cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2026)" : 13 Documents clear
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Dismenorea Primer Pada Mahasiswa Keperawatan Agung, Magdalena; Fransisksa Nay Kudu, Romana; Karlina Dhosa, Sofia; Cathryne, Joice
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.232

Abstract

Aktivitas fisik merupakan gerakan yang dihasilkan oleh tulang dan otot yang salah satu manfaatnya untuk melancarkan sirkulasi darah ke area pelvis. Di dunia jumlah wanita yang mengalami dismenorea mencapai 1.769.425 jiwa. Mahasiswi keperawatan angkatan 2019 memiliki tingkat dan jenis aktivitas fisik yang banyak seperti perkuliahan, kegiatan di laboratorium, praktik klinik di rumah sakit dan kegiatan wajib lainnya di asrama dan berdasarkan survei awal yang dilakukan kepada 275 mahasiswi terdapat 88,4% mahasiswi yang mengalami dismenorea primer. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik dengan dismenorea primer pada mahasiswi keperawatan. Metode yang digunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian cross sectional, jumlah sampel berjumlah 95 mahasiswi yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner aktivitas fisik dan kuesioner dismenorea. Hasil penelitian ini mendapatkan 53 (53,6%) responden dengan tingkat aktivitas fisik sedang mengalami dismenorea primer dan berdasarkan nilai hasil uji statistik menggunakan fisher exact test (p=0,019) yang artinya terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea primer. Semakin sering aktivitas fisik dilakukan maka akan semakin rendah resiko seseorang untuk terkena dismenore primer. Penelitian tentang faktor-faktor lain yang berhubungan dengan timbulnya dismenorea primer direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya.
Inhalasi Sederhana Meningkatkan Bersihan Jalan Napas pada Anak dengan ISPA Royyan, Arba'i Musthofa; Hastuti, Witri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.244

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan akut menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia, terutama pada bayi dan anak yang disertai dengan masalah bersihan jalan napas, dimana jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan masalah kesehatan lebih berat. Tujuan: untuk mengetahui penerapan inhalasi sederhana dalam upaya penatalaksanaan masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan ISPA. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu studi kasus pada pasien anak dengan ISPA yang mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif.  Pengambilan data penelitian didasarkan pada data asuhan keperawatan yang dilakukan selama 3 hari. Pemberian inhalasi dilakukan 3 kali dalam 3 hari berturut-turut, dimana setiap kali pemberian intervensi selama 15 menit. Hasil: Sebelum terapi inhalasi sederhana diketahui An. A menunjukkan tanda-tanda bersihan jalan napas tidak efektif, dengan sputum cukup banyak, kesulitan mengeluarkan sputum, frekuensi napas meningkat, dan terdengar bunyi napas tambahan. Setelah intervensi diberikan terjadi perbaikan signifikan ditandai dengan tidak adanya sputum, frekuensi napas normal, dan hilangnya bunyi napas tambahan. Simpulan: Terapi inhalasi sederhana efektif dalam memperbaiki bersihan jalan napas. Terapi ini dapat dijadikan intervensi pendukung dalam manajemen kasus gangguan jalan napas di fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci:   Anak; inhalasi; jalan napas   Abstract Background: Acute respiratory tract infection (ARI) is a major health problem in Indonesia. This disease can attack all age groups, especially infants and children who are accompanied by airway clearance problems, which if not treated immediately can cause more serious health problems. Objective: to determine the application of simple inhalation in the management of ineffective airway clearance in children with ARI. Research method: This type of research is a case study on pediatric patients with ARI who experience ineffective airway clearance problems. Data collection for the study was based on nursing care data carried out for 3 days. Inhalation was given 3 times in 3 consecutive days, where each intervention was given for 15 minutes. Results: Before simple inhalation therapy was known, An. A showed signs of ineffective airway clearance, with quite a lot of sputum, difficulty expelling sputum, increased respiratory rate, and additional breath sounds. After the intervention was given, there was significant improvement marked by the absence of sputum, normal respiratory rate, and the disappearance of additional breath sounds. Conclusion: Simple inhalation therapy is effective in improving airway clearance. This therapy can be used as a supporting intervention in the management of airway disorders in health care facilities. Keywords: Airway; children; inhalation
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity Of Care) Pada Ny. L Di PMB Rosidah, S.St, Bdn Sunarsih, Veryanah; Rahma Dini, Putri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.255

Abstract

Latar belakang : Salah satu tempat yang dapat membantu bidan sebagai tenaga kesehatan yang berperan meningkatkan pelayanan yaitu PMB Rosidah yang dekat dengan masyarakat. Salah satunya merupakan salah satu PMB yang mendukung COC (continuity of care) dan sebagai tempat mahasiswa melakukan Asuhan berkelanjutan pada ibu hamil, bersalin, nifas dan BBL. Tujuan : Mampu melakukan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) Pada Ny. L di PMB Rosidah, S.ST, Bdn dengan pemikiran 7 langkah Varney dan pendokumentasian dengan SOAP. Metode Studi Kasus Studi kasus ini akan dilakukan untuk mempelajari hal yang berkaitan dengan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. L dan bayinya melalui proses asuhan kebidanan pada Ibu Hamil, Bersalin, BBL, Nifas. Studi kasus ini menggunakan alur pikir menurut Hellen Varney dan pendokumentasian dengan metode SOAP. Waktu pengambilan kasus dimulai dari 1 Oktober 2024 sampai 30 Juni 2025 dan waktu pelaksanaan memberikan asuhan yaitu pada tanggal 1 Oktober 2024 sampai 30 Juni 2025. Hasil : Dari hasil pengkajian didapatkan Ny. L hamil kedua pernah melahirkan satu kali dan belum pernah keguguran. Usianya sekarang adalah 26 tahun. Hal ini menyatakan bahwa Ny. L termasuk kategori usia produktif, Pada Ny. L didapatkan hasil pemeriksaan pada tekanan darah yaitu dari 110/70 sampai dengan 120/80 mmHg Kesimpulan : Penulis mampu memberikan asuhan kebidanan pada masa kehamilan terhadap Ny. L di wilayah Puskesmas Bangun Galih Kabupaten Tegal dengan melakukan 1 kali kunjungan pada trimester 3. Kata kunci : asuhan kebidanan Hamil, Bersalin, BBL, Nifas
Senam Diabetes Efektif Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Yuliyanti, Asih; Hardono, Hardono; Mesya, Mesya; Wardoyo, Eko
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.256

Abstract

Abstrak Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin dan gangguan fungsi sel beta pankreas. Salah satu pilar penatalaksanaan DM tipe 2 adalah aktivitas fisik seperti senam diabetes, yang berfungsi menurunkan kadar glukosa darah. Mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2 di Prolanis PRB Puskesmas Rawa Bening Kecamatan Buay Madang Timur. Artikel ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 28 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dilakukan sebelum dan sesudah senam diabetes selama empat minggu. Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi tidak normal (p < 0,05), sehingga analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Median kadar glukosa darah sebelum senam sebesar 241 mg/dL (188–400 mg/dL), menurun menjadi 198 mg/dL (110–339 mg/dL) sesudah senam. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan signifikan antara kadar glukosa darah sebelum dan sesudah senam diabetes. Senam diabetes berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Senam ini dapat dijadikan kegiatan rutin dalam program Prolanis di Puskesmas sebagai sarana non-farmakologis yang efektif untuk pengendalian glukosa darah. Kata Kunci:   Diabetes Melitus Tipe 2; Kadar Glukosa Darah; Senam Diabetes;   Abstract Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterised by elevated blood glucose levels due to insulin resistance and impaired pancreatic beta cell function. One of the pillars of type 2 DM management is physical activity such as diabetes exercise, which serves to lower blood glucose levels. To determine the effect of diabetes exercise on blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients at Prolanis PRB Puskesmas Rawa Bening, Buay Madang Timur District. This article uses a quantitative design with a pre-experimental one-group pre-test post-test approach. The sample consisted of 28 respondents selected using total sampling technique. Blood glucose levels were checked before and after four weeks of diabetes exercise. The Shapiro-Wilk normality test showed a non-normal distribution (p < 0.05), so the analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. The median blood glucose level before exercise was 241 mg/dL (188–400 mg/dL), decreasing to 198 mg/dL (110–339 mg/dL) after exercise. The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between blood glucose levels before and after the diabetes exercise programme. Diabetes exercise significantly affects the reduction of blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This exercise can be used as a routine activity in the Prolanis programme at the Community Health Centre as an effective non-pharmacological means of controlling blood glucose. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus; Diabetes Exercise; Blood Glucose Levels;
Penerapan Hipnosis 5 Jari Terhadap Kecemasan Penderita Hipertensi Pada Pasien Rehabilitas Ikhwanudin, Ikhwanudin; Nurhayati, Nurhayati; Yoduke, Fandy
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.260

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Selain dampak fisik, hipertensi sering memicu kecemasan yang dapat memperburuk kondisi pasien. Teknik hipnosis lima jari merupakan metode relaksasi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan. Tujuan: Mengetahui penerapan hipnosis lima jari terhadap tingkat kecemasan penderita hipertensi pada pasien rehabilitasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Self Reporting Questionnaire-29 (SRQ-29). Hasil: Responden 1 memiliki skor kecemasan 20 (kecemasan dan depresi) dan Responden 2 memiliki skor 24 (kecemasan psikotik). Setelah dilakukan intervensi hipnosis lima jari selama tiga hari, skor kecemasan menurun menjadi 3 (kecemasan dan depresi) pada responden 1 dan 5 (kecemasan dan depresi) pada Responden 2. Selain itu, tekanan darah sistolik dan diastolik juga mengalami penurunan pada kedua responden. Kesimpulan: Hipnosis lima jari efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi. Teknik ini dapat menjadi salah satu alternatif terapi non-farmakologis yang mudah diterapkan oleh perawat dalam praktik keperawatan.
Terapi Murottal Al-Qur’an Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Nurrohmah, Nisa; Meidas Setia, Vovi; Afikirtiani, Winda
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.265

Abstract

Lansia merupakan kelompok umur yang rentan terhadap berbagai penyakit akibat perubahan fisiologis tubuh. Pada tahap ini, terjadi penurunan fungsi organ yang berdampak pada melemahnya sistem imunitas. Salah satu masalah kesehatan yang umum dialami lansia adalah hipertensi, yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah meningkat. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi murottal Al-Qur’an karena memiliki efek relaksasi. Laporan pengabdian ini menggunakan desain studi kasus dengan tujuan membuktikan efektivitas terapi murottal Al-Qur’an dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Analisis data dilakukan melalui observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terapi murottal Al-Qur’an mampu menurunkan tekanan darah dengan rata-rata penurunan sistolik sebesar 18,6 mmHg dan diastolik sebesar 17,1 mmHg. Oleh karena itu, disarankan agar lansia dengan hipertensi menggunakan terapi murottal Al-Qur’an sebagai salah satu cara untuk membantu menurunkan tekanan darah Kata Kunci:   Hipertensi, Lansia, Terapi Murotal
Terapi Kompres Hangat Air Jahe Merah Mengurangi Rasa Nyeri Persendian Pada Lansia Dengan Gout Arthritis Aliun, Fatimah Wahab; Prima Saputra, Rinaldi; Zulfikar, Zulfikar; Destiyana, Sherly
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.271

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Asam urat/ gout arthritis adalah penyakit yang mempengaruhi persendian, penyakit asam urat juga sangat umum di masyarakat, khususnya pada lansia. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat pemberian terapi kompres hangat air jahe merah dapat mengurangi rasa nyeri pada lansia yang menderita asam urat. Metode Penelitian: Desain penulisan yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan jenis pendekatan studi kasus untuk mendeskripsikan hasil asuhan keperawatan pada lansia yang menderita asam urat di wilayah kerja Puskesmas Kemiling Bandar Lampung. Data dikumpulkan melalui pengkajian, observasi, wawancara, dan pengukuran nyeri sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat air jahe merah. Hasil: Hasil pada subjek 1 (Ny. S) pada hari pertama dengan skala nyeri 6 (nyeri sedang) dan pada hari ketujuh turun menjadi skala nyeri 1 (nyeri ringan). Pada subjek 2 (Ny. N) pada hari pertama dengan skala nyeri 5 (nyeri sedang) dan pada hari ketujuh turun menjadi skala nyeri 1 (nyeri ringan). Kedua subjek menunjukkan penurunan skala nyeri setelah diberikan kompres hangat air jahe merah selama 7 hari. Simpulan:  Pemberian terapi kompres hangat air jahe merah dapat mengurangi rasa nyeri pada lansia yang menderita asam urat dan dapat dijadikan alternatif pengobatan nonfarmakologi untuk menurunkan asam urat. Kata Kunci:   Kompres Hangat Air Jahe Merah; Nyeri; Asam urat
Determinan Status Gizi Ibu Hamil YULISTANTI, YENI; TULUS PUJI HASTUTI; NOVEMA ASHAR NURAHMAN; MOH RIDWAN
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.278

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Status gizi ibu hamil yang buruk dapat berdampak serius bagi kesehatan ibu dan janin  berupa peningkatan angka morbiditas maupun mortalitas. Badan Pusat Statistik Jateng mencatat jumlah ibu hamil dengan KEK di Kabupaten Temanggung masih cukup tinggi sehingga memerlukan perhatian khusus. Determinan status gizi ibu hamil perlu diketahui untuk dapat dilakukan upaya tindak lanjut yang tepat dalam mencegah terjadinya status gizi yang buruk. Tujuan: mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi status gizi pada ibu hamil trimester 3 di wilayah kerja Puskesmas Traji, Temanggung. Metode: penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 orang ibu hamil di Puskesmas Traji, Temanggung pada bulan April-Juli 2024. Teknik pengumpulan data berupa pengisian kuesioner, pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar lengan atas (LiLA) menggunakan timbangan dan mikrotois yang telah terkalibrasi. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa usia, tingkat pengetahuan, paritas dan riwayat penyakit terbukti secara signifikan memengaruhi status gizi ibu hamil (p < 0,05), sedangkan tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pola makan tidak memengaruhi status gisi ibu hamil (p > 0,05). Hasil uji regresi logistic menunjukkan tingkat pengetahuan sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi status gizi ibu hamil (OR ; 4,83 ;95% CI: 1,8 – 13,4). Kesimpulan: Faktor yang memengaruhi status gizi ibu hamil adalah usia, tingkat pengetahuan, paritas dan riwayat penyakit dimana tingkat pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan. Kata Kunci:   determinan ; status gizi ; ibu hamil
Lama Hemodialisis Mempengaruhi Perubahan Menstruasi pada Wanita Usia Subur Uswatun Hasanah; Renny Rahmawati, Wiwin; Yulistanti, Yeni; Handayani, Lulut
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.286

Abstract

Latar Belakang: Hemodialisis merupakan tindakan medis sebagai pengganti fungsi ginjal untuk mengeluarkan sisa metabolisme dari darah. Lama hemodialisis dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan fisik pasien, termasuk sistem reproduksi. Pada wanita usia subur, hemodialisis dapat mengubah sekresi hormon, yang bisa berdampak pada perubahan menstruasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wanita yang menjalani hemodialisis lebih lama lebih banyak mengalami perubahan menstruasi. Namun, belum ada yang memberikan informasi secara jelas tentang jenis perubahan menstruasinya. Perubahan menstruasi hanya dinyatakan berubah dan tidak berubah. Tujuan: mengetahui adanya hubungan antara lama hemodialisis dengan perubahan menstruasi pada wanita usia subur di Unit Hemodialisis RST dr. Soedjono Magelang. Metode: metode yang digunakan adalah Cross-Sectional dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling terhadap 31 responden yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden menjalani hemodialisis dua kali seminggu (90,3%) dan lama hemodialisis kurang dari 50 bulan (58,1%). Sebanyak 77,4% mengalami perubahan menstruasi. Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rank menunjukkan p value 0,025 (p<0,05). Simpulan: Artikel ini menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara lama hemodialisis dengan perubahan menstruasi pada wanita usia subur di Unit Hemodialisis RST dr. Soedjono Magelang.
Analisis Komprehensif: Stres Pengasuhan dan Strategi Koping pada Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus Anisah, Retno Lusmiati; Parmilah; Yuni Susilowati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.287

Abstract

Abstrak Orang tua yang mengasuh anak berkebutuhan khusus (ABK) menghadapi tantangan psikologis yang kompleks dan rentan mengalami tekanan emosional kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat parenting stress dan mengidentifikasi strategi koping dominan yang digunakan oleh orang tua di SLB Negeri Temanggung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 279 orang tua siswa, dengan sampel sebanyak 77 orang tua yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Skala Stres Pengasuhan (SSP) adaptasi Kumalasari et al. dan Skala Strategi Koping modifikasi Nasution & Pratiwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua (54,5%) mengalami tingkat stres pengasuhan yang tinggi, dengan skor rata-rata pada aspek ketegangan (strain) lebih tinggi daripada aspek kepuasan (pleasure). Orang tua ABK berada dalam posisi yang menantang namun resilien. Tingkat stres yang tinggi diseimbangkan dengan penggunaan strategi koping yang masih adaptif secara kultural, terutama Koping Religius dan Escape-Avoidance. Meskipun strategi penghindaran sering dipandang negatif, dalam konteks keterbatasan sumber daya di Indonesia, strategi ini berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kewarasan jangka pendek. Nilai-nilai budaya seperti pasrah dan nrimo menjadi fondasi kekuatan mental yang membedakan profil koping orang tua Indonesia dengan di Barat. Tenaga kesehatan perlu merancang program intervensi yang juga berfokus pada kesehatan mental orang tua, untuk menggeser strategi koping dari Escape menuju Positive Reappraisal dan Problem Solving. Pembentukan kelompok dukungan (peer support group) di sekolah dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi isolasi sosial dan memberikan wadah berbagi strategi pengasuhan yang konstruktif. Kata Kunci:   Anak Berkebutuhan Khusus; Orang Tua; Strategi Koping; Stres Pengasuhan  

Page 1 of 2 | Total Record : 13