipun tebu memiliki nilai gizi tinggi dan beragam penggunaan, peningkatan produksi pertanian juga meningkatkan limbah pertanian, seperti bagas tebu, yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dengan mengubah limbah bagas tebu menjadi kompos. Metode pelaksanaan pengabdian ini melibatkan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada kelompok masyarakat setempat, khususnya karang Taruna Masagena Desa Patimpeng. Penyuluhan memberikan pemahaman tentang manfaat limbah bagas tebu, sementara pelatihan mengajarkan cara mengolahnya menjadi kompos. Pendampingan dilakukan untuk membantu mitra mengatasi kendala dalam produksi dan pemasaran produk. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengolah limbah bagas tebu menjadi kompos. Mitra dapat memanfaatkan limbah ini secara ekonomis, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan produk yang ramah lingkungan. Dengan demikian, pengabdian ini memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Kata Kunci: Kompos; Limbah Bagas Tebu
TANAMAN BUNGA TELANG: POTENSI BARU DALAM INDUSTRI KESEHATAN SEBAGAI MINUMAN HERBAL KAYA ANTIOKSIDAN Wahdania; Andi Srimularahmah; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhammad Iqbal Akbar Asfar; Karmila; Astika Sari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The use of butterfly pea flowers as a supplement for the immune system is currently very popular. There are many benefits that can be obtained from the use of butterfly pea flowers in terms of health and public welfare. Butterfly pea flowers which are used as raw materials for tea in home production for the community can be drunk independently in families to meet the need for food supplements for health and can also be traded to obtain welfare. The method of implementing this community service is carried out by following three stages, namely the first stage is Socialization/Counseling, then the second stage is Training and the last is the Mentoring stage. This community service was carried out in Masago Village, Patimpeng District, Bone Regency, South Sulawesi Province by targeting non-profit partners, namely the Masago Village Family Hope Group. Socialization is the first stage carried out in community service and is carried out at the partner location, namely Masago Village. The implementation of this socialization was attended by the head of the partner and partner members, totaling 15 people. The training stage is the second stage, the community service implementation team shows Masago Village partners how to make herbal drinks from butterfly pea flowers. This community service is carried out through three stages, namely the first stage is socialization/counseling, the second stage is training and the third is the mentoring stage. Keywords: Butterfly pea flowers; Herbal drinks rich in antioxidants; Environment Abstrak Pemanfaatan bunga telang sebagai suplemen daya tahan tubuh saat ini sedang sangat digemari. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pemanfaatan bunga telang dalam hal kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Bunga telang yang dijadikan bahan baku teh secara produksi rumahan bagi masyarakat dapat diminum secara mandiri dalam keluarga untuk memenuhi kebutuhan suplemen makanan baik bagi kesehatan dan dapat pula diperdagangkan untuk memperoleh kesejahteraan Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan mengikuti tiga tahapan, yaitu tahap pertama adalah Sosialisasi/Penyuluhan, kemudian tahap kedua adalah Pelatihan dan terakhir adalah tahap Pendampingan. Pengabdian ini dilaksanakan pada Desa Masago, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan dengan membidik mitra non-profit, yaitu Kelompok Keluarga Harapan Desa Masago.Sosialisasi merupakan tahap pertama yang dilakukan dalam pengabdian dan dilaksanakan di lokasi mitra yaitu Desa Masago. Pada pelaksanaan sosialisasi ini dihadiri oleh ketua mitra dan anggota mitra yang secara keseluruhan berjumlah sebanyak 15 orang. Tahap pelatihan merupakan tahap kedua, tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat memperlihatkan kepada mitra Desa Masago tata cara dalam membuat minuman herbal dari bunga telang.Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan melalui tiga tahapan, yaitu tahap pertama adalah sosialisasi/penyuluhan, tahap kedua adalah pelatihan dan yang ketiga adalah tahap pendampingan. Kata Kunci: Bunga Telang; Minuman Herbal Kaya Antioksidan; Lingkungan